Anda di halaman 1dari 13

RELUNG Relung ekologi suatu hewan ( individu, populasi) adalah status fungsional hewan itu dalam habitat yang

ditempatinya sehubungan dengan adaptasi-adaptasi fisiologi, st u!tu al dan pola p ilakunya ( "uka sono, #$$%)& 'onsep elung (ni!he) dikembangkan oleh (ha les Elton ()%#*) ilmuwan +ngg is, dengan penge tian elung adalah ,status fungsional suatu o ganisme dalam komunitas te tentu-& .alam penelaahan suatu o ganisme, kita ha us mengetahui kegiatannya, te utama mengenai sumbe nut isi dan ene gi, ke!epatan metabolisme dan tumbuhnya, penga uh te hadap o ganisme lain bila be dampingan atau be sentuhan, dan sampai sebe apa /auh o ganisme yang kita selidiki itu mempenga uhi atau mampu mengubah be bagai p oses dalam ekosistem& 0e dasa kan u aian diatas elung ekologi me upakan istilah lebih inklusif yang meliputi tidak sa/a uang se!a a fisik yang didiami oleh suatu makhluk, tetapi /uga pe anan fungsional dalam komunitas se ta kedudukan makhluk itu di dalam kondisi lingkungan yang be beda (1dum, )%%2)& Relung ekologi me upakan gabungan khusus anta a fakto fisik (mik ohabitat) dan kaitan biotik (pe anan) yang dipe lukan oleh suatu /enis untuk aktivitas hidup dan eksistensi yang be kesinambungan dalam komunitas ("oet/ipto, )%%#)& Ni!he ( elung) ekologi men!akup uang fisik yang diduduki o ganisme , pe anan fungsionalnya di dalam masya akatnya (misal3 posisi t ofik) se ta posisinya dalam kondisi lingkungan tempat tinggalnya dan keadaan lain da i kebe adaannya itu& 'etiga aspek elung ekologi itu dapat dikatakan sebagai elung atau uangan habitat, elung t ofik dan elung multidimensi atau hype volume& 1leh ka ena itu elung ekologi sesuatu o ganisme tidak hanya te gantung pada dimana dia hidup tetapi /uga apa yang dia pe buat (bagaimana dia me ubah ene gi, be sikap atau be kelakuan, tanggap te hadap dan mengubah lingkungan fisik se ta abiotiknya), dan bagaimana /enis lain men/adi kendala baginya& 4ut!hinson ()%5*) telah membedakan anta a ni!he pokok (fundamental ni!he) dengan ni!he yang sesungguhnya ( eli6ed ni!he)& Ni!he pokok didefinisikan sebagai sekelompok kondisi-kondisi fisik yang memungkinkan populasi masih dapat hidup& "edangkan ni!he sesungguhnya didefinisikan sebagai sekelompok kondisi-kondisi fisik yang ditempati oleh o ganisme-o ganisme te tentu se!a a be samaan& .imensi-dimensi pada ni!he pokok menentukan kondisi-kondisi yang menyebabkan o ganisme-o ganisme dapat be inte aksi tetapi tidak menentukan bentuk, kekuatan atau a ah inte aksi& .ua fakto utama yang menetukan bentuk inte aksi dalam populasi adalah kebutuhan fisiologis tiap-tiap individu dan uku an elatifnya& Empat tipe pokok da i inte aksi dianta a populasi sudah diketahui yaitu3 kompetisi, p edasi, pa asitisme dan simbiosis& 7ga te /adi inte aksi anta o ganisme yang meliputi kompetisi, p edasi, pa asitisme dan simbiosis ha usnya ada tumpang tindih dalam ni!he& 8ada kasus simbion, satu atau semua pa tisipan mengubah lingkungan dengan !a a membuat kondisi dalam kisa an k itis da i kisa an-kisa an k itis pa tisipan yang lain& Untuk kompetito , p edato dan mangsanya ha us mempunyai ke!o!okan dengan pa amete ni!he aga te /adi inte aksi anta o ganisme, sedikitnya selama waktu inte aksi& 9enu ut 1dum ()%%2) tidak ada dua spesies yang adaptasinya identik sama anta a satu dengan yang lainnya, dan spesies yang mempe lihatkan adaptasi yang lebih baik dan lebih

ag esif akan memenangkan pe saingan& "pesies yang menang dalam pe saingan akan dapat memanfaatkan sumbe dayanya se!a a optimal sehingga mampu mempe tahankan eksistensinya dengan baik& "pesies yang kalah dalam pe saingan bila tidak be hasil mendapatkan tempat lain yang menyediakan sumbe daya yang dipe lukannya dapat mengalami kepunahan lo!al& 0e /enis makhluk hidup dapat hidup be sama dalam satu habitat& 7kan tetapi apabila dua /enis makhluk hidup mempunyai elung yang sama, akan te /adi pe saingan& 9akin besa tumpang tindih elung kedua /enis makhluk hidup, makin intensif pe saingannya& .alam keadaan itu masing-masing /enis akan mempe tinggi efisiensi !a a hidup atau p ofesinya& 9asing-masing akan men/adi lebih spesialis, yaitu elungnya menyempit& :adi efek pe saingan anta /enis adalah menyempitnya elung /enis makhluk hidup yang be saing, sehingga te /adi spesialisasi& 7kan tetapi bila populasi semakin meningkat, maka pe saingan anta individu di dalam /enis te sebut akan te /adi pula& .alam pe saingan ini individu yang lemah akan te desak ke bagian ni!he yang ma ginal& "ebagai efeknya ialah meleba nya elung, dan /enis te sebut akan men/adi lebih gene alis& +ni be a ti /enis te sebut semakin lemah atau kuat& 9akin spesialis suatu /enis semakin entan makhluk te sebut& 8enge tian Relung Ekologi +stilah elung ekologi dilua bidang ekologi p aktis tidak dikenal& 4al ini dika enakan konsep elung ekologi elatif ba u& "e!a a umum dapat dikatakan bahwa elung ekologi me upakan suatu konsep abst ak mengenai keselu uhan pe sya atan hidup dan inte aksi o ganisme dalam habitatnya& .alam hal ini habitat me upakan penyedia be bagai kondisi dan sumbe daya yang dapat digunakan oleh o ganisme sesuai dengan pe sya atan hidupnya& 9enu ut 'eindegh ()%;$), Relung ekologi suatu populasi atau hewan adalah status fungsional hewan itu dalam habitat yang ditempatinya be kaitan dengan adaptasi-adaptasi fisiologis, st uktu <mo fologi, dan pola pe ilaku hewan itu&

4ut!hinson ()%5*) dalam 0egon, et al& ()%;=) telah mengembangkan konsep elung ekologi multidimensi (dimensi-n atau hipe volume)& "etiap kisa an tole ansi hewan te hadap suatu fakto lingkungan, misalnya suhu, me upakan suatu dimensi& .alam kehidupannya hewan dipenga uhi oleh bukan hanya satu fakto lingkungan sa/a, melainkan banyak fakto lingkungan se!a a simultan& >akto lingkungan yang mempenga uhi atau membatasi kehidupan o ganisme bukan hanya kondisi lingkungan, sepe ti suhu, !ahaya, kelembaban,salinitas, tetapi /uga kete sediaan sumbe daya yang dibutuhkan hewan (makanan dan tempat untuk membuat sa ang bagi hewan dan nut ien bagi tumbuhan)& "elan/utnya 4ut!hinson membagi konsep elung men/adi elung fundamental dan elung yang te ealisasikan& elung fundamental menun/ukkan potensi se!a a utuh kisa an tole ansi hewan te hadap fakto lingkungan, yang hanya dapat diamati dalam labo ato ium dengan kondisi lingkungan te kendali& Relung te ealisasi adalah status fungsional yang bena - bena ditempati dalam kondisi alami,dengan be ope asinya banyak fakto lingkungan, sepe ti

inte aksi fakto , kehadi an pesaing, p edato dsb& .ibandingkan dengan kisa an elung fundamental, kisa an da i elung yang te ealisasikan itu pada umumnya lebih sempit, ka ena tidak selu uhnya da i potensi hewan dapat diwu/udkan, tentunya ka ena penga uh da i be ope ainya be bagai kendala da i lingkungan& .ua spesies hewan atau lebih yang hidup be sama dalam satu habitat dikatakan be kohabitasi atau be koeksistensi& 4ewan-hewan yang be koeksistensi biasanya memilki kese upaan dalam kisa an tole ansi dan p efe endum te hadap fakto lingkungan dalam habitat, bahkan mungkin /uga memiliki kese upaan dalam /enis sumbe daya yang dibutuhkan& 0e dasa kan konsep elung ekologi multidimensi, hal ini be a ti anta a kedua populasi te sebut memiliki keselingkupan elung atau bebe apa dimensi& :ika dalam suatu saat /umlah sumbe daya yang dibututhkan te batas maka akan te /adi pe saingan& #&? 7sas Ekslusi 8e saingan dan 8emisahan Relung Ekologi 7sas @Ekslusi 8e sainganA atau atu an @GauseA menyatakan bahwa suatu elung ekologi tidak dapat ditempati se!a a simultan dan sempu na oleh populasi stabil lebih da i satu spesies& "ehubungan dengan asas te sebut diatas, menu ut @ 7sas koeksistensiA, bebe apa spesies yang dapat hidup se!a a langgeng dalam habitat yang sama ialah spesies-spesies yang elung ekologinya be beda-be beda& .a win menyatakan bahwa semakin besa pe bedaanpe bedaan yang dipe lihatkan oleh be bagai spesies yang hidup disuatu tempat, makin besa pula /umlah spesies yang dpat hidup disuatu tempat itu& pe nyataan da winte sebut dikenal sebagai @ 7sas dive gensiA& .a i u aian te sebut diatas tampak bahwa aspek elung ekologi yang menyangkut dimensi sumbe daya, khususnya yang vital untuk pe tumbuhan dan pe kembangbiakan da i bebe apa spesies ha us be beda (te pisah) aga dapat be koeksisitensi dalam habitat yang sama& 8e bedaan atau pemisahan elung itu /uga men!akup aspek waktu aktif&

470+B7B )& 8enge tian 4abitat

4abitat suatu o ganisme adalah tempat o ganisme itu hidup, atau tempat kemana seseo ang ha us pe gi untuk menemukan o ganisme te sebut& +stilah habitat banyak digunakan , tidak sa/a dalam ekologi tetapi dimana sa/a& Betapi pada umumnya istilah ini dia tikan sebagai tempat hidup suatu makhluk hidup& (ontohnya habitat Notone!ta (se/enis binatang ai ) adalah dae ah-dae ah kolam, danau dan pe ai an yang dangkal yang penuh ditumbuhi vegetasi& 4abitat ikan mas ((yp inus !a pio) adalah di pe ai an tawa , habitat pohon du ian (.u io 6ibhetinus) adalah di tanah da at data an endah& 8ohon enau tumbuh di tanah da at data an endah sampai pegunungan, dan habitat e!eng gondok di pe ai an te buka& 9enu ut "ambas Ci akusumah dalam .asa -.asa Ekologi, habitat adalah tole ansi dalam o bit dimana suatu spesies hidupte masuk fakto lingkungan yang !o!ok dengan sya at hidupnya& 1 bit adalah uang kehidupan spesies lingkungan geog afi yang luas, sedangkan habitat menyatakan uang kehidupan lingkungan lokasinya& 9o ison (#$$#) mendefinisikan habitat sebagai sumbe daya dan kondisi yang ada di suatu kawasan yang be dampak ditempati oleh suatu spe!ies& 4abitat me upakan o ganismspe!ifi!3 ini menghubungkan kehadi an spe!ies, populasi, atau idndividu (satwa atau tumbuhan) dengan sebuah kawasan fisik dan ka akte istik biologi& 4abitat te di i lebih da i sekeda vegatasi atau st uktu vegetasiD me upakan /umlah kebutuhan sumbe daya khusus suatu spe!ies& .imanapun suatu o ganisme dibe i sumbe daya yang be dampak pada kemampuan untuk be tahan hidup, itulah yang disebut dengan habitat& 4abitat tidak sama dengan tipe habitat& Bipe habitat me upakan sebuah istilah yang dikemukakan oleh .oubenmi e ()%=;3#*-2#) yang hanya be kenaan dengan tipe asosiasi vegetasi dalam suatu kawasan atau potensi vegetasi yang men!apai suatu tingkat klimaks& 4abitat lebih da i sekeda sebuah kawasan vegetasi (sepe ti hutan pinus)& +stilah tipe habitat tidak bisa digunakan ketika mendiskusikan hubungan anta a satwa lia dan habitatnya& 'etika kita ingin menun/ukkan vegetasi yang digunakan oleh satwa lia , kita dapat mengatakan asosiasi vegetasi atau tipe vegetasi didalamnya& 'ete sediaan habitat menun/uk pada aksesibiltas komponen fisik dan biologi yang dibutuhkan oleh satwa, be lawanan dengan kelimpahan sumbe daya yang hanya menun/ukkan kuantitas habitat masing-masing o ganisme yang ada dalam habitat te sebut (Ciens )%;?3?$#)& "e!a a teo i kita dapat menghitung /umlah dan /enis sumbe daya yang te sedia untuk satwaD se!a a p aktek, me upakan hal yang hampi tidak mungkin untuk menghitung kete sediaan sumbe daya da i sudut pandang satwa (Litvaitis et al&, )%%?)& 'ita dapat menghitung kelimpahan spe!ies p ey untuk suatu p edato te tentu, tetapi kita tidak bisa mengatakan bahwa semua p ey yang ada di dalam habitat dapat dimangsa ka ena adanya bebe apa batasan, sepe ti kete sediaan !ove yang banyak yang membatasi aksesibilitas p edato untuk memangsa p ey& 4al yang sama /uga te /adi pada vegetasi yang be ada di lua /angkauan suatu satwa sehingga susah untuk dikonsumsi, walaupun vegetasi itu me upakan kesukaan satwa te sebut& 9eskipun menghitung kete sediaan sumbe daya aktual me upakan hal yang penting untuk memahami hubungan anta a satwa lia dan habitatnya, dalam p aktek /a ang dilakukan ka ena sulitnya dalam menentukan apa yang sebena nya te sedia dan apa

yang tidak te sedia (Ciens )%;?3?$=)& "ebagai konsekuensinya, mengkuantifikasi kete sediaan sumbe daya biasanya lebih ditekankan pada penghitungan kelimpahan sumbe daya sebelum dan sesudah digunakan oleh satwa dalam suatu kawasan, da ipada kete sediaan aktual& 'etika aksesibilitas sumbe daya dapat ditentukan te hadap suatu satwa, analisis untuk menaksi kesukaan habitat dengan membandingkan penggunan dan kete sediaan me upakan hal yang penting& #& 9ak ohabitat dan 9ik ohabitat

0ebe apa istilah sepe ti mak ohabitat dan mik ohabitat penggunaannya te gantung dan me u/uk pada skala apa studi yang akan dilakukan te hadap satwa men/adi pe tanyaan& (:ohnson, )%;$)& .engan demikian mak ohabitat dan mik ohabitat ha us ditentukan untuk masing-masing studi yang be kenaan dengan spesies spesifik& "e!a a umum, ma! ohabitat me u/uk pada !i i khas dengan skala yang luas sepe ti 6ona asosiasi vegetasi (0lo!k and 0 ennan, )%%2) yang biasanya disamakan dengan level pe tama seleksi habitat menu ut :ohnson& 9ik ohabitat biasanya menun/ukkan kondisi habitat yang sesuai, yang me upakan fakto penting pada level #-? dalam hie a khi :ohnson& 1leh sebab itu me upakan hal yang tepat untuk menggunakan istilah mik ohabitat dan mak ohabitat dalam sebuah pandangan elatif, dan pada skala pene apan yang ditetapkan se!a a eksplisit& 0atas anta a mik ohabitat yang satu dengan mik ohabitat yang lain tidaklah nyata, namun demikian mik ohabitat memegang pe anan penting dalam menentukan keaneka agaman /enis yang mempenga uhi habitat itu& (ontoh mak ohabitat dan mik ohabitat 3 1 ganisme penghan!u (pembusuk) daun hanya hidup pada lingkungan sel-sel daun lapisan atas fotosintesis, sedangkan spesies o ganisme penghan!u lainnya hidup pada sel-sel daun bawah pada lemba daun yang sama hingga me eka hidup bebas tidak saling mengganggu& Lingkungan sel-sel dalam selemba daun di atas disebut mik ohabitat sedangkan keselu uhan daun dalam lingkungan mak o disebut mak ohabitat& 4abitat dalam batas te tentu sesuai dengan pe sya atan makhluk hidup yang menghuninya& 0atas bawah pe sya atan hidup itu disebut titik minimum dan batas atas disebut titik maksimum& 7nta a dua kisa an itu te dapat titik optimum& 'etiga titik itu yaitu titik minimum, titik maksimum dan titik optimum disebut titik !a dinal& 7pabila sifat habitat be ubah sampai dilua titik minimum atau maksimum, makhluk hidup itu akan mati atau ha us pindah ke tempat lain& 9isalnya /ika te /adi a us te us-mene us di pantai habitat bakau, dapat dipastikan bakau te sebut tidak akan be tahan hidup & 7pabila pe ubahannya lambat, misalnya te /adi selama bebe apa gene asi, makhluk hidup umumnya dapat menyesuaikan di i dengan kondisi ba u di lua batas semula&9elalui p oses adaptasi itu sebena nya telah te bentuk makhluk hidup yang mempunyai sifat lain yang disebut va ietas ba u atau as ba u bahkan dapat te bentuk /enis ba u& 0e dasa kan va iasi habitat menu ut waktu dibagi men/adi ? ma!am (' amadib ata,)%%=) yaitu 3 a& 4abitat yang konstan

Eaitu habitat yang kondisinya te us-mene us elatif baik atau ku ang baik&

b&

4abitat yang be sifat memusim

Eaitu habitat yang kondisinya elatif te atu be ganti-ganti anta a baik dan ku ang baik& !& 4abitat yang tidak menentu

Eaitu habitat yang mengalami suatu pe iode dengan kondisi baik yang lamanya be va iasi diselang-selingi oleh pe iode dengan kondisi ku ang baik yang lamanya /uga be va iasi sehingga kondisinya tidak dapat di amal& d& 4abitat yang epheme al

Eaitu habitat yang mengalami pe iode dengan kondisi baik yang be langsung elatif singkat diikuti oleh suatu pe iode dengan kondisi yang ku ang baik yang be langsungnya lama sekali& ( ' amadib ata, )%%= )& 4abitat sebagai fungsi da i uang dapat dikenal dengan 3 a& 4abitat yang be kesinambungan 3 meliputi a ea dengan kondisi baik luas sekali, melebihi dae ah yang dapat di/ela/ahi hewan& b& 4abitat yang te putus-putus 3 menun/ukan a ea yang be kodisi baik dan tidak be selang seling se ta hewan dengan mudah dapat menyeba da i a ea baik yang satu ke yang lainnya& !& 4abitat yang te isolasi 3 a ea yang te batas dan te pisah /auh da i a ea lainnya sehingga hewan tidak dapat men!apainya ke!uali bila didukung fa!to kebetulan& 4abitat makhluk hidup dapat lebih da i satu, misalnya bu ung pipit, habitat untuk men!a i makannya adalah di sawah dan habitat untuk be telu adalah pohon-pohonan di kampung& +kan salem yang te kenal di E opa dan 7me ika uta a, waktu dewasa mempunyai habitat di laut& Caktu akan be telu ikan itu be enang ke sungai sampai ke hulu& .i dae ah hulu ikan be telu & 7nak ikan untuk bebe apa tahun tinggal di sungai& 'emudian pe gi ke laut untuk men/adi dewasa sampai saatnya ikan akan be telu & +stilah habitat dapat dipakai untuk menun/ukkan tempat tumbuh sekelompok o ganisme da i be bagai /enis yang membentuk suatu komunitas& 9isalnya, kita boleh mengunakan istilah habitat padang umput, habitat hutan mang ove, dan sebagainya& .alam hal ini habitat sekelompok o ganisme men!akup lingkungan abiotik dan lingkungan biotik& (http3<<id&wikipedia&o g<wiki<4abitat)

+NBER7'"+, 'E.U.U'7N RELUNG E'1L1G+ .7N N+(4E "8E"+E"

1 ganisme tidak dapat hidup sendi i di alam, tetapi selalu be sama-sama dengan spesies lain, akan tetapi pada bebe apa spesies, kehadi an spesies lain tidak be penga uh, tetapi pada bebe apa kasus, spesies-spesies te sebut akan saling be inte aksi& 'ebe adaan inte aksi ini menu/u satu a ah yaitu populasi suatu spesies akan be ubah dengan kehadi an spesies kedua +stilah elung (nis!he) pe tama kali dikemukakan oleh :oseph G innell pada tahun )%)*& 9enu ut G inne , elung me upakan bagian da i habitat yang disebut dengan mik ohabitat& .engan pandangan sepe ti ini, G innell mengatakan bahwa setiap elung hanya dihuni oleh satu spesies& 8andangan elung yang dikemukakan oleh G innell inilah yang disebut dengan elung habitat& (ontoh, /ika kita mengatakan elung habitat da i kala/engking, maka kita akan men/elaskan mik ohabitat kala/engking te sebut& .engan demikian kitaha us men/elaskan pada suhu dan kelembaban be apa kala/engking hidup, apakah dia tahan te hadap !ahaya atau tidak, apakah dia hidup di tanah dalam lubang, atau di pohon, dan sebagainya&

"etelah G innell, (ha les Elton ()%#*) se!a a te pisah menyatakan bahwa elung me upakan fungsi atau pe anan spesies di dalam komunitasnya& 9aksud da i fungsi dan pe anan ini adalah kedudukan suatu spesies dalam komunitas dalam kaitannya dengan pe istiwa makan memakan dan pola-pola inte aksi yang lain& +nilah yang disebut dengan elung t ophik& "ebagai !ontoh kalau kita menyatakan elung t ophik da i katak sawah, maka kita ha us men/elaskan bahwa katak itu makan apa dan dimakan oleh siapa, apakah dia he bivo e, ka nivo a, atau omnivo e, apakah dia be sifat !ompetito bagi yang lain, dll& 0e beda dengan Elton, maka 4ut!hinson()%5;) menyatakan bahwa elung adalah kisa an be bagai va iabel fisik dan kimia se ta pe anan biotik yang memungkinkan suatu spesies dapat su vival dan be kembang di dalam suatu komunitas& +nilah yang disebut dengan elung multidimensi (hipe volume)& "ependapat dengan penge tian elung ini, maka 'endeigh ()%;$) menyatakan bahwa elung ekologik me upakan gabungan khusus anta a fa!to fisiko kimiawi (mi! ohabitat) dengan kaitan biotik (pe anan) yang dipe lukan oleh suatu spesies untuk aktifitas hidup dan eksistensi yang te us mene us di dalam komunitas& .engan kata lain dapat dinyatakan bahwa elung multidimensi me upakan gabungan da i elung habitat dan elung t ophik& "ebagai !ontoh, kalau menyatakan elung multidimensi da i tikus sawah, be a ti kita men/elaskan tentang mik ohabitatnya dan sekaligus men/elaskan tentang apa makanannya dan siapa p edato nya, dll& elung ekologi (e!ologi!al ni!he) adalah /umlah total semua penggunaan sumbe daya biotik dan abiotik oleh o ganisme di lingkungannya& "alah satu !a a unuk menangkap konsep itu adalah melalui analogi yang dibuat oleh ahli ekologi Eugene 1dum 3 :ika habitat suatu o ganisme adalah alamatnya, elung adalah peke /aannya& .engan kata lain, elung suatu o ganisme adalah pe anan ekologisnya bagaimana ia ,!o!ok dengan- suatu ekosistem& Relung suatu populasi kadal pohon t opis, misalnya te di i da i banyak va iabel, anta a lain kisa an suhu yang dapat ia tole i , uku an pohon dimana ia be tengge , waktu siang ha i ketika ia aktif, se ta uku an dan /enis se angga yang ia makan&

+stilah elung fundamental (fundamental ni!he) menga!u pada kumpulan sumbe daya yang se!a a teo istis mampu digunakan oleh suatu populasi dibawah keadaan ideal& 8ada kenyataannya, masing-masing populasi te libat dalam /a ing-/a ing inte aksi dengan populasi spesies lain, dan pembatas biologis, sepe ti kompetisi, p edasi, atau ketidakhadi an bebe apa sumbe daya yang dapat digunakan, bisa memaksa populasi te sebut untuk hanya menggunakan sebagian elung fundamentalnya& "umbe daya yang sesungguhnya digunakan oleh suatu populasi se!a a kolektif disebut elung ealisasi ( eali6ed ni!he)Fnya& "eka ang kita dapat menyatakan kembali p insip eksklusi kompetitif untuk menyatakan bahwa dua spesies tidak dapat hidup be sama-sama dalam suatu komunitas /ika elungnya identik& 7kan tetapi, spesies yang se!a a ekologis se upa, dapat hidup be sama-sama dalam suatu komunitas, /ika te dapat satu atau lebih pe bedaan yang be a ti dalam elung me eka& 0ila dua spesies be gantung pada sumbe te tentu dalam lingkungannya, maka me eka saling be saing untuk mendapatkan sumbe te sebut& Eang paling se ing te /adi, sumbe yang dipe ebutkan te sebut adalah makanan, tetapi dapat pula hal-hal sepe ti tempat be lindung, tempat be sa ang, sumbe ai , dan tempat yang disina i mataha i (untuk tumbuhan)& "emua pe sya atan ekologis suatu spesies me upakan elung ekologis spesies te sebut& Relung ekologis suatu o ganisme ha us te sedia di dalam habitatnya& 7kan tetapi, konsep elung menyangkut pe timbangan yang tidak hanya sekeda tempat tinggal o ganisme& 'edudukan yang ditempati oleh suatu spesies di dalam /a ing-/a ing makanan me upakan fakto utama dalam menentukan elung ekologisnya& Betapi fakto lain /uga ikut te libat& "ebagai !ontoh kisa an suhu, kelembaban, salinitas dan sebagainya, yang dapat dite ima oleh setiap dua spesies dalam suatu habitat untuk ikut menentukan elung ekologisnya& .engan mengetahui alamat (habitat) seseo ang, maka kita tahu ke mana kita !a i o ang te sebut, tetapi /ika kita mengetahui peke /aan, hobi, dan !a a-!a a bagaimana o ang itu be gaul dengan o ang lain dalam masya akat, kita akan mengetahui lebih banyak lagi mengenai o ang te sebut& .emikian pula, elung ekologis seeko hewan meliputi semua aspek da i kedudukan yang ditempati oleh hewan te sebut di dalam ekosistem tempat ia hidup& Ni!he adalah /umlah pe sya atan habitat yang memungkinkan suatu spesies untuk be tahan dan menghasilkan ketu unan .efinisi singkat da i ni!he adalah bagaimana sebuah o ganisme membuat kehidupan& Ni!he ekologi men/elaskan bagaimana o ganisme atau populasi menanggapi dist ibusi sumbe daya dan pesaing (misalnya, dengan menumbuhkan ketika sumbe daya yang melimpah, dan ketika p edato , pa asit dan patogen langka) dan bagaimana hal itu pada gili annya mengubah fakto -fakto yang sama (misalnya, membatasi akses ke sumbe daya dengan o ganisme lain, be tindak sebagai sumbe makanan bagi p edato dan konsumen mangsa)& "pesies yang be beda tidak dapat menempati ni!he yang sama (atau guild)& ni!he adalah segmen yang sangat spesifik e!ospa!e ditempati oleh spesies tunggal& Be dapat tiga pendekatan utama bagi pembentukan populasi ba u tumbuhan maupun hewan, yaitu3 Reint oduksi yaitu upaya melepaskan o ganisme hasil penangka an atauun tangkapan ke dae ah seba an asal yang pe nah mengalami kepunahan spesies te sebut& Bu/uannya adalah untuk men!iptakan populasi ba i di lingkungan asalnya dan mempe baiki ekosistem yang usak&

8enambahan (7ugmentasi) yaitu upaya melepas individu be i ke suatu populasi untuk menambah atau meningkatkan uku an populasi te sebut maupun kumpulan gennya& +ndividu yang dilepaskan te sebut dapat be upa hasil da i penangkapan maupun penangka an& +nt oduksi yaitu men!akup pemindahan satwa dan tumbuhan ke dae ah dilua seba an alaminya& 8endekatan ini pe lu dilakukan bila lokasi mengalami ke usakan sehingga spesies te sebut tidak mampu be tahan atau mengalami deg adasi sehingga menyulitkan kebe langsungan hidup spesies te sebut&

GUE"B+1N-

0ER+'7N 8E90747"7N 9ENG787 +NBER7'"+ "8E"+E", 'E.U.U'7N RELUNG E'1L1G+ .7N N+(4E 97"+NG 97"+NG "8E"+E" 8ENB+NG 07G+ 'E0ER47"+L7N 2 8R1GR79 8E90ENBU'7N 818UL7"+ 07RU (RE+NBR1.U'"+, 7UG9ENB7"+ .7N +NBR1.U'"+)

7N"CER"-

:adi dapat disimpulkan bahwa hubungan anta a inte aksi, kedudukan elung ekologi dan ni!he sangat be pe an penting dalam kebe hasilan 2 p og am pembentukan populasi ba u& +nte aksi sendi i me upakan hal yang te penting dalam kehidupan o ganisme& 1 ganisme tidak dapat hidup sendi i sendi i melainkan be sama-sama dengan yang lainnya dan melakukan inte aksi& +nte aksi disini sangat be penga uh pada p og am Reint oduksi yang be tu/uan untuk men!iptakan populasi ba u di lingkungan asalnya& .engan adanya inte aksi maka populasi suatu spesies akan be ubah dengan kehadi an spesies kedua& Bidak hanya eint oduksi, inte aksi pun be pe an dalam p og am int oduksi ka ena dalam p og am int oduksi me pakan p og am pemindahan satwa dan tumbuhan ke dae ah lua seba an alaminya& .engan adanya inte aksi yang baik anta spesies maka p og am ini akan be /alan baik ka ena spesies dapat be adaptasi dengan baik dan tidak menyebabkan kepunahan ke ana dapat be tahan di populasi yang ba u& "edangkan kedudukan elung ekologis sangat be pe an dalam p og am penambahan (augmentasi) ka ena elung ekologis sendi i be pe an sangat penting dalam kehidupan suatu o ganisme& 'edudukan Relung ekologi mempe timbangkan banyak hal yang tidak hanya tempat tinggal o ganisme& 'edudukan elung ekologi dalam /a ing-/a ing makan me upakan fakto yang penting dalam penambahan dan meningkatkan uku an da i o ganisme te sebut& Betapi fakto lain /uga ikut te libat& "ebagai !ontoh kisa an suhu, kelembaban, salinitas dan sebagainya, yang dapat dite ima oleh setiap dua spesies dalam suatu habitat untuk ikut menentukan elung ekologisnya& "ehingga dengan melepaskan individu yang ba u ke dalam suatu populasi dan menempatkan o ganisme dalam elung ekologi yang sesuai maka p og am penambahan (augmentasi) akan be /alan lan!a & "edangkan ni!he me upakan kemampuan suatu spesies untuk be tahan dan menghasilkan ketu unan& .efinisi ni!he sendi i adalah bagaimana o ganisme atau populasi menanggapi dist ibusi sumbe daya dan pesaing di dalam habitatnya& 8enga uh ni!he sendi i dalam p og am int oduksi adalah bagaimana kemampuan o ganisme menyesuaikan di i dengan lingkungan ba unya& 8endekatan dengan metode int oduksi dilakukan apabila tempat asal

spesies mengalami ke usakan yang menyebabkan penu unan populasi tidak bisa dihambat& :ikan ni!he masing-masing spesies be /alan dengan baik dan dapat be tahan pada dae ah ba u maka penu unan populasi bisa dihinda i& Relung ekologi (e!ologi!al ni!he) adalah /umlah total semua penggunaan sumbe daya biotik dan abiotik oleh o ganisme di lingkungannya& "alah satu !a a unuk menangkap konsep itu adalah melalui analogi yang dibuat oleh ahli ekologi Eugene 1dum 3

:ika habitat suatu o ganisme adalah alamatnya, elung adalah peke /aannya& .engan kata lain, elung suatu o ganisme adalah pe anan ekologisnya bagaimana ia ,!o!ok dengan- suatu ekosistem& Relung suatu populasi kadal pohon t opis, misalnya te di i da i banyak va iabel, anta a lain kisa an suhu yang dapat ia tole i , uku an pohon dimana ia be tengge , waktu siang ha i ketika ia aktif, se ta uku an dan /enis se angga yang ia makan&

+stilah elung fundamental (fundamental ni!he) menga!u pada kumpulan sumbe daya yang se!a a teo istis mampu digunakan oleh suatu populasi dibawah keadaan ideal& 8ada kenyataannya, masing-masing populasi te libat dalam /a ing-/a ing inte aksi dengan populasi spesies lain, dan pembatas biologis, sepe ti kompetisi, p edasi, atau ketidakhadi an bebe apa sumbe daya yang dapat digunakan, bisa memaksa populasi te sebut untuk hanya menggunakan sebagian elung fundamentalnya& "umbe daya yang sesungguhnya digunakan oleh suatu populasi se!a a kolektif disebut elung ealisasi ( eali6ed ni!he)Fnya&

"eka ang kita dapat menyatakan kembali p insip eksklusi kompetitif untuk menyatakan bahwa dua spesies tidak dapat hidup be sama-sama dalam suatu komunitas /ika elungnya identik& 7kan tetapi, spesies yang se!a a ekologis se upa, dapat hidup be sama-sama dalam suatu komunitas, /ika te dapat satu atau lebih pe bedaan yang be a ti dalam elung me eka&

0ila dua spesies be gantung pada sumbe te tentu dalam lingkungannya, maka me eka saling be saing untuk mendapatkan sumbe te sebut& Eang paling se ing te /adi, sumbe yang dipe ebutkan te sebut adalah makanan, tetapi dapat pula hal-hal sepe ti tempat be lindung, tempat be sa ang, sumbe ai , dan tempat yang disina i mataha i (untuk tumbuhan)& "emua pe sya atan ekologis suatu spesies me upakan elung ekologis spesies te sebut&

4abitat dan elung& Bempat hidup seeko hewan disebut habitatnya, se/umlah habitat umum , anta a lain3 tanah be lumpu , bendungan, kuala, gu un, dan sebagainya& .alam golongangolongan besa ini te dapat pembagian-pembagian lagi& :adi bebe apa hewan di dae ah tepi danau meliang di dalam lumpu sedangkan yang lain hidup di anta a tumbuhan ini& "ubdivisi habitat demikian itu disebut mik ohabitat&

Relung ekologis suatu o ganisme ha us te sedia di dalam habitatnya& 7kan tetapi, konsep elung menyangkut pe timbangan yang tidak hanya sekeda tempat tinggal o ganisme&

'edudukan yang ditempati oleh suatu spesies di dalam /a ing-/a ing makanan me upakan fakto utama dalam menentukan elung ekologisnya& Betapi fakto lain /uga ikut te libat& "ebagai !ontoh kisa an suhu, kelembaban, salinitas dan sebagainya, yang dapat dite ima oleh setiap dua spesies dalam suatu habitat untuk ikut menentukan elung ekologisnya& .engan mengetahui alamat (habitat) seseo ang, maka kita tahu ke mana kita !a i o ang te sebut, tetapi /ika kita mengetahui peke /aan, hobi, dan !a a-!a a bagaimana o ang itu be gaul dengan o ang lain dalam masya akat, kita akan mengetahui lebih banyak lagi mengenai o ang te sebut& .emikian pula, elung ekologis seeko hewan meliputi semua aspek da i kedudukan yang ditempati oleh hewan te sebut di dalam ekosistem tempat ia hidup&

Biap fakto yang me upakan bagian da i elung suatu spesiesH)I biasanya be kisa sekita suatu kisa an nilai& :adi tiap o ganisme dapat menahan suatu kisa an te tentu da i suhu, kelembaban, 84 (misalnya tumbuhan atau o ganisme ai ) salinitas (misalnya hewan-hewan di kuala), dan sebagainya& 8ada umumnya o ganisme dengan kisa an tole ansi yang luas lebih te seba dibandingkan o ganisme dengan kisa an yang sempit&

7pakah suatu populasi bena -bena hidup dalam selu uh kisa an tole ansinya /uga be gantung pada /umlah pe saingan anta spesies yang ha us dihadapi& "e ing te /adi bahwa pe saingan anta spesies memaksa suatu spesies untuk hidup lebih dekat dengan batas tole ansinya da i yang biasa yang dilakukannya& :ika gulma itu tumbuh sendi i-sendi i, masing-masing tumbuh paling baik di tanah dengan 84 anta a 5 dan *& :ika ditanam be sama, pe saingan yang hebat anta a kedua tumbuhan menyebabkan kedua spesies itu tidak ada yang tumbuh subu di kisa an ini& Betapi pada 84 ?, lobak lia (Raphanus aphanist um) tumbuh dengan me ugikan musta d lia ("inapsis a vensis), pada 84 ; keadaan te balik& 'isa an tole ansi o ganisme biasanya tidak tetap selu uh hidupnya& "ebagai !ontoh, tanaman yang tumbuh dengan baik se ing dapat be hasil dipindahkan dan tumbuh dengan memuaskan di tempat benihnya tidak dapat tumbuh atau ke!ambahnya tidak dapat be tunas& 0anyak da i aspek tole ansi ini yang telah di analisis pada pe mulaan abad ini oleh J&E&"helfo d, ahli ekologi yang mempela/a i /a ing-/a ing makanan kompleks&

Relung ekologis bebe apa o ganisme itu elatif luas& 0u ung elang dapat mengubah dietnya sesuai dengan banyaknya bebe apa /enis hewan yang dapat di/adikan mangsanya& "ebaliknya elung kumbang buah kapas te lalu sempit makan tanaman kapas& :ika tidak ada tanaman kapas, maka tidak te dapat pula kumbang kapas& 7danya bebe apa elung yang sama dibe bagai tempat di dunia membantu men/elaskan fenomena evolusi konve gen& 'uskus te bang dan wombat di 7ust alia menghuni suatu elung yang di 7me ika Uta a dihuni oleh ba/ing te bang dan se/enis ma mot (wood!hu!k)& "ementa a elung- elung banyak spesies hewan di suatu komunitas tumpang tindih, mungkin sa/a tidak akan ada dua spesies yang menempati elung yang bena -bena sama di tempat yang sama pula& /ika ini te /adi, maka dapat diduga bahwa satu spesies akan lebih efisien dalam memanfaatkan elung te sebut da i spesies yang lain dan akhi nya akan menggantikan spesies yang ku ang efisien tadi&

76as penyisihan be saing ini tidak selamanya be laku& "ebagai !ontoh, dua spesies insekta menghuni elung yang sama tetapi fakto lain (!ua!a, pa isitisme, pemangsaan) dapat begitu bu uk, sehingga kedua populasi te sebut tidak ada yang dapat men/adi besa untuk mengu angi pe sediaan makanan& 7kan tetapi, pada umumnya, penelitian yang seksama mengenai kebiasaan makan dua spesies yang menempati elung yang sama mengungkapkan adanya pe bedaan-pe bedaan& "ementa a da i tiga bu ung fin!h .a wins, Geospi6a magni ot is, G& >o tis dan G& >uliginosa makan makanan yang sama dalam /umlah te tentu, masing-masing /uga bi/i-bi/ian dengan uku an yang bisanya tidak dimakan oleh yang lain&

'apasitas lingkungan yang te batas untuk menyediakan ene gi membe i batasan yang absolut te hadap uku an populasi& 7kan tetapi, batasan ini dalam keadaan alamiah tidak pe nah dapat di!apai& Biap sumbe makanan dimanfaatkan oleh lebih da i satu spesies& 0elalang, kelin!i, dan sapi, semuanya be saing untuk mendapatkan umput yang ada& .engan kata lain, kehadi an kelin!i mengu angi daya dukung lingkungan, yaitu kelin!i, untuk sapi, belalang& 'edua hewan ini pada gili annya, untuk kelin!i dan untuk di i masing-masing& :adi populasi me eka te kendali oleh pe saingan di anta a me eka& .alam keadaan demikian, kita dapat mengha gai bahwa tiap sifat yang ditu unkan yang mengu angi keke asan pe saingan anta spesies akan melalui seleksi alamiah, !ende ung untuk menetap di dalam populasi& Eang biasanya dihasilkan adalah evolusi adaptasi yang meningkatkan efisiensi makan pada spesies itu& 8e saingan yang sengit anta a dua da i bu ung fin!h .a win, (ama hyn!hus paupe dan (& 8sitta!ula demi bi/i dengan uku an te tentu untuk dimakan, be akibat evolusi be sifat menga ah yang kuat& 4asilnya adalah pe gantian !i i dan dengan demikian pengu angan dalam de a/at ketumpang tindihan kedua elung me eka sehingga kedua spesies itu seka ang dapat hidup be dampingan&

7kan tetapi, peningkatan efisiensi makan dise tai dengan peningkatan spesialisasi dan hasilnya adalah hewan elung tiap spesies men/adi semakin sempit& 'umbang buah kapas dan ngengat dengan belalai pan/angnya #5 !m, masing-masing me upakan !ontoh da i spesialisasi makan yang ekst im& Relung me eka sempit, tetapi me eka dapat memanfaatkan lebih efisien da i saingannya&

Bumbuhan /uga selalu be saing dengan tumbuhan lain untuk sina mataha i, tanah, ai , dan mine al& Untuk mendapatkannya, te dapat banyak adaptasi khusus yang dipakai oleh tumbuhan untuk mengu angi pe saingan anta spesies& "pesies dengan sistem aka dangkal mampu be dampingan dengan speies be aka dalam ka ena masing-masing menye ap di kedalaman yang be lainan& 0enih da i spesies yang tahan naungan dapat gagal untuk be ke!ambah di tempat yang te ang ka ena di situ me eka akan kalah be saing, dan demikian pula benih spesies yang tak tahan naungan tidak akan be kembang dengan baik di tempat yang banyak naungannya& .i gu un pasi , daun semak apuh (b ettlebush) yang gugu meninggalkan a!un di tanah yang menyebabkan tumbuhan lain men/auh& Evolusi epifitisme, tumbuhan liana, dan (pada banyak tumbuhan pe du) pe tumbuhan sebelum pohon-pohon hutan be daun penuh, me upakan adaptasi aga dapat be saing se!a a lebih efektif untuk sina mataha i&

H)I1 ganisme yang dapt melakukan pe kawinan dan menghasilkan ketu unan fe tile, yaitu ketu unan yang mampu be kembang biak&