Anda di halaman 1dari 18

BUDAYA INDONESIA DI TENGAH ARUS GLOBALISASI A.

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Konsepsi kebudayaan Indonesia memang sangat sulit untuk menentukan kriteria yang cocok untuk masyarakat yang hidup di negara ini. Pancasila sebagai basis ideologi, yang menyimpan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika belum cukup untuk membicarakan kebudayaan Indonesia. Secara tekstual, Pancasila memang sangat rele an dengan ragam budaya yang ada. !kan tetapi, dalam realitasnya, masih banyak yang menanyakan ke"elasan nilai-nilai pancasila itu sendiri. #ari sini, kita tidak dapat menyalahkan kondisi realitas tersebut. Pemerintah sebagai pemegang kekuasan dalam hal ini, harus cepat tanggap, melihat $enomena-$enomena ketidakpuasan terhadap nilai-nilai ideologi pancasila, ge"olak dekadensi moralitas bangsa. Karena, ketimpangan sosial, kese"ahteraan, keadilan, kemanusiaan yang ada dalam pancasila, sudahkah aplikati$ terhadap masyarakat saat ini. Kalau memang belum, satu ke%a"aran bila ada yang mempertanyakan ke"elasan nilai-nilai pancasila yang dianggap sebagai nilai-nilai dan identitas kebudayaan bangsa Indonesia. Kalau memang sudah, mari kita lihat bersama realitas obyekti$ yang ter"adi dalam masyarakat saat ini. Ketidak "elasan akan pemahaman nilai-nilai kebudayaan sangat dipengaruhi oleh pola $ikir yang sedang berkembang di tengah-tengah masyarakat. !rus budaya globalisasi yang sudah mengakar dan mendarah-daging pada pola $ikir masyarakat sosial. #emikian itu sudah "elas, bila dilihat dari budaya konsumti$, instan, stail, gaya hidup dan lain-lain. Budaya globalisasi tidak dapat dibendung, ditentang, apalagi ditolak. &ang mesti kita lakukan sekarang ini adalah bagaimana budaya globalisasi mendatangkan man$aat bagi budaya Indonesia, serta bagaimana mem$ilterisasi budaya tersebut yang mempengaruhi pada pola $ikir kebudayaan bangsa Indonesia.'()

B. PEMBAHASAN 1. Bu a!a In "nes#a an Gl"$al#sas# Kesadaran akan pentingnya memperhatikan kebudayaan nampaknya semakin meningkat. *al ini "elas tidak bertentangan dengan titik berat bidang kesadaran akan adanya rongrongan dari luar +globalisasi,. Sebaliknya, "ustru kesadaran akan pentingnya pendekatan budaya, mengingatkan kita bah%a bagaimanapun "alan yang ditempuh, tetaplah manusia sebagai tu"uan dan subyek globalisasi.'-) *endaknya manusia tidak dikorbankan untuk mencapai tu"uan lain selain dirinya. Kendati ada sinar-sinar cerah yang menggembirakan, cukup memprihatinkan "uga bah%a lalu pendekatan kebudayaan diartikan semata-mata sebagai kesenian. Sedangkan kita sudah cukup paham bah%a kesenian dan kebudayaan yang kebanyakan diperlihatkan melalui pendekatan isualisasi simbol-simbol seni dan budaya tersebut. Sepertihalnya dunia hiburan, $ilm-$ilm, sinetron dan tontonan tele isi yang itu semua produk globalisasi.'.) Pada dasarnya, kebudayaan adalah keseluruhan hidup, proses dan akti itas manusia dalam keberadaannya dimuka bumi ini. /ika membicarakan bangsa ini, maka arti kebudayaan adalah pen"elmaan kelakuan sekelompok manusia berpokok pada pola sikap budi manusia yang berdasarkan pemandangan hidup dunia serta melahirkan mentalitas dan cara ber$ikir kebudayaan. 0ain dari pembicaraan kesadaran akan kebudayaan yang ada di Indonesia, hal yang paling utama yang harus disadari adalah mengenai globalisasi. Keberadaan globalisasi di tengahtengah budaya yang belum "elas adalah satu keniscayaan. Berbicara mengenai globalisasi berarti membicarakan dunia dalam konstalasi politk, ekonomi, social-budaya. Bangsa ini disatu sisi memiliki kebudayaan, sisi lain budaya globalisasi cukup erat kaitannya dengan perubahan kebudayaan tersebut. #alam arus globalisasi, tidak luput "uga membicarakan negara-negara ma"u, bekembang, dunia pertama, kedua dan ketiga. Sebab, keberadaan negara-negara tersebut turut menentukan kemana arah arus globalisasi nantinya. Sebagaimana yang dikatakan seorang penulis asal Kenya bernama 1gugi 2a Thiongo, menyebutkan bah%a perilaku dunia Barat, khususnya !merika, sedemikian rupa sehingga mereka seolah-olah sedang melemparkan bom budaya terhadap rakyat dunia. 3ereka berusaha untuk menghancurkan tradisi dan bahasa pribumi sehingga bangsabangsa tersebut kebingungan dalam upaya mencari indentitas budaya nasionalnya.'4) Penulis Kenya ini meyakini bah%a budaya asing yang berkuasa di berbagai bangsa, dulu dipaksakan le%at imperialisme dan kini dilakukan dalam bentuk yang lebih meluas dengan nama globalisasi. 5lobalisasi secara de$eniti$ memiliki banyak pena$siran dari berbagai sudut pandang. Sebagian orang mena$sirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau men"adikan dunia sebagaimana layaknya sebuah perkampungan kecil. Sebagian lainnya menyebutkan bah%a globalisasi adalah upaya penyatuan masyarakat dunia dari sisi gaya hidup, orientasi, dan budaya. 5lobalisasi menyentuh berbagai aspek kehidupan, antara lain seni. #alam rangka mengamati dan

meneliti proses globalisasi dalam dunia seni, baru-baru ini di Teheran, Iran, telah diselenggarakan sebuah seminar internasional dengan tema 6Seni dan 5lobalisasi7. Seminar ini dihadiri oleh -8 cendikia%an Iran dan -. cendikia%an asing dari (9 negara, antara lain Perancis, Tunisia, :ussia, 1igeria, Turki, ;imbab%e, Kenya, Italia, <ina, 0ebanon, 3esir, !$rika Selatan, Kanada, dan Tan=ania. Banyak tanggapan dari budaya%an Indonesia. Tanggapan-tanggapan itu tentunya berhubungan dengan pesan yang dapat diambil dari seminar itu. Salah seorang budaya%an yang menyatakan harapannya agar seminar ini berhasil mende$inisikan dengan baik berbagai kesempatan dan ancaman yang akan melanda manusia pada era globalisasi. Selain itu, peserta seminar hendaknya mencari "alan praktis dalam meningkatkan kemampuan seni dan budaya pribumi, agar mampu berdiri kokoh di dalam tatanan baru dunia. Salah seorang peneliti Iran yang akti$ dalam bidang budaya tradisional, meyakini bah%a dalam era globalisasi ini bangsabangsa harus memproduksi karya-karya budaya yang sesuai dengan tuntutan pasar dunia. #alam hal ini sudah %aktunya para budaya%an Indonesia harus menggali dan menemukan keistime%aan-keistime%aan budaya yang terkandung dalam nilai-nilai ideologi pancasila, lalu memperkenalkannya kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya dan masyarakat bangsabangsa lain umumnya. %. Da&'ak Gl"$al#sas# Terha a' Sen# an Bu a!a 3engenai globalisasi dalam kerangka Barat yang ingin menyamakan budaya masyarakat yang ada di dunia ini, dapat dicurigai bah%a hal itu merupakan satu campur tangan terhadap hukum alam dan penciptaan. Pada dasarnya, proses globalisasi yang alami haruslah sesuai dengan yang disebut oleh !l->uran, yaitu 6bah%a !llah menciptakan manusia dalam berbagai bangsa dan suku, supaya mereka lebih saling mengenal antara satu sama lain7. 1amun globalisasi telah menimbulkan masalah kepada proses ini karena berusaha memaksakan satu budaya agar diterapkan kepada bangsa-bangsa yang berbeda, dan itu artinya kebudayaan pribumi +Indonesia, bangsa-bangsa saat ini men"adi tersingkir dan tidak mendapatkan ruang artikulasinya.'9) Proses globalisasi yang seimbang dengan kehidupan manusia dan sepan"ang se"arah manusia, memang selalu terdapat upaya manusia untuk mendekatkan diri antara satu sama lain dan mencari titik persamaan. Tetapi, di sepan"ang .8 tahun terakhir, negara-negara Barat berusaha memaksa masyarakat dunia untuk menerima nilai-nilai Barat secara mutlak. *al itu sangat berbahaya dan "ika terus berkelan"utan, proses ini akan menyebabkan hegemoni Barat dan !merika terhadap negara-negara lain.'?) Selan"utnya, globalisasi dalam bentuk yang alami akan meninggikan berbagai budaya dan nilai-nilai budaya. #alam proses alami ini, setiap bangsa akan berusaha menyesuaikan budaya mereka dengan perkembangan baru sehingga mereka dapat melan"utkan kehidupan dan menghindari kehancuran. Tetapi, dalam proses ini, negara-negara #unia Ketiga harus

memperkokoh dimensi budaya mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh budaya asing. #alam rangka ini, berbagai bangsa #unia Ketiga haruslah mendapatkan in$ormasi ilmiah yang berman$aat dan menambah pengalaman mereka. 5lobalisasi mungkin sa"a mendatangkan musibah kepada seni dan kebudayaan kita, karena ia sama seperti badai tau$an yang mungkin mencabut akar budaya. Tetapi dari sudut pandang yang lain, globalisasi bisa memberikan kesempatan istime%a untuk bangsa-bangsa yang kaya dengan budaya. Seni kita akan tersebar ke luar batas negara dan memberikan pengaruh kepada dunia. Se"arah menyaksikan bah%a pada berbagai era kegemilangan, seni dan kebudayaan Indonesia menemukan identitasnya. Tapi kerena masuknya budaya globalisasi, kebudayaan kita terreduksi oleh arus budaya yang lebih besar. 3asalah inilah yang mungkin ter"adi hari ini. Karena itu, bangsa Indonesia yang percaya kepada kekuatan akar budaya tidak perlu takut pada pengaruh asing. Kita harus berusaha untuk memahami bagaimana seni dan kebudayaan bisa men"adi benteng pertahanan identitas dan tradisi kita selan"utnya. (. Gl"$al#sas# an Tantangan Masa De'an Bu a!a In "nes#a 3elihat budaya Indonesia dalam arus globalisasi, sedikit dan banyaknya pasti mengalami perubahan. @ntuk mempertahankan identitas keindonesian, perlu kiranya kita memikirkan kembali konsepsi kebudayaan Indonesia. Sekedar sebuah re$leksi, budaya Indonesia seharusnya dapat ditentukan bagaimana ciri khas pola laku, $ikir dan moraliras bangsa ini semestinya. @ntuk memenuhi hal tersebut, maka diperlukan pengka"ian ulang kebudayaan yang identik dengan masyarakat dan realitas social di 1egara ini. 4. Teran)a&n!a *e$u a!aan In "nes#a D# Era Gl"$al#sas# Saat ini, kita sedang berada pada suatu era, yang mana era tersebut ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahaun dan teknologi. Sehingga mampu mengubah dunia secara mendasar,yang sering kali kita sebut dengan era globalisasi. 5lobalisasi merupakan suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia. #imana akan memba%a suatu bangsa dan 1egara di dunia semakin terikat satu sama lain, me%u"udkan suatu tatanan kehidupan baru yang tidak mengenal batas-batas %ilayah dan mempengaruhi hampir seluruh aspek yang ada dimasyarakat, khususnya aspek budaya. Kebudayaan yang dimiliki oleh suatu bangsa merupakan keseluruhan hasil cipta, karsa, dan karya manusia. Indonesia sendiri sebagai 1egara kepulauan dikenal dengan keberagaman budayanya, yang mana keanekaragaman itulah menun"ukkan betapa pentingnya aspek kebudayaan bagi suatu 1egara. Karena "elas bah%a kebudayaan adalah suatu identitas dan "ati diri bagi suatu bangsa dan 1egara. #e%asa ini perkembangan teknologi begitu cepat.sehingga segala in$ormasi dengan berbagai bentukdan kepentingandapat tresebar luaske seluruh dunia. Aleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari keberadaannya.termasuk "uga bagi Indonesia. Kehadi ran globalisasi dan teknologi sudah tentu akan memba%a pengaruh bagi kehidupan suatu bangsa. Karena globalisasi, teknologi, dan kebudayaan mempunyai keterkaitan yang sangat erat. !pabila kita tidak bisamempertahankan atau men"aga kebudayaan yang kita

miliki, maka kebudayaan tersebut akan pudar bahkan akan hilang tersingkirkan oleh globalisasi dan teknologi. #ampak dari pengaruh globalisasi dan teknologi pun sudah mulai kita rasakan. Kita ambil contoh sa"a dari sebuah permaianan anak-anak. Sebelum era globalisasi ini muncul, masih banyak sekali permainan rakyat yang identik dengan kebudayaan di berbagai daerah masingmasing. seperti permainan congklak, gasing, bekel, kelereng, petak umpet, dan lain-lain. 1amun yang ter"adi saat ini bah%a globalisasi dan teknologi telah mengubah semuanya. 3ungkin sekarang yang ada, banyak anak kecil yang sudah tidak mengenal permainan congklak, dan sudah "arang pula kita melihat anak-anak yang duduk bersama untuk bermain bekel. 3elainkan yang ter"adi saat ini banyak anak-anak yang lebih memilih bermain didepan komputer, laptop, atau bahkan anak-anak sekarang sudah mulai sibuk dengan handphone yang ada digenggamannya. &ang semua itu sudah tidak asing lagi untuk kita "umpai. Belum lagi masalah tentang ancaman terhadap kekayaan kebudayaan kita, yang mana derasnya arus in$ormasi dan kema"uan teknologi mengakibatkan interaksi budaya ber"alan semakin intensi$ dan terbuka. Sehingga menyebabkan lunturnya kecintaan masyarakat terhadap peninggalan budaya tradisional, baik anak-anak, generasi muda, maupun orang de%asa kini tidak lagi mempunyai rasa ketertarikan dan minat terhadap budaya asli indonesia, melainkan mereka lebih bangga terhadap budaya asing. Kondisi ini tentunya akan berdampak buruk terhadap kebudayaan kita, misalkan dengan adanya pihak asing atau pun negara lain yang dengan begitu berani mengklaim kebudayaan kita. Seperti yang pernah ter"adi belakangan ini yaitu kon$lik klaim budaya yang ter"adi antara malaysia dengan indonesia. &ang mana malaysia telah mengklaim batik, reog, dan lagu rasa sayange sebagai kebudayaannya. Padahal sudah "elas-"elas seperti yang kita tahu bah%a kebudayaan tersebut adalah kebudayaan bangsa indonesia. 3emang semakin banyaknya budaya bangsa yang hilang tidak hanya semata-mata karena adanya arus globalisasi dan teknologi, melainkan "uga dikarenakan kelalaian kita dalam menyikapi sekaligus mengelola kebudayaan itu. Kita memiliki kemampuan yang tidak imbang akibat lemahnya semangat dan penghargaan terhadap budaya bangsa sendiri, sementara bangsa lain lebih memiliki kesadaran yang "uga di%u"udkan dalam tindakan nyata. Selama ini kebudayaa selalu dipinggirkan oleh pemerintah dan masyarakat tidak lagi peduli. !khirnya, secara perlahan-lahan kebudayaan bangsa ini akan punah. Kondisi seperti ini tentunya "auh berbeda dengan malaysia, mereka sangat sadar akan eksistensi suatu kebudayaan karena kebudayaan adalah sen"ata terbaik bagi suatu bangsa dalam men"aga eksistensinya dalam men"a%ab tantangan di era globalisasi seperti sekarang ini. mereka menghargai budaya untuk mencari keuntungan, sedangkan pemerintah kita tidak peduli. !rus globalisasi "uga begitu cepat merasuk kedalam masyarakat, terutama dikalangan anak muda. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak generasi muda kita yang kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa indonesia. *al ini ditun"ukkan dengan ge"ala-ge"ala yang muncul dalam kehidupan sehari-hari dikalangan anak muda sekarang. Kita lihat dari cara berpakaian sa"a, banyak anak-anak rema"a kita yang berdandan meniru seperti selebritis yang cenderung ke budaya barat. 3ereka menggunakan pakaian yang minim, yang memperlihatkan bagian tubuh mereka yang seharus tidak kelihatan, padahal cara berpakaian mereka "elas-"elas tidak sesuai dengan kebudayaan kita.

Tidak ketinggalan "uga dengan gaya rambut mereka yang dicat dengan beraneka %arna. #apat dikatakan bah%a mereka lebih suka "ika men"adi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak rema"a yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa. Pengaruh globalisasi "uga bisa kita lihat dari sikap mereka, banyak dikalangan anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun, dan cenderung cuek, tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. &ang mana semuanya itu dikarenakan bah%a globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan. Sehingga banyak dikalangan anak muda yang bertindak sesuka hati mereka. !rus globalisasi saat ini "uga telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia. #erasnya arus in$ormasi dan telekomunikasi menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Perkembangan transportasi, telekomunikasi, dan teknologi mengakibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri. Budaya indonesia yang dulunya ramah tamah, gotong royong, dan sopan, kini berganti dengan budaya barat, misalnya pergaulan bebas. Saat ini, ketika teknologi semakin ma"u, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah semakin lenyap dimasyarakat. Padahal kebudayaankebudayaan daerah tersebut, bila dikelola dengan baik selain dapat men"adi pari%isata budaya yang menghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, tetapi "uga dapat men"adi lahan peker"aan yang men"an"ikan bagi masyarakat sekitarnya. !pabila pengaruh-pengaruh tersebut dibiarkan, mau apa "adinya generasi muda kitaB yang apabila dihubungkan dengan nilai nasionalisme mereka pun akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan tidak ada rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah calon penerus masa depan bangsa. Seperti yang kita ketahui bah%a pengaruh globalisasi dan teknologi banyak menimbulkan pengaruh negati$ bagi kebudayaan bangsa indonesia, norma dan nilai yang terkandung dalam kebudayaan tersebut perlahan-lahan akan pudar atau bahkan akan hilang. /adi sudah semestinya kita harus mengambil langkah untuk mengatasi hal tersebut dengan melibatkan semua pihak. #alam mengatasi banyaknya kebudayaan indonesia yang hilang, negara harus memperkokoh budaya mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh budaya asing. Pemerintah "uga perlu mengka"i ulang peraturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran budaya bangsa. tentunya dalam mengatasi hal ini, tidak hanya dari pemerintah sa"a melainkan "uga seluruh masyarakat "uga harus ikut berperan akti$ . !dapun yang harus kita lakukan untuk mengatasi pengaruh globalisasi dan teknologi yang akan menimbulkan pengaruh negati$ bagi kebudayaan indonesia, serta berkurangnya rasa nasionalisme yaituC + + + 3enanamkan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila dengan sebaik-baiknya. kita harus menumbuhkan semangat nasionalisme terhadap masyarakat yakni dengan menumbuhkan semangat mencintai produk-produk dalam negeri. 3asyarakat harus ikut berperan akti$ dalam pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya, dan budaya bangsa umumnya.

3ayarakat "uga perlu menyeleksi kemunculan kebudayaa-kebudayaan baru yang masuk ke Indonesia, agar tidak merugikan dan tidak berdampak negati$ bagi kebudayaan kita. !danya globalisasi dan teknologi disatu sisi memang memba%a pengaruh negati$, yang mana pengaruh globalisasi dan teknologi selain memba%a pengaruh negati$ seperti yang telah disebutkan diatas, "uga akan berpengaruh terhadap hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri,seperti 3c #onald, <oca <ola, Pi==a *ut, dan lainlain. Selain itu mengakibatkan adanya kesen"angan sosial yang ta"am antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi pada aspek ekonomi. Tetapi tidak dapat dipungkiri disisi lain globalisasi dan teknologi bisa memberikan kesempatan istime%a untuk bangsa-bangsa yang kaya dengan budaya, kebudayaan kita akan tersebar ke luar batas negara dan memberikan pengaruh kepada dunia. 5lobalisasi "uga memba%a pengaruh positi$ terhadap kebudayaan indonesia. &ang mana, kita dapat meniru pola pikir yang baik seperti etos ker"a yang tinggi dan disiplin, serta iptek dari bangsa lain yang sudah ma"u. #an dengan kema"uan teknologi dan komunikasi, kita akan lebih mudah memperoleh in$ormasi dan ilmu pengetahuan dan kita "uga akan lebih terpacu untuk meningkatkan kualitas diri. 3aka dari itu kita sebagai generasi muda harus pandai-pandai menyaring dan menyeleksi arus globalisasi yang masuk ke Indonesisa agar tetap dapat sesuai dengan kebudayaan bangsa indonesia. ,. Pan)as#la Se$aga# -#lter N#la#.N#la# As#ng D# Era Gl"$al#sas# Presiden Soekarno pada saat berpidato dalam sidang Badan Penyelidik @saha Persiapan Kemerdekaaan Indonesia+BP@PKI, tanggal ( /uni (D49, pernah mengatakan mengenai pentingnya bangsa Indonesia memiliki sebuah 6philosofische gronslaag7 atau $iloso$i dasar yang memuat pandangan tentang dunia dan kehidupan +weltanschauung,. 3enurutnya dasar negara dan ideologi nasional tersebut, merupakan suatu hal yang abadi yang harus tetap dipertahankan selama berdirinya negara. @ngkapan dari presiden pertama sekaligus proklamator :epublik Indonesia tersebut, "elas memperlihatkan menganai pentingnya dasar negara dan ideologi nasional sebagai landasan berdiri dan tegaknya sebuah negara. Aleh sebab itu, perumusan dasar negara Indonesia dilakukan melalui penggalian yang mendalam terhadap pandangan hidup dan $alsa$ah hidup bangsa Indonesia yang mencerminankan nilai-nilai peradaban, kebudayaan, dan keluhuran budi yang mengakar dan teranyam dalam kehidupan bangsa Indonesia. *al itu pulalah yang kemudian men"adi landasan dari lahirnya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Pancasila lahir dari sebuah per"an"ian luhur berdasarkan hasil musya%arah para founding father +pendiri bangsa dan negara, Indonesia dalam sidang BP@PKI yang dilaksanakan selama dua kali masa persidangan, yaitu pada tanggal -D 3ei-( /uni (D49 dan (8-(? /uni (D49. Se"ak pertama kali ditetapkan sebagai dasar negara oleh Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia +PPKI, pada tanggal (E !gustus (D49, tepat satu hari setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekannya, Pancasila dianggap sebagai sublimasi dari pandangan hidup dan nilai-nilai budaya yang mampu menyatukan bangsa Indonesia dengan keberagaman suku, ras, bahasa, dan

agama, sehingga keberadaannya dapat dipertanggung"a%abkan baik secara moral maupun sosiokultural. 3oral dalam arti tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama yang berlaku di Indonesia, sosio-kultural berarti mencerminankan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Aleh sebab itu, Pancasila kemudian men"adi norma dasar dalam penyelenggaraan bernegara yang memiliki kedudukan sebagai sumber dari segala sumber hukum tertinggi, men"adi pandangan hidup bagi bangsa Indonesia, dan "i%a yang mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila men"adi norma dasar dalam penyelenggaraan bernegara, sekaligus men"adi sumber dari segala sumber hukum yang men"adi cita-cita hukum + recht-idee, dan cita F cita bersama +staats-idee, bangsa Indonesia. Sebagai Ideologi atau pandangan hidup, nilai-nilai Pancasila merupakan pedoman dan pegangan dalam pembangunan bangsa dan negara, agar tetap berdiri kokoh dan mengetahui arah dalam memecahkan berbagai masalah seperti ideologi, politik, hukum, ekonomi, sosial-budaya dan lain sebagainya. Sebagai "i%a dan kepribadian bangsa Indonesia, nilai-nilai Pancasila mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia, sebab nilai dasarnya merupakan hasil kristalisasi dari nilai-nilai budaya bangsa Indonesia asli bukan diambil dari bangsa lain, yang mencerminkan garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia sepan"ang masa. !kan tetapi pertanyaan kemudian muncul, ketika Pancasila yang telah ditetapkan sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia didihadapkan pada banyaknya persoalan yang mendera bangsa Indonesia, terlebih dengan semakin cepatnya perkembangan =aman yang diimbangi oleh derasnya arus globalisasi. Pengaruh masuknya budaya asing di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang dikuti tanpa adanya penyaringan kaidah, merupakan salah satu penyebab semakin terkikisnya nilai-nilai Pancasila dan rasa nasionalisme bangsa Indonesia. Pancasila seakan terlupakan sebagai sebuah dasar negara dan ideologi nasional yang seharusnya di"un"ung tinggi oleh semua masyarakat Indonesia. Permasalahan yang paling utama dihadapi oleh Pancasila terutama mengenai masalah penghayatan dan pengamalannya. *al ini dapat dilihat dari semakin banyaknya tindakan dan perilaku masyarakat Indonesia yang "auh dari nilai-nilai yang mencerminkan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional bangsa Indonesia. #ari beberapa dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi yang tidak mencerminkan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, dapat kita lihat pada beberapa akti itas kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. *al tersebut terlihat dari perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin modern dan konsumti$, pudarnya nilai-nilai gotong royong, munculnya sikap indi idualisme, dan terbentuknya sikap materialistis serta sekularisme. 5lobalisasi seakan telah mampu menciptakan hubungan interpersonal masyarakat Indonesia men"adi lebih indi idualistik, mementingkan diri sendiri, dan pragmatis. 3asyarakat kita kini cenderung pragmatis sebagai akibat dari pengaruh persoalan gaya hidup global yang sudah merasuk ke dalam kesadaran pola hidup mereka. Selain itu, pemahaman nasionalisme

bangsa mulai berkurang, di saat negara membutuhkan soliditas dan persatuan hingga sikap gotong royong, sebagian kecil masyarakat terutama yang ada di perkotaan "ustru lebih mengutamakan kelompoknya, golonganya, bahkan negara lain dibandingkan kepentingan negaranya. 5lobalisasi ibarat sebuah keniscayaan %aktu yang mau tidak mau harus dihadapi oleh setiap negara manapun dibelahan bumi ini, tidak terkecuali oleh bangsa Indonesia. Ia mampu memberikan paksaan kepada setiap negara untuk membuka diri dalam segala bidang kehidupan, seperti ekonomi, budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Pada era globalisasi seperti sekarang ini, setiap negara dituntut untuk selalu lebih ma"u mengikuti setiap perkembangan demi perkembangan, yang terkadang "auh dari sebuah keteraturan. Pihak yang diuntungkan dalam situasi tersebut, tentunya adalah negara-negara ma"u yang memiliki tingkat kemapanan dan kemampuan yang "auh lebih tinggi "ika dibandingkan dengan negara-negara berkembang. #i era globalisasi, dunia ibarat men"adi sebuah komunitas global yang hidup dan saling berinteraksi satu dengan yang lainnya, tidak memandang apakah negara tersebut ma"u atau berkembang, desa atau pun kota, semuanya akan saling berinteraksi. Selain itu, globalisasi mampu menciptakan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia. !kibatnya, tidak "arang banyak pengaruh yang masuk dari luar baik yang memiliki nilai positi$ maupun negati$. Perkembangan globalisasi, mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap nilai-nilai yang telah berkembang di masyarakat. Bahkan dalam konteks yang lebih luas, globalisasi mampu menghancurkan nilai-nilai yang telah ada di masyarakat, seperti nilai sosial-budaya, ideologi, agama, politik, dan ekonomi. Bebarapa pengaruh yang muncul sebagai akibat dari globalisasi memang tidak secara langsung akan berpengaruh terhadap nasionalisme suatu bangsa. !kan tetapi, secara keseluruhan pengaruh globalisasi tersebut dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara men"adi berkurang atau hilang. Sebab, globalisasi mampu membuka cakra%ala masyarakat secara global. !pa yang ter"adi atau terdapat di luar negeri yang dianggap bagus, maka akan mampu memberi inspirasi dan aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. 1amun "ika hal tersebut ter"adi, maka akan menimbulkan suatu persoalan yang dilematis. Karena apa yang dinilai baik tersebut, belum tentu sesuai dengan nilai-nilai yang ada di Indonesia. Tetapi bila tidak dipenuhi, akan dianggap tidak aspirati$, atau ketinggalan =aman, yang pada akhirnya akan mampu mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional, bahkan persatuan dan kesatuan bangsa. !da tiga unsur utama yang senantiasa bergerak dalam era globalisasi seperti sekarang ini, yaitu unsur manusia, unsur barang dan modal, serta in$ormasi. 3elalui ketiga gerak tersebut, apa yang ter"adi pada dunia luar akan dapat kita ketahui. :umah-rumah kita akan terbuka terhadap dunia luar secara keseluruhan melalui media-media seperti tele isi, surat kabar, telepon, internet dan lain sebagainya. !kibatnya, kita tidak bisa tertutup lagi terhadap pengaruh yang datang dari

luar. Sehingga mau tidak mau, mereka harus siap menerima segala hal baru yang masuk ke negaranya, termasuk bangsa Indonesia. Berdasarkan beberapa $enomena tersebut, kita dapat melihat bah%a Pancasila seakan rapauh dalam kedudukannya sebagai dasar dan ideologi negara. Aleh sebab itu, memahami peran Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional di era globalisasi yang ditandai dengan semakin berkembangnya arus teknologi in$ormasi, merupakan tuntutan yang 6hakiki7 dari setiap %arga negara Indonesia agar memiliki pemahaman, persepsi, dan sikap yang sama terhadap kedudukan, peran, serta $ungsi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 3asuknya pengaruh budaya asing ke Indonesia melalui berbagai media seperti yang disebutkan di atas, tentunya akan sangat mempengaruhi perkembangan budaya di Indonesia, karena akan ter"adi proses interaksi antara budaya Indonesia dengan budaya asing yang masuk. Proses interaksi yang ter"adi tersebut pada hakekatnya merupakan sesuatu hal yang %a"ar dalam era globalisasi seperti sekarang ini, karena melalui interaksi dengan dunia luar kema"uan akan dapat diperoleh tergantung dari bagaimana kita menyikapinya. Bangsa Indonesia seperti kita ketahui memiliki keanekaragaman budaya dengan keunikan serta ciri khas yang berbeda "ika dibandingkan dengan budaya dari negara-negara lain. Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beranekaragam tersebut, seharusnya dapat di"adikan sebagai suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk dapat kita pertahankan serta kita %arisi kepada generasi selan"utnya. !kan tetapi, seiring dengan perkembangan =aman yang ditandai dengan semakin derasnya arus globalisasi, perlahan budaya asli Indonesia mulai terlupakan. !kibatnya, tidak "arang masyarakat kita khususnya kaum muda lebih memilih kebudayaan baru yang mungkin dinilainya lebih moderen +kekinian, dibandingkan dengan budaya lokal. Banyak $aktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan pada masa sekarang ini, salah satu penyebabnya adalah karena masuknya budaya asing. 3asuknya budaya asing ke Indonesia sebenarnya merupakan hal yang %a"ar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. 1amun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal perlahan mulai terlupakan. Gaktor lain yang men"adi masalah adalah kurangnya penga"aran dan kesadaran dari masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal sebagai identitas budaya bangsa Indonesia. #alam kondisi seperti ini lah Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara bangsa Indonesia, memegang peranan penting untuk dapat men"adi $ilter +penyaring, nilai-nilai baru, sehingga mampu mempertahankan nilai budaya asli Indonesia di era globalisasi seperti sekarang ini. Pancasila akan memilah-milah nilai-nilai mana sa"a yang seyogyanya bisa diserap untuk disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila sendiri. #engan begitu, nilai-nilai baru yang berkembang nantinya akan tetap berada di ba%ah kepribadian bangsa Indonesia. Selain itu untuk

mangatasi dampak dari globalisasi, Pancasila "uga seharusnya benar-benar dipegang teguh oleh masyarakat Indonesia sebagai pandangan hidup yang harus tetap men"adi pi"akan dalam bersikap. Talcott Parsons seorang Sosiolog asal !merika dalam bukunya yang ber"udul Social System +sistem sosial, mengatakan, "ika suatu masyarakat ingin tetap eksis dan lestari, ada empat paradigma $ungsi +function paradigm, yang harus terus dilaksanakan oleh masyarakat bersangkutan. Pertama, pattern maintenance +pola pemeliharaan,, yaitu kemampuan memelihara sistem nilai budaya yang dianut dan berlaku di dalam masyarakat, karena budaya pada hakikatnya merupakan endapan dari perilaku manusia. Budaya masyarakat itu akan berubah karena ter"adi trans$ormasi nilai dari masyarakat terdahulu ke masyarakat baru atau pun karena masuknya pengaruh budaya dari luar, tetapi dengan tetap memelihara nilai-nilai yang dianggapnya luhur, budaya lama akan tetap bertahan meskipun akan terbentuk masyarakat baru yang lain. Kedua, kemampuan masyarakat beradaptasi dengan dunia yang berubah dengan cepat. Se"arah membuktikan banyak peradaban masyarakat yang telah hilang karena tidak mampu beradaptasi dengan perubahan dunia. Pada hal menurut Talcott, masyarakat yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan serta mampu meman$aatkan peluang yang timbul, maka dialah yang akan unggul. Ketiga, adanya $ungsi integrasi dari unsur-unsur masyarakat yang beragam secara terusmenerus, sehingga terbentuk kekuatan sentripetal yang akan kian menyatukan masyarakat itu. !rtinya, sebuah sistem yang ada di dalam masyarakat, harus mampu mengatur dan men"aga antar hubungan bagian-bagian yang men"adi komponennya. Keempat, masyarakat perlu memiliki goal attainment atau tu"uan bersama yang dari masa ke masa bertrans$ormasi karena terus diperbaiki oleh dinamika masyarakatnya dan oleh para pemimpinnya. /ika negara kebangsaan Indonesia terbentuk oleh kesamaan se"arah masa lalu, maka ke depan perlu lebih dimantapkan lagi oleh kesamaan cita-cita, pandangan hidup, harapan, dan tu"uan tentang masa depannya. #alam perspekti$ negara-bangsa, empat paradigm $ungsi yang dikemukakan oleh Parson tersebut setidaknya perlu diterapkan oleh masyarakat Indonesia, terutama untuk men"aga nilainilai Pancasila agar dapat tetap hidup dan berkembang dalam kedudukannya sebagai dasar negara dan ideologi nasional bangsa Indonesia. Seperti yang telah di"elaskan sebelumnya, nilainilai Pancasila seakan terlupakan sebagai sebuah dasar negara dan ideologi nasional yang seharusnya di"un"ung tinggi oleh semua masyarakat Indonesia, terlebih dengan semakin cepatnya perkembangan =aman yang diimbangi oleh derasnya arus globalisasi dan masuknya budaya asing. Aleh sebab itu, agar Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa tetap mempunyai semangat untuk diper"uangkan, kita perlu menerima kenyataan "ika Pancasila belum dapat di"adikan sebagai pi"akan dalam bersikap oleh semua pihak. Pancasila perlu

disosialisasikan agar benar-benar dipahami oleh masyarakat Indonesia khususnya kaum muda sebagai landasan $iloso$is bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan dirinya men"adi bangsa yang se"ahtera dan modern. Sebagai dasar negara, Pancasila harus benar-benar di"adikan sebagai acuan dasar hukum dan dasar moral dalam penyelenggaraan bernegara. Sebagai ideologi atau pandangan hidup bangsa Indonesia, Pancasila perlu benar-benar di hayati sebagai suatu sistem nilai yang dipilih dan didianut oleh bangsa Indonesia karena kebaikan, kebenaran, keindahan dan man$aatnya bagi bangsa Indonesia, sehingga dapat di"adikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari yang pengamalannya bersi$at sub"ekti$, artinya tergantung kepada indi idu yang bersangkutan. Karena berbagai tantangan yang dihadapi dalam men"alankan ideologi Pancasila, se"atinya tidak akan mampu untuk menggantikankan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Aleh sebab itu, Pancasila harus terus dipertahankan oleh segenap bangsa Indonesia sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia, karena Pancasila merupakan nya%a yang telah tertanam se"ak bangsa dan negara Indonesia lahir. Tantangan pada era globalisasi yang bisa mengancam eksistensi budaya dan kepribadian bangsa Indonesia seperti sekarang ini, harus ditangkal melalui nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila sebagai sebuah dasar negara dan ideologi nasional bangsa Indonesia. 3eskipun perkembangan =aman berkembang dengan sangat cepat, tetapi perlu diingat bah%a bangsa dan negara Indonesia tidak harus kehilangan "ati dirinya sebagai bangsa yang memiliki nilai-nilai peradaban, kebudayaan, dan keluhuran budi yang sebenarnya sudah "elas tergambar dari nilainilai luhur Pancasila. Aleh karena itu, tantangannya yang sebenarnya dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam era globalisasi ini adalah menyiapkan secara matang generasi muda penerus bangsa agar arah dari pembangunan Indonesia dapat ber"alan dengan baik. Salah satu caranya adalah melalui pendidikan yang lebih menekankan pada nilai-nilai yang tertuang dalam Pancasila. Seperti kita ketahui, pendidikan merupakan $aktor utama dalam pembentukan karakter manusia dan $aktor terpenting dalam men"aga keberlangsungan hidup bangsa dan negara. 3elalui pendidikan yang lebih menekankan pada nilai-nilai Pancasila, diharapkan hal tersebut akan dapat men"adi solusi yang mampu mengerem dan mengurangi dampak negati$ dari globalisasi. Sehingga kedepannya diharapkan akan tertanam ideologi dan identitas bangsa yang mampu menghasilkan manusia dengan sikap dan perilaku yang beriman dan bertak%a kepada Tuhan &3H, berkemanusiaan yang adil dan beradab, mendukung persatuan bangsa Indonesia, mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan indi iduIgolongan, serta mendukung upaya untuk me%u"udkan suatu keadilan sosial di dalam masyarakat,sehingga Indonesia ke depannya dapat men"adi negara yang memiliki kepribadian yang baik dan berkarakter.

Salah satu bentuk pendidikan yang dapat diterapkan adalah pendidikan moral Pancasila. Pendidikan moral Pancasila dapat di"adikan sebagai dasar dan arahan dalam upaya mengatasi krisis dan disintegrasi yang dihadapi oleh bangsa Indonesia pada era globalisasi sekarang ini. *al tersebut dilakukan sebagai upaya men"aga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional. Aleh sebab itu, perlu dipersiapkan lahirnya generasigenerasi yang sadar dan terdidik berdasarkan nilai-nilai moral yang ada pada Pancasila. Sadar dalam arti generasi yang hati nuraninya selalu merasa terpanggil untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila, terdidik dalam arti generasi yang mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai sarana pengabdian kepada bangsa dan negara. #engan demikian akan muncul generasi-generasi yang mempunyai ide-ide segar dalam mengembangkan Pancasila. Sehingga dari sini lah diharapkan akan tercipta generasi penerus bangsa yang akan mampu membangun bangsa Indonesia menu"u kese"ahteraan. Aleh karena itu, kita harus sadar akan pentingnya menanam dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Sehingga padaakhirnya, masyarakat dan bangsa Indonesia dapat men"aga keharmonisan dan kelangsungan hidup bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu dan berkedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila, serta penuh spirit Pancasila untuk me%u"udkan bangsa yang se"ahtera, adil dan makmur di masa mendatang. 3elalui pemahaman makna Pancasila yang dikembangkan dengan penuh semangat dan keyakinan, maka bangsa Indonesia akan mampu men"aga dan mengembangkan nilai-nilai sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya yang serba pluralistik pada era globalisasi seperti sekarang ini. Tetap melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional, sebagaimana yang telah dirintis oleh para pendahulu kita dan merupakan suatu ka%a"iban etis dan moral yang harus tetap dilestarikan oleh generasi-generasi berikutnya, sehingga apa pun tantangan yang akan dihadapi, bangsa Indonesia tidak akan pernah kehilangan "atidirinya sebagai bangsa yang memiliki nilai-nilai peradaban, kebudayaan, dan keluhuran budi. Pancasila merupakan sebuah kekuatan ide yang berakar dari bumi Indonesia untuk menghadapi nilai-nilai dari luar, sebagai sistem syara$ atau $ilter terhadap berbagai pengaruh yang datang dari luar. 1ilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila akan dapat membangun sistem dalam masyarakat kita, untuk menghadapi ancaman kekuatan yang datang dari luar sekaligus menyeleksi hal-hal baik untuk diserap. 3elalui Pancasila, moral sosial, toleransi, dan kemanusiaan, bahkan "uga demokrasi bangsa ini dibentuk. @ntuk itu Pancasila harus bisa kita telaah secara analitis dengan kekayaan nilainya yang selayaknya digali, diperdalam, lalu dikontekstualisasikan lagi pada perkembangan situasi yang kita hadapi. Karena Pancasila tidak akan memiliki makna tanpa pengamalan. Pancasila bukan sekedar simbol persatuan dan kebanggaan bangsa. Tetapi, Pancasila adalah acuan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi bangsa Indonesia.

#alam pergaulan dunia yang kian global, tidak ada alasan untuk bangsa Indonesia menutup diri rapat-rapat dari dunia luar, karena "ika hal itu ter"adi bisa dipastikan bangsa Indonesia akan tertinggal oleh kema"uan =aman dan kema"uan dari bangsa-bangsa lain. 3aka dari itu, yang terpenting adalah bagaimana bangsa dan rakyat Indonesia mampu menyaring agar nilai-nilai kebudayaan yang baik dan sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia sa"a yang terserap, dengan tetap men"aga dan melestarikan nilai-nilai budaya sendiri. Sebaliknya, nilainilai budaya yang tidak sesuai apalagi dapat merusak tata nilai budaya nasional bangsa Indonesia harus ditolak dengan tegas. Berdasarkan pen"elasan tersebut, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bah%a globalisasi bukan men"adi alasan hancurnya nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang terkandung di dalam Pancasila. Bahkan sebaliknya, "ika di era globalisasi bangsa kita mampu menyelaraskan pengaruh yang datang dari luar dengan tetap mendasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila, maka hal tersebut akan mampu memperkuat "ati diri bangsa Indonesia di era yang serba moderen ini. 5lobalisasi bukan semata-mata menelan budaya Barat secara mentah-mentah. !kan tetapi sebaliknya, globalisasi yang berarti hilangnya batas-batas antarnegara dapat di"adikan sebagai a"ang promosi budaya luhur yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. 5lobalisasi telah memberikan tantangan baru yang mau tidak mau harus di hadapi dan di sikapi oleh semua elemen masyarakat. Hra keterbukaan sudah mulai mengakar kuat di era globalisasi seperti sekarang ini, sehingga identitas nasional adalah salah satu bagian mutlak yang harus dipegang agar tidak hilang dan terba%a arus globalisasi. @ntuk dapat mangatasi dampakdampak yang ditimbulkan sebagai akibat dari globalisasi tersebut, maka Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara harus tetap men"adi pi"akan dalam bersikap. Karena Pancasila yang di"adikan sebagai dasar negara dan ideologi nasional bangsa Indonesia, memiliki posisi yang abadi di dalam "i%a bangsa Indonesia. Pancasila akan mampu menyaring segala pengaruh yang datang dari luar sebagai akibat dari globalisasi, untuk kemudian dipilih mana yang baik dan mana yang buruk yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Sehingga apa pun tantangan yang akan dihadapi, bangsa Indonesia tidak akan pernah kehilangan "atidirinya sebagai bangsa yang memiliki nilai-nilai peradaban, kebudayaan, dan keluhuran budi. Aleh sebab itu, dengan memaknai dan mengamalkan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional bangsa Indonesia, diharapkan hal tersebut akan dapat membuat generasi muda dan generasi-generasi selan"utnya men"adi lebih memiliki dan mencintai budaya dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Karena para generasi muda lah yang kelak akan men"adi pemegang kendali kemana arah tu"uan bangsa Indonesia kedepannya, sehingga bangsa Indonesia bisa terus berkembang dan dipandang sebagai sebuah negara ma"u yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Karena pada dasarnya Pancasila merupakan sumber nilai, a=as, kerangka berpikir, orientasi dasar, arah dan tu"uan dari suatu perubahan masyarakat Indonesia menu"u kema"uan dan kehidupan yang lebih baik.

/. Melestar#kan Bu a!a In "nes#a D# Era Gl"$al#sas# 1ilai budaya yang dimiliki oleh setiap masyarakat memiliki kekayaan yang begitu besar nilainya, akan tetapi seiring perkembangan =aman upaya pelstariannyapun mulai luntur yang dipengaruhi oleh $aktor eksternal maupun $aktor internal masyarakat itu sendiri, <oba berikan argumentasi saudara disertai dengan bukti yang kongkrit uapaya apa sa"a yang bisa dilakukan oleh kaum generasi muda saat ini terutama dalam melestarikan dan men"aga eksistensi nilai budaya itu agar tidak lunturJ Pelestarian adalah suatu proses atau tehnik yang didasarkan pada kebutuhan indi idu itu sendiri. Kelestarian tidak dapat berdiri sendiri. Aleh karena itu harus dikembangkan pula. 3elestarikan suatu kebudayaan pun dengan cara mendalami atau paling tidak mengetahui tentang budaya itu sendiri. 3empertahankan nilai budaya,salah satunya dengan mengembangkan seni budaya tersebut disertai dengan keadaaan yang kita alami sekarang ini. &ang bertu"uan untuk menguatkan nilai-nilai budayanya. Sebagai %arga negara Indonesia,kita %a"ib melestarikan budaya-budaya negara kita sendiri agar tidak luntur atau hilang. <ontohnya seperti tarian,makanan khas,ba"u daerah,dan sebagainya. Karena budaya yang kita punya dapat mencerminkan kepribadian bangsa kita yaitu Indonesia. 2alaupun Indonesia memiliki berbagai macam suku dan adat tetapi tetap sa"a itu semua merupakan satu bagian dari kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. @paya melestarikan budaya antara lain C (. Paling tidak kita mengetahui tentang budaya "aman dahulu didaerah kita sendiri.

-. Kemudian mendalami kebudayaan itu.Setelah itu kita %a"ib memperkenalkan kepada orang lain atau yang belum tahu tentang kebudayaan tersebut syukur-syukur sampai ke negara lain. .. 3embiasakan hal-hal atau kegiatan yang dapat melestarikan budaya seperti memakai batik atau bahkan bela"ar membuat batik,karena pelestarian bisa ter"adi karena kita telah terbiasa dengan kebudayaan tersebut. Kebudayaan 0okal Indonesia adalah semua budaya yang terdapat di Indonesia yaitu segala puncak-puncak dan sari-sari kebudayaan yang bernilai di seluruh kepulauan indonesia, baik yang ada se"ak lama maupun ciptaan baru yang ber"i%a nasional. Peranan budaya lokal ini mempunyai peranan yang penting dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa, oleh karena itu Pemerintah #aerah dituntut untuk bergerak lebih akti$ melakukan pengelolaan kekayaan budaya, karena budaya tumbuh dan kembang pada ranah masyarakat pendukungnya. #isamping itu, bagi pemerintah pusat, 0embaga S%adaya 3asyarakat, masyarakat sendiri, dan elemen lainnya haruslah menyokong atas keberlangsungan dalam pengelolaan kekayaan budaya kedepan. Kegiatan melaksanakan pengelolaan kebudayaan meliputi C

(. perlindunganK mera%at, memelihara asset budaya agar tidak punah dan rusak disebabkan oleh manusia dan alam. -. pengembanganK melaksanakan penelitian, ka"ian laporan, pendalaman teori kebudayaan dan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung dalam penelitian. .. peman$aatanK melaksanakan kegiatan pengemasan produk, bimbingan dan penyuluhan, kegiatan $esti al dan penyebaran in$ormasi. 4. pendokumentasianK melaksanakan kegiatan pembuatan laporan berupa narasi yang dilengkapi dengan $oto dan audio isual. Pengelolaan kekayaan budaya sebetulnya merupakan cara kita bagaimana budaya itu bisa kita pahami, kita lindungi dan lestarikan agar dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa. *al ini terkait dengan citra, harkat, dan martabat bangsa. Ketika pengelolaan kekayaan budaya dikelola dengan baik, maka akan muncul suatu keter"aminan, kelestarian dan Kekokohan akan budaya bangsa kita !gar tercipta apa yang dinamakan melek budaya,'L) kita mestinya mengupayakan rekosntruksi kebudayaan Indonesia dengan menimbang beberapa halK Pertama, meneliti dengan seksama gagasan-gagasan para pemikir kebudayaan Indonesia se"ak sebelum kemerdekaan. Kedua, meneliti politik kebudayaan setiap re=im pemerintahan yang berkuasa di Indonesia, se"ak semula kemerdekaan, Arde lama, Arde baru dan =aman re$ormasi yang meliputi konsepsi kebudayaan apa, konstruk kebudayaan seperti apa, oleh siapa, strategi kebudayaan macam apa sa"a yang digunakan, rancang proyeksi kebudayaan Indonesia yang bagaimana, sehingga sekarang kita perlu merekonstruksi.Ketiga, meneliti secara seksama nilai-nilai asli yang ada di masyarakat dan perubahan-perubahan pada masyarakat. Keempat, posisi Indonesia di tengah-tengah kepungan arus besar globalisasi dan ragam kuasa kebudayaan dunia.'E)

0. *ESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah, apapun konsepsi tentang perubahan, rekonstruksi kebudayaan Indonesia yang dita%arkan, apakah "a%aban-"a%aban kita untuk merekonstruksi kebudayaan nantinya secara riil benar-benar tepat, rele an, $ungsional dan e$ekti$ terhadap masalah-masalah kitaB Tugas para budaya%an, intelektual adalah melakukan penelitian, le%at ragam cara, pers$ekti$, pisau analisis dan $ormulasi, sosialisasi, gerak politis sosio-kultur, lalu merekomendasikan hasilnya kepada pemerintah, pemilik kekuasaan dan political %ill.

DA-TAR PUSTA*A M Berger, !sa, !rtur. -888. Tanda-Tanda #alam Kebudayaan Kontempore. &ogyakartaC Tiara 2acana. M Poespa%ardo"o, Soer"anto. (DD.. Strategi KebudayaanK Suatu Pendekatan Giloso$is. /akartaC 5ramedia Pustaka @tama. M Karim, !bdul, Sukandi. (DDD. Sang Pu"anggaK L8 Tahun Polemik Kebudayaan3enyongsong Satu !bad S. Takdir !lisyahbana. &ogyakartaC Pustaka Pela"ar. M httpCIIa$88E.%ordpress.comIbudaya-indonesia-di-tengah-arus-globalisasiI

'() Sukandi !bdul Karim, Sang Pu"anggaK L8 Tahun Polemik Kebudayaan 3enyongsong Satu !bad S. Takdir !lisyahbana, +&ogyakartaC Pustaka Pela"ar, (DDD,, hal 9-L. '-) !rtur !sa Berger, Tanda-Tanda #alam Kebudayaan Kontemporer, +&ogyakartaC Tiara 2acana, -888,, hal (-9. '.) Soer"anto Poespa%ardo"o, Strategi KebudayaanK Suatu Pendekatan Giloso$is, +/akartaC 5ramedia Pustaka @tama, (DD.,, hal EL-D8. '4) Ibid. hal (89-((8. '9) Sukandi !bdul Karim, Ap.<it., hal ..?-..L. '?) Soer"anto Poespa%ardo"o, Ap.<it., hal ?.-?9. 'L) !rtur !sa Berger, Ap.<it ., hal.-89--8L. 'E) Sukandi !bdul Karim, Ap.<it., hal NiN-NN.