Anda di halaman 1dari 7

I.Pengertian a.

Hipertiroid - Pengeluaran hormone tiroid yang berlebihan diperkirakan terjadi akibat stimulasi abnormal kelenjar tiroid oleh immunoglobulin dalam darah - Hipertiroidi ialah sekresi hormone tiroid yang berlebihan, dimanifestasikan melalui peningkatan metabolisme. b.Hipotiroidisme - Hipotiroidisme ialah sekresi tiroid yang tidak adekuat selama perkembangan janin dan neonatus yang nantinya akan menghambat pertumbuhan fisik dan mental (kretinisme), karena penekanan aktivitas metabolic tubuh secara umum.Pada orang de asa hipotiroidisme memiliki gambaran klinik berupa letargi,proses berfikir yang lambat dan perlambatan fungsi yang menyeluruh - !eadaan yang ditandai dengan terjadinya hipofungsi tiroid yang berjalan lambat dan diikuti oleh tanda-tanda kegagalan tiroid.

II. "tiologi a. Hipertiroid #iroiditis dan penggunaan hormone tiroid yang berlebihan b. Hipotiroid #iroiditis autoimun (tiroiditis Hashimoto), dimana system imun menyerang kelenjar tiroid. #ipe $. hipotiroidisme primer % atau tiroidal yang mengacu pada disfungsi kelenjar tiroid &. Hipotiroidisme sentral % disfungsi tiroid disebabkan oleh kegagalan kelenjar hipofisis, hipotalamus '. Hipotiroidisme sekunder ( pituitaria % sepenuhnya oleh kelainan hipofisis ). Hipotiroidisne tertier % kelainan hipotalamus yang mengakibatkan sekresi #*H tidah adekuat atau penurunan #+H ,anifestasi !linis $. Hipertiroid $. -elisah (peka rangsang berlebihan dengan emosional), mudah marah, ketakutan, tidak dapat duduk dengan tenang, menderita karena palpitasi, nadi cepat dalam istirahat dan latihan. &. #oleransi terhadap panas buruk dan banyak berkeringat, kulit kemerahan dan mudah menjadi lunak,hangat dan lembab. '. Pasien lansia mungkin mengeluhkan kulit kering gatal-gatal menyebar ). ,ungkin teramati tremor halus tangan .. ,ungkin menunjukkan eksoftalmus /. -ejala lain mencangkup peningkatan nafsu makan dan masukan diet, penurunan berat badan progresif,otot secara abnormal mudah letih, kelemahan,amenore, dan perubahan fungsi usus (diare) 0. !isaran nadi antara 12 dan $22 kali permenit, tekanan darah sistolik (bukan diastolic) meningkat. 3. ,ungkin terjadi fibrilasi atrium dan dekompensasi jantung dalam bentuk gagal jantung kongestif, terutama pada pasien lansia. 1. 4steoporosis dan fraktur $2. Penyekit dapat ringan dengan eksaserbasi dan remisi, berakhir dengan pemulihan spontan dalam beberapa bulan atau tahun $$. ,ungkin berkembang perilaku tidak mempunyai belas kasihan kelompok menyebabkan tubuh kurus, sangat gelisah, delirium,disorientasi, akhirnya gagal jantung $&. -elisah dapat disebabkan oleh pemberian hormone tiroid yang berlebihan untuk mengobati hipertiroidisme

$.

Hipotiroid -ejala dini hipotiroid tidak spesifik, namun terdapat tanda-tanda dan gejala yang meliputi% $. !elelahan yang ekstrim &. !erontokan rambut '. !uku rapuh ). kulit kering .. rasa baal /. parestasia pada jari-jari tangan 0. suara kasar atau parau 3. gangguan haid (menoragia atau menorrhea) disamping hilangnya libido

Pada hipotiroid berat mengakibatkan% $. suhu tubuh dan frekuensi nadi subnormal &. kenaikan berat badan '. kulit menjadi tebal ). rambut menipis dan rontok .. ajah tampak tanpa ekspresi dan mirip topeng /. rasa dingin meski lingkungan hangat 0. apatis 3. konstipasi 1. kenaikan kadar kolesterol serum, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, fungsi ventrikel kiri jelek. Pada hipotiroidisme lanjut dapat menyebabkan dimensia disertai perubahan kognitif dan kepribadian yang khas.+espirasi dan apnea dapat terjadi.*erta efusi pleura dan efusi pericardial. !oma miksedema menggambarkan stadium hipotiroidisme yang paling ekstrim dan berat, dimana pasien mengalami hipotermi dan tak sadarkan diri.

!omplikasi a. Hipertiroid #erjadi krisis tirotoksik (tyroid storm) b. Hipotiroid $. ,eningkatkan kolesterol &. Iskemia ( infark miokard Penatalaksanaan a. Hipertiroidisme #idak ada pengobatan yang ditujukan untuk menghilangkan gejala penatalaksanaan bergantung pada etiologi hipertiroidisme.

$. &.

5armakologi terapi dengan obat antihipertiroid. Iridasi termasuk pemberian I atau I untuk mendapatkan efek destruksi pada kelenjar tiroid '. Pembedahan dengan pengangkatan sebagian besar kelenjar tiroid 5armakoterapi $. #ujuan farmakoterapi untuk menghambat pelepasan atau sintetis hormone &. Pengobatan yang paling umum digunakan adalah propitiourasil (propacil, P#6), atau metima7ol (tapa7ole) '. #etapkan dosis rumatan, diikuti dengan penghentian obatan secara bertyahap selama beberapa bulan. ). 4bat anti tiroid merupakan kontraindikasi pada kehamilan akhir, resiko untuk gondokkan dan kretinisme pada janin. 8gen 9eta-8drenergik $. ,ungkin digunakan untuk mengontrol efek saraf simpatis yang terjadi pada hipertiroidisme. &. Propandol digunakan untuk kegelisahan, takikardi, tremor, ansietas, dan intoleransi panas +adioaktif Iodin ( I) $. I diberikan untuk menghancurkan sel-sel tiroid yang overaktif . &. I merupakan kontraindikasi dalam kehamilan dan ibu menyusui karena radio iodine menembus plasenta dan sekresikan ke dalam 8*I. b. Hipotiroid #ujuan primer penatalalaksanaan hipotiroidisme ialah memulihkan metabolisme pasien kembali kepada keadaan metabolic normal, dengan cara mengganti hormone yang hilang.:ivotiroksin sintetik (*ynthroid atau levothroid) merupakan preparat terpilih untuk pengobatan hipotiroidisme dan supresi penyakit goiter nontoksik.;osis terapi penggantian hormonal berdasarkan pada konsentrasi #*H dalam serum pasien.Preparat tiroid yang dikeringkan jarang digunakan karena sering menyebabkan kenaikan sementara konsentrasi #' dan kadang-kadang disertai dengan gejala hipertiroidisme. Hal-hal yang bisa dilakukan pada pasien dengan hipotiroid antara lain% < pemeliharaan fungsi vital < gas darah arteri < pemberian cairan dilakukan dengan hati-hati karena bahaya intoksikasi air. < infus larutan glukosa pekat < terapi kortikosteroid *eperti digambarkan diatas, hormon tiroid yang paling aktif sebenarnya adalah #'. =adi mengapa dokter-dokter memilih untuk mera at pasien-pasien dengan bentuk #) dari tiroid>

#' ?liothyronine sodium (@ytomel)A tersedia dan ada indikasi-indikasi tertentu untuk penggunaannya. 9agaimanapun, untuk mayoritas dari pasien-pasien, suatu bentuk dari #) ?levothyroBine sodium (:evoByl, *ynthroid)A adalah pera atan yang lebih disukai. Ini adalah suatu bentuk yang lebih stabil dari hormon tiroid dan memerlukan hanya satu kali dosis per hari, dimana #' adalah kerjanya lebih pendek dan perlu dikonsumsi beberapa kali per hari. Pada sebagian besar mayoritas pasien-pasien, #) sintetik secara alami telah siap dan secara tetap dirubah kedalam #' didalam aliran darah, dan perubahan ini diatur secara memadai oleh jaringan-jaringan tubuh.

#erapi 4bat 8nti-#iroid (48#) pada penderita hipertiroid Cang termasuk ke dalam terapi hipertiroid adalah obat anti-tiroid (48#), terapi iodium radioaktif (+8I), atau operasi pengangkatan kelenjar tiroid (tiroidektomi), serta obat-obatan untuk mengurangi keluhan. #erapi yang disebut di atas tidak dapat diberikan pada penderita hipertiroid dengan nilai tangkap tiroid yang rendah (seperti pada tiroiditis subakut). ;okter yang sering mera at penderita hipertiroid, biasanya tidak akan memberikan 48# pada penderita yang mengalami kelainan darah atau hepatitis (radang hati). Hal ini perlu disampaikan kepada pasien sebelum pemberian 48#, pasien harus diberikan informasi atau penjelasan tertulis mengenai efek samping dan komplikasi dari pemberian 48#. :ebih dari $22 panduan

berdasarkan bukti ilmiah telah disusun oleh 8merican #hyroid 8ssociation (8#8)dan 8merican 8ssociation of @linical "ndocrinologist dalam menangani penderita hipertiroid. 4bat 8nti-#iroid (48#) 48# (seperti% methima7ole, propylthiouracil) telah digunakan untuk penderita hipertiroid sejak tahun $1)2-an. 48# pertama kali digunakan untuk mengendalikan hipertiroid pada anak, remaja, dan ibu hamil (P#6 hanya diberikan untuk ibu hamil). Pada anita yang tidak hamil, 48# hanya untuk mengendalikan keluhan hipertiroid, sebelum diberikan terapi +8I sebagai terapi pilihan untuk hipertiroid. 9erdasarkan survey yang dilakukan pada dokter spesialis di 8merika *erikat, terapi pilihan yang paling sering diberikan adalah terapi +8I. 48# menghambat proses produksi dari hormon tiroid, sehingga kadar hormon tiroid akan menurun secara bertahap dalam aktu &-3 minggu atau lebih. P#6 dapat menghambat perubahan #) menjadi #'. #' merupakan bentuk yang lebih aktif dari hormon tiroid. Penurunan kadar #' dalam darah secara cepat berhubungan dengan perbaikan keadaan umum dari penderita hipertiroid. Penyesuaian dosis 48# dilakukan setiap ) minggu hingga fungsi kelenjar tiroid menjadi normal. *ebagian penderita penyakit -ravesD akan sembuh setelah pemberian terapi selama $&-$3 bulan, sehingga 48# dapat dihentikan. Eamun, separuh dari pasien tersebut akan mengalami kekambuhan pada tahun berikutnya. Hipertiroid dengan nodul (penyakit Plummer dan adenoma toksik) merupakan kondisi yang permanen sehingga tidak disarankan untuk diberikan 48#. 48# pilihan untuk anita penderita hipertiroid yang tidak hamil adalah methima7ole. 5;8 telah memberikan peringatan mengenai peningkatan risiko terjadinya gagal hati pada penderita hipertiroid yang diberikan methima7ole pada kehamilan trimester pertama. ,ethima7ole juga berhubungan dengan kelainan kulit pada janin ketika diberikan pada a al kehamilan, sehingga 48# perlu diganti dengan P#6 pada kehamilan trimester pertama. *etelah $& minggu, 48# kembali diganti dengan methima7ole. ,ethima7ole bekerja lebih efektif dan lebih lama di dalam tubuh, sehingga cukup diberikan sekali atau dua kali sehari. P#6 masih merupakan obat pilihan untuk kondisi kega atan tiroid seperti hipertiroid berat(krisis tiroid karena memiliki mekanisme tambahan dengan memghambat konversi #) menjadi #'. Pemberian P#6 dilakukan setiap /-3 jam. Penurunan kadar #' secara teori dapat membantu mengurangi keluhan hipertiroid lebih cepat dibandingkan dengan methima7ole. *aat kadar hormon tiroid mencapai normal, 48# dapat langsung diganti menjadi methima7ole. "fek samping dari 48# "fek samping dari 48# yang paling sering terjadi adalah reaksi alergi seperti demam, kulit merah, gatal, dan nyeri sendi. +eaksi alergi ini terjadi pada $-.F penderita yang diberikan 48#, dan biasanya terjadi dalam minggu pertama pemberian 48#. "fek samping yang lebih berat seperti kelainan darah, anemia, hepatitis, radang sendi, dan radang pembuluh darah seperti lupus juga dapat terjadi pada pemberian 48#. *emua efek samping ini, kecuali kelainan darah, lebih

sering terjadi pada P#6. !elainan darah dapat terjadi pada 2.&-2..F penderita yang diberikan methima7ole atau P#6. 5;8 menemukan '& kasus (&& de asa dan $2 anak-anak) yang menderita kerusakan hati setelah pemberian P#6. Pada pasien de asa, $& orang meninggal dunia dan . orang menjalani transplantasi hati, sedangkan pada penderita anak-anak, $ anak meninggal dunia dan / anak menjalani transplantasi hati. P#6 diberikan untuk mengatasi hipertiroid akibat penyakit -ravesD. :aporan 5;8 ini menunjukkan bah a terdapat peningkatan risiko toksisitas terhadap hati pada pemberian P#6. Galaupun demikian, pada pemberian methima7ole juga dilaporkan kejadian . kasus kerusakan hati yang berat (' kasus dengan kematian). P#6 sebaiknya diberikan sebagai pilihan kedua setelah methima7ole, kecuali pada penderita yang alergi terhadap methima7ole, atau pada ibu hamil semester pertama. ,ethima7ole yang diberikan pada ibu hamil semester pertama dilaporkan dapat menyebabkan kelainan janin, berupa kelainan pada kulit. 4leh sebab itu pada ibu hamil semester pertama tersebut, 48# diganti dengan P#6 untuk sementara. Pemantauan yang ketat perlu dilakukan untuk mendeteksi tanda dan gejala dari kerusakan hati, terutama pada / bulan pertama pemberian 48#. Pada penderita yang dicurigai mengalami kerusakan hati, penghentian 48# dan pera atan untuk kerusakan hati tersebut harus segera dilakukan. P#6 sebaiknya tidak diberikan pada penderita anak-anak, kecuali penderita alergi terhadap methima7ole dan tidak ada obat pilihan lainnya. 4bat lainnya Pada hipertiroid berat(krisis tiroid akibat penyakit -ravesD atau tiroiditis subakut, pemberian obat kontras yang mengandung iodium dapat dilakukan dengan tujuan untuk menghambat konversi #) menjadi #' dan pelepasan hormon tiroid oleh kelenjar tiroid. #erapi ini merupakan pilihan yang terakhir, karena terapi ini dapat menunda pemberian terapi +8I sebagai terapi definitif selama beberapa minggu. **!I (potasium iodida) $2 tetes dua kali sehari atau ipodate ($ gr(hari) dapat diberikan sebagai terapi alternatif untuk menurunkan kadar #' dengan cepat. Pilihan terapi ini jangan diberikan pada penyakit Plummer dan adenoma toksik, karena hanya akan memperburuk hipertiroidnya. Penyaki otonom ini akan bertambah buruk bila diberikan iodium dalam jumlah tinggi.