Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN SUCTION MELALUI LUBANG TRAKHEOSTOMY DI RUANG ICU RS ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG

Inisial pasien (usia) Diagnosa medis Tanggal masuk

: Tn.I : SGB : 11 November 2013

1. Diagnosa Keperawatan dan Dasar Pemikiran a. Diagnosa keperawatan : ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan produksi mucus dalam jumlah berlebihan b. Dasar pemikiran Klien terpasang ET (trakheostomy) Bunyi nafas ronkhi Terdapat banyak sekret/mucus/saliva/ di mulut dan ET Terpasang nasal oxygen canul 10 liter/menit via ET Mesin ventilator sudah dilepas sejak 3 hari yang lalu

2. Tindakan keperawatan yang dilakukan Tindakan keperawatan yang dilakukan adalah membersihkan jalan nafas melalui penghisapan sekret/mucus (suction) pada ET dan mulut untuk mempertahakan kepatenan jalan nafas. 3. Prinsip-prinsip tindakan Prinsip-prinsip tindakan yang harus diperhatikan dalam melakukan suction terbagi menjadi 3 : a. Asianotik Tindakan tidak menyebabkan sianotik. Tidak boleh dilakukan terlalu lama. Lama waktu penghisapan sekret selama waktu diri sendiri masih kuat menahan nafas (diilustrasikan pada diri sendiri) Berikan oksigen terlebih dulu

Berikan O2 100% untuk support selama 2 menit

b. Atraumatik Tindakan tidak menyebabkan trauma. Jika klien menggunakan ventilator maka perhatikan tekanannya, untuk menghindari O2 terhisap oleh suction dan mencegah terjadinya cedera di area penghisapan Perhatikan ukuran cateter suction, maksimal ukurannya 1/3 lumen ET Hyperoxygenation

c. Aseptik Tindakan menggunakan prinsip steril. Gunakan close suction Handscone dan alat suction steril Minimal dilakukan oleh 2 perawat

4. Analisa tindakan keperawatan Suction (Pengisapan lendir) merupakan tindakan pengisapan yang bertujuan untuk mempertahankan jalan napas, sehingga memungkinkan terjadinya proses pertukaran gas yang adekuat dengan cara mengeluarkan sekret dari jalan nafas, pada klien yang tidak mampu mengeluarkannya sendiri. Suction merupakan suatu metode untuk mengeluarkan sekret jalan nafas dengan menggunakan alat via mulut, nasofaring atau trakeal. Tujuan dari tindakan suction adalah mempertahankan kepatenan jalan nafas, membebaskan jalan nafas dari sekret/ lendir yang menumpuk dan mendapatkan sampel/sekret untuk tujuan diagnosa. Pengisapan (suction) jalan nafas buatan/trakheostomy diindikasikan untuk klien yang mengalami penurunan tingkat kesadaran, klien yang mengalami obstruksi jalan nafas, klien yang menggunakan ventilasi mekanis, dan mengangkat sekresi trakeabronkial. Berdasarkan pengalaman melakukan tindakan suction terhadap pasien SGB yang terpasang ET (jalan nafas buatan/lubang trakheostomy), fakta-fakta di lapangan yang ditemukan adalah tindakan tidak menggunakan prinsip steril baik sarung tangan perawat ataupun cateter suction yang digunakan. Kateter suction yang ada atau miliki pasien digunakan berulang-ulang sehingga rawan untuk terjadinya infeksi. Diketahui bahwa

kateter suction hanya digunakan sekali pakai saja setelah digunakan untuk penghisapan dan langsung dibuang. Namun kondisi di rumah sakit, hal ini belum sepenuhnya diperhatikan oleh sebab-sebab tertentu. Selain itu juga, suction dilakukan berulang-ulang karena penghisapan yang dilakukan tidak maksimal (tidak menghisap seluruh sekret yang ada) karena ketika memasukkan kateter suction terlalu dangkal atau tidak tepat di lokasi penumpukan sekret sehingga tindakan diulang berkali-kali sehingga menimbulkan nyeri bagi pasien.

5. Bahaya yang dapat terjadi Kemungkinan bahaya yang akan terjadi akibat tindakan suction adalah nyeri hebat yang dirasakan oleh pasien, hipoksia, trauma jaringan dan inflamasi di area saluran pernafasan dan meningkatkan risiko infeksi.

6. Hasil yang didapat dan maknanya Sekret banyak yang keluar (terhisap) Bunyi nafas bersih Klien tampak rileks Kebutuhan oksigenasi terpenuhi

7. Tindakan keperawatan lain Tindakan lain yang dilakukan untuk mendukung dalam mengatasi masalah keperawatan di atas adalah : a. memposisikan klien fowler (45-90) untuk memaksimalkan ventilasi b. auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan c. monitor status hemodinamik d. monitor respirasi dan status O2 e. berikan bronkodilator : ventolin dan flixotide f. berikan antibiotic : ceftriaxone

8. Evaluasi diri Tindakan dilakukan tidak menggunakan prinsip steril dan klien nampak kesakitan saat dilakukan tindakan suction karena penghisapan dilakukan berulang-ulang hingga klien meneteskan air mata.

9. Kepustakaan a. NANDA International.2012.Diagnosa Keperawatan : Definisi dan Klasifikasi 20122014.Jakarta : EGC b. Potter, P.A.dan Perry,A.G.1997.Fundamental Keperawatan:Konsep, Proses, Dan Praktik.Ed-4.Vol 2.Jakarta : EGC c. Price,S.A.2003.Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.Ed-6. Jakarta : EGC