Anda di halaman 1dari 15

KULIAH DCS Eng

Pengantar DCS Eng

By : Ranjiv Maulana Email : rmaulana.university@gmail.com

Distributed Control System

By : Ranjiv Maulana Email : rmaulana.university@gmail.com

Jenis-Jenis Metode Pengendalian

Mechanical Controller (Pneumatic/Hydraulic) Electronic Controller Programmable Logic Controller (PLC) Distributed Control System (DCS) Supervisory Control and Data Acquisation (SCADA)

By : Ranjiv Maulana Email : rmaulana.university@gmail.com

Perkembangan Kontrol Proses (1)

Manual (Touring the Plant)

Semua pengamatan dan pengontrolan di lapangan Memerlukan banyak Operator Variasi performansi plant akurasi rendah, human error, emosi, respons lambat. Setiap Operator mengembangkan feel nya sendiri, Bergantung pada perasaan dan emosional operator menyebabkan tidak efisiensi waktu dalam memproduksi. Mengharuskan Operator untuk pergi dan mengontrol di lapangan.
By : Ranjiv Maulana Email : rmaulana.university@gmail.com

Perkembangan Kontrol Proses (2) Mechanical Controller (Pneumatic/Hydraulic)

1940-an Analog pneumatik (Pneumatic Transmission)

Sebagian besar pengamatan terpusat di ruang kontrol respons cepat variasi performansi plant berkurang Beberapa aksi kontrol manual di lapangan Konsep permulaan membawa kerjaan pabrik ke Operator
By : Ranjiv Maulana Email : rmaulana.university@gmail.com

Perkembangan Kontrol Proses (3) Electronic Controller


1950-an Analog Elektronik

Sebagian besar pengamatan dan pengontrolan terpusat di ruang kontrol Variasi performansi plant semakin tereduksi
Analog Elektronik Digital Elektronik Relay Panel PLC

Mengunakan IC NOR and NAND


Digital Elektronik P & C Computer

P : Electronic integrated circuit-function of CPU & ALU, but exclude memory I/O systems C: P with timers, counters, RAM and ROM included.
By : Ranjiv Maulana Email : rmaulana.university@gmail.com

Perkembangan Kontrol Proses (4) Computer

1960-1970-an Centralized Computer Control System

Pengamatan dan pengontrolan terpusat Butuh keahlian tinggi Ekspansi sukar Tingkat kegagalan sistem tinggi

- 2 buah Arsitektur: 1. Direct Digital Control (DDC) 2. Digitally Directed Analog Control (DDAC)

By : Ranjiv Maulana Email : rmaulana.university@gmail.com

1. Direct Digital Control Komputer Proses Computer Tracking

Backup Komputer/Analog

Komputer terpusat berfungsi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan memperagakan informasi serta mengontrol dan mengubah setpoint

Aplikasi kontrol tinggi* Kontrol fleksibel* Akuisisi data & alarm

Computer reliability Wiring kompleks HMI & pemrograman butuh keahlian tinggi Investasi mahal Redundant Computer or Controllers

*Backup komputer

By : Ranjiv Maulana Email : rmaulana.university@gmail.com

2. DDAC popularly called Supervisory Control


Supervisory computer berfungsi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan memperagakan informasi serta mengubah setpoint Fungsi pengontrolan proses masih menggunakan pengontrol analog

Computer

Pengontrol & Panel Analog

Proses

High reliability HMI memadai Akuisisi data & alarm Aplikasi kontol tinggi Complete Redundancy

Susah untuk membuat perubahan strategi Kontrol tidak fleksibel Wiring dan instalasi kompleks Investasi mahal

By : Ranjiv Maulana Email : rmaulana.university@gmail.com

Perkembangan Kontrol Proses (5) Progammable Logic Controller PLC Didesain untuk penggunaan fungsi otomatisasi pabrik, ketika operasinya memerlukan kecepatan & pengulangan operasi di banyak assembly line. Excellent logic-handling capabilities Nondeterministic tdk ada Sangat cepat pendeteksi malfunction kemampuan untuk memprediksi dalam beberapa miliseconds response time, berbahaya untuk Harga sangat efektif, dapat disesuaiPID control kan dgn fungsi produk Terbatas pada continuous loop Bisa berada di posisi yang kasar control capabilities Reliabilitasnya sangat tinggi Memerlukan computer untuk High level of flexibility and expandakontak dgn proses kontrol bility Konfigurasi PLC terpisah dari Biasanya sangat kompak dan tdk konfigurasi computer dan DCS memerlukan banyak space. pada sistem yang mengombinasikannya
By : Ranjiv Maulana Email : rmaulana.university@gmail.com

10

PLC VS. DCS

PLC Setiap PLC hrs di konfigurasi secara terpisah. Kedisiplinan sangat diperlukan untuk menghindari duplikasi proses PC hrs dikonfigurasi untuk berkomunikasi dgn setiap PLC. Setiap PLC biasanya memiliki banyak database yg hrs dikonfigurasi dan hrs selalu sesuai (matched) Bisa berada di posisi yang kasar Reliabilitasnya sangat tinggi High level of flexibility and expandability Biasanya sangat kompak dan tdk memerlukan banyak space.

DCS Konfigurasi pada umumnya selesai dari workstation (yang didesain untuk sistem spesific). Semua Controllers adalah sebagai satu database yang mengijinkan adanya komunikasi peer to peer. Database hanya boleh berada di workstation, dng kopinya pada setiap controllers. DCS biasanya memiliki single database dan tidak harus secara teratur di sesuaikan(matched) dgn yg lain.

By : Ranjiv Maulana Email : rmaulana.university@gmail.com

11

Perkembangan Kontrol Proses (6) DCS

1980-an Distributed Control System (DCS)


Unit-unit produksi atau per daerah produksi dikontrol oleh satu unit pengontrol lokal (local control unit, LCU) pengontrolan dilakukan secara terdistribusi Komputer pusat atau beberapa komputer terpisah berfungsi untuk memproses, menyimpan, dan memperagakan informasi, dan mengubah setpoint / tuning pengontrol Kompleksitas dan harga wiring dapat dikurangi dengan communication network (data highway)
By : Ranjiv Maulana Email : rmaulana.university@gmail.com

12

1990s Smart analog instrumentation, valve, dan digital distributed control systems
Supervisory control dan model predictive control dikonfigurasikan pada komputer khusus Neural networks, online diagnostics, dan expert systems dikonfigurasi pada komputer khusus Real time optimization dikonfigurasi pada komputer khusus

2000s FieldBus-based digital smart instrumentation, valve, dan sistem kontrol


Bus digital dapat menggunakan sepenuhnya keunggulan smart transmitter dan valve PID controllers untuk laju aliran dan tekanan diinstal di valve Model predictive control, neural networks, online diagnostics, dan expert systems terintegrasi dalam suatu GUI berbasis fieldbus dan dikonfigurasikan di PC Biaya infrastruktur, antarmuka, dan engineering turun secara drastis Perangkat lunak APC cukup mudah digunakan oleh process engineer dan control engineer

By : Ranjiv Maulana Email : rmaulana.university@gmail.com

13

Perkembangan Kontrol Proses (7) SCADA


Supervisory Control and Data Acquisation SCADA tidak digunakan untuk proses control tapi lebih ke start dan stopnya remote-remote, seperti yang ditemukan pada remote water or gas pumps on pipelines. Pada umumnya, komunikasi yang dipake tidak menggunakan kabel, tapi melalui transmisi radio, line atransmisi remote Scada System hars mengijinkan adanya waktu delay yang lama antara request for action and the action`s occurance. Hal lain juga yang dipertimbangkan adalah seringnya terjadi interupsi yang tdk diharapkan pada setiap komunikasi signal.

By : Ranjiv Maulana Email : rmaulana.university@gmail.com

14

Referensi
DCS Engineering .. (2000). Instrumentation anda Control Process Control Fundamentals. .: PAControl.com ..(2009). Instumentation Centralised Distributive Control System Training Manual. .: Total. ... (..). Teknik Pengendalian Proses dengan Distributed Control Sistem Slide Presentation. Bandung: Center for Instrumentation and Automation ITB. ... (..). Pengantar Kontrol Proses Industri Slide Presentation. Bandung: Industrial Automation Research Group (IARG)-ITB. http://en.wikipedia.org/wiki/Distributed_control_system http://controlmanuals.com/files/Automation/Distributed-Control-SystemDCS/Using-a-Distributed-Control-System-(DCS)~pdf532.html
By : Ranjiv Maulana Email : rmaulana.university@gmail.com

15