Anda di halaman 1dari 2

No.

9 tuliskan satu macam herbal (dan bagian tanaman yang digunakan) untuk ekspektoran inhalasi dan lengkapi dengan mekanisme kerjanya terhadap kelenjar bronchial, sel glandular, tegangan perukaan dan aktivitas mucociliary Jawab

Ephedra (Ma-huang) Nama latin : Ephedra sinica Ephedra equisatina Kandungan : Alkaloids 0.52.0%. terutama (_)-ephedrine (3090% in most species, except E. intermedia) and ()-pseudoephedrine, also (_)- norephedrine, ()-nor pseudoephedrine, (_)-methylephedrine and ()-methylpseudoephedrine. Minyak atsiri: Kebanyakanterpenoids (e.g. a-terpineol, limonene, tetramethylpyrazine, terpinen-4-ol, linalol).(3) zat lain seperti Tannins (catechin, gallic acid), ephedrans (glycans) and acids (citric, malic, oxalic). Akar : Alkaloids Ephedroxane, ephedradines A to D, feruloylhistamine and maokonine. Flavonoids A flavonoflavonol (ephedrannin A), bisflavonols (mahuannins A to D). Bagian yang digunakan : bagian aerial Aktivitas farmakologi Aktivitas farmakologi dari efedra terutama karena adanya efedrin, psedoefedrin, dan alkaloid lain yang ada di dalam tanaman efedra. Efedrin dan pseudoefedrin merupakan simpatomimetik yang mempunyai efek langsung dan tidak langsung terhadap susunan saraf pusat. Efek dari pseudoefedrin dikatakan kurang kuat bila dibandingkan dengan efedrin. Efedrin sudah diisolasi dari tanaman pada tahun 1887. Efedrin bersifat sebagai simpatomimetik. Efedra (ma huang) telah digunakan secara tradisional sebagai treatment untuk asma bronkhial, demam, demam karena alergi, batuk, urtikaria, enuresis, narkolepsi, myastenia gravis, hipotensi kronik dan rhematitis. Ikatakan juga bahwa efedra bersifat vasokontriksi, bronkodilating dan mempengaruhi sistim saraf pusat. Pengobatan modern fokus pada penggunaanya pada batuk dan bronkhitis. Dan pada hdung tersumbat akibat hayfever, allergic rhinnitis dll. Mekanisme kerja

Gambar 18.2 Tempat efedrin memberikan aksi, komponen aktif utama dari ephedra
Efedrin merupakan suatu agen aksi campuran adrenergik. Efedrin tidak hanya melepaskan noradrenalin yang disimpan dari ujung-ujung syaraf tetapi juga secara langsung mengaktifkan kedua reseptor adrenergik yaitu reseptor dan reseptor . Melalui aksinya di reseptor , reseptor efedrin menghasilkan vasokonstriksi di membran mukosa, melegakan kongesti saluran pernafasan; melalui reseptor 2, efedrin mampu merelaksasi otot polos bagian bronkiolus.

Efedrin merupakan obat yang bekerja sebagai simpatomimetik; obat ini tidak hanya melepasakan norefedrin yang disimpan di ujung-ujung syaraf, tetapi juga secara langsung menstimulasi reseptor adrenergik dan (Gambar 18.2). Melalui kerjanya di reseptor , reseptor adrenergik, efedrin memproduksi vasokonstriksi di mukosa membran, kemudian secara bertahap melegakan kongesti yang terjadi di saluran pernafasan. Terlebih lagi, efedrin merelaksasi otot halus bronkiolus melalui proses stimulasi terhadap reseptor adrenergik 2; melalui proses ini juga terjadi peningkatan aktivitas siliari dan liquefaction of tenacious berarti menghasilkan aksi ekspektoran secara ringan. Pseudoefedrin memiliki aksi yang serupa (lebih selektif terhadap reseptor dibandingkan terhadap reseptor ), tetapi kurang potensial bila dibandingkan dengan efedrin. Kedua pseudoefedrin dan efedrin digunakan untuk mengatasi kongesti saluran pernafasan yang disebabkan oleh berbagai penyebab gangguan saluran pernafasan.