Anda di halaman 1dari 15

BADAN PUSAT STATISTIK

No. 25/04/Th. XVII, 1 April 2014

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA FEBRUARI 2014


A.

PERKEMBANGAN EKSPOR

EKSPOR FEBRUARI 2014 MENCAPAI US$14,57 MILIAR

1.

Nilai ekspor Indonesia Februari 2014 mencapai US$14,57 miliar atau mengalami peningkatan sebesar
0,68 persen dibanding ekspor Januari 2014. Sementara bila dibanding Februari 2013 mengalami
penurunan sebesar 2,96 persen.

Ekspor nonmigas Februari 2014 mencapai US$11,91 miliar, turun 0,50 persen dibanding Januari 2014,
demikian juga bila dibanding ekspor Februari 2013 turun 4,32 persen.

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia JanuariFebruari 2014 mencapai US$29,04 miliar atau menurun
4,44 persen dibanding periode yang sama tahun 2013, demikian juga ekspor nonmigas mencapai
US$23,88 miliar atau menurun 5,12 persen.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Februari 2014 terhadap Januari 2014 terjadi pada lemak dan
minyak hewan/nabati sebesar US$375,4 juta (26,10 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada
mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$146,4 juta (24,39 persen).

Ekspor nonmigas ke Cina Februari 2014 mencapai angka terbesar, yaitu US$1,59 miliar, disusul Amerika
Serikat US$1,28 miliar, dan Jepang US$1,15 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,69 persen.
Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,37 miliar.

Menurut sektor, ekspor hasil industri periode JanuariFebruari 2014 turun sebesar 0,44 persen dibanding
periode yang sama tahun 2013, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 24,50 persen,
sedangkan ekspor hasil pertanian naik sebesar 5,58 persen.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode JanuariDesember 2013 berasal
dari Kalimantan Timur dengan nilai US$31,10 miliar (17,04 persen), diikuti Jawa Barat sebesar US$26,38
miliar (14,45 persen), dan Riau sebesar U$22,61 miliar (12,39 persen).

Ekspor Migas dan Nonmigas

Ekspor Indonesia pada Februari 2014 mengalami peningkatan sebesar 0,68 persen dibanding
Januari 2014, yaitu dari US$14.472,3 juta menjadi US$14.570,6 juta. Bila dibandingkan dengan Februari
2013, ekspor mengalami penurunan sebesar 2,96 persen.
Peningkatan ekspor Februari 2014 disebabkan oleh meningkatnya ekspor migas sebesar 6,34
persen dari US$2.501,7 juta menjadi US$2.660,3 juta, sementara ekspor nonmigas turun sebesar 0,50
Berita Resmi Statistik No. 25/04/Th. XVII, 1 April 2014

persen, yaitu dari US$11.970,6 juta menjadi US$11.910,3 juta. Lebih lanjut peningkatan ekspor migas
disebabkan oleh meningkatnya ekspor minyak mentah sebesar 31,21 persen menjadi US$686,4 juta dan
ekspor hasil minyak sebesar 10,30 persen menjadi US$301,7 juta, sementara ekspor gas menurun sebesar
1,92 persen menjadi US$1.672,2 juta. Volume ekspor migas Februari 2014 terhadap Januari 2014 untuk
hasil minyak dan gas turun masing-masing sebesar 3,19 persen dan 4,78 persen, sementara minyak
mentah naik sebesar 30,30 persen. Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia naik dari
US$105,80 per barel pada Januari 2014 menjadi US$106,08 per barel pada Februari 2014.

Nilai FOB (juta US$)

Perubahan (%)
Jan-Feb14
terhadap
JanFeb13

Peran terhadap
Total
JanFeb14
(%)

Uraian

Januari
2014

Februari
2014

JanFeb
2013

JanFeb
2014

Feb 2014
terhadap
Jan 2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

Total Ekspor

14 472,3

14 570,6

30 391,1

29 042,9

0,68

-4,44

100,00

Migas

2 501,7

2 660,3

5 221,2

5 162,0

6,34

-1,13

17,77

Minyak Mentah

523,1

686,4

1 513,2

1 209,5

31,21

-20,07

4,16

Hasil Minyak

273,6

301,7

707,3

575,3

10,30

-18,66

1,98

1 705,0

1 672,2

3 000,7

3 377,2

-1,92

12,55

11,63

11 970,6

11 910,3

25 169,9

23 880,9

-0,50

-5,12

82,23

Gas
Nonmigas

20 000
18 000
16 000
14 000

juta US$

12 000
10 000
8 000
6 000

4 000
2 000

Migas

Nonmigas

Total

Migas

Nonmigas

Total

Bila dibandingkan dengan Februari 2013, nilai ekspor Februari 2014 mengalami penurunan 2,96
persen. Penurunan ini disebabkan turunnya ekspor nonmigas sebesar 4,32 persen, sementara ekspor migas
naik sebesar 3,61 persen.

Berita Resmi Statistik No.25/04/Th. XVII, 1 April 2014

2.

Ekspor Nonmigas Menurut Golongan Barang HS 2 Dijit

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Februari 2014 terhadap Januari 2014 terjadi pada lemak dan
minyak hewan/nabati sebesar US$375,4 juta (26,10 persen), sedangkan penurunan terbesar pada mesinmesin/pesawat mekanik sebesar US$146,4 juta (24,39 persen).

Nilai FOB (juta US$)


Golongan Barang (HS)

(1)

Perubahan (%)

Peran
terhadap
Total
Nonmigas
JanFeb14
(%)

Januari
2014

Februari
2014

JanFeb
2013

JanFeb
2014

Feb 2014
terhadap
Jan 2014

Jan-Feb14
terhadap
JanFeb13

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1. Bahan bakar mineral (27)

1 763,1

1 800,8

4 187,2

3 563,9

2,14

-14,89

14,92

2. Lemak dan minyak hewan/nabati (15)

1 438,1

1 813,5

3 610,6

3 251,6

26,10

-9,94

13,62

3. Mesin/peralatan listrik (85)

801,2

803,8

1 782,0

1 605,1

0,33

-9,93

6,72

4. Karet dan barang dari karet (40)

702,5

691,7

1 564,6

1 394,2

-1,55

-10,89

5,84

5. Mesin-mesin/pesawat mekanik (84)

600,3

453,9

924,6

1 054,2

-24,39

14,02

4,42

6. Perhiasan/permata (71)

354,2

505,7

417,1

859,9

42,77

106,17

3,60

7. Kendaraan dan bagiannya (87)

389,7

408,2

772,4

797,9

4,76

3,30

3,34

8. Berbagai produk kimia (38)

391,3

328,4

609,6

719,7

-16,08

18,06

3,01

9. Pakaian jadi bukan rajutan (62)

362,9

334,7

685,5

697,5

-7,77

1,76

2,92

10. Alas kaki (64)

336,2

300,7

621,4

636,9

-10,53

2,49

2,67

7 139,5
4 831,1
11 970,6

7 441,4
4 468,9
11 910,3

15 175,0
9 994,9
25 169,9

14 580,9
9 300,0
23 880,9

4,23
-7,50
-0,50

-3,92
-6,95
-5,12

61,06
38,94
100,00

Total 10 Golongan Barang


Lainnya
Total Ekspor Nonmigas

Komoditi lainnya yang juga mengalami peningkatan ekspor adalah perhiasan/permata sebesar
US$151,5 juta (42,77 persen); bahan bakar mineral sebesar US$37,7 juta (2,14 persen); kendaraan dan
bagiannya sebesar US$18,5 juta (4,76 persen); serta mesin/peralatan listrik sebesar US$2,6 juta (0,33
persen). Sedangkan komoditi yang mengalami penurunan selain mesin-mesin/pesawat mekanik adalah
berbagai produk kimia sebesar US$62,9 juta (16,08 persen); alas kaki sebesar US$35,4 juta (10,53
persen); pakaian jadi bukan rajutan sebesar US$28,2 juta (7,77 persen); serta karet dan barang dari karet
sebesar US$10,9 juta (1,55 persen).
Selama JanuariFebruari 2014, ekspor dari 10 golongan barang (HS 2 dijit) di atas memberikan
kontribusi 61,06 persen terhadap total ekspor nonmigas. Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan
barang tersebut turun 3,92 persen terhadap periode yang sama tahun 2013. Sementara itu, peranan ekspor
nonmigas di luar 10 golongan barang pada JanuariFebruari 2014 sebesar 38,94 persen.

3.

Ekspor Nonmigas Menurut Negara Tujuan Utama

Ekspor nonmigas Indonesia pada Februari 2014 ke Cina, Amerika Serikat dan Jepang masingmasing mencapai US$1.588,1 juta, US$1.277,7 juta dan US$1.146,8 juta, dengan peranan ketiganya
mencapai 33,69 persen.
Peningkatan ekspor nonmigas Februari 2014 jika dibandingkan dengan Januari 2014 terjadi ke
beberapa negara tujuan utama, yaitu India sebesar US$181,2 juta (25,91 persen); Malaysia sebesar
Berita Resmi Statistik No. 25/04/Th. XVII, 1 April 2014

US$63,3 juta (14,27 persen); Taiwan sebesar US$45,0 juta (16,05 persen); dan Thailand sebesar US$13,9
juta (3,41 persen). Sebaliknya, ekspor ke Cina mengalami penurunan sebesar US$236,8 juta (12,98
persen); diikuti Australia sebesar US$232,7 juta (48,00 persen); Singapura sebesar US$47,5 juta (5,45
persen); Jepang sebesar US$45,1 juta (3,79 persen); Korea Selatan sebesar US$29,8 juta (6,32 persen);
Jerman sebesar US$15,6 juta (6,61 persen); Perancis sebesar US$11,3 juta (13,12 persen); Inggris
sebesar US$8,3 juta (6,02 persen); dan Amerika Serikat sebesar US$7,9 juta (0,61 persen). Sementara
ekspor ke Uni Eropa (27 negara) pada Februari 2014 mencapai US$1.369,7 juta. Secara keseluruhan, total
ekspor ketiga belas negara tujuan utama di atas turun 3,94 persen.

Perubahan (%)

Nilai FOB (juta US$)


Negara Tujuan

(1)

Peran
terhadap
Total
Nonmigas
JanFeb14
(%)

Januari
2014

Februari
2014

JanFeb
2013

JanFeb
2014

Feb 2014
terhadap
Jan 2014

Jan-Feb14
terhadap
Jan-Feb13

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

ASEAN
1
Singapura
2
Malaysia
3
Thailand
ASEAN Lainnya

2 240,0
872,8
443,7
406,9
516,6

2 304,5
825,2
507,1
420,8
551,4

5 561,7
2 118,2
1 313,2
937,4
1 192,9

4 544,6
1 698,0
950,8
827,7
1 068,1

2,88
-5,45
14,27
3,41
6,74

-18,29
-19,84
-27,60
-11,70
-10,47

19,03
7,11
3,98
3,46
4,48

Uni Eropa
4
Jerman
5
Perancis
6
Inggris
Uni Eropa Lainnya

1 466,9
235,7
86,5
137,8
1 006,9

1 369,7
220,1
75,1
129,5
945,0

2 828,2
429,6
177,4
255,0
1 966,2

2 836,6
455,9
161,6
267,2
1 951,9

-6,63
-6,61
-13,12
-6,02
-6,15

0,30
6,12
-8,96
4,81
-0,73

11,88
1,91
0,68
1,12
8,17

Negara Utama Lainnya


7
Cina
8
Jepang
9
Amerika Serikat
10
India
11
Australia
12
Korea Selatan
13
Taiwan

6 238,7
1 824,9
1 191,9
1 285,6
699,4
484,8
471,7
280,4

5 912,6
1 588,1
1 146,8
1 277,7
880,6
252,1
441,9
325,4

12 857,5
3 305,7
2 767,5
2 433,6
2 334,2
427,5
1 014,7
574,3

12 151,2
3 412,9
2 338,7
2 563,3
1 580,0
736,9
913,7
605,7

-5,23
-12,98
-3,79
-0,61
25,91
-48,00
-6,32
-16,05

-5,49
3,24
-15,49
5,33
-32,31
72,36
-9,96
5,47

50,88
14,29
9,79
10,73
6,62
3,08
3,83
2,54

Total 13 Negara Tujuan

8 422,1

8 090,4

18 088,3

16 512,4

-3,94

-8,71

69,14

Lainnya
Total Ekspor Nonmigas

3 548,5

3 819,9

7 081,6

7 368,5

7,65

4,05

30,86

11 970,6

11 910,3

25 169,9

23 880,9

-0,50

-5,12

100,00

Pada periode JanuariFebruari 2014, Cina merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai
sebesar US$3.412,9 juta (14,29 persen), diikuti Amerika Serikat dengan US$2.563,3 juta (10,73 persen),
dan Jepang dengan US$2.338,7 juta (9,79 persen).

4.

Ekspor Menurut Sektor

Peranan dan perkembangan ekspor nonmigas Indonesia menurut sektor untuk JanuariFebruari
2014 dibanding tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel 4 dan Grafik 2. Ekspor produk industri menurun 0,44
persen, demikian juga ekspor produk pertambangan dan lainnya menurun 24,50 persen sedangkan produk
pertanian meningkat 5,58 persen.
4

Berita Resmi Statistik No.25/04/Th. XVII, 1 April 2014

Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor keseluruhan JanuariFebruari 2014, kontribusi ekspor
produk industri adalah sebesar 66,10 persen sedangkan kontribusi ekspor produk pertanian adalah sebesar
2,88 persen, dan kontribusi ekspor produk pertambangan dan lainnya adalah sebesar 13,25 persen,
sementara kontribusi ekspor migas adalah sebesar 17,77 persen.

Nilai FOB (juta US$)


Uraian

JanFeb 2013

(1)

JanFeb 2014

(2)

Total Ekspor
Migas
Nonmigas
- Pertanian
- Industri
- Pertambangan dan Lainnya

(3)

30 391,1
5 221,2
25 169,9
793,1
19 282,2
5 094,6

29 042,9
5 162,0
23 880,9
837,3
19 197,2
3 846,4

Perubahan
JanFeb 2014
terhadap 2013 (%)

Peran terhadap
Total
JanFeb 2014 (%)

(4)

(5)

-4,44
-1,13
-5,12
5,58
-0,44
-24,50

100,00
17,77
82,23
2,88
66,10
13,25

Industri
66,10%

Industri
63,45%

Pertanian
2,88%

Pertanian
2,61%

Migas
17,18%

Tambang
16,76%

JanFeb 2013

Tambang
13,25%

Migas
17,77%

JanFeb 2014

Berita Resmi Statistik No. 25/04/Th. XVII, 1 April 2014


Volume (ribu ton)

Perubahan (%)

Uraian

Januari
2014

Februari
2014

JanFeb
2013

JanFeb
2014

Feb 2014
terhadap
Jan 2014

Jan-Feb14
terhadap
JanFeb13

Peran terhadap
Total
JanFeb14
(%)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

Total Ekspor

49 154,4

43 254,0

109 523,7

92 408,4

-12,00

-15,63

100,00

Migas

3 247,5

3 340,2

6 958,5

6 587,7

2,85

-5,33

7,13

Minyak Mentah

687,6

895,9

1 886,8

1 583,5

30,30

-16,07

1,71

Hasil Minyak

416,0

402,8

940,1

818,8

-3,19

-12,90

0,89

2 143,9

2 041,5

4 131,6

4 185,4

-4,78

1,30

4,53

45 906,9

39 913,8

102 565,2

85 820,7

-13,05

-16,33

92,87

Gas
Nonmigas

Dari sisi volume, ekspor Indonesia Februari 2014 mengalami penurunan 12,00 persen dibanding
Januari 2014 yang disebabkan penurunan volume ekspor nonmigas sebesar 13,05 persen. Sementara
volume migas naik 2,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Februari 2013,
volume ekspor menurun 19,69 persen.
Secara kumulatif, volume ekspor juga menurun 15,63 persen dibanding periode JanuariFebruari
2013 yang disumbang oleh penurunan ekspor nonmigas sebesar 16,33 persen. Demikian juga volume
ekspor migas turun 5,33 persen.

Rata-rata Harga (US$/ton)

Perubahan (%)

Uraian

Februari
2013

Januari
2014

Februari
2014

Feb 2014
Terhadap
Feb 2013

Feb 2014
Terhadap
Jan 2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Total Ekspor

278,8

294,4

336,9

20,83

14,41

Migas

747,6

770,3

796,5

6,53

3,39

Minyak Mentah

812,2

760,8

766,1

-5,68

0,70

Hasil Minyak

722,4

657,6

749,2

3,71

13,93

Gas

719,2

795,3

819,1

13,90

3,00

246,9

260,8

298,4

20,88

14,44

Nonmigas

Rata-rata harga agregat barang ekspor Indonesia secara total Februari 2014 mengalami peningkatan
14,41 persen terhadap Januari 2014. Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013
naik 20,83 persen. Rata-rata harga ekspor nonmigas Februari 2014 naik 14,44 persen terhadap Januari
2014. Demikian juga rata-rata harga ekspor migas naik sebesar 3,39 persen dengan rata-rata harga minyak
mentah naik sebesar 0,70 persen, demikian juga rata-rata harga ekspor hasil minyak dan gas Februari
2014 naik sebesar 13,93 persen dan 3,00 persen terhadap bulan sebelumnya.

Berita Resmi Statistik No.25/04/Th. XVII, 1 April 2014

5.

Ekspor Menurut Provinsi Asal Barang

Tiga provinsi yang memberikan sumbangan terbesar terhadap ekspor nasional pada periode
JanuariDesember tahun 2013 adalah Kalimantan Timur sebesar US$31.099,2 juta (17,04 persen), Jawa
Barat sebesar US$26.379,9 juta (14,45 persen), dan Riau sebesar US$22.614,2 juta (12,39 persen).
Ketiganya memberikan kontribusi hingga mencapai 43,88 persen dari seluruh ekspor nasional. Ekspor
Indonesia menurut provinsi asal barang untuk periode JanuariDesember tahun 2013 dapat dilihat pada
tabel di bawah ini.

No Urut

Provinsi

(1)

(2)

Asal Barang

% terhadap
Nasional

(3)

(4)

Nilai FOB (juta US$)


Dimuat dari Pelabuhan
Prov Asal
%
Prov Lain
(5)

(6)

(7)

%
(8)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kepulauan Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung

979,2
9 353,1
1 902,9
22 614,2
9 512,3
4 021,4
3 839,3
2 699,7
322,4
3 924,5

0,54
5,12
1,04
12,39
5,21
2,20
2,10
1,48
0,18
2,15

962,8
9 343,4
1 861,6
17 441,6
9 512,0
1 392,3
3 740,8
2 191,1
153,8
3 892,3

98,33
99,90
97,83
77,13
100,00
34,62
97,44
81,16
47,70
99,18

16,4
9,7
41,2
5 172,7
0,3
2 629,1
98,4
508,6
168,6
32,2

1,67
0,10
2,17
22,87
0,00
65,38
2,56
18,84
52,30
0,82

11
12
13
14
15
16

DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur

11 375,1
26 379,9
9 884,8
6 135,8
295,0
14 803,0

6,23
14,45
5,41
3,36
0,16
8,11

11 350,1
684,2
1 434,7
5 124,5
13,2
14 549,3

99,78
2,59
14,51
83,52
4,46
98,29

25,0
25 695,6
8 450,2
1 011,3
281,9
253,7

0,22
97,41
85,49
16,48
95,54
1,71

17
18
19

Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur

528,5
407,1
26,7

0,29
0,22
0,01

276,8
400,1
21,2

52,37
98,29
79,27

251,7
7,0
5,5

47,63
1,71
20,73

20
21
22
23

Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur

1 356,6
1 402,7
8 774,1
31 099,2

0,74
0,77
4,81
17,04

1 345,6
767,2
8 394,9
30 979,1

99,19
54,69
95,68
99,61

11,0
635,5
379,2
120,1

0,81
45,31
4,32
0,39

24
25
26
27
28
29

Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara

878,5
5,5
297,1
1 602,8
983,6

0,48
0,00
0,16
0,88
0,54

739,1
5,2
293,6
1 574,5
975,6

84,13
96,18
98,82
98,23
99,18

139,4
0,2
3,5
28,2
7,9

15,87
3,82
1,18
1,75
0,81

30
31
32
33

Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat

220,5
730,9
2 728,4
3 467,2

0,12
0,40
1,49
1,90

210,2
730,1
2 727,4
3 450,4

95,31
99,90
99,96
99,52

10,3
0,8
1,0
16,7

4,69
0,10
0,04
0,48

Total Ekspor

182 551,8

100,00

Berita Resmi Statistik No. 25/04/Th. XVII, 1 April 2014

B.

PERKEMBANGAN IMPOR

IMPOR FEBRUARI 2014 SEBESAR US$13,78 MILIAR

Nilai impor Indonesia Februari 2014 mencapai US$13,78 miliar atau turun 7,58 persen dibanding
Januari 2014. Demikian pula bila dibanding Februari 2013 turun 9,98 persen.

Impor nonmigas Februari 2014 mencapai US$10,32 miliar atau turun 9,13 persen dibanding Januari
2014, sementara bila dibanding impor Februari 2013 turun 11,51 persen. Impor migas Februari 2014
mencapai US$3,46 miliar atau turun 2,61 persen dibanding Januari 2014, demikian juga bila dibanding
impor Februari 2013 turun 5,07 persen

Secara kumulatif nilai impor JanuariFebruari 2014 mencapai US$28,70 miliar atau turun 6,70 persen
jika dibanding impor periode yang sama tahun 2013. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas
sebesar US$7,01 miliar (turun 7,89 persen) dan impor nonmigas sebesar US$21,69 miliar (turun 6,31
persen).

Nilai impor nonmigas terbesar Februari 2014 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik
dengan nilai US$2,02 miliar. Nilai ini turun 8,92 persen dibanding impor golongan barang yang sama
Januari 2014.

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Februari 2014 ditempati oleh Cina dengan
nilai US$2,19 miliar (21,25 persen), Jepang US$1,40 miliar (13,52 persen) dan Thailand US$0,82 miliar
(7,98 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 22,88 persen, sementara dari Uni
Eropa 9,85 persen.

Nilai impor golongan barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama
JanuariFebruari 2014 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya
masing-masing sebesar 2,24 persen, 7,65 persen, dan 4,05 persen .

1.

Impor Migas dan Nonmigas

Nilai impor Indonesia Februari 2014 sebesar US$13.785,3 juta atau turun US$1.130,9 juta (7,58
persen) dibanding impor Januari 2014. Hal tersebut disebabkan oleh turunnya nilai impor migas sebesar
US$92,8 juta (2,61 persen) dan nonmigas sebesar US$1.038,1 (9,13 persen). Penurunan impor migas
dipicu oleh turunnya nilai impor hasil minyak yang cukup tinggi, yaitu US$269,9 juta (11,56 persen).
Walaupun impor minyak mentah dan gas meningkat masing-masing sebesar US$163,3 juta (18,10
persen) dan US$13,8 juta (4,41 persen).
Nilai impor Indonesia JanuariFebruari 2014 mencapai US$28.701,5 juta atau turun US$2.062,0
juta (6,70 persen) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan pada sektor migas sebesar
US$600,1 juta (7,89 persen) dan nonmigas sebesar US$1.461,9 juta (6,31 persen) menjadi pemicu
penurunan nilai impor Indonesia tersebut. Secara lebih rinci, penurunan impor migas lebih disebabkan
oleh turunnya nilai impor hasil minyak sebesar US$750,0 juta (14,56 persen). Impor minyak mentah dan
gas meningkat masing-masing sebesar US$37,2 juta (1,93 persen) dan US$112,7 juta (21,41 persen).

Berita Resmi Statistik No.25/04/Th. XVII, 1 April 2014


Nilai CIF (Juta US$)

Perubahan (%)

Uraian

Januari
2014

Februari
2014

JanFeb
2013

JanFeb
2014

Feb 2014
terhadap
Jan 2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

JanFeb 2014
terhadap
JanFeb 2013

Peran terhadap
Total Impor
JanFeb 2014
(%)

(7)

(8)

Total

14 916,2

13 785,3

30 763,5

28 701,5

-7,58

-6,70

100,00

Migas

3 550,5

3 457,7

7 608,3

7 008,2

-2,61

-7,89

24,42

902,4

1 065,7

1 930,9

1 968,1

18,10

1,93

6,86

2 335,4

2 065,5

5 150,9

4 400,9

-11,56

-14,56

15,33

- Minyak Mentah
- Hasil Minyak
- Gas
Nonmigas

312,7

326,5

526,5

639,2

4,41

21,41

2,23

11 365,7

10 327,6

23 155,2

21 693,3

-9,13

-6,31

75,58

14.000
12.000

Juta US$

10.000
8.000

6.000
4.000
2.000
0

Migas

Nonmigas

Selama tiga belas bulan terakhir, nilai impor migas tertinggi tercatat pada Desember 2013 dengan
nilai mencapai US$4.221,6 juta dan terendah terjadi di Mei 2013, yaitu sebesar US$3.435,5 juta.
Sementara itu, nilai impor nonmigas tertinggi tercatat di Juli 2013, yaitu sebesar US$13.279,7 juta dan
terendah di Agustus 2013 dengan nilai sebesar US$9.340,1 juta.

Berita Resmi Statistik No. 25/04/Th. XVII, 1 April 2014

2.

Impor Nonmigas Menurut Golongan Barang HS 2 Dijit

Selama Februari 2014, nilai impor nonmigas Indonesia mencapai US$10.327,6 juta. Dari sepuluh
golongan barang utama, tiga golongan barang diantaranya mengalami peningkatan nilai impor dibanding
Januari 2014. Ketiga golongan barang tersebut adalah barang dari besi dan baja sebesar US$102,5 juta
(31,99 persen), kendaraan bermotor dan bagiannya sebesar US$82,3 juta (16,84 persen), dan bahan kimia
organik sebesar US$36,8 juta (6,09 persen). Sementara itu, tujuh golongan barang lainnya mengalami
penurunan nilai impor.
Dari tujuh golongan barang yang turun tersebut, tiga golongan barang diantaranya mengalami
penurunan nilai impor di atas US$100,0 juta, yaitu mesin dan peralatan listrik sebesar US$265,5 juta (16,07
persen), mesin dan peralatan mekanik sebesar US$197,8 juta (8,92 persen), dan golongan besi dan baja
sebesar US$110,2 juta (14,56 persen). Dua golongan barang berikutnya tercatat mengalami penurunan
antara US$50,00 sampai dengan US$100,00 juta, yaitu golongan sisa industri makanan sebesar US$89,2
juta (36,38 persen) dan kapas sebesar US$63,3 juta (26,07 persen). Sementara itu, dua golongan barang
lainnya turun di bawah US$50,00 juta, yaitu golongan serealia sebesar US$46,9 juta (19,07 persen) dan
golongan plastik dan barang dari plastik sebesar US$22,9 juta (3,72 persen).
Sementara itu apabila dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya maka selama
JanuariFebruari 2014, hanya golongan bahan kimia organik dan golongan plastik dan barang dari plastik
yang mengalami peningkatan nilai impor masing-masing sebesar US$76,2 juta (6,52 persen) dan US$42,7
juta (3,67 persen). Sedangkan delapan golongan barang lainnya mengalami penurunan nilai impor dengan
penurunan tertinggi dicatat oleh golongan kendaraan bermotor dan bagiannya, yaitu sebesar US$356,7 juta
atau 25,19 persen.

Nilai CIF (Juta US$)

Perubahan (%)

Golongan Barang (HS)

Januari
2014

Februari
2014

JanFeb
2013

JanFeb
2014

Feb 2014
terhadap
Jan 2014

JanFeb 2014
terhadap
JanFeb 2013

Peran terhadap
Total Impor
Nonmigas
JanFeb 2014
(%)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1. Mesin dan peralatan mekanik (84)

2 218,2

2 020,4

4 396,9

4 238,6

-8,92

-3,60

19,54

2. Mesin dan peralatan listrik (85)

1 652,1

1 386,6

3 228,3

3 038,7

-16,07

-5,87

14,01

3. Besi dan baja (72)

757,1

646,9

1 726,7

1 404,0

-14,56

-18,69

6,47

4. Bahan kimia organik (29)

604,4

641,2

1 169,4

1 245,6

6,09

6,52

5,74

5. Plastik dan Barang dari Plastik (39)

615,1

592,2

1 164,6

1 207,3

-3,72

3,67

5,57

6. Kendaraan bermotor dan bagiannya (87)

488,6

570,9

1 416,2

1 059,5

16,84

-25,19

4,88

7. Barang dari besi dan baja (73)

320,4

422,9

879,0

743,3

31,99

-15,44

3,43

8. Serealia (10)

246,0

199,1

569,8

445,1

-19,07

-21,88

2,05

9. Kapas (52)

242,8

179,5

427,1

422,3

-26,07

-1,12

1,95

10.Sisa Industri Makanan (23)

243,2

154,0

458,1

397,2

-36,68

-13,29

1,83

Total 10 Golongan Barang Utama

7 387,9

6 813,7

15 436,1

14 201,6

-7,77

-8,00

65,47

Barang Lainnya

3 977,8

3 513,9

7 719,1

7 491,7

-11,66

-2,95

34,53

11 365,7

10 327,6

23 155,2

21 693,3

-9,13

-6,31

100,00

Total Impor Nonmigas

10

Berita Resmi Statistik No.25/04/Th. XVII, 1 April 2014

Dilihat dari peranan terhadap total impor nonmigas Indonesia JanuariFebruari 2014 maka sepuluh
golongan barang utama di atas memberikan peranan sebesar 65,47 persen. Besarnya peranan tersebut
terutama disumbang oleh golongan mesin dan peralatan mekanik yang berperan sebesar 19,54 persen dan
mesin dan peralatan listrik sebesar 14,01 persen. Sedangkan delapan golongan barang utama berikutnya
mencapai peranan di bawah 10,00 persen dimana peranan terkecil diberikan oleh golongan kapas dan sisa
industri makanan masing-masing sebesar 1,95 persen dan 1,83 persen. Sementara itu jika dilihat dari total
impor Indonesia JanuariFebruari 2014 maka impor sepuluh golongan barang utama di atas mencapai
49,48 persen.
Selanjutnya perkembangan lima golongan barang impor nonmigas terbesar Indonesia,
JanuariFebruari 2013 dan 2014 dapat dilihat pada Grafik 4.

4.396,9

4.500,0

4.238,6

4.000,0
3.228,3

3.500,0

3.038,7

3.000,0
2.500,0
1.726,7

2.000,0

1.404,0

1.500,0

1.169,4

1.245,6

1.164,6

1.207,3

1.000,0
500,0
0,0
1. Mesin dan
peralatan mekanik
(84)

2. Mesin dan
peralatan listrik (85)

3. Besi dan baja (72)

JanFeb 2013

3.

4. Bahan kimia
organik (29)

5. Plastik dan Barang


dari Plastik (39)

JanFeb 2014

Impor Nonmigas Menurut Negara Asal Barang Utama

Total nilai impor nonmigas Indonesia Februari 2014 sebesar US$10.327,6 juta atau turun
US$1.038,1 juta (9,13 persen) dibanding impor nonmigas Januari 2014. Demikian halnya dengan impor
nonmigas dari tiga belas negara utama yang menurun 6,70 persen (US$608,2 juta). Penurunan tersebut
terutama disebabkan oleh turunnya nilai impor di beberapa negara utama seperti Cina sebesar US$539,7
juta (19,74 persen), Jepang sebesar US$74,6 juta (5,07 persen), Korea Selatan sebesar US$62,1 juta (9,45
persen), dan Singapura sebesar US$61,5 juta (7,38 persen).
Berita Resmi Statistik No. 25/04/Th. XVII, 1 April 2014

11

Dari sisi peranan terhadap total impor nonmigas bulan sebelumnya terlihat bahwa ASEAN
menyumbang peranan terbesar, yaitu 22,88 persen (US$2.363,0 juta), diikuti oleh Uni Eropa sebesar 9,85
persen (US$1.017,2 juta). Sementara ketiga belas negara utama memberikan peran sebesar 81,98 persen,
dimana Cina dan Jepang masih menjadi negara pengimpor terbesar Indonesia dengan peran masingmasing sebesar 21,25 persen (US$2.194,5 juta) dan 13,52 persen (US$1.396,4 juta).
Sementara dibandingkan JanuariFebruari 2013, impor dari tiga belas negara utama mengalami
penurunan sebesar US$785,6 juta atau 4,29 persen. Penurunan terutama dipicu oleh turunnya nilai impor
dari empat negara utama, yaitu Korea Selatan sebesar US$362,6 juta (22,46 persen), Thailand sebesar
US$295,6 juta (16,43 persen), Jepang sebesar US$226,8 (7,33 persen), dan Jerman sebesar US$189,4 juta
(21,76 persen).
Secara lebih rinci perkembangan impor nonmigas Indonesia dari 13 Negara Asal Barang Utama
JanuariFebruari 2013 dan 2014 dapat dilihat pada Tabel 10.

Nilai CIF (Juta US$)


Negara Asal

(1)
ASEAN

Perubahan (%)

Januari
2014

Februari
2014

JanFeb
2013

JanFeb
2014

Feb 2014
terhadap
Jan 2014

JanFeb 2014
terhadap
JanFeb 2013

Peran terhadap
Total Impor
Nonmigas
JanFeb 2014
(%)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

2 334,4

2 363,0

5 032,6

4 697,4

1,23

-6,66

21,65

Singapura

832,9

771,4

1 699,7

1 604,3

-7,38

-5,61

7,40

Thailand

679,9

823,7

1 799,2

1 503,6

21,15

-16,43

6,93

Malaysia

484,2

492,9

982,2

977,1

1,80

-0,52

4,50

ASEAN Lainnya

337,4

275,0

551,5

612,4

-18,49

11,04

2,82

Uni Eropa

1 158,8

1 017,2

2 443,9

2 176,0

-12,22

-10,96

10,03

Jerman

323,5

357,4

870,3

680,9

10,48

-21,76

3,14

Perancis

160,8

119,7

273,6

280,5

-25,56

2,52

1,29

Inggris

76,7

75,8

177,1

152,5

-1,17

-13,89

0,70

Uni Eropa Lainnya

597,8

464,3

1 122,9

1 062,1

-22,33

-5,41

4,90

Negara Utama Lainnya

6 516,7

5 825,6

12 524,7

12 342,3

-10,60

-1,46

56,90

Jepang

1 471,0

1 396,4

3 094,2

2 867,4

-5,07

-7,33

13,22

Cina

2 734,2

2 194,5

4 532,0

4 928,7

-19,74

8,75

22,72

Amerika Serikat

635,7

670,9

1 207,4

1 306,6

5,54

8,22

6,02

10 Korea Selatan

657,0

594,9

1 614,5

1 251,9

-9,45

-22,46

5,77

11 Australia

377,2

374,9

706,9

752,1

-0,61

6,39

3,47

12 Taiwan

319,0

299,5

665,2

618,5

-6,11

-7,02

2,85

13 India

322,6

294,5

704,5

617,1

-8,71

-12,41

2,85

Total 13 Negara Utama

9 074,7

8 466,5

18 326,8

17 541,2

-6,70

-4,29

80,86

Negara Lainnya

2 291,0

1 861,1

4 828,4

4 152,1

-18,77

-14,01

19,14

11 365,7

10 327,6

23 155,2

21 693,3

-9,13

-6,31

100,00

Total Impor Nonmigas

12

Berita Resmi Statistik No.25/04/Th. XVII, 1 April 2014

4. Impor Menurut Golongan Penggunaan Barang


Dari total impor Indonesia Februari 2014 sebesar US$13.785,3 juta, impor bahan baku/penolong
memberikan peranan terbesar, yaitu 76,51 persen dengan nilai US$10.546,7 juta, diikuti oleh impor
barang modal sebesar 16,97 persen (US$2.339,3 juta), dan impor barang konsumsi sebesar 6,52 persen
(US$899,3 juta).
Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, maka selama JanuariFebruari 2014 nilai
impor semua golongan penggunaan barang mengalami penurunan. Besarnya penurunan tersebut yaitu
golongan bahan baku/penolong sebesar US$1.809,1 juta (7,65 persen), barang modal sebesar US$209,8
juta (4,05 persen), dan barang konsumsi sebesar US$43,1 juta (2,24 persen). Selanjutnya, peranan impor
Indonesia menurut golongan penggunaan barang Januari-Februari 2013 dan 2014 secara lengkap dapat
dilihat di Tabel 11 dan Grafik 5.

Nilai CIF (Juta US$)


Golongan Penggunaan
Barang

(1)
Total Impor
Barang Konsumsi
Bahan Baku/Penolong
Barang Modal

Perubahan (%)
JanFeb 2014
terhadap
JanFeb 2013

Peran terhadap
Total Impor
JanFeb 2014
(%)

Januari
2014

Februari
2014

JanFeb
2013

JanFeb
2014

Feb 2014
terhadap
Jan 2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

14 916,2

13 785,3

30 763,5

28 701,5

-7,58

-6,70

100,00

985,1

899,3

1 927,5

1 884,4

-8,71

-2,24

6,57

11 302,0

10 546,7

23 657,8

21 848,7

-6,68

-7,65

76,12

2 629,1

2 339,3

5 178,2

4 968,4

-11,02

-4,05

17,31

Bahan
Baku/
Penolong
75,77%

Barang
Konsumsi
6,60%

Bahan
Baku/
Penolong
76,12%

Barang
Modal
17,63%

JanuariFebruari 2013

Barang
Konsumsi
6,57%

Barang
Modal
17,31%

JanuariFebruari 2014

Berita Resmi Statistik No. 25/04/Th. XVII, 1 April 2014

13


Volume (000 ton)

Perubahan (%)
JanFeb 2014
terhadap
JanFeb 2013

Peran terhadap
Total Impor
JanFeb 2014
(%)

(7)

(8)

-8,46

-2,75

100,00

Uraian

Januari
2014

Februari
2014

JanFeb
2013

JanFeb
2014

Feb 2014
terhadap
Jan 2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Total

11 591,0

10 610,0

22 829,8

22 201,0

Migas

3 731,6

3 624,9

7 961,8

7 356,5

-2,86

-7,60

33,14

- Minyak Mentah

1 058,6

1 255,3

2 143,9

2 313,9

18,58

7,93

10,42

- Hasil Minyak

2 389,9

2 050,3

5 286,1

4 440,2

-14,21

-16,00

20,00

283,1

319,3

531,8

602,4

12,79

13,28

2,71

7 859,4

6 985,1

14 868,0

14 844,5

-11,12

-0,16

66,86

- Gas
Nonmigas

Dibanding Januari 2014, volume impor Indonesia Februari 2014 mengalami penurunan 8,46 persen
(981,0 ribu ton). Hal ini disebabkan oleh adanya penurunan volume migas sebesar 2,86 persen (106,7 ribu
ton) dan nonmigas sebesar 11,12 persen (874,3 ribu ton). Penurunan volume impor migas terutama
disebabkan oleh turunnya volume impor hasil minyak sebesar 14,21 persen (339,6 ribu ton), meskipun
volume impor minyak mentah dan gas meningkat 18,58 persen (196,7 ribu ton) dan 12,79 persen (36,2
ribu ton).
Sementara itu, volume impor JanuariFebruari 2014 mengalami penurunan sebesar 2,75 persen
dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh turunnya volume impor migas
dan nonmigas masing-masing sebesar 7,60 persen (605,3 ribu ton) dan 0,16 persen (23,5 ribu ton).

Harga (US$/Ton)

Perubahan (%)

Uraian

Februari
2013

Januari
2014

Februari
2014

Feb 2014
terhadap
Feb 2013

Feb 2014
terhadap
Jan 2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1 404,3

1 286,9

1 299,3

-7,48

0,96

973,2

951,5

953,9

-1,98

0,25

1 629,6

1 446,1

1 478,5

-9,27

2,24

Total Impor
Migas
Nonmigas

Rata-rata harga agregat barang impor Indonesia secara total Februari 2014 mengalami peningkatan
0,96 persen terhadap Januari 2014. Peningkatan tersebut disebabkan oleh naiknya harga impor migas dan
nonmigas masing-masing sebesar 0,25 persen dan 2,24 persen. Sementara itu jika dibandingkan dengan
Februari 2013, rata-rata harga agregat barang impor Indonesia turun 7,48 persen.

5.

Neraca Perdagangan

Nilai neraca perdagangan Indonesia Februari 2014 mengalami surplus sebesar US$0,79 miliar.
Surplus nilai perdagangan Indonesia lebih disebabkan oleh besarnya surplus sektor nonmigas sebesar
US$1,59 miliar, sedangkan neraca sektor migas mengalami defisit sebesar US$0,80 miliar.
14

Berita Resmi Statistik No.25/04/Th. XVII, 1 April 2014

Sementara dari sisi volume perdagangan, maka pada Februari 2014 neraca volume perdagangan
Indonesia mengalami surplus sebesar 32,64 juta ton. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca sektor
nonmigas sebesar 32,93 juta, sebaliknya neraca perdagangan sektor migas defisit 0,29 juta ton.

Bulan
(1)
2013
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
JanDes
2014
Januari
Februari
JanFeb

Migas
(2)

Ekspor
Nonmigas
(3)

Total
(4)

Migas
(5)

Impor
Nonmigas
(6)

Total
(7)

Migas
(8)

Neraca
Nonmigas
(9)

Total
(10)

2,57
2,93
2,45
2,93
2,80
2,28
2,72
2,41
2,72
2,77
3,41
32,63

12,45
12,10
12,31
13,21
11,96
12,81
10,36
12,29
12,98
13,17
13,56
149,92

15,02
15,03
14,76
16,13
14,76
15,09
13,08
14,71
15,70
15,94
16,97
182,55

3,64
3,90
3,63
3,44
3,53
4,14
3,67
3,72
3,47
3,94
4,22
45,27

11,67
10,99
12,83
13,22
12,11
13,28
9,34
11,79
12,20
11,21
11,24
141,36

15,31
14,89
16,46
16,66
15,64
17,42
13,01
15,51
15,67
15,15
15,46
186,63

-1,07
-0,97
-1,18
-0,51
-0,73
-1,86
-0,95
-1,31
-0,75
-1,17
-0,81
-12,64

0,78
1,11
-0,52
-0,01
-0,15
-0,47
1,02
0,50
0,78
1,96
2,32
8,56

-0,29
0,14
-1,70
-0,53
-0,88
-2,33
0,07
-0,80
0,03
0,79
1,51
-4,08

2,50
2,66
5,16

11,97
11,91
23,88

14,47
14,57
29,04

3,55
3,46
7,01

11,37
10,32
21,69

14,92
13,78
28,70

-1,05
-0,80
-1,85

0,60
1,59
2,19

-0,45
0,79
0,34

Bulan
(1)
2013
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
JanDes
2014
Januari
Februari
JanFeb

Migas
(2)

Ekspor
Nonmigas
(3)

Total
(4)

Migas
(5)

Impor
Nonmigas
(6)

Total
(7)

Migas
(8)

Neraca
Nonmigas
(9)

Total
(10)

3,43
3,81
3,36
3,96
3,79
3,33
3,65
3,40
3,48
3,70
4,61
44,04

50,43
55,97
55,52
57,48
50,33
52,75
49,40
52,47
53,54
61,34
64,58
655,96

53,86
59,78
58,89
61,44
54,12
56,08
53,05
55,87
57,02
65,04
69,19
700,00

3,74
4,09
3,94
3,89
4,04
4,63
4,00
3,98
3,78
4,22
4,52
49,05

7,16
6,93
8,27
8,72
7,89
8,60
5,90
7,31
8,32
7,43
7,82
92,06

10,90
11,02
12,21
12,61
11,93
13,23
9,90
11,29
12,10
11,65
12,34
141,11

-0,31
-0,28
-0,58
0,07
-0,25
-1,30
-0,35
-0,58
-0,30
-0,52
0,09
-5,01

43,27
49,04
47,25
48,76
42,44
44,15
43,50
45,16
45,22
53,91
56,76
563,90

42,96
48,76
46,68
48,83
42,19
42,85
43,15
44,58
44,92
53,39
56,85
558,89

3,25
3,34
6,59

45,91
39,91
85,82

49,16
43,25
92,41

3,73
3,63
7,36

7,86
6,98
14,84

11,59
10,61
22,20

-0,48
-0,29
-0,77

38,05
32,93
70,98

37,57
32,64
70,21

Berita Resmi Statistik No. 25/04/Th. XVII, 1 April 2014

15