KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI NOMOR : 147/Kp/BPPT/V/2007

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN (LITKAYASA) DAN ANGKA KREDITNYA

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI JAKARTA, 2007

SAMBUTAN
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, selaku instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa, menerbitkan Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor 147/Kp/BPPT/V/2007 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya. Penerbitan Keputusan ini didasarkan atas Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 193/KEP/M.PAN/11/2004 pasal 17 yang menyatakan bahwa tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Litkayasa ditetapkan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Selain itu berdasarkan Peraturan Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 160/KA/BPPT/X/2005 dan 19A Tahun 2005 pasal 22 menyatakan bahwa Petunjuk Teknis (Juknis) Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala BPPT. Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ini diterbitkan agar para pejabat Teknisi Litkayasa, anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa baik di tingkat instansi pusat maupun instansi daerah dan para pejabat struktural yang terkait mempunyai pedoman baku, sehingga ada kesamaan dalam pengertian dan pemahaman untuk melaksanakan kegiatan dan pengelolaan yang berkaitan dengan jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Penulisan buku ini adalah memberikan panduan untuk keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan sebagai pejabat Teknisi Litkayasa, serta tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Disamping itu, buku ini diharapkan menjadi pelengkap petunjuk pelaksanaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa dapat terbina secara seragam atau dengan standar yang sama di semua Instansi baik di pusat dan di daerah, baik pembinaan oleh pejabat Teknisi Litkayasa Senior ataupun oleh Pejabat strukturalnya. Kepada Instansi-instansi dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya buku ini, disampaikan terima kasih dengan harapan agar buku Petunjuk Teknis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta,

Mei 2007

Sekretaris Utama BPPT,

Ir. Jumain Appe, M.Si

ii

iii

iv

v

vi

LAMPIRAN

: KEPUTUSAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI

KEPALA BADAN DAN PENERAPAN

Nomor

: 147/Kp/BPPT/V/200 7 Tanggal : 28 Mei 2007

PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................... i SAMBUTAN ................................................................................................ ii KEPUTUSAN KEPALA BPPT Nomor : 147/Kp/BPPT/V/2007 Tanggal 28 Mei 2007 .................................................................................. iii DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… iv LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………………… vii BAB I. PENDAHULUAN ...................................................................... 1 A. Umum .................................................................................. 1 B. Maksud dan Tujuan ............................................................. 2 PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA ..................................... 3 A. Kode Etik Teknisi Litkayasa ................................................ 3 B. Pengertian dan Batasan ilmiah ........................................... 4 C. Jenjang Jabatan, Pangkat, Golongan Ruang dan Angka Kredit ........................................................................ 7 D. Tugas Pokok ……………………………………………… 7 E. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai ………………… 10 BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA .............................................................. 12 A. Unsur Utama ........................................................................ 12 B. Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan ...................................................................... 14 1. Pelaksanaan Kegiatan Percobaan ................................. 17 2. Pelaksanaan Kegiatan Survei ........................................ 20 3. Pelaksanaan Kegiatan Rancang bangun/ Perekayasaan ................................................................ 20 4. Pelaksanaan Jasa Teknis .............................................. 21 5. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas .................................... 22 6. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan ................................................................ 22 7. Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan .......... 23 vii

BAB II.

BAB III.

C. Pengembangan Profesi ....................................................... 25 1. Membuat Karya Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan ........................................ 25 2. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan ................................................................ 28 3. Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan ................ 29 4. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna ....................... 30 D. Kegiatan Penunjang ............................................................ 32 1. Mengajar/Melatih pada Bidang Penelitian dan Perekayasaan ................................................................ 32 2. Mengikuti Seminar/Lokakarya ........................................ 33 3. Menjadi Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa ..............33 4. Menjadi Anggota Organisasi Profesi ............................. 33 5. Memperoleh Piagam kehormatan .................................. 33 6. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lainnya ....................... 34 E. Rincian Kegiatan, Satuan Hasil (Bukti Kegiatan) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakan ............................................................ 34 BAB IV. PEMBINAAN KARIR JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA ............................................................................. 38 A. Pengangkatan Pertama ...................................................... 38 B. Penempatan Teknisi Litkayasa ............................................40 C. Kenaikan Jabatan dan Pangkat ........................................... 40 D. Pembebasan Sementara ..................................................... 41 E Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ................................................................. 42 F. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ................................................................. 43 G. Perpindahan Jabatan ........................................................... 44 H. Pembinaan Karir Jabatan Teknisi Litkayasa ........................ 44 DUPAK, PAK JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA .............................................................................. 45 A. Angka Kredit ........................................................................ 45 1. Pengertian Angka Kredit ................................................ 45 2. Penghitungan Angka Kredit ........................................... 45 3. Masa Penilaian Angka Kredit ......................................... 46 B. Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) ..................... 46 1. Pengertian DUPAK ........................................................ 46 2. Cara Pengisian DUPAK ................................................. 47 3. Lampiran-lampiran DUPAK ........................................... 48 C. Penetapan Angka Kredit (PAK) ........................................... 49 1. Pengertian PAK ............................................................. 49 2. Cara Pengisian PAK ....................................................... 49 viii

BAB V.

3. Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK ................. 49 BAB VI. TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA .............................................................. 52 A. Tim Penilai Teknisi Litkayasa .............................................. 52 B. Tata Kerja Tim Penilai ......................................................... 53 C. Tata Cara Penilaian Tim Penilai .......................................... 53 KETENTUAN PERALIHAN ...................................................... 55

BAB VII

ix

BAB I PENDAHULUAN
A. Umum Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa merupakan jabatan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang memiliki ijazah serendah-rendahnya Sekolah Menengah Tingkat Atas, yang memungkinkan mencapai Pangkat / Golongan Ruang sampai dengan Penata Tingkat I - III/d sesuai dengan jabatan yang diduduki berdasarkan Angka Kredit yang dimiliki. Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa diberlakukan pertama kali sejak keluarnya Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 33 tahun 1990, serta Surat Edaran Bersama antara Menteri Riset dan Teknologi/ Ketua BPP Teknologi dengan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara No 256/M NI/1991, No 12/SE/1991. Dengan keluarnya Keppres Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional bagi PNS ditetapkan bahwa hanya ada 4 (empat) jenjang jabatan, baik bagi jenjang jabatan fungsional keahlian maupun jenjang jabatan fungsional keterampilan. Oleh karena itu semua Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional termasuk Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa harus disesuaikan, yaitu dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang. Saat itu Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KRT) selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa mengajukan usul penyesuaian dan sekaligus peninjauan terhadap Keputusan Menpan Nomor 33 tahun 1990 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya, yaitu dengan terbitnya Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M.PAN/2/2003 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya dimana diatur perubahan jenjang jabatan dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang serta perubahan dalam pengaturan butir kegiatan dan penetapan angka kreditnya. Untuk melaksanakan keputusan tersebut, diterbitkan Keputusan Bersama Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor 01/SKB/MRTN/2003 - Nomor 45/KEP/2003 tentang petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. Pada tahun 2004 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) melalui Surat Keputusan nomor KEP/193/M.PAN/11/2004 menetapkan perubahan atas Surat Keputusan Menpan nomor 23/KEP/M.PAN/2/2003 dan Surat Keputusan nomor 24/KEP/M.PAN/2/2003 perihal pelimpahan wewenang instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Perekayasa dari Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Selanjutnya berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan dan Angka Kreditnya yang tertuang dalam peraturan bersama antara Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 dan nomor : 19 A TAHUN 2005 dipandang perlu untuk menyempurnakan buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya.

1

B. Maksud dan Tujuan Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya ini diterbitkan dengan maksud agar para Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa, Tim Penilai Teknisi Litkayasa, Pejabat Pengelola Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan para Pejabat Struktural yang terkait, mempunyai pedoman baku dalam hal pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. Dengan demikian tujuan penulisan buku ini adalah tercapainya keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan penelitian dan perekayasaan, tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Buku Petunjuk Teknis ini diharapkan benar-benar dapat melengkapi Petunjuk Pelaksanaan dalam Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN, nomor : 160/KA/BPPT/X/2005, nomor : 19A tahun 2005, sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa terbina seragam dengan standar yang sama di semua instansi, di pusat dan di daerah, baik pembinaan oleh pejabat fungsional senior maupun oleh pejabat strukturalnya.

2

BAB II PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA
A. Kode Etik Teknisi Litkayasa Pada hakekatnya manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan umat manusia dan kelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu janganlah melakukan pengembangan iptek dengan tujuan yang bertentangan dengan tujuan di atas. Teknisi Litkayasa adalah PNS yang telah diberi posisi pada jabatan fungsional yang sangat terhormat dan dipercaya dalam konstelasi kepegawaian di Indonesia. Disadari bahwa Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa adalah kedudukan terhormat dalam martabat manusia dan merupakan jabatan mulia karena selalu bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dengan memanfaatkan kebenaran serta hakekat ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan iptek telah demikian pesat dalam segala cabang, dan telah memberi manfaat bagi hidup dan kehidupan manusia, namun pemanfaatan iptek dapat pula berjalan ke arah yang salah sehingga dapat menghancurkan harkat hidup dan kehidupan manusia serta lingkungannya. Mengingat keterbatasan pada diri manusia dan untuk menghindari penyalahgunaan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia, serta untuk selalu menjaga dan meningkatkan moral dan kualitas keprofesionalan Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa, maka diperlukan adanya Kode Etik Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa yang menjadi etika profesi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. Kode Etik Teknisi Litkayasa: a. Teknisi Litkayasa berkewajiban menjadi mitra peneliti dan perekayasa dalam mengembangkan iptek, meningkatkan keterampilannya sesuai dengan bidang ilmu yang diminati, serta menjunjung tinggi profesi terhormatnya sebagai seorang terpelajar dengan menjaga kebenaran dan kejujuran baik kepada diri sendiri maupun kepada umum sehingga tidak menutupi kelemahan dan atau kekurangannya. b. Teknisi Litkayasa wajib bekerja secara terencana, sistematis mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan melaksanakannya dengan standar ilmiah, serta bekerja dengan jujur, tekun, teliti, berdisiplin, bersemangat untuk menghasilkan karya yang berkualitas tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan umat manusia. c. Teknisi Litkayasa wajib menjunjung tinggi hak, pendapat, atau temuan orang lain, sehingga selalu menjauhi perbuatan tercela seperti mengambil gagasan orang lain yang belum diumumkan / dipublikasikan. dan senantiasa beritikat tidak akan melakukan tindakan plagiat baik secara sengaja maupun tidak sengaja dalam rangka menghormati dan melindungi hak cipta, hak kepemilikan intelektual

3

Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat. d. Teknisi Litkayasa wajib bersikap terbuka terhadap tanggapan, pendapat, dan kritik yang diberikan oleh Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat atas hasil yang dicapainya, menjalin hubungan kerjasama yang harmonis dengan ilmuwan/peneliti/ perekayasa/teknisi litkayasa lain / pejabat fungsional lainnya, sehingga terjalin budaya kerjasama dalam tim, serta tidak menghalangi atau menghambat upaya pengembangan iptek yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa lain. e. Teknisi Litkayasa wajib berusaha untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman terbaiknya kepada masyarakat dan generasi yang lebih muda guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. f. Teknisi Litkayasa harus berjiwa pioner, berorientasi pada peningkatan nilai tambah, mengutamakan keamanan dan keselamatan, serta selalu memikirkan dampak penerapan hasil karyanya terhadap umat manusia dan lingkungan hidup. g. Teknisi Litkayasa wajib selalu menjaga dan memanfaatkan semua sumber daya secara berdayaguna dan berhasilguna. serta menjaga nama baik profesi keahliannya dan lembaga tempat kerjanya sehingga menghindari sikap arogansi intelektual. h. Teknisi Litkayasa wajib mengikuti dan mentaati Kode Etik Teknisi Litkayasa ini sebagai etika profesinya. B. Pengertian dan Batasan Ilmiah 1. Teknisi Litkayasa adalah PNS pada instansi pemerintah yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan pada instansi pemerintah. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain dan rancang-bangun untuk menghasilkan nilai, produk dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal, fungsional, bisnis, sosial budaya, dan estetika. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasar penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan dan pangkat dalam jabatan Litkayasa.

2.

3.

4.

4

5.

Pendidikan formal yang dinilai termasuk unsur utama adalah pendidikan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) dan pendidikan Diploma dengan mendapatkan ijazah sesuai dengan tingkat pendidikannya DI/DII/DIII, yang telah mendapatkan pengesahan atau akreditasi dari Instansi yang berwenang. Pendidikan dan atau pelatihan (diklat) fungsional yang dinilai termasuk unsur utama adalah diklat fungsional Teknisi Litkayasa dan diklat teknis, sedangkan diklat fungsional non-teknis seperti diklat penjenjangan struktural tidak dinilai sebagai unsur utama. Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu. Pengamatan/Pengukuran adalah kegiatan memperhatikan suatu obyek untuk memperoleh data/informasi dari suatu penelitian/perekayasaan. Pengolahan data adalah kegiatan memproses data yang didapat dari pengamatan/pengukuran menjadi data yang siap untuk dianalisis.

6.

7.

8.

9.

10. Analisis data adalah kegiatan mengurai/menelaah data untuk menghasilkan informasi bagi kegiatan penelitian/perekayasaan. 11. Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian/perekayasaan. 12. Proses adalah suatu rangkaian kegiatan yang berkesinambungan dari awal hingga selesai. 13. Sistem adalah beberapa komponen/kesatuan yang satu sama lain saling terkait dalam suatu kegiatan yang teratur untuk mencapai tujuan tertentu. 14. Model adalah perwujudan rancangan atau sistem dalam rangka kegiatan penelitian perekayasaan. 15. Prototip adalah contoh hasil rancang-bangun/perekayasaan dalam ukuran sebenarnya dan siap untuk diproduksi masal. 16. Penyetelan dan Pengujian adalah kegiatan merangkai komponen menjadi suatu alat dan menjalankan alat tersebut untuk memeriksa kesesuaian unjuk kerja alat terhadap spesifikasinya. 17. Kalibrasi adalah kegiatan penyesuaian unjuk kerja alat terhadap standar. 18. Bahan Audio Visual adalah bahan yang digunakan untuk menyampaikan hasil penelitian dan perekayasaan baik untuk dapat didengar dan dilihat seperti VCD, sound slide dan film.

5

19. Leaflet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk lembaran lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. 20. Brosur/Booklet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk buku kecil dengan jumlah 5 -15 halaman, berisi tulisan dengan kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. 21. Supervisi adalah kegiatan mengawasi dan membimbing pelaksanaan penelitian dan perekayasaan. 22. Karya tulis ilmiah adalah karya tulis ilmiah perseorangan atau kelompok yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi, diskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. 23. Karya ilmiah hasil surveil percobaan/pengkajian adalah karya tulis ilmiah yang membahas hasil suatu survei/percobaan/pengkajian yang terkait dengan kegiatan penelitian/ rancang-bangun/perekayasaan. 24. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah karya tulis yang membahas suatu pokok bahasan berdasar penelusuran pustaka. 25. Karya tulis/karya ilmiah populer adalah karya tulis ilmiah yang disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat. 26. Petunjuk teknis adalah naskah yang memuat panduan pelaksanaan pengelolaan kegiatan penelitian dan perekayasaan secara rinci. 27. Penerjemahan/penyaduran adalah kegiatan mengalih-bahasakan buku/ bahan lain dari satu bahasa ke bahasa lain di bidang penelitian/ rancang-bangun perekayasaan. 28. Teknologi tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan praktis. 29. Bimbingan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh, dorongan, petunjuk dan pengawasan kepada Teknisi Litkayasa di bawahnya. 30. Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. 31. Penulis Utama adalah pemrakarsa penulisan, pemilik gagasan serta pembuat konsep tentang masalah yang dituangkan dalam karya tulis ilmiah. 32. Penulis Pembantu adalah penulis yang membantu penulis utama dalam hal pengumpulan, pengolahan dan analisis.

6

33. Organisasi Profesi adalah wadah masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas disiplin iptek, atau suatu bidang kegiatan profesi, yang dijamin oleh negara untuk menyumbangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat, sesuai dengan peraturan perundang undangan. 34. Piagam Kehormatan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah RI, pemerintah negara asing atau organisasi ilmiah nasional/internasional atas prestasi yang menonjol di bidang penelitian/rancang bangun/perekayasaan. C. Jenjang Jabatan, Pangkat, Golongan Ruang dan Angka Kredit Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa memiliki kaitan antara jenjang jabatan dengan pangkat, golongan ruang, dan angka kredit minimal sebagaimana tertera pada tabel 1. berikut : Tabel 1. Jabatan, Pangkat/Golongan Ruang dan Angka Kredit JENJANG JABATAN 1. Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula 2. Teknisi Litkayasa Pelaksana PANGKAT Pengatur Muda Pengatur Muda Tk. I Pengatur Pengatur Tk. I 3. Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan 4. Teknisi Litkayasa Penyelia Penata Muda Penata Muda Tk. I Penata Penata Tk. I GOL/ RUANG II/a II/b II/c II/d IIl/a IIl/b IIl/c IIl/d ANGKA KREDIT 25 40 60 80 100 150 200 300

NO

Jenjang jabatan untuk masing-masing jabatan adalah berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki untuk masing-masing jenjang jabatan . Penetapan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa untuk pengangkatan dalam jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah Angka Kredit yang dimiliki berdasarkan penetapan pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit, sehingga dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai. D. Tugas Pokok Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa sesuai dengan bunyi pasal 4 Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M.PAN/2/2003, mempunyai tugas pokok melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. Tugas pokok tersebut dibagi sesuai dengan jenjang Jabatan Teknisi Litkayasa, yaitu : 7

1. 2. 3. 4.

Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula

Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembimbing, pengawas, dan penilai pelaksanaan pekerjaan pejabat Fungsional tingkat dibawahnya yang mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang beberapa cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai Penata, Golongan Ruang III/c sampai dengan Penata Tingkat I Golongan Ruang III/d, dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1. Menyusun rencana percobaan Butir II.A.1 2. Menganalisa hasil percobaan Butir II.A.6 3. Menganalisa hasil survei Butir II.B.4 4. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses/ Butir II.C.1 System/model/prototipe 5. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Butir II.C.6 Perekayasaan 6. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Butir II.D.4 7. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas Butir II.E.4 8. Melakukan penjaminan mutu laboratorium/fasilitas Butir II.E.5 9. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian Butir II.F.4 dan perekayasaan 10. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk Butir II.G.5 Perekayasaan 11. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ Butir II.G.6 perekayasaan Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana tingkat lanjutan dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Penata Muda, Golongan Ruang III/a sampai dengan Penata Muda Tingkat I, Golongan Ruang III/b, dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II.A.2 2. Menyusun kebutuhan survei Butir II.B.1 3. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian Pembuatan proses/system/model/prototipe Butir II.C.4 4. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototipe Butir II.C.5 5. Menguji bahan unjuk kerja alat Butir II.D.3 6. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat Butir II.E.3 7. Membuat bahan audio visual Butir II.F.1 8. Melakukan pemrosesan laporan Butir II.G.4 Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Pengatur Muda Tingkat I Golongan Ruang II/b sampai dengan Pengatur Tingkat I Golongan Ruang II/d, dengan rincian tugas pokok sebagai berikut :

8

1. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek percobaan 2. Mengolah data percobaan 3. Mengelompokkan data survei obyek percobaan Data survei 4. Menyusun rangkaian pembuatan proses/system /model/prototipe 5. Melakukan pengukuran analisis 6. Memperbaiki alat dan fasilitas 7. Membuat alat peraga dan maket 8. Memandu kegiatan promosi Iptek 9. Membuat gambar, diagram dan peta

Butir II.A.4 Butir II.A.5 Butir II.B.3 Butir II.C.3 Butir II.D.3 Butir II.E.2 Butir II.F.2 Butir II.F.5 Butir II.G.3

Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula adalah jenjang Jabatan Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembantu pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan Pengatur Muda / Golongan Ruang II/a, dengan rincian tugas pokok sebagai berikut : 1. Menyiapkan kebutuhan percobaan. Butir II.A.3 2. Mengumpulkan data. Butir II.B.2 3. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses/ System/model/prototipe. Butir II.C.2 4. Mengambil dan memproses contoh. Butir II.D.1 5. Memelihara alat dan fasilitas. Butir II.E.1 6. Menyiapkan bahan penyusunan brosur, leaflet, booklet. Butir II.F.3 7. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian Butir II.G.1 8. Melakukan pelayanan pemrosesan Butir II.G.2 hasil perekayasaan. Meskipun sudah terbagi dan masing-masing jenjang jabatan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menjadi tugas pokoknya, namun dalam hal tertentu Teknisi Litkayasa dapat saja melaksanakan kegiatan yang bukan menjadi tugas pokoknya. Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi, bila diperlukan dapat mengerjakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab Pejabat Teknisi Litkayasa di bawahnya. Begitu juga sebaliknya Pejabat Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan lebih rendah dapat melaksanakan kegiatan yang menjadi tugas dan tanggung jawab pejabat Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi. Untuk menghindari penyalahgunaan dalam pelaksanaan kegiatan yang bukan menjadi tanggung jawabnya, maka dibuat ketentuan sebagai berikut : Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas dibawah jenjang jabatannya, angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan. Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas satu jenjang di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan sebesar 80% dari angka kredit setiap butir kegiatan.

9

E. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai Kegiatan pejabat Teknisi Litkayasa terinci dalam kelompok-kelompok yang menunjukkan tingkat rinciannya. Kelompok utama disebut Unsur, yang terbagi ke dalam Sub Unsur. Setiap Sub Unsur diuraikan menjadi Butir Kegiatan. Pada dasarnya butir kegiatan adalah kegiatan yang menjadi tugas pokok Pejabat Teknisi Litkayasa sesuai dengan jenjang jabatannya. Butir kegiatan yang dilaksanakan oleh Teknisi Litkayasa merupakan unsur yang dinilai dan diberi angka kredit bila Teknisi Litkayasa melaksanakan sesuai dengan tugas pokok dari jenjang jabatannya.
Bagian Kegiatan-1 Butir Kegiatan-1 Sub Unsur-1 Unsur Butir Kegiatan-n Sub Unsur-n Bagian Kegiatan - n

Contoh 1 : Seorang Teknisi Litkayasa Pemula melakukan kegiatan yang termasuk dalam Unsur : Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan, Sub Unsur: Pelaksanaan kegiatan survei dengan Butir Kegiatan : mengumpulkan data. Kegiatan merupakan unsur yang dinilai. Kegiatan lain, seperti menyusun kebutuhan survei, bagi Teknisi Litkayasa Pemula tersebut bukan merupakan unsur yang dinilai karena dia tidak melaksanakannya, kecuali bila dia ditugaskan melaksanakan salah satu atau seluruh kegiatan tersebut, dan untuk mendapatkan penilaian atas apa yang telah dilakukannya yang bersangkutan diharuskan melampirkan surat penugasan tersebut.

Tabel 2. Contoh Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai
BUTIR KEGIATAN 1. Menyusun kebutuhan survei Laporan 0.11 SATUAN HASIL ANGKA PELAKSAKREDIT NA

NO II

UNSUR

SUB UNSUR

Pelayanan B. Pelaksanaan Kegiatan kegiatan Penelitian survei dan Perekayasa an

Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula

2. Mengumpulkan data

Laporan

0.04

10

3. Mengelompokkan data survei obyek percobaan survei 4. Menganalisa hasil survei

Laporan

0.08

Teknisi Litkayasa Pelaksana Teknisi Litkayasa Penyelia

Laporan

0.33

11

BAB III BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA
Kegiatan Teknisi Litkayasa disusun dalam kelompok Unsur, Sub Unsur dan Butir Kegiatan. Sub Unsur merupakan jabaran kegiatan dari Unsur, dan Butir Kegiatan merupakan jabaran kegiatan lebih lanjut dari setiap Sub Unsur. Unsur Kegiatan Teknisi Litkayasa adalah Pendidikan, Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan, Pengembangan Profesi, dan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa. Unsur Pendidikan, Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan, serta Pengembangan Profesi disebut Unsur Utama, sedang kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa disebut Unsur Penunjang. Unsur Utama merupakan komponen terpenting bagi Teknisi Litkayasa dalam pengumpulan angka kredit. Jumlah angka kredit minimal untuk setiap kenaikan pangkat atau jabatan, adalah 80% dari Unsur Utama dan maksimal 20% dari Unsur Penunjang. Petunjuk teknis mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut, diuraikan sebagai berikut : A. Unsur Utama 1. Pendidikan Unsur pendidikan terbagi atas dua Sub Unsur, yaitu : a. Pendidikan Sekolah dan Memperoleh gelar/Ijazah Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diperuntukkan bagi PNS baik yang bekerja di bidang pelayanan teknis, maupun di bidang sosialbudaya. oleh karena itu tidak ada kekhususan bidang studi bagi pejabat Teknisi Litkayasa. Yang penting bidang studi Teknisi Litkayasa harus sesuai dengan tugas dan fungsi Unit Teknisi Litkayasa di Instansi di mana Teknisi Litkayasa tersebut bekerja/ditempatkan. Bila tidak sesuai, maka untuk dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa di Unit tersebut yang bersangkutan harus mendapatkan bukti penugasan dari Kepala Unit Kerja, yang menyatakan bahwa yang bersangkutan memang ditugaskan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan (lampiran 1) Angka kredit untuk Ijazah SMTA/Diploma I = Angka kredit untuk Diploma II = Angka kredit untuk Diploma III = 25 40 60 (I.A.3) (I.A.2) (I.A.3)

Contoh 2 : Seorang Diploma III Akademi Kesejahteraan Sosial bekerja di Departemen Sosial, ditugaskan dalam kegiatan pelayanan penelitian kesejahteraan sosial. Bidang tugas tersebut sesuai dengan bidang studi yang bersangkutan, sehingga tidak perlu Surat Penugasan dari Kepala

12

Unit Kerjanya. Lain halnya bagi pemegang Diploma III Teknologi Benih, bila ia bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Sosial, maka dalam usul pengangkatan yang bersangkutan pada jabatan fungsional Teknisi Litkayasa, perlu disertakan bukti surat penugasan dari Kepala Unit Kerjanya. Contoh 3 : Angka kredit untuk seseorang yang dalam usulan pengangkatannya melampirkan ijazah SMTA adalah 25, beberapa tahun kemudian yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan Diploma III dan memperoleh ijazah, maka Angka kreditnya dapat disesuaikan dari 25 menjadi 60. Contoh 4 : Jika seorang SMTA di atas yang telah menyelesaikan pendidikan Diploma III, beberapa tahun kemudian menyelesaikan pendidikan sarjana (S1), maka Angka kreditnya ditambah 5 dari unsur penunjang (IV.F.1) Contoh 5 : Dalam perkembangannya Seorang SMTA tersebut diatas yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) mengikuti pendidikan berbeda dan memperoleh ijazah S1, maka Angka Kredit untuk gelar kesarjanaan yang kedua dan seterusnya, ditambah 5 dari unsur (IV.F.1) yaitu memperoleh gelar kesarjanaan lain pada kegiatan penunjang.

b.

Pendidikan dan Pelatihan (diklat) di Bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan Memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP). Diklat bagi pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa terdiri dari Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa (Diklat Penjenjangan) dan Diklat Teknis. b.1. Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa. Diklat penjenjangan diadakan dengan tujuan untuk memenuhi kompetensi jenjang jabatan, diklat ini wajib diikuti oleh calon dan pejabat pemangku Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. Ketentuan teknis mengenai mekanisme penyelenggaraan dan desain kurikulum Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa tersebut diatur melalui Keputusan Kepala BPPT, dan STTPP diklat ini dikeluarkan oleh instansi pembina/BPPT. b.2. Diklat Teknis Diklat Teknis bertujuan untuk melengkapi dan memperkaya kompetensi Teknisi Litkayasa dalam bidang pelayanan Penelitian/Perekayasaan. STTPP dari diklat teknis ini dapat dinilaikan dan angka kreditnya termasuk dalam Unsur Utama, bila lama diklatnya 30 jam atau lebih (bila lama diklat tidak dituliskan dalam jumlah jam pada STTPP, maka jumlah jam dihitung berdasar jumlah hari kerja, yaitu 5 hari kerja per minggu dan 8 jam kerja per hari), bila jumlah jam diklat kurang dari 30 jam, 13

maka STTPP-nya dinilai 1 Angka Kredit sebagai peserta seminar (IV.B.3) unsur penunjang. Diklat fungsional non-teknis, seperti diklat penjenjangan struktural, dan diklat lain yang tidak sesuai dengan tupoksi, dengan tidak memperhitungkan jumlah jam, STTPP-nya dinilai sebagai sertifikat peserta seminar (IV.B.3) dengan angka kredit sebesar 1. B. Unsur Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai, produk dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal, fungsional, bisnis, sosial budaya, dan estetika. Unsur kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan terbagi menjadi 7 Sub Unsur, yaitu : - Pelaksanaan kegiatan percobaan Butir II.A - Pelaksanaan kegiatan survei Butir II.B - Pelaksanaan kegiatan rancang-bangun / perekayasaan Butir II.C - Pelaksanaan jasa teknis Butir II.D - Pemeliharaan alat dan fasilitas Butir II.E - Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II.F - Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II.G Kegiatan setiap Sub Unsur terbagi ke dalam Butir Kegiatan yang merupakan tugas pokok dari setiap jenjang jabatan Teknisi Litkayasa. Pembagian Sub Unsur ke dalam Butir Kegiatan tersebut sebenarnya merupakan satu alur kegiatan, sehingga setiap Butir Kegiatannya satu dengan yang lain terkait. Seorang Teknisi Litkayasa mungkin saja hanya melaksanakan satu Butir Kegiatan yang menjadi tugas pokoknya, tetapi mungkin juga ia harus melaksanakan Butir Kegiatan yang lain yang bukan menjadi tugas pokoknya dalam kelompok Butir Kegiatan dari Sub Unsur yang sama. Untuk mendapatkan penilaian yang benar, maka dalam membuat laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan perlu dijelaskan keterkaitan kegiatan yang dilakukan dengan Butir Kegiatan yang lain dalam Sub Unsur yang sama. Setiap kegiatan harus dituangkan dalam laporan tertulis sebagaimana form dalam lampiran 2, dengan format sebagai berikut : Butir (kode) kegiatan : diisi kode unsur kegiatan, sub unsur, butir kegiatan. Judul laporan: (Misalnya: Pelaksanaan Kegiatan Percobaan Pemupukan Posphat pada Tanaman Padi Gogo Varietas Dayang Rindu). Pelaksana : Dituliskan semua nama, NIP dan jenjang jabatan pejabat

-

14

Teknisi Litkayasa yang terlibat (Misalnya: Amir, Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula. Dodi, Teknisi Litkayasa Penyelia, dan seterusnya). Jumlah pelaksana adalah sebanyak-banyaknya adalah sama dengan jumlah butir kegiatan pada sub unsur tersebut. Nomor Surat Perintah/Surat Penugasan dan nama pemberi tugas : ditulis nomor SPK (Surat Perintah Kerja/surat penugasan) dan nama pemberi tugas yang melandasi dilaksanakannya kegiatan ini (form lampiran 3). Tanggal Pelaksanaan : ditulis tanggal pelaksanaan dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan Untuk kegiatan yang hanya dilaksanakan bukan hari kerja, maka harus dilampirkan surat perintah lembur/surat keterangan dari pemberi tugas. Pendahuluan: Diuraikan keterkaitan kegiatan ini dengan program pelaksanaan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan, dan kerangka pikir tentang rencana kegiatan pelaksanaan percobaan. (Misalnya: Keterkaitan judul di atas dengan program Pengembangan Varietas Unggul Padi Lahan Kering. Lahan kering banyak tersedia di luar Jawa. Umumnya lahan tersebut miskin unsur hara Oleh karena itu perlu dilakukan percobaan pemupukan pada lahan kering). Rencana Kegiatan: Diuraikan rencana kegiatan percobaan yang akan dilakukan antara lain: kapan dan berapa lama kegiatan akan dilakukan, di mana, bagaimana cara percobaan dilakukan dan sebagainya, (Misalnya: percobaan akan dimulai bulan Oktober 2005 sampai Februari 2006 di rumah kaca. Percobaan ini merupakan percobaan pot sebanyak 5 kg tanah/pot dengan 6 tingkat pemupukan P, dan 4 ulangan. Varietas yang digunakan adalah Dayang Rindu, varietas gogo dari Sumatera Selatan. Diamati: tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, umur berbunga, butir hampa, bobot 1000 butir). Hasil kegiatan: Semua data / hasil percobaan dilaporkan setelah diolah dan dianalisis. Hambatan/kendala : ditulis semua hambatan/kendala yang dihadapi selama melaksanakan kegiatan (jika memang ada) Saran/rekomendasi : Ditulis saran/rekomendasi atas pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan untuk perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya.

-

-

-

-

Laporan tertulis tersebut diatas harus ditandatangani oleh seluruh pelaksana dan diketahui oleh pemberi tugas/atasan langsung Berdasarkan laporan tertulis diatas maka cara menghitung angka kreditnya lihat pada Tabel 3 berikut ini : Tabel 3. Pedoman menghitung Angka Kredit yang berhubungan dengan jumlah pelaksana, jenjang, dan jumlah kegiatan yang dilakukan.
JUMLAH JENJANG NO PELAKSANA JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN 1 1 Orang 1 Jenjang 1 Butir Kegiatan 2 1 Orang 1 Jenjang Lebih dari 1 Butir Kegiatan PERHITUNGAN ANGKA KREDIT Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan Jumlah angka kredit sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan.

15

3

Lebih dari 1 orang

1 Jenjang

4

Lebih dari 1 orang

1 Jenjang

1 Butir Kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut. Lebih dari 1 Jumlah Angka kredit sesuai Butir Kegiatan ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan, dibagi rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan. 1 Butir Kegiatan Angka kredit tertinggi pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut. Lebih dari 1 Butir Kegiatan Jumlah angka kredit tertinggi dari jenjang yang terlibat, sesuai ketentuan pada butirbutir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut

5

Lebih dari 1 orang

Lebih dari 1 Jenjang

6

Lebih dari 1 orang

Lebih dari 1 Jenjang

Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Teknisi Litkayasa yang sesuai dengan jenjang jabatannya untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud pada Lampiran I Keputusan Menpan Nomor 23/M.PAN/02/2003, maka Teknisi Litkayasa yang satu tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut, dengan ketentuan sebagai berikut :
-

Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 1 tingkat di atas jenjang jabatannya, akan memperoleh angka kredit sebesar 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 2 (dua) tingkat di atas jenjang jabatannya, akan memperoleh angka kredit sebesar 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya. Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 3 tingkat di atas jenjang jabatannya, akan memperoleh angka kredit sebesar 80% x 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya
Contoh 6 : Seorang Teknisi Litkayasa melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat yang merupakan tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan. - Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan angka kreditnya adalah 0.14. - Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Penyelia angka kreditnya adalah tetap 0.14. - Bila yang melakukan Teknisi Litkayasa Pelaksana, maka angka kreditnya bukan 0,14 tetapi 0,11 (=80%x0,14)

-

-

16

-

Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pemula, maka angka kreditnya menjadi 0,09 (=80%x80%x0,14).

Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa di bawah jenjang jabatannya, akan memperoleh angka kredit yang sama (100%) dengan angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya. Contoh 7 : Seorang Teknisi Litkayasa Penyelia melaksanakan penyusunan kebutuhan survei tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan, maka laporan hasil kegiatannya mendapatkan angka kredit 0.11 sama bila hasil kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.

Dalam Tabel 14, rincian kegiatan dapat dilihat perolehan Angka Kredit untuk tiap butir kegiatan yang telah diperhitungkan sesuai dengan tingkat jabatan. 1. Pelaksananan Kegiatan Percobaan Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu. Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Percobaan terbagi menjadi 6 Butir Kegiatan : a. Menyusun rencana percobaan Butir II.A.1 b. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II.A.2 c. Menyiapkan kebutuhan percobaan Butir II.A.3 d. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek Butir II.A.4 percobaan e. Mengolah data percobaan Butir II.A.5 f. Menganalisa hasil percobaan Butir II.A.6 Tabel 4. : Angka Kredit bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan sesuai jenjang jabatannya.
ANGKA KREDIT BAGI NO UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL. TL PELAK TL TL PELAKSA SANA PENYE PEMULA NA LIA LANJUTAN 0,71 0,14 (80%x 0,18) 0,09 0,88 0,18 (80%x 022) 0,11 1,03 0,22 (80%x 0,28) 0,14 1,17 0,28

II

Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan

A. Pelaksanaan kegiatan percobaan

Pelaksanaan kegiatan percobaan 1. Menyusun Rencana Percobaan 2. Menyusun Kebutuhan Percobaan 3. Menyiapkan Kebutuhan Percobaan 4. Melakukan pengamatan Pengukuran Obyek

Laporan Laporan

Laporan

0,14

Laporan Laporan

0,05 0,06

0,05 0,08

0,05 0,08

0,05 0,08

17

Percobaan 5. Mengolah Data percobaan 6. Menganalisa Hasil Percobaan

Laporan

0,12

0,15

0,15

0,15

Laporan

0,25

0,31

0,39

0,46

-

Jika seorang Teknisi Litkayasa hanya mengerjakan satu butir kegiatan saja, maka akan mendapat Angka Kredit sesuai dengan jabatan dan butir kegiatan yang dilakukan.
Contoh 8 : Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan melakukan pengamatan/pengukuran obyek percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A.4) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0,08 Contoh 9 : Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan penyusunan kebutuhan percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A.2) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0,11 (80 % X 0,14)
JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT

1 orang

1 Jenjang

1 butir kegiatan

Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan

-

Jika seorang Teknisi Litkayasa melaksanakan semua butir kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A), maka ia akan mendapat Angka Kredit sebagai berikut :

-

-

jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula, maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 0,71 jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana, maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 0,88 jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan, maka ia akan mendapatkan Angka Kredit : 1,03 jika ia Teknisi Litkayasa Penyelia, maka ia akan mendapatkan angka kredit : 1,17
JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT

1 orang

1 Jenjang

Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan

-

Jika beberapa Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama hanya melaksanakan satu butir kegiatan saja, maka Angka Kredit pada butir kegiatan tersebut dibagi rata keseluruh pelaksana.
Contoh 10 : Tiga orang Teknisi Litkayasa penyelia hanya mengerjakan analisa hasil percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A.6) maka masingmasing akan mendapatkan Angka Kredit 0,46 / 3 = 0,15 Contoh 11 : 3 (tiga) orang Teknisi Litkayasa pelaksana hanya mengerjakan analisa hasil percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A.6) maka masingmasing akan mendapatkan Angka Kredit (0,46 X 80% X 80 %) / 3 = 0,10

18

JUMLAH PELAKSANA

JENJANG JABATAN

BANYAKNYA KEGIATAN

PERHITUNGAN ANGKA KREDIT

Lebih dari 1 orang

1 Jenjang

1 butir kegiatan Angka kredit sesuai jenjang pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut

-

Jika 3 orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam melaksanakan kegiatan percobaan ( II.A), maka total Angka kredit dibagi rata keseluruh pelaksana, perhitungannya sebagai berikut : - Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula, maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 0,71 / 3 = 0,24 - Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana, maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 0,88 / 3 = 0,29 - Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan, maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 1,03 / 3 = 0,34 - Untuk Teknisi Litkayasa Penyelia, maka masing-masing akan mendapatkan Angka Kredit 1,17 / 3 = 0,39
JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT

Lebih dari 1 orang

1 Jenjang

Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan, dibagi rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan

-

Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda melaksanakan satu butir kegiatan saja, maka Angka kredit diperoleh dari Angka kredit pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi dengan jumlah pelaksana.
Contoh 12 : Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda-beda dan jenjang yang tertinggi diantaranya adalah Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan, melaksanakan kegiatan menyusun kebutuhan percobaan (II.A.2), maka angka kredit yang diperoleh masing-masing adalah 0,14/3=0,05
JUMLAH PELAKSANA JENJANG JABATAN BANYAKNYA KEGIATAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT

Lebih dari 1 orang

Lebih dari 1 Jenjang

1 butir kegiatan

Angka kredit tertinggi pada butir kegiatan yang dilaksanakan, dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut

-

Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam satu sub unsur kegiatan maka, Angka Kredit diperoleh dari jumlah AK kredit tertinggi dibagi 19

dengan jumlah pelaksana.
Contoh 13 : Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda melaksanakan kegiatan percobaan secara bersama-sama, maka angka kredit yang diperoleh masing-masing pelaksana adalah 1,17 / 3 = 0,39, Jumlah Pelaksana Lebih dari 1 orang Jenjang Jabatan Lebih dari 1 Jenjang Banyaknya Perhitungan Kegiatan Angka Kredit Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit kegiatan tertinggi dari jenjang yang terlibat, sesuai ketentuan pada butir-butir kegiatan yang dilaksanakan, dibagi secara rata dengan jumlah orang yang melaksanakan kegiatan tersebut

2. Pelaksanaan Kegiatan Survei Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian/perekayasaan. Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Survei yaitu : a. Menyusun kebutuhan survei b. Mengumpulkan data, c. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data survei d. Menganalisis hasil survei. terdiri dari 4 Butir Kegiatan, Butir II.B.1 Butir II.B.2 Butir II.B.3 Butir II.B.4

Tabel 5. : Angka Kredit Sub Unsur II.B Pelaksanaak Kegiatan Survei
ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN
SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. TL PEL. LANJUTAN TL. PENYELIA

B. Pelaksanaan kegiatan survei 1. Menyusun kebutuhan survei 2. Mengumpulkan data 3. Mengelompokan data survei obyek percobaan data survei 4. Menganalisis hasil survei Laporan Laporan Laporan Laporan

0,34 007 0,04 0,06 0,17

0,42 009 004 0,08 0,21

0.49 0.11 004 0,08 0,26

0,56 011 004 0,08 0,33

3. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan Rancang bangun adalah kegiatan penerapan iptek dalam pelaksanaan pembuatan suatu produk.. Sub unsur Pelaksanaan kegiatan Rancang bangun / perekayasaan terdiri dari 6 Butir Kegiatan :

20

a. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip, b. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip, c. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip, d. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses /sistem / model / prototip, e Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip f. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan perekayasaan.

Butir II.C.1 Butir II.C.2 Butir II.C.3 Butir II.C.4 Butir II.C.5 Butir II.C.6

Tabel 6. : Angka Kredit Sub Unsur II.C Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan.
ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN C. Pelaksanaan kegiatan rancang bangun perekayasaan 1. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 2. Menyiapkan kebutuhan pembuatan Proses / sistem / model / prototip 3. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 4. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 5. Melakukan pembuatan bagianbagian dari prototip 6. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Perekavasaan
SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. TL PEL. LANJUTAN TL. PENYELIA

0,66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0,23 0,05 0,06 0,13 0,07 0,12

0,79 0,28 0,05 0,07 0.16 0,08 0,15

0,96 0,35 0,05 0,07 0,20 0,11 0,18

1,43 0,44 0,05 0,07 0,20 0,11 0,23

4. Pelaksanaan Jasa Teknis Memberikan pelayanan jasa yang bersifat teknis dari pihak lain / luar yang berhubungan dengan kegiatan penelitian / perekayasaan. Sub Unsur Pelaksanaan Jasa Teknis terdiri dari 4 Butir Kegiatan : a. Mengambil dan memproses contoh, Butir II.D.1 b. Melakukan pengukuran / analisis, Butir II.D.2 c. Melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat, Butir II.D.3 d. Melakukan layanan informasi teknik ilmiah. Butir II.D.4

21

Tabel 7. : Angka kredit Sub Unsur II.D Pelaksanaan Jasa Teknis.
ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN
SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. TL PEL. LANJUTAN TL. PENYELIA

D. Pelaksanaan Jasa Teknis 1. 2. 3. 4. Mengambil dan memproses contoh Melakukan pengukuran / analisis Menguji bahan unjuk kerja alat Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Laporan Laporan Laporan Laporan

0,31 0,04 0,05 0,09 0,13

0,37 0,04 0,06 0,11 0,16

0,44 0,04 006 0,14 0,20

0,49 0,04 006 0,14 0,25

5. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas Melakukan kegiatan yang bersifat memelihara atau meningkatkan fungsi serta menjaga peralatan dan fasilitas agar tetap berfungsi setiap saat akan digunakan serta memenuhi standar Sub Unsur Pemeliharaan alat dan fasilitas terdiri dari 5 butir kegiatan : a. Memelihara alat dan fasilitas, Butir II.E.1 b. Memperbaiki alat dan fasilitas, Butir II.E.2 c. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat, Butir II.E.3 d. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas. Butir II.E.4 e. Melakukan penjaminan mutu laboratorium Butir II.E.5 fasilitas. Tabel 8. : Angka Kredit Sub Unsur II.E Pemeliharaan Alat dan Fasilitas
ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN
SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. TL PEL. LANJUTAN TL. PENYELIA

E. Pemeliharaan alat dan fasiltas 1. Memelihara alat dan fasilitas 2. Memperbaiki alat dan fasilitas 3. Melakukan penyetelan dan kalibrasai alat 4. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan

0,39 0,06 0,06 0,07 0,11 0,09

0,46 0,06 0,07 0,09 013 0,11

0,55 0,06 0,07 0,11 0,17 0,14

0,62 0,06 0,07 0.11 0,21 0,17

6. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan Melakukan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada publik tentang hasil penelitian / perekayasaan. Sub unsur Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 5 butir kegiatan : a. Membuat bahan audio visual, Butir II.F.1

22

b. Membuat alat peraga dan maket, c. Menyiapkan bahan penyusunan brosur, leaflet, booklet, d Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan e. Memandu kegiatan promosi iptek.

Butir II.F.2 Butir II.F.3 Butir II.F.4 Butir II.F.5

Tabel 9. : Angka Kredit Sub Unsur II.F Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan
ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN
SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. TL PEL. LANJUTAN TL. PENYELIA

F. Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan 1. Membuat bahan audio visual 2. Membuat alat peraga dan maket 3. Menyiapkan bahan penyusunan brosur, leaflet, booklet 4. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan 5. Memandu kegiatan promosi Iptek

0,47 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0,10 0,05 0,13 0,14 0,05

0,55 0,12 0,06 0.13 0,18 0,06

0,64 0,15 0,06 013 0,24 0,06

0,70 0,15 0,06 0,13 0,30 0,06

7. Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan
Sub Unsur pemrosesan hasil penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 6 butir kegiatan : a. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian, b. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan, c. Membuat gambar diagram dan peta, d. Melakukan pemrosesan laporan, e. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk Perekayasaan e. Melakukan supervisi pemrosesan hasil Penelitian/perekayasaan. Butir II.G.1. Butir II.G.2. Butir II.G.3. Butir II.G.4 Butir II.G.5. Butir II.G.6.

Tabel 10. : Angka Kredit Sub Unsur II.G Pemrosesan hasil Penelitian dan Perekayasaan.
ANGKA KREDIT BUTIR KEGIATAN G. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan 1. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian 2. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan 3. Membuat gambar,diagram dan peta 4. Melakukan pemrosesan laporan 5. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk perekayasaan
SATUAN HASIL TL PEMULA TL PELAKSANA. TL PEL. LANJUTAN TL. PENYELIA

0,66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0,05 0,06 0,06 0,17 0,16

0,81 0,05 0,06 0,08 0,22 0,20

0,96 0,05 0,06 0,08 0,27 0,25

1,08 0,05 0,06 0,08 0,27 0,31

23

6. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian / perekayasaan

Laporan

0,16

0,20

0,25

0,31

Pemberian Angka Kredit pada kegiatan pelayanan dan penelitian didasarkan terhadap butir kegiatan yang dilaksanakannya yang didukung oleh laporan kegiatan, waktu atau lama pelaksanaan butir kegiatan tidak mempengaruhi besarnya Angka Kredit. Akan tetapi pelaksanaan setiap butir kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan mempunyai batas waktu maksimal untuk menyelesaikannya, pemberian batas waktu maksimal disesuaikan dengan jumlah angka kredit yang diberikan untuk prestasi melaksanakan butir kegiatan tersebut. Tabel dibawah ini menunjukkan batas waktu maksimal untuk setiap butir kegiatan dari unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Tabel 11. : Batas Waktu Maksimal untuk Melaksanakan Tiap Butir Kegiatan dalam Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian/Perekayasaan.
BATAS WAKTU MAKSIMUM JAM HARI

UNSUR

SUB UNSUR

BUTIR KEGIATAN

Pelayanan Kegiatan A. Pelaksanaan Kegiatan Penelitian dan percobaan Perekayasaan

1. Menyusun rencana percobaan 2. Menyusun kebutuhan percobaan 3. Menyiapkan kebutuhan percobaan 4. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek 5. Mengolah data percobaan 6. Menganalisa hasil percobaan B. Pelaksanaan 1. Menyusun kebutuhan survei kegiatan survei 2. Mengumpulkan data 3. Mengelompokkan data 4. Menganalisa hasil survei C. Pelaksanaan 1. Merencanakan kebutuhan pembuatan kegiatan proses/ sistem/model/prototip pelayanan 2. Menyiapkan kebutuhan pembuatan Rancang proses/sistem/model/prototip bangun/ 3. Menyusun rangkaian pembuatan perekayasaan proses/sistem/model/prototip 4. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses/sistem/ model/prototip 5. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototip 6. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Perekayasaan D. Pelaksanaan Jasa Teknis 1. Mengambil dan memproses contoh 2. Melakukan pengukuran/analisis 3. Menguji bahan unjuk kerja alat 4. Melakukan layanan informasi teknik ilmiah 1. Memelihara alat dan fasilitas

40 20 16 26 50 65 15 13 26 47 62 16 23 28 15 32 13 20 20 35 20

5 3 2 4 6 8 2 2 3 6 8 2 3 4 2 4 2 3 3 4 3

24

E. Pemeliharaan alat dan fasilitas

2. Memperbaiki alat dan fasilitas 3. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat 4. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5. Melakukan penjaminan mutu lab. fasilitas

23 15 30 24 21 20 43 42 20 16 20 26 38 44 44

3 2 4 3 3 3 5 5 3 2 3 3 5 6 6

1. Membuat bahan audio-visual F. Pemasyara2. Membuat alat peraga dan maket katan hasil penelitian dan 3. Menyiapkan bahan penyusunan perekayasaan brosur, leaflet dan booklet 4. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan perekayasaan 5. Memandu kegiatan promosi Iptek G. Pemrosesan 1. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian hasil penelitian dan pereka- 2. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan yasaan 3. Membuat gambar, diagram dan peta 4. Melakukan pemrosesan laporan 5. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk perekayasaan 6. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ perekayasaan

Bila pelaksanaan suatu butir kegiatan memerlukan waktu lebih dari batas waktu maksimal, maka pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap.
Contoh 14 : Pelaksanaan kegiatan percobaan pemupukan padi. Seluruh kegiatan akan makan waktu 6 bulan, dari percobaan perencanaan sampai penganalisaan hasil percobaan. Batas waktu maksimum untuk menyusun rencana percobaan 40 jam atau 5 hari kerja. (satu minggu). Bila ternyata perencanaan ini memakan waktu 2 minggu termasuk pendiskusian dengan penelitinya, maka kegiatan menyusun rencana dapat dibagi dalam 2 tahap, yaitu misalnya menyusun draft rencana percobaan (tahap I) dan penyempurnaan draft rencana percobaan (tahap II, setelah didiskusikan dan disetujui penelitinya). Jadi dalam perencanaan percobaan tersebut ada dua laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian maka nilai (angka kredit) penyusunan rencana percobaan = 2 x 0,28 = 0,56. Begitu seterusnya dengan pelaksanaan butir kegiatan lainnya.

C. Pengembangan Profesi 1. Membuat Karya Perekayasaan. Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan

Tugas Teknisi Litkayasa adalah melakukan kegiatan pelayanan penelitian/perekayasaan, sedang yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian/perekayasaan adalah pejabat fungsional peneliti/perekayasa. Hasil penelitian perekayasaan adalah milik peneliti/perekayasa untuk dipublikasikan atau dilaporkan. Apa yang dapat ditulis/dilaporkan/dipublikasikan oleh Teknisi Litkayasa adalah

25

bagian dari penelitian/perekayasaan yang dilakukannya. Meskipun hanya merupakan salah satu bagian dari suatu penelitian/perekayasaan, bila dipublikasikan/dilaporkan harus memenuhi kaidah penulisan karya tulis ilmiah. Teknisi Litkayasa dapat membuat karya tulis ilmiah bidang penelitian misalnya dari hasil suatu percobaan, bagian dari suatu survei, kajian atas suatu metode. dari bidang perekayasaan misalnya tentang hasil pengelasan dua jenis logam dalam pembuatan suatu prototip. Penulis karya tulis ilmiah yang mendapat angka kredit dari karya tulis tersebut sebanyak-banyaknya hanya 4 (empat) orang. Bila lebih maka penulis ke-5 dst. tidak mendapatkan angka kredit. Karya tulis ilmiah berbentuk buku yang ditulis oleh lebih dari satu orang, sedang seluruh isi buku merupakan tulisan bersama, maka angka kredit untuk masing-masing penulis adalah angka kredit buku dibagi jumlah penulis (maksimum 4 orang). a. Karya Ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan. a.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 12,5 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang Angka Kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. a.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. Melampirkan Majalah atau kopi disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 6,0 untuk satu makalah.

majalah yang

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. b. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan. b.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab, daftar pustaka, diketik dengan huruf Arial font 12, satu spasi, jumlah halaman 60, bila kurang karya tulis ini dikelompokkan dalam bentuk

26

makalah, karya ilmiah tersebut telah dibahas dalam forum ilmiah, dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang angka kredit dibagi rata dengan jumlah penulis. b.2. Dalam bentuk makalah Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah, jumlah halaman minimal 10 lembar, spasi 1, mengunakan kertas A-4, font 12, dan telah didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 4,0 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu c. Karya Tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan. c.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah miliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disetujui oleh atasan langsung. Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang dengan jmlah penulis. Angka kredit dibagi rata

c.2. Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah. Melampirkan Majalah atau kopi majalah yang disyahkan oleh atasan langsung. Angka Kredit : 4 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. d. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dibidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan. d.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab,

27

daftar pustaka, diketik dengan huruf Arial font 12, satu spasi, jumlah halaman 60, bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah, karya ilmiah tersebut telah dibahas dalam forum ilmiah, dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 7,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. d.1. Dalam bentuk makalah. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah, jumlah halaman minimal 10 lembar, spasi 1, mengunakan kertas A-4, font 12, dan telah didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui atasan langsung. Angka Kredit : 3,5 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu e. Karya tulis ilmiah popular dibidang penelitian dan perekayasaan yang disebarkan melalui media masa. Penulis : Maksimal 4orang. Syarat : Melampirkan media masa tersebut atau naskah yang telah disetujui atasan langsung. Angka kredit : 2,5 untuk satu naskah. Karya tulis ilmiah berbentuk makalah, penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. f. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dibidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah. Penulis : Maksimal 4 orang. Syarat : Melampirkan naskah dengan surat keterangan sudah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah minimal di lingkungan instansi yang bersangkutan. Angka kredit : 2,5 untuk satu naskah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu,bila penulis pembantu lebih dari satu orang, angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. 2. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. Penulis : Maksimal 4 orang. Syarat : Melampirkan naskah yang disetujui atasan langsung dan penomeran dari perpustakaan

28

Angka kredit

instansi atau unit kerja. : 3,0 untuk satu naskah.

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang, angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. 3. Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-Bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. a. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan. a.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disyahkan oleh atasan langsung, melampirkan copi buku dari bahan aslinya. Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab, daftar pustaka, diketik dengan huruf Arial font 12, satu spasi, jumlah halaman 60, bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah, melampirkan copi buku dari bahan aslinya. Angka Kredit : 7,0 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata dengan jumlah penulis. a.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Dalam Majalah ilmiah, melampirkan Majalah atau kopi majalah yang disyahkan oleh atasan langsung, melampirkan copi buku dari bahan aslinya. Angka Kredit : 3,5 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang, angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. b. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan. b.1. Dalam bentuk buku. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab, daftar pustaka, diketik dengan

29

huruf Arial font 12, satu spasi, jumlah halaman 60, bila kurang karya tulis dikelompokkan dalam bentuk makalah, melampirkan copi buku dari bahan aslinya. Angka Kredit : 3,5 untuk satu buku. Bila penulis lebih dari satu orang, angka kredit dibagi rata dengan jumlah penulis. b.2. Dalam bentuk makalah. Penulis : Maksimal 4 orang Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah, jumlah halaman minimal 10 lembar, spasi 1, mengunakan kertas A-4, font 12, melampirkan copi buku/naskah dari bahan aslinya. Angka Kredit : 1,5 untuk satu makalah. Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu. Dalam rangka menggiatkan penyebaran karya tulis ilmiah dari Teknisi Litkayasa, maka karya tulis ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal atau penerbitan internasional akan diberi tambahan Angka kredit sebesar 50 % dari Angka kredit bila diterbitkan di dalam negeri. 4. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna. Teknologi Tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan praktis Karya teknologi tepat guna adalah produk hasil penelitian dan perekayasaan yang dapat dipergunakan untuk tujuan praktis di masyarakat. Karya ini akan diberikan penilaian, bila dapat digunakan di masyarakat, dengan menunjukan bukti berupa surat keterangan dari Pejabat yang berwenang. Meskipun produk tersebut dipergunakan di berbagai daerah, penilaiannya hanya satu kali.
Contoh 15 : Seorang Teknisi Litkayasa berhasil mengembangkan suatu peralatan pertanian yang telah diuji coba dan akhirnya dipergunakan di suatu daerah Kabupaten di Jawa Tengah. Atas prestasinya, Bupati pada daerah tersebut memberi piagam penghargaan berupa sertifikat. Berdasarkan sertifikat yang disampaikan ke Tim Penilai dan atas keputusan Tim Penilai, kepada yang bersangkutan dapat diberi nilai 5 angka kredit sesuai dengan tabel yang diputuskan oleh Tim Penilai, bahwa untuk penghargaan setingkat Bupati diberi nilai 5 angka kredit.

30

Tabel 12. : Angka Kredit untuk Unsur III Pengembangan Profesi.
III. PENGEMBANGAN PROFESI
A. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penelitian dan Perekayasaan 1. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan: a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 2. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a. Dalam bentuk buku b. Dalam bentuk makalah 3. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 4. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan: a. dalam bentuk buku b. dalam bentuk makalah Tiap buku Tiap makalah Tiap naskah 7.0 3,5 2,5 2,5 3,0 7.0 3,5 2,5 2,5 3,0 7.0 3,5 2,5 2,5 3,0 7.0 3,5 2,5 2,5 3,0 Tiap buku Tiap naskah 8,0 4,0 8,0 4,0 8,0 4,0 8,0 4,0 Tiap buku Tiap makalah 8.0 4,0 8.0 4,0 8.0 4,0 8.0 4,0 TL TL TL SATUAN TL PELAKS. PELAKSA PENYEHASIL PEMULA LANJUT NA LIA AN

Tiap buku Tiap naskah

12.5 6,0

12.5 6,0

12.5 6,0

12.5 6,0

5. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa 6. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan Tiap ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan naskah perekayasaan dalam pertemuan ilmiah. B. Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Tiap kegiatan penelitian dan perekayasaan naskah C. Menerjemahkan / menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penelitian dan perekayasaan 1. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan a. dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 2. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a. dalam bentuk buku b. dalam bentuk makalah D. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna Dibidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan Tiap buku Tiap naskah

7,0 3,5

7,0 3,5

7,0 3,5

7,0 3,5

Tiap buku Tiap makalah Tiap karya

3,5 1,5 5,0

3,5 1,5 5,0

3,5 1,5 5,0

3,5 1,5 5,0

31

D. Kegiatan Penunjang Tabel 13. : Angka Kredit Unsur IV. Kegiatan Penunjang
III. PENGEMBANGAN PENUNJANG
A. Mengajar/melatih di bidang penelitian dan perekayasaan 1. Mengajar/melatih diklat 2. Membimbing siswa B. Mengikuti seminar / lokakarya 1. Pemrasaran 2. Moderator / pembahas / narasumber 3. Peserta C. Menjadi tim penilai jabatan Teknisi Litkayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa D. Menjadi anggota organisasi profesi 1. Tingkat nasional/internasional sebagai: a. Pengurus aktif b. Anggota aktif 2. Tingkat provinsi / Kabupaten / Kota sebagai: a. Pengurus aktif b. Anggota aktif E. Memperoleh penghargaan/tanda jasa 1. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun 2. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun 3. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun 4. Penghargaan Pemerintah atas prestasi di bidangnya F. Memperoleh gelar kesarjanaan lain 1. Sarjana (S1) 2. Diploma III 3. Diploma II
Setiap 2 jam Setiap kali

TL TL TL SATUA TL PELAKS. PELAKSA PENYEN HASIL PEMULA LANJUT NA LIA AN 0,04 0,04 3,0 2,0 1,0 0,04 0,04 3,0 2,0 1,0 0,04 0,04 3,0 2,0 1,0 0,04 0,04 3,0 2,0 1,0

Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap tahun

0,5

0,5

0,5

0,5

Per tahun Per tahun Per tahun Per tahun Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa

1,0 0,75 0,5 0,3 3,0 2,0 1,0 15,0 5,0 3,0 2,0

1,0 0,75 0,5 0,3 3,0 2,0 1,0 15,0 5,0 3,0 2,0

1,0 0,75 0,5 0,3 3,0 2,0 1,0 15,0 5,0 3,0 2,0

1,0 0,75 0,5 0,3 3,0 2,0 1,0 15,0 5,0 3,0 2,0

Ijazah Ijazah Ijazah

1. Mengajar / Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. Pejabat Teknisi Litkayasa juga ikut bertanggung jawab terhadap pengembangan kemampuan sumber daya manusia Indonesia, terutama di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan. Meskipun tugas mengajar / melatih / membimbing bukan merupakan tugas utama, namun kegiatan tersebut perlu dilakukan terutama oleh para Teknisi Litkayasa senior. Kegiatan ini dinilai dan mendapatkan angka kredit. Mengajar / melatih di SLTA atau diklat kedinasan, dinilai per jam pelajaran. Tiap 2 jam pelajaran, angka kreditnya = 0,04, pada saat pengajuan angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk mengeluarkannya. (Surat keterangan mengajar dari tempat mengajar) Membimbing mahasiswa / siswa SLTA dalam rangka praktek kerja di Unit Teknisi Litkayasa yang bersangkutan, dinilai dengan mendapatkan angka kredit 0,04 per kali pertemuan. Jumlah mahasiswa/siswa yang dibimbing tidak dinilai, pada saat pengajuan

32

angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah / jadwal kegiatan dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk mengeluarkannya. (1 hari untuk siswa yang sama dianggap 1 kali pertemuan). 2. Mengikuti Seminar / Lokakarya di Bidang Penelitian dan Perekayasaan. Seminar / lokakarya adalah berbagai jenis pertemuan ilmiah. Keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah yang dinilai hanya dalam pertemuan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan. Mengikuti rapat kerja atau pertemuan sejenisnya tidak dinilai. Penilaian hanya didasarkan pada bukti fisik berupa sertifikat. Surat keterangan menghadiri pertemuan ilmiah (bukan sertifikat), kecuali surat keterangan mengikuti pertemuan ilmiah di luar negeri (izin Sekretaris Kabinet), tidak dinilai. Tiap sertifikat mendapatkan satu nilai, sertifikat yang diperoleh akan dinilai dan diberikan angka kredit bila tahun pengajuan sama dengan tahun perolehan sertifikat tersebut, atau pada tahun berikutnya dengan menyertakan surat pernyataan yang menyatakan bahwa sertifikat tersebut belum pernah diajukan untuk diberikan penilaian angka kredit dan diketahui atasan langsung, kecuali pada saat untuk pengangkatan pertama. Untuk seminar/lokakarya yang dilaksanakan lebih dari satu hari, seorang Pejabat Fungsioanal Teknisi Litkayasa dimungkinkan mendapat lebih dari 1 (satu) sertifikat atas peran serta aktifnya di dalam seminar/lokakarya tersebut, seperti menjadi pemrasaran dan atau menjadi narasumber.
Contoh 16 : Dalam suatu seminar yang dilaksanakan lebih dari 1 hari, seorang pejabat Teknisi Litkayasa dimungkinkan berperan sebagai moderator, pemrasaran dan juga peserta Untuk tiap topik berbeda. Bagi Setiap kegiatan yang diikutinya maka diberi satu sertifikat sebagai kesertaannya dalam kegiatan tersebut. Dalam sertifikat yang diterimanya ditulis sebagai pemrasaran, moderator dan peserta. Bila dinilaikan sertifikat tersebut mendapatkan angka kredit 6, berasal dari pemrasaran 3, moderator 2 dan peserta 1.

3. Menjadi Anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa. Tidak ada perbedaan nilai antara anggota dan ketua tim penilai. Bukti penilaian berupa Surat Keputusan tentang pembentukan tim penilai. 4. Menjadi Anggota Organisasi Profesi. Seorang pejabat Teknisi Litkayasa dapat memperoleh angka kredit sebagai anggota organisasi profesi. Bukti penilaian berupa kartu anggota/surat keputusan dari organisasi profesi tersebut. 5. Memperoleh Piagam Kehormatan. Piagam kehormatan atau tanda jasa ada bermacam-macam. Piagam kehormatan / tanda-kehormatan / tanda jasa yang dapat dinilai

33

antara lain berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah RI, termasuk tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya (pengabdian sebagai PNS). berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah negara lain (khusus yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah saja). tanda kehormatan / tanda-jasa dari organisasi ilmiah, dan gelar akademis (doktor honoris causa). Angka kredit yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut: - Satyalencana Karya Satya 30 tahun, angka kreditnya sebesar 3. - Satyalencana Karya Satya 20 tahun, angka kreditnya sebesar 2. - Satyalencana Karya Satya 10 tahun, angka kreditnya sebesar 1. - Penghargaan atas prestasi, yang berkaitan dengan karya penelitian / rancang-bangun / perekayasaan maksimal angka kreditnya sebesar 15 ( Penentuan angka kredit penghargaan atas prestasi tersebut dapat ditetapkan oleh tim penilai ). 6. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain. Pejabat Teknisi Litkayasa boleh saja mendapatkan gelar kesarjanaan di bidang ilmu lain yang tidak sama atau sesuai dengan bidang tugasnya, dan gelar kesarjanaan itu dapat dinilai sebagai unsur penunjang. IImu pengetahuan yang diperoleh dapat meningkatkan wawasan Teknisi Litkayasa yang bersangkutan, sehingga diharapkan dapat rnenunjang pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan perekayasaan.
Contoh 17 : Seorang Pejabat Teknisi pada Departemen pertanian mempunyai latar pendidikan D III, jurusan Teknologi Pertanian pada saat akan mengajukan menjadi pejabat teknisi litkayasa atau setelah diangkat yang bersangkutan sekolah pada tingkat yang setara dan mendapat Ijazah D III jurusan Teknik Informatika, maka Ijazah D III Teknologi pertanian akan mendapat angka kredit = 60(I.A.1), sedang untuk ijazah D III Teknik Informatika mendapat angka kredit = 3 (IV.F.2) E.

Rincian Kegiatan, Satuan Hasil ( Bukti Kegiatan ) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakannya Tabel 14. : Rincian Kegiatan, Satuan Hasil (bukti kegiatan) dan Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang Melaksanakan.

NO

BUTIR KEGIATAN

SATUAN HASIL

TL. TL. TL. TL. PELAKS. PENYE PELAKSA LANJUT PEMULA LIA NA AN

I. PENDIDIKAN A. Pendidikan sekolah dan memperoleh Gelar/Ijazah 1. Diploma III 2. Diploma II 3. Sekolah Menengah Tingkat Atas / Diploma I B. Pendidikan dan Pelatihan di bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) 1. Lamanya lebih dari 960 jam 2. Lamanya antara 641 – 960 jam 3. Lamanya antara 481 – 640 jam 4. Lamanya antara 161 – 480 jam Ijazah Ijazah Ijazah 60 40 25 60 40 25 60 40 25 60 40 25

STTPP STTPP STTPP STTPP

15 9 6 3

15 9 6 3

15 9 6 3

15 9 6 3

34

NO

BUTIR KEGIATAN 5. Lamanya antara 81 – 160 jam 6. Lamanya antara 30 – 80 jam

SATUAN HASIL STTPP STTPP

TL. TL. TL. PELAKS. TL. PENYE PELAKSA PEMULA LANJUT LIA NA AN 2 1 2 1 2 1 2 1

II. PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN A. Pelaksanaan Kegiatan Percobaan 1. Menyusun rencana percobaan 2. Menyusun kebutuhan percobaan 3. Menyiapkan kebutuhan percobaan 4. Melakukan pengamatan / pengukuran obyek percobaan 5. Mengolah data percobaan 6. Menganalisa hasil percobaan B. Pelaksanaan Kegiatan Survei 1. Menyusun kebutuhan survei 2. Mengumpulkan data 3. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data survei 4. Menganalisa hasil survei C. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun/ Perekayasaan 1. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 2. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem / model / prototip 3. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 4. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian pembuatan proses / sistem / model / prototip 5. Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip 6. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan perekayasaan D. Pelaksanaan Jasa Teknis 1. Mengambil dan memproses contoh 2. Melakukan pengukuran / analisa 3. Menguji bahan unjuk kerja alat 4. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah E. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas 1. Memelihara alat dan fasilitas 2. Memperbaiki alat dan fasilitas 3. Melakukan penyetelan dan kalibrasialat 4. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas 5. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas F. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan 1. Membuat bahan audio visual 2. Membuat alat peraga dan maket 3. Menyiapkan bahan penyuluhan brosur, leaflet, cooklet 4. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian dan Perekayasaan 5. Memandu kegiatan promosi Iptek G. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan 1. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian 2. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil perekayasaan 3. Membuat gambar, diagram dan peta 4. Melakukan pemrosesan laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0,71 0,14 0,09 0,05 0,06 0,12 0,25 0,34 0,07 0,04 0,06 0,17 0,66 Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan 0,23 0,05 0,06 0,13 0,07 0,12 0,31 0,04 0,05 0,09 0,13 0,39 0,06 0,06 0,07 0,11 0,09 0,47 0,10 0,05 0,13 0,14 0,05 0,66 0,05 0,06 0,06 0,17 0,88 0,18 0,11 0,05 0,08 0,15 0,31 0,42 0,09 0,04 0,08 0,21 0,79 0,28 0,05 0,07 0,16 0,08 0,15 0,37 0,04 0,06 0,11 0,16 0,46 0,06 0,07 0,09 0,13 0,11 0,55 0,12 0,06 0,13 0,18 0,06 0,81 0,05 0,06 0,08 0,22 1,03 0,22 0,14 0,05 0,08 0,15 0,39 0,49 0,11 0,04 0,08 0,26 0,96 0,35 0,05 0,07 0,20 0,11 0,18 0,44 0,04 0,06 0,14 0,20 0,55 0,06 0,07 0,11 0,17 0,14 0,64 0,15 0,06 0,13 0,24 0,06 0,96 0,05 0,06 0,08 0,27 1,17 0,28 0,14 0,05 0,08 0,15 0,48 0,56 0,11 0,04 0,08 0,33 1,43 0,44 0,05 0,07 0,20 0,11 0,23 0,49 0,04 0,06 0,14 0,25 0,62 0,06 0,07 0,11 0,21 0,17 0,70 0,15 0,06 0,13 0,30 0,06 1,08 0,05 0,06 0,08 0,27

35

NO

BUTIR KEGIATAN 5. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk Perekayasaan 6. Melakukan supervisi proses hasil penelitian / perekayasaan

SATUAN HASIL Laporan Laporan

TL. TL. TL. PELAKS. TL. PENYE PELAKSA PEMULA LANJUT LIA NA AN 0,16 0,16 0,20 0,20 0,25 0,25 0,31 0,31

III. PENGEMBANGAN PROFESI A. Membuat Karya Tulis/ Karya Ilmiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan: a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara Nasional b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan: a. Dalam bentuk buku b. Dalam bentuk makalah 3. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan: a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 4. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan: a. Dalam bentuk buku b. Dalam bentuk makalah 5. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa 6. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah B. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan C. Menerjemahkan / Menyadur Buku dan Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan a. Dalam bentuk buku b. Dalam bentuk makalah D. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna di Bidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan Tiap buku Tiap makalah Tiap naskah Tiap naskah Tiap naskah 7,0 3,5 2,5 7,0 3,5 2,5 7,0 3,5 2,5 7,0 3,5 2,5 Tiap buku Tiap makalah 8,0 4,0 8,0 4,0 8,0 4,0 8,0 4,0 Tiap buku Tiap makalah 12,5 6,0 12,5 6,0 12,5 6,0 12,5 6,0

Tiap buku Tiap naskah

8,0 4,0

8,0 4,0

8,0 4,0

8,0 4,0

2,5 3,0

2,5 3,0

2,5 3,0

2,5 3,0

Tiap buku Tiap naskah

7,0 3,5

7,0 3,5

7,0 3,5

7,0 3,5

Tiap buku Tiap makalah Tiap karya

3,5 1,5 5,0

3,5 1,5 5,0

3,5 1,5 5,0

3,5 1,5 5,0

36

NO

BUTIR KEGIATAN

TL. TL. TL. PELAKS. SATUAN TL. PENYE PELAKSA HASIL PEMULA LANJUT LIA NA AN

IV. KEGIATAN PENUNJANG A. Mengajar/ Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan 1. Mengajar/ melatih diklat 2. Membimbing siswa B. Mengikuti Seminar / Lokakarya 1. Pemrasaran 2. Moderator / pembahas / narasumber 3. Peserta C. Menjadi Tim Penilai Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsiona Teknisi Litkayasa D. Menjadi Anggota Organisasi Profesi 1. Tingkat Nasional/ Internasional sebagai: a. Pengurus aktif b. Anggota aktif 2. Tingkat Provinsi / Kabupaten / Kota sebagai: a. Pengurus aktif b. Anggota aktif E. Memperoleh Penghargaan / Tanda Jasa 1. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun 2. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun 3. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun 4. Penghargaan Pemerintah atas prestasi dibidangnya *) F. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain 1. Sarjana (S1) 2. Diploma III 3. Diploma II Per tahun Per tahun Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Tanda jasa Ijazah Ijazah Ijazah 0,5 0,3 3,0 2,0 1,0 15,0 5,0 3,0 2,0 0,5 0,3 3,0 2,0 1,0 15,0 5,0 3,0 2,0 0,5 0,3 3,0 2,0 1,0 15,0 5,0 3,0 2,0 0,5 0,3 3,0 2,0 1,0 15,0 5,0 3,0 2,0 Per tahun Per tahun 1,0 0,75 1,0 0,75 1,0 0,75 1,0 0,75 Setiap 2 jam Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0,04 0,04 3,0 2,0 1,0 0,04 0,04 3,0 2,0 1,0 0,04 0,04 3,0 2,0 1,0 0,04 0,04 3,0 2,0 1,0

Setiap tahun

0,5

0,5

0,5

0,5

Keterangan : *) Lihat Unsur-unsur penilaian penunjang butir 5.

37

BAB IV PEMBINAAN KARIER JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA
Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (JFTL) adalah salah satu jabatan dari jabatan fungsional tertentu yang saat ini ada dan dikelola secara nasional. Jabatan ini merupakan jabatan karier bagi PNS dengan ijazah serendah-rendahnya SLTA/Diploma I, yang memungkinkan PNS pemangku jabatan Teknisi Litkayasa meniti karier hingga pangkat/Gol Ruang Penata Tk I – III/d, sesuai dengan jabatan yang dipangkunya berdasarkan angka kredit yang dimiliki. Oleh karenanya pembinaan dan pengembangan karier bagi Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa perlu mendapat perhatian yang khusus dan seksama tidak saja dari BPPT sebagai Instansi Pembina Jabatan akan tetapi juga dari seluruh pihak yang terkait : pejabat pengelola yang menangani Administrasi Jabatan Teknisi Litkayasa pada Instansi pengguna jabatan; Tim penilai Jabatan; Atasan Langsung / pimpinan unit dimana pemangku jabatan itu berada dan Pemangku jabatan itu sendiri. Pembinaan karier jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa meliputi : - Pengangkatan pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa - Penempatan Teknisi Litkayasa - Kenaikan jabatan dan pangkat Teknisi Litkayasa - Pembebasan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasa - Pengangkatan kembali dalam jabatan Teknisi Litkayasa - Pemberhentian dari jabatan Teknisi Litkayasa - Perpindahan jabatan dari Teknisi Litkayasa ke fungsional lain - Pedoman pembinaan karier jabatan Teknisi Litkayasa A. Pengangkatan Pertama 1. Pengangkatan Pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat berikut: a. Ada formasi untuk jabatan tersebut pada instansi yang bersangkutan. b. Berijazah minimal Sekolah Menengah Tingkat Atas termasuk Diploma I (DI) sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan. Jika tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja, harus dilampirkan surat penugasan (form lampiran 1) dari kepala unit kerja yang bersangkutan. c. Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda, golongan ruang II/a. d. Telah bekerja dalam bidang pelayanan penelitian atau perekayasaan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dengan melampirkan surat keterangan (form lampiran 4) yang menerangkan sejak kapan yang bersangkutan bekerja dalam bidang penelitian dan perekayasaan. 38

e.

f. g. h. i. j. k. l.

Sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penentuan jabatan Teknisi Litkayasa digunakan jumlah Angka Kredit yang berasal dari unsur utama. Semua unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik. Telah mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional Teknisi Litkayasa dan mendapat STTPP. Mengajukan surat permohonan untuk diangkat sebagai Teknisi Litkayasa ( form lampiran 5). Data Usul Penetapan Angka Kredit ( DUPAK ). Surat Pernyataan melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan. Surat pengusulan pengangkatan dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dari Unit Kerja kepada Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ( form lampiran 6 ).

2. Pengangkatan PNS dari jabatan lain ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diatur sebagaimana pengangkatan pertama jabatan fungsional Teknisi Litkayasa, serta dilengkapi Surat Pemberhentian dari Jabatan struktural/Fungsional lain sebelumnya. 3. Calon Teknisi Litkayasa yang diangkat ke dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa, pangkat / golongan ruang ditetapkan sama dengan pangkat / golongan ruang yang dimiliki, sedangkan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa ditetapkan berdasarkan Angka Kredit hasil penilaian yang tertuang dalam Surat Keputusan Penetapan Angka Kredit yang bersangkutan. Contoh 18 : Penentuan angka kredit untuk pengangkatan pertama. 1) Saudara Zaenal pendidikan terakhir adalah Diploma III, bekerja di salah satu unit kerja di departemen yang tupoksinya adalah di bidang penelitian dan perekayasaan terhitung mulai 1 April 2003, sebagai Calon PNS. Pada tanggal 1 April 2004 yang bersangkutan diangkat sebagai PNS dengan pangkat Pengatur golongan ruang II/c. Untuk dapat diangkat pertama kali sebagai pejabat Teknisi Litkayasa yang bersangkutan harus memenuhi masa kerja dua tahun (paling cepat pada 1 April 2005), mempunyai angka kredit dari unsur utama minimal 60. DP3 untuk 2004 semua unsur minimal bernilai baik. (karena yang bersangkutan berijazah DIII, maka angka kredit yang bersangkutan cukup dari ijazah saja, yaitu 60). 2) Saudara Pande pendidikan terakhir SMA, adalah Calon PNS terhitung mulai tanggal1 April 1998. Pada 6 (enam) tahun pertama (1 April 1998 sampai dengan 1 April 2004) ditempatkan di bidang administrasi, dan sejak 1 April 2004 dipindahkan ke unit dengan tupoksi di bidang penelitian dan perekayasaan. Pangkat terakhir Sdr. Pande adalah Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b , umur 32 tahun. Untuk dapat diangkat pertama kali ke dalam

39

jabatan Teknisi Litkayasa, maka ia harus menunggu 2 tahun lagi meskipun angka kreditnya dihitung sejak 1 April 2004 dari unsur utama. Sebelum dapat dilaksanakan diklat fungsional, yang bersangkutan harus mendapat surat pernyataan dari pemimpin unit kerjanya bahwa yang bersangkutan mempunyai kompetensi untuk melaksanakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan sesuai tupoksi unit kerja tersebut, yang bersangkutan baru dapat diangkat paling cepat pada 1 April 2006 dengan golongan tetap II/b dan jabatan tergantung pada jumlah angka kredit yang diperoleh. B. Penempatan Teknisi Litkayasa Pejabat Teknisi Litkayasa selain di unit penelitian dan pengembangan, dapat ditempatkan di unit kerja lain yang melaksanakan kegiatan penelitian dan perekayasaan pada Departemen; Kementerian; Lembaga Pemerintah Non Departemen; Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota. C. Kenaikan Jabatan dan Pangkat 1. Kenaikan jenjang jabatan bagi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang kurangnya bernilai baik. b. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. c. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. 2. Kenaikan pangkat Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 2 (dua) tahun terakhir sekurangkurangnya bernilai baik. b. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. c. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. 3. Angka kredit sebagaimana disebut dalam butir 1 dan 2 di atas sekurang-kurangnya 80 persen berasal dari unsur utama dan sebanyak-banyaknya 20 persen dari unsur penunjang. 4. PNS yang diangkat dalam Jabatan Teknisi Litkayasa, dan telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi pada tahun pertama dalam masa jabatan yang didudukinya, pada tahun berikutnya, yang bersangkutan tetap diharuskan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangya 20% dari jumlah selisih angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. Angka kredit ini berasal dari unsur utama yaitu kegiatan pelayanan penelitian / rancang-bangun / perekayasaan dan / atau pengembangan profesi.
Contoh 19 : Seorang Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b dengan angka kredit 40 pada tahun 2001.

40

Setelah tiga tahun per 1 April 2004 berhasil mengumpulkan angka kredit sampai 85 yang memenuhi syarat sebagai Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Tk I, Golongan II/d. Untuk itu TMT 1 April 2004 pangkatnya dinaikkan menjadi Pengatur, Golongan Ruang II/c, sedangkan untuk kenaikkan berikutnya menjadi Pengatur Tk. I, Golongan Ruang II/d TMT 1 April 2006 baru akan diproses, apabila Teknisi Litkayasa tersebut dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 % dari 20. Angka kredit 20 berasal dari selisih angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkayasa Pelaksana, Pengatur Tingkat I, Golongan Ruang II/d (80) dengan angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkaysa Pelaksana , Pengatur, Golongan Ruang II/c (60).

5. Untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, Pejabat Teknisi Litkayasa harus telah dua tahun menduduki pangkat terakhir. Oleh karena itu, pengajuan penilaian angka kredit dapat dilakukan paling cepat dua tahun setelah pangkat terakhir, kecuali untuk pejabat Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang IIl/d diwajibkan setiap tahun sejak menduduki jabatan / pangkat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari Unsur Utama. D. Pembebasan Sementara Pembebasan sementara adalah pembebasan PNS dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa selama jangka waktu tertentu. Pembebasan sementara berarti yang bersangkutan kehilangan hak atas tunjangan, namun angka kredit terakhir yang dimilikinya tetap berlaku. 1. Pejabat Teknisi Litkayasa dapat dibebaskan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasanya apabila : a. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula , Golongan Ruang II/a sampai Teknisi Litkayasa Penyelia, Golongan Ruang III/c. b. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh), bagi Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d dari pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan dan atau Pengembangan Profesi. 2. Teknisi Litkayasa juga dapat dibebaskan sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa oleh sebab lainnya yaitu apabila: a. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. b. Diberhentikan sementara sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. c. Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Teknisi Litkayasa sehingga tidak dapat lagi melaksanakan tugas pokoknya, karena Pejabat 41

fungsional Teknisi Litkayasa tidak diperbolehkan merangkap jabatan. d. Cuti di luar tanggungan negara, kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya. e. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan, Selama pembebasan sementara tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan, yang bersangkutan dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat regulernya, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1980 pasal 7 sebagai berikut: - Pangkat belum mencapai pangkat tertinggi/puncak. - Telah 4 (empat) tahun dalam pangkat yang dimilikinya. - Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. 3. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara adalah pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa. 4. SK Pembebasan Sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa berlaku terhitung mulai: a Tanggal berlakunya hukuman disiplin. b. Tanggal berlakunya SK Pemberhentian Sementara sebagai PNS (sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966). c. Tanggal pelantikan dalam jabatan lain. d. Tanggal berlakunya cuti di luar tanggungan negara. e. Bulan ke tujuh sejak tanggal penugasan belajar untuk penugasan belajar lebih dari 6 bulan. 5. Pejabat unit kepegawaian pada instansinya, memberitahukan secara tertulis kepada Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a), sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d) yang diperkirakan tidak akan memperoleh jumlah angka kredit yang dipersyaratkan, selambat-Iambatnya : a. Satu tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a) sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang III/c). b. Enam bulan sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d). 6. Teknisi Litkayasa yang dibebaskan sementara kecuali: yang dijatuhi hukuman disiplin, diberhentikan sementara dari PNS, dan cuti di luar tanggungan negara dapat tetap melaksanakan kegiatan bidang penelitian dan perekayasaan, dan kegiatan tersebut dapat dinilai untuk diberikan angka kredit, walaupun tunjangan fungsionalnya tidak dibayarkan. E. Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1. Pengangkatan kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa setelah menjalani Pembebasan Sementara dapat dipertimbangkan apabila: a. Telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan dalam jangka 42

b. c. d. e. f.

waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. Telah selesai menjalankan hukuman disiplin tingkat sedang dan berat. Dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan oleh pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. Telah selesai menjalani tugas di luar jabatan Teknisi Litkayasa. Telah diangkat kembali pada instansi semula setelah cuti di luar tanggungan negara. Telah selesai tugas belajar lebih dari 6 bulan.

2. Jenjang jabatan bagi PNS yang diangkat kembali ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang pernah dimiliki dan angka kredit baru yang diperoleh selama Teknisi Litkayasa yang bersangkutan dibebaskan sementara. 3. Bagi Teknisi Litkayasa yang dijatuhi hukuman disiplin ringan dan sedang, angka kredit baru yang diperoleh selama yang bersangkutan dibebaskan sementara, tidak dapat diikutsertakan dalam perhitungan penetapan angka kredit.
Contoh 20 : Saudara Yudhi pendidikan terakhir Diploma III, pangkat Penata, golongan ruang III/c dan menjabat sebagai Teknisi Litkayasa Penyelia, terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2001 dengan angka kredit 210. Yang bersangkutan sejak 1 Desember 2001 dibebaskan sementara dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Karena diangkat sebagai pejabat struktural yaitu Kepala Sub Bidang. Tanggal 1 Oktober 2005 yang bersangkutan naik pangkat menjadi Penata Tingkat I, golongan ruang III/d. Pada tanggal 1 Desember 2005 yang bersangkutan tidak lagi memangku jabatan struktural dan kembali menekuni profesi sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. Untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan, setelah kembali menjadi fungsional Teknisi Litkayasa, maka yang bersangkutan mengajukan Data Usul Penilaian Angka Kredit (DUPAK) dengan masa penilaian 1 Okotber 2001 sampai dengan 30 September 2005. Angka kredit yang diusulkan sebesar 100 yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan utama 80 dan kegiatan penunjang sebesar 20. Angka kredit tersebut sebagian diperoleh selama yang bersangkutan menduduki jabatan struktural. Penetapan Angka Kredit (PAK) yang bersangkutan disetujui sebesar 310 (210 lama + 100 baru). Sdr. Yudhi diangkat kembali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Penyelia, golongan ruang III/d, bila yang bersangkutan belum mencapai batas usia pensiun (56 tahun).

F. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Pemberhentian dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa tidak berarti pemberhentian sebagai PNS, kecuali yang bersangkutan memang berhenti atau diberhentikan sebagai PNS. 1. Teknisi Litkayasa akan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya apabila yang bersangkutan: a. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara bagi Teknisi Litkayasa Pemula, golongan ruang II/a sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d, tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan. b. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap berupa pemberhentian sebagai PNS, berdasarkan Peraturan Pemerintah NO. 30 Tahun 1980. 43

c. Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan yang tetap. d. Berhenti dari PNS karena permintaan sendiri, atau pensiun. e. Mengajukan permohonan berhenti sebagai Teknisi Litkayasa. 2. Teknisi Litkayasa yang diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa tidak dapat diangkat kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. 3. Teknisi Litkayasa yang telah diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dapat dinaikkan pangkatnya secara reguler, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. G. Perpindahan Jabatan Teknisi Litkayasa yang melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah sarjana (S1)/Diploma IV (D4) dan telah disesuaikan pada instansi yang bersangkutan sehingga mempunyai pangkat/golongan ruang minimal Penata Muda III/a, dapat beralih kejabatan fungsional keahlian yang tersedia pada instansi yang bersangkutan. Ketentuan alih jabatan ke fungsional keahlian sebagai berikut : 1. Berhenti dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa 2. Mengajukan permohonan menjadi pemangku jabatan fungsional keahlian yang dituju. 3. Ada formasi untuk jabatan tersebut. 4. Lulus pendidikan dan pelatihan untuk jabatan tersebut. 5. Usia maksimal 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun. 6. Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 7. Telah bekerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sesuai dengan tupoksi untuk jabatan itu. H. Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Sebagai instansi pembina, BPPT mempunyai tugas sebagai berikut : Menyusun pedoman formasi Teknisi Litkayasa. Menyusun standar kompetensi Jabatan Teknisi Litkayasa. Mengusulkan tunjangan jabatan Teknisi Litkayasa. Menyusun kurikulum diklat Teknisi Litkayasa. Menyelenggarakan diklat fungsional dan diklat teknis bagi Teknisi Litkayasa. Membangun dan mengembangkan sistem informasi jabatan Teknisi Litkayasa. Memfasilitasi pelaksanaan jabatan Teknisi Litkayasa. Memfasilitasi pembentukan organisasi profesi bagi Pejabat Teknisi Litkayasa. Memfasilitasi penyusunan kode etik jabatan Teknisi Litkayasa. Melakukan monitoring dan evaluasi jabatan Teknisi Litkayasa.

44

BAB V DATA USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA
A. Angka Kredit 1. Pengertian Angka Kredit Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dan jabatan Teknisi Litkayasa. Dari batasan tersebut terlihat bahwa angka kredit merupakan faktor penentu status jabatan dan kepangkatan Teknisi Litkayasa. Kenaikan jabatan /pangkat dapat dipercepat, tepat waktu, diperlambat atau bahkan dibebaskan sampai diberhentikan dari jabatan, tergantung pada kemampuan Teknisi Litkayasa dalam mengumpulkan angka kredit. Angka Kredit diperlukan untuk: - PNS yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa, yaitu untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa. - Teknisi Litkayasa Pemula sampai Teknisi Litkayasa Penyelia yang akan naik pangkat jabatan atau mempertahankan (maintenance) jabatan. Angka kredit diperoleh berdasarkan hasil penilaian atas prestasi dari pelaksanaan setiap butir rincian kegiatan sebagaimana disebutkan pada Lampiran I Keputusan Menpan No. 23/KEP/M.PAN/2/2003 dan peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005. Oleh karena itu setiap Teknisi Litkayasa perlu memahami benar dalam melaksanakan kegiatan agar selalu sesuai dengan rincian butir kegiatan dalam Lampiran tersebut, sehingga setiap prestasi yang dicapai atas pelaksanaan kegiatannya dapat memperoleh angka kredit. 2. Penghitungan Angka Kredit. Untuk menghindari kerugian para Teknisi Litkayasa dalam pengumpulan angka kredit, karena data hasil kegiatan yang hilang, atau bukti pelaksanaan kegiatan yang hilang, dan untuk menjamin kesesuaian dengan periode kenaikan pangkat (bulan April dan Oktober), maka para Teknisi Litkayasa seyogyanya setiap semester mengisi formulir DUPAK (Data Usul Penetapan Angka Kredit) sebagaimana tertulis dalam Lampiran I peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 beserta Surat-Surat Pernyataan dan disertai bukti45

buktinya. Pengisian DUPAK setiap semester akan bermanfaat bagi Teknisi Litkayasa antara lain : mengetahui saat kenaikan jabatan/pangkat dan saat harus mengumpulkan angka kredit agar tidak terkena pembebasan sementara dari jabatannya. Penilaian dan penetapan angka kredit Teknisi Litkayasa dilakukan setiap bulan Januari dan Juli. Pengisian DUPAK hendaknya dilakukan paling lambat bulan Desember untuk masa penilaian Januari dan bulan Juni untuk masa penilaian Juli. Bukti pelaksanaan kegiatan sebelum/di luar masa penilaian yang karena satu dan lain hal tidak diajukan pada masa penilaian sebelumnya, kegiatan tersebut tidak dapat dinilai dalam pengajukan DUPAK berikutnya.
Contoh 21 : Diajukan DUPAK dengan Masa Penilaian: 01 Januari 2005 sampai dengan 30 Juni 2005. Dalam DUPAK tersebut diisikan kegiatan mengikuti seminar penelitian/rancang-bangun/Perekayaan yang diselenggarakan pada bulan Maret 2004. Bukti dari kegiatan tersebut (sertifikat) tidak mendapatkan angka kredit.

3.

Masa Penilaian Angka Kredit. a. Seorang dengan ijazah SLTA/Diploma I/II/III yang masuk pertama kali di unit penelitian dan perekayasaan, baru dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah yang bersangkutan menjadi PNS, tetapi masa penilaian angka kredit yang bersangkutan dihitung sejak diangkat sebagai CPNS. b. PNS pindahan dari unit di luar penelitian dan perekayasaan, baru dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah dua tahun bekerja di unit penelitian/perekayasaan dan memenuhi ketentuanketentuan lain yang disyaratkan. Masa penilaian angka kredit dihitung sejak yang bersangkutan bekerja di bidang penelitian/perekayasaan. c. Untuk kenaikan jabatan/pangkat Teknisi Litkayasa, masa penilaian angka kredit didasarkan pada masa penilaian angka kredit PAK terakhir.

B. Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. Pengertian DUPAK DUPAK, sebagaimana dicontohkan dalam Lampiran I Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya, harus diisi oleh Tim Penilai atas hasil penelitian prestasi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa. Kegiatan tersebut adalah mengikuti pendidikan, melaksanakan pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan (Lampiran II peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 Nomor : 19A Tahun 2005),

46

melaksanakan pengembangan profesi (Lampiran III peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005), dan melaksanakan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa (Lampiran IV Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005). Teknisi Litkayasa sebaiknya membuat DUPAK yang berisi hasil penilaian sendiri atas prestasi kerja yang dilakukan, kemudian Dupak tersebut dapat diajukan ke Tim Penilai untuk dinilai. Hasil penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk pembuatan PAK oleh Pejabat yang berwenang. 2. Cara Pengisian DUPAK a. Pengisian DUPAK oleh Teknisi Litkayasa: - Mengumpulkan ijazah dan atau STTPP yang diperoleh selama masa penilaian. - Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan, dilengkapi dengan bukti-buktinya. - Mengisi formulir Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi, dilengkapi dengan bukti-buktinya. - Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitianl Perekayasaan, dilengkapi dengan bukti-buktinya. - Menilai sendiri hasil kegiatan/bukti pada Surat-surat Pernyataan tersebut dan mengisikan hasil penilaian ke formulir DUPAK. - Mengesahkan/meminta tandatangan ketiga Surat Pernyataan tersebut kepada Kepala Unit Kerja. - Hasil penilaian semua butir kegiatan dihimpun di dalam satu DUPAK. Berkas semua Surat Pernyataan tersebut dilampirkan pada DUPAK sebagai bukti untuk diajukan ke Tim Penilai. b. Pengisian DUPAK oleh Tim Penilai : - Nomor diisi sesuai kode penomoran Unit yang bersangkutan. - Masa penilaian diisi sesuai usulan dalam DUPAK dengan memperhatikan masa penilaian dalam PAK terakhir. - Keterangan perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai. - Unsur yang dinilai, diisi hasil penilaian terhadap DUPAK dan bukti yang disampaikan, kemudian diisikan pada kolom Tim Penilai. - Butir III, Lampiran usul/bahan yang dinilai, diisi misalnya: (1) Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan. (2) Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi. (3) Dst. - Butir IV dan V akan diisi oleh Ketua dan anggota Tim Penilai yang berhak menilai. c. Cara Pengajuan DUPAK - Teknisi Litkayasa menyusun DUPAK beserta Surat-surat

47

-

-

Pernyataan dan bukti-buktinya, kemudian mengajukannya kepada atasan langsung. Kepala Unit Kerja mengesahkan semua Surat Pernyataan dan bukti-bukti yang disertakan. DUPAK diajukan kepada Pejabat berwenang yang kemudian menyerahkan kepada Tim Penilai untuk dinilai. Hasil Penilaian diisikan pada DUPAK sebagaimana diuraikan pada butir b 2) di atas. Hasil Penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk menerbitkan PAK DUPAK sebagaimana tersebut dalam lampiran Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Teknisi Litkayasa ditandatangani oleh Kepala unit kerja, lalu diberi pengantar untuk dikirimkan kepada Pejabat yang berwenang u.p. Tim Penilai disertai ketiga Surat Pernyataan dan semua bukti yang terkait.

d. Pejabat yang Berhak Mengajukan DUPAK Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Kepala Unit Kerja bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang adalah pejabat eselon III yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/Perekayasaan di luar Badan Litbang, adalah pejabat eselon III bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Provinsi/Kabupaten/Kota adalah Pejabat eselon III yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Kepala Balitbangda atau Pejabat eselon II bagi Teknisi Litkayasa Penyelia.

-

-

-

3. Lampiran-Iampiran DUPAK DUPAK yang telah diisi dengan bobot angka kredit dari masingmasing butir kegiatan yang dikerjakan seorang pejabat fungsional Teknisi Litkayasa, harus dilengkapi dengan lampiran-Iampiran sebagai berikut: Surat penugasan melaksanakan butir-butir kegiatan. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitian/Perekayasaan

48

-

-

-

sebagaimana dimaksud pada Lampiran II, III, IV Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor :160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Lampiran DUPAK. Bukti Fisik Hasil Kegiatan Surat pernyataan melakukan kegiatan pada butir diatas, juga harus disertai dengan bukti fisik hasil kegiatan yang dilakukan, ijazah / sertifikat, karya tulis/karya ilmiah dan bukti fisik lain yang dinyatakan dalam Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M.PAN/2/2003 (fotokopi yang dilegalisasi). Salinan DP3 1 (satu) tahun terakhir. Salinan sah Keputusan Pengangkatan menjadi PNS (khusus untuk pengangkatan pertama). Salinan sah Keputusan Pengangkatan pertama kali dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (khusus untuk kenaikan pangkat pertama kali dalam Jabatan fungsienal Teknisi Litkayasa). Salinan sah Keputusan Kenaikan Pangkat terakhir. Salinan sah Keputusan Kenaikan Jabatan terakhir. Salinan PAK terakhir. Serfikat ijazah terakhir yang dilegalisasi (khusus untuk pengangkatan pertama kali atau bagi yang diangkat kembali setelah tugas belajar).

C. Penetapan Angka Kredit (PAK) 1. Pengertian PAK PAK adalah formulir yang memuat status angka kredit bagi pejabat Teknisi Litkayasa untuk dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan kenaikan jabatan/pangkatnya. Terhadap keputusan PAK yang telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, Teknisi Litkayasa yang bersangkutan tidak dapat mengajukan keberatan. 2. Cara Pengisian PAK Nomor diisi sesuai Kode Penomoran PAK di Pusat / lnstansi Penilai. Instansi diisi Nama Unit Kerja/Pusat Pengusul. Masa Penilaian diisi sesuai masa penilaian yang ada pada DUPAK. Keterangan Perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai. PAK kolom LAMA diisi sesuai Nilai PAK terakhir. PAK kolom BARU diisi sesuai Hasil Penilaian DUPAK. PAK kolom JUMLAH diisi hasil penjumlahan nilai dalam kolom LAMA dan kolom BARU. Butir III hanya diisi jika Pejabat Teknisi Litkayasa yang dinilai telah memenuhi syarat untuk kenaikan jabatan/pangkat yang lebih tinggi. Apabila tidak memenuhi syarat maka diisi belum dapat dipertimbangkan untuk dinaikkan dalam jabatan pangkat yang lebih tinggi yang dituangkan dalam PAK Sementara.

3. Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Pejabat eselon II 49

-

bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan, dan Pejabat Eselon I untuk Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang serendahrendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/ Perekayasaan di luar Badan Litbang serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II, bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang mempunyai Balitbangda adalah Kepala Balitbangda bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang tidak mempunyai Balitbangda serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasa bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.

-

-

-

50

PEJABAT VI BAB TEKNISI LITKAYASA

PAK

KONSEP DUPAK (KD-1)

KEPALA UNIT KERJA

PAK TL. PEMULA s/d TL PENYELIA

KONSEP DUPAK
(+ BUKTI YANG SUDAH DITANDATANGANI)

(KD-2)

KD-1 PEJABAT ESELON - NYA D-1/ K-PAK (KONSEP PAK)

TIM PENILAI

GAMBAR 2 : Alur dari KONSEP DUPAK sampai PAK

51

BAB VI TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA
A. Tim Penilai Teknisi Litkayasa 1. Tim Penilai a. Kedudukan Tim Penilai adalah Tim Penilai yang dibentuk, ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang menetapkan PAK bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. b. Tugas Tim Penilai bertugas menilai prestasi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. c. Fungsi Tim Penilai berfungsi sebagai : - Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK. - Pemeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK. - Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia. - Pembina Pejabat Teknisi Litkayasa dalam hal pengembangan karir fungsionalnya. - Pengelola data base pejabat Teknisi Litkayasa di instansinya. d. Susunan Tim Penilai adalah sebagai berikut: - Seorang Ketua merangkap anggota. - Seorang Wakil Ketua merangkap anggota. - Seorang Sekretaris merangkap anggota. - Sekurang-kurangnya 4(empat) orang anggota. e. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai : - Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Teknisi Litkayasa yang dinilai. - Serendah-rendahnya pejabat Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan, Pangkat Penata Muda Tingkat I/ golongan ruang III/b . - Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. - Dapat aktif melakukan penilaian. - Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota Tim Penilai, dengan sepengetahuan atasan langsung. - Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Teknisi Litkayasa, maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Teknisi Litkayasa. - Sekretaris Tim Penilai dapat merangkap sebagai Anggota Tim apabila yang bersangkutan seorang Teknisi Litkayasa atau dinyatakan mempunyai kompetensi untuk menilai oleh Pejabat yang mengangkat. 52

f. Masa Kerja Tim Penilai - Tiga tahun, dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. - Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut, dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. g. Pada Unit Kerja Eselon II, III dan IV dapat dibentuk Tim Penilai, bila berada dalam lokasi yang jauh/terpencil dari Unit Kerja Eselon I/II. Tim Penilai ini bertugas menyiapkan DUPAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia 2. Tim Penilai Teknis Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis. Anggota Tim Penilai Teknis terdiri dari para ahli, PNS atau bukan PNS, dengan kemampuan teknis yang diperlukan. Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai tentang penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. B. Tata Kerja Tim Penilai 1. Sekretariat Tim Penilai bertugas membantu Tim Penilai dalam hal pengadministrasian kegiatan Tim. 2. DUPAK diperiksa terlebih dahulu oleh kelengkapan dan keabsahan administrasinya, 3. Sekretariat menginformasikan kekurangan administrasi kepada Unit Pengusul. Sekretariat dan mengenai

kelengkapan

4. Persidangan Tim Penilai Instansi dilaksanakan paling sedikit 2 (dua) kali dalam satu tahun (Januari-Februari dan Juli-Agustus) sesuai dengan periode penilaian. C. Tata Cara Penilaian Tim Penilai 1. Ketua Tim Penilai membagi tugas penilaian kepada anggota Tim Penilai. 2. Setiap DUPAK dinilai oleh dua orang anggota. 3. Bila selisih hasil penilaian angka kredit tambahan kurang dari 20% maka hasil penilaian yang mempunyai nilai unsur utama lebih tinggi ditetapkan sebagai angka kredit hasil penilaian untuk PAK baru.
Contoh 22 : Penilai A memberikan nilai angka kredit 100 yang terdiri dari unsur utama sebesar 70 dan unsur penunjang 30. Penilai B memberikan angka kredit 90 yang terdiri dari unsur utama sebesar 75 dan unsur penunjang sebesar 15,

53

maka nilai yang digunakan adalah hasil penilaian B.

4. Bila selisih angka kredit hasil penilaian dari dua anggota Tim Penilai lebih dari 20%, maka nilai akhir ditetapkan berdasar hasil penilaian penilai ketiga dengan memperhatikan hasil penilaian ke dua penilai sebelumnya.
Contoh : Penilai A memberi nilai angka kredit 200 yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 150 dan Unsur Penunjang 50. Penilai B memberi angka kredit 155 yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 125 dan Unsur Penunjang 30. Mengingat selisih antara penilai A (200) dengan penilai B (155) lebih besar dari 20 % ((155-200)/200*100 %) = 22,5 %, maka Ketua Tim Penilai menunjuk Penilai ke-3 (Penilai C). Hasil penilai ketiga (Penilai C) adalah nilai akhir yang akan ditetapkan .

5. Hasil penilaian disampaikan kepada Ketua Tim Penilai dalam bentuk Konsep PAK. 6. Sekretaris Tim membuat PAK, lalu disampaikan kepada Pejabat yang berwenang untuk menandatangani PAK setelah diperiksa oleh Ketua Tim. 7. Hasil setiap pertemuan penilaian harus dituangkan dalam bentuk Risalah Pertemuan.

54

BAB VII KETENTUAN PERALIHAN
1. Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat, memindahkan, membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Teknisi Litkayasa, yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan, dinyatakan tetap berlaku (lihat pasal 27 Kep. MenPan No. 23/KEP/M.PAN/2/2003). 2. Sebelum diterbitkannya Pedoman Teknis Penyelenggaraan Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa oleh instansi Pembina, maka pengangkatan pertama dan kenaikan jenjang jabatan fungsional tersebut dapat dilakukan tanpa syarat lulus diklat terlebih dahulu.

55

Lampiran 1 :

Form Surat Keterangan bagi

calon Teknisi Litkayasa yang ijazahnya tidak sesuai dengan Tupoksi Unit kerja.

SURAT KETERANGAN Nomor :..........................

Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : ..................................... NIP : ..................................... Jabatan : ..................................... Unit Kerja : ..................................... Menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini: Nama : .................................... NIP : .................................... Jabatan : .................................... Unit Kerja : .................................... Pendidikan terakhir : ....................................

Memiliki kompetensi untuk bekerja/ditempatkan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan, sehingga yang bersangkutan dapat diusulkan dan diangkat sebagai Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

. . . . . . . . . .., .......................
Kepala Unit Kerja

Nama Pejabat NIP.

56

Lamplran 2 : Laporan tertulis pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Perekayasaan.

LAPORAN PELAKSANAAN PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN / PEREKAYASAAN

Butir (Kode) Kegiatan / AK : ............................................................ Judul : ............................................................ Penulis/Pelaksana NAMA NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. No SPK/Surat Penugasan Tanggal Pelaksanaan Pendahuluan Rencana Kegiatan Hasil kegiatan Hambatan/Kendala Saran/Rekomendasi

NIP

JABATAN FUNGSIONAL

: .............................................. : .............................................. : .............................................. : .............................................. : .............................................. : .............................................. : ..............................................

Mengetahui: Atasan Langsung/Pemberi tugas/ Ketua Kelompok.

(………………………) NIP.: ……………

…………., ……………….. Pelaksana : 1. (nama) : ….. (tanda tangan) 2. (nama) : ….. (tanda tangan) 3. (nama) : ….. (tanda tangan) 4. (nama) : ….. (tanda tangan) 5. (nama) : .......(tanda tangan) 6. (nama) :........(tanda tangan)

57

Lampiran 3 : Form SPK/Surat Penugasan

SURAT PENUGASAN Nomor : .......................

Yang bertandatangan dibawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja/ Atasan langsung ybs.) NIP : ...................................... Jabatan : ...................................... Unit Kerja : ...................................... Dengan ini menugaskan Teknisi Litkayasa di bawah ini : NO 1 2 3 4 5 6 untuk mengerjakan tugas sebagai berikut : 1. ………………………………………….. 2. ………………………………………….. 3. ………………………………………….. 4. ………………………………………….. Demikian surat tugas ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. . . . . . . . . . .., .......................... Kepala Unit Kerja/Atasan langsung/Kepala Kelompok, NAMA NIP JABATAN

Nama Pejabat NIP.

58

Lampiran 4 :

Form

Surat

Keterangan

telah

bekerja dalam bidang Penelitian dan perekayasaan

SURAT KETERANGAN Nomor :..........................

Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : .............................................. NIP : .............................................. Jabatan : .............................................. Unit Kerja : .............................................. menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini: Nama : .............................................. NIP : .............................................. Jabatan : .............................................. Unit Kerja : ..............................................

telah mempunyai pengalaman kerja di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan selama . . . tahun sejak tahun . . . . sampai . . . .dan yang bersangkutan saat ini bertugas di bidang pelayanan penelitian perekayasaan. Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

. . . . . . . . . .., .......................
Kepala Unit Kerja

Nama Pejabat NIP.

59

Lampiran 5 : Form surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa

Kepada Yth ( Kepala Unit Kerja PNS yang bersangkutan ) di ...................

Perihal: Permohonan menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : ………………………………………………………… NIP : ………………………………………………………… Pangkat/Gol ruang/ : ………………………………………………………… TMT Golongan : ............................................................................... Jabatan : ………………………………………………………… Unit Kerja : ………………………………………………………… memohon dengan hormat untuk menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa. Sebagai bahan pertimbangan, terlampir saya sampaikan: 1. Ijazah SLTA/Diploma I/II/III .*) 2. Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS. 3. DP3 untuk 1 tahun terakhir. 4. Surat Keputusan Kepangkatan terakhir. 5. Surat Pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa. 6. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan. 7. Data Usul Penetapan Angka Kredit. Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih. ……………., ……………… Pemohon,

Nama ………………………… NIP …………………… Tembusan Yth.: Sekretaris Jenderal /Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama/Sekretaris Badan/ Sekretaris Direktorat Jenderal *) *) Coret yang tidak perlu.

60

Lampiran 6 : Form Surat Usulan Pengangkatan Pertama Kali Menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa

Kepada Yth. (Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa) di ...................

Perihal: Pengusulan pengangkatan dalam Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa. Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja/atasan langsung pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ……………………………………………………….. Pangkat/gol ruang : ……………………………………………………….. Jabatan : ……………………………………………………….. Unit Kerja : ……………………………………………………….. mengusulkan PNS di bawah ini: Nama : (nama calon Teknisi Litkayasa) Pangkat,gol ruang/TMT : ……………………………………………………….. Jabatan : ……………………………………………………….. Unit Kerja : ……………………………………………………….. untuk diangkat dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa. Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini dilampirkan: 1. Surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa dari ybs 2. Ijazah SLTA/Diploma I/II/III :*) 3. Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS. 4. DP3 untuk 1 tahun terakhir. 5. Surat Keputusan Kepangkatan terakhir. 6. Surat pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional. 7. Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian/Perekayasaan. 8. Penetapan Angka Kredit (PAK) ybs. Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih. …..........., …………………. Kepala Unit Kerja,

Nama Pejabat: ...................... NIP ........................................

61

Lampiran 7 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : .............................................. Pangkat/golongan ruang : ............................................. Jabatan : ............................................. Unit Kerja : ............................................. menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan/TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : ............................................ : .......................................... : .......................................... : ..........................................

telah melakukan kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan sebagai berikut:
URAIAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN SATUAN JUMLAH HASIL JUMLAH KETERANG ANGKA AN / BUKTI KREDIT FISIK

NO

TANGGAL

1

2

3

4

5

6

7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya ini. ……………., …………………. Kepala unit kerja/Atasan langsung,

(………..………………………) NIP : ……………………........
Cara pengisian tabel : 1. Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan/judul dalam laporan kegiatan. 2. Kolom 3 diisi tanggal mulai sampai dengan selesai pelaksanaan kegiatan 3. Kolom 4 diisi sesuai syarat satuan hasil sebagaimana dalam Lampiran I Kep. Men-PAN Nomor 23/KEP/M.PAN/2/2003. (Contoh: Ijazah, laporan, STTPP). 4. Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama. 5. Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan. 6. Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan/No surat penugasan

62

Lampiran 8 : Cara pengisian surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa.

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : ..................................... Pangkat/golongan ruang : ..................................... Jabatan : ..................................... Unit Kerja : ..................................... menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan/TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : ...................................... : ...................................... : ...................................... : ......................................

telah melakukan kegiatan pengembangan profesi sebagai berikut:
NO URAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA TANGGAL SATUAN HASIL JUMLAH JUMLAH ANGKA KREDIT KETERANGAN / BUKTI FISIK

1

2

3

4

5

6

7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. .................................................... (Kepala Unit Kerja/Atasan langsung)

(.................................................... ...) NIP ; ……………………………….....
Cara pengisian tabel: 1. Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan. 2. Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan. 3. Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kep Men-PAN Nomor 23/KEP/M.PAN/2/2003 (contoh : naskah, makalah, buku). 4. Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama. 5. Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan. 6. Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan.

63

Lampiran 9 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan perekayasaan

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa) NIP : .............................................. Pangkat/golongan ruang : .............................................. Jabatan : .............................................. Unit Kerja : .............................................. menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat/gol ruang/TMT Jabatan I TMT Unit Kerja : : (nama pejabat Teknisi Litkayasa) : .............................................. : .............................................. : .............................................. : ..............................................

telah melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan perekayasaan sebagai berikut:
URAIAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN

NO

TANGGAL

SATUAN HASIL

JUMLAH

JUMLAH ANGKA KREDIT

KETERANGAN / BUKTI FISIK

1

2

3

4

5

6

7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. . .. . .. . .. ... .. . . .. ., .......................... (Kepala Unit Kerja/Atasan langsung)

(......................................................) NIP …………………………….. Cara pengisian tabel: 1. Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan. 2. Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan 3. Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kepmenpan Nomor 23/KEP/M.PAN/2/2003 (contoh: Tanda jasa, gelar, sertifikat). 4. Kolorn 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama. 5. Kolorn 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan. 6. Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan.

64

Lampiran 10 : Format lembaran Penetapan Angka kredit (PAK)

PENETAPAN ANGKA KREDIT
Nomor:
INSTANSI : .........................................

/

/

/

Masa Penilaian Tanggal : .................................
KETERANGAN PERORANGAN

I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 II 1 Nama NIP. Nomor seri Kartu Pegawai Pangkat/Gol.ruang/TMT Tempat, tanggal lahir Jenis Kelamin Pendidikan tertinggi Jabatan Fungsional/TMT Unit Kerja
PENETAPAN ANGKA KREDIT UNSUR UTAMA

LAMA

BARU

JUMLAH

a. Pendidikan :
(1) Pendidikan sekolah dan memperoleh Ijazah/gelar (2) Pendidikan & Pelatihan Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan b. Pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan c. Pengembangan Profesi A. Jumlah Unsur Utama

2

UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa B. Jumlah Unsur Penunjang (A+B). Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang

III

DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL/PANGKAT/TMT:

ASLI disampaikan dengan hormat kepada Kepala BKN up. Deputi Bidang Informasi Kepegawaian BKN, atau Kepala Kantor Regional BKN/BKD di . . . . . . . . .

Ditetapkan di : Pada tanggal : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . NIP. . . . . . . . . . . . . . .

Tembusan : 1. Yang bersangkutan 2. Pimpinan Unit kerja yang bersangkutan 3. Kepala Kantor Regional BKN/BKD Provinsi/Kabupaten/Kota, atau Biro Kepegawaian atau Bagian/Instansi yang bersangkutan atau pejabat lain yang dipandang perlu *) 4. BPPT c.q. Pusbindiklat *). Coret yang tidak perlu

65

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful