Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM PARASITOLOGI

INVENTARISASI PARASIT PADA IKAN

OLEH : NAMA NIM ASISTEN : DALE AKBAR YOGASWARA : J1C111015 : DEWI RATNA SARI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI BIOLOGI BANJARBARU 2013

BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Penyakit pada ikan cukup beragam dan memerlukan penanganan yang berbeda-beda tergantung jenis penyakitnya. Untuk mengetahui jenis penyakit apa yang menimpa ikan lele peliharaan kita, bisa dilihat dari gejala-gejala luar ikan. Meski beberapa ikan tahan hidup dalam air yang berkualitas buruk, tetapi sanitasi air memegang peranan penting dalam menunjang kesehatan ikan. Penyakit parasitik merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering menyerang ikan terutama pada usaha pembenihan. Serangan parasit bisa

mengakibatkan

terganggunnya pertumbuhan, kematian bahkan

penurunan

produksi ikan. Berbagai organisme yang bersifat parasit mulai dari protozoa, crusstacea dan annelid (Gapoktan, 2010). Umumnya setiap parasit mempunyai siklus hidup yang rumit, yang kemungkinan merupakan hal penting dalam pengobatan ikan yang terserang parasit. Studi siklus hidup parasit merupakan hal penting untuk menentukan tindakan penanganan yang lengkap. Oleh karena itu praktikan merasa perlunya melakukan praktikum inventarisasi parasit pada ikan. Agar mampu melakukan tindakan preventif terhadap parasit ikan kedepannya. 1. 2. Tujuan Praktikum Tujuan dari percobaan percobaan ini mahasiswa diharapkan mampu menginventarisasi jenis ektoparasit dan endoparasit pada ikan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Parasitologi adalah bidang ilmu yang mempelajari mengenai simbiosis, terutama bentuk suatu organisme yang bersifat parasit. Dua organisme yang hidup bersama dan menguntungkan bagi salah satu atau kedua simbiont tersebut. Biasanya kedua simbiont adalah merupakan organisme yang berbeda spesies, tetapi juga dapat dari spesies yang sama. Organisme parasit hidup di dalam hospes dan menyebabkan sakit pada hospes. Ada dua bentuk parasit yaitu ektoparasit dan endoparasit (Darwanto, 2008). Parasitisme merupakan suatu bentuk hubungan antara dua organisma yang berlainan jenis yang satu disebut inang sedangkan yang lainnya disebut parasit, dimana parasit sangat bergantung pada dan hidup atas pengorbanan inangnya, baik secara biokimia maupun secara physiology (Mina, 2003). Ektoparasit adalah parasit yang hidup pada permukaan tubuh inang. Beberapa golongan parasit yang bersifat ektoparasit antara lain adalah ciliata, beberapa flagellata, monogenea, copepod, isopod, branchiuran dan

lintah,sedangkan endoparasit adalah parasit yang ditemukan pada organ bagian dalam inang. Golongan parasit yang masuk kelompok endoparasit antara lain adalah digenea, cestoda,nematoda, acantocephala, coccidia, microsporidia, dan amoeba. Selanjutnya ada istilah yang disebut Mesoparasit untuk memberikan istilah pada parasit yang menginfeksi ikan dimana sebagian dari tubuh parasit menembus sampai organ dalam tubuh inang sedangkan bagian tubuh lainnya berada diluar tubuh inang. Contoh mesoparasit adalah parasit Lernaeocera sp yang hidup pada rongga insang ikan gadid dan dapat menembus jantung ikan untuk mengisap darah (Mina, 2003). Adapun tanda-tanda dari ikan yang telah terkena serangan penyakit atau parasit adalah : 1. 2. 3. 4. Ikan terlihat pasif, lemah dan kehilangan keseimbangan. Nafsu makan mulai berkurang Malas berenang dan cenderung mengapung di permukaan air. Adakalanya ikan bergerak secara cepat dan tiba-tiba.

5.

Selaput lendimya berangsur-angsur berkurang atau habis, sehingga tubuh ikan tidak licin lagi (kesat).

6.

Pada permukaan tubuh ikan terjadi pendarahan, terutama dibagian dada, perut atau pangkal ekor.

7.

Di beberapa bagian tubuh ikan, sisiknya tampak rusak bahkan terlepas. Sering pula terlihat kulit ikan mengelupas.

8.

Sirip dada, punggung maupun ekor sering di jumpai rusak dan pecah-pecah, pada serangan yang lebih hebat kadang-kadang hanya tinggal jari-jari siripnya saja.

9.

Insang terjadi rusak sehingga ikan sulit untuk bernafas, wama insang menjadi keputih-putihan atau kebiru-biruan.

10.

Bagian isi perutnya terutama hati, berwarna kekuning-kuningan dan ususnya menjadi rapuh (Anshary, 2002).

BAB III METODE PRAKTIKUM 3. 1. Waktu dan tempat Kegiatan praktikum dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 30 Maret 2013, pukul 08.00 10.00 WITA bertempat di Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru. 3. 2. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah mikroskop, gelas penutup, gelas objek, alat bedah, cawan petri, dan kaca pembesar. Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah ikan nila, akuades, formalin 3%, dan larutan fisiologis (NaCl). 3. 3. Prosedur Kerja

A. Pemeriksaan Ektoparasit 1. Secara in-situ ikan diperiksa langsung secara visual di lokasi pengambilan sampel untuk mendapatkan gambaran awal kondisi ikan. 2. Pemeriksaan di laboratorium diawali dengan pengamatan morfologi organ luar mencakup kulit, sirip, tutup insang, mata dan insang untuk melihat keadaan ektoparasit. 3. Apabila ditemukan parasit kemudian dimasukkan kedalam cawan petri yang diberi larutan fisiologis atau akuades. 4. Diambil lendir dari permukaan tubuh ikan dengan menggunakan pisau belah dan dibuat preparat ulasan pada gelas objek yang telah ditetesi akuades. 5. 6. Diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran rendah terlebih dahulu. Dalam pemeriksaan insang, pertama-tama tutup insang dibuka dan seluruh bagian insang dilepaskan dan dipindahkan ke gelas objek yang telah ditetesi akuades. 7. Diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran rendah terlebih dahulu.

B. Pemeriksaan Endoparasit 1. Dibuka perut ikan dengan digunting perut bagian bawah mulai dari anus hingga ke bawah sirip dada.

2.

Dibuka penutup rongga perut dan digunting mengikuti tutup insang sehingga isi perutnya terlihat.

3.

Dipindahkan isi perut (viscera) ke cawan petri yang telah ditetesi akuades. Sebagian isi perut dipindahkan ke gelas objek.

4.

Diamati dibawah mikroskop.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. 1. Hasil Tabel 1. Hasil Pengamatan parasit pada ikan Nila (Oreochromis niloticus) No Gambar Keterangan Terdapat di insang 1 ikan nila (Dactylogyrus sp.)

Gambar 1 Dactylogyrus sp

Perbesaran 10x10 2 Terdapat di isi perut ikan nila(Oreochromis niloticus)

Perbesaran 10 x 10
Gambar 2 Triaenophorus lucii

Terdapat pada lendir 3 ikan nila (Oreochromis niloticus)

Perbesaran 10 x 10
Gambar 3 Argulus sp.

4. 2.

Pembahasan

Praktikum kali ini bertujuan agar mahasiswa mampu menginventarisasi jenis ektoparasit dan endoparasit pada ikan. Ikan yang diamati disini adalah ikan nila yang positif terkena parasit. Jenis parasit yang akan diamati adalah ektoparasit dan endoparasit. Ektoparasit adalah parasit yang hidupnya pada permukaan tubuh inang, sedangkan endoparasit adalah parasit yang hidup didalam tubuh inang. Inventarisasi dengan pengamatan langsung ektoparasit dan endoparasit pada ikan dilaksanakan dengan objek ikan nila. Inventarisasi yang didapat adalah Argulus sp., Dactylogyrus sp.,dan Triaenophorus lucii. 4.2.1. Dactylogurus sp. Dactylogyrus sp. termasuk cacing tingkat rendah (Trematoda) dan sering menyerang pada bagian insang ikan air tawar, payau dan laut. Pada bagian tubuhnya terdapat posterior Haptor. Haptornya ini tidak memiliki struktur cuticular dan memiliki satu pasang kait dengan satu baris. Cacing dewasa berukuran 0,2 0,5 mm. Mempunyai dua pasang eye spots pada ujung anterior. Sucker terletak dekat ujung anterior. Pada ujung posterior tubuh terdapat alat penempel yang terdiri dari 2 kait besar yang dikelilingi 16 kait lebih kecil disebut Opisthaptor. Mempunyai testis dan ovary. Parasit Dactylogyrus sp. mempunyai siklus hidup langsung yang melibatkan satu inang. Parasit ini merupakan ektoparasit pada insang ikan. Telurtelur yang dilepaskan akan menjadi larva cilia yang yang dinamakan penetasan oncomiracidium. Oncomiracidium mempunyai haptor dan dapat menyerang sampai menyentuh inang. Telur berwarna kecoklatan dikeluarkan dekat parasit/ cacing dewasa. Telur dilengkapi dengan tali pengikat panjang. Telur yang menetas larva berambut disebut OnchomiracidiumLarva yang menyerang hospes epitel rambut lepas berkembang cacing dewasa Jika jumlah parasit terjadi hiperplasia dan kerusakan epitel insang. Filamenfilamen insang saling menempel Asphyxia, infeksi akan semakin berat sesuai dengan peningkatan umur hospes. Sebagian besar parasit monogenea seperti Dactylogyrus sp. bersifat ovivarus (bertelur) dimana telur yang menetas menjadi larfa yang berenang bebas yang dinamakan oncomiracidium. Insang yang terserang berubah warnanya

menjadi pucat dan keputih-putihan. Penyerangan dimulai dengan cacing dewasa menempel pada insang atau bagian tubuh lainnya. Beberapa gejala klinis akibat infeksi Dactylogyrus sp. antara lain ikan tampak lemah, tidak nafsu makan, pertumbuhan lambat, tingkah laku dan berenang tidak normal disertai produksi ender yang berlebihan. Ikan sering terlihat mengumpul di sekitar air masuk, karena pada daerah ini kualitas air terutama kadar oksigen lebih tinggi. Sering mengapung dipermukaan air. Insang tampak pucat dan membengkak, sehingga operculum terbuka. Kerusakan pada insang menyebabkan sulit bernafas, sehingga tampak megap-megap seperti gejala kekurangan oksigen. 4.2.2 Argulus sp. Argulus sp. merupakan ektoparasit ikan yang menyebabkan argulosis. Akibat yang ditimbulkan oleh infeksi Argulus sp. Pada ikan beberapa sisik tubuh terlepas, terdapat titik - titik merah pada kulit, insang berwarna kehitam - hitaman dan timbulnya lendir (mukus) yang berlebih pada sirip. Pertahanan pertama ikan terhadap serangan penyakit berada dipermukaan kulit, yaitu mukus, jaringan epitelia, insang. Mukus melapisi seluruh permukaan integumen ikan, termasuk kulit, insang dan perut. Pada saat terjadi infeksi atau iritasi fisik dan kimiawi, sekresi mukus meningkat. Lapisan mukus secara tetap dan teratur akan diperbarui sehingga kotoran yang menempel ditubuh ikan juga ikut dibersihkan.

Gambar 1. Silkus Hidup Argulus sp.

4.2.3 Triaenophorus luccii Triaenophorus luccii adalah cacing dewasa yang terdapat di usus ikan menyebabkan jaringan hati destruksi sehingga dapat mati. Merupakan endoparasit, hermaprodit, tubuh pipih dorso-ventral, memanjang seperti pita, bersegmensegmen, tidak memiliki: rongga tubuh, saluran pencernakan, sistem sirkulasi. Panjang beberapa mm sampai dengan beberapa meter dan secara umum tubuh dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: kepala/scolex, collum/leher dan bagian tubuh/stobila yang terdiri dari banyak segmen.

Gambar 2. Daur hidup Triaenophorus lucci

BAB V PENUTUP 5. 1. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah : 1. 2. Parasit dibedakan menjadi dua, ektoparasit dan endoparasit. Ektoparasit adalah parasit yang hidup pada permukaan tubuh inang, sedangkan endoparasit adalah parasit yang ditemukan pada organ bagian dalam inang. 3. Parasit yang ditemukan pada sampel ikan adalah ektoparasit yaitu Argulus sp., Dactylogirus sp., dan Triaenophorus luccii. 5. 2. Saran Sebaiknya dalam pelaksanaan praktikum kerja sama antar praktikan harus ditingkatkan agar waktu dapat digunakan dengan efisien.

DAFTAR PUSTAKA Anshary, Hilal. 2002. Modul Pembelajaran Berbasis Student Center Learning (SCL)Mata Kuliah Parasitologi Ikan.Universitas Hasanuddin. Darwanto. 2008. Atlas Parasitologi Kedokteran. Jakarta: Gramedia. Gapoktan Harapan Mukti. 2010. Penyakit Parasitik Pada Ikan. http://gapoktanharapanmukti.blogspot.com/2010/12/penyakit-parasitikpada-ikan.html Diakss pada tanggal 5 April 2013. Mina. 2003. Buletin Parasitologi Perairan. Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai