Anda di halaman 1dari 9

Salak (Salacca zalacca)

Salak dalam bahasa inggris disebut snake fruit dan dalam bahasa ilmiah disebut Salacca zalacca merupakan tanaman berbentuk perdu atau hampir tidak berbatang, berduri banyak, melata dan beranak banyak, tumbuh menjadi rumpun yang rapat dan kuat. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae; Genus: Salacca; Spesies: Salacca zalacca

Sagu atau Rumbia (Metroxylon sago)


Sagu atau disebut juga Rumbia dalam bahasa ilmiah disebut Metroxylon sago sedangkan dalam bahasa inggris disebut Sago Palm merupakan tanaman penghasil sagu. Jenis pinang-pinangan ini tumbuh merumpun dengan akar rimpang yang panjang dan bercabang yang menjulur di permukaan tanah. Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari Papua atau Maluku Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae; Genus: Metroxylon; Spesies: Metroxylon saguSinonim: Metroxylon rumphi; M. squarrosum

Siwalan atau Lontar (Borassus flabellifer)


Siwalan (juga dikenal dengan nama pohonlontar atau tal) merupakan tumbuhan identitas Sulawesi Selatan. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae; Genus: Borassus; Spesies: Borassus flabellifer

Palem Kuning (Chrysalidocarpus lutescens)


Palem Kuning (Chrysalidocarpus lutescens) merupakan jenis palem yang populer sebagai tanaman hias. Diperkirakan tanaman ini berasal dari Madagaskar. Meski dapat tumbuh hingga setinggi 6 meter tapi rata-rata hanya setinggi 3 meter.Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae; Genus: Chrysalidocarpus; Spesies: Chrysalidocarpus lutescens

Palem Merah atau Pinang Merah (Cyrtostachys renda dan Areca vestiaria)
Sedikitnya (yang saya tahu) ada dua spesies berbeda yang dianggap sebagai Palem Merah atau Pinang Merah. Kedua-duanya merupakan jenis palem yang populer sebagai tanaman hias. Pertama; Cyrtostachys renda yang merupakan flora identitas provinsi Jambi dan mulai terancam kepunahan. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae; Genus: Cyrtostachys; Spesies: Cyrtostachys renda. Sinonim: Cyrtostachys lakka Kedua; Areca vestiaria yang berasal dari Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Palem ini disebut juga pinang monyet atau yaki Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae; Genus: Areca; Spesies: Areca vestiaria

Palem Raja (Roystonea regia)


Palem raja adalah sekelompok palem yang dikelompokkan dalam genus Roystonea. Palem Raja yang diperkirakan berasal dari Karibia dan Amerika sedikitnya terdiri atas 10 spesies. Salah satu spesies yang umum di Indonesia adalah Roystonea regia. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae; Genus:Roystonea; Spesies: (salah satunya) Roystonea regia

Palem Botol (Hyophorbe lagenicaulis)


Palem Botol (Hyophorbe lagenicaulis) merupakan jenis palem yang populer sebagai tanaman hias. Dalam bahasa inggris disebut Bottle Palm atau Palmiste Gargoulette. Palem jenis ini diperkirakan berasal dari Round Island, Mauritius. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae; Genus: Hyophorbe; Spesies: Hyophorbe lagenicaulis

Pinang (Areca catechu)


Pinang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Betel palm atau Betel nut tree, dan nama ilmiahnya adalah Areca catechu. Pinang mempunyai batang lurus langsing, dapat mencapai ketinggian 25 m dengan diameter 15 cm. Batang ini kerap diperjual belikan, menjelang perayaan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus, sebagai sarana untuk lomba panjat pinang. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae; Genus: Areca; Spesies: Areca catechu

Enau atau Aren (Arenga pinata)


Enau atau Aren (Arenga pinata) disebut juga sebagai kolang kaling dan dalam bahasa inggris disebut sebagai sugar palm. Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae. Divisi: Magnoliophyta. Kelas: Liliopsida Ordo: Arecales Famili: Arecaceae. Genus: Arenga. Spesies:, Arenga pinnata

Gebang (Corypha utan) Gebang atau Gabang (Corypha utan) merupakan palem berbentuk pohon tunggal dengan ketinggian antara 15-20 meter. Daunnya menyerupai daun Lontar. Gebang hanya berbunga dan berbuah sekali, yakni di akhir masa hidupnya. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae; Genus: Corypha Spesies: Corypha utan Kelapa (Cocos nucifera) Kelapa (Cocos nucifera) adalah jenis Arecaceae yang paling bermanfaat bagi manusia. Hampir seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan orang. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; (tidak termasuk Monocots dan Commelinids); Divisi: Magnoliophyta. Kelas: Liliopsida; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae; Genus: Cocos; Spesies: Cocos nucifera.

Kelapa Sawit (Elaeis guineensis dan Elaeis oleifera)


Kelapa Sawit merupakan jenis palem yang berbentuk pohon. Kelapa Sawit didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1848. Beberapa bijinya ditanam di Kebun Raya Bogor, sementara sisa benihnya ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli, Sumatera Utara pada tahun 1870-an. Sejak 1911 mulai dibudidayakan. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; (tidak termasuk Monocots dan Commelinids); Divisi: Magnoliophyta. Kelas: Liliopsida; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae; Genus: Elaeis; Spesies: Elaeis guineensis dan Elaeis oleifera

Nibung (Oncosperma tigillarium) Nibung merupakan flora identitas provinsi Riau karena pohon Nibung dianggap sebagai simbol semangat persatuan dan persaudaraan masyarakat Riau Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae; Genus: Oncosperma; Spesies: Oncosperma tigillarium

Nipah (Nypa fruticans)


Nipah (Nypa fruticans) merupakan jenis palem yang tumbuh di daerah rawa yang berair payau atau ditepi hutan bakau. Sebagaimana rumbia (Metroxylon spp.), batang pohon nipah menjalar di tanah, membentuk rimpang yang terendam oleh lumpur. Hanya daunnya yang muncul di atas tanah, sehingga nipah nampak seolah-olah tak berbatang. Akar serabutnya dapat mencapai panjang 13 m. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae; Genus: Nypa; Spesies: Nypa fruticans

Rotan (Calamus rottan)


Rotan adalah sekelompok jenis palma yang tergabung dalam bangsa Calameae. Calameae sendiri terdiri dari sekitar enam ratus spesies, dengan daerah persebaran di bagian tropis Afrika, Asia dan Australasia. Salah satu spesiesnya adalah Calamus rotan.

Palem Australia Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) ; Sub Kelas: Arecidae Ordo: Arecales ; Famili: Arecaceae (suku pinang-pinangan) ; Genus: Normanbya ; Spesies: Normanbya normanbyi

Palem Bambu Kingdom: Plantae (Tumbuhan) ; Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) ; Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) ; Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) ; Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) ; Sub Kelas: Arecidae ; Ordo: Arecales ; Famili: Arecaceae (suku pinang-pinangan) ; Genus: Chamaedorea ; Spesies: Chamaedorea erumpens H. E. Moore.

Palem Ekor Ikan Kingdom: Plantae (Tumbuhan) ; Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) ; Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) ; Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) ; Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) ; Sub Kelas: Arecidae ; Ordo: Arecales ; Famili: Arecaceae (suku pinang-pinangan) ; Genus: Caryota ; Spesies: Caryota mitis Lour.

PEDOMAN BUDIDAYA PALEM Pembibitan Untuk skala produksi palem diperbanyak dengan biji. Pembiakan melalui anakan memiliki resiko kegagalan bila cara yang benar tidak diterapkan. 1) Persyaratan Benih/Bibit Di antara ke empat palem yang dibahas hanya palem merah yang menghasilkan anakan. Pemisahan anakan palem merah tergolong sulit dan memerlukan waktu sekitar satu bulan. Anakan palem merah tidak bisa dipisahkan secara mendadak dari pohon induknya. Cara pemisahan terdiri 2 cara: 1. Cara irisan bertahap o Iris bagian rimpang anakan dan biarkan 10 hari. o Lanjutkan irisan terdahulu sampai setengah bagian rimpang dan biarkan selama 10 hari. o Iris kembali sampai bagian dan biarkan kembali 10 hari. Setelah itu anakan dapat dilepas dari pohon induk. 2. Cara irisan langsung o Iris rimpang anakan sampai putus tetapi jangan diambil dari rumpun. o Biarkan irisan rimpang hidup selama beberapa bulan. o Gali tanah di sekitar anakan itu dan angkat dengan cara putaran. 2) Teknik Penyemaian Benih Pembibitan dengan biji terdiri atas tiga tahap yaitu pengecambahan, penumbuhan tunas dan pembesaran bibit. 1. Pengecambahan biji o Ambil buah tua yang jatuh atau buah di pohon yang kulitnya berwarna merah atau coklat kehitaman. o Rendam buah di dalam air dan kupas kulitnya serta daging buah dengan cara digosok. o Tiriskan biji dan jemur sampai kering. Biji kering dapat disimpan sampai setahun dalam wadah yang bersih, kering dan tertutup. o Rendam biji di dalam air yang mengandung Dithane M-45 (2cc/liter) selama 612 jam untuk biji lunak dan 2-3 hari untuk biji keras. Perendaman biji di dalam lumpur selama 4 hari menghasilkan biji yang lebih cepat berkecambah. o Masukkan biji basah ke dalam kantung plastik, polybag karung untuk merangsang perkecambahkan. Semprotkan air ke dalamnya, ikat dan taruh di tempat teduh. o Biji berkecambah setelah beberapa minggu: palem putri 2-4 minggu, palem merah 2-4 minggu, palem botol 8-16 minggu dan palem raja 2-4 minggu. o Biji yang baru berkecambah disimpan di dalam wadah berisi media mos

(gambut) lembab 2-3 hari sampai radikula (calon akar) muncul.

2. Penumbuhan tunas o Siapkan media tanam terdiri atas sekam padi, pasir, pupuk kandang (1:1:1). Tambahkan furadan atau Dithane M-45 sesuai dosis anjuran. o Masukkan media ke dalam pot, polybag atau ember sebanyak 90% dari volume wadah. o Benamkan 1/3 bagian kecambah, letakkan kecambah dengan jarak tanam rapat dan usahakan akar langsung menembus media. o Taburkan selapis pasir . o Tutup wadah dengan kerudung plastik bening tempatkan di tempat teduh. o Amati 2-3 hari, semprotkan air ke dalam kerudung jika terlihat kering, tutup kembali. o Setelah 1,5-3 bulan daun pertama akan tumbuh. Bibit dapat dipindahkan setelah memiliki 2-4 lembar daun.

3. Membesarkan bibit o Bibit dengan 2-4 lembar daun ditanam di polibag, pot atau wadah lainnya. o Siapkan media campuran sekam padi, tanah dan pupuk kandang (1:1:1) dan masukkan ke dalam wadah. o Cabut/congkel bibit dengan hati-hati, tangan dan alat harus bersih. o Celupkan akar ke dalam fungisida Dithane M-45 2cc/liter. o Tanamkan 1 bibit di dalam tiap pot dan tempatkan di tempat teduh o Setiap 1,5 bulan tambahkan pupuk NPK atau pupuk kandang dengan dosis tergantung besar tanaman dan jumlah media (ukuran polibag). Untuk polibag15-20 cm cukup diberi 1 gram/tanaman (1/2 sendok teh). o Siram tiap hari dan sesuai keadaan cuaca. o Pelihara sampai 6-8 bulan. Selama itu keteduhan tempat dikurangi sehingga tanaman dapat beradaptasi dengan sinar matahari terik. 3) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian 1. Bibit dengan 2-4 lembar daun ditanam di polybag, pot atau wadah lainnya. 2. Siapkan media campuran sekam padi, tanah dan pupuk kandang (1:1:1) dan masukkan ke dalam wadah. 3. Cabut/congkel bibit dengan hati-hati, tangan dan alat harus bersih. 4. Celupkan akar ke dalam fungisida Dithane M-45 2cc/liter. 5. Tanamkan 1 bibit di dalam tiap pot dan tempatkan di tempat teduh 6. Setiap 1,5 bulan tambahkan pupuk NPK atau pupuk kandang dengan dosis tergantung besar tanaman dan jumlah media (ukuran polybag). Untuk polybag 15-20 cm cukup diberi 1 gram/tanaman (1/2 sendok teh). 7. Siram tiap hari dan sesuai keadaan cuaca. 8. Pelihara sampai 6-8 bulan. Selama itu keteduhan tempat dikurangi sehingga tanaman

dapat beradaptasi dengan sinar matahari terik. 4) Pemindahan Bibit 1. Siapkan media tanam terdiri atas sekam padi, pasir, pupuk kandang (1:1:1). Tambahkan furadan atau Dithane M-45 sesuai dosis anjuran. 2. Masukkan media ke dalam pot, polybag atau ember sebanyak 90 % dari volume wadah. 3. Benamkan 1/3 bagian kecambah, letakkan kecambah dengan jarak tanam rapat dan usahakan akar langsung menembus media. 4. Taburkan selapis pasir . 5. Tutup wadah dengan kerudung plastik bening tempatkan di tempat teduh. 6. Amati 2-3 hari, semprotkan air ke dalam kerudung jika terlihat kering, tutup kembali. 7. Setelah 1,5-3 bulan daun pertama akan tumbuh. Bibit dapat dipindahkan setelah memiliki 2-4 lembar daun. 6.2. Pengolahan Media Tanam 1. Persiapan : Hanya palem botol dan palem merah yang biasa ditanam di dalam pot. 1. Sediakan pot, sebaiknya dari tanah liat, yang ukurannya sesuai dengan bibit/tanaman palem. 2. Siapkan media berupa tanah kebun, pasir dan humus/pupuk kandang (1:1:1) atau sekam padi, sabut kelapa dan pasir (1:2:1) dengan pH 6,5. 3. Tanamkan palem sampai seluruh akar dan 2-3 cm di atas pangkal batang terbenam di dalam tanah. Jika akar tidak terpendam semua, pertumbuhan menjadi lebih lambat. 4. Siram sampai media jenuh air. 2. Pengapuran : Tambahkan kapur dolomit 200 gram/10 kg media. 3. Pemupukan : Anakan ditanam di dalam wadah/media tanam yang berisi tanah kebun, pasir dan pupuk kandang (1:1: 2) atau sekam padi, tanah ladang dan pupuk kandang (1:1:1). Tambahkan Furadan sebelum anakan ditanam. 6.3. Teknik Penanaman 1. Penentuan Pola Tanam : Pola tanam palem botol dan merah biasanya ditanam secara individual jadi jarak tanam tidak menjadi masalah. Selain ditanam di halaman secara indiovidu, palem putri dan raja sering dipakai sebagai pohon penghias sisi jalan . Jarak tanam untuk kedua palem tersebut antara 2,5-3 m. 2. Pembuatan Lubang Tanam : Lubang tanam disiapkan 2 minggu sebelum tanam. Buat lubang tanam 30 x 30 x 30 cm untuk tanah berpasir dan 50 x 50 x 50 cm untuk tanah liat. Jika tanaman yang akan ditanam sudah besar, lubang tanam disesuaikan dengan luasnya perakaran 3. Cara Penanaman : Masukkan tanaman ke lubang tanam dan timbun akar sampai pangkal batang dengan sisa tanah. Padatkan tanah di sekitar batang 6.4. Pemeliharaan Tanaman 1. Pemupukan : Dosis pemupukan tergantung umur tanaman:

1. Pemupukan anorganik: palem putri dan raja yang telah berukuran 3 m memerlukan 3-5 kg NPK. Palem berukuran 2-3 m memerlukan 1-2 kg NPK dan palem kecil berukuran kurang dari 2 m memerlukan 0,5-1 kg NPK. 2. Pemupukan organik: palem putri dan raja yang telah berukuran 3 m memerlukan 5-15 kg pupuk kandang. Palem berukuran 2-3 m memerlukan 2,55 kg dan palem kecil berukuran kurang dari 2 m memerlukan 1-2,5 kg.Frekuensi pemupukan anorganik 2-3 kali setahun dan organik 2-4 kali setahun. 2. Pengairan dan Penyiraman : Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan dan tergantung cuaca.