Anda di halaman 1dari 3

Implikasi keperawatan obat OAT:

1 etambutol Indikasi :mycobacterium tuberculosis aktif / gejala mycobacterial lain Aksi obat: menghambat pertumbuhan dari bakteri mycobacteria, efek terapeutik: efek tuberculostatik melawan organisme yang rentan Farmakokinetik: Diserap cepat oleh GIT 8 ! distribusi melalui aliran darah, " ! di metabolisme oleh hati dan " ! lainnya tidak diubah oleh ginjal, waktu paruhnya: #,# jam Efek lainnya: gelisah, pusing, halusinasi, malaise, hiperurisema, demam Dosis yang dianjurkan: untuk orang dewasa dan anak$ anak lebih dari %# tahun: %"$&" mg / kg/hari 'maksimal &," gr / hari( atau " mg/kg/&) seminggu atau &"$# mg/kg/#) seminggu Implikasi keperawatan: *engkajian: %+ ,aji mycobacterial dan tes sensiti-itas seharusnya dilakukan sebelum dan selama terapi untuk mendeteksi adanya kemungkinan resistensi &+ ,aji suara paru dan karakternya dan jumlah sputum selama periode terapi #+ *engkajian fungsi penglihatan seharusnya dilakukan secara bertahap selama terapi .+ /enganjurkan pasien untuk melaporkan penglihatan yang kabur, kpenyempitan lapang pandang, atau perubahan persepsi warna yang secara tiba$tiba "+ *ertimbangan tes laboratorium: monitor ginjal dan fungsi hati, konsentrasi urin, Diagnosa keperawatan actual:0esiko infeksi dan gangguan persepsi sensori Implementasi Keperawatan: 1tambutol diberikan sebagai dosis tunggal sehari$hari dan seharusnya digunakan pada waktu yang sama setiap harinya, cara pemberian dosis: &$#)/minggu, biasanya digunakan secara bersamaan dengfan obat 23T yang lain untuk mencegah bakteri yang resisten+ !I"O#IA$ID

I#DIKA"I: terapi pertama yang diberikan pada tuberculosis yang aktif dikombinasikan dengan agent obat yang lainnya Aksi obat: menghambat sintesis dinding sel mycobacterial dan mengganggu metabolismenya+efek terapi: bakteriostatik Farmakokinetik: diabsorbsi secara baik melalui per oral / intra muscular, distribusinya melalui aliran darah+ " !dimetabolisme oleh hati dan " ! lainnya tidak diubah oleh ginjal, waktu paruhnya4 %$. jam Kontra indikasi: indi-idu yang memiliki hypersensiti-itas: gejala hati yang akut Efek samping: psycosis, kejang+gangguan penglihatan, demam dan neuropathy peripheral Dosis yang dianjurkan: 2rang dewasa: # mg/day '"mg/kg( atau %" mg/kg 'sampai 5 mg( &$# minggu

Implikasi keperawatan: %+ ,aji mycobacterial dan tes sensiti-itas seharusnya dilakukan sebelum dan selama terapi untuk mendeteksi adanya kemungkinan resistensi &+ *ertimbangan tes laburatorium: fungsi hati seharusnya die-aluasi dan tiap bulan sepanjang terapiu #+ Toksisitas dan dosis yang berlebih: jika isonia6id melebihi dosis, treatmentnya dengan prido)in '-it 7( Implementasi Keperawatan: %+ *er oral: mungkin di atur dengan makanan atau antasida jika terjadi iritasi GI+ /eskipun antasida mengandung aluminium yang seharusnya tidak diberikan sampai satu jam dari aturan+ &+ Intra muscular: pengobatan mungkin disebabkan ketidaknyamanan dari lokasi injeksi+ *emijatan dilakukan pada lokasi injeksi+ %!&IFA'(I"I# Indikasi: tuberculosis aktif diberikan dengan agen lain, Aksi obat: menghambat sentesis 083 , dengan membloking transkripsi 083 ornganisme yang rentan Farmakokinetik: diabsorbsi secara baik melalui per oral, distribusi yang luas melalui 9:;, metabolisme tebesar dilakukan oleh hati, < ! dikeluarkan melalui feses , waktu paruh # jam Efek samping:

7ingung, ataksia, kelemahan, sakit kepala, diare, nyeri perut, trombositopenia Dosis yang dianjurkan: *er oral: dewasa < mg/hari untuk . hari

Implikasi keperawatan: *engkajian: %+ ,aji mycobacterial dan tes sensiti-itas seharusnya dilakukan sebelum dan selama terapi untuk mendeteksi adanya kemungkinan resistensi &+ ,aji suara paru dan karakternya dan jumlah sputum selama periode terapi #+ *ertimbangan tes laboratorium: monitor ginjal dan fungsi hati, konsentrasi urin, .+ /onitor fungsi ginjal tiap bulan selama proses terapi, mungkin menungkatkan jumlah 7=8 "+ /ungkin mengganggu dengan dekametason hasil tes supresi <+ /ungkin mengganggu dengan metode untuk menetapkan serum folat dan le-el -it+7 dan dengan tes urine terjadi perubahan warna Implementasi keperawatan: %+ >angan bingung antara rifampin dengan rifambutin? &+ *2: aturan pengobatan dengan mengosongkan perut selama % jam sebelum dan & jam setelah makan dengan minum air segelas atau sekitar &. ml jika GI mengalami iritasi dan menimbulkan suatu masalah muyngkin aturannya berhubungan dengan makanan #+ *emberian obat dapat juga dicampurkan dengan syrup untuk pasien yang tidak bisa menelan benda padat+

'D3@I:A: D0=G: G=ID1 ;20 8=0:1: 1B1@18TC 1DITI28, &

8(