P. 1
JUKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA

JUKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA

4.83

|Views: 8,810|Likes:
Dipublikasikan oleh anghuda
Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Peneliti dan Perekayasa
Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Peneliti dan Perekayasa

More info:

Published by: anghuda on Feb 25, 2008
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/12/2014

pdf

text

original

1. Teknisi Litkayasa adalah PNS pada instansi pemerintah yang diberi
tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh
pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan
penelitian dan perekayasaan pada instansi pemerintah.

2. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan
metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data
dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian
kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di
bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan
kemajuan iptek.

3. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain
dan rancang-bangun untuk menghasilkan nilai, produk dan/atau
proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut
pandang dan/atau konteks teknikal, fungsional, bisnis, sosial budaya,
dan estetika.

4. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasar penilaian
atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam
mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat
untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan dan pangkat dalam jabatan
Litkayasa.

5

5. Pendidikan formal yang dinilai termasuk unsur utama adalah
pendidikan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) dan pendidikan
Diploma dengan mendapatkan ijazah sesuai dengan tingkat
pendidikannya DI/DII/DIII, yang telah mendapatkan pengesahan atau
akreditasi dari Instansi yang berwenang.

6. Pendidikan dan atau pelatihan (diklat) fungsional yang dinilai termasuk
unsur utama adalah diklat fungsional Teknisi Litkayasa dan diklat
teknis, sedangkan diklat fungsional non-teknis seperti diklat
penjenjangan struktural tidak dinilai sebagai unsur utama.

7. Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali
untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala
tertentu.

8. Pengamatan/Pengukuran adalah kegiatan memperhatikan suatu
obyek

untuk

memperoleh

data/informasi

dari

suatu

penelitian/perekayasaan.

9. Pengolahan data adalah kegiatan memproses data yang didapat dari
pengamatan/pengukuran menjadi data yang siap untuk dianalisis.

10. Analisis data adalah kegiatan mengurai/menelaah data untuk
menghasilkan informasi bagi kegiatan penelitian/perekayasaan.

11. Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan
informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan
di bidang penelitian/perekayasaan.

12. Proses adalah suatu rangkaian kegiatan yang berkesinambungan dari
awal hingga selesai.

13. Sistem adalah beberapa komponen/kesatuan yang satu sama lain
saling terkait dalam suatu kegiatan yang teratur untuk mencapai
tujuan tertentu.

14. Model adalah perwujudan rancangan atau sistem dalam rangka
kegiatan penelitian perekayasaan.

15. Prototip adalah contoh hasil rancang-bangun/perekayasaan dalam
ukuran sebenarnya dan siap untuk diproduksi masal.

16. Penyetelan dan Pengujian adalah kegiatan merangkai komponen
menjadi suatu alat dan menjalankan alat tersebut untuk memeriksa
kesesuaian unjuk kerja alat terhadap spesifikasinya.

17. Kalibrasi adalah kegiatan penyesuaian unjuk kerja alat terhadap
standar.

18. Bahan Audio Visual adalah bahan yang digunakan untuk
menyampaikan hasil penelitian dan perekayasaan baik untuk dapat
didengar dan dilihat seperti VCD, sound slide dan film.

6

19. Leaflet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk
lembaran lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat
yang singkat, padat, mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar.

20. Brosur/Booklet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam
bentuk buku kecil dengan jumlah 5 -15 halaman, berisi tulisan dengan
kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar
yang sederhana.

21. Supervisi adalah kegiatan mengawasi dan membimbing pelaksanaan
penelitian dan perekayasaan.

22. Karya tulis ilmiah adalah karya tulis ilmiah perseorangan atau
kelompok yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan
menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi,
diskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran
pemecahannya.

23. Karya ilmiah hasil surveil percobaan/pengkajian adalah karya tulis
ilmiah yang membahas hasil suatu survei/percobaan/pengkajian yang
terkait dengan kegiatan penelitian/ rancang-bangun/perekayasaan.

24. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah karya tulis yang
membahas suatu pokok bahasan berdasar penelusuran pustaka.

25. Karya tulis/karya ilmiah populer adalah karya tulis ilmiah yang
disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat.

26. Petunjuk teknis adalah naskah yang memuat panduan pelaksanaan
pengelolaan kegiatan penelitian dan perekayasaan secara rinci.

27. Penerjemahan/penyaduran adalah kegiatan mengalih-bahasakan
buku/ bahan lain dari satu bahasa ke bahasa lain di bidang penelitian/
rancang-bangun perekayasaan.

28. Teknologi tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang
penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan
informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan
untuk tujuan praktis.

29. Bimbingan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh, dorongan,
petunjuk dan pengawasan kepada Teknisi Litkayasa di bawahnya.

30. Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa adalah tim penilai yang dibentuk
dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai
prestasi kerja Teknisi Litkayasa.

31. Penulis Utama adalah pemrakarsa penulisan, pemilik gagasan serta
pembuat konsep tentang masalah yang dituangkan dalam karya tulis
ilmiah.

32. Penulis Pembantu adalah penulis yang membantu penulis utama
dalam hal pengumpulan, pengolahan dan analisis.

7

33. Organisasi Profesi adalah wadah masyarakat ilmiah dalam suatu
cabang atau lintas disiplin iptek, atau suatu bidang kegiatan profesi,
yang dijamin oleh negara untuk menyumbangkan profesionalisme dan
etika profesi dalam masyarakat, sesuai dengan peraturan perundang -
undangan.

34. Piagam Kehormatan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh
Pemerintah RI, pemerintah negara asing atau organisasi ilmiah
nasional/internasional atas prestasi yang menonjol di bidang
penelitian/rancang bangun/perekayasaan.

C. Jenjang Jabatan, Pangkat, Golongan Ruang dan Angka Kredit

Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa memiliki kaitan antara jenjang
jabatan dengan pangkat, golongan ruang, dan angka kredit minimal
sebagaimana tertera pada tabel 1. berikut :

Tabel 1. Jabatan, Pangkat/Golongan Ruang dan Angka Kredit

NO JENJANG JABATAN

PANGKAT

GOL/
RUANG

ANGKA
KREDIT

1. Teknisi Litkayasa
Pelaksana Pemula

Pengatur Muda

II/a

25

2. Teknisi Litkayasa
Pelaksana

Pengatur Muda Tk. I

II/b

40

Pengatur

II/c

60

Pengatur Tk. I

II/d

80

3. Teknisi Litkayasa
Pelaksana Lanjutan

Penata Muda

IIl/a

100

Penata Muda Tk. I

IIl/b

150

4. Teknisi Litkayasa
Penyelia

Penata

IIl/c

200

Penata Tk. I

IIl/d

300

Jenjang jabatan untuk masing-masing jabatan adalah berdasarkan
jumlah angka kredit yang dimiliki untuk masing-masing jenjang jabatan .

Penetapan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa untuk pengangkatan
dalam jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah Angka Kredit yang dimiliki
berdasarkan penetapan pejabat yang berwenang menetapkan Angka
Kredit, sehingga dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->