Anda di halaman 1dari 7

BAB 1 PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Hemoroid dikenal di masyarakat sebagai penyakit wasir atau ambeien merupakan penyakit yang sering dijumpai dan telah ada sejak jaman dahulu. Namun masih banyak masyarakat yang belum mengerti bahkan tidak tahu mengenai gejala-gejala yang timbul dari penyakit ini. Banyak orang awam tidak mengerti daerah anorektal (anus dan rektum) dan penyakit-penyakit umum yang berhubungan dengannya. Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan dimana limbah berupa tinja keluar dari dalam tubuh. Sedangkan rektum merupakan bagian dari saluran pencernaan di atas anus, dimana tinja disimpan sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui anus. (Probosuseno, 2009). Di Amerika Serikat, hemoroid adalah penyakit yang cukup umum dimana pasien dengan umur 45 tahun yang didiagnosis hemoroid mencapai 1.294 per 100.000 jiwa (Everheart, 2004). Sebuah penelitian yang dilakukan di Iran menunjukkan sebanyak 48 persen dari pasien yang menjalani prosedur sigmoidoskopi dengan keluhan perdarahan anorektal memperlihatkan adanya hemoroid (Nikpour dan Asgari, 2008). Kesehatan dalam masyarakat sangatlah penting dalam kehidupan. Petugas kesehatan diharapkan menjadi sarana informasi dan sebagai pelayanan yang baik. Kadang masyarakat tidak sadar dalam kehidupan sehari hari yang tidak benar misalnya posisi buang air besar yang salah

Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo

dan makan makanan yang kurang serat merupakan salah satu penyebab dari hemoroid (Irawad, 2009). Hemoroid penyakit yang sering dijumpai dan telah ada sejak jaman dahulu. Sepuluh juta orang di Indonesia menderita hemoroid dengan prevalensi lebih dari 4%. Umur rata-rata penderita hemoroid antara 45-65 tahun. Laki-laki dan perempuan merupakan resiko yang sama. Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumio, jakarta tahun 2005 sekitar 39,6%

mengalami hemoroid sedangkan di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang pada tahun 2008 terdapat 252 kasus hemoroid (Irawad, 2009). Hemoroid sering dianggap sebagai penyakit tumor anorectal yang tidak berbahaya walapun diagnosa tersebut merupakan contoh namun sering tidak tepat. Hemoroid merupakan penyakit yang cukup sering terjadi walaupun patogenesisnya belum sepenuhnya dipahami tetapi peranan kerusakan penyangga pembuluh darah hipertrofi sfingter anus dan beberapa faktor pemburuk yang menyebabkan peningkatan tekanan intrarektum mempunyai kontribusi untuk terjadinya hemoroid. Lingkaran setan berupa protrusi pleksus hemorroid yang akan meningkatkan tekanan sfinkterani kemudian menambah kongesti aliran darah dan menambah

besar hemoroid (Djumhana, 2003).

Hemoroid adalah pelebarabaran vena didalam pleksus hemorodialis yang tidak merupakan keadaan patologik. Hanya apabila hemoroid ini menyebabkan keluhan atau penyulit, di perlukan tindakan.

(Sjamsuhidajat dan Jong, 2004).

Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo

Hemoroid dibagi menjadi yaitu internal dan eksternal, eksternal yaitu varises dibawah otot yang muncul diluar sfingter anal dan biasanya berhubungan dengan vena rektalis inferior yang terletak

dibawah dentura dan ditutupi oleh epitel gepeng. Hemoroid ekternal dibagi menjadi dua yaitu hemoroid eksternal akut, berupa bengkak bulat kebiruan pada pinggir anus dan sering terasa sakit dan gatal sedangkan hemoroid eksternal kronis, hemoroid yang terjadi sudah lama

(Sjamsuhidajat dan Jong, 2004). Manifestasi klinik dari hemoroid adalah perdarahan yang berwarana merah terang saat defekasi, nyeri akibat inflamasi dan edema yang disebabkan oleh trombosis (hemoroid eskternal) dan rasa gatal pada daerah anus. (Darmawan dan Rahayuningsih, 2010). Penatalaksanaan pada hemoroid eksternal yang mengalami trombosis keadaan ini bukan hemoroid dalam arti yang sebenarnya tetapi merupakan trombosis V. Hemoroid eksternal yang terletak pada subkutan didaerah kanalis analis. Sedangkan penatalaksanaan hemoroiddektomi terapi

bedah dipilih untuk penderita yang mengalami keluhan menahun dan pada penderita hemoroid derajat 3 dan 4 tetapi bedah juga dapat dilakukan pada penderita dengan perdarahan berulang dan anemia yang tidak sembuh dengan cara terapi lainnya dan pada hemoroiddektomi dilakukan dan jahitan sehingga setelah operasi dapat menimbulkan

nyeri yang terus menerus (Sjamsuhidajat dan Jong, 2004). Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual dan potensial. Nyeri

Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo

adalah alasan utama seseorang

untuk

mencari

bantuan

perawatan

kesehatan (Smeltzer dan Bare 2004). International Association for the Study of Pain (IASP)

mendefinisikan nyeri sebagai suatu sensori subyektif dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial atau yang dirasakan dalam kejadian-kejadian di mana terjadinya kerusakkan (Potter dan Perry, 2005) Nyeri dibagi menjadi dua, yaitu nyeri akut dan dan kronis. Nyeri akut adalah nyeri seketika yang biasanya datangnya tiba-tiba dan bisanya berkurang sejalan terjadinya penyembuhan (Potter dan Perry, 2005). Adapun alasan pasien post hemoroiddektomi bisa terjadi nyeri akut karena adanya rangsangan mekanik atau kimia pada daera kulit diujung-ujung syaraf bebas yang disebut nosireseptor (Nanda 2009).

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum Penulis berharap dapat melaksanakan dan memberikan asuhan

keperawatan yang komprehensif sesuai dengan kebutuhan pada Tn.S dengan

post operasi Hemoroid selama melaksanakan perawatan di RSUD Ambarawa.

2. Tujuan Khusus a) Penulis mampu melakukan pengkajian pada Tn.SN dengan nyeri

post operasi hemoroid.

Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo

b) Penulis mampu merumuskan diagnosa keperawatan pada Tn.S dengan nyeri post operasi hemoroid. c) Penulis mampu menyusun rencana Asuhan Keperawatan pada Tn.S dengan nyeri post operasi Hemoroid.

d) Penulis mampu melakukan implementasi pada Tn.S dengan nyeri post operasi hemoroid.

e) Penulis mampu melakukan evaluasi pada Tn.S dengan nyeri post operasi hemoroid.

f) Penulis mampu menganalisa kondisi nyeri yang terjadi pada Tn.S dengan nyeri post operasi hemoroid.

C. Manfaat
1. Bagi rumah sakit Karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prosedur maupun pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan post operasi hemoroid. 2. Bagi perawat Karya tulis ilmiah ini diharapkan mampu menjadi masukan dan acuan bagi perawat dalam memberikan dan melaksanakan asuhan keperawatan yang dilakukan pada pasien post operasi hemoroid. 3. Bagi penulis

Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo

Karya tulis ilmiah ini merupakan media penerapan ilmu pengetahuan yang telah di dapatkan dalam teori dan juga diharapkan penulisan ini dapat manambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman baru bagi penulis khususnya dalam penatalaksanaan asuhan keperawatan pada pasien post

operasi hemoroid.
4. Pengembangan ilmu pengetahuan Karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat digunakan sebagai penunjang dalam referensi ilmu dan dapat menambah khasanah pustaka tentang

penatalaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan post operasi

hemoroid.yang dapat digunakan oleh mahasiswa.

Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo

Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo

Beri Nilai