Anda di halaman 1dari 74

KEPUTUSAN

KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN


PENERAPAN TEKNOLOGI
NOMOR : 147/Kp/BPPT/V/2007

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS
JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI PENELITIAN
DAN PEREKAYASAAN (LITKAYASA)
DAN ANGKA KREDITNYA

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI


JAKARTA, 2007
SAMBUTAN

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, selaku instansi Pembina


Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa, menerbitkan Keputusan Kepala Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor 147/Kp/BPPT/V/2007 tentang
Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan
(Litkayasa) dan Angka Kreditnya. Penerbitan Keputusan ini didasarkan atas
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
193/KEP/M.PAN/11/2004 pasal 17 yang menyatakan bahwa tata kerja dan
tata cara penilaian Tim Penilai Litkayasa ditetapkan oleh Kepala Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Selain itu berdasarkan Peraturan
Bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Teknologi
dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 160/KA/BPPT/X/2005 dan
19A Tahun 2005 pasal 22 menyatakan bahwa Petunjuk Teknis (Juknis)
Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dan
Angka Kreditnya ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala BPPT.

Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Penelitian dan


Perekayasaan (Litkayasa) dan Angka Kreditnya ini diterbitkan agar para
pejabat Teknisi Litkayasa, anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa baik di
tingkat instansi pusat maupun instansi daerah dan para pejabat struktural
yang terkait mempunyai pedoman baku, sehingga ada kesamaan dalam
pengertian dan pemahaman untuk melaksanakan kegiatan dan pengelolaan
yang berkaitan dengan jabatan fungsional Teknisi Litkayasa.
Penulisan buku ini adalah memberikan panduan untuk keseragaman
pengertian dalam melaksanakan kegiatan sebagai pejabat Teknisi Litkayasa,
serta tata kerja dan tata cara penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa.

Disamping itu, buku ini diharapkan menjadi pelengkap petunjuk


pelaksanaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bersama Kepala Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan Kepala Badan Kepegawaian
Negara sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa dapat terbina secara
seragam atau dengan standar yang sama di semua Instansi baik di pusat dan
di daerah, baik pembinaan oleh pejabat Teknisi Litkayasa Senior ataupun oleh
Pejabat strukturalnya.

Kepada Instansi-instansi dan semua pihak yang telah membantu


terwujudnya buku ini, disampaikan terima kasih dengan harapan agar buku
Petunjuk Teknis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta, Mei 2007

Sekretaris Utama BPPT,

Ir. Jumain Appe, M.Si

ii
iii
iv
v
vi
LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALA BADAN
PENGKAJIAN DAN PENERAPAN
TEKNOLOGI
Nomor :
147/Kp/BPPT/V/200
7
Tanggal : 28 Mei 2007

PETUNJUK TEKNIS
JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA
DAN ANGKA KREDITNYA

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... i


SAMBUTAN ................................................................................................ ii
KEPUTUSAN KEPALA BPPT Nomor : 147/Kp/BPPT/V/2007
Tanggal 28 Mei 2007 .................................................................................. iii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… iv
LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………………… vii

BAB I. PENDAHULUAN ...................................................................... 1


A. Umum .................................................................................. 1
B. Maksud dan Tujuan ............................................................. 2

BAB II. PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN JABATAN


FUNGSIONAL TEKNISI LITKAYASA ..................................... 3
A. Kode Etik Teknisi Litkayasa ................................................ 3
B. Pengertian dan Batasan ilmiah ........................................... 4
C. Jenjang Jabatan, Pangkat, Golongan Ruang dan
Angka Kredit ........................................................................ 7
D. Tugas Pokok ……………………………………………… 7
E. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai ………………… 10

BAB III. BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL


TEKNISI LlTKAYASA .............................................................. 12
A. Unsur Utama ........................................................................ 12

B. Unsur Pelayanan Kegiatan Penelitian dan


Perekayasaan ...................................................................... 14
1. Pelaksanaan Kegiatan Percobaan ................................. 17
2. Pelaksanaan Kegiatan Survei ........................................ 20
3. Pelaksanaan Kegiatan Rancang bangun/
Perekayasaan ................................................................ 20
4. Pelaksanaan Jasa Teknis .............................................. 21
5. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas .................................... 22
6. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan
Perekayasaan ................................................................ 22
7. Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan .......... 23

vii
C. Pengembangan Profesi ....................................................... 25
1. Membuat Karya Tulis/Karya IImiah di Bidang
Penelitian dan Perekayasaan ........................................ 25
2. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan
Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan
Perekayasaan ................................................................ 28
3. Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-bahan
Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan ................ 29
4. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna ....................... 30

D. Kegiatan Penunjang ............................................................ 32


1. Mengajar/Melatih pada Bidang Penelitian dan
Perekayasaan ................................................................ 32
2. Mengikuti Seminar/Lokakarya ........................................ 33
3. Menjadi Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa ..............33
4. Menjadi Anggota Organisasi Profesi ............................. 33
5. Memperoleh Piagam kehormatan .................................. 33
6. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lainnya ....................... 34

E. Rincian Kegiatan, Satuan Hasil (Bukti Kegiatan) dan


Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa
yang melaksanakan ............................................................ 34

BAB IV. PEMBINAAN KARIR JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI


LlTKAYASA ............................................................................. 38
A. Pengangkatan Pertama ...................................................... 38
B. Penempatan Teknisi Litkayasa ............................................40
C. Kenaikan Jabatan dan Pangkat ........................................... 40
D. Pembebasan Sementara ..................................................... 41
E Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional
Teknisi Litkayasa ................................................................. 42
F. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional
Teknisi Litkayasa ................................................................. 43
G. Perpindahan Jabatan ........................................................... 44
H. Pembinaan Karir Jabatan Teknisi Litkayasa ........................ 44

BAB V. DUPAK, PAK JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI


LlTKAYASA .............................................................................. 45
A. Angka Kredit ........................................................................ 45
1. Pengertian Angka Kredit ................................................ 45
2. Penghitungan Angka Kredit ........................................... 45
3. Masa Penilaian Angka Kredit ......................................... 46
B. Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) ..................... 46
1. Pengertian DUPAK ........................................................ 46
2. Cara Pengisian DUPAK ................................................. 47
3. Lampiran-lampiran DUPAK ........................................... 48

C. Penetapan Angka Kredit (PAK) ........................................... 49


1. Pengertian PAK ............................................................. 49
2. Cara Pengisian PAK ....................................................... 49

viii
3. Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK ................. 49

BAB VI. TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN TIM PENILAI
TEKNISI LITKAYASA .............................................................. 52
A. Tim Penilai Teknisi Litkayasa .............................................. 52
B. Tata Kerja Tim Penilai ......................................................... 53
C. Tata Cara Penilaian Tim Penilai .......................................... 53

BAB VII KETENTUAN PERALIHAN ...................................................... 55

ix
BAB I

PENDAHULUAN

A. Umum

Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa merupakan jabatan karier


Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang memiliki ijazah serendah-rendahnya
Sekolah Menengah Tingkat Atas, yang memungkinkan mencapai Pangkat
/ Golongan Ruang sampai dengan Penata Tingkat I - III/d sesuai dengan
jabatan yang diduduki berdasarkan Angka Kredit yang dimiliki.
Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa diberlakukan pertama kali
sejak keluarnya Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara Nomor 33 tahun 1990, serta Surat Edaran Bersama antara Menteri
Riset dan Teknologi/ Ketua BPP Teknologi dengan Kepala Badan
Administrasi Kepegawaian Negara No 256/M NI/1991, No 12/SE/1991.
Dengan keluarnya Keppres Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun
Jabatan Fungsional bagi PNS ditetapkan bahwa hanya ada 4 (empat)
jenjang jabatan, baik bagi jenjang jabatan fungsional keahlian maupun
jenjang jabatan fungsional keterampilan. Oleh karena itu semua Keputusan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional
termasuk Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa harus disesuaikan, yaitu
dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang.
Saat itu Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KRT) selaku
Instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa mengajukan usul
penyesuaian dan sekaligus peninjauan terhadap Keputusan Menpan
Nomor 33 tahun 1990 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan
Angka Kreditnya, yaitu dengan terbitnya Keputusan Menpan Nomor
23/KEP/M.PAN/2/2003 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan
Angka Kreditnya dimana diatur perubahan jenjang jabatan dari sembilan
jenjang menjadi empat jenjang serta perubahan dalam pengaturan butir
kegiatan dan penetapan angka kreditnya. Untuk melaksanakan keputusan
tersebut, diterbitkan Keputusan Bersama Menteri Riset dan Teknologi/
Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor 01/SKB/MRTN/2003 - Nomor
45/KEP/2003 tentang petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi
Litkayasa dan Angka Kreditnya.
Pada tahun 2004 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
(Menpan) melalui Surat Keputusan nomor KEP/193/M.PAN/11/2004
menetapkan perubahan atas Surat Keputusan Menpan nomor
23/KEP/M.PAN/2/2003 dan Surat Keputusan nomor
24/KEP/M.PAN/2/2003 perihal pelimpahan wewenang instansi Pembina
Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Perekayasa dari Kementerian
Riset dan Teknologi (KRT) kepada Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi (BPPT).
Selanjutnya berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional
Teknisi Penelitian dan Perekayasaan dan Angka Kreditnya yang tertuang
dalam peraturan bersama antara Kepala Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor :
160/KA/BPPT/X/2005 dan nomor : 19 A TAHUN 2005 dipandang perlu
untuk menyempurnakan buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi
Litkayasa dan Angka Kreditnya.

1
B. Maksud dan Tujuan

Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan


Angka Kreditnya ini diterbitkan dengan maksud agar para Pejabat
Fungsional Teknisi Litkayasa, Tim Penilai Teknisi Litkayasa, Pejabat
Pengelola Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan para Pejabat
Struktural yang terkait, mempunyai pedoman baku dalam hal pelaksanaan
kegiatan dan pengelolaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa.
Dengan demikian tujuan penulisan buku ini adalah tercapainya
keseragaman pengertian dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan
dengan pelayanan penelitian dan perekayasaan, tata kerja dan tata cara
penilaian bagi Tim Penilai Teknisi Litkayasa.
Buku Petunjuk Teknis ini diharapkan benar-benar dapat melengkapi
Petunjuk Pelaksanaan dalam Peraturan Bersama Kepala BPPT dan
Kepala BKN, nomor : 160/KA/BPPT/X/2005, nomor : 19A tahun 2005,
sehingga kompetensi Pejabat Teknisi Litkayasa terbina seragam dengan
standar yang sama di semua instansi, di pusat dan di daerah, baik
pembinaan oleh pejabat fungsional senior maupun oleh pejabat
strukturalnya.

2
BAB II

PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN


JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA

A. Kode Etik Teknisi Litkayasa

Pada hakekatnya manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan


teknologi (iptek) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan
umat manusia dan kelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu janganlah
melakukan pengembangan iptek dengan tujuan yang bertentangan
dengan tujuan di atas.
Teknisi Litkayasa adalah PNS yang telah diberi posisi pada jabatan
fungsional yang sangat terhormat dan dipercaya dalam konstelasi
kepegawaian di Indonesia. Disadari bahwa Jabatan Fungsional Teknisi
Litkayasa adalah kedudukan terhormat dalam martabat manusia dan
merupakan jabatan mulia karena selalu bertujuan meningkatkan nilai
tambah produk dengan memanfaatkan kebenaran serta hakekat ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Perkembangan iptek telah demikian pesat dalam segala cabang, dan
telah memberi manfaat bagi hidup dan kehidupan manusia, namun
pemanfaatan iptek dapat pula berjalan ke arah yang salah sehingga dapat
menghancurkan harkat hidup dan kehidupan manusia serta
lingkungannya.
Mengingat keterbatasan pada diri manusia dan untuk menghindari
penyalahgunaan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat dan
pemerintah Indonesia, serta untuk selalu menjaga dan meningkatkan
moral dan kualitas keprofesionalan Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa,
maka diperlukan adanya Kode Etik Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa
yang menjadi etika profesi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa.

Kode Etik Teknisi Litkayasa:

a. Teknisi Litkayasa berkewajiban menjadi mitra peneliti dan perekayasa


dalam mengembangkan iptek, meningkatkan keterampilannya sesuai
dengan bidang ilmu yang diminati, serta menjunjung tinggi profesi
terhormatnya sebagai seorang terpelajar dengan menjaga kebenaran
dan kejujuran baik kepada diri sendiri maupun kepada umum sehingga
tidak menutupi kelemahan dan atau kekurangannya.

b. Teknisi Litkayasa wajib bekerja secara terencana, sistematis mengikuti


prosedur yang telah ditetapkan dan melaksanakannya dengan standar
ilmiah, serta bekerja dengan jujur, tekun, teliti, berdisiplin, bersemangat
untuk menghasilkan karya yang berkualitas tinggi sehingga mampu
meningkatkan kesejahteraan umat manusia.

c. Teknisi Litkayasa wajib menjunjung tinggi hak, pendapat, atau temuan


orang lain, sehingga selalu menjauhi perbuatan tercela seperti
mengambil gagasan orang lain yang belum diumumkan /
dipublikasikan. dan senantiasa beritikat tidak akan melakukan tindakan
plagiat baik secara sengaja maupun tidak sengaja dalam rangka
menghormati dan melindungi hak cipta, hak kepemilikan intelektual

3
Teknisi Litkayasa lain dan atau masyarakat.

d. Teknisi Litkayasa wajib bersikap terbuka terhadap tanggapan,


pendapat, dan kritik yang diberikan oleh Teknisi Litkayasa lain dan atau
masyarakat atas hasil yang dicapainya, menjalin hubungan kerjasama
yang harmonis dengan ilmuwan/peneliti/ perekayasa/teknisi litkayasa
lain / pejabat fungsional lainnya, sehingga terjalin budaya kerjasama
dalam tim, serta tidak menghalangi atau menghambat upaya
pengembangan iptek yang dilakukan oleh Teknisi Litkayasa lain.

e. Teknisi Litkayasa wajib berusaha untuk memberikan pengetahuan dan


pengalaman terbaiknya kepada masyarakat dan generasi yang lebih
muda guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

f. Teknisi Litkayasa harus berjiwa pioner, berorientasi pada peningkatan


nilai tambah, mengutamakan keamanan dan keselamatan, serta selalu
memikirkan dampak penerapan hasil karyanya terhadap umat manusia
dan lingkungan hidup.

g. Teknisi Litkayasa wajib selalu menjaga dan memanfaatkan semua


sumber daya secara berdayaguna dan berhasilguna. serta menjaga
nama baik profesi keahliannya dan lembaga tempat kerjanya sehingga
menghindari sikap arogansi intelektual.

h. Teknisi Litkayasa wajib mengikuti dan mentaati Kode Etik Teknisi


Litkayasa ini sebagai etika profesinya.

B. Pengertian dan Batasan Ilmiah

1. Teknisi Litkayasa adalah PNS pada instansi pemerintah yang diberi


tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh
pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan
penelitian dan perekayasaan pada instansi pemerintah.

2. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan


metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data
dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian
kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di
bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan
kemajuan iptek.

3. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain


dan rancang-bangun untuk menghasilkan nilai, produk dan/atau
proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut
pandang dan/atau konteks teknikal, fungsional, bisnis, sosial budaya,
dan estetika.

4. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasar penilaian


atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam
mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat
untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan dan pangkat dalam jabatan
Litkayasa.

4
5. Pendidikan formal yang dinilai termasuk unsur utama adalah
pendidikan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) dan pendidikan
Diploma dengan mendapatkan ijazah sesuai dengan tingkat
pendidikannya DI/DII/DIII, yang telah mendapatkan pengesahan atau
akreditasi dari Instansi yang berwenang.

6. Pendidikan dan atau pelatihan (diklat) fungsional yang dinilai termasuk


unsur utama adalah diklat fungsional Teknisi Litkayasa dan diklat
teknis, sedangkan diklat fungsional non-teknis seperti diklat
penjenjangan struktural tidak dinilai sebagai unsur utama.

7. Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali


untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala
tertentu.

8. Pengamatan/Pengukuran adalah kegiatan memperhatikan suatu


obyek untuk memperoleh data/informasi dari suatu
penelitian/perekayasaan.

9. Pengolahan data adalah kegiatan memproses data yang didapat dari


pengamatan/pengukuran menjadi data yang siap untuk dianalisis.

10. Analisis data adalah kegiatan mengurai/menelaah data untuk


menghasilkan informasi bagi kegiatan penelitian/perekayasaan.

11. Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan


informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan
di bidang penelitian/perekayasaan.

12. Proses adalah suatu rangkaian kegiatan yang berkesinambungan dari


awal hingga selesai.

13. Sistem adalah beberapa komponen/kesatuan yang satu sama lain


saling terkait dalam suatu kegiatan yang teratur untuk mencapai
tujuan tertentu.

14. Model adalah perwujudan rancangan atau sistem dalam rangka


kegiatan penelitian perekayasaan.

15. Prototip adalah contoh hasil rancang-bangun/perekayasaan dalam


ukuran sebenarnya dan siap untuk diproduksi masal.

16. Penyetelan dan Pengujian adalah kegiatan merangkai komponen


menjadi suatu alat dan menjalankan alat tersebut untuk memeriksa
kesesuaian unjuk kerja alat terhadap spesifikasinya.

17. Kalibrasi adalah kegiatan penyesuaian unjuk kerja alat terhadap


standar.

18. Bahan Audio Visual adalah bahan yang digunakan untuk


menyampaikan hasil penelitian dan perekayasaan baik untuk dapat
didengar dan dilihat seperti VCD, sound slide dan film.

5
19. Leaflet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam bentuk
lembaran lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat
yang singkat, padat, mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar.

20. Brosur/Booklet adalah materi penyuluhan berupa cetakan dalam


bentuk buku kecil dengan jumlah 5 -15 halaman, berisi tulisan dengan
kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar
yang sederhana.

21. Supervisi adalah kegiatan mengawasi dan membimbing pelaksanaan


penelitian dan perekayasaan.

22. Karya tulis ilmiah adalah karya tulis ilmiah perseorangan atau
kelompok yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan
menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi,
diskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran
pemecahannya.

23. Karya ilmiah hasil surveil percobaan/pengkajian adalah karya tulis


ilmiah yang membahas hasil suatu survei/percobaan/pengkajian yang
terkait dengan kegiatan penelitian/ rancang-bangun/perekayasaan.

24. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah karya tulis yang
membahas suatu pokok bahasan berdasar penelusuran pustaka.

25. Karya tulis/karya ilmiah populer adalah karya tulis ilmiah yang
disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat.

26. Petunjuk teknis adalah naskah yang memuat panduan pelaksanaan


pengelolaan kegiatan penelitian dan perekayasaan secara rinci.

27. Penerjemahan/penyaduran adalah kegiatan mengalih-bahasakan


buku/ bahan lain dari satu bahasa ke bahasa lain di bidang penelitian/
rancang-bangun perekayasaan.

28. Teknologi tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang


penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan
informasi tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan
untuk tujuan praktis.

29. Bimbingan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh, dorongan,


petunjuk dan pengawasan kepada Teknisi Litkayasa di bawahnya.

30. Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa adalah tim penilai yang dibentuk
dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai
prestasi kerja Teknisi Litkayasa.

31. Penulis Utama adalah pemrakarsa penulisan, pemilik gagasan serta


pembuat konsep tentang masalah yang dituangkan dalam karya tulis
ilmiah.

32. Penulis Pembantu adalah penulis yang membantu penulis utama


dalam hal pengumpulan, pengolahan dan analisis.

6
33. Organisasi Profesi adalah wadah masyarakat ilmiah dalam suatu
cabang atau lintas disiplin iptek, atau suatu bidang kegiatan profesi,
yang dijamin oleh negara untuk menyumbangkan profesionalisme dan
etika profesi dalam masyarakat, sesuai dengan peraturan perundang -
undangan.

34. Piagam Kehormatan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh


Pemerintah RI, pemerintah negara asing atau organisasi ilmiah
nasional/internasional atas prestasi yang menonjol di bidang
penelitian/rancang bangun/perekayasaan.

C. Jenjang Jabatan, Pangkat, Golongan Ruang dan Angka Kredit

Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa memiliki kaitan antara jenjang


jabatan dengan pangkat, golongan ruang, dan angka kredit minimal
sebagaimana tertera pada tabel 1. berikut :

Tabel 1. Jabatan, Pangkat/Golongan Ruang dan Angka Kredit

GOL/ ANGKA
NO JENJANG JABATAN PANGKAT
RUANG KREDIT
1. Teknisi Litkayasa
Pengatur Muda II/a 25
Pelaksana Pemula
2. Teknisi Litkayasa
Pengatur Muda Tk. I II/b 40
Pelaksana
Pengatur II/c 60
Pengatur Tk. I II/d 80
3. Teknisi Litkayasa
Penata Muda IIl/a 100
Pelaksana Lanjutan
Penata Muda Tk. I IIl/b 150
4. Teknisi Litkayasa
Penata IIl/c 200
Penyelia
Penata Tk. I IIl/d 300

Jenjang jabatan untuk masing-masing jabatan adalah berdasarkan


jumlah angka kredit yang dimiliki untuk masing-masing jenjang jabatan .
Penetapan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa untuk pengangkatan
dalam jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah Angka Kredit yang dimiliki
berdasarkan penetapan pejabat yang berwenang menetapkan Angka
Kredit, sehingga dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai.

D. Tugas Pokok

Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa sesuai dengan bunyi pasal 4


Keputusan Menpan Nomor 23/KEP/M.PAN/2/2003, mempunyai tugas
pokok melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan.
Tugas pokok tersebut dibagi sesuai dengan jenjang Jabatan Teknisi
Litkayasa, yaitu :

7
1. Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia.
2. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.
3. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana.
4. Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula

Jenjang Teknisi Litkayasa Penyelia adalah jenjang Jabatan Fungsional


Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembimbing,
pengawas, dan penilai pelaksanaan pekerjaan pejabat Fungsional tingkat
dibawahnya yang mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis
operasional penunjang beberapa cabang ilmu pengetahuan tertentu
dengan kepangkatan mulai Penata, Golongan Ruang III/c sampai dengan
Penata Tingkat I Golongan Ruang III/d, dengan rincian tugas pokok
sebagai berikut :
1. Menyusun rencana percobaan Butir II.A.1
2. Menganalisa hasil percobaan Butir II.A.6
3. Menganalisa hasil survei Butir II.B.4
4. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses/ Butir II.C.1
System/model/prototipe
5. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Butir II.C.6
Perekayasaan
6. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Butir II.D.4
7. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas Butir II.E.4
8. Melakukan penjaminan mutu laboratorium/fasilitas Butir II.E.5
9. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian Butir II.F.4
dan perekayasaan
10. Menganalisa hasil pengujian unjuk kerja produk Butir II.G.5
Perekayasaan
11. Melakukan supervisi pemrosesan hasil penelitian/ Butir II.G.6
perekayasaan

Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan adalah jenjang Jabatan


Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai
pelaksana tingkat lanjutan dan mensyaratkan pengetahuan dan
pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu
cabang ilmu pengetahuan tertentu dengan kepangkatan mulai dari Penata
Muda, Golongan Ruang III/a sampai dengan Penata Muda Tingkat I,
Golongan Ruang III/b, dengan rincian tugas pokok sebagai berikut :
1. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II.A.2
2. Menyusun kebutuhan survei Butir II.B.1
3. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian
Pembuatan proses/system/model/prototipe Butir II.C.4
4. Melakukan pembuatan bagian-bagian prototipe Butir II.C.5
5. Menguji bahan unjuk kerja alat Butir II.D.3
6. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat Butir II.E.3
7. Membuat bahan audio visual Butir II.F.1
8. Melakukan pemrosesan laporan Butir II.G.4

Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana adalah jenjang Jabatan Fungsional


Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana dan
mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional
penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu
dengan kepangkatan mulai dari Pengatur Muda Tingkat I Golongan Ruang
II/b sampai dengan Pengatur Tingkat I Golongan Ruang II/d, dengan
rincian tugas pokok sebagai berikut :

8
1. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek
percobaan Butir II.A.4
2. Mengolah data percobaan Butir II.A.5
3. Mengelompokkan data survei obyek percobaan
Data survei Butir II.B.3
4. Menyusun rangkaian pembuatan proses/system
/model/prototipe Butir II.C.3
5. Melakukan pengukuran analisis Butir II.D.3
6. Memperbaiki alat dan fasilitas Butir II.E.2
7. Membuat alat peraga dan maket Butir II.F.2
8. Memandu kegiatan promosi Iptek Butir II.F.5
9. Membuat gambar, diagram dan peta Butir II.G.3

Jenjang Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula adalah jenjang Jabatan


Fungsional Keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai
pembantu pelaksana dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman
teknis operasional penunjang yang didasari oleh suatu cabang ilmu
pengetahuan tertentu dengan kepangkatan Pengatur Muda / Golongan
Ruang II/a, dengan rincian tugas pokok sebagai berikut :
1. Menyiapkan kebutuhan percobaan. Butir II.A.3
2. Mengumpulkan data. Butir II.B.2
3. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses/
System/model/prototipe. Butir II.C.2
4. Mengambil dan memproses contoh. Butir II.D.1
5. Memelihara alat dan fasilitas. Butir II.E.1
6. Menyiapkan bahan penyusunan brosur,
leaflet, booklet. Butir II.F.3
7. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian Butir II.G.1
8. Melakukan pelayanan pemrosesan Butir II.G.2
hasil perekayasaan.

Meskipun sudah terbagi dan masing-masing jenjang jabatan


bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menjadi tugas pokoknya,
namun dalam hal tertentu Teknisi Litkayasa dapat saja melaksanakan
kegiatan yang bukan menjadi tugas pokoknya.

Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang


lebih tinggi, bila diperlukan dapat mengerjakan kegiatan pelayanan
penelitian dan perekayasaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab
Pejabat Teknisi Litkayasa di bawahnya. Begitu juga sebaliknya Pejabat
Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan lebih rendah dapat
melaksanakan kegiatan yang menjadi tugas dan tanggung jawab pejabat
Teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi.
Untuk menghindari penyalahgunaan dalam pelaksanaan kegiatan
yang bukan menjadi tanggung jawabnya, maka dibuat ketentuan sebagai
berikut :
- Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas dibawah jenjang
jabatannya, angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu ditetapkan
sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan.
- Bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas satu jenjang di atas
jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh dari kegiatan itu
ditetapkan sebesar 80% dari angka kredit setiap butir kegiatan.

9
E. Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai

Kegiatan pejabat Teknisi Litkayasa terinci dalam kelompok-kelompok


yang menunjukkan tingkat rinciannya. Kelompok utama disebut Unsur,
yang terbagi ke dalam Sub Unsur. Setiap Sub Unsur diuraikan menjadi
Butir Kegiatan. Pada dasarnya butir kegiatan adalah kegiatan yang
menjadi tugas pokok Pejabat Teknisi Litkayasa sesuai dengan jenjang
jabatannya. Butir kegiatan yang dilaksanakan oleh Teknisi Litkayasa
merupakan unsur yang dinilai dan diberi angka kredit bila Teknisi Litkayasa
melaksanakan sesuai dengan tugas pokok dari jenjang jabatannya.

Bagian Kegiatan-1

Butir Kegiatan-1

Sub Unsur-1 Bagian Kegiatan - n

Unsur
Butir Kegiatan-n

Sub Unsur-n

Contoh 1 :
Seorang Teknisi Litkayasa Pemula melakukan kegiatan yang termasuk dalam
Unsur : Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan, Sub Unsur:
Pelaksanaan kegiatan survei dengan Butir Kegiatan : mengumpulkan data.
Kegiatan merupakan unsur yang dinilai. Kegiatan lain, seperti menyusun
kebutuhan survei, bagi Teknisi Litkayasa Pemula tersebut bukan merupakan
unsur yang dinilai karena dia tidak melaksanakannya, kecuali bila dia ditugaskan
melaksanakan salah satu atau seluruh kegiatan tersebut, dan untuk mendapatkan
penilaian atas apa yang telah dilakukannya yang bersangkutan diharuskan
melampirkan surat penugasan tersebut.

Tabel 2. Contoh Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai

SATU-
BUTIR ANGKA PELAKSA-
NO UNSUR SUB UNSUR AN
KEGIATAN KREDIT NA
HASIL
II Pelayanan B. Pelak- 1. Menyusun
Kegiatan sanaan kebutuhan
Teknisi
Penelitian kegiatan survei
Litkayasa
dan survei Laporan 0.11
Pelaksana
Perekayasa
Lanjutan
an

2. Mengumpulkan Teknisi
data Litkayasa
Laporan 0.04
Pelaksana
Pemula

10
3. Mengelompok-
kan data survei Teknisi
obyek Laporan 0.08 Litkayasa
percobaan Pelaksana
survei
4. Menganalisa Teknisi
hasil survei Laporan 0.33 Litkayasa
Penyelia

11
BAB III

BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL


TEKNISI LITKAYASA

Kegiatan Teknisi Litkayasa disusun dalam kelompok Unsur, Sub Unsur


dan Butir Kegiatan. Sub Unsur merupakan jabaran kegiatan dari Unsur, dan
Butir Kegiatan merupakan jabaran kegiatan lebih lanjut dari setiap Sub Unsur.
Unsur Kegiatan Teknisi Litkayasa adalah Pendidikan, Kegiatan Pelayanan
Penelitian dan Perekayasaan, Pengembangan Profesi, dan Kegiatan yang
Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa.

Unsur Pendidikan, Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan,


serta Pengembangan Profesi disebut Unsur Utama, sedang kegiatan yang
Menunjang Pelaksanaan Tugas Teknisi Litkayasa disebut Unsur Penunjang.
Unsur Utama merupakan komponen terpenting bagi Teknisi Litkayasa dalam
pengumpulan angka kredit. Jumlah angka kredit minimal untuk setiap
kenaikan pangkat atau jabatan, adalah 80% dari Unsur Utama dan maksimal
20% dari Unsur Penunjang.

Petunjuk teknis mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut, diuraikan sebagai


berikut :
A. Unsur Utama
1. Pendidikan

Unsur pendidikan terbagi atas dua Sub Unsur, yaitu :

a. Pendidikan Sekolah dan Memperoleh gelar/Ijazah


Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa diperuntukkan bagi PNS baik
yang bekerja di bidang pelayanan teknis, maupun di bidang sosial-
budaya. oleh karena itu tidak ada kekhususan bidang studi bagi
pejabat Teknisi Litkayasa. Yang penting bidang studi Teknisi
Litkayasa harus sesuai dengan tugas dan fungsi Unit Teknisi
Litkayasa di Instansi di mana Teknisi Litkayasa tersebut
bekerja/ditempatkan. Bila tidak sesuai, maka untuk dapat diangkat
dalam jabatan Teknisi Litkayasa di Unit tersebut yang
bersangkutan harus mendapatkan bukti penugasan dari Kepala
Unit Kerja, yang menyatakan bahwa yang bersangkutan memang
ditugaskan di bidang pelayanan kegiatan penelitian dan
perekayasaan (lampiran 1)

Angka kredit untuk Ijazah SMTA/Diploma I = 25 (I.A.3)


Angka kredit untuk Diploma II = 40 (I.A.2)
Angka kredit untuk Diploma III = 60 (I.A.3)

Contoh 2 :
Seorang Diploma III Akademi Kesejahteraan Sosial bekerja di
Departemen Sosial, ditugaskan dalam kegiatan pelayanan penelitian
kesejahteraan sosial. Bidang tugas tersebut sesuai dengan bidang studi
yang bersangkutan, sehingga tidak perlu Surat Penugasan dari Kepala

12
Unit Kerjanya. Lain halnya bagi pemegang Diploma III Teknologi Benih,
bila ia bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen
Sosial, maka dalam usul pengangkatan yang bersangkutan pada jabatan
fungsional Teknisi Litkayasa, perlu disertakan bukti surat penugasan dari
Kepala Unit Kerjanya.

Contoh 3 :
Angka kredit untuk seseorang yang dalam usulan pengangkatannya
melampirkan ijazah SMTA adalah 25, beberapa tahun kemudian yang
bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan Diploma III dan
memperoleh ijazah, maka Angka kreditnya dapat disesuaikan dari 25
menjadi 60.

Contoh 4 :
Jika seorang SMTA di atas yang telah menyelesaikan pendidikan
Diploma III, beberapa tahun kemudian menyelesaikan pendidikan
sarjana (S1), maka Angka kreditnya ditambah 5 dari unsur penunjang
(IV.F.1)

Contoh 5 :
Dalam perkembangannya Seorang SMTA tersebut diatas yang telah
menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) mengikuti pendidikan berbeda
dan memperoleh ijazah S1, maka Angka Kredit untuk gelar kesarjanaan
yang kedua dan seterusnya, ditambah 5 dari unsur (IV.F.1) yaitu
memperoleh gelar kesarjanaan lain pada kegiatan penunjang.

b. Pendidikan dan Pelatihan (diklat) di Bidang Fungsional Teknisi


Litkayasa dan Memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan
Pelatihan (STTPP).

Diklat bagi pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa terdiri dari Diklat


Fungsional Teknisi Litkayasa (Diklat Penjenjangan) dan Diklat
Teknis.

b.1. Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa.

Diklat penjenjangan diadakan dengan tujuan untuk memenuhi


kompetensi jenjang jabatan, diklat ini wajib diikuti oleh calon
dan pejabat pemangku Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa.
Ketentuan teknis mengenai mekanisme penyelenggaraan dan
desain kurikulum Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa tersebut
diatur melalui Keputusan Kepala BPPT, dan STTPP diklat ini
dikeluarkan oleh instansi pembina/BPPT.

b.2. Diklat Teknis


Diklat Teknis bertujuan untuk melengkapi dan memperkaya
kompetensi Teknisi Litkayasa dalam bidang pelayanan
Penelitian/Perekayasaan.

STTPP dari diklat teknis ini dapat dinilaikan dan angka


kreditnya termasuk dalam Unsur Utama, bila lama diklatnya
30 jam atau lebih (bila lama diklat tidak dituliskan dalam
jumlah jam pada STTPP, maka jumlah jam dihitung berdasar
jumlah hari kerja, yaitu 5 hari kerja per minggu dan 8 jam
kerja per hari), bila jumlah jam diklat kurang dari 30 jam,

13
maka STTPP-nya dinilai 1 Angka Kredit sebagai peserta
seminar (IV.B.3) unsur penunjang.

Diklat fungsional non-teknis, seperti diklat penjenjangan struktural, dan


diklat lain yang tidak sesuai dengan tupoksi, dengan tidak
memperhitungkan jumlah jam, STTPP-nya dinilai sebagai sertifikat
peserta seminar (IV.B.3) dengan angka kredit sebesar 1.

B. Unsur Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan

Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan


metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data dan
keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian
kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang
iptek serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan iptek.

Perekayasaan adalah kegiatan penerapan iptek dalam bentuk desain


dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai, produk dan/atau proses
produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang
dan/atau konteks teknikal, fungsional, bisnis, sosial budaya, dan estetika.

Unsur kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan terbagi menjadi 7


Sub Unsur, yaitu :
- Pelaksanaan kegiatan percobaan Butir II.A
- Pelaksanaan kegiatan survei Butir II.B
- Pelaksanaan kegiatan rancang-bangun / perekayasaan Butir II.C
- Pelaksanaan jasa teknis Butir II.D
- Pemeliharaan alat dan fasilitas Butir II.E
- Pemasyarakatan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II.F
- Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan Butir II.G

Kegiatan setiap Sub Unsur terbagi ke dalam Butir Kegiatan yang


merupakan tugas pokok dari setiap jenjang jabatan Teknisi Litkayasa.

Pembagian Sub Unsur ke dalam Butir Kegiatan tersebut sebenarnya


merupakan satu alur kegiatan, sehingga setiap Butir Kegiatannya satu
dengan yang lain terkait. Seorang Teknisi Litkayasa mungkin saja hanya
melaksanakan satu Butir Kegiatan yang menjadi tugas pokoknya, tetapi
mungkin juga ia harus melaksanakan Butir Kegiatan yang lain yang bukan
menjadi tugas pokoknya dalam kelompok Butir Kegiatan dari Sub Unsur
yang sama. Untuk mendapatkan penilaian yang benar, maka dalam
membuat laporan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan perlu dijelaskan
keterkaitan kegiatan yang dilakukan dengan Butir Kegiatan yang lain
dalam Sub Unsur yang sama.

Setiap kegiatan harus dituangkan dalam laporan tertulis sebagaimana form


dalam lampiran 2, dengan format sebagai berikut :
- Butir (kode) kegiatan : diisi kode unsur kegiatan, sub unsur, butir
kegiatan.
- Judul laporan: (Misalnya: Pelaksanaan Kegiatan Percobaan
Pemupukan Posphat pada Tanaman Padi Gogo Varietas Dayang
Rindu).
- Pelaksana : Dituliskan semua nama, NIP dan jenjang jabatan pejabat

14
Teknisi Litkayasa yang terlibat (Misalnya: Amir, Teknisi Litkayasa
Pelaksana Pemula. Dodi, Teknisi Litkayasa Penyelia, dan seterusnya).
Jumlah pelaksana adalah sebanyak-banyaknya adalah sama dengan
jumlah butir kegiatan pada sub unsur tersebut.
- Nomor Surat Perintah/Surat Penugasan dan nama pemberi tugas :
ditulis nomor SPK (Surat Perintah Kerja/surat penugasan) dan nama
pemberi tugas yang melandasi dilaksanakannya kegiatan ini (form
lampiran 3).
- Tanggal Pelaksanaan : ditulis tanggal pelaksanaan dari awal kegiatan
sampai akhir kegiatan Untuk kegiatan yang hanya dilaksanakan bukan
hari kerja, maka harus dilampirkan surat perintah lembur/surat
keterangan dari pemberi tugas.
- Pendahuluan: Diuraikan keterkaitan kegiatan ini dengan program
pelaksanaan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan, dan
kerangka pikir tentang rencana kegiatan pelaksanaan percobaan.
(Misalnya: Keterkaitan judul di atas dengan program Pengembangan
Varietas Unggul Padi Lahan Kering. Lahan kering banyak tersedia di
luar Jawa. Umumnya lahan tersebut miskin unsur hara Oleh karena itu
perlu dilakukan percobaan pemupukan pada lahan kering).
- Rencana Kegiatan: Diuraikan rencana kegiatan percobaan yang akan
dilakukan antara lain: kapan dan berapa lama kegiatan akan dilakukan,
di mana, bagaimana cara percobaan dilakukan dan sebagainya,
(Misalnya: percobaan akan dimulai bulan Oktober 2005 sampai Februari
2006 di rumah kaca. Percobaan ini merupakan percobaan pot sebanyak
5 kg tanah/pot dengan 6 tingkat pemupukan P, dan 4 ulangan. Varietas
yang digunakan adalah Dayang Rindu, varietas gogo dari Sumatera
Selatan. Diamati: tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, umur
berbunga, butir hampa, bobot 1000 butir).
- Hasil kegiatan: Semua data / hasil percobaan dilaporkan setelah diolah
dan dianalisis.
- Hambatan/kendala : ditulis semua hambatan/kendala yang dihadapi
selama melaksanakan kegiatan (jika memang ada)
- Saran/rekomendasi : Ditulis saran/rekomendasi atas pelaksanaan
kegiatan yang telah dilakukan untuk perbaikan dalam pelaksanaan
kegiatan berikutnya.
Laporan tertulis tersebut diatas harus ditandatangani oleh seluruh
pelaksana dan diketahui oleh pemberi tugas/atasan langsung
Berdasarkan laporan tertulis diatas maka cara menghitung angka kreditnya
lihat pada Tabel 3 berikut ini :
Tabel 3. Pedoman menghitung Angka Kredit yang berhubungan
dengan jumlah pelaksana, jenjang, dan jumlah kegiatan
yang dilakukan.

JUMLAH
NO PELAKSANA JENJANG BANYAKNYA PERHITUNGAN ANGKA
JABATAN KEGIATAN KREDIT
1 1 Orang 1 Jenjang 1 Butir Angka kredit sesuai jenjang
Kegiatan pada butir kegiatan yang
dilaksanakan
2 1 Orang 1 Jenjang Lebih dari 1 Jumlah angka kredit sesuai
Butir Kegiatan ketentuan pada butir-butir
kegiatan yang dilaksanakan.

15
3 Lebih dari 1 1 Jenjang 1 Butir Kegiatan Angka kredit sesuai jenjang
orang pada butir kegiatan yang
dilaksanakan dibagi secara
rata dengan jumlah orang
yang melaksanakan kegiatan
tersebut.
4 Lebih dari 1 1 Jenjang Lebih dari 1 Jumlah Angka kredit sesuai
orang Butir Kegiatan ketentuan pada butir-butir
kegiatan yang dilaksanakan,
dibagi rata dengan jumlah
orang yang melaksanakan
kegiatan.

5 Lebih dari 1 Lebih dari 1 Butir Kegiatan Angka kredit tertinggi pada
orang 1 Jenjang butir kegiatan yang
dilaksanakan dibagi secara
rata dengan jumlah orang
yang melaksanakan kegiatan
tersebut.

6 Lebih dari 1 Lebih dari Lebih dari 1 Jumlah angka kredit tertinggi
orang 1 Jenjang Butir Kegiatan dari jenjang yang terlibat,
sesuai ketentuan pada butir-
butir kegiatan yang
dilaksanakan dibagi secara
rata dengan jumlah orang
yang melaksanakan kegiatan
tersebut

Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Teknisi Litkayasa yang sesuai
dengan jenjang jabatannya untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana
dimaksud pada Lampiran I Keputusan Menpan Nomor 23/M.PAN/02/2003,
maka Teknisi Litkayasa yang satu tingkat di atas atau di bawah jenjang
jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut, dengan ketentuan sebagai
berikut :

- Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 1 tingkat


di atas jenjang jabatannya, akan memperoleh angka kredit sebesar
80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh
Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.

- Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 2 (dua)


tingkat di atas jenjang jabatannya, akan memperoleh angka kredit
sebesar 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud
dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.

- Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa 3 tingkat


di atas jenjang jabatannya, akan memperoleh angka kredit sebesar
80% x 80% x 80% dari angka kredit apabila kegiatan dimaksud
dilakukan oleh Teknisi Litkayasa pada jenjang yang seharusnya
Contoh 6 :
Seorang Teknisi Litkayasa melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat yang
merupakan tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.
- Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana
Lanjutan angka kreditnya adalah 0.14.
- Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Penyelia angka
kreditnya adalah tetap 0.14.
- Bila yang melakukan Teknisi Litkayasa Pelaksana, maka angka
kreditnya bukan 0,14 tetapi 0,11 (=80%x0,14)

16
- Bila kegiatan tersebut dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pemula, maka
angka kreditnya menjadi 0,09 (=80%x80%x0,14).

- Teknisi Litkayasa yang melaksanakan tugas Teknisi Litkayasa di bawah


jenjang jabatannya, akan memperoleh angka kredit yang sama (100%)
dengan angka kredit apabila kegiatan dimaksud dilakukan oleh Teknisi
Litkayasa pada jenjang yang seharusnya.

Contoh 7 :
Seorang Teknisi Litkayasa Penyelia melaksanakan penyusunan kebutuhan
survei tugas pokok Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan, maka laporan hasil
kegiatannya mendapatkan angka kredit 0.11 sama bila hasil kegiatan tersebut
dilakukan oleh Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan.

Dalam Tabel 14, rincian kegiatan dapat dilihat perolehan Angka Kredit
untuk tiap butir kegiatan yang telah diperhitungkan sesuai dengan
tingkat jabatan.

1. Pelaksananan Kegiatan Percobaan

Percobaan adalah kegiatan yang dilakukan pada kondisi terkendali


untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh atau gejala tertentu.

Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Percobaan terbagi menjadi 6 Butir


Kegiatan :
a. Menyusun rencana percobaan Butir II.A.1
b. Menyusun kebutuhan percobaan Butir II.A.2
c. Menyiapkan kebutuhan percobaan Butir II.A.3
d. Melakukan pengamatan/pengukuran obyek Butir II.A.4
percobaan
e. Mengolah data percobaan Butir II.A.5
f. Menganalisa hasil percobaan Butir II.A.6

Tabel 4. : Angka Kredit bagi Teknisi Litkayasa yang melaksanakan


sesuai jenjang jabatannya.

ANGKA KREDIT BAGI

SUB BUTIR SATUAN TL.


NO UNSUR
UNSUR KEGIATAN HASIL TL PELAK TL
TL
PELAKSA SANA PENYE
PEMULA
NA LANJUT- LIA
AN
II Pelayanan A. Pelaksanaan Pelaksanaan
Kegiatan kegiatan kegiatan Laporan 0,71 0,88 1,03 1,17
Penelitian dan percobaan percobaan
Perekayasaan 1. Menyusun Laporan 0,14 0,18 0,22 0,28
Rencana (80%x (80%x (80%x
Percobaan 0,18) 022) 0,28)
2. Menyusun
Kebutuhan Laporan 0,09 0,11 0,14 0,14
Percobaan
3. Menyiapkan
Kebutuhan Laporan 0,05 0,05 0,05 0,05
Percobaan
4. Melakukan Laporan 0,06 0,08 0,08 0,08
pengamatan
Pengukuran
Obyek

17
Percobaan
5. Mengolah
Data Laporan 0,12 0,15 0,15 0,15
percobaan
6. Menganalisa
Hasil Laporan 0,25 0,31 0,39 0,46
Percobaan

- Jika seorang Teknisi Litkayasa hanya mengerjakan satu butir kegiatan


saja, maka akan mendapat Angka Kredit sesuai dengan jabatan dan
butir kegiatan yang dilakukan.
Contoh 8 :
Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan melakukan
pengamatan/pengukuran obyek percobaan dalam pelaksanaan kegiatan
percobaan (II.A.4) maka ia akan mendapat Angka Kredit 0,08
Contoh 9 :
Seorang Teknisi litkayasa pelaksana hanya mengerjakan penyusunan
kebutuhan percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A.2) maka ia
akan mendapat Angka Kredit 0,11 (80 % X 0,14)

JUMLAH JENJANG BANYAKNYA PERHITUNGAN


PELAKSANA JABATAN KEGIATAN ANGKA KREDIT
1 orang 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit sesuai
jenjang pada butir
kegiatan yang
dilaksanakan

- Jika seorang Teknisi Litkayasa melaksanakan semua butir kegiatan


dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A), maka ia akan mendapat
Angka Kredit sebagai berikut :
- jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula, maka ia akan mendapatkan
Angka Kredit : 0,71
- jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana, maka ia akan mendapatkan Angka
Kredit : 0,88
- jika ia Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan, maka ia akan mendapatkan
Angka Kredit : 1,03
- jika ia Teknisi Litkayasa Penyelia, maka ia akan mendapatkan angka kredit
: 1,17

JUMLAH JENJANG BANYAKNYA PERHITUNGAN


PELAKSANA JABATAN KEGIATAN ANGKA KREDIT
1 orang 1 Jenjang Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit
kegiatan sesuai ketentuan
pada butir-butir
kegiatan yang
dilaksanakan

- Jika beberapa Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama hanya


melaksanakan satu butir kegiatan saja, maka Angka Kredit pada butir
kegiatan tersebut dibagi rata keseluruh pelaksana.
Contoh 10 :
Tiga orang Teknisi Litkayasa penyelia hanya mengerjakan analisa hasil
percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A.6) maka masing-
masing akan mendapatkan Angka Kredit 0,46 / 3 = 0,15
Contoh 11 :
3 (tiga) orang Teknisi Litkayasa pelaksana hanya mengerjakan analisa hasil
percobaan dalam pelaksanaan kegiatan percobaan (II.A.6) maka masing-
masing akan mendapatkan Angka Kredit (0,46 X 80% X 80 %) / 3 = 0,10

18
JUMLAH JENJANG BANYAKNYA PERHITUNGAN
PELAKSANA JABATAN KEGIATAN ANGKA KREDIT
Lebih dari 1 1 Jenjang 1 butir kegiatan Angka kredit sesuai
orang jenjang pada butir
kegiatan yang
dilaksanakan dibagi
secara rata dengan
jumlah orang yang
melaksanakan
kegiatan tersebut

- Jika 3 orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang sama melaksanakan


seluruh butir kegiatan dalam melaksanakan kegiatan percobaan ( II.A), maka
total Angka kredit dibagi rata keseluruh pelaksana, perhitungannya sebagai
berikut :
- Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula, maka masing-masing akan
mendapatkan Angka Kredit 0,71 / 3 = 0,24
- Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana, maka masing-masing akan
mendapatkan Angka Kredit 0,88 / 3 = 0,29
- Untuk Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan, maka masing-masing akan
mendapatkan Angka Kredit 1,03 / 3 = 0,34
- Untuk Teknisi Litkayasa Penyelia, maka masing-masing akan
mendapatkan Angka Kredit 1,17 / 3 = 0,39

JUMLAH JENJANG BANYAKNYA PERHITUNGAN


PELAKSANA JABATAN KEGIATAN ANGKA KREDIT
Lebih dari 1 1 Jenjang Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit
orang kegiatan sesuai ketentuan
pada butir-butir
kegiatan yang
dilaksanakan, dibagi
rata dengan jumlah
orang yang
melaksanakan
kegiatan

- Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda


melaksanakan satu butir kegiatan saja, maka Angka kredit diperoleh
dari Angka kredit pada butir kegiatan yang dilaksanakan dibagi dengan
jumlah pelaksana.
Contoh 12 :
Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda-beda dan
jenjang yang tertinggi diantaranya adalah Teknisi Litkayasa Pelaksana
Lanjutan, melaksanakan kegiatan menyusun kebutuhan percobaan (II.A.2),
maka angka kredit yang diperoleh masing-masing adalah 0,14/3=0,05

JUMLAH JENJANG BANYAKNYA PERHITUNGAN


PELAKSANA JABATAN KEGIATAN ANGKA KREDIT
Lebih dari 1 Lebih dari 1 1 butir kegiatan Angka kredit
orang Jenjang tertinggi pada butir
kegiatan yang
dilaksanakan, dibagi
secara rata dengan
jumlah orang yang
melaksanakan
kegiatan tersebut

- Jika beberapa orang Teknisi Litkayasa dengan jenjang yang berbeda


melaksanakan seluruh butir kegiatan dalam satu sub unsur kegiatan
maka, Angka Kredit diperoleh dari jumlah AK kredit tertinggi dibagi

19
dengan jumlah pelaksana.
Contoh 13 :
Tiga orang teknisi Litkayasa dengan jenjang jabatan yang berbeda
melaksanakan kegiatan percobaan secara bersama-sama, maka angka kredit
yang diperoleh masing-masing pelaksana adalah 1,17 / 3 = 0,39,

Jumlah Jenjang Banyaknya Perhitungan


Pelaksana Jabatan Kegiatan Angka Kredit
Lebih dari 1 Lebih dari 1 Lebih dari 1 butir Jumlah Angka kredit
orang Jenjang kegiatan tertinggi dari jenjang
yang terlibat, sesuai
ketentuan pada
butir-butir kegiatan
yang dilaksanakan,
dibagi secara rata
dengan jumlah
orang yang
melaksanakan
kegiatan tersebut

2. Pelaksanaan Kegiatan Survei

Survei adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah data dan


informasi berdasarkan metode yang baku untuk mendukung kegiatan di
bidang penelitian/perekayasaan.

Sub Unsur Pelaksanaan Kegiatan Survei terdiri dari 4 Butir Kegiatan,


yaitu :
a. Menyusun kebutuhan survei Butir II.B.1
b. Mengumpulkan data, Butir II.B.2
c. Mengelompokkan data survei obyek Butir II.B.3
percobaan data survei
d. Menganalisis hasil survei. Butir II.B.4

Tabel 5. : Angka Kredit Sub Unsur II.B Pelaksanaak Kegiatan Survei

ANGKA KREDIT
TL
TL TL.
BUTIR KEGIATAN SATUAN TL PEL.
PELAK- PENYE-
HASIL PEMULA LANJUT-
SANA. LIA
AN

B. Pelaksanaan kegiatan survei 0,34 0,42 0.49 0,56

1. Menyusun kebutuhan survei Laporan 007 009 0.11 011


2. Mengumpulkan data Laporan 0,04 004 004 004
3. Mengelompokan data survei obyek
Laporan 0,06 0,08 0,08 0,08
percobaan data survei
4. Menganalisis hasil survei Laporan 0,17 0,21 0,26 0,33

3. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun / Perekayasaan

Rancang bangun adalah kegiatan penerapan iptek dalam pelaksanaan


pembuatan suatu produk..

Sub unsur Pelaksanaan kegiatan Rancang bangun / perekayasaan


terdiri dari 6 Butir Kegiatan :

20
a. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses Butir II.C.1
/ sistem / model / prototip,
b. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses Butir II.C.2
/ sistem / model / prototip,
c. Menyusun rangkaian pembuatan proses Butir II.C.3
/ sistem / model / prototip,
d. Melakukan penyetelan dan pengujian Butir II.C.4
rangkaian pembuatan proses /sistem /
model / prototip,
e Melakukan pembuatan bagian-bagian Butir II.C.5
dari prototip
f. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan Butir II.C.6
perekayasaan.

Tabel 6. : Angka Kredit Sub Unsur II.C Pelaksanaan Kegiatan Rancang


Bangun / Perekayasaan.

ANGKA KREDIT
TL TL TL.
BUTIR KEGIATAN SATUAN TL
PELAK- PEL. PENYE-
HASIL PEMULA
SANA. LANJUTAN LIA
C. Pelaksanaan kegiatan rancang
0,66 0,79 0,96 1,43
bangun perekayasaan
1. Merencanakan kebutuhan
pembuatan proses / sistem / model Laporan 0,23 0,28 0,35 0,44
/ prototip
2. Menyiapkan kebutuhan pembuatan
Laporan 0,05 0,05 0,05 0,05
Proses / sistem / model / prototip
3. Menyusun rangkaian pembuatan
Laporan 0,06 0,07 0,07 0,07
proses / sistem / model / prototip
4. Melakukan penyetelan dan
pengujian rangkaian pembuatan Laporan 0,13 0.16 0,20 0,20
proses / sistem / model / prototip
5. Melakukan pembuatan bagian-
Laporan 0,07 0,08 0,11 0,11
bagian dari prototip
6. Melakukan pengawasan kegiatan
Laporan 0,12 0,15 0,18 0,23
pelayanan Perekavasaan

4. Pelaksanaan Jasa Teknis

Memberikan pelayanan jasa yang bersifat teknis dari pihak lain / luar
yang berhubungan dengan kegiatan penelitian / perekayasaan.

Sub Unsur Pelaksanaan Jasa Teknis terdiri dari 4 Butir Kegiatan :


a. Mengambil dan memproses contoh, Butir II.D.1
b. Melakukan pengukuran / analisis, Butir II.D.2
c. Melakukan pengujian bahan unjuk kerja alat, Butir II.D.3
d. Melakukan layanan informasi teknik ilmiah. Butir II.D.4

21
Tabel 7. : Angka kredit Sub Unsur II.D Pelaksanaan Jasa Teknis.

ANGKA KREDIT
TL
TL TL.
BUTIR KEGIATAN SATUAN TL PEL.
PELAK- PENYE-
HASIL PEMULA LANJUT-
SANA. LIA
AN

D. Pelaksanaan Jasa Teknis 0,31 0,37 0,44 0,49


1. Mengambil dan memproses contoh Laporan 0,04 0,04 0,04 0,04
2. Melakukan pengukuran / analisis Laporan 0,05 0,06 006 006
3. Menguji bahan unjuk kerja alat Laporan 0,09 0,11 0,14 0,14
4. Melakukan layanan informasi teknis
Laporan 0,13 0,16 0,20 0,25
ilmiah

5. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas

Melakukan kegiatan yang bersifat memelihara atau meningkatkan


fungsi serta menjaga peralatan dan fasilitas agar tetap berfungsi setiap
saat akan digunakan serta memenuhi standar

Sub Unsur Pemeliharaan alat dan fasilitas terdiri dari 5 butir kegiatan :
a. Memelihara alat dan fasilitas, Butir II.E.1
b. Memperbaiki alat dan fasilitas, Butir II.E.2
c. Melakukan penyetelan dan kalibrasi alat, Butir II.E.3
d. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas. Butir II.E.4
e. Melakukan penjaminan mutu laboratorium Butir II.E.5
fasilitas.

Tabel 8. : Angka Kredit Sub Unsur II.E Pemeliharaan Alat dan


Fasilitas

ANGKA KREDIT
TL
TL TL.
BUTIR KEGIATAN SATUAN TL PEL.
PELAK- PENYE-
HASIL PEMULA LANJUT-
SANA. LIA
AN
E. Pemeliharaan alat dan fasiltas 0,39 0,46 0,55 0,62
1. Memelihara alat dan fasilitas Laporan 0,06 0,06 0,06 0,06
2. Memperbaiki alat dan fasilitas Laporan 0,06 0,07 0,07 0,07

3. Melakukan penyetelan dan


Laporan 0,07 0,09 0,11 0.11
kalibrasai alat
4. Melakukan peningkatan fungsi alat
Laporan 0,11 013 0,17 0,21
dan fasilitas
5. Melakukan penjaminan mutu
Laporan 0,09 0,11 0,14 0,17
laboratorium fasilitas

6. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan

Melakukan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberikan


informasi kepada publik tentang hasil penelitian / perekayasaan.

Sub unsur Pemasyarakatan hasil Penelitian dan Perekayasaan terdiri


dari 5 butir kegiatan :
a. Membuat bahan audio visual, Butir II.F.1

22
b. Membuat alat peraga dan maket, Butir II.F.2
c. Menyiapkan bahan penyusunan brosur, leaflet, Butir II.F.3
booklet,
d Melakukan penyuluhan penerapan hasil Butir II.F.4
penelitian dan perekayasaan
e. Memandu kegiatan promosi iptek. Butir II.F.5

Tabel 9. : Angka Kredit Sub Unsur II.F Pemasyarakatan hasil


Penelitian dan Perekayasaan

ANGKA KREDIT
TL
TL TL.
BUTIR KEGIATAN SATUAN TL PEL.
PELAK- PENYE-
HASIL PEMULA LANJUT-
SANA. LIA
AN
F. Pemasyarakatan hasil penelitian
0,47 0,55 0,64 0,70
dan perekayasaan
1. Membuat bahan audio visual Laporan 0,10 0,12 0,15 0,15
2. Membuat alat peraga dan maket Laporan 0,05 0,06 0,06 0,06
3. Menyiapkan bahan penyusunan
Laporan 0,13 0.13 013 0,13
brosur, leaflet, booklet
4. Melakukan penyuluhan penerapan
Laporan 0,14 0,18 0,24 0,30
hasil penelitian dan perekayasaan
5. Memandu kegiatan promosi Iptek Laporan 0,05 0,06 0,06 0,06

7. Pemrosesan Hasil Penelitian dan Perekayasaan

Sub Unsur pemrosesan hasil penelitian dan Perekayasaan terdiri dari 6 butir
kegiatan :

a. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian, Butir II.G.1.


b. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil Butir II.G.2.
perekayasaan,
c. Membuat gambar diagram dan peta, Butir II.G.3.
d. Melakukan pemrosesan laporan, Butir II.G.4
e. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja Butir II.G.5.
produk Perekayasaan
e. Melakukan supervisi pemrosesan hasil Butir II.G.6.
Penelitian/perekayasaan.

Tabel 10. : Angka Kredit Sub Unsur II.G Pemrosesan hasil Penelitian
dan Perekayasaan.

ANGKA KREDIT
TL TL
BUTIR KEGIATAN SATUAN TL TL.
PELAK- PEL.
HASIL PEMULA PENYELIA
SANA. LANJUTAN
G. Pemrosesan hasil penelitian dan
0,66 0,81 0,96 1,08
perekayasaan
1. Melakukan pelayanan pemrosesan
Laporan 0,05 0,05 0,05 0,05
hasil penelitian
2. Melakukan pelayanan pemrosesan
Laporan 0,06 0,06 0,06 0,06
hasil perekayasaan
3. Membuat gambar,diagram dan peta Laporan 0,06 0,08 0,08 0,08
4. Melakukan pemrosesan laporan Laporan 0,17 0,22 0,27 0,27
5. Menganalisis hasil pengujian unjuk
Laporan 0,16 0,20 0,25 0,31
kerja produk perekayasaan

23
6. Melakukan supervisi pemrosesan
Laporan 0,16 0,20 0,25 0,31
hasil penelitian / perekayasaan

Pemberian Angka Kredit pada kegiatan pelayanan dan penelitian


didasarkan terhadap butir kegiatan yang dilaksanakannya yang
didukung oleh laporan kegiatan, waktu atau lama pelaksanaan butir
kegiatan tidak mempengaruhi besarnya Angka Kredit.

Akan tetapi pelaksanaan setiap butir kegiatan pelayanan


penelitian dan perekayasaan mempunyai batas waktu maksimal untuk
menyelesaikannya, pemberian batas waktu maksimal disesuaikan
dengan jumlah angka kredit yang diberikan untuk prestasi
melaksanakan butir kegiatan tersebut. Tabel dibawah ini menunjukkan
batas waktu maksimal untuk setiap butir kegiatan dari unsur Pelayanan
Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan.

Tabel 11. : Batas Waktu Maksimal untuk Melaksanakan Tiap


Butir Kegiatan dalam Unsur Pelayanan Kegiatan
Penelitian/Perekayasaan.

BATAS WAKTU
UNSUR SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN MAKSIMUM
JAM HARI
Pelayanan Kegiatan A. Pelaksanaan 1. Menyusun rencana percobaan 40 5
Penelitian dan Kegiatan 2. Menyusun kebutuhan percobaan 20 3
Perekayasaan percobaan 3. Menyiapkan kebutuhan percobaan 16 2
4. Melakukan pengamatan/pengukuran
26 4
obyek
5. Mengolah data percobaan 50 6
6. Menganalisa hasil percobaan 65 8
B. Pelaksanaan 1. Menyusun kebutuhan survei 15 2
kegiatan survei 2. Mengumpulkan data 13 2
3. Mengelompokkan data 26 3
4. Menganalisa hasil survei 47 6
C. Pelaksanaan 1. Merencanakan kebutuhan pembuatan
62 8
kegiatan proses/ sistem/model/prototip
pelayanan 2. Menyiapkan kebutuhan pembuatan
16 2
Rancang proses/sistem/model/prototip
bangun/ 3. Menyusun rangkaian pembuatan
perekayasaan 23 3
proses/sistem/model/prototip
4. Melakukan penyetelan dan pengujian
rangkaian pembuatan proses/sistem/ 28 4
model/prototip
5. Melakukan pembuatan bagian-bagian
15 2
prototip
6. Melakukan pengawasan kegiatan
32 4
pelayanan Perekayasaan
D. Pelaksanaan 1. Mengambil dan memproses contoh 13 2
Jasa Teknis 2. Melakukan pengukuran/analisis 20 3
3. Menguji bahan unjuk kerja alat 20 3
4. Melakukan layanan informasi teknik
35 4
ilmiah
1. Memelihara alat dan fasilitas 20 3

24
E. Pemeliharaan 2. Memperbaiki alat dan fasilitas 23 3
alat dan 3. Melakukan penyetelan dan kalibrasi
15 2
fasilitas alat
4. Melakukan peningkatan fungsi alat
30 4
dan fasilitas
5. Melakukan penjaminan mutu lab.
24 3
fasilitas
F. Pemasyara- 1. Membuat bahan audio-visual 21 3
katan hasil 2. Membuat alat peraga dan maket 20 3
penelitian dan 3. Menyiapkan bahan penyusunan
43 5
perekayasaan brosur, leaflet dan booklet
4. Melakukan penyuluhan penerapan
42 5
hasil penelitian dan perekayasaan
5. Memandu kegiatan promosi Iptek 20 3
G. Pemrosesan 1. Melakukan pelayanan pemrosesan 16 2
hasil penelitian hasil penelitian
dan pereka- 2. Melakukan pelayanan pemrosesan
20 3
yasaan hasil perekayasaan
3. Membuat gambar, diagram dan peta 26 3
4. Melakukan pemrosesan laporan 38 5
5. Menganalisa hasil pengujian unjuk
44 6
kerja produk perekayasaan
6. Melakukan supervisi pemrosesan
44 6
hasil penelitian/ perekayasaan

Bila pelaksanaan suatu butir kegiatan memerlukan waktu lebih dari


batas waktu maksimal, maka pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan
secara bertahap.
Contoh 14 :
Pelaksanaan kegiatan percobaan pemupukan padi. Seluruh kegiatan akan
makan waktu 6 bulan, dari percobaan perencanaan sampai penganalisaan
hasil percobaan. Batas waktu maksimum untuk menyusun rencana percobaan
40 jam atau 5 hari kerja. (satu minggu). Bila ternyata perencanaan ini
memakan waktu 2 minggu termasuk pendiskusian dengan penelitinya, maka
kegiatan menyusun rencana dapat dibagi dalam 2 tahap, yaitu misalnya
menyusun draft rencana percobaan (tahap I) dan penyempurnaan draft
rencana percobaan (tahap II, setelah didiskusikan dan disetujui penelitinya).
Jadi dalam perencanaan percobaan tersebut ada dua laporan sebagai bukti
pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian maka nilai (angka kredit)
penyusunan rencana percobaan = 2 x 0,28 = 0,56. Begitu seterusnya dengan
pelaksanaan butir kegiatan lainnya.

C. Pengembangan Profesi

1. Membuat Karya Tulis/Karya IImiah di Bidang Penelitian dan


Perekayasaan.

Tugas Teknisi Litkayasa adalah melakukan kegiatan pelayanan


penelitian/perekayasaan, sedang yang mempunyai tugas
melaksanakan penelitian/perekayasaan adalah pejabat fungsional
peneliti/perekayasa. Hasil penelitian perekayasaan adalah milik
peneliti/perekayasa untuk dipublikasikan atau dilaporkan. Apa yang
dapat ditulis/dilaporkan/dipublikasikan oleh Teknisi Litkayasa adalah

25
bagian dari penelitian/perekayasaan yang dilakukannya. Meskipun
hanya merupakan salah satu bagian dari suatu
penelitian/perekayasaan, bila dipublikasikan/dilaporkan harus
memenuhi kaidah penulisan karya tulis ilmiah.
Teknisi Litkayasa dapat membuat karya tulis ilmiah bidang
penelitian misalnya dari hasil suatu percobaan, bagian dari suatu
survei, kajian atas suatu metode. dari bidang perekayasaan misalnya
tentang hasil pengelasan dua jenis logam dalam pembuatan suatu
prototip.
Penulis karya tulis ilmiah yang mendapat angka kredit dari karya
tulis tersebut sebanyak-banyaknya hanya 4 (empat) orang. Bila lebih
maka penulis ke-5 dst. tidak mendapatkan angka kredit.
Karya tulis ilmiah berbentuk buku yang ditulis oleh lebih dari satu
orang, sedang seluruh isi buku merupakan tulisan bersama, maka
angka kredit untuk masing-masing penulis adalah angka kredit buku
dibagi jumlah penulis (maksimum 4 orang).

a. Karya Ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi di


bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan.

a.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara


nasional.
Penulis : Maksimal 4 orang
Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki
nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan
disyahkan oleh atasan langsung.
Angka Kredit : 12,5 untuk satu buku.

Bila penulis lebih dari satu orang Angka Kreditnya dibagi rata
dengan jumlah penulis.

a.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI.


Penulis : Maksimal 4 orang
Syarat : Dalam Majalah ilmiah.
Melampirkan Majalah atau kopi majalah yang
disyahkan oleh atasan langsung.
Angka Kredit : 6,0 untuk satu makalah.

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis


pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka
kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu.

b. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei dan evaluasi di


bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan.

b.1. Dalam bentuk buku.


Penulis : Maksimal 4 orang
Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang
sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada
kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab,
daftar pustaka, diketik dengan huruf Arial font
12, satu spasi, jumlah halaman 60, bila kurang
karya tulis ini dikelompokkan dalam bentuk

26
makalah, karya ilmiah tersebut telah dibahas
dalam forum ilmiah, dan disetujui atasan
langsung.
Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku.

Bila penulis lebih dari satu orang angka kredit dibagi rata dengan
jumlah penulis.

b.2. Dalam bentuk makalah


Penulis : Maksimal 4 orang
Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah, jumlah
halaman minimal 10 lembar, spasi 1,
mengunakan kertas A-4, font 12, dan telah
didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui
atasan langsung.
Angka Kredit : 4,0 untuk satu makalah.

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis


pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka
kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu

c. Karya Tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang penelitian


dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan.

c.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara


nasional.
Penulis : Maksimal 4 orang
Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah miliki nomor
ISBN/ISSN, nama penerbit, dan disetujui oleh
atasan langsung.
Angka Kredit : 8,0 untuk satu buku.

Bila penulis lebih dari satu orang Angka kredit dibagi rata
dengan jmlah penulis.

c.2. Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI.


Penulis : Maksimal 4 orang
Syarat : Dalam Majalah ilmiah.
Melampirkan Majalah atau kopi majalah yang
disyahkan oleh atasan langsung.
Angka Kredit : 4 untuk satu makalah.

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis


pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka
kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu.

d. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dibidang penelitian


dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan.

d.1. Dalam bentuk buku.


Penulis : Maksimal 4 orang
Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain yang
sesuai, memuat judul buku, nama penulis, ada
kata pengantar, daftar isi, bab dan judul bab,

27
daftar pustaka, diketik dengan huruf Arial font
12, satu spasi, jumlah halaman 60, bila kurang
karya tulis dikelompokkan dalam bentuk
makalah, karya ilmiah tersebut telah dibahas
dalam forum ilmiah, dan disetujui atasan
langsung.
Angka Kredit : 7,0 untuk satu buku.

Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata
dengan jumlah penulis.

d.1. Dalam bentuk makalah.


Penulis : Maksimal 4 orang
Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah, jumlah
halaman minimal 10 lembar, spasi 1,
mengunakan kertas A-4, font 12, dan telah
didiskusikan dalam forum ilmiah dan disetujui
atasan langsung.
Angka Kredit : 3,5 untuk satu makalah.

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis


pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka
kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu

e. Karya tulis ilmiah popular dibidang penelitian dan perekayasaan


yang disebarkan melalui media masa.
Penulis : Maksimal 4orang.
Syarat : Melampirkan media masa tersebut atau naskah
yang telah disetujui atasan langsung.
Angka kredit : 2,5 untuk satu naskah.

Karya tulis ilmiah berbentuk makalah, penulis utama mendapat nilai


60%, 40% untuk penulis pembantu, bila penulis pembantu lebih
dari satu orang Angka kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah
penulis pembantu.

f. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil


gagasan sendiri dibidang penelitian dan perekayasaan dalam
pertemuan ilmiah.
Penulis : Maksimal 4 orang.
Syarat : Melampirkan naskah dengan surat keterangan
sudah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah
minimal di lingkungan instansi yang bersangkutan.
Angka kredit : 2,5 untuk satu naskah.

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu,bila


penulis pembantu lebih dari satu orang, angka kredit yang 40%
dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu.

2. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Kegiatan


Penelitian dan Perekayasaan.
Penulis : Maksimal 4 orang.
Syarat : Melampirkan naskah yang disetujui atasan
langsung dan penomeran dari perpustakaan

28
instansi atau unit kerja.
Angka kredit : 3,0 untuk satu naskah.

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis pembantu, bila
penulis pembantu lebih dari satu orang, angka kredit yang 40% dibagi
rata dengan jumlah penulis pembantu.

3. Menerjemahkan/Menyadur Buku atau Bahan-Bahan Lain di Bidang


Penelitian dan Perekayasaan.

a. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang


dipublikasikan.

a.1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan


secara nasional.
Penulis : Maksimal 4 orang
Syarat : Menyertakan kopi buku yang telah memiliki
nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, dan
disyahkan oleh atasan langsung, melampirkan
copi buku dari bahan aslinya.
Mempunyai halaman judul dengan desain
yang sesuai, memuat judul buku, nama
penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab
dan judul bab, daftar pustaka, diketik dengan
huruf Arial font 12, satu spasi, jumlah halaman
60, bila kurang karya tulis dikelompokkan
dalam bentuk makalah, melampirkan copi
buku dari bahan aslinya.
Angka Kredit : 7,0 untuk satu buku.

Bila penulis lebih dari satu orang angka kreditnya dibagi rata
dengan jumlah penulis.

a.2. Dalam majalah ilmiah yang diakui LIPI.


Penulis : Maksimal 4 orang
Syarat : Dalam Majalah ilmiah, melampirkan Majalah
atau kopi majalah yang disyahkan oleh
atasan langsung, melampirkan copi buku dari
bahan aslinya.
Angka Kredit : 3,5 untuk satu makalah.

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis


pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang, angka
kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis pembantu.

b. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang


tidak dipublikasikan.

b.1. Dalam bentuk buku.


Penulis : Maksimal 4 orang
Syarat : Mempunyai halaman judul dengan desain
yang sesuai, memuat judul buku, nama
penulis, ada kata pengantar, daftar isi, bab
dan judul bab, daftar pustaka, diketik dengan

29
huruf Arial font 12, satu spasi, jumlah halaman
60, bila kurang karya tulis dikelompokkan
dalam bentuk makalah, melampirkan copi
buku dari bahan aslinya.
Angka Kredit : 3,5 untuk satu buku.

Bila penulis lebih dari satu orang, angka kredit dibagi rata
dengan jumlah penulis.

b.2. Dalam bentuk makalah.


Penulis : Maksimal 4 orang
Syarat : Memenuhi kaidah penulisan makalah, jumlah
halaman minimal 10 lembar, spasi 1,
mengunakan kertas A-4, font 12, melampirkan
copi buku/naskah dari bahan aslinya.
Angka Kredit : 1,5 untuk satu makalah.

Penulis utama mendapat nilai 60%, 40% untuk penulis


pembantu, bila penulis pembantu lebih dari satu orang Angka
kredit yang 40% dibagi rata dengan jumlah penulis
pembantu.

Dalam rangka menggiatkan penyebaran karya tulis ilmiah dari


Teknisi Litkayasa, maka karya tulis ilmiah yang diterbitkan dalam
jurnal atau penerbitan internasional akan diberi tambahan Angka
kredit sebesar 50 % dari Angka kredit bila diterbitkan di dalam
negeri.

4. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna.

Teknologi Tepat guna adalah kumpulan pengetahuan di bidang


penelitian dan perekayasaan yang memberi pemahaman dan informasi
tentang bagaimana pengetahuan tersebut dipergunakan untuk tujuan
praktis
Karya teknologi tepat guna adalah produk hasil penelitian dan
perekayasaan yang dapat dipergunakan untuk tujuan praktis di
masyarakat.
Karya ini akan diberikan penilaian, bila dapat digunakan di masyarakat,
dengan menunjukan bukti berupa surat keterangan dari Pejabat yang
berwenang.
Meskipun produk tersebut dipergunakan di berbagai daerah,
penilaiannya hanya satu kali.

Contoh 15 :
Seorang Teknisi Litkayasa berhasil mengembangkan suatu peralatan
pertanian yang telah diuji coba dan akhirnya dipergunakan di suatu daerah
Kabupaten di Jawa Tengah. Atas prestasinya, Bupati pada daerah tersebut
memberi piagam penghargaan berupa sertifikat. Berdasarkan sertifikat yang
disampaikan ke Tim Penilai dan atas keputusan Tim Penilai, kepada yang
bersangkutan dapat diberi nilai 5 angka kredit sesuai dengan tabel yang
diputuskan oleh Tim Penilai, bahwa untuk penghargaan setingkat Bupati
diberi nilai 5 angka kredit.

30
Tabel 12. : Angka Kredit untuk Unsur III Pengembangan Profesi.

TL
TL TL
SATUAN TL PELAKS.
III. PENGEMBANGAN PROFESI HASIL PEMULA
PELAKSA
LANJUT
PENYE-
NA LIA
AN
A. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penelitian
dan Perekayasaan
1. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan
evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang
dipublikasikan:
a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan Tiap
12.5 12.5 12.5 12.5
secara nasional buku
Tiap
b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 6,0 6,0 6,0 6,0
naskah
2. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan
evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang
tidak dipublikasikan
Tiap
a. Dalam bentuk buku
buku 8.0 8.0 8.0 8.0
Tiap
b. Dalam bentuk makalah 4,0 4,0 4,0 4,0
makalah
3. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang
rancang bangun bidang penelitian dan perekayasaan
hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan
a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan Tiap
8,0 8,0 8,0 8,0
secara nasional buku
Tiap
b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 4,0 4,0 4,0 4,0
naskah
4. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang
penelitian dan perekayasaan hasil gagasan sendiri yang
tidak dipublikasikan:
Tiap
a. dalam bentuk buku 7.0 7.0 7.0 7.0
buku
Tiap
b. dalam bentuk makalah 3,5 3,5 3,5 3,5
makalah
5. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan Tiap
2,5 2,5 2,5 2,5
perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa naskah
6. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan
Tiap
ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan 2,5 2,5 2,5 2,5
naskah
perekayasaan dalam pertemuan ilmiah.
B. Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Tiap
3,0 3,0 3,0 3,0
kegiatan penelitian dan perekayasaan naskah
C. Menerjemahkan / menyadur buku dan bahan-bahan lain
di bidang penelitian dan perekayasaan
1. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan
perekayasaan yang dipublikasikan

a. dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan Tiap


7,0 7,0 7,0 7,0
secara nasional buku

Tiap
b. dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LlPI 3,5 3,5 3,5 3,5
naskah
2. Terjemahan/saduran di bidang penelitian dan
perekayasaan yang tidak dipublikasikan
Tiap
a. dalam bentuk buku 3,5 3,5 3,5 3,5
buku
Tiap
b. dalam bentuk makalah 1,5 1,5 1,5 1,5
makalah

D. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna Dibidang Tiap


5,0 5,0 5,0 5,0
Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan karya

31
D. Kegiatan Penunjang

Tabel 13. : Angka Kredit Unsur IV. Kegiatan Penunjang


TL
TL TL
SATUA TL PELAKS.
III. PENGEMBANGAN PENUNJANG N HASIL PEMULA
PELAKSA
LANJUT
PENYE-
NA LIA
AN
A. Mengajar/melatih di bidang penelitian dan perekayasaan
Setiap 2
1. Mengajar/melatih diklat jam
0,04 0,04 0,04 0,04

2. Membimbing siswa Setiap kali 0,04 0,04 0,04 0,04


B. Mengikuti seminar / lokakarya
1. Pemrasaran Setiap kali 3,0 3,0 3,0 3,0
2. Moderator / pembahas / narasumber Setiap kali 2,0 2,0 2,0 2,0
3. Peserta Setiap kali 1,0 1,0 1,0 1,0
C. Menjadi tim penilai jabatan Teknisi Litkayasa
Setiap
Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Teknisi Litkayasa tahun
0,5 0,5 0,5 0,5
D. Menjadi anggota organisasi profesi
1. Tingkat nasional/internasional sebagai:
a. Pengurus aktif Per tahun 1,0 1,0 1,0 1,0
b. Anggota aktif Per tahun 0,75 0,75 0,75 0,75
2. Tingkat provinsi / Kabupaten / Kota sebagai:
a. Pengurus aktif Per tahun 0,5 0,5 0,5 0,5
b. Anggota aktif Per tahun 0,3 0,3 0,3 0,3
E. Memperoleh penghargaan/tanda jasa
1. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun Tanda jasa 3,0 3,0 3,0 3,0
2. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun Tanda jasa 2,0 2,0 2,0 2,0
3. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun Tanda jasa 1,0 1,0 1,0 1,0
4. Penghargaan Pemerintah atas prestasi di bidangnya Tanda jasa 15,0 15,0 15,0 15,0
F. Memperoleh gelar kesarjanaan lain
1. Sarjana (S1) Ijazah 5,0 5,0 5,0 5,0
2. Diploma III Ijazah 3,0 3,0 3,0 3,0
3. Diploma II Ijazah 2,0 2,0 2,0 2,0

1. Mengajar / Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan.

Pejabat Teknisi Litkayasa juga ikut bertanggung jawab terhadap


pengembangan kemampuan sumber daya manusia Indonesia,
terutama di bidang pelayanan penelitian dan perekayasaan. Meskipun
tugas mengajar / melatih / membimbing bukan merupakan tugas
utama, namun kegiatan tersebut perlu dilakukan terutama oleh para
Teknisi Litkayasa senior. Kegiatan ini dinilai dan mendapatkan angka
kredit.

Mengajar / melatih di SLTA atau diklat kedinasan, dinilai per jam


pelajaran. Tiap 2 jam pelajaran, angka kreditnya = 0,04, pada saat
pengajuan angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat
perintah dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk
mengeluarkannya. (Surat keterangan mengajar dari tempat mengajar)

Membimbing mahasiswa / siswa SLTA dalam rangka praktek


kerja di Unit Teknisi Litkayasa yang bersangkutan, dinilai dengan
mendapatkan angka kredit 0,04 per kali pertemuan. Jumlah
mahasiswa/siswa yang dibimbing tidak dinilai, pada saat pengajuan

32
angka kreditnya harus disertakan bukti berupa SK atau surat perintah /
jadwal kegiatan dari atasan langsung atau pejabat yang berwenang
untuk mengeluarkannya. (1 hari untuk siswa yang sama dianggap 1 kali
pertemuan).

2. Mengikuti Seminar / Lokakarya di Bidang Penelitian dan Perekayasaan.

Seminar / lokakarya adalah berbagai jenis pertemuan ilmiah.


Keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah yang dinilai hanya dalam
pertemuan ilmiah di bidang penelitian dan perekayasaan. Mengikuti
rapat kerja atau pertemuan sejenisnya tidak dinilai. Penilaian hanya
didasarkan pada bukti fisik berupa sertifikat. Surat keterangan
menghadiri pertemuan ilmiah (bukan sertifikat), kecuali surat
keterangan mengikuti pertemuan ilmiah di luar negeri (izin Sekretaris
Kabinet), tidak dinilai. Tiap sertifikat mendapatkan satu nilai, sertifikat
yang diperoleh akan dinilai dan diberikan angka kredit bila tahun
pengajuan sama dengan tahun perolehan sertifikat tersebut, atau pada
tahun berikutnya dengan menyertakan surat pernyataan yang
menyatakan bahwa sertifikat tersebut belum pernah diajukan untuk
diberikan penilaian angka kredit dan diketahui atasan langsung, kecuali
pada saat untuk pengangkatan pertama.

Untuk seminar/lokakarya yang dilaksanakan lebih dari satu hari,


seorang Pejabat Fungsioanal Teknisi Litkayasa dimungkinkan
mendapat lebih dari 1 (satu) sertifikat atas peran serta aktifnya di dalam
seminar/lokakarya tersebut, seperti menjadi pemrasaran dan atau
menjadi narasumber.
Contoh 16 :
Dalam suatu seminar yang dilaksanakan lebih dari 1 hari, seorang pejabat
Teknisi Litkayasa dimungkinkan berperan sebagai moderator, pemrasaran dan
juga peserta Untuk tiap topik berbeda. Bagi Setiap kegiatan yang diikutinya
maka diberi satu sertifikat sebagai kesertaannya dalam kegiatan tersebut.
Dalam sertifikat yang diterimanya ditulis sebagai pemrasaran, moderator dan
peserta. Bila dinilaikan sertifikat tersebut mendapatkan angka kredit 6, berasal
dari pemrasaran 3, moderator 2 dan peserta 1.

3. Menjadi Anggota Tim Penilai Teknisi Litkayasa.

Tidak ada perbedaan nilai antara anggota dan ketua tim penilai.
Bukti penilaian berupa Surat Keputusan tentang pembentukan tim
penilai.

4. Menjadi Anggota Organisasi Profesi.

Seorang pejabat Teknisi Litkayasa dapat memperoleh angka


kredit sebagai anggota organisasi profesi. Bukti penilaian berupa kartu
anggota/surat keputusan dari organisasi profesi tersebut.

5. Memperoleh Piagam Kehormatan.

Piagam kehormatan atau tanda jasa ada bermacam-macam.


Piagam kehormatan / tanda-kehormatan / tanda jasa yang dapat dinilai

33
antara lain berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah RI,
termasuk tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya (pengabdian
sebagai PNS). berbagai tanda kehormatan / tanda-jasa dari pemerintah
negara lain (khusus yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah saja). tanda
kehormatan / tanda-jasa dari organisasi ilmiah, dan gelar akademis
(doktor honoris causa). Angka kredit yang dapat diperoleh adalah
sebagai berikut:
- Satyalencana Karya Satya 30 tahun, angka kreditnya sebesar 3.
- Satyalencana Karya Satya 20 tahun, angka kreditnya sebesar 2.
- Satyalencana Karya Satya 10 tahun, angka kreditnya sebesar 1.
- Penghargaan atas prestasi, yang berkaitan dengan karya penelitian
/ rancang-bangun / perekayasaan maksimal angka kreditnya
sebesar 15 ( Penentuan angka kredit penghargaan atas prestasi
tersebut dapat ditetapkan oleh tim penilai ).

6. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain.

Pejabat Teknisi Litkayasa boleh saja mendapatkan gelar


kesarjanaan di bidang ilmu lain yang tidak sama atau sesuai dengan
bidang tugasnya, dan gelar kesarjanaan itu dapat dinilai sebagai unsur
penunjang. IImu pengetahuan yang diperoleh dapat meningkatkan
wawasan Teknisi Litkayasa yang bersangkutan, sehingga diharapkan
dapat rnenunjang pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan
perekayasaan.

Contoh 17 :
Seorang Pejabat Teknisi pada Departemen pertanian mempunyai latar
pendidikan D III, jurusan Teknologi Pertanian pada saat akan mengajukan
menjadi pejabat teknisi litkayasa atau setelah diangkat yang bersangkutan
sekolah pada tingkat yang setara dan mendapat Ijazah D III jurusan Teknik
Informatika, maka Ijazah D III Teknologi pertanian akan mendapat angka
kredit = 60(I.A.1), sedang untuk ijazah D III Teknik Informatika mendapat
angka kredit = 3 (IV.F.2)

E. Rincian Kegiatan, Satuan Hasil ( Bukti Kegiatan ) dan Besarnya


Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi Litkayasa yang melaksanakannya

Tabel 14. : Rincian Kegiatan, Satuan Hasil (bukti kegiatan) dan


Besarnya Angka Kredit bagi Pejabat Teknisi
Litkayasa yang Melaksanakan.
TL.
TL. TL.
SATUAN TL. PELAKS.
NO BUTIR KEGIATAN PELAKSA PENYE
HASIL PEMULA LANJUT
NA LIA
AN
I. PENDIDIKAN
A. Pendidikan sekolah dan memperoleh Gelar/Ijazah
1. Diploma III Ijazah 60 60 60 60
2. Diploma II Ijazah 40 40 40 40
3. Sekolah Menengah Tingkat Atas / Diploma I Ijazah 25 25 25 25
B. Pendidikan dan Pelatihan di bidang Fungsional
Teknisi Litkayasa dan memperoleh Surat Tanda
Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP)
1. Lamanya lebih dari 960 jam STTPP 15 15 15 15
2. Lamanya antara 641 – 960 jam STTPP 9 9 9 9
3. Lamanya antara 481 – 640 jam STTPP 6 6 6 6
4. Lamanya antara 161 – 480 jam STTPP 3 3 3 3

34
TL.
TL. TL.
SATUAN TL. PELAKS.
NO BUTIR KEGIATAN PELAKSA PENYE
HASIL PEMULA LANJUT
NA LIA
AN
5. Lamanya antara 81 – 160 jam STTPP 2 2 2 2
6. Lamanya antara 30 – 80 jam STTPP 1 1 1 1
II. PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN
A. Pelaksanaan Kegiatan Percobaan 0,71 0,88 1,03 1,17
1. Menyusun rencana percobaan Laporan 0,14 0,18 0,22 0,28
2. Menyusun kebutuhan percobaan Laporan 0,09 0,11 0,14 0,14
3. Menyiapkan kebutuhan percobaan Laporan 0,05 0,05 0,05 0,05
4. Melakukan pengamatan / pengukuran obyek
Laporan 0,06 0,08 0,08 0,08
percobaan
5. Mengolah data percobaan Laporan 0,12 0,15 0,15 0,15
6. Menganalisa hasil percobaan Laporan 0,25 0,31 0,39 0,48
B. Pelaksanaan Kegiatan Survei 0,34 0,42 0,49 0,56
1. Menyusun kebutuhan survei Laporan 0,07 0,09 0,11 0,11
2. Mengumpulkan data Laporan 0,04 0,04 0,04 0,04
3. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data
Laporan 0,06 0,08 0,08 0,08
survei
4. Menganalisa hasil survei Laporan 0,17 0,21 0,26 0,33
C. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun/
0,66 0,79 0,96 1,43
Perekayasaan
1. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses /
Laporan 0,23 0,28 0,35 0,44
sistem / model / prototip
2. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem /
Laporan 0,05 0,05 0,05 0,05
model / prototip
3. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem /
Laporan 0,06 0,07 0,07 0,07
model / prototip
4. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian
Laporan 0,13 0,16 0,20 0,20
pembuatan proses / sistem / model / prototip
5. Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip Laporan 0,07 0,08 0,11 0,11
6. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan
Laporan 0,12 0,15 0,18 0,23
perekayasaan
D. Pelaksanaan Jasa Teknis 0,31 0,37 0,44 0,49
1. Mengambil dan memproses contoh Laporan 0,04 0,04 0,04 0,04
2. Melakukan pengukuran / analisa Laporan 0,05 0,06 0,06 0,06
3. Menguji bahan unjuk kerja alat Laporan 0,09 0,11 0,14 0,14
4. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Laporan 0,13 0,16 0,20 0,25
E. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas 0,39 0,46 0,55 0,62
1. Memelihara alat dan fasilitas Laporan 0,06 0,06 0,06 0,06
2. Memperbaiki alat dan fasilitas Laporan 0,06 0,07 0,07 0,07
3. Melakukan penyetelan dan kalibrasialat Laporan 0,07 0,09 0,11 0,11
4. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas Laporan 0,11 0,13 0,17 0,21
5. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas Laporan 0,09 0,11 0,14 0,17
F. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan 0,47 0,55 0,64 0,70
1. Membuat bahan audio visual Laporan 0,10 0,12 0,15 0,15
2. Membuat alat peraga dan maket Laporan 0,05 0,06 0,06 0,06
3. Menyiapkan bahan penyuluhan brosur, leaflet,
Laporan 0,13 0,13 0,13 0,13
cooklet
4. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian
Laporan 0,14 0,18 0,24 0,30
dan Perekayasaan
5. Memandu kegiatan promosi Iptek Laporan 0,05 0,06 0,06 0,06
G. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan Laporan 0,66 0,81 0,96 1,08
1. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian Laporan 0,05 0,05 0,05 0,05
2. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil
Laporan 0,06 0,06 0,06 0,06
perekayasaan
3. Membuat gambar, diagram dan peta Laporan 0,06 0,08 0,08 0,08
4. Melakukan pemrosesan laporan Laporan 0,17 0,22 0,27 0,27

35
TL.
TL. TL.
SATUAN TL. PELAKS.
NO BUTIR KEGIATAN PELAKSA PENYE
HASIL PEMULA LANJUT
NA LIA
AN
5. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk
Laporan 0,16 0,20 0,25 0,31
Perekayasaan
6. Melakukan supervisi proses hasil penelitian /
Laporan 0,16 0,20 0,25 0,31
perekayasaan
III. PENGEMBANGAN PROFESI
A. Membuat Karya Tulis/ Karya Ilmiah di Bidang
Penelitian dan Perekayasaan
1. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan
evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang
dipublikasikan:
a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan
Tiap buku 12,5 12,5 12,5 12,5
secara Nasional
Tiap
b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 6,0 6,0 6,0 6,0
makalah
2. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan
evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang
tidak dipublikasikan:

a. Dalam bentuk buku Tiap buku 8,0 8,0 8,0 8,0


Tiap
b. Dalam bentuk makalah 4,0 4,0 4,0 4,0
makalah
3. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah
di bidang rancang bangun bidang penelitian dan
perekayasaan hasil gagasan sendiri yang
dipublikasikan:
a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan
Tiap buku 8,0 8,0 8,0 8,0
diedarkan secara nasional
Tiap
b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 4,0 4,0 4,0 4,0
naskah
4. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah
di bidang rancang bangun bidang penelitian dan
perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak
dipublikasikan:
a. Dalam bentuk buku Tiap buku 7,0 7,0 7,0 7,0
Tiap
b. Dalam bentuk makalah 3,5 3,5 3,5 3,5
makalah
5. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan
Tiap
perekayasaan yang disebarluaskan melalui media 2,5 2,5 2,5 2,5
naskah
massa
6. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan
Tiap
ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan 2,5 2,5 2,5 2,5
naskah
perekayasaan dalam pertemuan ilmiah
B. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Tiap
3,0 3,0 3,0 3,0
Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan naskah
C. Menerjemahkan / Menyadur Buku dan Bahan-bahan
Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan
1. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan
perekayasaan yang dipublikasikan
a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan
Tiap buku 7,0 7,0 7,0 7,0
secara nasional
Tiap
b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3,5 3,5 3,5 3,5
naskah
2. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan
perekayasaan yang tidak dipublikasikan
a. Dalam bentuk buku Tiap buku 3,5 3,5 3,5 3,5
Tiap
b. Dalam bentuk makalah 1,5 1,5 1,5 1,5
makalah
D. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna di Bidang Tiap
5,0 5,0 5,0 5,0
Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan karya

36
TL.
TL. TL.
SATUAN TL. PELAKS.
NO BUTIR KEGIATAN PELAKSA PENYE
HASIL PEMULA LANJUT
NA LIA
AN
IV. KEGIATAN PENUNJANG
A. Mengajar/ Melatih di Bidang Penelitian dan
Perekayasaan
Setiap 2
1. Mengajar/ melatih diklat 0,04 0,04 0,04 0,04
jam
2. Membimbing siswa Setiap kali 0,04 0,04 0,04 0,04
B. Mengikuti Seminar / Lokakarya
1. Pemrasaran Setiap kali 3,0 3,0 3,0 3,0
2. Moderator / pembahas / narasumber Setiap kali 2,0 2,0 2,0 2,0
3. Peserta Setiap kali 1,0 1,0 1,0 1,0
C. Menjadi Tim Penilai Jabatan Fungsional Teknisi
Litkayasa
Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsiona Teknisi Setiap
0,5 0,5 0,5 0,5
Litkayasa tahun
D. Menjadi Anggota Organisasi Profesi
1. Tingkat Nasional/ Internasional sebagai:
a. Pengurus aktif Per tahun 1,0 1,0 1,0 1,0
b. Anggota aktif Per tahun 0,75 0,75 0,75 0,75
2. Tingkat Provinsi / Kabupaten / Kota sebagai:
a. Pengurus aktif Per tahun 0,5 0,5 0,5 0,5
b. Anggota aktif Per tahun 0,3 0,3 0,3 0,3
E. Memperoleh Penghargaan / Tanda Jasa
1. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun Tanda jasa 3,0 3,0 3,0 3,0
2. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun Tanda jasa 2,0 2,0 2,0 2,0
3. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun Tanda jasa 1,0 1,0 1,0 1,0
4. Penghargaan Pemerintah atas prestasi dibidangnya *) Tanda jasa 15,0 15,0 15,0 15,0
F. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain
1. Sarjana (S1) Ijazah 5,0 5,0 5,0 5,0
2. Diploma III Ijazah 3,0 3,0 3,0 3,0
3. Diploma II Ijazah 2,0 2,0 2,0 2,0

Keterangan :
*) Lihat Unsur-unsur penilaian penunjang butir 5.

37
BAB IV

PEMBINAAN KARIER
JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA

Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (JFTL) adalah salah satu


jabatan dari jabatan fungsional tertentu yang saat ini ada dan dikelola
secara nasional. Jabatan ini merupakan jabatan karier bagi PNS dengan
ijazah serendah-rendahnya SLTA/Diploma I, yang memungkinkan PNS
pemangku jabatan Teknisi Litkayasa meniti karier hingga pangkat/Gol
Ruang Penata Tk I – III/d, sesuai dengan jabatan yang dipangkunya
berdasarkan angka kredit yang dimiliki.

Oleh karenanya pembinaan dan pengembangan karier bagi Jabatan


Fungsional Teknisi Litkayasa perlu mendapat perhatian yang khusus dan
seksama tidak saja dari BPPT sebagai Instansi Pembina Jabatan akan
tetapi juga dari seluruh pihak yang terkait : pejabat pengelola yang
menangani Administrasi Jabatan Teknisi Litkayasa pada Instansi
pengguna jabatan; Tim penilai Jabatan; Atasan Langsung / pimpinan unit
dimana pemangku jabatan itu berada dan Pemangku jabatan itu sendiri.

Pembinaan karier jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa meliputi :


- Pengangkatan pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa
- Penempatan Teknisi Litkayasa
- Kenaikan jabatan dan pangkat Teknisi Litkayasa
- Pembebasan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasa
- Pengangkatan kembali dalam jabatan Teknisi Litkayasa
- Pemberhentian dari jabatan Teknisi Litkayasa
- Perpindahan jabatan dari Teknisi Litkayasa ke fungsional lain
- Pedoman pembinaan karier jabatan Teknisi Litkayasa

A. Pengangkatan Pertama

1. Pengangkatan Pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa harus


memenuhi syarat berikut:
a. Ada formasi untuk jabatan tersebut pada instansi yang
bersangkutan.
b. Berijazah minimal Sekolah Menengah Tingkat Atas termasuk
Diploma I (DI) sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja
yang bersangkutan. Jika tidak sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi unit kerja, harus dilampirkan surat penugasan (form
lampiran 1) dari kepala unit kerja yang bersangkutan.
c. Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda, golongan ruang II/a.
d. Telah bekerja dalam bidang pelayanan penelitian atau
perekayasaan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dengan
melampirkan surat keterangan (form lampiran 4) yang
menerangkan sejak kapan yang bersangkutan bekerja dalam
bidang penelitian dan perekayasaan.

38
e. Sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia
pensiun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
f. Penentuan jabatan Teknisi Litkayasa digunakan jumlah Angka
Kredit yang berasal dari unsur utama.
g. Semua unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 pada 1
(satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik.
h. Telah mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional Teknisi
Litkayasa dan mendapat STTPP.
i. Mengajukan surat permohonan untuk diangkat sebagai Teknisi
Litkayasa ( form lampiran 5).
j. Data Usul Penetapan Angka Kredit ( DUPAK ).
k. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan
perekayasaan.
l. Surat pengusulan pengangkatan dalam jabatan Fungsional Teknisi
Litkayasa dari Unit Kerja kepada Pejabat yang berhak mengangkat
dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ( form lampiran 6 ).

2. Pengangkatan PNS dari jabatan lain ke dalam jabatan fungsional


Teknisi Litkayasa diatur sebagaimana pengangkatan pertama jabatan
fungsional Teknisi Litkayasa, serta dilengkapi Surat Pemberhentian dari
Jabatan struktural/Fungsional lain sebelumnya.

3. Calon Teknisi Litkayasa yang diangkat ke dalam Jabatan Fungsional


Teknisi Litkayasa, pangkat / golongan ruang ditetapkan sama dengan
pangkat / golongan ruang yang dimiliki, sedangkan jenjang jabatan
Teknisi Litkayasa ditetapkan berdasarkan Angka Kredit hasil penilaian
yang tertuang dalam Surat Keputusan Penetapan Angka Kredit yang
bersangkutan.

Contoh 18 :
Penentuan angka kredit untuk pengangkatan pertama.
1) Saudara Zaenal pendidikan terakhir adalah Diploma III, bekerja di
salah satu unit kerja di departemen yang tupoksinya adalah di
bidang penelitian dan perekayasaan terhitung mulai 1 April 2003,
sebagai Calon PNS. Pada tanggal 1 April 2004 yang bersangkutan
diangkat sebagai PNS dengan pangkat Pengatur golongan ruang
II/c. Untuk dapat diangkat pertama kali sebagai pejabat Teknisi
Litkayasa yang bersangkutan harus memenuhi masa kerja dua
tahun (paling cepat pada 1 April 2005), mempunyai angka kredit
dari unsur utama minimal 60. DP3 untuk 2004 semua unsur
minimal bernilai baik. (karena yang bersangkutan berijazah DIII,
maka angka kredit yang bersangkutan cukup dari ijazah saja, yaitu
60).

2) Saudara Pande pendidikan terakhir SMA, adalah Calon PNS


terhitung mulai tanggal1 April 1998. Pada 6 (enam) tahun pertama
(1 April 1998 sampai dengan 1 April 2004) ditempatkan di bidang
administrasi, dan sejak 1 April 2004 dipindahkan ke unit dengan
tupoksi di bidang penelitian dan perekayasaan. Pangkat terakhir
Sdr. Pande adalah Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b ,
umur 32 tahun. Untuk dapat diangkat pertama kali ke dalam

39
jabatan Teknisi Litkayasa, maka ia harus menunggu 2 tahun lagi
meskipun angka kreditnya dihitung sejak 1 April 2004 dari unsur
utama. Sebelum dapat dilaksanakan diklat fungsional, yang
bersangkutan harus mendapat surat pernyataan dari pemimpin unit
kerjanya bahwa yang bersangkutan mempunyai kompetensi untuk
melaksanakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan
sesuai tupoksi unit kerja tersebut, yang bersangkutan baru dapat
diangkat paling cepat pada 1 April 2006 dengan golongan tetap II/b
dan jabatan tergantung pada jumlah angka kredit yang diperoleh.

B. Penempatan Teknisi Litkayasa

Pejabat Teknisi Litkayasa selain di unit penelitian dan


pengembangan, dapat ditempatkan di unit kerja lain yang melaksanakan
kegiatan penelitian dan perekayasaan pada Departemen; Kementerian;
Lembaga Pemerintah Non Departemen; Pemerintah Provinsi,
Kabupaten/Kota.

C. Kenaikan Jabatan dan Pangkat

1. Kenaikan jenjang jabatan bagi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa


harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang
kurangnya bernilai baik.
b. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk
kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi.
c. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir.

2. Kenaikan pangkat Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa harus


memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 2 (dua) tahun terakhir sekurang-
kurangnya bernilai baik.
b. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk
kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.
c. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir.

3. Angka kredit sebagaimana disebut dalam butir 1 dan 2 di atas


sekurang-kurangnya 80 persen berasal dari unsur utama dan
sebanyak-banyaknya 20 persen dari unsur penunjang.
4. PNS yang diangkat dalam Jabatan Teknisi Litkayasa, dan telah mem-
peroleh angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat satu
tingkat lebih tinggi pada tahun pertama dalam masa jabatan yang
didudukinya, pada tahun berikutnya, yang bersangkutan tetap
diharuskan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangya 20% dari
jumlah selisih angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan
pangkat berikutnya. Angka kredit ini berasal dari unsur utama yaitu
kegiatan pelayanan penelitian / rancang-bangun / perekayasaan dan /
atau pengembangan profesi.

Contoh 19 :
Seorang Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Muda
Tingkat I, golongan ruang II/b dengan angka kredit 40 pada tahun 2001.

40
Setelah tiga tahun per 1 April 2004 berhasil mengumpulkan angka kredit
sampai 85 yang memenuhi syarat sebagai Teknisi Litkayasa Pelaksana
dengan pangkat Pengatur Tk I, Golongan II/d.
Untuk itu TMT 1 April 2004 pangkatnya dinaikkan menjadi Pengatur,
Golongan Ruang II/c, sedangkan untuk kenaikkan berikutnya menjadi
Pengatur Tk. I, Golongan Ruang II/d TMT 1 April 2006 baru akan diproses,
apabila Teknisi Litkayasa tersebut dapat mengumpulkan angka kredit
sekurang-kurangnya 20 % dari 20. Angka kredit 20 berasal dari selisih angka
kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkayasa Pelaksana, Pengatur Tingkat I,
Golongan Ruang II/d (80) dengan angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi
Litkaysa Pelaksana , Pengatur, Golongan Ruang II/c (60).

5. Untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, Pejabat Teknisi


Litkayasa harus telah dua tahun menduduki pangkat terakhir. Oleh
karena itu, pengajuan penilaian angka kredit dapat dilakukan paling
cepat dua tahun setelah pangkat terakhir, kecuali untuk pejabat Teknisi
Litkayasa Penyelia golongan ruang IIl/d diwajibkan setiap tahun sejak
menduduki jabatan / pangkat mengumpulkan angka kredit sekurang-
kurangnya 10 (sepuluh) dari Unsur Utama.

D. Pembebasan Sementara

Pembebasan sementara adalah pembebasan PNS dari Jabatan


Fungsional Teknisi Litkayasa selama jangka waktu tertentu. Pembebasan
sementara berarti yang bersangkutan kehilangan hak atas tunjangan,
namun angka kredit terakhir yang dimilikinya tetap berlaku.

1. Pejabat Teknisi Litkayasa dapat dibebaskan sementara dari jabatan


Teknisi Litkayasanya apabila :

a. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam pangkat


terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan
untuk kenaikan pangkat bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula ,
Golongan Ruang II/a sampai Teknisi Litkayasa Penyelia, Golongan
Ruang III/c.

b. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diangkat dalam pangkat


terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-
kurangnya 10 (sepuluh), bagi Teknisi Litkayasa Penyelia golongan
ruang III/d dari pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan
dan atau Pengembangan Profesi.

2. Teknisi Litkayasa juga dapat dibebaskan sementara dari Jabatan


Fungsional Teknisi Litkayasa oleh sebab lainnya yaitu apabila:

a. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa


penurunan pangkat, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30
Tahun 1980.

b. Diberhentikan sementara sebagai PNS berdasarkan Peraturan


Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966.

c. Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Teknisi Litkayasa sehingga


tidak dapat lagi melaksanakan tugas pokoknya, karena Pejabat

41
fungsional Teknisi Litkayasa tidak diperbolehkan merangkap
jabatan.
d. Cuti di luar tanggungan negara, kecuali untuk persalinan keempat
dan seterusnya.

e. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan,


Selama pembebasan sementara tugas belajar lebih dari 6 (enam)
bulan, yang bersangkutan dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat
regulernya, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor
3 Tahun 1980 pasal 7 sebagai berikut:
- Pangkat belum mencapai pangkat tertinggi/puncak.
- Telah 4 (empat) tahun dalam pangkat yang dimilikinya.
- Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik
dalam 2 (dua) tahun terakhir.

3. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara adalah


pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa.

4. SK Pembebasan Sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa


berlaku terhitung mulai:
a Tanggal berlakunya hukuman disiplin.
b. Tanggal berlakunya SK Pemberhentian Sementara sebagai PNS
(sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966).
c. Tanggal pelantikan dalam jabatan lain.
d. Tanggal berlakunya cuti di luar tanggungan negara.
e. Bulan ke tujuh sejak tanggal penugasan belajar untuk penugasan
belajar lebih dari 6 bulan.

5. Pejabat unit kepegawaian pada instansinya, memberitahukan secara


tertulis kepada Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang
II/a), sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d)
yang diperkirakan tidak akan memperoleh jumlah angka kredit yang
dipersyaratkan, selambat-Iambatnya :
a. Satu tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi
Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a) sampai
dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang III/c).
b. Enam bulan sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi
Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d).

6. Teknisi Litkayasa yang dibebaskan sementara kecuali: yang dijatuhi


hukuman disiplin, diberhentikan sementara dari PNS, dan cuti di luar
tanggungan negara dapat tetap melaksanakan kegiatan bidang
penelitian dan perekayasaan, dan kegiatan tersebut dapat dinilai untuk
diberikan angka kredit, walaupun tunjangan fungsionalnya tidak
dibayarkan.

E. Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa

1. Pengangkatan kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa


setelah menjalani Pembebasan Sementara dapat dipertimbangkan
apabila:
a. Telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan dalam jangka

42
waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara.
b. Telah selesai menjalankan hukuman disiplin tingkat sedang dan
berat.
c. Dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan oleh
pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.

d. Telah selesai menjalani tugas di luar jabatan Teknisi Litkayasa.


e. Telah diangkat kembali pada instansi semula setelah cuti di luar
tanggungan negara.
f. Telah selesai tugas belajar lebih dari 6 bulan.

2. Jenjang jabatan bagi PNS yang diangkat kembali ditetapkan


berdasarkan jumlah angka kredit yang pernah dimiliki dan angka kredit
baru yang diperoleh selama Teknisi Litkayasa yang bersangkutan
dibebaskan sementara.

3. Bagi Teknisi Litkayasa yang dijatuhi hukuman disiplin ringan dan


sedang, angka kredit baru yang diperoleh selama yang bersangkutan
dibebaskan sementara, tidak dapat diikutsertakan dalam perhitungan
penetapan angka kredit.
Contoh 20 :
Saudara Yudhi pendidikan terakhir Diploma III, pangkat Penata, golongan
ruang III/c dan menjabat sebagai Teknisi Litkayasa Penyelia, terhitung mulai
tanggal 1 Oktober 2001 dengan angka kredit 210. Yang bersangkutan sejak 1
Desember 2001 dibebaskan sementara dari jabatan fungsional Teknisi
Litkayasa Karena diangkat sebagai pejabat struktural yaitu Kepala Sub
Bidang. Tanggal 1 Oktober 2005 yang bersangkutan naik pangkat menjadi
Penata Tingkat I, golongan ruang III/d. Pada tanggal 1 Desember 2005 yang
bersangkutan tidak lagi memangku jabatan struktural dan kembali menekuni
profesi sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa.
Untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan, setelah kembali
menjadi fungsional Teknisi Litkayasa, maka yang bersangkutan mengajukan
Data Usul Penilaian Angka Kredit (DUPAK) dengan masa penilaian 1 Okotber
2001 sampai dengan 30 September 2005. Angka kredit yang diusulkan
sebesar 100 yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan utama 80 dan
kegiatan penunjang sebesar 20. Angka kredit tersebut sebagian diperoleh
selama yang bersangkutan menduduki jabatan struktural. Penetapan Angka
Kredit (PAK) yang bersangkutan disetujui sebesar 310 (210 lama + 100 baru).
Sdr. Yudhi diangkat kembali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa
Penyelia, golongan ruang III/d, bila yang bersangkutan belum mencapai batas
usia pensiun (56 tahun).

F. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa

Pemberhentian dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa tidak berarti


pemberhentian sebagai PNS, kecuali yang bersangkutan memang berhenti
atau diberhentikan sebagai PNS.

1. Teknisi Litkayasa akan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya


apabila yang bersangkutan:
a. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara
bagi Teknisi Litkayasa Pemula, golongan ruang II/a sampai dengan
Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d, tidak dapat
memenuhi angka kredit yang disyaratkan.
b. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai
kekuatan hukum tetap berupa pemberhentian sebagai PNS,
berdasarkan Peraturan Pemerintah NO. 30 Tahun 1980.

43
c. Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan keputusan
pengadilan yang telah mempunyai kekuatan yang tetap.
d. Berhenti dari PNS karena permintaan sendiri, atau pensiun.
e. Mengajukan permohonan berhenti sebagai Teknisi Litkayasa.

2. Teknisi Litkayasa yang diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi


Litkayasa tidak dapat diangkat kembali ke dalam jabatan fungsional
Teknisi Litkayasa.

3. Teknisi Litkayasa yang telah diberhentikan dari Jabatan Fungsional


Teknisi Litkayasa dapat dinaikkan pangkatnya secara reguler, sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

G. Perpindahan Jabatan

Teknisi Litkayasa yang melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah


sarjana (S1)/Diploma IV (D4) dan telah disesuaikan pada instansi yang
bersangkutan sehingga mempunyai pangkat/golongan ruang minimal
Penata Muda III/a, dapat beralih kejabatan fungsional keahlian yang
tersedia pada instansi yang bersangkutan.
Ketentuan alih jabatan ke fungsional keahlian sebagai berikut :
1. Berhenti dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa
2. Mengajukan permohonan menjadi pemangku jabatan fungsional
keahlian yang dituju.
3. Ada formasi untuk jabatan tersebut.
4. Lulus pendidikan dan pelatihan untuk jabatan tersebut.
5. Usia maksimal 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun.
6. Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1
(satu) tahun terakhir.
7. Telah bekerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sesuai dengan
tupoksi untuk jabatan itu.

H. Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa

Sebagai instansi pembina, BPPT mempunyai tugas sebagai berikut :


1. Menyusun pedoman formasi Teknisi Litkayasa.
2. Menyusun standar kompetensi Jabatan Teknisi Litkayasa.
3. Mengusulkan tunjangan jabatan Teknisi Litkayasa.
4. Menyusun kurikulum diklat Teknisi Litkayasa.
5. Menyelenggarakan diklat fungsional dan diklat teknis bagi Teknisi
Litkayasa.
6. Membangun dan mengembangkan sistem informasi jabatan Teknisi
Litkayasa.
7. Memfasilitasi pelaksanaan jabatan Teknisi Litkayasa.
8. Memfasilitasi pembentukan organisasi profesi bagi Pejabat Teknisi
Litkayasa.
9. Memfasilitasi penyusunan kode etik jabatan Teknisi Litkayasa.
10. Melakukan monitoring dan evaluasi jabatan Teknisi Litkayasa.

44
BAB V

DATA USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN


PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK)
JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA

A. Angka Kredit
1. Pengertian Angka Kredit

Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan


penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam
mengerjakan butir kegiatan dan digunakan sebagai salah satu syarat
untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dan jabatan Teknisi
Litkayasa.

Dari batasan tersebut terlihat bahwa angka kredit merupakan


faktor penentu status jabatan dan kepangkatan Teknisi Litkayasa.
Kenaikan jabatan /pangkat dapat dipercepat, tepat waktu, diperlambat
atau bahkan dibebaskan sampai diberhentikan dari jabatan, tergantung
pada kemampuan Teknisi Litkayasa dalam mengumpulkan angka
kredit.

Angka Kredit diperlukan untuk:


- PNS yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan
fungsional Teknisi Litkayasa, yaitu untuk menentukan jenjang
jabatan yang bersangkutan sebagai pejabat fungsional Teknisi
Litkayasa.
- Teknisi Litkayasa Pemula sampai Teknisi Litkayasa Penyelia yang
akan naik pangkat jabatan atau mempertahankan (maintenance)
jabatan.

Angka kredit diperoleh berdasarkan hasil penilaian atas prestasi dari


pelaksanaan setiap butir rincian kegiatan sebagaimana disebutkan
pada Lampiran I Keputusan Menpan No. 23/KEP/M.PAN/2/2003 dan
peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor :
160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005. Oleh karena itu setiap
Teknisi Litkayasa perlu memahami benar dalam melaksanakan
kegiatan agar selalu sesuai dengan rincian butir kegiatan dalam
Lampiran tersebut, sehingga setiap prestasi yang dicapai atas
pelaksanaan kegiatannya dapat memperoleh angka kredit.

2. Penghitungan Angka Kredit.

Untuk menghindari kerugian para Teknisi Litkayasa dalam


pengumpulan angka kredit, karena data hasil kegiatan yang hilang,
atau bukti pelaksanaan kegiatan yang hilang, dan untuk menjamin
kesesuaian dengan periode kenaikan pangkat (bulan April dan
Oktober), maka para Teknisi Litkayasa seyogyanya setiap semester
mengisi formulir DUPAK (Data Usul Penetapan Angka Kredit)
sebagaimana tertulis dalam Lampiran I peraturan Bersama Kepala
BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A
Tahun 2005 beserta Surat-Surat Pernyataan dan disertai bukti-

45
buktinya. Pengisian DUPAK setiap semester akan bermanfaat bagi
Teknisi Litkayasa antara lain : mengetahui saat kenaikan
jabatan/pangkat dan saat harus mengumpulkan angka kredit agar tidak
terkena pembebasan sementara dari jabatannya. Penilaian dan
penetapan angka kredit Teknisi Litkayasa dilakukan setiap bulan
Januari dan Juli.

Pengisian DUPAK hendaknya dilakukan paling lambat bulan Desember


untuk masa penilaian Januari dan bulan Juni untuk masa penilaian Juli.

Bukti pelaksanaan kegiatan sebelum/di luar masa penilaian yang


karena satu dan lain hal tidak diajukan pada masa penilaian
sebelumnya, kegiatan tersebut tidak dapat dinilai dalam pengajukan
DUPAK berikutnya.

Contoh 21 :
Diajukan DUPAK dengan Masa Penilaian: 01 Januari 2005 sampai dengan 30
Juni 2005. Dalam DUPAK tersebut diisikan kegiatan mengikuti seminar
penelitian/rancang-bangun/Perekayaan yang diselenggarakan pada bulan
Maret 2004. Bukti dari kegiatan tersebut (sertifikat) tidak mendapatkan angka
kredit.

3. Masa Penilaian Angka Kredit.


a. Seorang dengan ijazah SLTA/Diploma I/II/III yang masuk pertama
kali di unit penelitian dan perekayasaan, baru dapat diangkat dalam
jabatan Teknisi Litkayasa setelah yang bersangkutan menjadi PNS,
tetapi masa penilaian angka kredit yang bersangkutan dihitung
sejak diangkat sebagai CPNS.

b. PNS pindahan dari unit di luar penelitian dan perekayasaan, baru


dapat diangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa setelah dua tahun
bekerja di unit penelitian/perekayasaan dan memenuhi ketentuan-
ketentuan lain yang disyaratkan. Masa penilaian angka kredit
dihitung sejak yang bersangkutan bekerja di bidang
penelitian/perekayasaan.

c. Untuk kenaikan jabatan/pangkat Teknisi Litkayasa, masa penilaian


angka kredit didasarkan pada masa penilaian angka kredit PAK
terakhir.

B. Data Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK)

1. Pengertian DUPAK

DUPAK, sebagaimana dicontohkan dalam Lampiran I Peraturan


Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005
nomor : 19A Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan
Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya, harus diisi oleh Tim
Penilai atas hasil penelitian prestasi pelaksanaan kegiatan yang
dilakukan oleh Teknisi Litkayasa. Kegiatan tersebut adalah mengikuti
pendidikan, melaksanakan pelayanan kegiatan penelitian dan
perekayasaan (Lampiran II peraturan Bersama Kepala BPPT dan
Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 Nomor : 19A Tahun 2005),

46
melaksanakan pengembangan profesi (Lampiran III peraturan Bersama
Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor :
19A Tahun 2005), dan melaksanakan kegiatan yang menunjang
pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa (Lampiran IV Peraturan Bersama
Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor :
19A Tahun 2005).

Teknisi Litkayasa sebaiknya membuat DUPAK yang berisi hasil


penilaian sendiri atas prestasi kerja yang dilakukan, kemudian Dupak
tersebut dapat diajukan ke Tim Penilai untuk dinilai. Hasil penilaian Tim
Penilai dapat digunakan untuk pembuatan PAK oleh Pejabat yang
berwenang.

2. Cara Pengisian DUPAK

a. Pengisian DUPAK oleh Teknisi Litkayasa:

- Mengumpulkan ijazah dan atau STTPP yang diperoleh selama


masa penilaian.
- Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan
Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan, dilengkapi dengan
bukti-buktinya.
- Mengisi formulir Surat pernyataan Melakukan Kegiatan
Pengembangan Profesi, dilengkapi dengan bukti-buktinya.
- Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan yang
Menunjang Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitianl
Perekayasaan, dilengkapi dengan bukti-buktinya.
- Menilai sendiri hasil kegiatan/bukti pada Surat-surat Pernyataan
tersebut dan mengisikan hasil penilaian ke formulir DUPAK.
- Mengesahkan/meminta tandatangan ketiga Surat Pernyataan
tersebut kepada Kepala Unit Kerja.
- Hasil penilaian semua butir kegiatan dihimpun di dalam satu
DUPAK. Berkas semua Surat Pernyataan tersebut dilampirkan
pada DUPAK sebagai bukti untuk diajukan ke Tim Penilai.

b. Pengisian DUPAK oleh Tim Penilai :

- Nomor diisi sesuai kode penomoran Unit yang bersangkutan.


- Masa penilaian diisi sesuai usulan dalam DUPAK dengan
memperhatikan masa penilaian dalam PAK terakhir.
- Keterangan perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai.
- Unsur yang dinilai, diisi hasil penilaian terhadap DUPAK dan bukti
yang disampaikan, kemudian diisikan pada kolom Tim Penilai.
- Butir III, Lampiran usul/bahan yang dinilai, diisi misalnya: (1)
Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Penelitian dan
Perekayasaan. (2) Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan
Pengembangan Profesi. (3) Dst.
- Butir IV dan V akan diisi oleh Ketua dan anggota Tim Penilai yang
berhak menilai.

c. Cara Pengajuan DUPAK

- Teknisi Litkayasa menyusun DUPAK beserta Surat-surat

47
Pernyataan dan bukti-buktinya, kemudian mengajukannya
kepada atasan langsung.
- Kepala Unit Kerja mengesahkan semua Surat Pernyataan dan
bukti-bukti yang disertakan.
- DUPAK diajukan kepada Pejabat berwenang yang kemudian
menyerahkan kepada Tim Penilai untuk dinilai. Hasil Penilaian
diisikan pada DUPAK sebagaimana diuraikan pada butir b 2) di
atas.
- Hasil Penilaian Tim Penilai dapat digunakan untuk menerbitkan
PAK
- DUPAK sebagaimana tersebut dalam lampiran Peraturan
Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor :
160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Teknisi Litkayasa
ditandatangani oleh Kepala unit kerja, lalu diberi pengantar untuk
dikirimkan kepada Pejabat yang berwenang u.p. Tim Penilai
disertai ketiga Surat Pernyataan dan semua bukti yang terkait.

d. Pejabat yang Berhak Mengajukan DUPAK

- Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Kepala Unit


Kerja bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi
Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi
Litkayasa Penyelia.
- Pada departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang adalah
pejabat eselon III yang membidangi kegiatan
Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai
dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat
eselon II yang membidangi kegiatan Penelitian Perekayasaan
bagi Teknisi Litkayasa Penyelia.
- Pada departemen yang memiliki satuan kerja
Penelitian/Perekayasaan di luar Badan Litbang, adalah pejabat
eselon III bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi
Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan Pejabat eselon II bagi Teknisi
Litkayasa Penyelia.
- Pada Provinsi/Kabupaten/Kota adalah Pejabat eselon III yang
membidangi kegiatan Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi
Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Pelaksana
Lanjutan dan Kepala Balitbangda atau Pejabat eselon II bagi
Teknisi Litkayasa Penyelia.

3. Lampiran-Iampiran DUPAK

DUPAK yang telah diisi dengan bobot angka kredit dari masing-
masing butir kegiatan yang dikerjakan seorang pejabat fungsional
Teknisi Litkayasa, harus dilengkapi dengan lampiran-Iampiran
sebagai berikut:

- Surat penugasan melaksanakan butir-butir kegiatan.


- Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan
Perekayasaan.
- Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan
Pengembangan Profesi Teknisi Litkayasa.
- Surat pernyataan Melakukan Kegiatan yang Menunjang
Pelaksanaan Tugas Pelayanan Penelitian/Perekayasaan

48
sebagaimana dimaksud pada Lampiran II, III, IV Peraturan
Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor
:160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005 Lampiran
DUPAK.
- Bukti Fisik Hasil Kegiatan Surat pernyataan melakukan kegiatan
pada butir diatas, juga harus disertai dengan bukti fisik hasil
kegiatan yang dilakukan, ijazah / sertifikat, karya tulis/karya ilmiah
dan bukti fisik lain yang dinyatakan dalam Keputusan Menpan
Nomor 23/KEP/M.PAN/2/2003 (fotokopi yang dilegalisasi).
- Salinan DP3 1 (satu) tahun terakhir.
- Salinan sah Keputusan Pengangkatan menjadi PNS (khusus
untuk pengangkatan pertama).
- Salinan sah Keputusan Pengangkatan pertama kali dalam
Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (khusus untuk kenaikan
pangkat pertama kali dalam Jabatan fungsienal Teknisi
Litkayasa).
- Salinan sah Keputusan Kenaikan Pangkat terakhir.
- Salinan sah Keputusan Kenaikan Jabatan terakhir.
- Salinan PAK terakhir.
- Serfikat ijazah terakhir yang dilegalisasi (khusus untuk
pengangkatan pertama kali atau bagi yang diangkat kembali
setelah tugas belajar).

C. Penetapan Angka Kredit (PAK)

1. Pengertian PAK

PAK adalah formulir yang memuat status angka kredit bagi


pejabat Teknisi Litkayasa untuk dapat dipergunakan sebagai bahan
pertimbangan kenaikan jabatan/pangkatnya.

Terhadap keputusan PAK yang telah ditandatangani oleh


pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, Teknisi Litkayasa
yang bersangkutan tidak dapat mengajukan keberatan.

2. Cara Pengisian PAK

- Nomor diisi sesuai Kode Penomoran PAK di Pusat / lnstansi Penilai.


- Instansi diisi Nama Unit Kerja/Pusat Pengusul.
- Masa Penilaian diisi sesuai masa penilaian yang ada pada DUPAK.
- Keterangan Perorangan diisi data Teknisi Litkayasa yang dinilai.
- PAK kolom LAMA diisi sesuai Nilai PAK terakhir.
- PAK kolom BARU diisi sesuai Hasil Penilaian DUPAK.
- PAK kolom JUMLAH diisi hasil penjumlahan nilai dalam kolom
LAMA dan kolom BARU.
- Butir III hanya diisi jika Pejabat Teknisi Litkayasa yang dinilai telah
memenuhi syarat untuk kenaikan jabatan/pangkat yang lebih tinggi.
Apabila tidak memenuhi syarat maka diisi belum dapat
dipertimbangkan untuk dinaikkan dalam jabatan pangkat yang lebih
tinggi yang dituangkan dalam PAK Sementara.

3. Pejabat yang Berwenang Menetapkan PAK

- Pada LPND/Badan Litbang Departemen adalah Pejabat eselon II

49
bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa
Pelaksana Lanjutan, dan Pejabat Eselon I untuk Teknisi Litkayasa
Penyelia.
- Pada Departemen yang tidak mempunyai Badan Litbang serendah-
rendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi kegiatan
Penelitian/Perekayasaan bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai
dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.

- Pada Departemen yang memiliki satuan kerja Penelitian/


Perekayasaan di luar Badan Litbang serendah-rendahnya adalah
Pejabat Eselon II, bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai dengan
Teknisi Litkayasa Penyelia.

- Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang mempunyai Balitbangda


adalah Kepala Balitbangda bagi Teknisi Litkayasa Pemula sampai
dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.

- Pada Propinsi/Kabupaten/Kota yang tidak mempunyai Balitbangda


serendah-rendahnya adalah Pejabat Eselon II yang membidangi
kegiatan Penelitian/Perekayasa bagi Teknisi Litkayasa Pemula
sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.

50
BAB VI
PEJABAT
TEKNISI LITKAYASA

PAK KONSEP DUPAK


(KD-1)

KEPALA UNIT KERJA

PAK
TL. PEMULA KONSEP DUPAK
(+ BUKTI YANG SUDAH DITANDATANGANI)
s/d
TL PENYELIA (KD-2)

KD-1
TIM
PEJABAT
PENILAI
ESELON - NYA
D-1/
K-PAK
(KONSEP PAK)

GAMBAR 2 : Alur dari KONSEP DUPAK sampai PAK

51
BAB VI

TATA KERJA DAN TATA CARA PENILAIAN


TIM PENILAI TEKNISI LITKAYASA

A. Tim Penilai Teknisi Litkayasa

1. Tim Penilai

a. Kedudukan
Tim Penilai adalah Tim Penilai yang dibentuk, ditetapkan oleh
Pejabat yang berwenang menetapkan PAK bagi Teknisi Litkayasa
Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.

b. Tugas
Tim Penilai bertugas menilai prestasi Teknisi Litkayasa Pemula
sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.

c. Fungsi
Tim Penilai berfungsi sebagai :
- Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK.
- Pemeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK.
- Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang
berwenang menetapkan PAK Teknisi Litkayasa Pemula sampai
dengan Teknisi Litkayasa Penyelia.
- Pembina Pejabat Teknisi Litkayasa dalam hal pengembangan
karir fungsionalnya.
- Pengelola data base pejabat Teknisi Litkayasa di instansinya.

d. Susunan Tim Penilai adalah sebagai berikut:


- Seorang Ketua merangkap anggota.
- Seorang Wakil Ketua merangkap anggota.
- Seorang Sekretaris merangkap anggota.
- Sekurang-kurangnya 4(empat) orang anggota.

e. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai :


- Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/
pangkat Teknisi Litkayasa yang dinilai.
- Serendah-rendahnya pejabat Teknisi Litkayasa Pelaksana
Lanjutan, Pangkat Penata Muda Tingkat I/ golongan ruang III/b .
- Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja
Teknisi Litkayasa.
- Dapat aktif melakukan penilaian.
- Menyatakan kesediaan secara tertulis untuk menjadi anggota
Tim Penilai, dengan sepengetahuan atasan langsung.
- Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Teknisi
Litkayasa, maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS
lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja
Teknisi Litkayasa.
- Sekretaris Tim Penilai dapat merangkap sebagai Anggota Tim
apabila yang bersangkutan seorang Teknisi Litkayasa atau
dinyatakan mempunyai kompetensi untuk menilai oleh Pejabat
yang mengangkat.

52
f. Masa Kerja Tim Penilai
- Tiga tahun, dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan
berikutnya.
- Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai
dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut, dapat diangkat
kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa
jabatan.

g. Pada Unit Kerja Eselon II, III dan IV dapat dibentuk Tim Penilai, bila
berada dalam lokasi yang jauh/terpencil dari Unit Kerja Eselon I/II.
Tim Penilai ini bertugas menyiapkan DUPAK Teknisi Litkayasa
Pemula sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia

2. Tim Penilai Teknis

Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat


membentuk Tim Penilai Teknis. Anggota Tim Penilai Teknis terdiri dari
para ahli, PNS atau bukan PNS, dengan kemampuan teknis yang
diperlukan. Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran
dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai tentang penilaian atas
kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian
tertentu. Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung
jawab kepada Ketua Tim Penilai.

B. Tata Kerja Tim Penilai


1. Sekretariat Tim Penilai bertugas membantu Tim Penilai dalam hal
pengadministrasian kegiatan Tim.

2. DUPAK diperiksa terlebih dahulu oleh Sekretariat mengenai


kelengkapan dan keabsahan administrasinya,

3. Sekretariat menginformasikan kekurangan dan kelengkapan


administrasi kepada Unit Pengusul.

4. Persidangan Tim Penilai Instansi dilaksanakan paling sedikit 2 (dua)


kali dalam satu tahun (Januari-Februari dan Juli-Agustus) sesuai
dengan periode penilaian.

C. Tata Cara Penilaian Tim Penilai

1. Ketua Tim Penilai membagi tugas penilaian kepada anggota Tim Peni-
lai.

2. Setiap DUPAK dinilai oleh dua orang anggota.

3. Bila selisih hasil penilaian angka kredit tambahan kurang dari 20%
maka hasil penilaian yang mempunyai nilai unsur utama lebih tinggi
ditetapkan sebagai angka kredit hasil penilaian untuk PAK baru.

Contoh 22 :
Penilai A memberikan nilai angka kredit 100 yang terdiri dari unsur utama
sebesar 70 dan unsur penunjang 30. Penilai B memberikan angka kredit
90
yang terdiri dari unsur utama sebesar 75 dan unsur penunjang sebesar 15,

53
maka nilai yang digunakan adalah hasil penilaian B.

4. Bila selisih angka kredit hasil penilaian dari dua anggota Tim Penilai
lebih dari 20%, maka nilai akhir ditetapkan berdasar hasil penilaian
penilai ketiga dengan memperhatikan hasil penilaian ke dua penilai
sebelumnya.

Contoh :
Penilai A memberi nilai angka kredit 200 yang terdiri dari Unsur Utama
sebesar 150 dan Unsur Penunjang 50. Penilai B memberi angka kredit 155
yang terdiri dari Unsur Utama sebesar 125 dan Unsur Penunjang 30.
Mengingat selisih antara penilai A (200) dengan penilai B (155) lebih besar
dari 20 % ((155-200)/200*100 %) = 22,5 %, maka Ketua Tim Penilai
menunjuk Penilai ke-3 (Penilai C). Hasil penilai ketiga (Penilai C) adalah nilai
akhir yang akan ditetapkan .

5. Hasil penilaian disampaikan kepada Ketua Tim Penilai dalam bentuk


Konsep PAK.

6. Sekretaris Tim membuat PAK, lalu disampaikan kepada Pejabat yang


berwenang untuk menandatangani PAK setelah diperiksa oleh Ketua
Tim.

7. Hasil setiap pertemuan penilaian harus dituangkan dalam bentuk


Risalah Pertemuan.

54
BAB VII

KETENTUAN PERALIHAN

1. Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat, memindahkan,


membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari
Jabatan Teknisi Litkayasa, yang ditetapkan sebelum Keputusan ini
ditetapkan, dinyatakan tetap berlaku (lihat pasal 27 Kep. MenPan No.
23/KEP/M.PAN/2/2003).

2. Sebelum diterbitkannya Pedoman Teknis Penyelenggaraan Diklat


Fungsional Teknisi Litkayasa oleh instansi Pembina, maka
pengangkatan pertama dan kenaikan jenjang jabatan fungsional
tersebut dapat dilakukan tanpa syarat lulus diklat terlebih dahulu.

55
Lampiran 1 : Form Surat Keterangan bagi
calon Teknisi Litkayasa yang ijazahnya tidak
sesuai dengan Tupoksi Unit kerja.

SURAT KETERANGAN
Nomor :..........................

Yang bertandatangan di bawah ini:


Nama : .....................................
NIP : .....................................
Jabatan : .....................................
Unit Kerja : .....................................

Menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini:


Nama : ....................................
NIP : ....................................
Jabatan : ....................................
Unit Kerja : ....................................
Pendidikan terakhir : ....................................

Memiliki kompetensi untuk bekerja/ditempatkan di bidang pelayanan kegiatan


penelitian dan perekayasaan, sehingga yang bersangkutan dapat diusulkan
dan diangkat sebagai Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa.

Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk


dipergunakan sebagaimana mestinya.

. . . . . . . . . .., .......................
Kepala Unit Kerja

Nama Pejabat
NIP.

56
Lamplran 2 : Laporan tertulis pelaksanaan
kegiatan Penelitian dan
Perekayasaan.

LAPORAN PELAKSANAAN PELAYANAN KEGIATAN


PENELITIAN / PEREKAYASAAN

Butir (Kode) Kegiatan / AK : ............................................................


Judul : ............................................................

Penulis/Pelaksana
NO. NAMA NIP JABATAN FUNGSIONAL
1.
2.
3.
4.
5.
6.

No SPK/Surat Penugasan : ..............................................

Tanggal Pelaksanaan : ..............................................

Pendahuluan : ..............................................

Rencana Kegiatan : ..............................................

Hasil kegiatan : ..............................................

Hambatan/Kendala : ..............................................

Saran/Rekomendasi : ..............................................

…………., ………………..
Mengetahui: Pelaksana :
Atasan Langsung/Pemberi tugas/ 1. (nama) : ….. (tanda tangan)
Ketua Kelompok. 2. (nama) : ….. (tanda tangan)
3. (nama) : ….. (tanda tangan)
4. (nama) : ….. (tanda tangan)
5. (nama) : .......(tanda tangan)
(………………………) 6. (nama) :........(tanda tangan)
NIP.: ……………

57
Lampiran 3 : Form SPK/Surat Penugasan

SURAT PENUGASAN
Nomor : .......................

Yang bertandatangan dibawah ini:


Nama : (Kepala Unit Kerja/ Atasan langsung ybs.)
NIP : ......................................
Jabatan : ......................................
Unit Kerja : ......................................

Dengan ini menugaskan Teknisi Litkayasa di bawah ini :


NO NAMA NIP JABATAN
1
2
3
4
5
6

untuk mengerjakan tugas sebagai berikut :


1. …………………………………………..
2. …………………………………………..
3. …………………………………………..
4. …………………………………………..

Demikian surat tugas ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

. . . . . . . . . .., ..........................
Kepala Unit Kerja/Atasan
langsung/Kepala Kelompok,

Nama Pejabat
NIP.

58
Lampiran 4 : Form Surat Keterangan telah
bekerja dalam bidang Penelitian dan
perekayasaan

SURAT KETERANGAN
Nomor :..........................

Yang bertandatangan di bawah ini:


Nama : ..............................................
NIP : ..............................................
Jabatan : ..............................................
Unit Kerja : ..............................................

menerangkan bahwa Pegawai Negeri Sipil di bawah ini:


Nama : ..............................................
NIP : ..............................................
Jabatan : ..............................................
Unit Kerja : ..............................................

telah mempunyai pengalaman kerja di bidang pelayanan penelitian dan


perekayasaan selama . . . tahun sejak tahun . . . . sampai . . . .dan yang
bersangkutan saat ini bertugas di bidang pelayanan penelitian perekayasaan.

Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk


dipergunakan sebagaimana mestinya.

. . . . . . . . . .., .......................
Kepala Unit Kerja

Nama Pejabat
NIP.

59
Lampiran 5 : Form surat permohonan menjadi pejabat
fungsional Teknisi Litkayasa

Kepada Yth
( Kepala Unit Kerja PNS yang bersangkutan )
di ...................

Perihal: Permohonan menjadi Pejabat Fungsional


Teknisi Litkayasa

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : …………………………………………………………
NIP : …………………………………………………………
Pangkat/Gol ruang/ : …………………………………………………………
TMT Golongan : ...............................................................................
Jabatan : …………………………………………………………
Unit Kerja : …………………………………………………………

memohon dengan hormat untuk menjadi Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa.


Sebagai bahan pertimbangan, terlampir saya sampaikan:
1. Ijazah SLTA/Diploma I/II/III .*)
2. Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS.
3. DP3 untuk 1 tahun terakhir.
4. Surat Keputusan Kepangkatan terakhir.
5. Surat Pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional Teknisi Litkayasa.
6. Surat pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan.
7. Data Usul Penetapan Angka Kredit.

Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih.

……………., ………………
Pemohon,

Nama …………………………
NIP ……………………

Tembusan Yth.:
Sekretaris Jenderal /Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama/Sekretaris Badan/
Sekretaris Direktorat Jenderal *)
*) Coret yang tidak perlu.

60
Lampiran 6 : Form Surat Usulan Pengangkatan Pertama
Kali Menjadi Pejabat Fungsional Teknisi
Litkayasa

Kepada Yth.
(Pejabat yang berhak mengangkat dalam
jabatan fungsional Teknisi Litkayasa)
di ...................

Perihal: Pengusulan pengangkatan dalam


Jabatan fungsional Teknisi Litkayasa.

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : (Kepala Unit Kerja/atasan langsung pejabat Teknisi Litkayasa)
NIP : ………………………………………………………..
Pangkat/gol ruang : ………………………………………………………..
Jabatan : ………………………………………………………..
Unit Kerja : ………………………………………………………..
mengusulkan PNS di bawah ini:
Nama : (nama calon Teknisi Litkayasa)
Pangkat,gol ruang/TMT : ………………………………………………………..
Jabatan : ………………………………………………………..
Unit Kerja : ………………………………………………………..
untuk diangkat dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa.

Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini dilampirkan:


1. Surat permohonan menjadi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa dari ybs
2. Ijazah SLTA/Diploma I/II/III :*)
3. Surat Keputusan Pengangkatan menjadi PNS.
4. DP3 untuk 1 tahun terakhir.
5. Surat Keputusan Kepangkatan terakhir.
6. Surat pernyataan telah menjalani Diklat Fungsional.
7. Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pelayanan Penelitian/Perekayasaan.
8. Penetapan Angka Kredit (PAK) ybs.

Atas perhatian dan perkenannya disampaikan terimakasih.

…..........., ………………….
Kepala Unit Kerja,

Nama Pejabat: ......................


NIP ........................................

61
Lampiran 7 : Cara pengisian surat pernyataan
meIakukan kegiatan pelayanan
penelitian dan perekayasaan

SURAT PERNYATAAN
MELAKUKAN KEGIATAN PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa)
NIP : ..............................................
Pangkat/golongan ruang : .............................................
Jabatan : .............................................
Unit Kerja : .............................................

menyatakan bahwa :
Nama : (nama pejabat Teknisi Litkayasa)
NIP : ............................................
Pangkat/gol ruang/TMT : ..........................................
Jabatan/TMT : ..........................................
Unit Kerja : ..........................................

telah melakukan kegiatan Pelayanan Penelitian dan Perekayasaan sebagai berikut:

URAIAN KEGIATAN JUMLAH KETERANG


SATUAN
NO PELAYANAN PENELITIAN TANGGAL JUMLAH ANGKA AN / BUKTI
HASIL
DAN PEREKAYASAAN KREDIT FISIK

1 2 3 4 5 6 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya ini.

……………., ………………….
Kepala unit kerja/Atasan langsung,

(………..………………………)
NIP : ……………………........
Cara pengisian tabel :
1. Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan/judul dalam laporan kegiatan.
2. Kolom 3 diisi tanggal mulai sampai dengan selesai pelaksanaan kegiatan
3. Kolom 4 diisi sesuai syarat satuan hasil sebagaimana dalam Lampiran I Kep. Men-PAN
Nomor 23/KEP/M.PAN/2/2003. (Contoh: Ijazah, laporan, STTPP).
4. Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama.
5. Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan.
6. Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan/No surat penugasan

62
Lampiran 8 : Cara pengisian surat pernyataan
melakukan kegiatan pengembangan
Profesi Teknisi Litkayasa.

SURAT PERNYATAAN
MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI TEKNISI LlTKAYASA

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa)
NIP : .....................................
Pangkat/golongan ruang : .....................................
Jabatan : .....................................
Unit Kerja : .....................................

menyatakan bahwa :
Nama : (nama pejabat Teknisi Litkayasa)
NIP : ......................................
Pangkat/gol ruang/TMT : ......................................
Jabatan/TMT : ......................................
Unit Kerja : ......................................

telah melakukan kegiatan pengembangan profesi sebagai berikut:


URAIAN KEGIATAN
JUMLAH
PENGEMBANGAN SATUAN KETERANGAN
NO TANGGAL JUMLAH ANGKA
PROFESI TEKNISI HASIL / BUKTI FISIK
KREDIT
LlTKAYASA

1 2 3 4 5 6 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

....................................................
(Kepala Unit Kerja/Atasan langsung)

(.................................................... ...)
NIP ; ……………………………….....

Cara pengisian tabel:


1. Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan.
2. Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan.
3. Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kep Men-PAN Nomor
23/KEP/M.PAN/2/2003 (contoh : naskah, makalah, buku).
4. Kolom 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama.
5. Kolom 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan.
6. Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan.

63
Lampiran 9 : Cara pengisian surat pernyataan meIakukan
kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas
pelayanan penelitian dan perekayasaan

SURAT PERNYATAAN
MELAKUKAN KEGIATAN YANG MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS
PELAYANAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN

Yang bertandatangan di bawah ini:


Nama : (Kepala Unit Kerja atasan pejabat Teknisi Litkayasa)
NIP : ..............................................
Pangkat/golongan ruang : ..............................................
Jabatan : ..............................................
Unit Kerja : ..............................................

menyatakan bahwa :
Nama : (nama pejabat Teknisi Litkayasa)
NIP : ..............................................
Pangkat/gol ruang/TMT : ..............................................
Jabatan I TMT : ..............................................
Unit Kerja : ..............................................

telah melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas pelayanan penelitian


dan perekayasaan sebagai berikut:

URAIAN KEGIATAN
YANG MENUNJANG
JUMLAH
PELAKSANAAN SATUAN KETERANGAN /
NO TANGGAL JUMLAH ANGKA
TUGAS PELAYANAN HASIL BUKTI FISIK
KREDIT
PENELITIAN DAN
PEREKAYASAAN

1 2 3 4 5 6 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

. .. . .. . .. ... .. . . .. ., ..........................
(Kepala Unit Kerja/Atasan langsung)

(......................................................)
NIP ……………………………..

Cara pengisian tabel:


1. Kolom 2 diisi dengan butir kegiatan yang dilakukan.
2. Kolom 3 diisi tanggal pelaksanaan kegiatan/periode kegiatan
3. Kolom 4 diisi sesuai satuan hasil dalam Lampiran I Kepmenpan Nomor
23/KEP/M.PAN/2/2003 (contoh: Tanda jasa, gelar, sertifikat).
4. Kolorn 5 diisi dengan banyaknya kegiatan untuk butir kegiatan yang sama.
5. Kolorn 6 diisi dengan jumlah angka kredit untuk kegiatan yang bersangkutan.
6. Kolom 7 diisi dengan nomor bukti pelaksanaan kegiatan.

64
Lampiran 10 : Format lembaran Penetapan Angka
kredit (PAK)

PENETAPAN ANGKA KREDIT


Nomor: / / /

INSTANSI : ......................................... Masa Penilaian Tanggal : .................................


I KETERANGAN PERORANGAN
1 Nama
2 NIP.
3 Nomor seri Kartu Pegawai
4 Pangkat/Gol.ruang/TMT
5 Tempat, tanggal lahir
6 Jenis Kelamin
7 Pendidikan tertinggi
8 Jabatan Fungsional/TMT
9 Unit Kerja
II PENETAPAN ANGKA KREDIT LAMA BARU JUMLAH
1 UNSUR UTAMA
a. Pendidikan :
(1) Pendidikan sekolah dan memperoleh Ijazah/gelar
(2) Pendidikan & Pelatihan Fungsional Teknisi Litkayasa
dan memperoleh Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan
b. Pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan
c. Pengembangan Profesi
A. Jumlah Unsur Utama
2 UNSUR PENUNJANG
Kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Teknisi Litkayasa
B. Jumlah Unsur Penunjang
(A+B). Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang
III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL/PANGKAT/TMT:

ASLI disampaikan dengan hormat kepada Kepala BKN Ditetapkan di :


up. Deputi Bidang Informasi Kepegawaian BKN, atau Pada tanggal :
Kepala Kantor Regional BKN/BKD di . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . .
NIP. . . . . . . . . . . . . . .
Tembusan :
1. Yang bersangkutan
2. Pimpinan Unit kerja yang bersangkutan
3. Kepala Kantor Regional BKN/BKD Provinsi/Kabupaten/Kota, atau Biro
Kepegawaian atau Bagian/Instansi yang bersangkutan atau pejabat lain yang dipandang perlu *)
4. BPPT c.q. Pusbindiklat
*). Coret yang tidak perlu

65