Anda di halaman 1dari 77

DI SUSUN OLEH

ROMY NOVIYANTI ( 11321401 ) MUNICA MERLINDA ( 11321407 ) NOVI SULASTRI RW. EKA S. ( 11321428 ) ( 11321429 )

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO


JL. BUDI UTOMO NO. 10 Telp. (0352) 481124 PONOROGO

GEOMETRI
Geometri berasal dari kata Yunani geo dan metrie. Geo berarti tanah, dan metrie berarti pengukuran. Geometri cabang matematika yang mempelajari titik, garis,bidang,dan benda benda ruang tentang sifat dan ukuran- ukurannya serta hubungannya.
PENGERTIAN PANGKAL

DEFINISI

POSTULAT/AKSIOMA

DALIL

DALIL

Euclides dari Aleksandria kira kira 300 SM dalam bukunya pertama dimulai dengan 23 definisi ,5 postulat, 10 aksioma dan 48 dalil.

DEFINISI- DEFINISI:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Titik ialah yang tidak mempunyai bagian Garis ialah panjang tanpa lebar Ujung ujung suatu garis yang terletak rata dengan titik titik padanya. Suatu garis lurus ialah garis yang terletak rata dengan titik titik padanya Suatu bidang ialah hanya mempunyai panjang dan lebar Ujung ujung suatu bidang adalah garis Suatu bidang datar ialah suatu bidang yang terletak ratta dengan garis garis padanya 8. Suatu sudut datar ialah inklinasi ( kemiringan) sesamanya dari dua garis dalam satu bidang datar yang bertemu dan tidak terletak pada suatu garis lurus 9. Dan jika garis garis yang memuat sudut itu lurus , maka sudut itu disebut sudut garis lurus 10. Jika suatu garis lurus berdiri pada suatu garis lurus dan membuat sudut yang besisian sama, masing- masing sudut ini disebut siku- siku dan garis yang berdiri pada garis lainnya tadi di segbut tegak lurus pada garis lain. 11. Suatu sudut tumpul ialah sudut yang lebih besar dari suatu sudut siku-siku. 12. Suatu sudut lancip ialah sudut yang lebih kecil dari suatu sudut siku-siku 13. Suatu batas ialah ujungnya(akhirnya) sesuatu. 14. Suatu bangun ialah sesuatu yang termuat dalam suatu batas atau beberapa batas.

15. Suatu lingkaran ialah suatu bangun datar yang termuat dalam satu garis sedemikian, hingga semua garis lurus yang melalui satu titik dalam bangun itu dan mengenai garis tadi sama panjangnya. 16. Dan titik itu disebut titik pusat lingkaran. 17. Suatu garis tengah dari lingkaran ialah sembarang garis lurus yang melalui titik pusat dan pada kedua arahnya berakhir pada keliling lingkaran dn garis semacam itu membagi dua sama lingkaran itu. 18. Suatu setengah lingkaran adalah bangun yang termuat dalam suatu garis tengah dan keliling lingkaran yang terbagi oleh garis tengah itu. Titik pusat setengah lingkaran sama dengan titik pusat lingkaran. 19. Bangun-bangun garis lurus ialah bangun bangun-bangun yang termuat dalam (dibatasi oleh) garis-garis lurus. Bangun-bangun trilateral ialah yang dibatasi oleh tiga, quatwral dibatasi oleh empat dan multilateral dibatasi oleh lebih dari empat garis. 20. Dari bangun-bangun trilateral (sisi tiga), suatu segitiga sama sisi ialah yang mepunyai tiga sisi sama, suatu segitiga sama kaki ialah yang hanya dua sisinya sama dan suatu segitiga miring ialah semua sisinya tidak sama. 21. Selanjutnya dari bangun- bangun segitiga, suatu segitiga siku-siku ialah yang mempunyai suatu sudut siku-siku, suatu segitiga tumpul yang mempunyai suatu sudut tumpul dan suatu segitiga lancip yang ketiga sudutnya lancip. 22. Dari bangun-bangun sisi empat , suatu bujur sangkar ialah yang sama sisi dan bersudut siku-siku, suatu empat persegi panjang ialah yang bersudut siku-siku tetapi tidak sama sisi,suatu belah ketipat ialah yang sama sisi, tetapi tidak bersudut silu-siku, suatu jajaran genjang ialah nyang sisinya dan sudutsudutnya yang berhadapan sama , tetapi tiak dama sisindan tidak bersudut siku-siku. Sisi empat yang lain dari ini semua disebit trapezium.

23. Garis garis lurus parallel (sejajar) ialah garis-garis lurus yang terletak dalam suatu bidang datar dan jika diperpanjang tak terbatas pada kedua arahnya tidak akan bertemu pada arah yang manapun.

POSTULAT-POSTULAT
1. 2. 3. 4. 5. Menarik garis lurus dari sembarang titik ke sembarang titik yang lain. Memperpanjang suatu ruas garis secara kontinu menjadi garis lurus. Melukis lingkaran dengan sembarang titik pusat dan sembarang jarak. Bahwa semua sudut siku-siku adalah sama. Bahwa, jika suatu garis lurus memotong dua garis lurus dan membuat sudutsudut dalam sepihak kurang dari sudut siku-siku, kedua garis itu jika diperpanjang tak terbatas, akan bertemu dipihak tempat kedua sudut dalam sepihak kurang dari dua sudut siku-siku.

AKSIOMA-AKSIOMA (COMON NOTIONS)


1. Benda-benda yang sama dengan suatu benda yang sama , satu sama lain juga sama. 2. Jika sesuatu yang sama di tambah dengan sesuatu yang sama ,jumlahnya sama. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jika sesuatu yang sama di kurangi dengan sesuatu yang sama , sisanya sama. Benda-benda yang berimpit satu sama lain , satu sama lain sama. Seluruhnya lebih besar dari bagiannya. Suatu gambar geometri dapat dipindah tanpa mengubah bentuk dan besarnya. Setiap sudut mempunyai garis bagi. Setiap segmen garis mempunyai titik pertengahan .

9.

Setiap garis dapat diperpanjang sehingga sama dengan ruas garis yang diketahui.

10. Semua sudut siku-siku adalah sama(semua sudut lurus adalah sama).

TEOREMA - TEOREMA TEOREMA 1


SUDUT-SUDUT BERTOLAK BELAKANG SAMA BESAR Diketahui : dua garis A,B berpotongan di O Buktikan : Bukti : O1 = O2 = O3 O4

definisi 9 : garis garis yang memuat sudut itu lurus, maka sudut itu disebut sudut lurus O1 + O2 = sudut garis lurus sudut garis lurus sudut garis lurus sudut garis lurus

O2 + O3 = O3 + O4 =

O4 + O1 =

aksioma 1 : Benda-benda yang sama dengan suatu benda yang sama , satu sama lain juga sama. O1 + O2 = O2 + O3

aksioma 3 : Jika sesuatu yang sama dikurangi dengan sesuatu yang sama , sisinya sama Kedua ruas dikurangi dengan O2 O1 = O3 (Terbukti) aksioma 1 : Benda-benda yang sama dengan suatu benda yang sama , satu sama lain juga sama. O4 + O1 = O1 + O2 aksioma 3 : Jika sesuatu yang sama dikurangi dengan sesuatu yang sama , sisinya sama. Kedua ruas di kurangi dengan O4 = O2 (Terbukti) O1

TEOREMA 2
MELUKIS SEBUAH SEGITIGA SAMA SISI PADA SEBUAH GARIS TERBATAS YANG DIKETAHUI. Diketahui : garis AB

Buktikan : Buatlah segitiga sama sisi Buktikan bahwa sisi sisinya sama Bukti : Postulat 3. Membuat lingkaran yang berpusat di A berjari-jari di B

Postulat 3. membuat lingkaran yang berpusat di B dan berjari jari di A Postulat 1. Tarik garis dari titik A ke titik B Postulat 1. Tarik garis dari titik B ke titik C Postulat 1. Tarik garis dari titik A ke titik C Berdasarkan lingkaran tersebut di peroleh : AB adalah jari jari lingkaran yang berpusat di A AC adalah jari jari lingkaran yang berpusat di A Jadi AB = AC ( aksioma I) BA adalah jari jari lingkaran yang berpusat di B BC adalah jari jari lingkaran yang berpusat di B Jadi BA = BC ( aksioma I) Dapat disimpulkan AB = AC = BC ( aksioma I ) Maka terbukti ABC adalah segitiga sama sisi

TEOREMA 3
DUA BUAH SEGITIGA MEMPUNYAI DUA SISI DAN SUDUT APITNYA YANG SAMA, MAKA SISI KETIGANYA ADALAH SAMA Diketahui : dua buah segitiga yaitu

dan

AC = PR AB = PQ Buktikan BC = QR ? Bukti : menggunakan kontradiksi Andai BC QR maka kemungkinannya BC > QR atau BC < QR Andai BC > QR Aksioma 6. suatu gambar geometri dapat di pindah tanpa mengubah bentuk dan besarnya Aksioma 4. benda yang berhimpit satu sama lain, satu sama lain sama di pindah berimpit dengan

Titik R terletak di garis BC Akibatnya A > P (Aksioma 5. Seluruhnya lebih besar dari baagiannya)

Pengandaian salah, karena A = P . Jadi BC = QR

Andai AB < PQ Aksioma 6. suatu gambar geometri dapat di pindah tanpa mengubah bentuk dan besarnya Aksioma 4. benda yang berhimpit satu sama lain, satu sama lain sama di pindah berimpit dengan

Titik C terletak di garis QR Akibatnya A P (Aksioma 5. Seluruhnya lebih besar dari baagiannya)

Pengandaian salah, karena A = P . Jadi BC = QR Terbukti

TEOREMA 4
DUA BUAH SEGITIGA MEMPUNYAI DUA SUDUT DAN SATU SISI APITNYA YANG SAMA MAKA SISI-SISI YANG LAIN ADALAH SAMA. Diketahui : ABC dan PQR A= P C= R AC = PR

Buktikan : AB = PQ dan BC = QR Bukti : Andai AB PQ maka kemungkinannya AB > PQ atau AB < PQ Andai AB > PQ Aksioma 6. suatu gambar geometri dapat di pindah tanpa mengubah bentuk dan besarnya Aksioma 4. benda yang berhimpit satu sama lain, satu sama lain sama di pindah berimpit dengan

Titik B terletak di perpanjangan garis PQ Akibatnya R C (Aksioma 5. Seluruhnya lebih besar dari baagiannya)

Pengandaian salah, karena R = C . Jadi AB = PQ

Andai AB

PQ

Aksioma 6. suatu gambar geometri dapat di pindah tanpa mengubah bentuk dan besarnya

Aksioma 4. benda yang berhimpit satu sama lain, satu sama lain sama di pindah berimpit dengan

Titik Q terletak di perpanjangan garis AB Akibatnya C R (Aksioma 5. Seluruhnya lebih besar dari baagiannya)

Pengandaian salah, karena C = R . Jadi AB = PQ Andai BC QR maka kemungkinannya BC > QR atau BC < QR Andai BC > QR Aksioma 6. suatu gambar geometri dapat di pindah tanpa mengubah bentuk dan besarnya Aksioma 4. benda yang berhimpit satu sama lain, satu sama lain sama di pindah berimpit dengan

Titik C terletak di perpanjangan garis QR Akibatnya P A (Aksioma 5. Seluruhnya lebih besar dari baagiannya)

Pengandaian salah, karena P = A . Jadi BC = QR

Andai AB > PQ Aksioma 6. suatu gambar geometri dapat di pindah tanpa mengubah bentuk dan besarnya Aksioma 4. benda yang berhimpit satu sama lain, satu sama lain sama di pindah berimpit dengan

Titik R terletak di perpanjangan garis BC Akibatnya A P (Aksioma 5. Seluruhnya lebih besar dari baagiannya)

Pengandaian salah, karena A = P . Jadi BC = QR Terbukti AB = PQ dan BC = QR DUA BUAH SEGITIGA DIKATAKAN KONGRUEN JIKA: SISI-SISINYA SAMA (SISI, SISI, SISI) DUA SISI DAN SATU SUDUT APITNYA SAMA (SISI, SUDUT, SISI) DUA SUDUT DAN SISI APITNYA SAMA (SUDUT, SISI, SUDUT)

TEOREMA 5
MELALUI SUATU TITIK PADA SUATU GARIS ADA TEPAT SATU GARIS YANG TEGAK LURUS PADA GARIS TERSEBUT. Diketahui : satu garis lurus AB dan satu titik pada garis tersebut

Buktikan : pada titik O hanya ada satu garis yang tegak lurus dengan garis AB Bukti :

Postulat 1. tarik garis tinggi dari titik O

= siku siku karena garis tinggi

definisi 10. Jika suatu garis lurus berdiri pada suatu garis lurus dan membuat sudut yang besisian sama, masing- masing sudut ini disebut siku- siku dan garis yang berdiri pada garis lainnya tadi di sebut tegak lurus pada garis lain.

TEOREMA 6
MELALUI SUATU TITIK DILUAR SUATU GARIS ADA TEPAT SATU GARIS YANG TEGAK LURUS PADA GARIS TERSEBUT. Diketahui: sebuah garis AB, dengan titik O di luar garis AB

Buktikan : hanya ada satu tempat dimana garis itu tegak lurus dengan titik O Bukti: Postulat 1. Tarik garis dari titikO ke garis AB

Sehingga hanya ada tepat 1 garis dari titik O yang melalui titik P pada garis AB , yang tegak lurus dengan garis AB (definisi 10).

TEOREMA 7
SEBUAH SUDUT DILUAR SUATU SEGITIGA LEBIH BESAR DARI SALAH SATU SUDUT DALAM YANG TIDAK BERSISIAN DENGAN SUDUT LUAR TERSEBUT.

Diketahui : sebuah segitiga ABC dengan titik D terletak pada perpanjangan AB

Buktikan : B2 > Bukti :

Postulat 1. menarik garis lurus dari titik B hingga titik C Aksioma 8. setiap segmen garis mempunyai titik pertengahan. Titik E di letakkan di pertengahan garis BC sehingga BE = CE Postulat 1. menarik garis dari titik A ke titik E Aksioma 9. memperpanjang garis AE hingga titik F sehingga AE = EF Postulat 1. Tarik garis dari titik C ke titik F Tarik garis dari titik B ke titik F

Perhatikan BFE dan ACE : Di ketahui BE = EC

AE = EF E1 = E2 ( bertolak belakang ) ACE BFE karena terpenuhi sisi, sudut, sisi

akibat kongruensi: C = Bi

Aksioma 5. Seluruhnya lebih besar dari bagiannya C Terbukti C Bi + B2 Bj

TEOREMA 7.1
DUA BUAH GARIS SEJAJAR DIPOTONG OLEH GARIS TRANSVERSAL MAKA SUDUT-SUDUT YANG SEHADAP BESARNYA SAMA SUDUT DALAM BERSEBERANGAN BESARNYA SAMA Diketahui : garis k sejajar garis l dan dipotong oleh garis transversal m

Buktikan : 1. 2.

P1 = Q1, P3 = Q1 ,

P2 = Q2, P4 = Q2

P3 = Q3,

P4 = Q4

Bukti i.

: Sudut sudut sehadap : masal Q4 > P4 , maka garis k dan l berpotongan dan akan membentuk

segitiga.padahal di ketahui garis k l . Pengandaian salah, jadi P4 = Q4 P1 + P4 = sudut lurus Q1 + Q4 = sudut lurus Aksioma 1. P1 + P4 = Q1 + Q4 P1 + Q4 = Q1 + Q4 Aksioma 3. kedua ruas di kurangi dengan Q4

P1 + Q4 - Q4 = Q1 + Q4 - Q4 P1 = P1 + Q1

P2 = sudut lurus

Q1 + Q2 = sudut lurus Aksioma 1. P1 + P2 = Q1 + Q2 P1 + P2 = P1 + Q2 Aksioma 3. kedua ruas di kurangi dengan P1 + P2 - P1 = P1 + Q2 - P1 P2 = Q2 P1

P3 + P4 = sudut lurus Q3 + Q4 = sudut lurus Aksioma 1. P3 + P4 = Q3 + Q4 P3 + Q4 = Q3 + Q4 Aksioma 3. kedua ruas di kurangi dengan Q4

P3 + Q4 - Q4 = Q3 + Q4 - Q4 P3 = ii. Q3

Sudut dalam berseberangan : Q1 = P3 = P3 = P1 (sudut sehadap) P1 (sudut bertolak belakang) Q1 (Aksioma 1) P4 = Q4 ( sudut sehadap) Q4 = Q2 (bertolak belakang) P4 = Q2 (Aksioma 1)

Terbukti. . .

DEFINISI:
Suatu bentuk geometri dikatakan kongruen dengan bentuk lain bila ada korespondensi dan korespondensi tersebut mempunyai ukuran yang sama.

DEFINISI:
Korespondensi antara dua segitiga merupakan kongruen jika sudut sudut yang berkorespondensi dan sisi- sisi yang berkorespondensi kongruen.

POSTULAT KESEJAJARAN EUCLID:


Jika dua garis dipotong oleh suatu transversal sedemikian hingga jumlah sudut dalam sepihak dari transversal tersebut kurang dari 180, maka dua garis tersebut akan berpotongan pada pihak dari transversal yang jumlah sudutnya kurang dari 180

TEOREMA 8
JIKA DUA GARIS DIPOTONG OLEH SUATU TRANSVERSAL SEDEMIKIAN HINGGA SUDUT SUDUT DALAM BERSEBERANGAN SAMA, MAKA KEDUA GARIS ITU ADALAH SEJAJAR. Diketahui : 2 garis k dan l yang dipotong garis transversal m di titik P dan Q sedemikian hingga : P3 = Q1 P4 = Q2

Buktikan : k l ? Bukti :

Andai k tidak sejajar dengan l , k dan l akan berpotongan di titik n.

Dari gambar diatas diperoleh: titik P, Q dan N membentuk suatu segitiga PQN Teorema 7. sudut di luar segitiga lebih besar dari sudut di daalam segitiga yang tidak bersisian dengan sudut luar. P1 > Q1 dan Q4 > P4

P1 = P3 ( bertolak belakang ) Teorema 1. Sudut yang bertolak belakang besarnya sama P3 = P1 P4 = P2 Q3 = Q1 Q4 = Q2 Teorema 1. P1 > P3 > Q1 Q1 Q4 > Q2 > P4 P4 P3 = Q1 dan

Terjadi kontradiksi karena telah diketahui bahwa P4 = Q2, maka terbukti bahwa k l

TEOREMA 9
DUA GARIS YANG TEGAK LURUS PADA SIATU GARIS ADALAH SEJAJAR Diketahui : satu garis lurus yang padanya terdapat dua garis yang tegak lurus

Buktikan : A B ? Bukti : Definisi 10. suatu garis yang tegak lurus pada garis lainnya maka sudutnya adalah siku siku Sehingga diperoleh A B ;B M Andai A B maka garis AB akan berpotongan pada satu titik tertentu sebut titik C A1 = B1 = A2 = B2 = siku siku

Berdasar teorema 7 maka, A1 A2 B1 B2 A1 = B1 = A2 = B2

Maka terjadi kontradiksi karena di ketahui jadi terbukti bahwa A B

TEOREMA 10
JUMLAH SEMBARANG DUA SUDUT DALAM SUATU SEGITIGA KURANG DARI 180 O Diketahui: sebuah segitiga ABC

Buktikan : Bukti :

A+ B

180O ?

Aksioma 9. memperpanjang ruas garis AB Postulat 1. menarik suatu garis lurus yang sejajar garis AB melalui titik C

C1 = C3 =

A2 (sudut dalam bersebrangan) B1 ( sudut sehadap )

C1 + C2 + C3 = sudut lurus = 180o A2 + C2 + B1 = 180o A2 + A2 + A+ B1 = 180o - C2 B1 B 180o 180o A+ B 180o

jadi terbukti bahwa

TEOREMA 11
JUMLAH SUDUT DALAM SEGITIGA ADALAH Diketahui : Sebuah segitiga ABC

Buktikan : Bukti :

a. Aksioma 9 : Memperpanjang ruas garis AB b. Postulat 1 : Menarik garis lurus yang sejajar garis AB melalui titik C

c. Teorema 7.1(ii)

: Sudut dalam bersebrangan besarnya sama dan

d.

e. Aksioma 1 :

TEOREMA 12
SEBUAH SEGITIGA JIKA DUA SUDUTNYA SAMA MAKA SISI-SISI DI DEPAN SUDUT SAMA Diketahui : Sebuah segitiga

Buktikan : BC = AC ? Bukti : mempunyai garis bagi

a. Aksioma 7 : Setiap sudut mempunyai garis bagi, sehingga

b. CD = CD ( Berhimpit ) c. Membuktikan ( )

( Aksioma 1 : dan

) = maka

Sudut , sisi ,sudut ( kongruen ) Dua buah segitiga kongruen , maka sisi-sisi yang berkorespondensi sama. Jadi AC = BC

TEOREMA 13
SEBUAH SEGITIGA JIKA DUA SISINYA SAMA MAKA SUDUT DI DEPAN SISI TERSEBUT SAMA Diketahui : Sebuah segitiga ABC

AC = BC Buktikan : Bukti : a. Aksioma 7 : setiap sudut mempunyai garis bagi, mempunyai

garis bagi sehingga

Membentuk dua buah segitiga yaitu b. CD = CD ( Berhimpit) c. Teorema 3

ADC dan

BDC

: Dua buah segitiga tersebut kongruen, karena dua sisi

dan satu sudut apitnya sama ( sisi, sudut, sisi) d.

TEOREMA 14
JIKA TIGA SUDUT DALAM SUATU SEGITIGA SAMA, MAKA KETIGA SISINYA SAMA. Diketahui : sebuah segitiga

Buktikan BC=AC=AB ? Bukti : a. Teorema 12 : jika b. Teorema 12 : jika c. Aksioma 1 : BC = AC BC = AB Maka, AC = AB d. , maka BC=AC , maka BC=AB

CONTOH CONTOH CONTOH 1


SEBUAH SEGITIGA DENGAN DUA SISINYA KONGRUEN MAKA GARIS BAGINYA TEGAK LURUS PADA SISI YANG TIDAK KONGRUEN Diketahui : Dua buah segitiga ADC dan BDC yang kongruen

AC = BC, Buktikan Bukti :

CD=CD ( Berhimpit)

a. Teorema 12 b. Definisi 10

: : jika suatu garis lurus berdiri pada suatu garis lurus yang

membuat sudut yang bersisian sama. Masing-masing sudut ini disebut siku-siku, dan garis yang berdiri pada garis yang lain disebut tegak lurus. c.

CONTOH 2

Buktikan : Bukti = : -( -( a. ( b. Aksioma 3 ( c. Aksioma 2 = d. Azksioma 1 = : kedua ruas dikali dengan )= ( )= -( ) ) ) )

: Kedua ruas dikurangi dengan

: Kedua ruas ditgambahkan dengan

CONTOH 3 JUMLAH SUDUT DALAM SEGI EMPAT ADALAH Diketahui : sebuah segi empat ABCD

Buktikan : Jumlah sudut dalam segiempat = Bukti :

a. Postulat 1

: Menarik suatu garis lurus dari titik B ke D

b. Terbentuk 2 buah segitiga yaitu segitiga ABD dan segitiga CBD dimana sisi BD dari segitiga ABC = sisi BD dari segitiga CBD ( berhimpit) c. Teorema 11 : Jumlah sudut dalam segitiga adalah d.

SEGI EMPAT
Segi empat adalah bangun datar yang mempunyai empat sisi dan empat sudut

Macam macam segiempat


1. Trapesium adalah segi empat yang mempunyai sepasang sisi yang berhadapan sama atau sejajar. Contoh : persegi, persegi panjang, jajar genjang, belah ketupat,

dan trapezium. 2. Jajar genjang adalah segi empat yang mempunyai dua pasang sisi yang sejajar . Contoh ketupat. 3. Persegi panjang adalah jajar genjang dengan empat sudutnya siku-siku 4. Belah ketupat adalah jajar genjang dengan empat sisinya kongruen 5. Persegi adalah persegi panjang dengan empat sisinya kongruen : persegi, persegi panjang, jajar genjang, dan belah

TEOREMA 15
DIAGONAL JAJARAN GENJANG MEMBENTUK DUA SEGITIGA YANG KONGRUEN Diketahui : sebuah jajargenjang ABCD

Buktikan : membentuk 2 segitiga kongruen Bukti a. Postulat 1 serta : : Tarik garis lurus dari A ke C sehingga membentuk dan dan

b. Teorema 7.1 (ii)

:sudut dalam berseberangan sama

c. Aksioma 4 : AC = AC ( berhimpit) d. Karena membentuk sudut sisi sudut maka dua segitiga tersebut kongruen.

TEOREMA 16
SISI-SISI YANG BERHADAPAN PADA JAJAR GENJANG KONGRUEN Diketahui : sebuah jajaran genjang ABCD

Buktikan : Bukti : a. Definisi b. Postulat 1

dan AD = BC ?

: jajar genjang mempunyai dua pasang sisi sejajar : tarik garis dari titik A ke titik C sehingga membentuk

( dalam bersebrangan) (dalam bersebrangan) c. AC = AC ( Behimpit : Aksioma 4) d. ( sudut, sisi sudut)

e. Akibat kongruensi AD = BC dan AB = CD

TEOREMA 17
SUDUT SUDUT YANG BERHADAPAN PADA JAJARAN GENJANG ADALAH KONGRUEN Diketahui : sebuah jajaran genjang ABCD

Buktikan : Bukti : a. Definisi : jajar genjang mempunyai dua pasang sisi sejajar b. Postulat1: tarik garis dari titik A ke titik C sehingga terbentuk

( dalam bersebrangan) (dalam bersebrangan) c. Aksioma 1 :

= d. Teorfema 15 : : ( sudut, sisi sudut)

e. Akibar kongruensi f. Terbukti

TEOREMA 18
JIKA DUA GARIS SEJAJAR MAKA DUA TITIK PADA SUATU GARIS BERJARAK SAMA TERHADAP GARIS LAIN. Diketahui :

PQ AB

: Jarak dari titik P ke garis m : Jarak dari titik A ke garis m

A dan P terletak P l dan B dan Q terletak Pm Buktikan : Bukti:

Sehingga terbentuk jajaran genjang ABQP Teorema 6 : AP=BQ dan AB=PQ

TEOREMA 19
DIAGONAL-DIAGONAL JAJARAN GENJANG SALING MEMBAGIDUA SAMA PANJANG Diketahui : ABCD jajaran genjang AC dan BD diagonal

Buktikan : AD = CD BO = DO Bukti :

TEOREMA 20
TIAP DUA SUDUT YANG BERURUTAN PADA JAJARAN GENJANG SALING BERSUMPLEMEN Diketahui :

Sebuah jajaran genjang ABCD

Buktikan :

o o o o

Bukti : a. Postulat 2 : Memperpanjang ruas garis AB Memperpanjang ruas garis DC

b. Terbentuk c. sudut lurus sudut lurus sudut lurus sudut lurus d. ( ( ( ( ( ( ( ( e. ) ) ) ) ) ) ) )

f. Terbukti

TEOREMA 21
DIAGONAL PERSEGI PANJANG KONGRUEN Di ketahui :

ABCD adalah persegi panjang AB = DC , AD = BC = 90o

Buktikan : AC = BD Bukti : Perhatikan ABC dan ABD A = B = 90 ( siku siku )

AB = AB ( berhimpit ) AD = BC ( definisi jajaran genjang ) DAB Karena DAB CBA ( sisi, sudut, sisi ) CBA maka AC = DB

TEOREMA 22
JIKA KEDUA PANJANG SISI YANG BERHADAPAN DAN SUATU SEGI EMPAT SEJAJAR, MAKA SEGI EMPAT ITU JAJARGENJANG

Di ketahui : segi empat ABCD AD BC , AB CD

Buktikan : ABCD jajargenjang ? Bukti : Postulat 1. tarik garis dari titik B ke titik D Akibatnya terbentuk 2 segitiga, yaitu ABC dan ADC

BD = BD ( berhimpit ) D = B ( sudut dalam berseberangan ) = ABC 1 ( sudut dalam berseberangan ) ADC ( sudut, sisi, sudut )

ABCD adalah jajargenjang karena membentuk 2 segitiga yang kongruen ( teorema 15 )

TEOREMA 23
DIAGONAL BELAH KETUPAT SALING TEGAK LURUS Di ketahui : ABCD Belah ketupat.

Buktikan : AC Bukti :

BD ?

AC dan BD adalah diagonal belah ketupat Definisi : AB = BC = CD = AD AB CD , BC AD 1. Membuktikan bahwa AOD AD = CD ( definisi ) OD = OD ( berhimpit ) AO = CO (teorema 19. diagonal diagonal jajaran genjang membagi dua sama panjang ) Terbukti bahwa AOD akibat kongruensi : 2. COD ( sisi, sisi, sisi ) COD COD

AOD =

AOD + COD = 180 ( berpelurus ) AOD + AOD = 180 ( aksioma 1 ) 2 AOD = 180 AOD = 90 = siku siku

Maka , AC tegak lurus BD ( berdasar definisi 10 )

TEOREMA 24
DIAGONAL BELAH KETUPAT MERUPAKAN GARIS BAGI SUDUTSUDUTNYA

Di ketahui : sebuah belah ketupat ABCD dengan AC dan BD sebagai diagonal belah ketupat.

Buktikan : Bukti :

A = < A , B = B , C = C , D = D

Definisi : belah ketupat merupakan salah satu bentuk jajaran genjang ABCD jajargenjang AB =BC =CD = DA AB DC , BC AD

AB = AD = BC = DC ( definisi jajaran genjang ) AC =AC ( berhimpit ) ABC ADC ( sisi, sisi, sisi )

Akibat kongruensi : A = A dan C = C

AB = BC = AD = DC ( Definisi jajaran genjang ) BD = BD ( berhimpit ) DAB DCB ( sisi, sisi, sisi )

Akibat kongruensi : B = B dan Terbukti . . . D = D

TEOREMA 25
JIKA 2 SISI DARI SUATU SEGIEMPAT SEJAJAR DAN KONGRUEN MAKA SEGIEMPAT TERSEBUT JAJARGENJANG Di ketahui : Segiempat ABDC AB CD dan AB = CD

Buktikan : ABCD Jajargenjang ? Bukti : Postulat 1. Tarik garis dari B ke titik D, sehingga BD diagonal dari ABCD

BD = BD ( berhimpit ) B = D ( dalam berseberangan ) B = D (dalam berseberangan ) ABC ADC ( sisi, sudut, sisi ) terbukti ABCD adalah Jajargenjang karena membagi dua segitiga yang kongruen ( teorema 15 )

TEOREMA 26
JIKA SUATU SEGMEN DITARIK DARI TITIK TENGAH DUA SISI SEGITIGA MAKA SEGMEN TERSEBUT SEJAJAR DENGAN SISI YANG KETIGA DAN PANJANGNYA SETENGAH DARI SISI SEGITIGA Di ketahui : Segitiga ABC

D titik tengah AC E titik tengah BC Buktikan : 1. DE AB 2. DE = AB Bukti :

AD = DC BE = CE

aksioma 9. memperpanjang ruas garis DE hingga titik F, sedemikian hingga DE = EF postulat 1. Tarik garis dari B ke F

BE = EC ( di ketahui ) DE = EF ( diketahui ) E = E ( bertolak belakang ) BEF CED

akibat kongruensi : D4 = F3 BF CD karena BF = AD CD = AD ( diketahui ) BF = AD ( karena BF = AD dimana AD = CD. aksioma 1) ABFD jajar genjang ( dari teorema 25 ) DF AB ( karena jajar genjang ) DE AB ( karena DE DF ) Terbukti

AB = DF ( karena DF AB ) AB = DE + EF AB = 2 DE ( karena DE = EF ) DE = AB Terbukti

TEOREMA 27
MEDIAN SUATU TRAPESIUM SEJAJAR DENGAN SISI-SISI YANG SEJAJAR DAN PANJANGNYA DARI JUMLAH SISI-SISI YANG SEJAJAR Di ketahui : Trapesium ABCD AB CD , DE = AE , CF = FB

Buktikan : 1. EF CD AB 2. EF = ( CD + AB ) Bukti : Postulat 1. Tarik garis dari titik D ke titik G melalui titik F Postulat 2. Perpanjang garis AB sampai titik G

Perhatikan BGF dan CDF a. b. F = F ( bertolak belakang ) B = <C ( dalam berseberangan )

c. CF = FB ( diketahui ) d. BGF CDF ( sudut, sisi, sudut )

Perhatikan ADG e. DF =FG ( akibat kongruensi ) f. DE =EA ( diketahui ) g. EF AG ( teroema 26 ) h. EF AB ( AB bagian AG ) i. EF CD ( karena menurut definisi trapesium AB CD ) j. EF = AG ( teorema 26 ) k. AG = AB + BG l. EF = ( AB + BG ) m. BG = CD ( akibat kongruensi ) n. EF = ( AB + CD ) Terbukti...

TEOREMA 28
JIKA KEDUA GARIS SEJAJAR TERHADAP SUATU SISI SEGITIGA DAN MEMBAGI DUA SISI SAMA PANJANG SISI KEDUA, MAKA MEMBAGI DUA JUGA SISI YANG KETIGA Diketahui : sebuah segitiga yaitu DE AB , AD = CD

ABC

Buktikan : BE = CE ? Bukti : 1. Postulat 1. Tarik garis dari titik E ke titik F dan G sehingga FG AC 2. Postulat 1. Tarik garis dari titik C ke titik F sehingga CF DE

a. DC EF ( karena AC FG )

b. CF DE ( diketahui ) c. DEFC adalah suatu Jajargenjang d. AD EG ( karena AC EG di mana GE adalah bagian dari FG ) e. DE AG ( karena DE AB di mana AG adalah bagian dari AB ) f. AGED adalah suatu Jajargenjang g. DC = EF ( dari c ) h. DA = EG ( dari f ) i. CD = AD ( diketahui ) j. GE = EF ( aksioma 1 dari pernyataan g, h, dan i ) k. l. E = E ( bertolak belakang ) F = G ( dalam berseberangan ) CEF ( sudut, sisi, sudut )

m. GBE

n. BE = CE ( akibat kongruensi ) terbukti

TEOREMA 29
JIKA SUATU GARIS SEJAJAR TERHADAP SISI YANG SEJAJAR PADA SUATU TRAPESIUM DAN MEMBAGI SAMA PANJANG SALAH SATU SISI YANG TIDAK SEJAJAR MAKA AKAN MEMBAGI DUA SAMA PANJANG SISI YANG TIDAK SEJAJAR LAINNYA Di ketahui : sebuah Trapesium ABCD AE = DE EF CD AB

Buktikan : CF = FB ? Bukti : 1. Postulat 1. Tarik garis dari C ke G sehingga DE CG 2. Postulat 1. Tarik garis dari F ke H sehingga FH AE

a. CD EG ( CD EF dimana GE bagian dari EF ) b. DE CG ( di ketahui ) c. DCEG adalah suatu Jajargenjang d. EF AH ( karena EF AB di mana AH bagian dari AB) e. AE FH ( di ketahui ) f. AHFE adalah suatu Jajargenjang g. h. H = G ( sehadap ) F = C ( sehadap )

i. CG FH ( karena CG ED dan FH AE, sementara ED dan AE berada dalam satu garis lurus, jadi AE ED ) j. CG = FH ( karena AE = DE ) k. CGF FHB ( sudut, sisi, sudut )

l. Sehingga terbukti CF = FB ( akibat kongruensi )

TEOREMA 30
ADA TIGA GARIS SEJAJAR DIPOTONG DENGAN SEBUAH GARIS TRANSVERSAL SEDEMIKIAN HINGGA MEMBUAT PERBANDINGAN YANG SAMA MAKA ADA GARIS TRANSVERSAL LAIN YANG MEMOTONG GARIS SEJAJAR ITU DENGAN PERBANDINGAN YANG SAMA PULA Di ketahui :

klm AB = BC

Buktikan : DE = EF ? Bukti : 1. Postulat 1. Tarik garis dari D ke G sehingga AB DG 2. Postulat 1. Tarik garis dari E ke I sehingga BC GI

a. AB DG ( di ketahui ) b. AD BG ( karena AD BE di mana BG bagian dari BE ) c. ABCD adalah suatu Jajargenjang d. BC GI ( di ketahui ) e. BE CI ( karna BE CF dimana CI bagian dari CF ) f. BCIG adalah suatu Jajargenjang g. h. DGE G = I ( sehadap ) D = E ( sehadap )

i. DG = EI ( karna AB = BI ) EIF ( sudut, sisi, sudut ) Akibat kongruensi : DE = EF Terbukti

TEOREMA 31
JIKA DUA SISI SUATU SEGITIGA TIDAK KONGRUEN, MAKA SUDUTSUDUT DIHADAPAN SISI ITU TIDAK KONGRUEN DAN SUDUT YANG LEBIH KECIL BERHADAPAN DENGAN SISI YANG LEBIH PENDEK Di ketahui :

Segitiga ABC AC BC

Buktikan : Bukti :

B atau AC < BC

B menghadap AC

1. Aksioma 9 : tarik garis lurus dari C ke titik D yang sehingga AC = CD

2. Terbentuk segitiga sama kaki yaitu A = D ( Teorema 13 ) 3. perhatikan D > CDB

ACD

B ( Teorema 7 ) B (aksioma 1 )

Maka, A >

BC > AC ( Teorema 13 ) BC menghadap A AC menghadap B Jadi sudut yang lebih pendek menghadap sisi yang lebih pendek.

KESEBANGUNAN
1.

segi empat I sebangun dengan segi empat II karena segi empat tersebut memiliki perbandingan sisi yang sebanding ( beraturan ) AB : EF = BC : FG CD : HG = AD : EH Sedangkan segi empat I tidak sebangun dengan segi empat III karena : AB : KL 4 : 12 BC : LM 4 : 8

2.

1 1 1

= sudut siku siku = 90o + +


2 2

= sudut lurus = 180o

90o + = =

2 2

= 180o

= 90o

( berhimpit )

Perhatikan ilustrasi 2 segitiga berikut : , 180o = , 180o = = Aksioma 3. = 180o - ( = 180o - ( ) )


2

Dua segitiga di katakan sebangun jika sudut sudut yang berkorespondensi sama, sehingga AB : EB = AC : ED = BC : BD

DEFINISI

Dua poligon di katakan sebangun jika dan hanya jika sudut sudut yang berkorespondensi dari dua poligon itu kongruen dan sisi sisi yang berkorespondensi merupakan proporsional. dua segitiga di katakan sebangun jika sudut sudut yang berkorespondensi sama. proporsional adalah jika ada dua atau lebih perbandingan bernilai sama.

TEOREMA 1
JIKA SUDUT SUDUT SUATU SEGITIGA KONGRUEN DENGAN SUDUT SUDUT SEGITIGA MAKA DUA SEGITIGA TERSEBUT SEBANGUN

Di ketahui : dua buah segitiga yaitu

dan

Buktikan Bukti : Aksioma 6.

di pindah ke dalam

( berhimpit )

( sehadap ) ( sehadap ) karena ada dua sudut yang kongruen karena sehadap maka AB DE Teorema 30. =

Aksioma 6.

di pindah ke dalam

( berhimpit ) ( sehadap ) ( sehadap ) karena ada dua sudut yang kongruen karena sehadap maka AC DF Teorema 30. =

Aksioma 6.

di pindah ke dalam

( berhimpit ) ( sehadap ) ( sehadap ) karena ada dua sudut yang kongruen karena sehadap maka BC EF Teorema 30. =

Jadi,

, sesuai dengan definisi kesebangunan maka terbukti

TEOREMA 2
JIKA DUA SUDUT SUATU SEGITIGA KONGRUEN DENGAN DUA SUDUT SEGITIGA LAIN MAKA KEDUA SEGITIGA TERSEBUT SEBANGUN Di ketahui : dua buah segitiga yaitu

dan

Buktikan

Bukti : Teorema 11. jumlah sudut dalam suatu segitiga 180o


o o

Di ketahui

dan
o o

Aksioma 1. benda benda yang sama dengan suatu benda yang sama, satu sama lain juga sama

Aksioma 3. kedua ruas di kurangi dengan

dan

ketiga sudut dalam dua segitiga tersebut kongruen

Sesuai dengan teorema 1, maka terbukti

TEOREMA 3
JIKA DUA SEGITIGA SIKU SIKU MEMPUNYAI SUDUT LANCIP YANG KONGRUEN SUDUT LANCIP SEGITIGA SIKU SIKU YANG KEDUA MAKA KEDUA SIKU SIKU TERSEBUT SEBANGUN Di ketahui : dua buah segitiga siku siku yaitu = siku siku

dan

Buktikan Bukti :

Teorema 11. jumlah sudut dalam suatu segitiga 180o


o o

Di ketahui

= siku siku dan


o o

Aksioma 1. benda benda yang sama dengan suatu benda yang sama, satu sama lain juga sama

Aksioma 3. kedua ruas di kurangi dengan

dan

ketiga sudut dalam dua segitiga tersebut kongruen

Sesuai dengan teorema 1, maka terbukti

TEOREMA 4
JIKA SUATU GARIS SEJAJAR DENGAN SALAH SATU SISI DARI SUATU SEGITIGA DAN MENENTUKAN SEGITIGA KEDUA MAKA SEGITIGA KEDUA SEBANGUN DENGAN DENGAN SEGITIGA ASALNYA Di ketahui :

AB DE Terbentuk dua buah segitiga yaitu Buktikan Bukti : Di ketahui AB DE Akibat sejajar : ( sehadap ) ( sehadap ) ( berhimpit ) ketiga sudut dalam dua segitiga tersebut kongruen ? dan

Sesuai dengan teorema 1, maka terbukti

TEOREMA 5
JIKA SATU SUDUT DARI SUATU SEGITIGA KONGRUEN DENGAN SATU SUDUT DARI SEGITIGA LAIN DAN SISI SISI YANG MENGAPIT KEDUA SEGITIGA TERSEBUT PROPORSIONAL MAKA KEDUA SEGITIGA ITU SEBANGUN Di ketahui : dua buah segitiga yaitu

dan

Buktikan Bukti : Aksioma 6.

di pindah ke dalam

Di ketahui

Berdasar teorema 30, maka AB DE Karena AB DE , maka ( sehadap ) ( sehadap ) ( berhimpit ) ketiga sudut dalam dua segitiga tersebut kongruen

Sesuai dengan teorema 1, maka terbukti

TEOREMA 6
JIKA SISI SISI YANG BERKORESPONDEN DARI DUA SEGITIGA PROPORSIONAL MAKA KEDUA SEGITIGA ITU SEBANGUN Di ketahui : dua buah segitiga yaitu

dan

Buktikan Bukti : Aksioma 6.

di pindah ke dalam

Akibat di ketahui , maka : AB DE AC DF BC EF Postulat 2. memperpanjang ruas garis DE

Terbentuk
1 1

dan

terletak di perpanjangan ruas garis AC terletak di perpanjangan ruas garis BC

DE AB karena AB DE
1 1

( sehadap ) ( sehadap )

DC DF karena AC DF
1

( sehadap ) EF ( sehadap )
1

EC EF karena BC
1

Dari pernyataan peroleh

dan

maka menurut aksioma 1 di

Dari pernyataan peroleh =

dan

maka menurit aksioma 1 di

Teorema 11. jumlah sudut dalam suatu segitiga 180o


o o

Di ketahui

dan
o o

Aksioma 1. benda benda yang sama dengan suatu benda yang sama, satu sama lain juga sama

Aksioma 3. kedua ruas di kurangi dengan

dan

ketiga sudut dalam dua segitiga tersebut kongruen

Sesuai dengan teorema 1, maka terbukti

TEOREMA 7
KELILING DUA SEGITIGA KONGRUEN PROPORSIONAL DENGAN SISI YANG BERKORESPONDENSI

Di ketahui : dua buah segitiga yaitu

dan

Buktikan Bukti : Di ketahui = =

n AB = m DE

AB =

DE

n BC = m EF

BC =

EF

n CA = m FD

CA =

FD

Keliling = = = Terbukti

= AB + BC + CA DE + EF + FD

( DE + EF + FD ) ( Keliling = = = =

TEOREMA 8
GARIS TINGGI DUA SEGITIGA KONGRUEN PROPORSIONAL DENGAN PASANGAN SISI YANG BERKORESPONDEN Di ketahui : dua buah segitiga yaitu

dan

Buktikan Bukti :

CH dan FG adalah garis tinggi dari


2

dan

( 90o karena garis tinggi ) = = maka

Teorema 6. karena

Akibat kesebangunan ,

= = 180o = 180o

Teorema 11. jumlah sudut dalam suatu segitiga 180o


2 2

+ +

+ +

2 2

Aksioma 1. benda benda yang sama dengan suatu benda yang sama, satu sama lain juga sama
2 2

+ +

+ +

2 2

= =

2 2

+ +

+ + dan

2 2

Aksioma 3. kedua ruas di kurangi dengan


2

ketiga sudut dalam dua segitiga tersebut kongruen


2

Sesuai dengan teorema 1, maka terbukti Akibat kesebangunan = = = = = = = =

Dari pernyataan di atas terbukti bahwa

PHYTAGORAS

DEFINISI
KUADRAT SISI MIRING = JUMLAH KUADRAT SISI LAINNYA

Di ketahui : segitiga siku siku ABC

Buktikan : a2 = b2 + c2 ? Bukti : 1. Aksioma 9. Perpanjang ruas garis AB hingga titik D sehingga BD = AC Postulat 1. tarik garis tegak lurus dari D ke titik E sehingga DE = AB Postulat 1. tarik garis dari titik E ke titik B Postulat 1. tarik garis dari titik E ke titik C

Terbentuk trapesium ADEC = 90o Di ketahui AB = DE AC = BD karena terpenuhi sisi sudut sisi Akibat konruensi :
1

Membuktikan

adalah segitiga siku siku : = 180o = 180o

Teorema 11. jumlah sudut dalam suatu segitiga 180o + +


1 2

+ +

1 3

Aksioma 1. benda benda yang sama dengan suatu benda yang sama, satu sama lain juga sama + 90o +
1 1 1 1

+ + +

3 3 3

= 180o = 180o = 90o

+
2 2

= sudut lurus = 180o = 180o

90o +

= 90o = siku siku

L. ADEC = = L. L. L. L.
total

)(

( b2 + 2ab + c2 )

= = = = = bc + a2 + a2 = L.
total

a2

L. ADEC

( b2 + 2ab + c2 ) = bc + ( b2 + c2 - a2 ) b2 + c2 - a2 a2 = 0 = 0 = b 2 + c2

a2

terbukti

2. Aksioma 9. tarik garis lurus dari titik B ke titik D sehingga BD = AC Aksioma 9. tarik garis lurus dari titik B ke titik E sehingga BE = BC Postulat 1. tarik garis tegak lurus dari titik D ke titik E sehingga DE = AB Postulat 1. tarik garis tegak lurus dari titik E ke titik F sehingga EF = AC Postulat 1. tarik garis tegak lurus dari titik F ke titik G sehingga FG = AB Postulat 1. tarik garis tegak lurus dari titik G ke titik H sehingga GH = AC Postulat 1. tarik garis tegak lurus dari titik H ke titik C sehingga HC = AB Aksioma 9. tarik garis lurus dari titik E ke titik G sehingga EG = BC Aksioma 9. tarik garis lurus dari titik G ke titik C sehingga GC = BC

Terbentuk persegi ADFH L. ADFH = ( b + c )2 = b2 + 2bc + c2 L. L. L. L. L.


total

= = = = = = 2bc + + +

L. persegi BEGC = a2 L. ADFH = L.


total

+ L. BEGC

b2 + 2bc + c2 = b2 + c2 a2 a2

2bc + a2

b2 + 2bc + c2 2bc a2 = o = = o b 2 + c2 Terbukti

3. Postulat 1. tarik garis tinggi dari titik A ke titik D sehingga membagi BC. Misalkan BD = a dan CD = a

= 90o = siku siku


1

= 90o ( karena garis tinggi ) dan = 180o


2

Lihat

Teorema 11. jumlah sudut dalam suatu segitiga 180o +


2

+ B +

= 180o

Aksioma 1. benda benda yang sama dengan suatu benda yang sama, satu sama lain juga sama
2

+ +

B + B + 90o

90o +

Aksioma 3. kedua ruas di kurangi dengan 90o


2 2

( siku siku ) ( berhimpit )

maka menurut teorema 1 kesebangunan, = =

c2 = a . a ( 1 ) Lihat dan = 180o


1

Teorema 11. jumlah sudut dalam suatu segitiga 180o +


1

+ B +

= 180o

Aksioma 1. benda benda yang sama dengan suatu benda yang sama, satu sama lain juga sama
1

+ +

C + C + 90o

90o +

Aksioma 3. kedua ruas di kurangi dengan 90o


1 1

( siku siku ) ( berhimpit )

maka menurut teorema 1 kesebangunan, = = b2 = a . a c2 = a . a b2 = a . a persamaan 1 + persamaan 2 c2 + b2 = ( a . a ) + ( a . a ) c2 + b2 = a ( a + a ) c2 + b2 = a . a c2 + b2 = a2 a2 = c2 + b2 Terbukti (2)

Dari persamaan 1 dan 2 di peroleh :

4. di ketahui 2 buah trapesium yang kongruen seperti pada pembuktian phytagoras 1 yaitu ACGF dan ADEF dimana garis AF dari trapesiun ACGF berhimpit dengan garis AF dari trapesium ADEF. sehingga membentuk trapesium CDEG.

L. CDEG =

( 2c + 2b ) ( c + b )

= (c+b)(c+b) = c2 + 2bc + b2 L.
total

= L.

+ L.

+ L.

+ L.

+ L.

+ L.

= 2bc + a2 L. CDEG c2 + b2 = a2 a2 = b2 + c2 Terbukti = L.


total

c2 + 2bc + b2 = 2bc + a2