Anda di halaman 1dari 4

Tribun Network o Tribunnews.

com o Super Ball o Tribun Jakarta Digital o Tribun Images o Tribun Epaper o Tribun Livechat o Tribun Jakarta o Warta Kota o Tribun Jogja o Tribun Jabar o Surya o Tribun Jateng o Tribun Bali o Banjarmasin Post o Sriwijaya Post o Bangka Pos o Tribun Batam o Tribun Jambi o Serambi Indonesia o Tribun Kaltim o Tribun Lampung o Tribun Manado o Tribun Medan o Tribun Pontianak o Tribun Pekanbaru o Tribun Timur o Tribun Sumsel o Pos Kupang o Pos Belitung

Social Media
o o o o o

Tribun Forum Facebook Twitter Google+ Tribun JualBeli

Partner Site
o o

Cari Rumah Games

Login Belum punya akun? Mendaftar Atau

Tribun JualBeli

Senin, 7 April 2014

Nasional Pemilu 2014 Regional Internasional Jakarta Super Ball Seleb Bisnis Lifestyle Images Lainnya

Tribunnews.com Kesehatan Gizi

10 Diet Penting untuk Penderita Jantung Koroner


Selasa, 30 Oktober 2012 21:08 WIB + Share

NET TRIBUNNEWS.COM - Penderita jantung koroner hendaknya benar-benar memperhatikan hal penting yang berhubungan dengan diet yang perlu dilakukan sebagai upaya terapi penyakitnya. Apa sajakah itu? 1. Pembatasan kandungan kalori dalam diet perlu dilakukan lebih-lebih jika penderita tergolong obesitas atau berat badannya melebihi berat badan ideal. Penderita penyakit jantung koroner sebaiknya mempunyai berat badan sedikit di bawah berat badan ideal. 2. Penggunaan lemak jenuh harus dihindarkan, sedangkan lemak tak jenuh berganda (polyunsatrated fatty acid) yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah, dapat diperbanyak untuk menggantikan lemak jenuh. 3. Pemakaian gula dalam diet sehari-hari hendaknya tidak berlebihan, karena konsumsi gula yang tinggi dapat mempermudah terjadinya aterosklerosis. 4. Untuk mengurangi beban kerja jantung, porsi makanan sebaiknya kecil. Agar tubuh mendapatkan semua zat gizi yang diperlukan dalam jumlah yang cukup, frekuensi pemberian makanan hendaknya lebih sering. 5. Pengurangan garam perlu dilakukan apabila penderita menunjukkan tanda-tanda kenaikan tekanan darah atau terlihat adanya edema. 6. Bahan makanan yang dapat menimbulkan gas dalam lambung seperti kol, lobak, durian, dan sebagainya sebaiknya tidak diberikan. 7. Bumbu-bumbu yang dapat menimbulkan rangsangan seperti lombok, merica, dan sebagainya hendaknya dihindarkan. 8. Penderita tidak diberi minuman berupa kopi, teh kental, atau minuman yang mengandung soda (soft drink) dan alkohol.

9. Makanan atau kue yang terlalu manis dan makanan berlemak atau dimasak dengan lemak hendaknya tidak diberikan. 10. Disamping perawatan dietetik, juga perlu dilakukan upaya penyembuhan yang lain, terutama mengurangi berbagai faktor risiko, seperti merokok, tekanan emosional, dan sebagainya. Juga olah raga fisik perlu dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi kenaikan berat badan tetapi pilih olahraga sesuai dengan hoby dan kesanggupan. (Gerakan Sadar Gizi)