Anda di halaman 1dari 6

Teori Instalasi Pencahayaan

Sejak dimulainya peradaban, manusia menciptakan cahaya hanya dari api, walaupun lebih banyak sumber panasnya daripada cahaya yang dihasilkan. Di abad ke 21 ini kita masih menggunakan prinsip yang sama dalam menghasilkan panas dan cahaya, salahsatunya adalah melalui lampu pijar. anya dalam beberapa dekade terakhir produk!produk penerangan menjadi lebih canggih dan beraneka ragam. Perkiraan menunjukan bahwa pemakaian energi oleh penerangan adalah 2" ! #$% untuk pemakaian energi total oleh bangunan komersial dan sekitar & ! 1"% untuk pemakaian energi total oleh industri. ampir kebanyakan pengguna energi komersial dan industri peduli penghematan energi dalam sistim penerangan. Seringkali, penghematan energy yang cukup berarti dapat didapatkan dengan in'estasi yang minim dan masuk akal. (engganti lampu uap merkuri atau sumber lampu pijar dengan logam halida atau sodium bertekanan tinggi, sehingga akan menghasilkan pengurangan biaya energi dan meningkatkan jarak penglihatan. (emasang dan menggunakan kontrol )oto, pengaturan waktu penerangan, dan sistim manajemen energi juga dapat memperoleh penghematan yang luar biasa. *alau begitu, dalam beberapa kasus mungkin perlu mempertimbangkan modi)ikasi rancangan penerangan untuk mendapatkan penghematan energi yang dikehendaki. Penting untuk dimengerti bahwa lampu!lampu yang e)isien, belum tentu merupakan sistim penerangan yang e)isien. Teori Dasar Mengenai Cahaya +ahaya hanya merupakan satu bagian dari berbagai jenis gelombang elektromagnetis yang terbang ke angkasa. ,elombang tersebut memiliki panjang dan )rekuensi tertentu, yang nilainya dibedakan dari energi cahaya lainnya dalam spektrum elektromagnetisnya.

+ahaya dipancarkan dari suatu benda dengan )enomena sebagai berikut. Pijar, benda padat dan cair memancarkan radiasi yang dapat dilihat bila dipanaskan sampai suhu tertentu. Intensitas meningkat dan penampilan menjadi semakin putih jika suhu naik. . (uatan /istrik, jika arus listrik dilewatkan melalui gas,maka atom dan molekulnya akan memancarkan radiasi, dimana spektrumnya merupakan karakteristik dari elemen yang ada. . 0lectro /uminescence, +ahaya dihasilkan jika arus listrik dilewatkan melalui padatan tertentu seperti semikonduktor atau bahan yang mengandung )os)or. . Photo luminescence, radiasi pada salahsatu panjang gelombang diserap, biasanya oleh suatu padatan dan dipancarkan kembali pada berbagai panjang gelombang. 1ila radiasi yang dipancarkan kembali tersebut merupakan )enomena yang dapat terlihat, maka radiasi tersebut disebut )luorescence atau phosphorescence. +ahaya nampak, seperti yang dapat dilihat pada spektrum elektromagnetik, diberikan dalam ,ambar 1, menyatakan gelombang yang sempit diantara cahaya ultra'iolet 2345 dan energi in)ramerah 2panas5. ,elombang cahaya tersebut mampu merangsang retina mata, yang menghasilkan sensasi penglihatan yang disebut pandangan. 6leh karena itu, penglihatan memerlukan mata yang ber)ungsi dan cahaya yang nampak.

,ambar 1. 7adiasi yang Tampak Definisi dan Istilah yang Umum Digunakan . Lumen- Satuan )lu8 cahaya9 )lu8 dipancarkan didalam satuan unit sudut padatan oleh suatu sumber dengan intensitas cahaya yang seragam satu candela. Satu lu8 adalah satu lumen per meter persegi. /umen 2lm5 adalah kesetaraan )otometrik dari watt, yang memadukan respon mata :pengamat standar;. 1 watt < =>& lumens pada panjang gelombang $$$ nm. . Efficacy Beban Terpasang- (erupakan iluminasi?terang rata!rata yang dicapai pada suatu bidang kerja yang datar per watt pada pencahayaan umum didalam ruangan yang dinyatakan dalam lu8?*?m@. . Perbandingan Efficacy Beban Terpasang- (erupakan perbandingan e))icacy beban target dan beban terpasang. . Luminaire- /uminaire adalah satuan cahaya yang lengkap, terdiri dari sebuah lampu atau beberapa lampu, termasuk rancangan pendistribusian cahaya, penempatan dan perlindungan lampu!lampu, dan dihubungkannya lampu ke pasokan daya. . Lux- (erupakan satuan metrik ukuran cahaya pada suatu permukaan. +ahaya rata! rata yang dicapai adalah rata!rata tingkat lu8 pada berbagai titik pada area yang sudah ditentukan. Satu lu8 setara dengan satu lumen per meter persegi. Tinggi mounting(erupakan tinggi peralatan atau lampu diatas bidang kerja. 0))icacy cahaya terhitungPerbandingan keluaran lumen terhitung dengan pemakaian daya terhitung dinyatakan dalam lumens per watt. . Indeks Ruang- (erupakan perbandingan, yang berhubungan dengan ukuran bidang keseluruhan terhadap tingginya diantara tinggi bidang kerja dengan bidang titik lampu. . Efficacy Beban Target- Ailai e))icacy beban terpasang yang dicapai dengan e)isiensi

terbaik, dinyatakan dalam lu8?*?m@. . Faktor pemanfaatan (UF)- (erupakan bagian )lu8 cahaya yang dipancarkan oleh lampu!lampu, menjangkau bidang kerja. Ini merupakan suatu ukuran e)ekti'itas pola pencahayaan. . Intensitas a!aya dan F"ux- Satuan intensitas cahaya I adalah candela 2cd5 juga dikenal dengan international candle. Satu lumen setara dengan )lu8 cahaya, yang jatuh pada setiap meter persegi 2m25 pada lingkaran dengan radius satu meter 21m5 jika sumber cahayanya isotropik 1!candela 2yang bersinar sama ke seluruh arah5 merupakan pusat isotropik lingkaran. Dikarenakan luas lingkaran dengan jari!jari r adalah #Br2, maka lingkaran dengan jari!jari 1m memiliki luas #Bm2, dan oleh karena itu )lu8 cahaya total yang dipancarkan oleh sumber 1! cd adalah #B1m. Cadi )lu8 cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya isotropik dengan intensitas I adalahDlu8 cahaya 2lm5 < #B E intensitas cahaya 2cd5 Perbedaan antara lu8 dan lumen adalah bahwa lu8 berkenaan dengan luas areal pada mana )lu8 menyebar 1""" lumens, terpusat pada satu areal dengan luas satu meter persegi, menerangi meter persegi tersebut dengan cahaya 1""" lu8. al yang sama untuk 1""" lumens, yang menyebar kesepuluh meter persegi, hanya menghasilkan cahaya suram 1"" lu8. Hukum kuadrat terbalik ukum kuadrat terbalik mende)inisikan hubungan antara pencahayaan dari sumber titik dan jarak. 7umus ini menyatakan bahwa intensitas cahaya per satuan luas berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari sumbernya 2pada dasarnya jari!jari5. 0 < I ? d@ Dimana 0 < 0misi cahaya, I < Intensitas cahaya d < jarak 1entuk lain dari persamaan ini yang lebih mudah adalah-

01 d1@ < 02 d2@ Carak diukur dari titik uji ke permukaan yang pertama!tama kena cahaya F kawat lampu pijar jernih, atau kaca pembungkus dari lampu pijar yang permukaannya seperti es. +ontoh- Cika seseorang mengukur 1" lm?m@ dari sebuah cahaya bola lampu pada jarak 1 meter, berapa kerapatan )lu8 pada jarak setengahnyaG Penyelesaian01m < 2d2 ? d15@ H 02 < 21," ? ",$5@ H 1" < #" lm?m@ Suhu Warna Suhu warna, dinyatakan dalam skala Iel'in 2I5, adalah penampakan warna dari lampu itu sendiri dan cahaya yang dihasilkannya. 1ayangkan sebuah balok baja yang dipanaskan secara terus menerus hingga berpijar, pertama!tama berwarna oranye kemudian kuning dan seterusnya hingga menjadi :putih panas;. Sewaktu!waktu selama pemanasan, kita dapat mengukur suhu logam dalam Iel'in 2+elsius J 2K&5 dan memberikan angka tersebut kepada warna yang dihasilkan. al ini merupakan dasar teori untuk suhu warna. 3ntuk lampu pijar, suhu warna merupakan nilai yang :sesungguhnya;9 untuk lampu neon dan lampu dengan pelepasan intensitas tinggi 2 ID5, nilainya berupa perkiraan dan disebut kore"asi su!u #arna. Di Industri,:suhu warna; dan :korelasi suhu warna; kadang!kadang digunakan secara bergantian. Suhu warna lampu membuat sumber cahaya akan nampak :hangat;, :netral; atau :sejuk;. 3mumnya, makin rendah suhu, makin hangat sumber, dan sebaliknya. Perubahan Warna Iemampuan sumber cahaya merubah warna permukaan secara akurat dapat diukur dengan baik oleh indeks perubahan warna. Indeks ini didasarkan pada ketepatan dimana serangkaian uji warna dipancarkan kembali oleh lampu yang menjadi perhatian relati) terhadap lampu uji, persesuaian yang sempurna akan diberi angka

1"". Indeks +I0 memiliki keterbatasan, namun cara ini merupakan cara yang sudah diterima secara luas untuk si)at!si)at perubahan warna dari sumber cahaya.

Iesalah pahaman yang umum terjadi adalah bahwa suhu warna dan perubahaan warna keduanya menjelaskan si)at yang sama terhadap lampu. Selain itu, suhu warna menjelaskan penampilan warna sumber cahaya dan cahaya yang dipancarkannya. Perubahan warna menjelaskan bagaimana cahaya merubah warna suatu objek.