Anda di halaman 1dari 4

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) GIZI SEIMBANG PADA LANSIA

Hari/tanggal : 25 April 2013 Jam/waktu : 09. 00 WIB / 20 Menit Pokok Bahasan : Gizi Seimbang Pada Lansia Sub Bahasan : Pengertian gizi seimbang pada lansia Macam-macam nutrisi pada lansia Fungsi nutrisi pada lansia Contoh menu seimbang pada lansia Masalah gizi pada lansia Perencanaan makanan pada lansia. Sasaran Tempat : Para Lansia : Ruangan

1. 2. 3. 4. 5. 6.

A. Tujuan 1. Tujuan Umum Setelah pemberian penyuluhan tentang Gizi seimbang Pada Lansia di harapkan para lansia dapat,memahami,menyusun dan melakukan gizi seimbang pada lansia. 2. Tujuan Khusus a. Lansia mampu Menyebutkan pengertian gizi seimbang pada lansia b. Lansia mampu Menyebutkan macam-macam nutrisi pada lansia c. Lansia mampu Menyebutkan Fungsi nutrisi pada lansia d. Lansia mampu menyusun Contoh menu seimbang pada lansia e. Lansia mampu menyebutkan Masalah gizi pada lansia f. Lansia mampu menyebutkan Perencanaan makanan pada lansia.

B. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Garis-Garis Besar Materi Pengertian gizi pada lansia Macam-macam nutrisi pada lansia Fungsi nutrisi pada lansia Contoh menu seimbang pada lansia Masalah gizi pada lansia Perencanaan makanan pada lansia.

C. Metode 1. Ceramah 2. Tanya jawab D. Media Lembar balik E. Proses Kegiatan Penyuluhan

N o

Tahap Pendahulua n

waktu 5 menit 1. a. b. 2.

Kegiatan penyuluhan

Kegiatan peserta

ke t

Membuka peretemuan Membalas salam Memberi salam Memperkenalkan diri Memperhatikan Melakukan kontrak waktu

Penyajian

10meni t

Pengertian gizi Memperhatikan seimbang pada lansia Macam-macam nutrisi Memperhatikan pada lansia Fungsi nutrisi pada lansia Contoh menu seimbang pada lansia Masalah gizi pada lansia Perencanaan makanan pada lansia. Memperhatikan Memperhatikan Memperhatikan Memperhatikan

Penutup

5 menit 1. Melakukan evaluasi d Menjawab pertanyaan an a. Menjawab pertanyaan b. Bertanya pada penyuluh Membal c. Menutup penyuluhan as salam Memberi salam penutup

F. Evalusia 1. Setelah melakukan penyuluhan pada peserta dapat mengerti dan memahami serta dapat menerapkan dan juga mempraktekkan langsung dalam kehidupan dan menyebutkan manfaat gizi bagi lansia; a. Makanan sumber zat tenaga b. Makanan sumber zat pembangun c. Makanan sumber zat pengatur

G. Lampiran Materi 1. GIZI SEIMBANG PADA LANSIA Pengertian gizi seimbang pada lansia Gizi seimbang pada lansia adalah Susunan makanan yang mengandung cukup semua unsur gizi yang di butuhkan oleh para lansia Macam-macam nutrisi pada lansia Karbohidrat Sumber : Nasi, roti, mie, jagung, ubi, kentang. Protein Sumber zat pembangun ini terdirid dari 2 jenis, yaitu Nabati ; Tempe, tahu dan kacang-kacang Hewani ; Telur, ikan dan daging Zat pengatur Berasal dari semua jenis sayur-sayuran dan buah-buahan. Makanan ini mengandung berbagai vitamin dan mineral. Jadi yang ideal adalah setiap makan siang dan malam hidangan tersebut terdiri dari kelompok makanan (makanan pokok, lauk-pauk, sayur dan buah) Fungsi nutrisi pada lansia Karbohidrat (Zat sumber energi) zat sumber tenaga yang menunjang aktivitas sehari-hari. Protein (zat pembngun) Zat pembangun ini sangat berguna untuk pertumbuhan dan perkem bangan kecerdasan seseorang. zat pengatur zat pengatur ini sangat berguna untuk mengatur metabolism di dalam tubuh lansia yang semakin kurang membaik

2. a. b. 1) 2) c.

3. a. b.

c.

4. a. b. c. d. e. 5. a.

Contoh menu seimbang untuk lansia dalam sehari Nasi / penggantinya : 1 2 piring Lauk hewani : 2 potong Lauk nabati : 3 potong Sayuran : 1 mangkuk Buah-buahan : 3 potong Masalah gizi pada lansia Gizi berlebih Gizi berlebih pada lansia banyak terjadi di negara-negara barat dan kota-kota besar. Kebiasaan makan banyak pada waktu muda menyebabkan berat badan berlebih, apalai pada lansia penggunaan kalori berkurang karena berkurangnya aktivitas fisik. Kebiasaan makan itu sulit untuk diubah walaupun disadari untuk mengurangi makan. Kegemukan merupakan salah satu pencetus berbagai penyakit, misalnya penyakit jantung, kencing manis, dan darah tinggi. b. Gizi kurang Gizi kurang sering disebabkan oleh masalah-masalah social ekonomi dan juga karena gangguan penyakit. Bila konsumsi kalori terlalu rendah dari yang dibutuhkan menyebabkan berat badan kurang dari normal. Apabila hal ini disertai dengan kekurangan protein menyebabkan kerusakan-kerusakan sel yang tidak dapat diperbaiki, akibatnya rambut rontok, daya tahan terhadap penyakit menurun, kemungkinan akan mudah terkena infeksi.

c.

Kekurangan vitamin dan mineral. Bila konsumsi buah dan sayuran dalam makanan kurang dan ditambah dengan kekurangan protein dalam makanan akibatnya nafsu makan berkurang, penglihatan menurun, kulit kering, penampilan menjadi lesu dan tidak bersemangat.

6. Perencanan makanan pada lansia a. Menu hendaknya mengandung zat gizi dari beraneka ragam bahan makanan yang terdiri dari zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. b. Jumlah kalori yang baik untuk dikonsumsi oleh usia lanjut adalah 50% dari Hidrat Arang yang bersumber dari Hidrat Arang kompleks. c. Jumlah lemak dalam makanan dibatasi, yang 25-30% dari total kalori. d. Jumlah protein yang dikonsumsi sebaiknya 8-10% dari total kalori. e. Makanan sebaiknya mengandung serat dalam jumlah besar yang bersumber pada buah, sayur dan beraneka pati, yang dikonsumsi dengan jumlah yang bertahap. f. Menggunakan bahan makanan yang tinggi kalsium, seperti susu nonfat, yoghurt, ikan. g. Makanan mengandung zat besi (Fe dalam jumlah besar, seperti kacang-kacangan, hati,daging, bayam atau sayuran hijau. h. Membatasi penggunaan garam. Perhatikan label makanan yang mengandung garam, seperti adanya monosodium glutamat, sodium bikarbonat, sodium citrat. i. Bahan makanan sebagai sumber zat gizi sebaiknya dari bahan makanan yang segar dan mudah dicerna. j. Hindari bahan makanan yang mengandung alkohol dalam jumlah besar. k. Makanan sebaiknya yang mudah dikunyah, seperti bahan makanan lembek. l. Perlu diperhatikan porsi makanan, jangan terlalu kenyang. Porsi makan hendaknya diatur merata dalam satu hari sehingga dapat makan lebih sering dengan porsi yang kecil. m. Lebih dianjurkan untuk mengolah makanan dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang kurangi makanan yang digoreng.,