Anda di halaman 1dari 176

11.

1 PENDAHULUAN: TINJAUAN METODA-METODA


Kecuali untuk slab pasca-tarik (post-tensioned), sistem lantai yang terdukung biasanya
dikonstruksikan dari beton bertulang cetak setempat. Slab dan plat dua-arah adalah panel
tersebut dimana rasio dimensi panjang terhadap lebar kurang dari 2. Analisis dan desain
sistem slab lantai berangka digambarkan dalam Gambar . meliputi lebih dari satu aspek.
Keberadaan pengetahuan de!asa ini mengijinkan e"aluasi yang sesuai terhadap ()
kapasitas momen, (2) kapasitas geser slab-kolom, dan (#) perilaku kemampuan layan
sebagaimana ditentukan oleh kontrol de$leksi dan kontrol retak. %lat datar (flat plates)
adalah slab yang didukung secara langsung diatas kolom tanpa balok, seperti yang
ditunjukkan dalam Gambar .a, dibandingkan dengan Gambar .b untuk slab diatas
balok, atau Gambar .c untuk lantai slab !a$el. Slab angkat (lift slab) merupakan bentuk
konstruksi yang lainnya tetapi kebanyakan dalam beton prategang.
&"olusi keberadaan pengetahuan dalam desain slab dalam '( tahun terakhir secara
singkat akan ditinjau. Analisis perilaku slab terhadap lentur sampai dengan )*(an dan
a!al )'(an mengikuti teori klasik elastisitas, terutama di Amerika Serikat. +eori plat
de$leksi kecil, mengasumsikan material sebagai homogen dan isotropis, yang membentuk
dasar rekomendasi %eraturan A,- dengan tabel koe$isien momen. Suatu kerja, terutamanya
oleh .estergaard, yang secara empiris membolehkan redistribusi momen terbatas
memandu
226
DESAIN SLAB DAN PLAT
DUA-ARAH
11
Foto 11.1 Sydney Opera House (/umah 0pera Sydney), Sydney, Australia. 12asa 3aik dari
Australian Information Service (%elayanan -n$ormasi Australia).4
11.1 Pendahuluan 227
memandu pemikiran penulis peraturan. Karenanya penyelesaian elastis tersebut, rumit
bahkan untuk bentuk dan kondisi batas yang sederhana bila tak ada komputer yang
tersedia, menjadikannya keharusan untuk mengidealisasikan dan adakalanya
mengempiriskan kondisi diluar batasan ekonomis.
Gambar 11.1 Sistem lantai aksi dua-arah: (a) lantai plat-datar (flat-plate) dua-arah;
(b) lantai slab dua-arah diatas balok; (c) lantai slab wafel.
Kolom
interior
Balok tepi
(pilihan)
Kolom
eksterior
Dinding
bawah-
tanah
(basement)
(a)
(b)
(c)
Kolom
interior
Balok tepi
228 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
%ada tahun )*#, 2ohansen menyajikan teori garis-lelehnya untuk menge"aluasi
kapasitas keruntuhan slab-slab. Sejak saat itu, penelitian yang ekstensi$ kedalam perilaku
ultimat slab-slab beton bertulang telah dilaksanakan. Studi-studi oleh banyak penyelidik,
seperti yang oleh 0kleston, 5ans$ield, /6hanitsyn, %o!ell, .ood, Sa!c6uk, Gamble-
So6en-Siess, %ark dan pengarang sangat menyumbang kepada pemahaman yang lebih jauh
terhadap perilaku keadaan-batas slab-slab dan plat-plat pada saat kegagalan demikian juga
tingkat-tingkat beban yang mampu dilayani.
3erbagai metoda yang digunakan untuk analisis (desain) terhadap slab dan plat aksi
dua-arah diringkas sebagai berikut.
11.1.1 Pendekaan Pera!ran A"I #em$e%a&$&
%endekatan A,- memberikan dua alternati$ untuk analisis dan disain terhadap suatu sistem
slab atau plat aksi dua-arah berangka7 metoda disain langsung (direct design method) dan
metoda rangka eki"alen (equivalent frame method). Kedua metoda didiskusikan secara
lebih detail dalam Sub-bab-Sub-bab .# dan .8.
11.1.2 Te'r$ Gar$&-%e%e(
Sementara pendekatan peraturan semielastis diterapkan pada kasus-kasus dan bentuk-
bentuk standar dan mempunyai suatu $aktor keamanan ba!aan yang sangat besar, yang
berkaitan dengan kapasitas dan kondisi-kondisi garis-lelehnya9 teori garis-leleh adalah
sebuah teori plastis, yang mudah untuk diterapkan pada bentuk dan kondisi batas yang tak
beraturan. Asalkan bah!a batasan-batasan kemampuan layan diterapkan, teori garis-leleh
2ohansen merupakan pendekatan yang paling sederhana dimana pendisain dapat
menggunakannya, yang me!akili perilaku slab-slab dan plat-plat beton bertulang yang
sebenarnya. -a mengijinkan e"aluasi momen-momen lentur dari sebuah mekanisme
keruntuhan asumsi yang merupakan suatu $ungsi tipe beban eksternal dan bentuk panel
lantai. +opik ini akan didiskusikan secara lebih detail dalam Sub-bab .).
11.1.) Te'r$ *aa& P%a
5inat didalam mengembangkan suatu penyelesaian batas menjadi perlu akibat
kemungkinan terhadap pencarian sebuah "ariasi didalam bidang keruntuhan yang dapat
memberikan sebuah beban kegagalan yang lebih rendah. Karena itu sebuah penyelesaian
batas-atas (upper-bound) yang memerlukan suatu mekanisme yang benar ketika
memberikan persamaan kerja adalah dicari, demikian juga sebuah penyelesaian batas-
ba!ah (lower-bound) memerlukan bah!a bidang tegangan memenuhi dimana saja
persamaan di$erensial kesetimbangan9 yaitu,
w
y
M
y x
M
x
M
y xy
x

2
2 2
2
2
2 (.)
dimana M
x
, M
y
, dan M
xy
adalah momen-momen lentur dan w adalah intensitas satuan beban.
+ulangan yang ber"ariasi mengijinkan penyelesaian batas-ba!ah masihlah berlaku. .ood,
%ark, dan peneliti-peneliti yang lain telah memberikan prediksi-prediksi semieksak yang
lebih akurat terhadap beban keruntuhan.
:ntuk penyelesaian-penyelesaian keadaan-batas, slab tersebut diasumsikan kaku
sepenuhnya sampai dengan keruntuhan. Kerja lebih jauh di /utgers oleh pengarang
mengikutsertakan e$ek de$leksi pada saat tingkat-tingkat beban yang tinggi demikian juga
e$ek-e$ek gaya membran tekan didalam memprediksi beban keruntuhan.
22+ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
11.! Perilaku "entur Slab dan Plat Dua-rah 2),
11.1.- Me'da #r$.
5etoda ini diusulkan oleh ;illerborg, dengan mencoba untuk menempatkan tulangan pada
bidang-bidang strip. Karena pertimbangan-pertimbangan praktis mensyaratkan tulangan
untuk ditempatkan didalam arah-arah ortogonal, ;illerborg menetapkan momen-momen
puntir sama dengan nol dan mentrans$ormasikan slab tersebut menjadi strip-strip balok
yang berpotongan9 karena itu namanya metoda strip.
Kecuali untuk teori garis-leleh 2ohansen, kebanyakan penyelesaian-penyelesaian
yang lain merupakan batas-ba!ah. %enyelesaian batas-atas 2ohansen dapat memberikan
beban keruntuhan yang tertinggi sepanjang sebuah mekanisme kegagalan yang benar
dipergunakan didalam memprediksi beban keruntuhan.
11.1./ 0$n1ka&an
Kedua metoda disain langsung (5<=) 1direct design method !!M"4 dan metoda rangka
eki"alen (5/&) 1equivalent frame method #$M"4 akan didiskusikan dengan contoh-
contoh yang sesuai. Kedua metoda berdasarkan pada konsep suatu rangka eki"alen, kecuali
bah!a 5<= (!!M) mempunyai beberapa batasan, kurang teliti, dan sesuai untuk beban-
beban gra"itasi saja, sementara 5/& (#$M) lebih umum, dapat diman$aatkan untuk
pembebanan horisontal, dan dapat disesuaikan untuk pemrograman komputer.
11.2 PE0ILA2U LENTU0 #LA* DAN PLAT DUA-A0AH
11.2.1 Ak&$ D!a-ara(
Sebuah panel persegi tunggal terdukung diatas semua empat sisinya oleh pendukung yang
tidak-meleleh seperti dinding geser atau balok kaku pertama kali ditinjau. +ujuannya
adalah untuk mem"isualisasikan perilaku $isik panel tersebut diba!ah beban gra"itasi.
%anel tersebut akan berde$leksi dalam sebuah bentuk yang menyerupai-ca!an diba!ah
beban eksternal, dan sudutnya akan terangkat jika ia tidak secara monolit dicetak dengan
pendukungnya. Kontur yang ditunjukkan dalam Gambar .2a menunjukkan bah!a
kur"atur dan konsekuensinya momen pada luasan pusat % adalah lebih parah dalam arah
yang lebih pendek y dengan kontur yang tajam daripada dalam arah yang lebih panjang x.
&"aluasi pembagian momen dalam arah x dan y sangatlah kompleks karena
perilakunya adalah sangat tak-tentu secara statika. <iskusi terhadap kasus sederhana panel
tersebut dalam Gambar .2a dikembangkan lebih jauh dengan mengambil strip-strip A&
dan !# pada bentang-tengah seperti dalam Gambar .2b sehingga de$leksi kedua strip
pada titik pusat % adalah sama.
<e$leksi sebuah balok dibebani secara seragam yang terdukung sederhana adalah
'w
*
>#?*#I9 yaitu, @ 'w
*
, dimana ' adalah sebuah konstanta. 2ika ketebalan kedua strip
adalah sama, de$leksi strip A& akan menjadi 'w
A&
(
*
, dan de$leksi strip !# akan menjadi
'w
!#
S
*
, dimana w
A&
dan w
!#
adalah porsi-porsi intensitas beban total w yang ditrans$er
secara berturut-turut ke strip-strip A& dan !#9 yaitu, w @ w
A&
A w
!#
. <engan
mempersamakan de$leksi-de$leksi kedua strip pada titik pusat %, kita mendapatkan
w
A&
@
* *
*
S (
wS
+
(.2a)
dan
2)1 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
w
!#
@
* *
*
S (
w(
+
(.2b)
2)2 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
+erlihat dari kedua hubungan w
A&
dan w
!#
dalam %ers. .2a dan .2b bah!a
bentang strip !# yang lebih pendek S menahan porsi beban yang lebih berat. Karenanya
bentang yang lebih pendek dari sebuah panel slab yang seperti itu diatas pendukung-
pendukung tidak-meleleh dikenai oleh momen yang lebih besar, yang mendukung diskusi
terdahulu mengenai kecuraman kontur-kontur kur"atur dalam Gambar .2a.
,atat bah!a sementara +ata ,ara A,- #?-(' mengusulkan menggunakan BCD untuk
intensitas satuan beban untuk slab-slab dua-arah, lebih dikehendaki untuk melanjutkan
praktek tradisional dengan mengidenti$ikasikan intensitas beban sebagai B!,D seperti
dilakukan dalam bab ini.
11.2.2 E3ek 2ekak!an 0e%a$3
Sebagai alternati$, kita harus meninjau sebuah panel slab yang didukung oleh pendukung-
pendukung yang $leksibel seperti balok-balok dan kolom-kolom atau plat-plat-datar (flat-
plates) yang didukung oleh suatu grid kolom-kolom. <istribusi momen-momen dalam
arah-arah pendek dan panjang adalah jauh lebih kompleks. Kekompleksan tersebut timbul
Gambar 11.2 Defleksi panel dan strip: (a) kontur kur#atur dan defleksi dalam sebuah
panel lantai; (b) strip pusat dalam sebuah panel slab dua-arah.
Retak sudut jika
sudut tersebut
dicegah terhadap
pengangkatan
(a)
(b)
A
S
L
D
C
B
E
C
L
y
x
2)) Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
dari $akta bah!a derajat kekakuan pendukung-pendukung yang meleleh menentukan
intensitas kecuraman kontur-kontur kur"atur dalam Gambar .2a dalam kedua arah x dan
y dan redistribusi momen-momennya.
11.$ %etoda Desain "an&sun& (Direct Design Method) 2)-
/asio kekakuan pendukung-pendukung balok terhadap kekakuan slab boleh
sedemikian sehingga ia dapat menghasilkan kur"atur-kur"atur dan momen-momen dalam
arah panjang yang lebih besar daripada yang dalam arah pendek, karena lantai keseluruhan
tersebut berperilaku seperti sebuah plat ortotropis yang didukung diatas suatu grid kolom-
kolom tanpa balok-balok. ;arga-harga momen dalam arah-arah panjang dan pendek dalam
,ontoh-,ontoh . dan .2 secara aritmetika menggambarkan diskusi ini. 2ika bentang
panjang ( dalam sistem-sistem lantai yang seperti itu dari panel-panel slab tanpa balok-
balok adalah jauh lebih besar dari bentang pendek S, momen maksimum pada pusat suatu
panel plat akan mendekati momen di tengah suatu strip yang dibebani secara seragam
dengan bentang ( dan terjepit pada kedua ujungnya.
/ingkasnya, karena slab-slab adalah $leksibel dan sangat bertulangan-kurang
(underreinforced), redistribusi momen-momen dalam kedua arah panjang dan pendek
tergantung pada kekakuan-kekakuan relati$ pendukung-pendukung dan panel-panel yang
terdukung. +egangan-lebih dalam sebuah daerah dikurangi oleh redistribusi momen-
momen yang seperti itu ke daerah-daerah yang bertegangan lebih rendah.
11.) METODA DE#AIN LANG#UNG 4DIRECT DESIGN METHOD5
<iskusi terhadap metoda disain langsung (5<=) 1direct design method !!M"4 berikut
dari analisis untuk sistem-sistem dua-arah meringkas pendekatan %eraturan A,- untuk
e"aluasi dan distribusi momen-momen total dalam suatu panel slab dua-arah. Koe$isien-
koe$isien momen yang ber"ariasi diambil secara langsung dari ketentuan-ketentuan
%eraturan A,-. Sebuah asumsi dibuat bah!a potongan bidang-bidang "ertikal melalui
sebuah persegi secara keseluruhan didalam denah dari sebuah bangunan berlantai-banyak
sepanjang garis-garis A& dan %! dalam Gambar .#a jalur-tengah antara kolom-kolom.
Sebuah rangka kaku dihasilkan dalam arah x. Secara serupa, bidang-bidang "ertikal #$ dan
H) menghasilkan sebuah rangka kaku dalam arah y. Suatu penyelesaian dari sebuah
rangka teridealisasi seperti itu yang terdiri dari balok-balok horisontal atau slab-slab
eki"alen dan kolom-kolom pendukung membolehkan disain slab tersebut sebagai bagian
balok rangka tersebut. %enentuan-penentuan pendekatan terhadap momen-momen dan
geser-geser dengan menggunakan koe$isien-koe$isien penyederhanaan disajikan sepanjang
metoda disain langsung. 5etoda rangka eki"alen (equivalent frame method)
memperlakukan rangka teridealisasi dengan suatu cara yang serupa pada sebuah rangka
aktual, dan karenanya lebih eksak dan mempunyai lebih sedikit batasan-batasan daripada
metoda disain langsung. -a pada dasarnya melibatkan suatu distribusi momen penuh
dengan banyak siklus, dibandingkan dengan metoda disain langsung, yang melibatkan
suatu pendekatan distribusi momen-satu-siklus.
11.).1 *aa&an Me'da De&a$n Lan1&!n1 4Direct Design Method6DDM5
3erikut adalah batasan-batasan dari metoda ini7
. 5inimum tiga bentang menerus diperlukan dalam setiap arah.
2. /asio bentang lebih panjang terhadap lebih pendek dalam sebuah panel harus tidak
melebihi 2,(.
#. %anjang-panjang bentang yang berturutan dalam setiap arah harus tidak berbeda
dengan lebih dari sepertiga dari bentang yang lebih panjang.
2)/ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
*. Kolom-kolom boleh digeser dengan suatu maksimum sebesar (E dari bentang
dalam arah pergeseran dari baik sumbu antara garis-garis pusat kolom-kolom yang
berturutan.
2)6 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
'. Semua beban-beban harus akibat gra"itasi saja dan terdistribusi secara seragam pada
panel secara keseluruhan. 3eban hidup harus tidak melebihi dua kali beban mati.
8. 2ika panel tersebut terdukung oleh balok-balok pada semua sisinya, kekakuan relati$
balok-balok tersebut dalam dua arah tegak lurus harus tidak kurang dari (,2 juga
tidak lebih besar dari ',(.
F. /edistribusi momen dalam panel menerus tidak diijinkan dalam 5etoda <isain
=angsung (!irect !esign Method*!!M).
;arus dicatat bah!a kebanyakan sistem-sistem lantai yang normal memenuhi
kondisi-kondisi ini.
11.).2 Penen!an M'men #a$& T'a% *er3ak'r M
,
%ada dasarnya terdapat empat tahap utama dalam desain panel lantai.
. +entukan momen statis ber$aktor total dalam tiap-tiap dari kedua arah tegak lurus
tersebut.
2. <istribusikan momen disain ber$aktor total ke disain penampang-penampang untuk
momen negati$ dan positi$.
#. <istribusikan momen-momen desain negati$ dan positi$ kepada strip-strip kolom dan
tengah dan ke balok-balok panel, jika ada. Suatu strip kolom adalah suatu lebar @
Gambar 11.) (a) Denah lantai den&an ran&ka eki#alen (daerah terarsir dalam arah x);
(b) strip-kolom dan ten&ah ran&ka eki#alen (arah y).
Lebar rangka ekivalen
dalam arah y
L
e
b
a
r

r
a
n
g
k
a

e
k
i
v
a
l
e
n

d
a
l
a
m

a
r
a
h

x
F
L
A
D
E
K
G
C
B
H
y
x
2)7 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
2'E dari lebar rangka eki"alen pada setiap sisi dari garis pusat kolom, dan strip
tengah adalah sisa lebar rangka eki"alen.
*. %roporsikan ukuran dan distribusi tulangan dalam kedua arah tegak lurus.
11.$ %etoda Desain "an&sun& (Direct Design Method) 2)8
Karenanya penentuan yang benar terhadap harga-harga momen terdistribusi menjadi
sebuah tujuan yang utama. +injau panel-panel interior tipikal yang mempunyai dimensi-
dimensi garis-pusat

dalam arah momen-momen yang ditinjau dan dimensi-dimensi


2
dalam arah tegak lurus terhadap

, seperti ditunjukkan dalam Gambar .#b. 3entang


bersih
n
memanjang dari muka ke muka kolom-kolom, kapital-kapital, atau dinding-
dinding. ;arganya harus tidak kurang dari (,8'

, dan pendukung-pendukung bulat harus


diperlakukan seperti pendukung-pendukung bujursangkar yang mempunyai luasan irisan-
penampang yang sama. 5omen statis total dari sebuah balok terdukung sederhana yang
dibebani secara seragam sebagai sebuah anggota satu-dimensi adalah M
(
@ w
2
>?. <idalam
sebuah panel slab dua-arah sebagai sebuah anggota dua-dimensi, idealisasi struktur tersebut
melalui kon"ersi menjadi suatu rangka eki"alen menjadikannya mungkin untuk
menghitung M
(
pertama dalam arah x dan selanjutnya dalam arah ortogonal y. 2ika kita
ambil sebagai sebuah diagram badan-lepas (free-body) panel interior tipikal tersebut
ditunjukkan dalam Gambar .*a, kesimetrisan mereduksi geser-geser dan momen-momen
puntir menjadi nol disepanjang tepi-tepi bagian yang terpotong. 2ika tak ada kekangan yang
terjadi pada ujung-ujung A dan &, panel tersebut akan diperhitungkan terdukung secara
sederhana dalam arah bentang
n
. 2ika kita memotong pada bentang-tengah seperti dalam
Gambar .*b dan meninjau setengah panel tersebut sebagai suatu diagram badan-lepas,
momen M
(
pada bentang-tengah akan menjadi
A
r
a
h

m
o
m
e
n

a
k
a
n

d
i
t
e
n
t
u
k
a
n
Rangka ekivalen
tepi
Rangka ekivalen
interior

!lebar rangka desain


"etengah strip
tengah "trip kolom
"etengah strip
tengah
"
p
a
n

e
k
s
t
e
r
i
o
r
"
p
a
n

i
n
t
e
r
i
o
r
#$
m
#$
#$ #$

!(

)
a
%m
!&(

)
a
%(

)
b
'
(

)
a
(

)
b
(

)
a
(

)
b
(

(
)
b
(

(
)
a

n
(b)
2)+ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
Gambar 11.) Lanjutan
2-, Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
M
(
@
* 2 2 2
2 2 n n u n n u
w w

atau (.#)
M
(
@
( )
?
2
2 n u
w
Foto 11.2 Sydney Opera House (/umah 0pera Sydney) pada saat konstruksi.
Gambar 11.- %omen sederhana M' beker(a pada sebuah panel slab dua-arah interior dalam
arah x: (a) momen pada panel; (b) dia&ram badan-lepas (free-body).
#$
Reaksi
M
A
A
M
A
w
u
M
)
M
B
B
M
B
M
C
x
y
(a)
R ! R !
M
)
(b)
w
u
1
!
1
n

n
1
11.) %omen Berfaktor *erdistribusi dan *ulan&an Slab oleh %etoda Desain "an&sun& 2-1
Akibat keberadaan kekangan aktual pada pendukung-pendukung, M
(
dalam arah x
akan didistribusikan ke pendukung-pendukung tersebut dan bentang-tengah sehingga
M
(
@ M
%
A
2

(M
A
A M
&
) (.*)
<istribusi tersebut akan tergantung pada derajat kekakuan pendukung. <alam suatu
cara yang serupa, M
(
dalam arah y akan merupakan jumlah momen-momen pada bentang-
tengah dan rata-rata momen-momen pada pendukung-pendukung didalam arah tersebut.
<istribusi terhadap momen ber$aktor statis M
(
ke strip kolom rangka eki"alen
memba!a pada pemproporsian tulangan dalam strip-strip tersebut.
11.- MOMEN *E07A2TO0 TE0DI#T0I*U#I DAN TULANGAN #LA* OLEH METODA DE#AIN
LANG#UNG
11.-.1 M'men De&a$n *er3ak'r Ne1a$3 dan P'&$$3
<ari Gambar .'a, $aktor momen ber$aktor negati$ dalam bentang-bentang interior adalah
(,8' dan $aktor positi$ adalah (,#' momen statis total M
(
. :ntuk bentang-bentang ujung
panel-panel lantai plat-datar (flat-plate), $aktor-$aktor M
(
diberikan dalam +abel ..
11.-.2 M'men *er3ak'r da%am #r$. 2'%'m
Suatu strip kolom adalah sebuah strip disain dengan suatu lebar pada setiap sisi kolom
tersebut sama dengan (,2'
2
atau (,2'

, yang mana yang lebih 'ecil, seperti yang


ditunjukkan dalam Gambar-Gambar .#b dan .'. Strip tersebut menyertakan balok-
balok, jika ada. Strip tengah adalah suatu strip desain yang dibatasi oleh kedua strip kolom
panel yang dianalisa.
.*.2. Pane% $ner$'r. :ntuk momen negati$ interior, strip kolom haruslah
diproporsikan untuk menahan porsi-porsi berikut dalam persen momen-momen ber$aktor
negati$ interior, dengan interpolasi linier dibuat untuk harga-harga antaranya.
Tabe% 11.1 +aktor %omen untuk Distribusi M' dalam Bentan& ,ksterior
Te.$
Ek&er$'r
Tak-d$kekan1
#%ab den1an
*a%'k d$anara
#em!a
Pend!k!n1
Slab tanpa Balok
diantara Pendkng
Interior
Te.$
Ek&er$'r
D$kekan1
&e8ara
Pen!(
Tan.a
*a%'k
Te.$
Den1an
*a%'k
Te.$
Interior
momen
ber$aktor
negati$
(,F' (,F( (,F( (,F( (,8'
+ositif
momen
ber$aktor
(,8# (,'F (,'2 (,'( (,#'
#'sterior
momen
( (,8 (,28 (,#( (,8'
11.1 Pendahuluan 2-2
ber$aktor
negati$
2-) Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah

2
6
1
,9/ 19, 29,
f(2>) @ (
F' F' F'
f(2>) ,(
)( F' *'

f
dalam tabel-tabel ini adalah
f
dalam arah bentang

untuk kasus-kasus slab-slab


dua-arah di atas balok-balok dan adalah sama dengan rasio kekakuan lentur penampang
Gambar 11./ Distribusi momen berfaktor statis M' untuk slab tanpa balok
kedalam momen ne&atif dan positif: (a) koefisien momen untuk bentan&-
ban-ak; (b) luasan slab dimana M' dihitun&.
$anel A
M
)
dihitung untuk daerah terarsir
* strip tengah+ panel B
* strip kolom+ panel B * strip kolom+ panel A
(a)
* strip tengah+ panel A
$anel B

A
,
B
,

A

B
(b)
)+-.M
)
)+.M
)
)+/M
)
)+0)M
)
)+/.M
)
11.1 Pendahuluan 2--
balok tersebut terhadap kekakuan lentur suatu lebar slab yang dibatasi secara lateral oleh
garis-garis pusat panel-panel yang bersebelahan, jika ada, pada setiap sisi balok tersebut
f
11.) %omen Berfaktor *erdistribusi dan *ulan&an Slab oleh %etoda Desain "an&sun& 2-/
@ #
cb
I
b
>#
cs
I
s
, dimana #
cb
dan #
cs
adalah harga-harga modulus beton, dan I
b
dan I
s
adalah
berturut-turut momen-momen inersia balok dan slab tersebut. 5omen-momen ber$aktor
dalam balok-balok diantara pendukung-pendukung haruslah diproporsikan untuk menahan
?'E momen strip kolom bila
f
(

>
2
) ,(. -nterpolasi linier antara ?'E dan (E perlu
untuk dibuat untuk kasus-kasus dimana
f
(

>
2
) ber"ariasi antara ,( dan (.
f
adalah
dalam arah BD dan
f2
adalah dalam arah B2.D
.*.2.2 Pane%-.ane% ek&er$'r. :ntuk momen negati$ eksterior, strip kolom harus
diproporsikan untuk menahan porsi-porsi berikut dalam persen momen-momen ber$aktor
negati$ e'sterior, dengan interpolasi linier dibuat untuk harga-harga antaranya, dimana
t
adalah rasio kekakuan torsi.
t
@ rasio kekakuan torsi penampang balok tepi terhadap
kekakuan lentur suatu lebar sebuah slab yang sama dengan panjang bentang balok pusat ke
pusat pendukung-pendukung.

2
6
1
,9/ 19, 29,
f(2>) @ ( t @ ( (( (( ((
t 2,' F' F' F'
f(2>) ,( t @ ( (( (( ((
t 2,' )( F' *'
/asio kekakuan torsi
t
dihitung dari
t
@
s cs
cb
I #
% #
2
, dimana % @ ( )
#
8# , (
#
x
y x .
.*.2.# M'men P'&$$3. :ntuk momen positi$, strip kolom haruslah diproporsikan
untuk menahan porsi-porsi berikut dalam persen momen-momen ber$aktor positi$, dengan
interpolasi linier yang dibuat untuk harga-harga antaranya.

2
6
1
,9/ 19, 29,
f(2>) @ (
8( 8( 8(
f(2>) ,(
)( F' *'
:ntuk sebuah panel dengan balok antara pendukung-pendukung pada semua sisi, kekakuan
relati$ balok dalam dua arah tegak lurus harus dalam rentang
( , ' 2 , (
2
2
2
2

f
f

(.'a)
Gilai rasio kekakuan
f
dan
f2
dihitung sesuai dengan
s cs
b cb
f
I #
I #

(.'b)
11.-.) M'men *er3ak'r da%am #r$. Ten1a(
11.1 Pendahuluan 2-6
%orsi momen-momen ber$aktor negati$ dan positi$ tersebut yang tidak ditahan oleh strip-
strip kolom harus secara proporsional diberikan pada setengah strip-strip tengah yang
terkait. 3entang-bentang yang bersebelahan tidak perlu harus sama supaya kedua
setengahan strip kolom di setiap sisi suatu baris kolom-kolom tidak perlu sama didalam
lebarnya. Karenanya setiap strip tengah harus diproporsikan untuk menahan jumlah
2-7 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
momen-momen yang diberikan pada kedua setengah strip-strip tengahnya. Suatu strip
tengah yang bersebelahan dengan dan paralel terhadap suatu tepi yang didukung oleh
sebuah dinding haruslah diproporsikan untuk menahan dua-kali momen yang diberikan
pada setengah strip tengah yang berhubungan dengan baris pertama kolom-kolom interior.
11.-.- Per$mban1an Pembebanan *er.'%a
<idalam analisis anggota-anggota yang menerus, pembebanan berpola harus ditinjau.
Sebagai akibatnya, momen-momen maksimum diperoleh. %embebanan berpola dapat
mengakibatkan perubahan arah tegangan, seperti yang terlihat dalam Gambar .8, sebagai
suatu $ungsi kekakuan relati$ balok-balok dan kolom-kolom yang berpotongan pada join.
Analisis pembebanan berpola tidaklah praktis. <engan membatasi kemudahterapan 5etoda
<isain =angsung terhadap slab-slab dengan B3eban hidup tidak melebihi dua kali beban
matiD, tidaklah lagi suatu kebutuhan untuk mengecek terhadap e$ek-e$ek beban berpola.
<imensi-dimensi slab dan kolom untuk semua kasus-kasus praktis secara semu akan
memenuhi harga-harga untuk
min
yang disyaratkan dalam +abel .2.
11.-./ Tran&3er Ge&er-M'men ke 2'%'m :an1 Mend!k!n1 P%a Daar 4!lat
Plates5
.*.'. 2ek!aan 1e&er. %erilaku geser slab-slab dan plat-plat dua-arah adalah suatu
persoalan tegangan tiga-dimensi. 3idang kegagalan geser kritis mengikuti perimeter luasan
yang terbebani dan berlokasi pada suatu jarak yang memberikan suatu perimeter geser
minimum b
(
. 3erdasarkan pada pembuktian analitis dan eksperimental yang ekstensi$,
bidang geser tersebut haruslah tidak lebih dekat dari suatu jarak d>2 dari beban terpusat
atau luasan reaksi.
(a)

(b)
11.1 Pendahuluan 2-8
Gambar 11.6 ,fek pembebanan berpola terhadap defleksi dan retak: (a) defleksi besar
1 den&an kolom -an& lebih fleksibel; (b) defleksi kecil ! den&an kolom -an& lebih kaku.
11.) %omen Berfaktor *erdistribusi dan *ulan&an Slab oleh %etoda Desain "an&sun& 2-+
2ika tidak ada tulangan geser khusus disediakan, kekuatan geser nominal penampang
yang diperbolehkan maksimum ,
c
seperti yang disyaratkan oleh A,- adalah yang terkecil
dari harga-harga dari %ers. .87
,
c
@
d b f
c (
*
2

,
_

(.8a)
dimana adalah rasio sisi panjang terhadap sisi pendek kolom, beban terpusat, atau luasan-
luasan reaksi, dan b
(
adalah perimeter penampang kritis7
,
c
@ d b f
b
d
c
s
(
(
2

,
_

(.8b)
dimana
s
adalah *( untuk kolom-kolom interior, #( untuk kolom-kolom tepi, dan 2(
untuk kolom-kolom sudut dan
,
c
@ * d b f
c (
(.8c)
Tabe% 11.2 .ar&a min
a

a
0a&$' A&.ek9

2
6
1
"ekakan Balok Relati#$
, ,9/ 19, 29, -9,
2,( (,'H2,( ( ( ( ( (
,( (,' (,8 ( ( ( (
(,? (,F ( ( ( (
,( (,F (, ( ( (
,2' (,? (,* ( ( (
2,( ,2 (,' (,2 ( (
(,' (,' ,# (,# ( ( (
(,? ,' (,' (,2 ( (
,( ,8 (,8 (,2 ( (
,2' ,) ,( (,' ( (
2,( *,) ,8 (,? (,# (
(,## (,' *,? (,' (, ( (
(,? 2,( (,) (,# ( (
,( 2,# (,) (,* ( (
,2' 2,? ,' (,? (,2 (
2,( #,( 2,8 ,2 (,' (,#
a
a @
luasan satuan per ber$aktor - tak hidup beban
luasan satuan per ber$aktor - tak mati beban
c @
( )
s b
c
- -
-
+

11.1 Pendahuluan 2/,


@
ditentukan akan momen - momen dimana bentang arah dalam join
kedalam merangkai slab - slab dan balok - balok kekakuan jumlah
slab diba!ah dan diatas kolom - kolom kekakuan jumlah
%ersamaan .8(a) dan (b) adalah hasil-hasil tes yang menunjukkan bah!a bilamana rasio
b
(
>d meningkat kekuatan geser nominal tersedia ,
c
berkurang agar didalam situasi-situasi
2/1 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
yang seperti itu %ers. .8(c) tidak akan mengontrol karena ia menjadi tidak-aman. 2elas
dari %ers. .8(c) bah!a kekuatan geser yang disediakan oleh beton polos tidak dapat
melebihi *
c
f , dimana hampir menggandakan kekuatan geser yang diperbolehkan
didalam anggota satu-arah seperti balok dan slab satu-arah.
2ika tulangan geser khusus disediakan, kekuatan geser nominal maksimum ,
n
tidak
dapat melebihi 8
c
f b
(
d, asalkan bah!a harga yang dipergunakan untuk ,
c
dalam
perumusan ,
s
@ ,
n
H ,
c
tidak melampaui 2
c
f b
(
d.
.*.'.2 Tran&3er 1e&er-m'men. 5omen tak-seimbang pada pendukung muka kolom
dari sebuah slab tanpa balok-balok merupakan sebuah daripada pertimbangan-
pertimbangan disain yang lebih kritis didalam memproporsikan sebuah pelat datar (flat
plate) atau sebuah slab datar (flat slab). :ntuk menjamin kekuatan geser yang cukup
memerlukan pertimbangan terhadap trans$er momen ke kolom oleh lentur yang melintasi
perimeter kolom dan oleh tegangan geser eksentris sehingga sekitar 8(E ditrans$er oleh
lentur dan *(E oleh geser.
Iraksi momen
v
yang ditrans$er oleh eksentrisitas tegangan geser berkurang
sebagaimana lebar muka penampang kritis yang menahan momen meningkat sehingga

v
@ H
2
#
2

b b +
(.Fa)
dimana b
2
@ c
2
A d adalah lebar muka penampang kritis yang menahan momen dan b

@ c

A d untuk kolom-kolom interior dan b

@ c

A d>2 untuk kolom-kolom tepi dan b

@ c

A d
dan b

@ c

A d>2 untuk kolom-kolom sudut. Sisi b

adalah lebar muka pada sudut-sudut


yang tegak lurus terhadap sisi b
2
.
%orsi sisa momen tak-seimbang
f
yang ditrans$er oleh lentur diberikan oleh

f
@
2
#
2

b b +
atau
f
@ H
v
(.Fb)
yang bekerja pada sebuah slab e$ekti$ diantara garis-garis yang mana J kali ketebalan
slab total h pada kedua sisi pendukung kolom.
+ata ,ara A,- menyediakan suatu metoda penyederhanaan dimana
f
@ ,( dapat
digunakan untuk momen tak-seimbang diba!ah kondisi-kondisi berikut untuk geser
terhadap sebuah sumbu paralel pada tepinya7
.ntu' pendu'ung e'sterior, asalkan bah!a ,
u
pada pendukung kurang dari (,F',
c
,
harga
f
dapat ditingkatkan menjadi ,(. %ada pendukung interior,
f
dapat ditingkatkan
dengan 2'E asalkan bah!a ,
u
sama dengan atau kurang dari (,*,
c
dan sama dengan
atau kurang dari (,#F'
b
. Akan tetapi, penyederhanaan menggunakan
f
@ ,( dan
v
@ ( ini
bisa tidak berada pada sisi yang aman, sebagaimana telah ditunjukkan oleh beberapa hasil
uji.
<istribusi tegangan-tegangan geser disekeliling tepi-tepi kolom adalah seperti yang
ditunjukkan dalam Gambar .F. -a dianggap ber"ariasi secara linier terhadap pusat
penampang kritis. Gaya geser ber$aktor ,
u
dan momen ber$aktor tak-seimbang M
u
,
keduanya diasumsikan bekerja di muka kolom, harus ditrans$er ke sumbu pusat c-c
penampang kritis. 2adinya posisi sumbu harus ditentukan lokasinya, dengan demikian
11.1 Pendahuluan 2/2
mendapatkan lengan gaya geser g (jarak dari muka kolom ke bidang sumbu pusat)
penampang kritis c-c untuk trans$er geser momen.
11.) %omen Berfaktor *erdistribusi dan *ulan&an Slab oleh %etoda Desain "an&sun& 2/)
:ntuk menghitung tegangan geser maksimum yang ditahan oleh pelat dalam daerah
kolom tepi, +ata ,ara A,- mensyaratkan untuk menggunakan kekuatan momen nominal
penuh M
n
yang disediakan oleh strip kolom dalam %ers. .?a dan b sebagai momen tak-
seimbang, yang dikalikan dengan $aktor $raksi trans$er
v
. 5omen tak-seimbang ini M
n

M
ue
> tersusun dari dua bagian7 momen panel ujung negati$ M
ne
@ M
e
> di muka kolom dan
momen (,
u
>)g, akibat gaya geser perimetris ber$aktor eksentris ,
u
. ;arga pembatas
intensitas tegangan geser dirumuskan sebagai
( )
c
A& ue v
c
u
A& u
/
c M
A
,
v


+
(.?a)
( )
c
%! ue v
c
u
%! u
/
c M
A
,
v


+
(.?b)
dimana intensitas kekuatan geser nominal adalah
v
n
@

u
v
(.?c)
dan dimana A
c
@ luasan beton penampang kritis asumsi
@ 2d(c

A c
2
A 2d) untuk sebuah kolom interior
/
c
@ properti penampang kritis asumsi analogi dengan momen inersia polar
;arga /
c
untuk suatu kolom interior adalah
/
c
@
( ) ( ) ( )( )
2 8 8
2
2
# #

d c d c d d c d d c d + +
+
+
+
+
(.?d)
;arga /
c
untuk sebuah kolom tepi dengan lentur paralel terhadap tepinya adalah
/
c
@
( )( ) ( )
( ) ( )( )( )
2
2
# #
#

#
2
8
2
A& %! A&
c d d c c c
d d d c
+ + + +
+
(.?e)
<apat diketahui dari prinsip-prinsip dasar mekanika material-material bah!a
tegangan geser
v
u
@
/
Mc
A
,
v
c
u
+
dimana bagian kedua perumusan tersebut adalah tegangan geser yang dihasilkan dari
momen torsi di muka kolom.
2ika kekuatan momen nominal M
n
dari daerah trans$er momen geser setelah disain
tulangan menghasilkan sebuah harga yang lebih besar daripada M
ue
>, harga M
n
harus
dipergunakan dalam %ers. .?a dan b sebagai pengganti dari M
ue
>. <alam suatu kasus
yang seperti itu, dimana harga kekuatan momen M
n
@ M
ne
A (,
u
>)g meningkat karena
penggunaan tulangan lentur yang lebih daripada yang diperlukan untuk menahan M
ue
>,
ketebalan slab ditingkatkan, dengan demikian meningkatkan tegangan geser yang ditrans$er
v
u
dihitung dari %ers. .?a dan b untuk pembentukan trans$er momen penuh.
Konsekuensinya, dianjurkan untuk mempertahankan sebuah momen disain M
ue
dengan
suatu harga yang dekat dengan harga momen ber$aktor M
ue
jika suatu peningkatan dalam
tegangan geser akibat trans$er momen tambahan perlu dihindari dan suatu kebutuhan
11.1 Pendahuluan 2/-
diakibatkannya yang mungkin untuk peningkatan tambahan dalam ketebalan disain plat
dicegah.
2// Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
Gambar 11.7 Distribusi te&an&an &eser disekelilin& tepi-tepi kolom: (a) kolom interior;
(b) kolom u(un&; (c) permukaan kritis; (d) kekuatan momen nominal transfer Mn.
$enampang
kritis
#$ kolom
1egangan
geser
"umbu pusat
penampang kritis
Bidang tegangan geser
maksimum
2uka eksterior
kolom tepi
Bidang AB
2uka sisi-
dalam kolom
Lebar slab e3ekti3 untuk
trans3er momen oleh
lentur c

%((+.h)
V
u
c
V
AB
V
CD
M
u
1egangan
geser
c
(a)
c
#$ kolom
V
u
V
AB
V
CD
M
uc
$enampang
kritis
c
(
%d
A D
C B
L
M
c
CD
c
AB
c
c
c


%

d
c
(
%d,
c
c
D
C
B
A
L
M
g
c
CD
c
AB
(b)
"umbu pusat
penampang kritis
c
c
A
B
c


%

d
M
ue
!M
c
V
u +V
u
. g M
n
c
(c)
d,
V
u
M
ue
M
e
g
c
V
u
c
c
(
c

(d)
X

'
/
!
0
M
'


1
e
k
u
a
t
a
n

m
o
m
e
n

n
o
m
in
a
l
s
t
r
ip

k
o
lo
m


M
n

2

A
s
f y
(
d

3

a
4
!
)

11.1 Pendahuluan 2/6
11.) %omen Berfaktor *erdistribusi dan *ulan&an Slab oleh %etoda Desain "an&sun& 2/7
,ontoh numerikal . menggambarkan prosedur untuk menghitung tegangan geser
perimeter batas didalam plat di daerah kolom tepi.
Sebuah tegangan geser perimetris yang lebih tinggi v
u
dapat terjadi daripada yang
die"aluasi dengan %ers. .?a atau b bila bentang-bentang yang berhubungan tidaklah-sama
atau dibebani secara tak-sama didalam kasus sebuah kolom interior. +ata ,ara A,-
menetapkan didalam penampang slab yang berhubungan dengan momen-momen ber$aktor
dalam kolom-kolom dan dinding-dinding dimana elemen pendukung, seperti sebuah kolom
atau sebuah dinding, harus menahan suatu momen tak-seimbang
M , sehingga
M @ (,(F1(w
ud
A (,'w
u)
2
(
n2
)
2
H
2
2
) (
n ud
w
4 (.)a)
dimana
ud
w
dan
n

mengacu pada bentang yang lebih pendek.


Kolom pada join monolitik kolom-slab haruslah didisain untuk menahan momen tak-
seimbang
M didalam proporsi langsung terhadap kekakuan-kekakuan mereka kecuali
jika suatu analisis rangka yang umum dibuat. 2adinya, jika kolom-kolom atas dan ba!ah di
join tersebut mempunyai ketinggian dan kekakuan yang sama, kolom tersebut harus
didisain untuk menahan setengah momen tak-seimbang
M didalam kombinasi dengan
beban aksial. <alam %ers. .)a, setengah intensitas beban hidup diterapkan pada bentang
yang lebih panjang dan beban mati hanya diterapkan pada bentang yang lebih pendek.
Karenanya, suatu tambahan ditambahkan pada %ers. .?a atau b dalam kasus-kasus
seperti itu agar
v
u
@
c
v
c
A& u v
c
u
/
c M
/
c M
A
,

+ +

(.)b)
dimana
c
/
adalah momen inersia polar dengan luasan-luasan momen diambil dalam
sebuah arah tegak lurus terhadap yang dipergunakan untuk /
c
.
2ika kedua bentang yang bersebelahan sama dan dibebani secara sama dengan beban
hidup, %ers. .)a untuk momen tak-seimbang dari trans$er geser-momen dalam slab di
join kolom menjadi
M @ (,(F 1(,'w
u

2
(
n
)
2
4 (.)c)
11.-.6 Per&:araan De3%ek&$ !n!k 2eeba%an M$n$m!m: #eb!a( Pendekaan
Tak-Lan1&!n1
Kemampuan layan suatu sistem lantai dapat dijaga melalui kontrol de$leksi dan kontrol
retak. Karena de$leksi merupakan suatu $ungsi kekakuan slab sebagai sebuah ukuran
ketebalannya, suatu ketebalan minimum haruslah disediakan yang tak-berkaitan dengan
persyaratan ketebalan lentur. +abel .# memberikan ketebalan minimum slab-slab tanpa
balok-balok interior. -ni terjadi bilamana
fm
(. +abel .* memberikan de$leksi-de$leksi
terhitung yang diijinkan maksimum untuk mengamankan terhadap keretakan plaster dan
untuk mempertahankan penampilan estetisnya. %erhitungan-perhitungan de$leksi untuk
slab-slab aksi-dua-arah dapat dibuat dengan menggunakan prosedur-prosedur analitis yang
dijelaskan dalam Sub-bab .? dalam upaya untuk menentukan apakah analisis tersebut
memberikan de$leksi-de$leksi jangka-panjang dalam pembatasan-pembatasan dari +abel
.*.
11.1 Pendahuluan 2/8
%embatasan empiris pendekatan pada de$leksi melalui penentuan ketebalan minimum
slab tersebut diatas balok-balok atau panel-panel turun (drop panels) atau jalur-jalur dapat
diperoleh dari +abel .# jika rasio kekakuan
fm
K (,2.
:ntuk
fm
L (,2 tetapi tidak lebih besar dari 2,(,
2/+ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
h @
( )
( ) 2 , ( ' #8
((( . 2(( ? , (
+
+
fm
y n
f

(.(a)
dan tidak perlu kurang dari ' in., dimana
fm
@ nilai rata-rata
f
untuk semua balok pada
tepi panel.
:ntuk
fm
L (,2,
h @
( )
) #8
((( . 2(( ? , (
+
+
y n
f
(.(b)
dimana
n
adalah panjang bentang bersih dalam arah panjang untuk penentuan de$leksi.
:ntuk perhitungan momen,
n
adalah panjang bentang bersih dalam arah dimana momen-
momen tersebut dihitung.
:ntuk slab-slab tanpa balok-balok, tetapi dengan panel-panel turun yang mempunyai
suatu lebar didalam setiap arah dari garis pusat pendukung sebuah jarak yang tidak kurang
dari seperenam panjang bentang didalam arah tersebut diukur dari pusat ke pusat
pendukung-pendukung dan suatu proyeksi diba!ah slab tersebut paling sedikit seperempat
ketebalan slab diluar penurunan tersebut, ketebalan yang disyaratkan oleh %ers. .(a atau
b dapat direduksi dengan (E. %ada tepi-tepi yang tak-menerus, suatu balok tepi harus
disediakan dengan suatu rasio kekakuan
f
tidak kurang dari (,?(9 atau ketebalan minimum
yang disyaratkan oleh %ers. .(a atau b harus ditingkatkan dengan paling sedikit (E
dalam panel tersebut dengan sebuah tepi yang tak-menerus.
Tabe% 11.) 1etebalan %inimum Slab *anpa Balok 5nterior
Te1an1an
Le%e(9 #
%,
4.&$5
b
Tanpa Panel Trn
a
Dengan Panel Trn
a
Panel Eksterior
Pane%
Iner$'r
Panel Eksterior
Pane%
Iner$'r
Tan.a
*a%'k
Te.$
Den1an
*a%'k
Te.$
8
Tan.a
*a%'k
Te.$
Den1an
*a%'k
Te.$
8
*(.(((
##
n

#8
n

#8
n

#8
n

*(
n

*(
n

8(.(((
#(
n

##
n

##
n

##
n

#8
n

#8
n

F'.(((
2?
n

#
n

#
n

#
n

#*
n

#*
n

a
%anel turun seperti ditentukan oleh %eraturan A,-.
b
:ntuk harga-harga tegangan leleh tulangan antara harga-harga yang diberikan dalam tabel, ketebalan minimum
harus didapatkan dengan interpolasi linier.
c
Slab-slab dengan balok-balok antara kolom-kolom sepanjang tepi-tepi eksterior. ;arga untuk balok tepi harus
tidak kurang dari (,?.
Gambar .? memberikan sebuah plot rasio ketebalan h>
n
terhadap rasio aspek
untuk kedua persamaan untuk rasio-rasio kekakuan
f
yang ber"ariasi. ,atat dari plot-plot
tersebut bah!a %ers. .(a merupakan sebuah perumusan batas-atas yang dapat
11.1 Pendahuluan 26,
diterapkan pada kondisi-kondisi yang terbatas bila kekakuan-kekakuan pendukung-
pendukung balok panel sangat rendah dimana rasio kekakuan
f
mempunyai sebuah harga
yang dekat dengan (,2, secara bertahap mendekati kondisi suatu plat datar (flat plate). -a
tidak dapat diterapkan bilamana
f
@ (. 2ika ia untuk dipergunakan dalam kondisi yang
11.) %omen Berfaktor *erdistribusi dan *ulan&an Slab oleh %etoda Desain "an&sun& 261
terakhir, akan tetapi, kita dapat mengasumsikan bah!a bagian slab tersebut dalam daerah
kolom bekerja sebagai suatu balok. Ketebalan h tidak dapat kurang dari harga-harga
berikut7
Tabe% 11.- 6asio -an& Dii(inkan %inimum dari Bentan& () terhadap Defleksi (a) ( 2
Bentan& -an& "ebih Pan(an&)
T$.e An11'a De3%ek&$9 a9 :an1 D$.er($!n1kan
46a5
m$n
Atap datar tidak mendukung dan tidak
berhubungan dengan elemen bukan-
struktural yang kemungkinan dirusakkan
oleh de$leksi yang besar
<e$leksi seketika akibat beban hidup ( ?(
a
=antai tidak mendukung dan tidak
berhubungan dengan elemen bukan-
struktural yang kemungkinan dirusakkan
oleh de$leksi yang besar
<e$leksi seketika akibat beban hidup ( #8(
Konstruksi atap atau lantai mendukung atau
berhubungan dengan elemen bukan-
struktural yang kemungkinan dirusakkan
oleh de$leksi yang besar
3agian tersebut dari de$leksi total yang
terjadi setelah pemasangan elemen
bukan-struktural7 jumlah de$leksi
jangka-panjang akibat semua beban
tetap (beban mati tambah sembarang
porsi tetap beban hidup) dan de$leksi
seketika akibat sembarang beban
hidup tambahan
b
*?(
c
Konstruksi atap atau lantai mendukung atau
berhubungan dengan elemen bukan-
struktural yang kemungkinan tidak
dirusakkan oleh de$leksi yang besar
2*(
c
a
3atasan tidak ditujukan untuk mengamankan terhadap genangan. Genangan seharusnya dicek dengan
perhitungan-perhitungan de$leksi yang sesuai, termasuk de$leksi tambahan akibat air genangan, dan
memperhitungkan e$ek-e$ek jangka-panjang semua beban-beban tetap, kamber (de$leksi ke atas), toleransi-
toleransi konstruksi, dan keandalan ketentuan-ketentuan untuk drainasi.
b
<e$leksi jangka-panjang haruslah ditentukan, tetapi boleh direduksi dengan besarnya de$leksi yang dihitung
terjadi sebelum pemasangan elemen-elemen bukan-struktural. /eduksi ini dibuat dengan berdasarkan pada data
rekayasa yang diterima berkaitan dengan karakteristik de$leksi-!aktu anggota-anggota yang serupa dengan yang
diperhitungkan.
c
3atas ratio mungkin lebih rendah jika langkah-langkah yang cukup diambil untuk mencegah kerusakan terhadap
elemen-elemen yang terdukung atau terhubung, tetapi harus tidak lebih rendah dari toleransi terhadap elemen-
elemen bukan-struktural.

Slab tanpa balok atau panel turun ' in.
Slab tanpa balok, tetapi dengan panel turun * in.
Slab dengan balok pada semua empat tepinya dengan harga
fm

paling sedikit sama dengan 2,( #,' in.
h juga harus ditingkatkan dengan paling sedikit (E untuk lantai-lantai plat-datar (flat-
plate floors) jika panel-panel ujung tidak mempunyai balok-balok tepi dan dengan *'E
untuk panel-panel sudut.
Sebagai tambahan, dalam persamaan-persamaan diatas,
11.1 Pendahuluan 262

f
@ rasio kekakuan lentur penampang balok terhadap kekakuan lentur suatu lebar
slab yang dibatasi secara lateral oleh garis pusat panel yang bersebelahan (jika
ada) pada setiap sisi balok

fm
@ harga rata-rata untuk semua balok-balok pada tepi-tepi sebuah panel
@ rasio bentang-bentang bersih dalam arah panjang terhadap pendek slab-slab
dua-arah
26) Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
;aruslah ditekankan bah!a suatu pengecekan de$leksi adalah kritis untuk kondisi
pembebanan konstruksi. %ola-pola penopangan dan pelepasan-topangan dapat
mengakibatkan de$leksi beban-mati yang lebih daripada keadaan beban-layan normal pada
saat suatu !aktu dimana beton hanya mempunyai sebuah kekuatan F-hari atau kurang dan
bukan kekuatan disain normal 2?-hari. Kekakuan #I dalam suatu keadaan yang seperti itu
kurang dari harga disainnya. /etak lentur menurunkan lebih jauh harga-harga kekakuan
slab atau plat dua-arah, dengan suatu peningkatan yang mungkin didalam de$leksi jangka-
panjang sebesar beberapa kali de$leksi disain yang diantisipasi. Konsekuensinya, slab-slab
dan plat-plat dua-arah beton bertulang haruslah dikonstruksikan dengan sebuah
kamber>de$leksi keatas sebesar >? in. dalam bentang (-$t atau lebih dan kontrol retak
dilakukan seperti dalam Sub-bab .) didalam upaya untuk menghitung e$ek-e$ek de$leksi
yang berlebihan pada tahap pembebanan konstruksi. Suatu analisis terhadap tegangan-
tegangan dan de$leksi-de$leksi beban konstruksi penting dalam kebanyakan kasus.
;arus dicatat bah!a sementara +ata ,ara A,- menetapkan penggunaan f
r
@ F,'
c
f untuk modulus runtuh didalam menghitung momen retak, M
cr
, disarankan agar suatu
harga yang lebih rendah dari F,' didalam perumusan untuk f
r
dipergunakan, seperti *,(-*,'.
<engan cara ini, kemungkinan de$leksi sebuah slab dua-arah tak terantisipasi yang lebih
besar dari yang disajikan table-tabel de$leksi A,- terhindarkan.
11./ P0O#EDU0 DE#AIN DAN ANALI#I#: METODA DE#AIN LANG#UNG
11./.1 Ta(a. O.era&$'na%
Gambar .) memberikan sebuah diagram-alir yang logis untuk tahap-tahap operasional
berikut7
Gambar 11.8 6asio ketebalan lawan rasio aspek untuk kontrol defleksi slab
dua-arah diatas balok/ Pers. 11.1'a dan b membatasi.
f
y
!/)4))) psi

f
!(
R
a
s
i
o

k
e
t
e
b
a
l
a
n
+

h
,

n
Rasio aspek+
$ers4 ((4()a
$ers4 ((4()b

f
!

f
!5

f
!)
)+)-.
)+)-)
)+).
)+))
)+)(.
)+)()
)+)).
)
(+) (+ (+5 (+/ (+6 +)
11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& 26-
Gambar 11.+ Dia&ram alir untuk urutan desain dalam slab dan plat dua-arah den&an
metoda desain lan&sun&.
Akhir
2ulai
Data Desain Diberikan7 susunan panel+ dimensi
panel+ beban hidup+ beban mati tambahan+ + f
y
Lakukan pengecekan geometri untuk penggunaan metoda
desain langsung8 periksa pembatasan metoda desain langsung
9ang dida3tar dalam "ub-bab ((4-4(
Dapatkan ketebalan slab minimum untuk pers9aratan-
pers9aratan de3leksi menggunakan $ers4 ((4()a dan b
Asumsikan suatu ketebalan h untuk slab tersebut8 hitung berat-
sendiri slab tersebut dan
u
!(+
D
%(+/
L
:ek jika ketebalan asumsi h memenuhi pers9aratan geser8 jika
dimensi balok dan kolom tidak diketahui+ asumsikan dimensi
tersebut8 coba dimensi kolom dalam rentang dari 6 sampai (.;
dari rata-rata bentang pendek dan panjang8 penampang kritis
untuk geser pada d, dari muka pendukung tersebut
1idak <a
$enampang diasumsikan memenuhi pers9aratan geser
Buat pen9esuaian dengan
memperbesar dimensi kolom+
kekuatan beton+ atau ketebalan slab+
atau gunakan tulangan geser khusus
Bagi struktur tersebut menjadi
suatu rangka disain ekivalen
9ang dibatasi oleh garis pusat
panel ("ub-bab ((4-)
=itung momen ber3aktor statis total+
M
)
!
un

,6
$ilih 3aktor distribusi (1abel ((4( dan ((4 dan #ambar ((4.)8
dapatkan momen negati3 dan positi3 kritis
>ntuk plat datar (f!at #!ates)+ cek pers9aratan geser 9ang memperhitungkan
momen 9ang akan ditrans3er oleh geser ke muka kolom
$ers9aratan geser dipenuhi
Desain tulangan lentur untuk penampang kritis
$ilih ukuran batang dan detail susunan tulangan
<a
1idak
26/ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
. +entukan apakah geometri dan pembebanan slab membolehkan penggunaan metoda
desain langsung seperti dida$tar dalam Sub-bab .#..
2. %ilih ketebalan slab untuk memenuhi persyaratan-persyaratan de$leksi dan geser.
%erhitungan-perhitungan seperti itu memerlukan suatu pengetahuan terhadap
dimensi-dimensi balok pendukung atau kolom. Sebuah harga yang sesuai untuk suatu
dimensi kolom-kolom atau balok-balok yang seperti itu akan sebesar ? sampai 'E
dari rata-rata dimensi-dimensi bentang panjang dan pendek, yaitu, J(

A
2
). :ntuk
pengecekan geser, penampang kritis adalah pada suatu jarak d>2 dari muka
pendukung. 2ika ketebalan yang ditunjukkan untuk de$leksi tidaklah cukup untuk
menahan geser, gunakan satu atau lebih dari berikut ini7
(a) %erbesar dimensi kolom.
(b) +ingkatkan kekuatan kolom.
(c) %erbesar ketebalan slab.
(d) Gunakan tulangan geser khusus.
(e) Gunakan panel turun atau kapital kolom untuk meningkatkan kekuatan geser.
#. 3agi struktur tersebut menjadi rangka-rangka disain eki"alen yang dibatasi oleh
garis-garis pusat panel-panel pada setiap sisi sebuah garis kolom-kolom.
*. ;itung momen ber$aktor statis total M
(
@ (w
u

n
2
)>?.
'. %ilih $aktor-$aktor distribusi momen-momen negati$ dan positi$ ke kolom-kolom dan
bentang-bentang eksterior dan interior seperti dalam Gambar .#b dan +abel .
dan hitung momen-momen ber$aktor masing-masing.
8. <istribusikan momen-momen rangka eki"alen ber$aktor dari tahap ' ke strip-strip
kolom dan tengah.
F. +entukan apakah ketebalan slab coba-coba yang dipilih cukup untuk trans$er momen-
geser dalam kasus plat-plat datar (flat plates) di pertemuan kolom dengan
menghitung porsi momen yang ditrans$er tersebut oleh geser dan properti-properti
penampang geser kritis pada jarak d>2 dari muka kolom.
?. <esain tulangan lentur untuk menahan momen-momen ber$aktor dalam tahap 8.
). %ilih ukuran dan spasi tulangan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan untuk
kontrol retak, panjang-panjang penyaluran batang, dan tegangan-tegangan susut dan
suhu.
11./.2 "'n'( 11.1: De&a$n P%a Daar an.a *a%'k den1an Me'da De&a$n
Lan1&!n1
Sebuah bangunan tiga-tingkat dengan empat panel kali empat panel dalam denahnya.
Ketinggian bersih antara lantai adalah 2 $t, dan sistem lantainya adalah sebuah konstruksi
plat-datar (flat-plate) beton bertulang tanpa balok tepi. <imensi panel ujung demikian juga
ukuran kolom pendukung ditunjukkan dalam Gambar .(. <iberikan7
beban hidup @ F( ps$ (#,#' k%a)
c
f
@ *((( psi (2F,8 5%a), beton bobot-normal
fy @ 8(.((( psi (** 5%a)
3angunan tersebut tidak dikenai oleh gempabumi9 perhitungkan beban-beban gra"itasi saja9
<esain panel ujung tersebut dan ukuran dan spasi tulangan yang diperlukan. %erhitungkan
berat pekerjaan lantai sebesar ( ps$ sebagai tambahan pada berat-sendiri lantai.
Penyelesaian: +engece'an geometri untu' penggunaan metoda desain langsung tahap 0"
11.1 Pendahuluan 266
(a) /asio bentang lebih panjang>bentang lebih pendek @ 2*>? @ ,## K 2,(, karenanya aksi
dua-arah
11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& 267
(b) =ebih dari tiga bentang dalam setiap arah dan bentang-bentang yang berurutan dalam
setiap arah sama dan kolom-kolom tidak digeser.
(c) Asumsikan suatu ketebalan sebesar ) in. dan pekerjaan lantai sebesar ( ps$.
wd @ ( A
2
)
'( @ 22,' ps$ 2wd @ 2*' ps$
w @ F( ps$ K 2wd <iterima.
Karenanya metoda desain langsung dapat diterapkan.
-etebalan slab minimum untu' persyaratan defle'si tahap 1"
Arah +H3 n @ 2* 2 H
2
?
H
2
2(
@ 28) in. (8,?# m)
Arah :HS n2 @ ? 2 H
2
2(
H
2
2(
@ )8 in. (*,)? m)
rasio bentang bersih lebih panjang terhadap lebih pendek @
)8
28)
@ ,#F
Gambar 11.1, Denah lantai panel u(un& dalam sebuah ban&unan ti&a-tin&kat.
1epi
bangunan
#$ kolom
>
A B C
B 1
"
) ) in4
-

(
C B A
(

-
1epi
bangunan
) ) in4 (6 ) in4
(6 ) in4
(6 ) in4
(6 in4
5 3t
(0+- m)
5 3t
(
6

3
t

(
.
+
5
?

m
)
(
6

3
t
(6 in4

n(
11.1 Pendahuluan 268
Ketebalan pendahuluan minimum h dari +abel .# untuk sebuah plat datar tanpa balok tepi
atau panel turun yang menggunakan baja fy @ 8(.(((-psi adalah h @ n>#(, akan ditingkatkan
paling sedikit dengan (E bila tak ada balok tepi yang digunakan.
26+ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
+H37 n @ 28) in.
h @
#(
28)
, @ ),?8 in.
,oba sebuah ketebalan slab h @ ( in. Ketebalan ini lebih besar dari ketebalan
minimum absolut sebesar ' in. yang disyaratkan dalam peraturan untuk plat datar9 karenanya
diterima. Asumsikan bah!a d h H in. @ ) in.
wd baru @ ( A
2
(
'( @ #',( ps$
0leh karena itu,
2wd @ 2F( ps$
w @ F( ps$ K 2wd <iterima.
+ersyaratan 'etebalan geser tahap 1"
wu @ ,8( A ,2! @ ,8 F( A ,2 #',(
@ 2F* ps$ (#,2 k%a)
-olom interior2 3idang kritis pengontrol tegangan geser perimetris maksimum adalah
pada suatu jarak d>2 dari muka-muka kolom9 karenanya, gaya geser perimetris ber$aktor neto
adalah
,u @ 1( 2) H (c A d)(c2 A d)4wu
@ 2F*
2
) 2(
2
) 2(
2* ?
,
_

+
@ 8.F8? lb
,n @

u
,
@
F' , (
F8? . 8
@ ''.8) lb
<ari Gambar ., perimeter permukaan kegagalan geser kritis adalah
Gambar 11.11 Bidan& kritis untuk transfer momen &eser dalam 8ontoh 11.1
kolom interior (&aris B3B/ 9ambar 11.1').
#$
Bidang kritis
A
L
M
B
c
(
d,
5+. in4 )
in4
5+. in4
d,
5+. in4
5+. in4
?+) in4
(c
(
%d)
5 3t 5 3t

)

i
n
4

?
+
)

i
n
4
(
c


%

d
)
c

11.1 Pendahuluan 27,


11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& 271
b( @ 2(c A d A c2 A d) @ 2(c A c2 A 2d)
permukaan geser perimeter Ac @ b(d @ 2d(c A c2 A 2d) @ 2 ),((2( A 2( A ?)
@ 8 ) @ (** in.
2
(8F#.*(( mm
2
)
Karena momen tidak diketahui pada saat tahap ini, hanya sebuah pengecekan pendahuluan
untuk geser yang dapat dibuat.
@ rasio sisi lebih panjang terhadap lebih pendek kolom @
2(
2(
@ ,(
Geser nominal tersedia ,c paling sedikit sebesar
,c @ d b f
c (
*
2

,
_

@ (** *(((

*
2
,
_

+ @ #8).F( lb (,8* (
#
kG)
atau
,c @
d b f
b
d
c
s
(
(
2

,
_

@ (** *((( 2
8
) *(

,
_

@ ##8.)F2 lb (,' (
#
kG)
atau
,c @ d b f
c (
* @ (** *((( * @ 28*.# lb (,8 (
#
kG)
,c pengontrol @ 28*.# lb L ,n perlu @ ''.8) lb
Karenanya tebal lantai tersebut mencukupi. ,atat bah!a karena pemeriksaan a!al
sebelumnya untuk geser ,c pada tahap ini tidak memperhitungkan geser yang ditrans$er oleh
momen, sehingga bijaksana untuk mengetahui bah!a tebal slab coba-coba yang dipilih harus
lebih besar dari yang diperlukan oleh ,n akibat gra"itasi. Sebagai panduan, dalam kasus
kolom interior, tebal slab didasarkan pada kira-kira ,2,n yang diterapkan dalam kasus kolom
interior. :ntuk kolom tepi, pengali yang direkomedasikan untuk ,n kira-kira harus setinggi
,8H,?9 dan untuk kolom sudut, nilai yang lebih tinggi dapat diterapkan. Seringkali, kepala
geser (shear heads) atau panel turun (drop panels) diperlukan untuk kolom sudut dalam
mengatasi tebal slab perlu yang terlalu besar. Sebagaimana nilai kemampuan layan yang
ditabelkan dalam +abel .# untuk tebal slab minimum berlaku hanya untuk 6ona kolom
interior, harus ditingkatkan sebesar (-'E untuk kolom tepi dan hampir '(E untuk kolom
sudut, mereka secara tidak langsung memperhitungkan ketentuan di atas untuk memilih tebal
slab coba-coba yang didasarkan pada peningkatan ,c, seperti telah dilakukan di a!al sebagai
dasar pemilihan tebal slab dengan meningkatkan nilai +abel .# sebesar (E.
-olom e'sterior2 Sertakan berat dinding eksterior, dengan mengasumsikan berat
layannya sebesar 2F( pl$. Gaya geser perimetris ber$aktor neto adalah
,u @
( )( )
2F*
**
( , ) 2( '( , * ?
2 2
?
2
2*
?
1
]
1

+ +

,
_

+
A
,
_

2
2(
? 2F( ,2 @ 88.)## lb ,n @
F' , (
)## . 88
@ ?).2** lb
Anggap garis aksi ,u berada di muka kolom (M dalam Gambar .2 untuk trans$er geser
momen ke bidang pusat cHc. %endekatan ini mencukupi karena ,u bekerja secara perimeter
mengelilingi muka-muka kolom dan bukan sepanjang garis A& saja. <ari Gambar .2,
Ac @ d(2c A c2 A 2d) @ ),((2 ? A 2( A ?) @ ) F*
@ 888 in.
2
(*2).F(( mm
2
)
11.1 Pendahuluan 272
Geser nominal tersedia ,c paling sedikit sebesar
27) Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
,c @ d b f
c (
*
2

,
_

@ 888 *(((
? 2(
*
2

,
_

+ @ 2#'.?? lb (,(' (
#
kG)
atau
,c @
d b f
b
d
c
s
(
(
2

,
_

@ 888 *((( 2
F*
) #(

,
_

@ 2#F.)#( lb (,(8 (
#
kG)
dimana s @ #( untuk kolom tepi
atau
,c @ d b f
c (
* @ 888 *((( * @ 8?.*?8 lb ((,F' (
#
kG) mengontrol
L ,n perlu @ ?).2** lb <iterima.
+erhitungan momen statis tahap-tahap 3 sampai 4"
+H37 n @ 28) in. @ 22,*2 $t
:HS7 n2 @ )8 in. @ 8,## $t
(,8' @ (,8' 2* @ ',8 $t Gunakan n @ 22,*2 $t
(,8'2 @ (,8' ? @ ,F $t Gunakan n2 @ 8,## $t
a" Arah 56&
M( @
?
2
2 n u
w
@
( )
?
*2 , 22 ? 2F*
2

@ #().??? lb-$t (*2( kG-m)


Gambar 11.12 Sumbu pusat untuk transfer momen &eser dalam 8ontoh 11.1
kolom u(un& (&aris 3 atau 131/ 9ambar 11.1').
2uka
bangunan
Bidang kritis
g
A
c
L
M
B
c
d,
d,
c
(
d,
5+.) in4 (6 in4
+. in4
(c
(
%d,)
5 3t

?
+
)

i
n
4
(
c


%

d
,

)

i
n
4
c

x
11.1 Pendahuluan 27-
:ntuk panel ujung sebuah plat datar tanpa balok ujung, $aktor distribusi momen seperti dalam
+abel . adalah
HMu pada pendukung interior pertama @ (,F(M(
AMu pada bentang-tengah dari panel @ (,'2M(
11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& 27/
HMu pada muka eksterior @ (,28M(
momen desain negati$ HMu @ (,F( #().???
@ 28.)22 lb-$t (2)? kG-m)
momen desain positi$ AMu @ (,'2 #().???
@ 8.*2 lb-$t (2? kG-m)
momen negati$ pada eksterior HMu @ (,28 #().???
@ ?(.'F lb-$t (() kG-m)
b" Arah .6S
M( @
?
2
2 n u
w
@
( )
?
*2 , 22 ? 2F*
2

@ #().??? lb-$t (*2( kG-m)


momen desain negati$ HMu @ (,F( 2).2(2
@ '#.** lb-$t (2(? kG-m)
momen desain positi$ AMu @ (,'2 2).2(2
@ #.)?' lb-$t ('* kG-m)
momen desain negati$ pada muka eksterior HMu @ (,28 2).2(2
@ '8.))# lb-$t (FF kG-m)
,atat bah!a $aktor momen yang lebih kecil (,#' dapat dipergunakan untuk momen ber$aktor
positi$ dalam arah :HS didalam contoh ini jika tepi eksterior sepenuhnya dikekang. :ntuk
arah :HS, panel 3,2 adalah yang ditinjau.
!istribusi momen dalam strip 'olom dan tengah tahap 7 dan 8"
%ada kolom eksterior tidak terdapat balok tepi torsi9 karenanya rasio kekakuan torsi t
suatu balok tepi terhadap kolom adalah nol. Karenanya @ (. <ari tabel momen ber$aktor
e'sterior untuk strip kolom dalam Sub-bab .*.2, $aktor distribusi untuk momen negati$ pada
pendukung eksterior adalah ((E, momen bentang-tengah positi$ adalah 8(E, dan momen
negati$ interior adalah F'E. +abel .' memberikan harga momen yang dihasilkan dari
distribusi momen ke strip kolom dan tengah.
%e' 'apasitas transfer geser momen pada pendu'ung 'olom e'sterior
HMc pada kolom interior 2H& @ 28.)22 lb-$t
HMe pada kolom eksterior 2HA @ ?(.'F lb-$t
,u @ 88.)## lb bekerja pada muka kolom
%eraturan A,- menetapkan bah!a kekuatan momen nominal yang digunakan didalam
menge"aluasi momen trans$er tak-seimbang pada kolom tepi9 yaitu, gunakan Mn berdasarkan
pada HMe @ ?(.'F lb-$t. Gaya geser ber$aktor pada kolom tepi yang disesuaikan untuk
momen interior adalah
,u @ 88.)## H
2
( )
2*
'F . ?( )22 . 28
+

@ 8(.?'( lb
,n @ 8(.?'(>(,F' @ ?.## lb, dengan mengasumsikan bah!a desain Mu mempunyai harga
yang sama seperti Mu ber$aktor.
Ac dari sebelumnya @ 888 in.
2
11.1 Pendahuluan 276
<ari Gambar .Fc dan .2, dengan mengambil momen luasan bidang kritis terhadap
sumbu A&,
d(2c A c2 A 2d) x @ d
2

2

,
_

+
d
c
277 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
11.1 Pendahuluan 278




























A
r
a
(

U
3
#
2
-
6
1
8

;

1
9
)
)
,
5
o
m
e
n
n
e
g
a
t
i
$

e
k
s
t
e
r
i
o
r
'
8
.
)
)
#

(
(

,
(



'
8
.
)
)
#
'
8
.
)
)
#
'
8
.
)
)
#
H
'
8
.
)
)
#









(
5
o
m
e
n
b
e
n
t
a
n
g
-
t
e
n
g
a
h

p
o
s
i
t
i
$

#
.
)
?
'
8
(
(
,
8
(



#
.
)
?
'
8
?
.
#
)

#
.
)
?
'
H


8
?
.
#
)



*
'
.
'
)
*
5
o
m
e
n
n
e
g
a
t
i
$
i
n
t
e
r
i
o
r

'
#
.
*
*

F
'
(
,
F
'



'
#
.
*
*

'
.
(
?

'
#
.
*
*

'
.
(
?



#
?
.
#
8
(


































A
r
a
(

T
3
*






2
6

1
:

1
8
6
2
-

;

,
9
7
/


























#
1
4

2
6

1
5
:

,
5
o
m
e
n
n
e
g
a
t
i
$

e
k
s
t
e
r
i
o
r
?
(
.
'
F

(
(

,
(



?
(
.
'
F

?
(
.
'
F

?
(
.
'
F

H
?
(
.
'
F










(
5
o
m
e
n
b
e
n
t
a
n
g
-
t
e
n
g
a
h

p
o
s
i
t
i
$

*
2
8
(
(
,
8
(



*
2


)
8
.
8
?
'

*
2
H


)
8
.
8
?
'


8
*
.
*
'
F
5
o
m
e
n
n
e
g
a
t
i
$

i
n
t
e
r
i
o
r
2

8
.
)
2
2
F
'
(
,
F
'



8
.
)
2
2

8
2
.
8
)
2
2

8
.
)
2
2
H

8
2
.
8
)
2


'
*
.
2
#
(
S
t
r
i
p

k
o
l
o
m
M
u

(
l
b
-
$
t
)
I
a
k
t
o
r
d
i
s
t
r
i
b
u
s
i

(
E
)
5
o
m
e
n

d
e
s
a
i
n
s
t
r
i
p

k
o
l
o
m
5
o
m
e
n

d
e
s
a
i
n
s
t
r
i
p

t
e
n
g
a
h
27+ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
T
a
b
e
%

1
1
.
/



1
a
b
e
l

@
p
e
r
a
s
i

D
i
s
t
r
i
b
u
s
i

2
o
m
e
n
11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& 28,
dimana x adalah jarak ke pusat penampang kritis atau
(2 ? A 2( A ?) x @
2
2
( , )
?
,
_

+
x @
F*
2' , '(8
@ 8,?* in. (F* mm)
dan g @ 8,?* H ),(>2 @ 2,#* in., dimana g adalah jarak dari muka kolom ke sumbu pusat
penampang tersebut.
:ntuk mentrans$er geser ,u dari muka kolom ke pusat penampang kritis tambahkan sebuah
momen tambahan ke harga Me @ ?(.'F lb-$t. 0leh karena itu, momen ber$aktor eksternal Mue
@ ?(.'F A 8(.?'((2,#*>2) @ )2.*#F lb-$t. Kekuatan momen tak-seimbang minimum perlu
adalah
Mn @

ue
M
@
)( , (
*#F . )#
@ (2.F(? lb-$t
Iraksi kekuatan momen nominal Mn yang ditrans$er oleh geser adalah
v @ H
2
#
2

b b +
@ H
') , (

+
@ (,#F
dimana b @ c A d>2 @ ? A *,' @ 22,' in. dan b2 @ c2 A d>2 @ 2( A ) @ 2) in. ;arus dicatat
bah!a dimensi c A d untuk kolom ujung dalam perumusan diatas menjadi c A d>2.
Karenanya Mnv @ (,#F Mn. 5omen inersia sisi-sisi paralel dengan arah momen terhadap sumbu
.HS adalah
I @
2
2 2
#
2
#

,
_

+ +
hb
Ar
bh
untuk kedua muka
I @
( )
( )
( )
2
2
( , ) ' , 22
?* , 8
2
'( , 22
' , 22 ( , )
2
' , 22 ( , )
#
2
#
1
1
]
1

+
,
_

+
@ (?'*# A #)#? A #8F)2 @ 2F.8)8 in.
*
5omen inersia sisi-sisi tegak lurus pada arah momen terhadap sumbu .HS adalah
I2 @ ( )
2
x A @ 1(2( A ),()),(4(8,?*)
2
@ 2.2 in.
*
5aka dari itu,
momen inersia torsi /c @ 2F.8)8 A 2.2
@ #).)(F in.
*

2ika %ers. .?e dipergunakan sebagai pengganti perhitungan-perhitungan prinsip yang
pertama, seperti ditunjukkan diatas, harga yang sama /c @ #).)(F in.
*
diperoleh.
+egangan geser akibat geser perimeter, e$ek Mn, dan berat dinding adalah
vn @
c
n A& v
c
u
/
M c
A
,

+
, dimana Mnv @ v Mn
@
)(F . #)
2 F(? . (2 ?* , 8 #F , (
888 F' , (
?'( . 8(
+

281 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah


@ 2,? A F?,2 @ 2((,( psi
<ari sebelumnya, vc diperbolehkan maksimum @ *
c
f @ * *((( @ 2'#,( psi dan
vn K vc
282 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
0leh karena itu, terima ketebalan plat. :ntuk kolom panel sudut, ketentuan kepala-geser
(shear-head) khusus atau suatu kolom yang diperbesar atau kapital mungkin diperlukan untuk
menahan tegangan-tegangan geser-tinggi di lokasi tersebut.
%e' untu' transfer geser-momen pada 9oin 'olom interior2
wu @ ,8 F( @ 2 ps$.
<ari %ers. .)c7
Mue @ (,(F((,' 2 ?,()(22,*2)
2
@ #'.*8F $t-lb
,n @ ''.8) A
F' , (
?'( . 8( )## . 88
@ 8#.?(2 lb pada muka kolom
/c @
( ) ( ) ( )
2
2) 2) )
8
2) )
8
2) )
2 # #

+
@ *).?'? in.
*
g @ 2(>2 @ ( in.
5omen tak-seimbang total Mn @
( ?(2 . 8#
) , (
2 *8F . #'
+

@ 2.(.)# lb-in.
v @ H
# 2

+
@ (,*
Karenanya, vn aktual @
( )
?'? . *)
2 2) )# . ( . 2 *( , (
(**
?(2 . 8#
+ @ '8,) A ?,F @
2#?.8 psi K 2'# psi, <iterima.
Kemudian lanjutkan dengan cara yang sama seperti yang dipergunakan untuk kolom ujung
didalam memilih tulangan terpusat didalam daerah kolom pada bagian teratas slab untuk
memperhitungkan momen f Mn yang ditrans$er dalam lentur. Gunakan batang-batang lurus
melintasi kolom tersebut yang memanjang mele!ati kedua bentang yang bersebelahan dengan
panjang penyaluran yang penuh.
!esain tulangan dalam daerah slab di mu'a 'olom untu' momen ta'-seimbang
<ari %ers. .Fb,
f @ H v @ H (,#F @ (,8#
Mnf @ f Mn @ (,8# (2.F(? 2 @ FF8.*F2 lb-in.
5omen ini harus ditrans$er didalam ,'h pada setiap sisi kolom tersebut seperti dalam
Gambar .Fd.
lebar trans$er @ (,' (,()2 A 2( @ '(,( in.
Mnf @ Asfy
,
_

2
a
d asumsikan bah!a
,
_

2
a
d (,)d
atau FF8.*F2 @ As 8(.((((),( (,)) memberikan
As @ ,8( in.
2
selebar sebuah lebar strip @ '(,( in.
<engan membuktikan As,
a @
( , '( ((( . * ?' , (
((( . 8( 8( ,

@ (,'8 in.
28) Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
0leh karena itu,
FF8.*F2 @ As 8(.(((
,
_

2
'8 , (
( , )
11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& 28-
As @ ,*? in.
2
' batang Go. ' dengan p-p * in. dalam 6ona trans$er momen
:ntuk Me negati$ total (diberikan secara total pada strip negati$ H lihat +abel .8), Mn @
?(.'F>(,) @ ?).'2# lb-$t. (d a>2) yang dihitung @ ?,8 in. Karenanya As @ ?).'2# 2>
(8(.((( ?,8) @ 2,(? in
2
. Konsekuensinya, tulangan di luar 6ona lebar '( in. trans$er-momen
kolom adalah As @ 2,(? H ,*? @ (,8( in.
2
selebar segmen @ ) $t dikurangi '( in. @ *,?# $t.
+ulangan suhu minimum @ (,((?bh>$t @ (,((? 2 ( @ (,28 in.
2
, memerlukan ' batang
Go. * di sisi kanan dan kiri kolom tepi. ' batang Go. ' untuk porsi Mnf dari momen negati$ tepi
total dikonsentrasikan dalam lebar kolom 2( in. dalam upaya untuk secara e$isien
menyalurkan panjang penyaluran yang diperlukan (lihat Gambar .#).
%engecekan haruslah dibuat dalam suatu cara yang serupa untuk trans$er geser-momen
pada muka kolom interior %. Seperti juga dijelaskan dalam Sub-bab .*.'.2, pengecekan-
pengecekan adakalanya perlu untuk kondisi pembebanan berpola dan untuk kasus dimana
bentang yang berhubungan tidaklah sama atau dibebani secara tidak sama.
+emproporsian tulangan plat tahap-tahap : dan ;"
a" Arah 56& bentang pan9ang"
0< =ing'asan momen dalam strip 'olom lb-ft"
Mn negati$ kolom interior @
) , (
8)2 . 82

@ ?(.F8)
Mn positi$ bentang-tengah @
) , (
8?' . )8
@ (F.*2?
Mne negati$ kolom eksterior @
) , (
'F . ?(
@ ?).'2#
1< =ing'asan momen dalam strip tengah lb-ft"
Mn negati$ kolom interior @
) , (
8)2 . 82

@ ?(.F8)
Mn positi$ bentang-tengah @
) , (
8?' . )8
@ (F.*2?
Mne negati$ kolom eksterior @
) , (
'F . ?(
@ ?).'2#
3< !esain tulangan untu' strip 'olom
HMn @ ?(.F8) lb-$t bekerja pada lebar strip sebesar 2((,2' ?) @ ),( $t
satuan HMn per strip lebar-2-in. @
( , )
2 F8) . ?(
@ 2*.(2' lb-in.
satuan AMn @
( , )
2 *2? . (F
@ *#.*2F lb-in.>strip lebar-2-in.
As minimum untuk plat dua-arah menggunakan baja fy @ 8(.(((-psi @ (,((?bh
@ (,((? ( 2 @ (,28 in.
2
per strip 2-in.
3aja negati$7
Mn @ As fy

,
_

2
a
d atau 2*.(2' @ As 8(.(((
,
_

2
( , )
a
28/ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
Asumsikan bah!a lengan momen d H a>2 (,)d untuk coba-coba pertama dan d @ h H M in. H
J diameter dari batang ),( in. untuk semua tujuan-tujuan praktis. 5aka dari itu,
286 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
As @
( , ) ) , ( ((( . 8(
(2' . 2*

@ (,'( in.
2
a @
b f
f A
c
y s
N
?' , (
@
2 *((( ?' , (
((( . 8( '( , (

@ (,F* in.
:ntuk siklus coba-coba-dan-penyesuaian kedua,
2*.(2' @ As 8(.(((
,
_

2
F* , (
( , )
5aka dari itu, As perlu per lebar-2-in. @ (,*F in
2
. ,oba batang-batang Go. ' (luasan per
batang @ (,#(' in
2
).
spasi s @
in. - 2 strip per perlu
batang satu luasan
s
A
5aka dari itu,
s untuk momen negati$ (batang Go. ') @
2 *F , (
#(' , (
@ F,F) in. p-p ()* mm)
s untuk momen positi$ @ F,F)
2#F . *#
(2' . 2*
@ #, in. p-p (#28 mm)
Spasi diperbolehkan maksimum @ 2h @ 2 ( @ 2( in. ('(? mm). ,oba batang Go. * untuk
momen positi$ (As @ (,2( in.
2
).
As @
(2' . 2*
2#F . *#
(,*F @ (,2? in.
2
per strip 2-in.
tulangan suhu minimum @ (,((?bh @ (,((? 2 (
@ (,28 in.
2
>$t K (,2? in.
2
<iterima.
s @
2 2? , (
2( , (
@ ?,'F in. p-p (2? mm)
:ntuk suatu momen negati$ eksternal, gunakan batang Go. *.
5omen @
( , )
2 '2# . ?)
@ ).#8* lb-in.
s @ ?,'F
#8* . )
2#F . *2
@ (,2? in. p-p
Gunakan * batang Go. ' dengan pusat ke pusat FJ in. untuk momen negati$ pada sisi kolom
interior, 2 batang Go. * dengan pusat ke pusat ?J in. untuk momen positi$9 dan ( batang
Go. * dengan pusat ke pusat ( inci untuk momen negati$ eksterior Me dengan ? dari batang-
batang ini ditempatkan diluar lebar jalur trans$er geser momen '( in., seperti terlihat dalam
Gambar .#b.
>< !esain tulangan untu' strip tengah
satuan HMn @
) , (
2#( . '*
@ 8(.2'8 lb-$t bekerja pada lebar strip sebesar ?,( H ),( @ ),( $t
287 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
satuan HMn per strip lebar-2-in. @
)
2 2'8 . 8(
@ ?(.#* lb-in.
?(.#* @ As 8(.((((),( (,))
11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& 288
As @ (,F in.
2
a @
2 *((( ?' , (
((( . 8( F , (

@ (,2' in.
Siklus kedua7
?(.#* @ As 8(.(((
,
_

2
2' , (
( , )
As @ (,' in.
2
>strip 2-in.
As minimum @ (,28 in.
2
> strip 2-in.
gunakan As @ (,28 in.
2
>strip 2-in.
Gambar 11.1) Daerah transfer &eser momen: (a) lebar-(alur efektif; (b) detail
tulan&an.
Lebar-jalur plat e3ekti3
untuk trans3er momen
dalam lentur .) in4
"trip kolom desain
? 3t
) in4
(
6

i
n
4
(a)
(+.h (+.h c

c
(
!(6 in4
) in4
h !() in4
. Ao4 5 . Ao4 5
. Ao4 .
(b)
28+ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
2+, Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
,oba batang Go. # (As @ (, in.
2
per batang).
satuan AMn @
) , ( )
2 *'F . 8*

@ )'.*)2 lb-in. per strip 2-in.


As @
?F' , ? ((( . 8(
*)2 . )'

@ (,? in.
2
gunakan As minimum @ (,28 in.
2
>2
in.
Karenanya gunakan spasi baja negati$ dan positi$ s @ (,>((,28>2) @ 8, in. (Go. # dengan
pusat ke pusat 8 in.). Gunakan batang Go. # dengan pusat ke pusat 8 in. untuk kedua momen
negati$ dan positi$.
(b) Arah .6S bentang pende'"2 %rosedur yang sama haruslah diikuti seperti untuk
arah +H3. =ebar strip kolom pada setiap sisi kolom @ (,2' @ (,2' 2* @ 8 $t, dimana lebih
besar dari (,2'2 @ *,' $t9 karenanya sebuah lebar sebesar *,' $t mengontrol. =ebar total strip
kolom dalam arah :HS @ 2 *,' @ ),( $t. =ebar strip tengah @ 2*,( H ),( @',( $t. 2uga,
kedalaman e$ekti$ d2 akan menjadi lebih kecil9 d2 @ (h H penutup M-in. H (,' in. H (,'>2) @ ?,'
in. ;arga-harga momen dan ukuran dan distribusi batang untuk panel tersebut dalam arah :HS
demikian juga arah-arah +H3 dida$tar dalam +abel .8. <irekomendasikan untuk tujuan-
tujuan kontrol-retak bah!a sebuah batang-batang minimum Go. # dengan pusat ke pusat 2
inci untuk dipergunakan dan bah!a spasi batang tidak melebihi pusat ke pusat 2 in. <alam
kasus ini, tulangan minimum yang disyaratkan oleh %eraturan A,- untuk slab-slab
bertulangan baja fy @ 8(.(((-psi @ (,((?bh @ Go. # dengan 8J in. pada pusat-pusatnya.
Spasikan dengan 8 in. pada pusat-pusatnya.
%emilihan ukuran dan spasi tulangan merupakan suatu permasalahan pertimbangan
rekayasa. Sebagai sebuah contoh, pendesain dapat memilih untuk momen positi$ dalam strip
tengah batang Go. * dengan pusat ke pusat 2 in., sebagai pengganti dari batang Go. # dengan
pusat ke pusat 8 in., selama spasi yang diijinkan maksimum tidak dilampaui dan ukuran-
ukuran batang yang praktis dipergunakan untuk strip tengah.
Foto 11.3 /etak lentur dalam slab beton bertulang panel-tunggal yang terkekang.
(+es oleh Ga!y dkk.)
2+1 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
%enempatan tulangan secara skematis ditunjukkan dalam Gambar .*. %emutusan
tulangan untuk persyaratan ikatan dalam lantai plat-datar diberikan dalam Gambar .'. 3aja
11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& 2+2
2+) Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
&
'
S
U
k
!
r
a
n

*
a

a
n
1

d
a
n

#
.
a
&
$
G
o
.

*

p
a
d
a

8
G
o
.

#

p
a
d
a

8
G
o
.

#

p
a
d
a

8
G
o
.

#

p
a
d
a

8
G
o
.

#

p
a
d
a

8
G
o
.

#

p
a
d
a

8
(
s

P
e
r
%
!
4
$
n
.
2
6
1
2

$
n
.
5
(
,
#
F
(
,

?
(
,
2
2
(
,
(
F
(
,
2
2
(
,
(
)
M
'
m
e
n
4
%
b
-
$
n
.
6
1
2

$
n
.
5









F
(
.
*
)
(












?
*
.
*
#
*
b










.
#
2
(












#
*
.
(
)
?





















(












*
(
.
'
2
?
T
'
B
U
k
!
r
a
n

*
a

a
n
1

d
a
n

#
.
a
&
$
G
o
.

'

p
a
d
a

F
J
G
o
.

*

p
a
d
a

(
G
o
.

*

p
a
d
a

?
J
G
o
.

#

p
a
d
a

8
G
o
.

#

p
a
d
a

8
a
G
o
.

#

p
a
d
a

8
(
s

P
e
r
%
!
4
$
n
.
2
6
1
2

$
n
.
5
(
,
*
F
(
,
2
#
(
,
2
?
(
,

'
(
,
2
2
(
,

?
M
'
m
e
n
4
%
b
-
$
n
.
6
1
2

$
n
.
5







2
*

.
(
2
'

)
.
#
8
*
c









*
#
.
2
#
F












?
(
.
#
*





















(











)
'
.
*
)
2
T
$
.
e
M
'
m
e
n
G
e
g
a
r
i
$

i
n
t
e
r
i
o
r
G
e
g
a
t
i
$
e
k
s
t
e
r
i
o
r
%
o
s
i
t
i
$
t
e
n
g
a
h
-
b
e
n
t
a
n
gG
e
g
a
r
i
$
i
n
t
e
r
i
o
r
G
e
g
a
t
i
$
e
k
s
t
e
r
i
o
r
%
o
s
i
t
i
$
t
e
n
g
a
h
-
b
e
n
t
a
n
g
#

r
$
.
K
o
l
o
m
+
e
n
g
a
h
a
3
a
j
a

s
u
h
u

m
i
n
i
m
u
m

@

(
,
(
(

?
b
h

b
i
l
a
m
a
n
a

i
a

m
e
n
g
o
n
t
r
o
l
.
b
:
n
t
u
k

p
a
n
e
l

3
,

2

(
l
i
h
a
t

k
o
m
e
n
t
a
r

p
a
d
a

h
a
l
a
m
a
n

*
F
(
)
.
c
8
#
E

m
o
m
e
n

i
n
i

d
i
p
a
k
a
i

u
n
t
u
k

t
u
l
a
n
g
a
n

n
e
g
a
t
i
$

t
r
a
n
s
$
e
r

g
e
s
e
r
-
m
o
m
e
n

M
e

6
o
n
a

k
o
l
o
m

t
e
p
i

(
l
i
h
a
t

G
a
m
b
a
r

#
)
.
11.1 Pendahuluan 2+-
T
a
b
e
%

1
1
.
6



2
o
m
e
n
+

>
k
u
r
a
n

B
a
t
a
n
g
+

d
a
n

D
i
s
t
r
i
b
u
s
i
2+/ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
negati$ panel eksterior pada tepi luar, jika tidak ada balok tepi yang dipergunakan, haruslah
dibengkokkan menjadi kait penuh dalam upaya untuk menjamin pengangkuran tulangan yang
cukup. <enah tulangan lantai yang memberikan baja +H3 untuk panel A32# dan baja :HS
untuk panel 3,2 dari Gambar .(.
11./.) "'n'( 11.2 De&a$n #%ab D!a-ara( d$aa& *a%'k den1an Me'da De&a$n
Lan1&!n1 4MDL5
Sebuah bangunan pabrik dua-tingkat dengan tiga panel kali tiga panel didalam denahnya,
secara monolit didukung diatas balok-balok. Setiap panelnya adalah ? $t (',*) m) pusat ke
pusat dalam arah :HS dan 2* $t (F,#2 m) pusat ke pusat dalam arah +H3, seperti yang
ditunjukkan dalam Gambar .8. Ketinggian bersih antar lantai-lantai adalah 8 $t. <imensi-
dimensi balok pendukung dan kolom juga ditunjukkan dalam Gambar .8, dan bangunan
tersebut dikenai oleh beban gra"itasi saja. <iberikan7
beban hidup @ #' ps$ (8,*( k%a)
c
f
@ *((( psi (2F,8 5%a), beton bobot-normal
fy @ 8(.((( psi (** 5%a)
Asumsikan bah!a L 2,'
<esain panel interior tersebut dan ukuran dan spasi tulangan yang diperlukan.
%erhitungkan berat pekerjaan lantai sebesar * ps$ sebagai tambahan pada berat-sendiri slab
tersebut.
Penyelesaian: +engece'an geometri untu' penggunaan metoda disain langsung tahap 0"
Gambar 11.1- Skematika distribusi tulan&an.
"trip tengah !(. 3t
#$ kolom eksterior
>
1 B
"
1epi bangunan
*

s
t
r
i
p

k
o
l
o
m
1eratas Ao4 5
dengan () in4
Ao4 5 dengan
6* in4
1eratas Ao4 .
dengan 0* in4
"
t
r
i
p

t
e
n
g
a
h
1erbawah Ao4 -
dengan / in4
Ao4 - dengan / in4
1eratas Ao4 -
dengan / in4
"isi teratas Ao4 5
dengan / in4
* strip kolom
*

s
t
r
i
p

k
o
l
o
m
* strip kolom
1erbawah Ao4 -
dengan / in4
1eratas Ao4 -
dengan / in4
5 3t / in4
?

3
t
(
6

3
t
5 3t / in4
"isi teratas Ao4 -
dengan / in4
11.1 Pendahuluan 2+6
(a) /asio bentang lebih panjang>bentang lebih pendek @ 2*>? @ ,## K 2,(9 karenanya aksi
dua-arah.
(b) =ebih dari tiga panel dalam setiap arah.
11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& 2+7
$
e
r
s
e
n

m
i
n
i
m
u
m

A
s

p
a
d
a

p
e
n
a
m
p
a
n
g
"
i
s
a
.
)
"
i
s
a
.
)
"
i
s
a
.
)
(
)
)
1
a
n
p
a

p
a
n
e
l

t
u
r
u
n
)
+
-
)

n
)
+

n
)
+

n
)
+
-
)

n
2
a
k
s
4

-
B
2
a
k
s
4

)
+
(

(
2
a
k
s
4

)
+
(

(
)
+

n
)
+
-
-

n
)
+
-
-

n
)
+

n
D
e
n
g
a
n

p
a
n
e
l

t
u
r
u
n

5

d
i
a
4

b
a
t
a
n
g

a
t
a
u

s
e
m
u
a

b
a
t
a
n
g

m
i
n
4

(

B


1
e
p
i

p
a
n
e
l

t
u
r
u
n


/
B
)
+

n
/
B
c
(
)
+

n
2
a
C
4

)
+
(
.

/
B
2
a
C
4

)
+
(
.

c
(
)
+

n
)
+

n
/
B
/
B
$
a
l
i
n
g

s
e
d
i
k
i
t


b
a
t
a
n
g

m
e
n
e
r
u
s

a
t
a
u

d
i
a
n
g
k
u
r

b
i
l
a
m
a
n
a

d
i
p
e
r
l
u
k
a
n

2
u
k
a

p
e
n
d
u
k
u
n
g
c
(
B
e
n
t
a
n
g

b
e
r
s
i
h

D

n
B
e
n
t
a
n
g

p
u
s
a
t

k
e

p
u
s
a
t

D

$
e
n
d
u
k
u
n
g

e
k
s
t
e
r
i
o
r

(
t
a
n
p
a

k
o
n
t
i
n
u
i
t
a
s

s
l
a
b
)
#
$
$
e
n
d
u
k
u
n
g

e
k
s
t
e
r
i
o
r

(
t
a
n
p
a

k
o
n
t
i
n
u
i
t
a
s

s
l
a
b
)
2
u
k
a

p
e
n
d
u
k
u
n
g
B
e
n
t
a
n
g

b
e
r
s
i
h

D

n
B
e
n
t
a
n
g

p
u
s
a
t

k
e

p
u
s
a
t

D

#
$
$
e
n
d
u
k
u
n
g

e
k
s
t
e
r
i
o
r

(
t
a
n
p
a

k
o
n
t
i
n
u
i
t
a
s

s
l
a
b
)
#
$

t a s

t a s

B a w a h

B a w a h

" o k a s i

S t r i p

1 o l o m

* e n & a h
G
a
m
b
a
r

1
1
.
1
/



$
e
r
p
a
n
j
a
n
g
a
n

m
i
n
i
m
u
m

u
n
t
u
k

t
u
l
a
n
g
a
n

d
a
l
a
m

s
l
a
b

t
a
n
p
a

b
a
l
o
k
4
2+8 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
(c) Asumsikan sebuah ketebalan sebesar F in.
wd @ * A '(
2
F
@ (,' ps$
2wd @ 2(# ps$
w @ #' ps$ K 2wd
Karenanya metoda desain langsung dapat diterapkan.
-etebalan slab minimum untu' persyaratan defle'si tahap 1"
n (+H3) @ 2* 2 H 2 ? @ 2F2 in.
n (:HS) @ ? 2 H 2 ? @ 2(( in.
@
2((
2F2
@ ,#8
:ntuk sebuah estimasi pendahuluan terhadap ketebalan total diperlukan h, dengan
menggunakan %ers. .(b,
h @
) #8
((( . 2((
? , (
+

,
_

+
y
n
f

@
( )
#8 , ) #8
((( . 2(( ((( . 8( ? , ( 2F2
+
+
Gambar 11.16 Denah lantai sebuah panel interior.
Balok
( ) in4
Kolom
(/ (/ in4
>
1 B
"
( in4
( in4
5 3t
(0+- m)
(
6

3
t
(
.
+
5
?

m
)
2++ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
@ 8,2 in. (',? cm) L ' in. <iterima.
11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& ),,
:ntuk mengecek h dari %ers. .(a, rasio kekakuan fm diperlukan. Karena ini merupakan
sebuah panel interior, panel ujung dan sudut disebelahnya akan memerlukan ketebalan yang
lebih besar. ,oba h @ F in.
:ntuk mendapatkan lokasi pusat balok untuk penampang tersebut dalam Gambar
.F,
(#? F)(
y
A #,') A
( )
2
2
2
y
@
( )
2
# 2
2
y
y
@ (,2( in.
Ib @
#

2((,2()
#
A
2

#?(F)
#
A#? F((,2( A #,')
2
A
#

2(# H (,2()
#
@ #.8.*
in.
*
Is @ h
#
>2 lebar slab yang dibatasi secara lateral oleh garis pusat panel yang bersebelahan
pada setiap sisi penampang balok yang ditunjukkan dalam Gambar .8.
Is (:HS) @
( )
2
F
#
2* 2 @ ?2#2 in.
*
Is2 (+H3) @
( )
2
F
#
? 2 @ 8F* in.
*
5aka dari itu,
f @
?2#2
* , 8 . #
@ ,') f2 @
8F*
* , 8 . #
@ 2,2
fm @
*
2 2 , 2 2 ') , +
@ ,?8
<ari %ers. .(a,
Gambar 11.17 Penampan& balok berflens efektif.
-6 in4 (?/. mm)
0 in4
A A
5.
(
-

i
n
4
( in4
(-). mm)

)

i
n
4
(
.
)
6

m
m
)y
),1 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
h @
( )
[ ] 2 , ( ' #8
((( . 2(( ? , (
+
+
fm
y n
f

@
( )
[ ] 2 , ( ?8 , #8 , ' #8
((( . 2(( ((( . 8( ? , ( 2F2
+
+
@ 8,2 in. (8 cm)
),2 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
h minimum dalam kasus ini dari %ers. .(a @ 8,2) in. 5aka dari itu, untuk de$leksi,
gunakan h @ F in. (F,? cm) yang diasumsikan pada saat a!al.
+erhitungan momen statis tahap-tahap 3 sampai 4"
<iberikan berat-berat pekerjaan lantai * ps$.
wu @ ,2! A ,8(
@ ,2
,
_

+ * '(
2
F
A ,8 #' @ ##? ps$
+H37 n @ 2F2 in. @ 22,F $t
:HS7 n2 @ 2(( in. @ 8,F $t
(,8' @ ',8 $t gunakan n @ 22,F $t
(,8'2 @ ,F $t gunakan n2 @ 8,F $t
(a) Arah 56&
M( @
?
2
2 n u
w
@
( )
?
F , 22 ( , ? ##?
2

@ #).?F? lb-$t ('#2 kG-m)


Iaktor distribusi momen untuk panel interior dari Gambar .' adalah
HMu @ (,8'M( @ (,8' #).?F? @ 2'*.F2( lb-$t
AMu @ (,#'M( @ (,#' #).?F? @ #F.'F lb-$t
(b) Arah .6S
M( @
?
2
2 n u
w
@
( )
?
F , 8 ( , 2* ##?
2

@ 2?2.F)* lb-$t (#?* kG-m)


Iaktor distribusi momen untuk panel interior dari Gambar .' atau +abel . adalah
HMu @ (,8'M( @ (,8' 2?2.F)* @ ?#.?8 lb-$t (2*) kG-m)
AMu @ (,#'M( @ (,#' 2?2.F)* @ )?.)F? lb-$t (#* kG-m)
!istribusi momen dalam strip-strip 'olom dan tengah tahap-tahap 4 sampai 8"
(a) =asio 'e'a'uan 56& bentang pan9ang"
f @
2
2
s cs
b cb
I #
I #
@
8F*
* , 8 . #
@ 2,2

@
2*
?
@ (,F' f

@ ,') L ,(
Iaktor momen untuk strip kolom untuk panel ini dari koe$isien momen ber$aktor untuk strip
kolom sebuah panel interior (Sub-bab .*.2, panel interior dan momen positi$) secara linier
diinterpolasikan untuk memberikan berikut ini7
H M7 (,F' A
2
F' , ( )( , (
@ (,?#
),) Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
A M7 (,F' A
2
F' , ( )( , (
@ (,?#
(b) =asio 'e'a'uan .6S f
f @

s cs
b cb
I #
I #
@
?2#2
* , 8 . #
@ ,')
11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& ),-

@
?
2*
@ ,## f

@ 2,2 L ,(
Karenanya $aktor-$aktor momen dalam kasus ini menggunakan tabel-tabel yang sama dengan
interpolasi linier.
H M7 (,F' H ((,F' H (,*')
#

@ (,8'
A M7 (,F' H ((,F' H (,*')
#

@ (,8'
5omen-momen terdistribusi kemudian die"aluasi dengan menggunakan $aktor-$aktor yang
terinterpolasi diatas untuk menghasilkan sebuah tabel operasi-operasi distribusi momen (+abel
.F). ,atat dari tabel ini bah!a rasio kekakuan slab terhadap balok-balok pendukung untuk
rasio bentang didalam contoh ini telah menghasilkan momen-momen strip tengah dalam arah
:HS lebih besar daripada momen-momen dalam arah +H3.
Tabe% 11.7 *abel :perasi Distribusi %omen
#r$.
2'%'m
(rah T'B

2
6
1
: )*+,- . /$01

#1
4
2
6
1
5: ,$), /$01 .
)$12
(rah &'S
,-+)* . )$33
)$12 )$33 . ,$),
M'men
Ne1a$3
M'men
P'&$$3
M'men
Ne1a$3
M'men
P'&$$3
Mu (lb-$t) 2'*.F2( #F.'F ?#.?8 )2.)F?
Iaktor
distribusi (E)
?# ?# 8' 8'
5omen desain
strip kolom
total (lb-$t)
2.*? #.?*( ).*?( 8(.*#8
5omen balok,
?'E
F).F(' )8.F8* (.''? '.#F
5omen slab
strip kolom
(lb-$t)
#.F# F.(F8 F.)22 ).(8'
5omen desain
strip tengah
total (lb-$t)
2'*.F2(
(.F
*#.*(#
#F.'F
(,F
2#.#F
?#.?8
(,#'
8*.##8
)2.)F?
(,#'
#2.'*2
%e' 'etebalan slab untu' 'apasitas geser
f

@ ,') L ,(
Karenanya geser akan ditrans$er ke balok-balok yang mengelilingi slab tersebut menurut suatu
luasan tributari yang dibatasi oleh garis-garis *' yang ditarik dari sudut-sudut panel tersebut
dan garis pusat panel tersebut paralel terhadap sisi panjangnya.
),/ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
3agian terbesar beban tersebut harus ditahan dalam arah pendek dengan harga yang
terbesar pada muka pendukung interior pertama. Geser ber$aktor pada sebuah strip lebar-2-
in. yang membentang dalam arah pendek dapat didekati dengan
,u @ ,'
2
2 n u
w
@
( )
2 2
2 F , 8 ( , ##? ' ,


@ #2*8 lb>$t lebar
),6 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
dimana harga ,' tersebut adalah $aktor kontinuitas.
d e$ekti$ slab @ F H (,F' H (,2' @ 8,( in. ('2 mm)
,c @ (2
c
f bd)
@ (,F' 2 *((( 2 8 @ 8?# lb
,u K ,c karenanya aman
+emproporsian tulangan slab tahap-tahap 8 dan :"
As minimum menggunakan baja fy @ 8(.(((-psi adalah (,((?bh atau As minimum @
(,((? 2 F @ (,' in.
2
>strip 2-in. :ntuk baja Go. #, s @ (,>((,'>2) @ ?,? in. pada
pusat-pusat9 gunakan Go. # dengan pusat ke pusat ?J in. Sebagaimana telah dilakukan dalam
,ontoh ., momen-momen per strip lebar-2-in. tersebut haruslah die"aluasi.
a" Arah 5-&
Strip 'olom
H Mn @
) , (
F# . #

@ #'.2#F lb-$t
(,2'2 @ (,2' ? $t @ *,' $t K (,2' 2* $t @ 8 $t
Karenanya setengah strip kolom tersebut @ *,' $t mengontrol. =ebar neto slab tersebut dalam
strip kolom dimana momen-momen bekerja @ 2 *,' H #? in.>2 @ ',?# $t.
satuan H M perlu per strip 2-in. @
?# , '
2 2#F . #'
@ F'.'2) lb-in.
satuan A M perlu per strip 2-in. @
?# , ' ) , (
2 (F8 . F

@ #).('# lb-in.
Strip tengah
lebar strip @ ? H ),( @ ),( $t
satuan H M perlu per strip 2-in. @
( , ) ) , (
2 *(# . *#

@ 8*.#( lb-in.
satuan A M perlu per strip 2-in. @
( , ) ) , (
2 #F . 2#

@ #'.'** lb-in.
(b) Arah .-S bentang pende'"2 <ari sebelumnya, lebar setengah strip kolom yang
diperbolehkan maksimum @ *,' $t.
Strip 'olom
lebar neto slab dalam strip kolom dimana momen-momen bekerja @ 2 *,' H #?>2 @ ',?# $t.
satuan H M perlu per strip 2-in. @
?# , ' ) , (
2 )22 . F

@ *(.)?? lb-in.
satuan A M perlu per strip 2-in. @
?# , ' ) , (
2 )(8'

@ 2(.F#2 lb-in.
Strip tengah
lebar strip @ 2* H ),( @ ',( $t
),7 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
satuan H M perlu per strip 2-in. @
( , ' ) , (
2 ##8 . 8*

@ 'F.?? lb-in.
satuan A M perlu per strip 2-in. @
( , ' ) , (
2 '*2 . #2

@ 2?.)28 lb-in.
11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& ),8
+emilihan u'uran dan spasi tulangan tahap ;"
5omen satuan maksimum dalam daerah momen negati$ strip kolom dalam arah +H3 @
F2.'2) lb-in. per strip lebar-2-in.
Mn @ Asfy
,
_

2
a
d
Karenanya
F2.'2) @ As 8(.((( ( (,)d)
As @
( , 8 ) , ( ((( . 8(
'2) . F2

@ (,22 in.
2
%oba-coba penyesuaian
a @
b f
f A
c
y s
?' , (
@
2 *((( ?' , (
((( . 8( 22 , (

@ (,#2 in.
Karenanya
F2.'2) @ As 8(.(((
,
_

2
#2 , (
( , 8
5aka dari itu, As perlu @ (,2 in.
2
per strip 2-in. ,oba batang Go. * ((,2( in.
2
) (diameter
2,F-mm)
in. - 2 strip per perlu luasan
batang satu luasan
s
@
2 2 , (
2( , (
@ ,*# in. p-p
Karenanya, gunakan batang Go. * dengan pusat ke pusat in. (diameter 2,F-mm dengan
pusat ke pusat 2?( mm).
<engan cara yang sama, hitung luasan baja yang diperlukan dalam setiap arah untuk
kedua strip kolom dan tengah (+abel .?). ,atat bah!a kedalaman e$ekti$ d dalam arah :HS
akan menjadi @ F,( H ((,F' A (,' A (,2') @ ',' in. karena ia diasumsikan didalam desain ini
bah!a grid tulangan +H3 adalah paling dekat dengan permukaan beton.
Tabe% 11.8 Perhitun&an Strip 1olom dan *en&ah
Ara(
Strip "olo4 Strip Tengah
Pendkng Tengah5bentang Pendkng Tengah5bentang
(
s
Uk!ran dan
#.a&$ *aan1
4da%am .-.5
(
s
Uk!ran dan
#.a&$ *aan1
4da%am .-.5
a
(
s
Uk!ran dan
#.a&$ *aan1
4da%am .-.5
(
s
Uk!ran dan
#.a&$ *aan1
4da%am .-.5
a
12 $n. 12 $n. 12 $n. 12 $n.
+H3
(d @ 8,()
(,2 Go. * pada (, Go. # pada ?J (,) Go. * pada 2 (,( Go. # pada ?J
:HS
(d @ ',')
(,* Go. # pada ) (,(8 Go. # pada ?J (,2( Go. * pada 2 (, Go. # pada ?J
a
Spasi maksimum batang harus tidak melebihi pusat ke pusat 2-in. untuk kontrol retak.
),+ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
3andingkan luasan-luasan tulangan yang diperoleh dalam contoh ini dengan yang dari
,ontoh . bersama dengan diskusi dalam Sub-bab .2. tentang aksi dua-arah dan
redistribusi momen sebagai suatu $ungsi rasio kekakuan. ;arus dicatat bah!a, bilamana panel
slab atau plat tersebut didukung baik diatas pendukung yang $leksibel atau diatas kolom saja,
momen tersebut tidaklah perlu lebih berat dalam arah yang lebih pendek.
)1, Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
+empatkan tulangan tersebut dengan spasi yang sama untuk setiap strip yang berkaitan
sampai dengan !eb-!eb balok-balok pendukungnya. 2uga, sebagai tahap selanjutnya, disain
(analisa) balok-balok pendukung dengan cara biasanya seperti didiskusikan dalam 3ab '.
;asil yang lebih teliti dapat diperoleh dengan menggunakan metoda rangka eki"alen
untuk perhitungan-perhitungan momennya. 2uga, untuk kasus dimana pembatasan-
pembatasan tersedia, seperti beban-beban horisontal dan yang lainnya didiskusikan dalam
Sub-bab .#., metoda rangka eki"alen haruslah dipergunakan untuk perhitungan-
perhitungan momennya.
11.6 METODA 0ANG2A E2I<ALEN UNTU2 DE#AIN #LA* LANTAI
11.6.1 2em!da(era.an
5etoda rangka eki"alen untuk desain sistem slab dan plat dua-arah merupakan sebuah
bentuk metoda desain langsung yang lebih teliti disajikan dalam Sub-bab-Sub-bab .# dan
.*. -a hanya berbeda didalam cara-cara perhitungan "ariasi longitudinal dari momen-
momen lenturnya sepanjang rangka disainnya sehingga ia dapat diterapkan untuk suatu
rentang penerapan yang lebih luas. ,iri-ciri utamanya dapat diringkas sebagai berikut7
. 5omen didistribusikan ke penampang kritis dengan sebuah analisis elastis seperti
distribusi momen, daripada dengan menggunakan $aktor-$aktor umum. %embebanan-
pembebanan berpola haruslah ditinjau untuk kondisi-kondisi pembebanan yang
paling kritis.
2. +idak ada pembatasan terhadap dimensi atau pembebanan.
#. 3erla!anan dengan penyederhanaan-penyederhanaan dalam metoda disain langsung,
"ariasi-"ariasi dalam momen inersia sepanjang sumbu-sumbu anggota-anggota
haruslah diperhitungkan, seperti e$ek-e$ek kapital-kapital kolom.
*. &$ek-e$ek pembebanan lateral dapat diperhitungkan didalam analisis.
'. 3erbeda dengan metoda desain langsung, penggunaan sebuah komputer memudahkan
analisis didalam metoda ini melalui e"aluasi terhadap kekakuan-kekakuan yang
ber"ariasi.
8. Karena ketelitian yang memungkinkan didalam penggunaannya, momen statis total
tidak perlu melebihi momen statis M
(
yang disyaratkan dalam metoda disain
langsung.
11.6.2 2'e3$&$en 2ekak!an
Struktur tersebut, dibagi menjadi rangka-rangka menerus seperti yang ditunjukkan dalam
Gambar .# untuk rangka-rangka dalam kedua arah ortogonal, akan mempunyai baris
kolom-kolom dan sebuah balok menerus yang lebar (slab) A&%!. Setiap lantai dianalisa
secara terpisah dimana kolom-kolom tersebut diasumsikan terjepit pada lantai-lantai diatas
dan diba!ahnya. :ntuk memenuhi statika dan kesetimbangan, setiap rangka eki"alen harus
menahan beban terapan total. %embebanan bentang berselang haruslah dipakai untuk
kondisi beban-hidup yang terburuk.
%erlu untuk memperhitungkan tahanan rotasi kolom pada join pada saat melakukan
suatu relaksasi atau distribusi momen kecuali bila kolom-kolom tersebut sangatlah
langsing, dengan kekakuan yang sangat rendah dibandingkan dengan kekakuan slab
tersebut pada join. <idalam kasus-kasus seperti itu, seperti dalam konstruksi slab angkat
(lift slab), hanya sebuah balok menerus diperlukan. Sebuah gambaran skematis elemen-
elemen penyusun rangka eki"alen diberikan dalam Gambar .?. Strip-strip slab
)11 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
diasumsikan didukung oleh slab-slab trans"ersal. Kolom tersebut memberikan sebuah
momen torsi M
5
eki"alen dengan intensitas momen torsi yang diterapkan m
t
. :jung-ujung
eksterior strip slab berotasi lebih dari penampang pusatnya karena de$ormasi torsi. :ntuk
11.0 %etoda 6an&ka ,ki#alen untuk Desain Slab "antai )12
memperhitungkan rotasi dan de$ormasi ini, kolom aktual dan strip slab trans"ersal tersebut
digantikan oleh suatu kolom e'ivalen, sehingga $leksibilitas kolom eki"alen sama dengan
9umlah $leksibilitas-$leksibilitas kolom aktual dan strip slab. Asumsi ini di!akili sebagai
berikut7
t c ec
- - -

+

(.)
dimana -
ec
@ kekakuan lentur kolom eki"alen, momen per satuan rotasi
-
c
@ jumlah kekakuan-kekakuan lentur kolom-kolom atas dan ba!ah pada join,
momen per satuan rotasi
-
t
@ kekakuan torsi balok torsi, momen per satuan rotasi
Sebagai alternati$, persamaan $leksibilitas . dapat ditulis sebagai sebuah persamaan
kekakuan
-
ec
@
t c
c
- -
-
+

(.2)
Kekakuan kolom untuk sebuah rangka eki"alen (/e$erensi .F) dapat dide$inisikan
sebagai
Gambar 11.18 ,lemen pen-usun ran&ka eki#alen.
Anggota
torsi 9ang
terhubung
Ketinggian
lantai
Kolom
diatasn9a
2omen
torsi
m
t
Kolom
dibawahn9a
"trip slab
c
( c

M
$
h

"trip slab

"
e
b
a
r

r
a
n
&
k
a

e
k
i#
a
le
n

)1) Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
-
c
@
1
1
]
1

,
_

2
#

#I
(.#)
dimana I @ momen inersia kolom
)1- Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
@ bentang garis-pusat
@ bentang bersih balok eki"alen
Iaktor ba!a-lintas (carry-over factors) didekati dengan HJ( A >#h). Sebuah perumusan
yang lebih sederhana untuk -
c
(/e$erensi .?) memberikan hasil-hasil didalam 'E dari
harga-harga yang lebih teliti dari %ers. .# sebagai berikut7
-
c
@
h (
#I
2
*

(.*)
dimana h adalah ketebalan slab.
Kekakuan torsi slab dalam garis kolom adalah
-
t
@
( ) [ ]

#
2 2 2

)
( c (
% #
cs
(.')
dimana konstanta torsi adalah
% @
( )
#
8# , (
#
y x y x
dan x @ dimensi lebih pendek dari bagian persegi irisan penampang pada pertemuan
kolom (seperti kedalaman slab)
y @ dimensi lebih panjang dari bagian persegi irisan penampang pada pertemuan
kolom(seperti lebar kolom)

2
@ lebar jalur

n
@ bentang
c
2
@ dimensi-dimesi kolom dalam arah paralel dengan balok torsi
-
s
@
2
*

c (
I #
n
s cs

(.8)
3ilamana kekakuan e$ekti$ kolom -
ec
dan kekakuan slab -
s
telah terbentuk, analisis
rangka eki"alen dapat dilakukan dengan sembarang metoda-metoda yang sesuai, seperti
relaksasi atau distribusi momen. Iaktor distribusi untuk momen ujung-terjepit (5:2)
adalah
!$ @
-
-
s

(.F)
dimana - @ -
ec
A -
s(kiri)
A -
s(kanan)
.
:ntuk $aktor ba!a-lintas, I3= J dapat digunakan tanpa kehilangan
keakurasiannya karena penampang yang tak-prismatik hanya mengakibatkan e$ek-e$ek
yang sangat kecil terhadap momen-momen ujung terjepit dan $aktor-$aktor ba!a-lintas.
5omen-momen ujung terjepit untuk suatu beban terdistribusi secara seragam adalah
w
u

2
(
n
)
2
>2 pada pendukung-pendukungnya, sehingga setelah redistribusi momen jumlah
momen terdistribusi negati$ pada pendukung dan bentang-tengah akan selalu sama dengan
momen statis M
(
@ w
u

2
(
n
)
2
>?. Iaktor redistribusi momen dalam panel menerus dapat
diterapkan seperti dalam Gambar '.F untuk desain rangka eki"alen, asalkan bah!a ia tidak
melebihi yang lebih kecil dari 2( persen atau ((((
t
) persen.
)1/ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
11.6.) Pembebanan *er.'%a er(ada. *enan1
%embebanan semua bentang-bentang secara bersamaan tidak selalu menghasilkan
tegangan-tegangan lentur positi$ dan negati$ maksimum. Konsekuensinya, dianjurkan
11.0 %etoda 6an&ka ,ki#alen untuk Desain Slab "antai )16
untuk menganalisa rangka berbentang-banyak juga dengan menggunakan pola-pola
pembebanan bentang yang berselang untuk beban hidupnya. :ntuk sebuah rangka tiga-
bentang, pola-pola yang disarankan untuk beban hidup adalah seperti yang ditunjukkan
dalam Gambar .). Akan tetapi, A%I %ode (+ata ,ara A,-) mengijinkan beban hidup
ber$aktor penuh untuk dipergunakan pada sistem slab secara keseluruhan jika beban
hidupnya kurang dari F'E beban matinya.
11.6.- D$a1ram-a%$r O.era&$'na% !n!k De&a$n 4Ana%$&$&5 #%ab Lana$ D!a-ara(
den1an Me'da 0an1ka Ek$=a%en
<iagram-alir untuk prosedur ini ditunjukkan dalam Gambar .2(.
11.6./ "'n'( 11.): De&a$n P%a Daar an.a *a%'k U>!n1 den1an Me'da
0an1ka Ek$=a%en 4M0E5
Sebuah sistem lantai apartemen plat-datar beton bertulang tanpa balok-balok ujung dan tanpa
panel turun ditunjukkan dalam Gambar .2. <imensi-dimensi garis-pusat panel ujung
adalah FO-8D 2(O-(D (',## m 8,( m) dan dimensi-dimensi panel interior adalah 2*O-(D
2(O-(D (F,#2 m 8,( m). Ketinggian-ketinggian lantai u dari lantai-lantai antaranya secara
tipikal adalah ?O-)D (2,8F m). &"aluasi kekuatan-kekuatan momen nominal yang diperlukan
Mn untuk sebuah panel lantai tipikal dalam arah utara-selatan untuk menahan suatu beban
hidup kerja w( @ 8( ps$ (2,?F k%a) dan suatu beban mati tambahan w! @ F ps$ akibat partisi-
partisi dan pekerjaan lantai. Asumsikan bah!a semua panel-panel secara bersamaan dibebani
dengan beban hidup didalam penyelesaian anda. <iberikan7
c
f
@ *((( psi (2F,8 5%a), beton bobot-normal
fy @ 8(.((( psi (*#,F 5%a)
Penyelesaian: -ara'teristi'-'ara'teristi' rang'a e'ivalen
Gambar 11.1+ Pola pembebanan untuk beban hidup.
w
L
w
L
w
D
w
L
w
L
)17 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
+engece'an 'etebalan defle'si2 <ari +abel .#, ketebalan minimum h untuk panel-
panel interior menggunakan baja yang mempunyai fy @ 8(.((( psi dan tampa panel-panel
turun adalah
)18 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
Gambar 11.2, Dia&ram-alir untuk desain (analisis) slab dan plat dua-arah
beton bertulan& den&an metoda ran&ka eki#alen.
2ulai
Enput7 Dimensi denah slab7 L
$B
+ L
%S
+
u
+
L
+
D
+ + f
y
+ E
c
+ E
s
$ilih ketebalan pendahuluan h untuk 1DB+ >D" menggunakan $ers4 ((4()a
dan b untuk slab dengan balok atau slab dengan panel turun+ dan 1abel ((4-
untuk plat datar4 Ketebalan terpilih h harus selalu memenuhi pers9aratan tata
cara minimum untuk ketebalan h4 $erbesar h dari 1abel ((4- dengan paling
sedikit (); jika tidak ada balok tepi 9ang dipergunakan4
=itung 2>F untuk intensitas beban w
u
dan lakukan distribusi momen dimana 2>F
!t4 "esuaikan M
u
terdistribusi pada harga muka pendukung sehingga M
u

disesuaikan !M
u
terdistribusi D
Konversikan harga M
n
akhir menjadi kekuatan momen nominal perlu M
n
!
(

-
5
.
/
0
=itung E
cc
+ E
cs
+ E
cb
dimana c !kolom+ s !slab+ b !balok
K
c

K
t
!
dimana C !
Dapatkan K
ec
!
=itung K
s

dimana L
n(
!bentang garis-pusat


c
(
!kedalaman kolom
:ari FD !
dimana K !K
ec
%K
s(kiri)
%K
s(kanan)
1injau redistribusi momen tak-elastis jika perlu+ tidak melebihi ); tetapi tidak lebih
dari ()))
t
persen seperti dalam #ambar .40
)1+ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
11.0 %etoda 6an&ka ,ki#alen untuk Desain Slab "antai )2,
Gambar 11.2, Lanjutan

#unakan 3aktor 9ang sesuai 9ang berkaitan dengan


(
(

,
(
) dari "ub-bab
((454 untuk menurunkan momen strip kolom dan strip tengah4
6
$ilih tulangan4 =itung M
n
tersedia !A
s
f
y
(d D a,) untuk penampang
pendukung dan bentang-tengah strip kolom dan tengah4
?
()
1idak <a
M
n
tersedia GM
n
perlu
1rans3er #eser-momen
=itung V
u
+ pilih M
uc
dari tahap .+ hitung g dan momen tak-seimbang
M
n
!M
uc
%V
u
g4
=itung
&
!( D
dimana b
(
!(c
(
%d,) untuk pendukung eksterior
! (c
(
%d) untuk pendukung interior
b

! c

%d

f
! ( D
'
+ hitung c
AB
!

f
dapat ditingkatkan menjadi (+) pada kolom-kolom ujung asalkan V
u
pada
pendukung )+0. V
c
+ dan dengan .; untuk kolom-kolom interior jika V
u
)+5 V
c

dan )+-0.
g
1entukan '
n
! memberikan V
n
!'
n
b
)
d
Kekuatan geser nominal 9ang diperbolehkan maksimum sebagai 9ang
terkecil dari
(i) V
c
!
(ii) V
c
!
dimana
s
!5) untuk kolom interior+ -) untuk kolom tepi+ dan ) untuk
kolom sudut
(iii) V
c
!
V
n
GV
c
$erbesar h
Akhir
?
$ergi
ke
$ergi
ke
((
(
1idak <a
)21 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
)22 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
h @
##
n

untuk panel interior


n @ bentang bersih @ 2* $t kurang 2( in. @ 22,## $t
h perlu @
##
## , 22
2 @ ?,2 in. katakan ?,2' in. (2,( cm)
Gambar 11.21 Struktur apartemen plat-datar (a) denah; (b) penampan& A3A/ ;3S.
Kol4
(5B )B
>
B 1
"
Rangka
ekivalen
Ketinggian
tingkat 6D?
(+/0 m)
Kol4
(B (5B
A
A B C D
)D) )D) )D)
)D)
(/+() m)
)D)
/
( (5
) (5
A
B
C
D
( - 5
A
)
(5
(5
(
( (5
( ) )
/)D)
(0D/ 5D) (0D/
(a)
(b)
(
6

D
)

(
0

D
/

(
0

D
/

(
6

D
)

/
)

D
)

(
(
6
+
-
)

m
)

D
)

(
0
+
-


m
)
/
)2) Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
Ketebalan panel eksterior tanpa balok-balok tepi @ n>#( yang ditingkatkan pada tepi
yang tak menerus dengan paling sedikit (E. %anel eksterior n @ 2(O-(D H * in. @ ?,?2 $t. h
11.0 %etoda 6an&ka ,ki#alen untuk Desain Slab "antai )2-
@ ?,?2>#( 2 ,( @ ?,2? in. Gunakan h @ ?,2' in. (2 cm) untuk semua panel sistem
lantai tersebut.
Ambil rangka eki"alen dalam arah :HS yang mempunyai denah yang ditunjukkan
dalam porsi yang terarsir dalam Gambar .2.
wu @ ,2
,
_

+ F '(
2
2' , ?
A ,8 8( @ 2*( ps$
Kekakuan lentur pendekatan kolom diatas dan diba!ah join lantai (momen per satuan
rotasi), dari %ers. .*, adalah
-c @
h (
I #
n
c c
2
*

dimana (n @ ?O-)D @ (' in.


a" -e'a'uan 'olom e'sterior 0> in< 01 in<"
b @ * in. Ic @
( )
2
2 *
#
@ 2(8 in.
*
Asumsikan bah!a #kol>#slab @ #cc>#cs @ ,(. Gunakan #cc @ #cs @ ,( dalam perhitungan seperti
#cs dibuang keluar didalam persamaan untuk -ec.
-c total @
( )
2
2' , ? 2 ('
2(8 *



(untuk kolom teratas dan terba!ah)
@ ?2,2 lb-in.>rad>#cc
Konstanta torsi % dari %ers. .' adalah
% @
#
8# , (
#
y x
y
x

,
_


@ ( )
#
2
2' , ?
2
2' , ?
8# , (
#

,
_

@ 2F#
Kekakuan torsi slab tersebut pada garis kolom adalah
-t @
( ) [ ]
#
2 2 2

)
( c (
% #
cs

@
( ) [ ]
#
2( 2 * 2 2(
2F# )


@ 'F, lb-in.>rad>#cs
<ari %ers. .2, kekakuan kolom eki"alen adalah
-ec @

,
_

+
t c
- -
@

2 , 'F

2 , ?2

,
_

+ @ *#,' lb-in.>rad>#cc
b" -e'a'uan 'olom interior 0> in< 1? in<"
b @ * in. I @
( )
2
2( *
#
@ )### in.
*
)2/ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
-c total @
( )
2
2' , ? 2 ('
)### *



@ ?*#,F lb-in.>rad>#cc
% @ ( H (,8# ?,2'>2() (?,2')
#
2(># @ 2FF(
-t @
( ) [ ]
#
2( 2 * 2 2(
2FF( )

A
( ) [ ]
#
2( 2 * 2 2(
2FF( )

)26 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah


@ 2*?,? lb-in.>rad>#cs
-ec @

? , 2*?

F , ?*#

,
_

+ @ )2, lb-in.>rad>#cc
c" -e'a'uan slab
h @ ?,2' in.
<ari %ers. .8,
-s @
2
*

c (
I #
n
s cs

dimana(n @ bentang garis-pusat


c @ kedalaman kolom
=ebar jalur slab dalam arah +H3 @ 2(>2 A 2(>2 @ 2( $t.
Is @ 2(
( )
2
2' , ? 2
#
@ ,2#( in.
*
Slab di kanan kolom eksterior A7
-s @
( )
2 2 ' , F 2
2' , ? 2( *
#


@ 22(,2 lb-in.>rad>#cs
Slab di kiri kolom interior &7
-s @
( )
2 2( ' , F 2
2' , ? 2( *
#


@ 22*,8 lb-in.>rad>#cs
Slab di kanan kolom interior &7
-s @
( )
2 2( 2* 2
2' , ? 2( *
#


@ 8,8 lb-in.>rad>#cs
<ari %ers. .F, $aktor distribusi slab pada join-join7 I< @ -s> -, dimana
- @ -ec A -s(kiri) A -s(kanan)
Slab di luar join A7
I< @
2 , 22( ' , *#
2 , 22(
+
@ (,?#'
Slab di kiri join &7
I< @
8 , 8 8 , 22* , )2
8 , 22*
+ +
@ (,#??
Slab di kanan join &7
I< @
8 , 8 8 , 22* , )2
8 , 8
+ +
@ (,2F)
!istribusi momen terhadap momen-momen berfa'tor Mu
)27 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
<ari sebelumnya, wu @ 2*( ps$.
/oin A@ bentang A&2
11.0 %etoda 6an&ka ,ki#alen untuk Desain Slab "antai )28
momen ujung-terjepit ber$aktor Mu @
( )
2
2
A& u
( w
@
( )
2
2
' , F 2*(
2

@ F#.'(( lb-in.>$t
(2F,2 kG-m>m)
/oin &@ bentang &%2
momen ujung-terjepit ber$aktor Mu @
( )
2
2
&% u
( w
@
( )
2
2
( , 2* 2*(
2

@ #?.2*( lb-in.>$t
(',2 kG-m>m)
=aksanakan suatu distribusi momen untuk momen ber$aktor seperti yang ditunjukkan dalam
+abel .).
-e'uatan momen nominal berfa'tor dan perlu Mn
Momen 9oin A bentang A&" 6 Mu
Tabe% 11.+ Distribusi %omen Beban Berfaktor
A



3 ,
I< (,?#' (,#?? (,2F) (,2F) (,#??
I3= (,' (,' (,' (,' (,'
5u:2 (
#
lb-
in. per $oot
distribusi
HF#,'(
A8,#F
AF#,'(
A2',2
H#?,2*
A?,(8
#?,2*
H?,(8
HF#,'(
H2',2
3=
distribusi
A2,'8
H(,*)
A#(,8)
H?,*(
H),(#
H8,(*
u
M (
#
lb-
in. per $oot
akhir
H(,(8 A2(,) H#',2'
Garis
simetri
reduksi momen pada muka kolom @ ,c>#
,A& @
n
A u & u
u
(
M M
( w

P P
2
@
2 ' , F
(8( . ( )( . 2(
2
' , F 2*(

@ 2((,( H '2F,) @ 'F2, lb>$t


c @ 2 in.
Mu muka kolom perlu @ (.(8( H
#
2 , 'F2
)2+ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
@ (.(8( H 82?? @ #FF2 lb-in.>$t (,*( kG-m>m)
H Mn perlu @

u
M
@
) , (
#FF2
@ *) lb-in.>$t (,'' kG-m>m)
Momen 9oin & bentang &A" 6 Mu
Mu garis pusat @ 2(.)( lb-in.>$t
)), Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
,&A @ 2((,( A '2F,) @ 282F,) lb>$t
c @ 2( in.
Mu muka kolom perlu @ 2(.)( H
#
2( ) , 282F
@ 2(.)( H F.') @ (#.#) lb-in.>$t (#?,# kG-m>m)
H Mn perlu @

u
M
@
) , (
#) . (#
@ *.?F) lb-in.>$t (*2,8 kG-m>m)
Momen 9oin & bentang &%" 6 Mu
Mu garis pusat @ #'.2'( lb-in.>$t
,&% @
2
2* 2*(
@ 2??( lb>$t
HMu muka kolom perlu @ #'.2'( H
#
2( 2??(
@ #'.2'( H ).2(( @ 8.('( lb-in.>$t (*#,( kG-m>m)
H Mn perlu @

u
M
@
) , (
('( . 8
@ 2?.)** lb-in.>$t (*F,? kG-m>m)
Momen positif ma'simum bentang A& A Mu2 Asumsikan bah!a titik geser nol dan momen
maksimum adalah x $t dari muka A.
x @
u
A&
w
,
@
2*(
, 'F2
@ 8,'* $t
Mu ujung pada A (+abel .)) @ (.(8( lb-in.>$t
A Mu maksimum @ ,A& x H
2
2
x w
u
H Mu
@ 'F2, 8,'* 2 H
( )
2
'* , 8 2*(
2
2 H (.(8(
@ 2#.2*' H 8.') H (.(8( @ '.')* lb-in.>$t di 8,'* $t dari A
A Mn perlu @

u
M
@
) , (
')* . '
@ 'F.#2F lb-in.>$t (2,# kG-m>m)
Momen positif ma'simum bentang &% A Mu
,&% @ 2??( lb>$t x @
2
n
(
@
2
2*
@ 2 $t
momen bentang-tengah bentang sederhana M @ ,&%
2
n
(
H
,
_

,
_

* 2
( (
w
u
@ 2??(
2
2*
H
( )
?
2* 2*(
2
@ F.2?( lb-$t>$t @ 2(F.#8( lb-in.>$t
))1 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
Alternati$nya,
momen bentang sederhana M( @
?
2
( w
u
@
( )
2
?
2* 2*(
2

@ 2(F.#8( lb-in.>$t
AMu @ M( H (HMu)
11.0 %etoda 6an&ka ,ki#alen untuk Desain Slab "antai ))2

u
M dari +abel .) @ H#'.2'( lb-in.>$t
A Mu maksimum perlu @ 2(F.#8( H #'.2'(
@ F2.( lb-in.>$t (',)# kG-m>m) pada bentang-tengah
A Mn perlu @

u
M
@
) , (
( . F2
@ ?(.22 lb-in.>$t (?,)( kG-m>m)
Gambar .22 memberikan sebuah plot kekuatan-kekuatan momen perlu Mn yang
melintasi bentang-bentang menerus pada muka kolom.
:ntuk suatu disain lengkap, sebuah analisis yang serupa harus dilakukan dalam arah +H
3. <ari situ selanjutnya, harga-harga kekuatan momen nominal dipecah menjadi momen-
momen strip kolom dan momen-momen strip tengah dalam kedua arah :HS dan +H3 dalam
suatu cara yang identik dengan perosedur dalam ,ontoh .. Sebuah tabel operasi-operasi
kemudian dibentuk secara serupa dengan yang dari +abel .' terhadap metoda disain
langsung. %engecekan trans$er geser-momen pada muka-muka kolom harus juga dibuat dan
tulangan geser-momen didisain mengikuti tahap-tahap yang sama seperti dalam ,ontoh ..
+ak ada keru!etan tulangan hasil dari momen-momen lentur didalam contoh ini (Go. '
dengan maksimum pusat ke pusat 2 in.). Karenanya tidak ada redistribusi tak-elastis terhadap
momen-momen lentur dari pendukung ke bentang-tengahnya (sampai dengan (E)
diterapkan.
11.6.6 Me'da 2'e3$&$en er(ada. E=a%!a&$ M'men U%$ma !n!k #%ab d$aa&
Pend!k!n1 Mener!&
:ntuk slab menerus melintasi beberapa pendukung sepanjang beberapa tepi dan tak-
menerus pada yang lainnya, Gambar .2# dapat digunakan untuk sebuah pengecekan
e"aluasi yang cepat terhadap koe$isien-koe$isien momen pendukung pada saat beban
ultimat. Sebuah ketentuan dibuat didalam gra$ik tersebut pada tepi yang tak-menerus untuk
Gambar 11.22 1ekuatan momen nominal perlu Mn (lb-in.4ft) den&an metoda ran&ka
eki#alen dalam arah ;3S.
1engah-bentang
BC #$ $endukung #$ $endukung
(64?55
((5460?
5(?(
/+.5
.04-0
6)4(
A B C
))) Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
kekangan momen yang mungkin terhadap slab tersebut yang secara monolit dicetak dengan
balok tepinya.
))- Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
bentang pendek7 pendukung M
x
@
2
x u x
w
bentang M
x
@
2
x u x
w +
bentang panjang7 pendukung M
y
@
2
y u y
w
bentang M
y
@
2
y u y
w +
dimana w
u
adalah intensitas satuan beban ber$aktor per satuan luasan slab.
11.7 PE0UMU#AN DAN "ONTOH DE#AIN #LA* DUA-A0AH #I
0< +roperti material
#
c
@
c c
f w ((*# , (
' ,
5%a
#
s
@ 2((.((( 5%a
c
b
@
d
f
y
+ 8((
8((

@ (,?' H (,((?(
c
f
H #()
3aja suhu minimum @ (,((?bh. ;arga

untuk kekuatan-kekuatan diatas #( 5%a


harus direduksi dengan kenaikan sebesar (,((? untuk setiap 5%a yang melebihi
dari #( 5%a, tetapi

tidak dapat kurang dari (,8'. Spasi maksimum tulangan @ 2h.


2. !efle'si slab dua-arah di atas balo'2 :ntuk
fm
(,2, gunakan +abel .#. :ntuk (,2
K
fm
K 2,(, seperti dalam %ersamaan .(a,
h @
[ ] 2 , ( ' #8
'((
? , (
+

,
_

+
fm
y
n
f

:ntuk
fm
L 2,(,
h @
) #8
'((
? , (
+

,
_

+
y
n
f


3< )eser
(a) Slab di atas balok
,
c
@
d b
f
c
(
8

(b) %lat datar7 Qang lebih kecil dari
,
c
@ d b
f
c
(
2
*
2

,
_

))/ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah


,
c
@ d b
f
b
d
c
s
(
(
2
2

,
_

11.< Perumusan dan 8ontoh Desain Slab Dua-rah S5 ))6


Gambar 11.2) 1oefisien momen beban ultimat dalam slab dan plat aksi dua-arah.
(Dari 6eferensi 11.=.)
7 tepi 9ang menerus4

x(
tanpa kekangan
torsi pada sudutn9a

x(
dengan kekangan
torsi pada sudutn9a

y(
tanpa kekangan
torsi pada sudutn9a

y(
dengan kekangan
torsi pada sudutn9a
K
o
e
3
i
s
i
e
n

m
o
m
e
n
-
l
e
n
t
u
r
-
u
l
t
i
m
a
t


d
a
n

Rasio bentang ( !
y
,
x
K
o
e
3
i
s
i
e
n

2
4
L
4
>
4


d
a
n

7 tepi 9ang tak-menerus atau 9ang dicetak secara monolit dengan pendukungn9a4

y(

x(
+) (+6 (+/ (+5 (+ (+) +) (+6 (+/ (+5 (+ (+)
)+)
)+)5
)+)/
)+)6
)+()
)+(
)
(+) (+ (+5 (+/ (+6 +)

y(

y(

x(

x(

x(

x(

x(

y(

y(

y(

y(

x

x

y(

y(

x(
Rasio bentang ( !
y
,
x
Rasio bentang ( !
y
,
x

x(

x(

x(

x(

x(

y(

y(

y(

y(

y(

y

y

x(

x(
+)
)+)
(+6 (+/ (+5 (+
(+)
)
)+)5
)+)/
)+)6
+) +) +) +) +) +) (+) (+ (+5 (+/ (+6 +)
K
o
e
3
i
s
i
e
n

2
4
L
4
>
4


d
a
n

)+)
)+)5
)+)/
)
(+ (+5

(+/ (+6 +) (+) (+ (+5 (+/ (+6 +) (+) (+ (+5 (+/ (+6 +)
(+)
))7 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
))8 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
,
c
@
d b
f
c
(
2
*
dimana b
(
@ panjang perimeter penampang kritis dalam slab dan telapak (pada d>2
dari muka kolom dalam aksi dua-arah)
@ rasio sisi lebih panjang terhadap sisi lebih pendek panel

s
@ *( untuk kolom interior
@ #( untuk kolom tepi
@ 2( untuk kolom sudut
>< Momen ta'-seimbang

f
@
2
#
2

b b +

v
@ H
f
(a) %endukung eksterior7 ;arga
f
dapat ditingkatkan sampai dengan ,( jika ,
u
pada
pendukung K (,F'
c
f .
(b) %endukung interior7 ;arga
f
dapat ditingkatkan dengan 2'E jika ,
u
(,*,
c
dan
K (,#F'
b
.
11.7.1 "'n'( 11.-: De&a$n #I #%ab dan P%a D!a-ara(
Selesaikan ,ontoh . menggunakan satuan S-.
!ata
c
f
@ 2F,8 5%a 5%a @ G>mm
2
fy @ ** 5%a %a @ G>m
2
beban hidup w @ #,*( k%a kg @ ),? G
berat satuan beton @ 2*(( kg>m
#
)eometri )ambar 00<0?
56& @ F,#2 m
.6S @ ',*) m
w! pekerjaan lantai tambahan @ (,' k%a
Penyelesaian: +engece'an geometri untu' penggunaan metoda disain langsung tahap 0"
(a) /asio bentang lebih panjang>bentang lebih pendek @ F,#2>',*) @K 2,(9 karenanya,
aksi dua-arah.
(b) =ebih dari tiga bentang dalam setiap arah dan bentang-bentang berurutan dalam
setiap arah sama, dengan kolom-kolom tak digeser.
(c) Asumsikan suatu ketebalan sebesar 2#( mm, pekerjaan lantai sebesar '(( kG>m
2
.
wd @ '(( A
(((
2#(
(m) 2*(( kg>m
#

kg
G ? , )
@ 8((( G>m
2
@ 8,( kG>m
2
2wd @ 2,( kG>m
2
L w @ #,* kG>m
2
<iterima
))+ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
:ntuk nomor-nomor a, b, dan c, 5<= (!!M) dapat diterapkan.
-etebalan slab minimum untu' persyaratan defle'si tahap 1"
arah +H37 n @ F,#2 H (,22' H (,2'* @ 8,?* (m)
11.< Perumusan dan 8ontoh Desain Slab Dua-rah S5 )-,
arah :HS7 n2 @ ',*) H (,2'* H (,2'* @ *,)? (m)
/asio bentang bersih lebih panjang terhadap lebih pendek @ 8,?*>*,)? @ ,#F. Ketebalan
pendahuluan minimum h dari +abel .# untuk sebuah plat datar tanpa balok tepi atau panel
turun yang menggunakan baja fy @ **-5%a adalah h @ n>#(, ditingkatkan paling sedikit
dengan (E bila tidak ada balok tepi yang dipergunakan.
+H37 n @ 8,?* m
h @ ,
#(
?* , 8
@ (,2' m
,oba sebuah ketebalan slab h @ 28( mm. Ketebalan ini lebih besar dari ketebalan minimum
absolut sebesar ' in. @ 2( mm yang disyaratkan dalam peraturan untuk plat datar9 karenanya
diterima. Asumsikan bah!a d @ h H #( mm @ 2#( mm. wd baru @ 8,F kG>m
2
(8,F k%a). 5aka
dari itu,
2wd @ #,* k%a
w @ #,* k%a K 2wd <iterima.
+ersyaratan 'etebalan geser tahap 3"
w. @ ,8( A ,2! @ ,8 #,* A ,2 8,F @ #,' k%a
-olom interior2 3idang kritis pengontrol tegangan geser perimetris maksimum adalah pada
suatu jarak d>2 dari muka kolom, karenanya, gaya geser perimetris ber$aktor neto adalah
,u @ 1 2 H (c A d)(c2 A d)4wu
@ (F,#2 ',*) H (,F* (,F*)#,' (# @ '#' (# G @ '#' kG
,n @

u
,
@
F' , (
'#'
@ F# kG
<ari Gambar ., perimeter permukaan kegagalan geser kritis adalah
b( @ 2(c A d A c2 A d) @ 2(c A c2 A 2d)
@ 2((,' A (,' A (,*') @ 2,)* m @ 2,)* (
#
mm
%ermukaan geser perimetris adalah
Ac @ bod @ 2,)* (,22' @ (,88 m
2
@ (,88 (
8
mm
2
Karena momen tidak diketahui pada saat tahap ini, hanya sebuah pengecekan pendahuluan
untuk geser yang dapat dibuat.
@ rasio sisi lebih panjang terhadap lebih pendek kolom @ '( mm>'( mm @ ,(
Geser nominal tersedia ,c adalah yang terkecil dari
,c @ d b
f
c
(
2
*
2

,
_

@ (2 A *)
2
8 , 2F
(,88 (
8
@ ,F( (
8
G
,c @ d b
f
b
d
c
s
(
(
2
2

,
_

@
2
8 , 2F
2
)* , 2
2# , ( *(

,
_

(,88 (
8
@ ,'(
(
8
G
,c @
d b
f
c
(
2
*
@ ,8 (
8
G
)-1 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
,c pengontrol @ ,8 (
8
G L ,n perlu @ (,F# (
8
G9 karenanya ketebalan lantai cukup
pada tahap disain ini.
-olom e'sterior2 Sertakan berat dinding eksterior, dengan mengasumsikan berat layannya
sebesar * kG>m. Gaya geser perimetris ber$aktor neto adalah
)-2 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
,u @
( )
#
( ' , # 22' , ( '(? , (
2
22' , (
*'F , (
2
*'F , (
2
#2 , F
*) , '
1
]
1

+
,
_

+
,
_

+
( ) 2 , ( * '(? , ( *) , '
#
+ @ #(8 (
#
G @ #(8 kG
,n @

u
,
@
F' , (
#(8
@ *(? kG
Anggap garis aksi ,u berada di muka kolom (M dalam Gambar .2 untuk trans$er geser
momen ke bidang pusat c-c. %endekatan ini cukup karena ,u bekerja secara perimetris
mengelilingi muka kolom dan bukan sepanjang garis A& saja. <ari Gambar .2,
Ac @ d(2c A c2 A 2d) @ (,2#(2 (,*'F A (,'(? A 2 (,22')
@ (,*#( m
2
@ (,*#( (
8
mm
2
@
*'F
'(?
@ ,
Geser nominal tersedia ,c adalah yang terkecil dari
,c @ d b
f
c
(
2
*
2

,
_

@ ,(' (
8
G
,c @ d b
f
b
d
c
s
(
(
2
2

,
_

@ ,(8 (
8
G
,c @
d b
f
c
(
2
*
@ (,F' (
8
G L ,n perlu @ (,*(? (
8
G <iterima.
vc tersedia @
c
c
A
,
@
2 8
8
mm ( *#( , (
G ( F' , (

@ ,F* G>mm
2
+erhitungan momen statis tahap-tahap 3 sampai 4"
+H37 n @ 8,?# m
:HS7 n2 @ *,)? m
(,8' @ (,8' F,#2 @ *.F8 m Gunakan n @ 8,?# m
(,8'2 @ (,8' ',*) @ #.'F m Gunakan n2 @ *,)? m
a" Arah 56&
M( @
?
2
2 n u
w
@
( )
?
?# , 8 *) , ' ( ' , #
2 #

@ *#2 kG-m
:ntuk panel ujung sebuah plat datar tanpa balok ujung, $aktor distribusi momen seperti dalam
+abel . adalah
HMu pada pendukung interior @ (,FM(
AMu pada bentang-tengah panel @ (,'2M(
HMu pada muka eksterior @ (,28M(
)-) Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
momen desain negati$ H Mu @ (,F( *#2 @ #(2 kG-m
momen desain positi$ A Mu @ (,'2 *#2 @ 22' kG-m
momen negati$ pada eksterior H Mu @ (,28 *#2 @ 2 kG-m
b" Arah .6S
M( @
?
2
2 n u
w
@
( )
?
)? , * #2 , F ( ' , #
2 #

@ #(8 kG-m
11.< Perumusan dan 8ontoh Desain Slab Dua-rah S5 )--
momen desain negati$ H Mu @ (,F( #(8 @ 2* kG-m
momen desain positi$ A Mu @ (,'2 #(8 @ ') kG-m
momen negati$ pada eksterior H Mu @ (,28 #(8 @ ?( kG-m
!istribusi momen dalam strip-strip 'olom dan tengah tahap-tahap 7 dan 8"
,ek kapasitas trans$er geser-momen pada pendukung-pendukung kolom eksterior7
HMc pada kolom interior 2H3 @ #(2 kG-m
HMe pada kolom eksterior 2HA @ 2 kG-m
,u @ #(8 kG bekerja pada muka dari kolom
Gaya geser ber$aktor pada kolom tepi yang disesuaikan untuk momen interior adalah
,u @ #(8 H
*?# , ( #2 , F
2 #(2

@ 2F? kG
,n @

u
,
@
F' , (
2F?
@ #F kG
<engan mengasumsikan bah!a desain Mu mempunyai harga yang sama seperti Mu ber$aktor,
Ac dari sebelumnya @ (,*#( m
2
<ari Gambar .Fc dan ,2, dengan mengambil momen luasan bidang kritis terhadap
sumbu A&,
d(2c A c2 A 2d) x @ d
2

2

,
_

+
d
c
dimana x adalah jarak ke pusat penampang kritis, atau
(2 (,*'F A (,'(? A (,*'F) x @ d
2
2
22' , (
*'F , (
,
_

+
x @ (,F* m
g @ (,F* H (,22'>2 @ (,(') m @ ') mm, dimana g adalah jarak dari muka kolom ke sumbu
pusat penampang tersebut.
5omen ber$aktor eksternal total adalah
Mue @ 2 A 2F? (,(') @ 2? kG-m
Kekuatan momen tak-seimbang minimum yang diperlukan total adalah
Mn @

ue
M
@
) , (
2?
@ *# kG-m
Iraksi kekuatan momen nominal Mn yang ditrans$er oleh geser adalah
v @
2
#
2

b b +
@ (,#F
dimana b @ c A d>2 @ (,*'F A (,22'>2 @ (,'F2 m
b2 @ c2 A d @ (,'(? A (,22' @ (,F#? m
5omen inersia sisi yang sejajar dengan arah momen terhadap sumbu .HS adalah
)-/ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
I @
2
2 2
#
2
#

,
_

+ +
hb
Ad
bh
untuk semua mukanya
)-6 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
@
( ) ( )
2
2
22' , ( 'F2 , (
F* , (
2
'F2 , (
'F2 , ( 22' , (
2
'F2 , ( 22' , (
#
2
#
1
1
]
1

+
,
_


@ 1#'?.F(2 A 8'.(2) A 'F.))842 @ .8#.*'( cm
*
5omen inersia sisi yang tegak lurus dengan arah momen terhadap sumbu .HS adalah
I2 @ A(x)
2
@ 1('(,? A 2#)2#4(F,*)2 @ '#.)(( cm
2
5aka dari itu, momen inertia torsi adalah
/c @ .8#.*'( A '#.)(( @ .8FF.#'( cm
2
+egangan geser akibat e$ek geser perimeter pada Mn adalah
,n @
c
n A& v
c
u
/
M c
A
,

+
@
?
( #'( . 8FF .
*# F* , ( #F , (
*#( , ( F' , (
2F?

@ ?82 k%a A ''( k%a


@ ,* 5%a
<ari sebelumnya, vc diperbolehkan maksimum @ ,F* 5%a L ,* 5%a7
vn K vc <iterima
5aka dari itu, terima ketebalan plat.
!esain tulangan dalam luasan slab di mu'a 'olom untu' momen ta'-seimbang yang
ditransfer 'e 'olom oleh lentur
<ari %ers. .Fb,
f @ H v @ H (,#F @ (,8#
Mnf @ f Mn @ (,8# *# @ )(, kG-m
5omen ini harus ditrans$er didalam ,'h pada setiap sisi kolom tersebut seperti dalam
Gambar .Fd.
lebar trans$er @R(,' (,2'*) 2 A (,'(? @ ,2F m
Mn @RAs fy

,
_

2
a
d , asumsikan bah!a
,
_

2
a
d (,)d
atau
)(, (
8
@ As ** (,) 2#(
As @ ('( mm
2
selebar lebar strip @ #(( mm
3uktikan As
a @
#(( 8 , 2F ?' , (
** ('(

@ *,# mm
5aka dari itu,
)(, (
8
@ As ** (,) 2#(
)-7 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
As ((( mm
2
Gunakan lima batang Go. ' 5 (((( mm
2
) dengan p-p (( mm yang digunakan didalam
lebar kolom '(-mm pada sisi teratasnya dan angkur kedalam kolom tersebut seperti yang
disyaratkan untuk penyaluran panjang ikatan.
11.< Perumusan dan 8ontoh Desain Slab Dua-rah S5 )-8
+emproporsian tulangan plat tahap : dan ;"
a" Arah 56& bentang pan9ang"
0< =ing'asan momen-momen dalam strip 'olom
Mn negati$ kolom interior @
) , (
#(2 F' , (

@ 2'2 kG-m
Mn bentang-tengah @
) , (
22' 8 , (
@ '( kG-m
Mn negati$ kolom eksterior @
) , (
2
@ 2* kG-m
1< =ing'asan momen-momen dalam strip tengah
Mn negati$ kolom interior @
) , (
#(2 F' , ( #(2
@ ?* kG-m
Mn positi$ bentang-tengah @ 22' H (,8 22' @ )( kG-m
Mn negati$ kolom eksterior @ (
3< !esain tulangan untu' strip 'olom
HMn @ 2'2 kG-m bekerja pada lebar strip sebesar 2((,2' ',*)) @ 2,F*' m
HMn satuan per meter lebar strip @
F*' , 2
2'2
@ ),? kG-m
AMn satuan per meter lebar strip @
F*' , 2
'(
@ '*,8 kG-m
5ulangan ba9a suhu minimum As untu' plat-plat dua-arah
<engan menggunakan baja fy @ *' 5%a, As @ (,((?bh @ (,((? ((( 28( @ *8? mm
2
per lebar strip -m. ,oba batang Go. ( 5 (As @ (( mm
2
).
s @
mm ((( mm *8?
mm ((
2
2
2' mm p-p
&a9a negatif
),? (
8
@ As **
,
_

2
2#(
a
<engan mengasumsikan (d H a>2) @ (,)d untuk coba-coba pertama,
As @
2#( ) , ( **
mm - G ( ? , )
8

@ (F( mm
2
a @
v c
y s
b f
f A
?' , (
@
((( 8 , 2F ?' , (
** (F(

@
?,? mm
:ntuk siklus coba-coba dan penyesuaian kedua,
),? (
8
@ As **
,
_

2
? , ?
2#(
)-+ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
As negati$ @ (( mm
2
>m lebar strip.
,oba batang Go. ' 5 dari +abel A.2b dalam lampiran (luasan per batang @ 2(( mm
2
).
spasi s @
((( ((
2((
@ 2(( mm p-p untuk momen negati$
)/, Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
&a9a positif
Spasi s seperti yang diperlukan oleh momen @ 2(( ),?>'*,8 @ ##( mm p-p. Spasi
diperbolehkan maksimum @ 2h @ 2 28( @ '2( mm. ,oba batang Go. ( 5 untuk momen
positi$ (As @ (( mm
2
) dari +abel A.2b dalam lampiran.
As @
((
? , )
8 , '*

@ 8(( mm
2
>strip -m
s @
((( 8((
((
F( mm p-p
>< !esain tulangan untu' strip tengah
HMn satuan @ ?*>(,) @ )#,# kG-m bekerja pada lebar strip sebesar 2,F*' m.
HMn satuan per meter lebar strip @ )#,#>2,F*' @ #*,( kG-m @ #* (
8
G-mm
#* (
8
@ As ** (,) 2#(
As @ *(( mm
2
>strip -m
a @
((( 8 , 2F ?' , (
** *((

@ ',8 mm
Si'lus 'edua mengguna'an a B 4@7 mm
#* (
8
@ As **
,
_

2
8 , '
2#(
As @ #8# mm
2
>strip -m
<ari +abel A.2b, coba batang Go. ( 5 (As @ (( mm
2
).
Foto 11.4 Slab beton persegi pada saat keruntuhan. (+es oleh Ga!y dkk.)
)/1 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
AMn satuan @
F*' , 2 ) , (
m - kG )(

@ #8,* kG-m @ #8,* (


8
G-mm>meter strip
As @
2#( ) , ( **
( * , #8
8

@ *2' mm
2
11.> %etoda "an&sun& ,#aluasi Defleksi )/2
As minimum @ (,((?bh @ (,((? (( 28( @ *8? mm
2
, mengontrol.
:ntuk tulangan positi$, spasi yang menggunakan batang Go. ( 5 adalah
s @
perlu satuan luasan
batang luasan
@
((( *8?
((
@ 2# mm p-p
Gunakan batang-batang Go. ' 5 dengan p-p 2(( mm untuk tulangan negati$ dan batang Go.
( 5 dengan p-p 2(( mm untuk tulangan positi$.
(b) Arah .6S bentang pende'"2 %rosedur yang sama diikuti sebagaimana untuk arah +H3
untuk kedua momen negati$ dan positi$nya. Kedalaman e$ekti$ d2 @ 28( H #( H ( @ 22( mm
digunakan untuk arah :HS. Sebuah tabel untuk momen-momen dan ukuran batang kemudian
dibuat seperti dalam +abel .8 dan sebuah denah untuk distribusi skematis tulangan dalam
satuan-satuan S- disediakan secara serupa dengan Gambar .*.
11.8 METODA LANG#UNG DA0I E<ALUA#I DE7LE2#I
11.8.1 Pendekaan 0an1ka Ek$=a%en
Seperti didalam metoda rangka eki"alen yang didiskusikan secara detail dalam sub-bab-
sub-bab yang terdahulu, struktur tersebut dibagi menjadi rangka-rangka menerus yang
berpusat pada garis-garis kolom didalam masing-masing dari kedua arah yang tegak lurus.
Setiap rangka akan tersusun dari suatu baris kolom-kolom dan sebuah jalur lebar slab
bersama dengan balok-balok garis kolomnya, jika ada, diantara garis-garis pusat panel.
<engan persyaratan statika, beban yang diterapkan harus diperhitungkan dalam
setiap dari kedua arah yang tegak lurus (ortogonal). <idalam upaya untuk
memperhitungkan de$ormasi-de$ormasi torsi balok-balok pendukung, suatu kolom e'ivalen
dipergunakan yang $leksibilitasnya merupakan 9umlah dari $leksibilitas-$leksibilitas kolom
aktual dan $leksibilitas balok trans"ersal atau strip-strip slab (kekakuan merupakan in"ers
$leksibilitas). <engan kata lain,
t c ec
- - -

+

(.?)
dimana -
ec
@ kekakuan lentur kolom eki"alen9 momen lentur per satuan rotasi
-
c
@ jumlah kekakuan lentur kolom atas dan ba!ah, momen lentur per satuan
rotasi
-
t
@ kekakuan torsi balok trans"ersal atau strip slab, momen torsi per satuan rotasi
;arga -
ec
jadinya harus diketahui didalam upaya untuk menghitung de$leksi dengan
prosedur ini.
Strip slab-balok tersebut dianggap didukung bu'an diatas kolom-kolom tetapi diatas
strip slab-balok transversal diatas garis-garis pusat kolom. Gambar .2*a
menggambarkan hal ini. <e$ormasi sebuah panel tipikal yang ditinjau dalam satu arah pada
setiap 'alinya. Sesudah itu, konstribusi didalam setiap dari kedua arah, x dan y,
ditambahkan untuk mendapatkan de$leksi total pada sembarang titik didalam slab atau plat
tersebut.
%ertama, de$leksi akibat lentur dalam arah x dihitung (Gambar .2*b). Kemudian
de$leksi akibat lentur dalam arah y didapatkan. <e$leksi panel-tengah sekarang dapat
diperoleh sebagai jumlah dari de$leksi-de$leksi bentang-pusat strip kolom dalam satu arah
dan yang dari strip tengah dalam arah ortogonalnya (Gambar .2*c).
<e$leksi setiap panel dapat dianggap sebagai jumlah dari tiga komponen7
)/) Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
. <e$leksi bentang-tengah dasar panel, diasumsikan terjepit pada kedua ujungnya,
diberikan oleh
)/- Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
rangka
*
#?* I #
w
c


Gambar 11.2- %etoda ran&ka eki#alen untuk analisis defleksi: (a) panel plat
ditransfer men(adi ran&ka eki#alen; (b) profil bentuk terdefleksi di &aris pusatn-a;
(c) bentuk terdefleksi panel.
$ro3il slab terbebani
pada tengah-bentang
#$
Balok slab
Kolom
#aris
kontra-lentur
#$ kolom
Ketinggian slab
tak-terbebani
L,
)+.L )+.L
y
x
)+.s
)+.s
)+.s
)+.s
"lab terdukung
secara sederhana
ekivalen
Kolom
a
L
#$ kolom
b
(a)
Balok slab
)+.L )+.L
#$
s
a
b
c
)+.L )+.L
b
a
L
(b)
#$ kolom #$ kolom
)// Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
-ni harus diproporsikan untuk memisahkan de$leksi strip kolom
c
dan strip tengah
s
,
sehingga
11.> %etoda "an&sun& ,#aluasi Defleksi )/6
c c
cs c
c
I #
I #
M
M
rangka
kol strip

s c
cs c
s
I #
I #
M
M
rangka
slab strip

dimana I
cs
adalah momen inersia rangka total, I
c
momen inersia strip kolom, dan I
s
momen inersia strip slab tengah.
2. <e$leksi pusat,
(

@ >?(, akibat rotasi di ujung kiri sementara ujung kanan
dianggap terjepit, dimana
(
@ M
neto
>-
ec
kiri dan -
ec
adalah kekakuan lentur kolom
eki"alen (momen per satuan rotasi).
#. <e$leksi pusat,
=

@ >?(, akibat rotasi di ujung kanan sementara ujung kiri
dianggap terjepit, dimana
=
@ M
neto
>-
ec
kanan. Karenanya

cx
atau
cy
@
c
A
(

A
=

(.)a)

sx
atau
sy
@
s
A
(

A
=

(.)b)
(Gunakan dalam %ers. .)a dan b harga-harga
c
,
(

, dan
=

yang
berhubungan dengan arah-arah bentang yang sesuai. <ari Gambar .2*b dan c,
de$leksi total adalah
@
sx
A
cy
@
sy
A
cx
(.2()
11.8.2 "'n'( 11./: Per($!n1an De3%ek&$ P!&a #eb!a( Pane% #%ab d$aa& *a%'k
Gambar 11.2-
Lanjutan
#$ kolom
x
s
#$ kolom
(c)
c
b
a
#$ kolom
y
L
#$ kolom

'
/!
7
L


'
/!
7
L


'
/!
7
s


'
/!
7
s


'
/!
7
s


'
/!
7
s

)/7 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
Sebuah slab F-in. (FF,?-mm) dari sebuah sistem lantai lima-panel kali lima-panel
membentang 2' $t dalam arah +H3 (F,82 m) dan 2( $t dalam arah :HS (8,( m) yang
)/8 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
ditunjukkan dalam Gambar .2'a. %anel tersebut secara monolit didukung oleh balok ' in.
2F in. dalam arah +H3 (#? mm 8?8 mm) dan ' in. 2* in. dalam arah :HS (#? mm
8( mm). =antai tersebut dikenai oleh suatu de$leksi yang tergantung-!aktu akibat suatu
intensitas beban kerja seragam eki"alen w @ *'( ps$ (2,' k%a). %roperti-properti material
lantai tersebut adalah
Gambar 11.2/ 8ontoh pada e#aluasi defleksi ran&ka eki#alen.
>
L
1B
5) in4 1DB
B 1
"
) 3t
(5) in4)
. 3t
(-)) in4)
(
- 5
(. 0 in4
(
.

5

i
n
4
(a)
-)) in4 >D"
0 in4
(b) (c) (d)
0 in4 0 in4
() in4 1DB
(.) in4 >D"
() in4 1DB
(.) in4 >D"
5) in4
(
. 3t
-
)+/ in4
)+)0 in4
)+-) in4
5

(e)
)+). in4
$endukung
>D"
$endukung
1DB
(

() 3t
() 3t
y
x
11.> %etoda "an&sun& ,#aluasi Defleksi )/+
c
f
@ *((( psi (2F,8 5%a)
fy @ 8(.((( psi (** 5%a)
#c @ #,8 (
8
psi (2*,? ( k%a)
Asumsikan berikut ini7
. 5omen neto Mw bentang-bentang yang bersebelahan (lb-$t)7
+H3 :HS
%endukung 7 2( (
#
%endukung 7 *( (
#
%endukung 27 ' (
#
%endukung *7 2( (
#
2. Kekakuan kolom eki"alen -ec *(( #c lb-inci per radian dalam kedua arah. ,ari
de$leksi pusat maksimum panel tersebut akibat pembebanan jangka-panjang dan
tentukan jika besarannya dapat diterima bila lantai tersebut mendukung peralatan yang
sensiti$ yang dapat dirusakkan oleh de$leksi-de$leksi yang besar.
#. 5omen inersia retak7
+H37 Icr @ *'.'(( in.
*
:HS7 Icr @ #2.'(( in.
*
Penyelesaian: ;itung momen-momen inersia gros (in.
*
) penampang-penampang dalam
Gambar .2'7 rangka eki"alen total Ics dalam bagian (b), balok strip kolom Ic dalam bagian
(c), dan slab strip tengah Is dalam bagian (d). ;arga-harga ini adalah
Ics Ic Is
+H3 8#.8(( '#.F(( #*#(
:HS *F.((( *(.((( *2??
Selanjutnya, hitung $aktor-$aktor f2> dan f2>2 seperti dalam ,ontoh .2. <idalam
kedua kasusnya lebih besar dari ,(. Karenanya koe$isien-koe$isien momen ber$aktor (persen)
diperoleh dari tabel-tabel dalam Sub-bab .*.2 adalah sebagai berikut7
#r$. 2'%'m
4? dan @5
#r$. Ten1a(
4? dan @5
+H3 ?,( ),(
:HS 8F,' #2,'
!efle'si-defle'si arah 56& bentangB 14 ft"
w jangka-panjang @ *'( ps$
2'

@
( )
8(( . 8# ( 8 , # #?*
F2? 2' 2( *'(
8
*


@ (,(8) in.
c @ (,(8) (,?
F(( . '#
8(( . 8#
@ (,(88# in.
s @ (,(8) (,)
*#( . #
8(( . 8#
@ (,2*# in.
/otasi di ujung adalah
11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& )6,
@
ec
-
M

@
8
#
( 8 , # *((
2 ( 2(


@ ,8F (
H*
rad
)61 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
dan rotasi di ujung 2 adalah
2 @
ec
-
M
2
@
8
#
( 8 , # *((
2 ( '


@ (,*2 (
H*
rad
dimana adalah rotasi pada sebuah ujung jika ujung yang lain terjepit.
@ penyesuaian de$leksi akibat rotasi pada pendukung-pendukung dan 2 @
?

@
( )
?
#(( ( *2 , ( 8F ,
*
+

@ (,((F? in.
5aka dari itu,
cx neto @ (,(88# A (,((F? @ (,(F* katakan (,(F in.
sx neto @ (,2*# A (,((F? @ (,2'(? katakan (,2' in.
!efle'si-defle'si arah .6S bentang B 1? ft"
2(

@
( )
((( . *F ( 8 , # #?*
F2? 2( 2' *'(
8
*


@ (,(*F) in.
c @ (,(*F) (,8F'
((( . *(
((( . *F
@ (,(#? in.
s @ (,(*F) (,#2'
*2??
((( . *F
@ (,F in.
rotasi @
ec
-
M

@
8
#
( 8 , # *((
2 ( *(


@ #,# (
H*
rad
rotasi * @
ec
-
M
*
@
8
#
( 8 , # *((
2 ( 2(


@ ,8F (
H*
rad
@
?
2

@
( )
?
2*( ( 8F , # , #
*
+

@ (,(*) in.
5aka dari itu,
cy neto @ (,(#? A (,(*) @ (,('2) katakan (,(' in.
sy neto @ (,F A (,(*) @ (,?') katakan (,) in.
de$leksi pusat total @ sx A cy A cx
+H3 @ sx A cy @ (,2' A (,(' @ (,#( in.
:HS @ sy A cx @ (,) A (,(F @ (,28 in.
Karenanya, de$leksi rata-rata pada pusat panel interior adalah
J (+H3 A :HS) @ (,2? in. (F, mm)
+enyesuaian untu' penampang reta'2 Gunakan persamaan momen inersia e$ekti$ 3ranson,
Ie @
cr
a
cr
g
a
cr
I
M
M
I
M
M
1
1
]
1

,
_

,
_

# #

seperti didiskusikan dalam 3ab ?. %erhitungan rasio Mcr>Ma7


11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& )62
Mcr @
t
g r
y
I f
11.> %etoda "an&sun& ,#aluasi Defleksi )6)
dimana fr @ modulus runtuh beton
yt @ jarak pusat gra"itasi penampang dari serat-serat tarik terluar
+H3 (lebar $lens 2*(-in.)7 yt @ 2,'* in.
:HS (lebar $lens #((-in.)7 yt @ ),2( in.
fr @ F,'
c
f @ F,' *((( @ *F* psi
Karenanya
Mcr (+H3) @
2

'* , 2
8(( . 8# *F*

@ ,F (
'
lb-$t
Mcr (:HS) @
2

2( , )
((( . *F *F*

@ (,)F (
'
lb-$t
Ma panel interior @
8
2
w
@
( )
8
2' *'( 2(
2

untuk +H3
@ #,'2 (
'
lb-$t
@
( )
8
2( *'( 2(
2

untuk :HS
@ 2,? (
'
lb-$t
,atat bah!a $aktor momen >8 dipergunakan agar berada pada sisi yang aman, !alaupun
koe$isien-koe$isien momen aktual untuk aksi dua-arah akan lebih kecil.
Momen inersia efe'tif 56& Ie
a
cr
M
M
@
'
'
( '2 , #
( F ,

@ (,##2
#

,
_

a
cr
M
M
@ (,(#F
Ie @ (,(#F 8#.8(( A ( H (,(#F)*'.'(( @ *8.F( in.
*
Momen inersia efe'tif .6S Ie
a
cr
M
M
@
'
'
( ? , 2
( )F , (

@ (,#*'
#

,
_

a
cr
M
M
@ (,(*
Ie @ (,(* *F.((( A ( H (,(*)#2.'(( @ ##.()' in.
*
e
g
I
I
rata-rata @
,
_

+
()' . ##
((( . *F
F( . *8
8(( . 8#
2

@ ,*(
de$leksi pusat disesuaikan untuk e$ek penampang retak
@ ,*( (,2? @ (,#) in. (),) mm)

@
#) , (
2 $t 2'
@ F,8) L *?( diperbolehkan dalam +abel .*
Karenanya de$leksi pusat jangka-panjang dapat diterima.
11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& )6-
)6/ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
11.+ PE0ILA2U 2E0ETA2AN DAN 2ONT0OL 0ETA2 DALAM #LA* DAN PLAT A2#I-DUA-
A0AH
11.+.1 Mekan$&me 2ereakan Len!r dan H$.'e&$& 7rak!r
%erilaku keretakan lentur didalam lantai-lantai struktural beton diba!ah aksi dua-arah
sangatlah berbeda dari yang didalam anggota-anggota satu-arah. %ersamaan-persamaan
kontrol-retak untuk balok-balok mengestimasi lebih rendah lebar-lebar retak yang terjadi
didalam slab-slab dan plat-plat dua-arah dan tidak memberitahu pendisain bagaimana untuk
menspasikan tulangannya. Keretakan didalam slab-slab dan plat-plat dua-arah dikontrol
terutama oleh tingkat tegangan baja dan spasi tulangan dalam dua arah yang tegak lurus.
Sebagai tambahan, penutup beton bersih didalam slab-slab dan plat-plat dua-arah hampir
konstan 1M in. () mm) untuk keterbukaan interior4, sementara itu ia merupakan sebuah
"ariabel utama didalam persamaan-persamaan kontrol-retak untuk balok-balok. ;asil-hasil
tes yang ekstensi$ terhadap slab-slab dan plat-plat oleh Ga!y dkk. mendemonstrasikan
perbedaan dalam perilaku ini didalam suatu hipotesis $raktur (fracture) pada pembentukan
dan perambatan retak didalam aksi plat dua-arah. Seperti terlihat dalam Gambar .28,
konsentrasi tegangan terjadi mula-mula pada titik-titik perpotongan tulangan didalam
batang-batang tulangan dan pada join-join jaring ka!at yang dilas, yaitu, pada titik-titik
nodal grid, dengan demikian secara dinamik menghasilkan garis-garis $raktur sepanjang
jalur-jalur yang mempunyai tahanan yang paling kecil7 A

&

, A

A
2
, A
2
&
2
, dan &
2
&

. %ola
$raktur yang dihasilkan merupakan sebuah grid keretakan berulang total, asalkan bah!a
spasi titik-titik nodal A

, &

, A
2
, dan &
2
cukup dekat untuk menghasilkan mekanisme $raktur
a!al dari retak-retak ortogonal dengan lebar yang sempit yang dikehendaki ini sebagai
sebuah mekanisme $raktur.
Gambar 11.26 Satuan &rid dalam tulan&an aksi-dua-arah.
Baja Longitudinal
Baja 1ransversal
A
(
B
(
s
(
B

$engendalian Keretakan Bukan-@rtogonal 9ang 2enjauh dari Batang A


(
B
(

atau A

bila "pasi #rid S


(
atau S

2elebihi 0 sampai ( in4


11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& )66
2ika spasi perpotongan-perpotongan grid tulangan terlalu besar, besaran konsentrasi
tegangan dan energi yang diserap per satuan grid terlalu rendah untuk menghasilkan retak-
retak disepanjang ka!at-ka!at atau batang-batang bertulang. Sebagai akibatnya, retak-
11.= Perilaku 1eretakan dan 1ontrol 6etak dalam Slab dan Plat ksi-Dua-rah )67
retak utama tersebut mengikuti keretakan garis-leleh diagonal didalam bidang beton
polosnya yang menjauh dari batang-batang tulangan pada saat a!al didalam sejarah
pembebanannya. /etak-retak ini lebar dan jarang.
;ipotesis ini juga memba!a pada kesimpulan bah!a de$ormasi-de$ormasi
permukaan elemen-elemen tulangan indi"idu mempunyai e$ek yang kecil didalam
menghentikan pembentukan retak-retak atau mengontrol tipe atau lebarnya dalam sebuah
slab atau plat aksi dua-arah. <alam suatu cara yang serupa, kita dapat menyimpulkan
bah!a e$ek skala pada perilaku keretakan aksi dua-arah adalah tak penting, karena grid
keretakan tersebut akan menjadi sebuah re$leksi grid tulangan jika lebar-lebar keretakan
yang sempit ortogonal yang dikehendaki terbentuk. 0leh karena itu, didalam mengontrol
keretakan dalam lantai-lantai aksi-dua-arah, parameter utama untuk dipertimbangkan
adalah spasi tulangan dalam dua arah tegak lurus. %enutup beton hanya mempunyai sebuah
e$ek yang kecil, karena ia biasanya merupakan suatu harga konstan, yang kecil sebesar (,F'
in. () mm).
:ntuk sebuah luasan konstan baja yang ditentukan untuk lentur dalam satu arah,
yaitu, untuk penyerapan energi per satuan luasan slab, semakin kecil spasi batang-batang
atau ka!at-ka!at trans"ersal, semakin kecil seharusnya diameter batang-batang
longitudinal. Alasannya adalah bah!a lebih sedikit energi yang harus diserap oleh batang-
batang longitudinal indi"idu. 2ika kita menganggap bah!a besaran $raktur ditentukan oleh
energi yang dikenakan per "olume spesi$ik tulangan yang bekerja pada sebuah elemen
hingga dari slab tersebut, sebuah pilihan yang tepat terhadap ukuran grid tulangan dan
ukuran batang dapat mengontrol keretakan menjadi grid-grid ortogonal yang dikehendaki.
;aruslah ditekankan bah!a hipotesis ini penting untuk kondisi-kondisi
kemampulayanan dan beban-lebih yang sesuai. <idalam menghubungkan retak-retak
ortogonal kepada retak-retak garis-leleh, kegagalan sebuah slab pada akhirnya mengikuti
kriteria garis-leleh plastis-kaku yang diterima secara umum.
11.+.2 Per&amaan 2'nr'% 0eak
%ersamaan dasar (Sub-bab ?.) untuk menghubungkan lebar retak kepada regangan
didalam tulangan adalah
w @


s c
a (.2)
&$ek regangan tarik dalam beton antara retak-retak diabaikan sebagai tak menentukan. a
c
adalah spasi retak,
s
adalah regangan satuan dalam tulangan, dan , , dan adalah
konstanta-konstanta. Sebagai suatu hasil hipotesis $raktur ini, model matematik dalam %ers.
.2, dan analisis statistik terhadap data dari )( slab yang dites sampai kegagalan,
persamaan kontrol-retak berikut adalah penting7
w @

2
i
b
s
C
s d
f -
(.22)
dimana kuantitas diba!ah )
I
@ d
b
s
2
>C
i
yang radikal, diistilahkan indeks grid dapat
ditrans$ormasikan menjadi
)
I
@

2
b
c
d
d s s
(.2#)
dimana- @ koe$isien $raktur, yang mempunyai sebuah harga sebesar - @ 2,? (
H'
untuk
slab dan plat bujursangkar aksi-dua-arah, yang dikekang, dibebani secara
seragam. :ntuk beban terpusat atau reaksi atau bila rasio bentang pendek
terhadap panjang kurang dari (,F', tetapi lebih besar dari (,', sebuah harga
)68 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
sebesar - @ 2, (
H'
dapat diterapkan. :ntuk sebuah rasio aspek bentang sebesar (,', - @
,8 (
H'
. Satuan koe$isien - adalah dalam lb>in.
2
.
@ rasio jarak dari sumbu netral ke muka tarik slab terhadap jarak dari sumbu
netral ke pusat grid tulangan (untuk menyederhanakan perhitungan-perhitungan
gunakan @ ,2', meskipun ia ber"ariasi antara ,2( dan ,#')
f
s
@ tingkat tegangan beban layan rata-rata aktual, atau *(E dari kekuatan leleh
disain, f
s
(ksi)
d
b
@ diameter tulangan dalam arah yang terdekat dengan serat-serat luar beton (in.)
d
c
@ penutup beton ke pusat tulangan (in.)
s

@ spasi tulangan dalam arah


s
2
@ spasi tulangan dalam arah tegak lurus 2
@ arah tulangan yang terdekat dengan serat-serat beton luar9 ini adalah arah
dimana pengecekan kontrol retak dibuat.
C
i
@ rasio baja akti$
@
( )

2 2
lebar $oot per baja luasan
c d
A
b
s
+
dimana c

adalah penutup beton bersih diukur dari muka tarik beton ke tepi
terdekat batang tulangan dalam arah
w @ lebar retak pada muka beton yang diakibatkan oleh beban lentur (in.)
Subskrip dan 2 berhubungan dengan arah tulangan. ;arga detail koe$isien $raktur
untuk berbagai kondisi batas diberikan dalam +abel .(.
Sebuah penyelesaian secara gra$ik dari %ers. .22 diberikan dalam Gambar .2F
untuk
f
y
@ 8(.((( psi (** 5%a)
f
s
@ *(E f
y
@ 2*.((( psi (88 5%a)
Tabe% 11.1, 1oefisien +raktur untuk Slab dan Plat
T$.e
Pembebanan
a
*en!k
#%ab
2'nd$&$
*aa&
b
0a&$'
*enan19
8
S66
2'e3$&$en
7rak!r9 1,
@/
2
A 3ujursangkar * tepi r ,( 2,
A 3ujursangkar * tepi s ,( 2,
3 %ersegi * tepi r (,' ,8
3 %ersegi * tepi r (,F 2,2
3 %ersegi # tepi r,
tepi h
(,F 2,#
3 %ersegi 2 tepi r,
2 tepi h
(,F 2,F
3 3ujursangkar * tepi r ,( 2,?
3 3ujursangkar # tepi r,
tepi h
,( 2,)
3 3ujursangkar 2 tepi r,
2 tepi h
,( *,2
a
+ipe pembebanan7 A, terpusat9 3, terdistribusi secara seragam.
b
Kondisi batas7 r, terkekang9 s, terdukung sederhana9 h, tersendi.
)6+ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
c
/asio bentang7 S, bentang pendek bersih9 (, bentang panjang bersih.
11.= Perilaku 1eretakan dan 1ontrol 6etak dalam Slab dan Plat ksi-Dua-rah )7,
untuk penentuan cepat terhadap ukuran dan spasi tulangan diperlukan untuk kontrol retak.
%ersamaan .22 dalam satuan-satuan S- adalah
w
maks
(mm) @ (,*' -f
s I
) (.22a)
dimana f
s
@ 5%a, )
I
@ s

s
2
d
c
>d
b
?>, dan s

, s
2
, d
c
, dan d
b
adalah dalam milimeter.
-ndeks grid, )
I
, menetapkan ukuran dan spasi batang-batang dalam dua arah tegak
lurus dari sembarang sistem lantai beton, dan w
maks
adalah lebar retak yang dapat ditoleransi
maksimum.
%ersamaan kontrol retak dan garis-garis panduan yang disajikan penting tidak hanya
untuk kontrol korosi dalam tulangan tetapi juga untuk kontrol de$leksi. /eduksi kekakuan
#I slab atau plat dua-arah akibat keretakan ortogonal bilamana batas-batas lebar-lebar retak
yang dapat ditoleransi dalam +abel ?.' dilampaui dapat mengakibatkan de$leksi yang
berlebihan baik dalam jangka pendek maupun panjang. ;arga-harga de$leksinya beberapa
kali yang diantisipasi didalam disain, termasuk de$leksi akibat pembebanan konstruksi,
dapat secara sesuai dikontrol melalui kamber dan kontrol lebar retak lentur didalam slab
atau plat. %emilihan yang tepat terhadap spasi tulangan s

dan s
2
dalam kedua arah yang
tegak lurus, seperti yang didiskusikan dalam sub-bab ini, dan tidak melebihi 2 in. pusat ke
pusat dapat mempertahankan penampilan kemampulayanan sebuah sistem slab yang baik
diba!ah kondisi-kondisi beban-lebih yang normal dan sesuai. Sebagian besar peraturan-
peraturan pada umumnya mengikuti prinsip-prinsip yang disajikan pada pemilihan ukuran
dan spasi tulangan dalam slab-slab dan plat-plat, dan praktek rekayasa yang baik
me!ajibkan perhatian yang seperti itu.
11.+.) "'n'( 11.6: E=a%!a&$ 2'nr'%-reak !n!k 2emam.!an %a:an da%am
&eb!a( Pane% D!a-ara( Iner$'r
,ek ukuran dan spasi batang yang digunakan dalam sebuah panel interior untuk menentukan
jika ia memenuhi kemampulayanan melalui kontrol retak. Seperti ditunjukkan dalam Gambar
.2?, panel tersebut mempunyai sebuah rasio lebar>panjang s> @ ,(, dan ketebalannya
adalah ' in. (2' mm). =antai tersebut dikenai oleh kondisi cuaca yang normal. +ulangan
yang dipergunakan untuk lentur adalah batang Go. * dengan pusat ke pusat ) in. dalam setiap
arah. <iberikan7
@ ,2'
wmaks @ (,(8 in.
fy @ 8( ksi (8(.((( psi)
- @ 2,? (
H'
lb>in.
2
Penyelesaian:
fs @ (,*(fy @ (,*((8() @ 2* ksi
Koe$isien $raktur - untuk rasio aspek panel ini adalah - @ 2,? (
H'
. =ebar retak yang dapat
ditoleransi maksimum untuk kondisi interior normal adalah wmaks @ (,(8 in. ((,* mm) (+abel
?.*).
wmaks @ (,*' -fs I
)
indeks grid )I @

b
c
d
d s s
(,(8 @ 2,? (
H'
,2' 2*
I
)
yang memberikan
)71 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
)I @ #8# in.
2
@

b
c
d
d s s
2ika s @ s2 untuk panel bujursangkar ini, penutup dc @ (,F' A (,2' @ ,( in. ke pusat lapis
tulangan pertama dan db @ (,' in. @ diameter batang Go. *.
Gambar 11.27 Distribusi tulan&an kontrol-retak dalam slab dan plat aksi-dua-arah
untuk semua kondisi keterbukaan: fy 2 0'.''' psi/ fs 2 !).''' psi (2 '/)'fy).
Gambar 11.28 Panel bu(ursan&kar.
)4))6
5)) /)) 6)) )) ) in4

L
e
b
a
r

R
e
t
a
k

w
,


i
n
4
)4)(
)4)(/
)4))
)4)5
)4)6
)4))5
)+(
)+
)+-
)+5
)+.
)+/
)+0
mm
f
y
!/) ksi
f
s
!5 ksi (!)+5)f
y
)
(-)) /)) -?)) .)) cm

w !

K

2

)
/
!


1
'
3
7



$
/)

1
'
3
7


!
/>

1
'
37


$
/>

1
'
3
7


!
/0

1
'
37


!
/)

1
'
37


!/' 1
'
37


1/0 1'
37


$
/'

1
'
37


Endeks #rid G
)
!d
b
s

,
t(
!

s
h
s
!. in4
11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& )72
11.= Perilaku 1eretakan dan 1ontrol 6etak dalam Slab dan Plat ksi-Dua-rah )7)
#8# @

?
' , (
( ,
2

s
memberikan s @ ?,* in. atau ?,' in. maksimum
Karenanya spasi pusat-ke-pusat )-in. yang disyaratkan untuk lentur tidaklah memenuhi.
/eduksi spasi tulangan menjadi batang-batang Go. * dengan pusat ke pusat ?J in. (28 mm)
untuk kontrol retak (diameter 2,F-mm dengan pusat ke pusat 28 mm).
11.+.- "'n'( 11.7: E=a%!a&$ 2'nr'%-reak !n!k 2emam.!an %a:an da%am
&eb!a( Pane% Per&e1$ :an1 D$kena$ '%e( 2'nd$&$ 2eerb!kaan :an1
Para(
%ilih ukuran dan spasi batang perlu untuk kontrol retak pada daerah reaksi kolom dengan slab
ketebalan-F-in. dalam Gambar .2) yang dibebani secara seragam. %ilih ukuran batang untuk
dua kondisi7
-ondisi A2 =antai di'enai oleh keterbukaan yang parah terhadap kelembaban dan udara
yang lembab.
-ondisi &2 =antai menahan suatu lingkungan kimia agresi$ dimana tingkat tegangan
kerja desain dalam tulangan dibatasi sampai ' ksi ('.((( psi).
<iberikan7
@ ,2(
s> @ (,?
fy @ 8( ksi (** 5%a)
Penyelesaian: -ondisi A2 -elembaban dan udara lembab
wmaks dapat ditoleransi @ (,(2 in. ((,# mm) (+abel ?.*). ,oba batang Go. * db @ (,', dc
@ (,F' A (,2' @ ,( in. Asumsikan bah!a s @ s2 @ s untuk panel yang diberikan. /asio aspek,
s> @ (,?. - @ 2, (
H'
untuk reaksi terpusat pada pendukung kolom (+abel .().
(,(2 @ 2, (
H'
,2( (,* 8(
I
)
untuk memberikan )I @ #)* in.
2
. 0leh karena itu,
#)* @

b
c
d
d s
@

?
' , (
( ,
2

s
s @ ?,? in.
Karenanya gunakan batang Go. * dengan pusat ke pusat ?J in. setiap arah untuk kontrol
retak.
Gambar 11.2+ Panel perse&i.

s
h
s
!0 in4
)7- Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
-ondisi &2 (ing'ungan 'imia agresif
wmaks dapat ditoleransi @ (,((F in. ((,? mm) (+abel ?.*). fs @ ' ksi yang digunakan
sebagai suatu tingkat tegangan yang rendah untuk struktur-struktur kebersihan atau penahan-
air sebagai pengganti dari (,* fy. ,oba batang Go. ' (db @ (,82' in.).
(,((F @ 2, (
H'
,2( ',(
I
)
untuk memberikan sebuah indeks grid )I @ #*# in.
2
.
dc @ (,F' A (,#2 @ ,(8 in.
)I @ #*# @

?
82' , (
(8 ,
2

s
mendapatkan s @ ?,) in.
Gunakan batang Go. ' dengan spasi pusat-ke-pusat )-in. (22)-mm) setiap arah untuk kontrol
retak.
=ing'asan tulangan
-ondisi A2 batang Go. * dengan p-p ?J in. (diameter 2,F-mm dengan p-p 28 mm)
-ondisi &2 batang Go. ' dengan p-p ) in. (diameter ',)-mm dengan p-p 22) mm)
11.+./ "'n'( 11.8: "'n'( .ada 2'nr'% 0eak da%am #%ab dan P%a D!a-ara(
Selesaikan ,ontoh .8 menggunakan satuan S-.
!ata
fs @ 88 5%a
wmaks diperbolehkan maks @ (,*( mm
- @ 2,? (
H'
, @ ,2'
dc @ 2' mm, db @ 2,F mm
Penyelesaian:
wmaks (mm) @ (,*' -fs I
)
dimana
)I @

b
c
d
d s s
(,*( @ (,*' 2,? (
-'
,2' 88
I
)
I
) @
88 2' , ? , 2 *' , (
( * , (
'

@ *F'
2ika s @ s2 untuk panel bujursangkar ini,
(*F')
2
@

?
F , 2
2'
2

s
s @
( )
2
2
? 2'
F , 2 *F'
1
1
]
1


@ 22 mm
Karenanya spasikan batang tersebut dengan p-p 2( cm secara sama.
)7/ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
11.1' *eori 9aris-"eleh untuk Plat ksi Dua-rah )76
11.1,TEO0I GA0I#-LELEH UNTU2 PLAT A2#I DUA-A0AH
Sebuah studi terhadap mekanisme bidang-sendi dalam sebuah slab atau plat pada saat
beban-beban dekat dengan kegagalan membantu pelajar rekayasa didalam mengembangkan
suatu perasaan mengenai perilaku aksi-dua-arah plat-plat. 3idang-bidang sendi merupakan
rangkaian-rangkaian jalur-jalur sendi yang diidealisasikan oleh garis-garis9 karena itu
dinamakan teori garis-leleh oleh K. .. 2ohansen.
:ntuk menyajikan subyek ini secara layak, suatu diskusi ekstensi$ sepanjang
beberapa bab atau sebuah buku teks secara keseluruhan diperlukan. +ujuan bab ini
hanyalah untuk memperkenalkan pembaca pada dasar-dasar teori garis-leleh dan
penerapannya.
+eori garis-leleh merupakan sebuah penyelesaian batas-atas pada persoalan plat. -ni
berarti bah!a kapasitas momen slab-slab yang diprediksi mempunyai harga yang
diperkirakan tertinggi dibandingkan dengan hasil-hasil tes. Sebagai tambahan, teori
tersebut mengasumsikan sebuah perilaku plastis-kaku total9 yaitu, plat tersebut tetap datar
pada saat keruntuhan, yang menghasilkan sistem-sistem kegagalan bidang yang kaku.
Konsekuensinya, de$leksi tidak diperhitungkan, tidak juga gaya-gaya membran tekan yang
akan bekerja didalam bidang slab atau plat yang ditinjau. %lat-plat tersebut diasumsikan
sangat bertulangan-rendah sehingga persentasi tulangan maksimum tidak melebihi JE
dari penampang bd.
Karena penyelesaian-penyelesaian tersebut merupakan batas atas, ketebalan slab
yang diperoleh dengan proses ini didalam banyak kejadian lebih tipis daripada yang
diperoleh dengan penyelesaian-penyelesaian batas-ba!ah yang lain, seperti metoda disain
langsung. Konsekuensinya, penting untuk menerapkan secara teliti persyaratan-persyaratan
kemampulayanan untuk kontrol de$leksi dan untuk kontrol retak bersama-sama dengan
penggunaan teori garis-leleh seperti yang diberikan dalam Sub-bab-Sub-bab .? dan .).
Sebuah keuntungan khusus didalam teori ini adalah bah!a penyelesaian-
penyelesaian itu adalah mungkin untuk sembarang bentuk plat, sementara kebanyakan
pendekatan-pendekatan yang lain dapat diterapkan hanya pada bentuk-bentuk persegi
dengan perhitungan-perhitungan yang teliti untuk e$ek-e$ek batasnya. %erekayasa bisa
dengan mudah mendapatkan kapasitas momen sebuah bentuk segitiga, trapesium, persegi,
bulat, dan sembarang bentuk lainnya yang mungkin asalkan bah!a mekanisme kegagalan
diketahui atau dapat diprediksi. Karena kebanyakan pola-pola kegagalan dapat
diidenti$ikasikan sekarang ini, penyelesaian-penyelesaian bisa dengan mudah didapatkan,
seperti terlihat dalam Sub-bab .(.2.
11.1,.1 2'n&e. Da&ar Mekan$&me 2e1a1a%an *$dan1-#end$ da%am Len!r
<iba!ah aksi momen lentur sistem dua-dimensi, pelelehan sebuah plat plastis-kaku terjadi
bilamana momen-momen utama memenuhi kriteria leleh bujursangkar 2ohansen, seperti
yang ditunjukkan dalam Gambar .#(. <alam kriteria ini, pelelehan dianggap telah terjadi
bila momen-momen utama yang secara numerik lebih besar mencapai harga sebesar t M
pada retak-retak garis-lelehnya. Arah-arah dari laju-laju kur"atur utama dianggap berimpit
dengan kur"atur momen utamanya. ;ubungan momen-kur"atur teridealisasi ditunjukkan
sebagai garis solid dalam Gambar .#.
Garis 0A dianggap hampir "ertikal di titik 0 dan pengerasan regangan (strain
hardening) diabaikan.
2ika kita meninjau kasus yang paling sederhana dari sebuah slab bujursangkar
dengan pendukung-pendukungnya, dengan derajat dari penjepitan i yang ber"ariasi dari i @
( untuk terdukung sederhana sampai i @ ,( untuk terkekang secara penuh pada kesemua
empat sisinya, mekasnisme kegagalan akan menjadi seperti yang ditunjukkan dalam
Gambar .#2, bilamana suatu beban terdistribusi secara seragam diterapkan.
)77 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
)78 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
Ambil kasus terdukung sederhana (a). 5omen-momen garis-leleh sepanjang garis-
garis leleh merupakan momen-momen utama. Karenanya momen-momen puntir adalah nol
dalam garis-garis leleh tersebut dan didalam kebanyakan kasus-kasus gaya-gaya geser juga
nol. Konsekuensinya, hanya momen M per satuan panjang garis leleh yang bekerja
terhadap garis-garis A! dan &# dalam Gambar .##. 5omen-momen total dapat di!akili
oleh sebuah "ektor dalam arah garis leleh yang harganya adalah M panjang garis leleh,
yaitu, M1a>2 cos4 dalam Gambar .##c. Kerja semu dari momen-momen leleh segmen
segitiga terarsir A&O merupakan produk scalar dari kedua "ektor momen M1a>2 cos4 pada
garis-garis $raktur AO dan &O dan sebuah rotasi . <engan kata lain, kerja internal
#
I
@ M
2ika perpindahan segmen terarsir pada pusat gra"itasinya c adalah , kerja eksternal
#
#
@ gaya perpindahan
@ w
u
d
x
d
y

dimana w
u
adalah intensitas beban eksternal per satuan luasan. +etapi #
I
@ #
#
9 karenanya
M @ w
u
d
x
d
y

<engan menerapkan %ers. .2* pada kasus tertentu yang didiskusikan memberikan kita
Gambar 11.), 1riteria leleh bu(ursan&kar ?ohansen.
Gambar 11.)1 .ubun&an momen-kur#atur.
M
x
%M
%M
M
y
DM
DM
Kurvatur+
2
o
m
e
n
+

M
n
$engerasan regangan (St&a*n ha&den*ng)
Edealisasi
M
n
!d

f
y
(( D )+.?)
)
A
)7+ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
11.1' *eori 9aris-"eleh untuk Plat ksi Dua-rah )8,
M @ Ma
2 a

karena sudut dalam Gambar .##b kecil, dimana @ >(a>2).


-er9a per satu segmen segitiga2
#
I
@ M @ 2M
Gambar 11.)2 %ekanisme ke&a&alan slab bu(ursan&kar: (a) i 2 '; (b) i 2 '/7; (c) i 2 1/'.
Gambar 11.)) %omen #ektor pada se&men slab pada saat ke&a&alan.
a
a
(a) (b) (c)
a a
B
D
E A
a
+
!
a
(a)
A
(b)
M

C +
B

(c)
0
a
cos !
Ma
cos !
Ma
Ma M
!
a
)81 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
Foto 11.5 +ata-letak pengetesan lantai beton prategang empat-panel. (+es oleh Ga!y
dkk.)
Foto 11.6 %ola garis-leleh pada saat kegagalan pada reaksi kolom dan batas panel lantai
berpanel-banyak dua-arah. (+es oleh Ga!y, ,hakrabarti, dkk.)
11.1' *eori 9aris-"eleh untuk Plat ksi Dua-rah )82
#
#
@
# *
2

a w
u
dimana de$leksi pada pusat gra"itasi segitiga tersebut @ >#. 0leh karena itu,
*(2M) @ *

,
_

2
2
a w
u
atau
M satuan @
2*
2
a w
u
(.2')
2ika slab bujursangkar tersebut secara penuh dijepit pada kesemua empat sisinya, #
I
@
*(*M) karena garis-garis $raktur terbentuk mengelilingi tidak hanya diagonal-diagonalnya
tetapi juga keempat tepinya, seperti yang ditunjukkan dalam Gambar .#2c. Karenanya
M satuan @
*?
2
a w
u
(.28)
:ntuk dicatat bah!a suatu penyelesaian batas-ba!ah seperti yang diusulkan oleh
pola kegagalan 5ans$ield dalam Gambar .#2c memberikan sebuah harga M @
D
u
>a
2
>*2,??. Karenanya, untuk sebuah slab bujursangkar yang dibebani secara seragam
dengan intensitas beban w
u
per satuan luasan dan derajat penjepitan pendukung i pada
semua sisinya,
w
u
a
2
@ M12*( A i)4 (.2F)
%ersamaan umum untuk kapasitas momen garis-leleh sebuah slab isotropik persegi
diatas balok-balok dan mempunyai dimensi-dimensi a b seperti ditunjukkan dalam
Gambar .#*, dengan sisi a merupakan dimensi yang lebih pendek, adalah
M satuan
$t
$t - lb
@
2
2
2
#
2*
1
1
1
]
1

,
_

+
r
r
r
r r u
b
a
b
a a w
(.2?)
Gambar 11.)- Slab perse&i. (8atat urutan nomor sisin-a.)
(:atat urutan nomor sisin9a)
#aris leleh
b

( -
5
a
)8) Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
dimana a
r
@
* 2

2
i i
a
+ + +
Foto 11.7 %ola garis-leleh pada saat kegagalan pada muka tarik panel terkekang
persegi. (+es oleh Ga!y, dkk.)
Foto 11.8 Slab empat-panel pada saat kegagalan menunjukkan pola garis-leleh
pada muka tekan pendukungnya. (+es oleh Ga!y dan ,hakrabarti.)
11.1' *eori 9aris-"eleh untuk Plat ksi Dua-rah )8-
b
r
@
#

2
i i
b
+ + +
i @ derajat kekangan tergantung pada rasio-rasio kekakuan yang didiskusikan
dalam Sub-bab .2
,atat bah!a %ers. .2? tereduksi menjadi bentuk penyederhanaan dari %ers. .28 atau
.2F untuk kasus suatu slab bujursangkar dikekang pada kesemua empat sisinya (i @ ,().
.(.. #%ab a3$n$a&. Slab yang ditulangi secara berbeda dalam dua arah tegak lurus
disebut slab atau plat ortotropi'. 5omen dalam arah x sama dengan M dan dalam arah y
sama dengan M, dimana adalah sebuah ukuran derajat ortotropik atau rasionya
( )
( )
x s
y s
x
y
A
A
M
M

:ntuk menyederhanakan analisis, slab tersebut harus dikon"ersikan menjadi sebuah


slab a$initas (isotropik) dimana kekuatan dan luasan tulangan didalam kedua arah x dan y
adalah sama. Kon"ersi seperti itu dapat dibuat sebagai berikut7
. &agi dimensi linier dengan

dalam arah momen positi$ M untuk sebuah slab


yang akan ditulangi untuk sebuah momen M dalam kedua arah dengan menggunakan
intensitas beban satuan yang sama w
u
per satuan luasan.
2. <alam kasus beban-beban terpusat atau beban-beban total, juga bagi beban-beban
seperti itu dengan

.
#. <alam kasus beban-beban garis, beban garis tersebut haruslah dibagi dengan

2 2
sin cos + , dimana adalah sudut antara beban garis tersebut dan arah M.
2ika slab tersebut dianalisa sebagai sebuah slab a$initas dengan momen M dalam
kedua arah, dimensi dalam arah M haruslah di'ali'an dengan

. <alam kedua kasus,


hasil-hasilnya tentu saja harus sama (lihat ,ontoh .)).
11.1,.2 Mekan$&me 2e1a1a%an dan 2a.a&$a& M'men #%ab dar$ *erba1a$
*en!k :an1 D$kena$ '%e( *eban Terd$&r$b!&$ aa! Ter.!&a
%endahuluan ringkas terdahulu mengenai metoda kerja-semu dari e"aluasi momen-momen
garis-leleh seharusnyalah mempermudah pemahaman yang baik terhadap prosedur-
prosedur matematik dari sebagian besar bentuk-bentuk persegi standar yang dikenai oleh
pembebanan seragam. 3entuk-bentuk slab yang lebih kompleks dan tipe-tipe pembebanan
simetris dan tak-simetris lainnya memerlukan pengetahuan terhadap subyek seperti
didiskusikan dalam pendahuluan tambahan yang lebih tinggi. 2uga, bentuk kegagalan yang
diasumsikan dan minimisasi prinsip-prinsip energi dapat memberikan harga-harga untuk
kasus-kasus tertentu yang bias berbeda sedikit dari satu pengarang dengan yang lainnya
tergantung pada asumsi-asumsi matematik yang dibuat berkenaan dengan bentuk
kegagalannya.
/ingkasan pola kegagalan dan kapasitas momen terkait yang berhubungan dengan
beban berikut, banyak daripadanya dihasilkan oleh 5ans$ield (/e$. .#), seharusnyalah
memberikan pembaca liputan yang cukup dalam suatu ringkasan penyelesaian-
penyelesaian terhadap kebanyakan kasus-kasus yang diperkirakan didalam struktur-struktur
de!asa ini dan yang akan datang.
)8/ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
. 3eban titik pada sudut plat kantile"er persegi7
2. %lat bujursangkar dibebani secara terpusat mempunyai batas-batas yang terdukung
secara sederhanaterhadap baik pergerakan-pergerakan keba!ah dan keatas7
#. %lat bersisi-n beraturan dengan tepi-tepi terdukung secara sederhana dan dibebani
secara terpusat (n L *)7
*. %lat-plat bujursangkar yang dibebani secara terpusat, mempunyai batas-batas yang
terdukung secara sederhana terhadap pergerakan keba!ah tetapi bebas untuk
pergerakan keatasnya7
n !68 dengan menerapkan
perumusan kasus -
memberikan
, !/+/-M
, !M(n tan)
, !6M
a
a
!5.
Kasus (a) , !M
Kasus (b) , !(M)
(b)
(a)
5.
,
b
a
11.1' *eori 9aris-"eleh untuk Plat ksi Dua-rah )86
'. %lat dibebani secara terpusat bulat terdukung secara sederhana sepanjang tepi-
tepinya7
8. %lat bulat dengan tepi-tepi yang dikekang secara penuh dan dibebani secara terpusat
oleh beban titik +7
F. 3eban ttik + diterapkan dimana saja didalam plat berbentuk bebas yang dikekang
secara penuh pada semua batas-batasnya7
?. %lat segitiga sama-sisi dengan tepi-tepinya terdukung secara sederhana dan dibebani
secara terpusat oleh beban titik +7
, !5

M
, !

M
, !5

M
untuk keduan9a
(b) (a)
, !M(/ cot %( D )
,
min
!M(/ %) untuk !,5

)87 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah


). %lat segitiga bersudut-lancip diatas tepi-tepi yang terdukung secara sederhana
dibebani dengan beban titik + pada pusat lingkaran didalamnya7
(. %lat segitiga bersudut-tumpul dengan tepi-tepi yang terdukung secara sederhana dan
beban + pada pusat lingkaran didalamnya7
. Suatu strip panjang yang terdukung secara sederhana sepanjang tepi-tepinya dan
dengan beban titik + dijalur-tengah diantara tepi-tepinya7
2. Strip yang terdukung secara sederhana dengan beban-beban + yang sama diantara
tepi-tepinya7
#. Strip yang terdukung secara sederhana dengan beban-beban + dan '+ yang tak-sama
dijalur-tengah diantara tepi-tepinya, dimana ' K ,( dan beban-beban tersebut secara
cukup terpisah7
, !M(/ %)
, !M(5 %)
(a) Beban , terpisah cukup jauh8
karenan9a tak ada interaksi satu
sama lain antara kedua bebann9a
, !M(5 %)
w
(b) Beban , cukup dekat
, !M& %(( %b,w)'
"pasi pembatas b antara
kedua beban adalah
b
bts
!(( %(,)w
w
b
, !
dimana ( adalah kurang dari (
, (,
b
w
, !M(5 % % cot (,)
dimana dalam radian
"ebagaimana mendekati + plat
tersebut turun menjadi kasus ((

11.1' *eori 9aris-"eleh untuk Plat ksi Dua-rah )88


*. Slab bujursangkar dibebani secara seragam dengan derajat penjepitan i yang
ber"ariasi antara nol dan ,(7
w
u
a

!5M
(a)
a
a
!5.
* !) dan tidak ada pergerakan keatas
* !) dan bebas pergerakan keatas
(b)
a
a

&untuk
min
!* &tan
D(
(-)'
w
u
a

!+)M
* !)+. (kekangan sebagian)
(c)
a
a

w
u
a

!-5+0M
!5+?M (batas bawah)
(d)
a
a

* !(+) (kekangan penuh)


w
u
a

!56M (batas atas)


)8+ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
'. %lat segitiga sama-sisi ( @ 8() yang dibebani secara seragam7
8. Slab persegi yang dibebani secara seragam dengan beban satuan berintensitas w
u
yang terdukung diatas kesemua empat sisinya dengan derajat penjepitan i yang
ber"ariasi dari nol sampai ,( (catat urutan nomor-nomor diberikan pada sisi-sisi
panel)7
%atatan umum2 3eban + diasumsikan dalam perumusan terdahulu bekerja pada
sebuah titik. :ntuk menyesuaikan $akta bah!a + bekerja pada suatu luasan terhingga,
asumsikan bah!a ia bekerja menyeluruh pada sebuah luasan bulat dengan radius . :ntuk
sebuah slab yang dikekang secara penuh pada semua batas-batasnya, bidang sendi akan
dibatasi oleh suatu lingkaran yang menyentuh batas slab tersebut (radius lingkaran @ r).
<alam suatu kasus seperti itu,
w
u
a

!.)+6.M
(a)
a
a

* !) (pendukung sederhana)
w
u
a

!6/+6.M
(b)
a
a

* !(+) (kekangan penuh)


#aris leleh pada
sisi tarik
b
&
!
#aris leleh pada
sisi tekan 5
( a -

b
M
u
!
dimana a
&
!
11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& )+,
M A
M @
,
_

r
+
#
2

(.2))
11.1' *eori 9aris-"eleh untuk Plat ksi Dua-rah )+1
dimana M @ momen satuan positi$
M @ momen satuan negati$
/eaksi kolom-kolom yang mendukung plat-plat datar dapat secara serupa
diperhitungkan didalam menganalisa kapasitas lokal lentur plat dalam luasan kolom. :ntuk
pendukung-pendukung persegi, sebuah pendekatan terhadap pendukung bulat eki"alen
dapat dibuat didalam penggunaan dari %ers. .2).
11.1,.) "'n'( 11.+: De&a$n Gar$&-%e%e( #%ab Per&e1$
Slab beton bertulang yang ditunjukkan dalam Gambar .#' adalah * $t 8 in. 2* $t didalam
denahnya (*,*2 m F,#2 m). -a menahan sebuah beban seragam ultimat ber$aktor eksternal
wu @ 22( ps$ ((,' k%a), termasuk berat-sendirinya. -a didukung secara sederhana pada sebuah
tepi panjang dan tepi pendek yang bersebelahan dan dibangun langsung (built in) diatas tepi-
tepi yang berseberangan. Anggap tulangan yang membentang arah pendek sebesar dua kali
tulangan yang membentang arah panjang. 2uga asumsikan tulangan tersebut pada tepi-tepi
yang dibangun-langsung sama dengan tulangan kuatnya. <isain struktur slab tersebut untuk
lentur, termasuk tulangan yang diperlukan dan spasinya, menggunakan teori garis-leleh.
<iberikan7
c
f
@ *((( psi (2F,8 5%a), beton bobot-normal
fy @ 8(.((( psi (** 5%a)
Penyelesaian: @ rasio tulangan dalam arah kuat terhadap arah lemah @ 2. <ari %ers. .2?,
perumusan untuk momen satuan dalam sebuah slab persegi a$initas adalah
Mu @
2
2
2
#
2*
1
1
1
]
1

,
_

+
r
r
r
r r u
b
a
b
a a w
:bah menjadi slab a$initas dengan mengkon"ersikan dimensi bentang7
a @ *,'

@ *,'
2

@ (,2' $t
Gambar 11.)/ 9eometri slab: (a) ortotropik; (b) afinitas.
(a) (b)
5 3t
M
M M
M
M
M
M
*
5
!(
*
-
!(
M
M
*

!)
M *
(
!)
5 3t
(
5

3
t

/

i
n
4
)+2 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
ar @

2
* 2
+ + + i i
a
@
(
2' , ( 2
+ + +

@
** , 2
'( , 2(
@ ?,*)2
br @
#

2
i i
b
+ + +
@
(
( , 2* 2
+ + +

@
** , 2
( , *?
@ ),??*
r
r
b
a
@
??* , )
*)2 , ?
@ (,*2F
wn @
) , (
u
w
@ 2** ps$
Mn @
( )
2*
*)2 , ?
2
n
w
( )
2 2
4 *2F , ( *2F , ( # 1 +
@ ( ) ?* ,
2*
, F2
n
w
@ ','#2 wn @ #'( lb
Mn @ 2 #'( @ 2F(( lb-$t>$t
Asumsikan bah!a d @ * in. (h @ ' in.). Mn @ d2fy( H (,')), dimana @ (fy >
c
f
)
(lihat 3ab ')9 atau
2F(( @ (*)
2
8(.(((
,
_

*(((
((( . 8(
') , (
untuk mendapatkan @ (,((2?) @ (,2?)E dalam arah pendek.
tulangan As pada strip 2-in. (#('-mm) @ (,((2?) * 2 @ (,#) in.
2
>2 in.
=uasan baja ini kurang dari yang diperlukan untuk keadaan batas dalam tarik (t @ (,((')9
karenanya diterima batang Go. # dengan pusat ke pusat )J in. (,#) in.
2
. Karena itu
gunakan batang Go. # dengan pusat ke pusat )J in. dalam arah pendek dan pada muka teratas
tarik pendukung yang terjepit (batang ),'#-mm dengan pusat ke pusat 2* mm).
spasi diperbolehkan maksimum s @ 2h @ 2 ' @ ( in. (2'* mm)
%ersentasi tulangan dalam arah panjang memberikan @ (,((*# @ (,*#E. Gunakan batang
Go. # dengan pusat ke pusat ( in. untuk arah panjang.
)anti dengan slab afinitas dalam arah tega' lurus
Kalikan arah M dengan menjadi M dalam kedua arah. b a$initas @ 2*,( 2 @
##,) $t.
ar @
** , 2
' , * 2
@ 2,( $t br @
** , 2
) , ## 2
@ 2?, $t
r
r
b
a
@
, 2?
( , 2
@ (,*2F (sama dalam penyelesaian sebelumnya)
Karenanya
)+) Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
Mn @
( )
2*
( , 2
2
n
w
( )
2 2
4 *2F , ( *2F , ( # 1 +
@ 8wn(,?#)) @ 2F(( lb (seperti sebelumnya)
11.1' *eori 9aris-"eleh untuk Plat ksi Dua-rah )+-
Sebuah pengecekan ketebalan untuk persyaratan-persyaratan de$leksi minimum dan
kontrol-retak haruslah dibuat sebelum disain tersebut lengkap.
11.1,.- "'n'( 11.1,: 2a.a&$a& M'men dan De&a$n Gar$&-%e%e( &eb!a( #%ab
*a%k'n$ #e1$$1a
=antai balkoni dalam Gambar .#8 merupakan segitiga didalam bentuknya dan didukung
pada kedua sisi tegak lurusnya dan menahan sebuah beban garis seragam ber$aktor dengan
intensitas p @ *(( lb per $oot linier (',?* kG>m) bekerja pada hipotenusa segitiga tersebut.
+ulangan dalam arah pendek tiga kali tulangan dalam arah panjang ( @ #,(). Analisa
kapasitas momen lantai ini dengan teori garis-leleh dan disain ketebalan dan spasi tulangan
dalam kedua arah jika yang lebih panjang dari kedua pendukung yang tegak lurus adalah 8 $t
(*,?? m) dan ia berseberangan dengan sebuah sudut sebesar #( dengan hipotenusanya. Sisi
yang lebih pendek adalah ),2* $t (2,?2 m). <iberikan7
c
f
@ *((( psi (2F,8 5%a), beton bobot-normal
fy @ 8(.((( psi (*#,F 5%a)
Asumsikan bah!a berat-sendiri plat tersebut dapat diabaikan didalam penyelesaiannya dengan
asumsi bah!a ia kecil dibandingkan dengan beban garis tersebut.
Penyelesaian:
A& @ 8 tan #( @ ),2* $t
A! @
2 2
2* , ) 8 + @ ?,*? $t
Garis leleh pada saat kegagalan diperkirakan merupakan garis &% berseberangan dengan suatu
sudut dengan sisi &!. Komponen-komponennya dalam arah-arah x dan y berturut-turut
adalah cos dan sin .
Asumsikan bah!a titik % berde$ormasi dengan suatu besaran , yang mengakibatkan
pusat gra"itasi beban tersebut pada segmen !% di garis pusatnya berde$leksi J. <engan
menjumlah secara "ektor, kerja dalam arah-arah x dan y dalam Gambar .#8 memberikan
Gambar 11.)6 Plat lantai balkoni: (a) &eometri lantai; (b) slab afinititas.
M
-M
B
(a)
(/ 3t (5+66 m)
D B
M
M
M
(b)
D
A

(/ 3t

/)
A
C
-)
x
y
?
+

5

3
t


s
i
n

C

1
0
/>
0
0 ft

1
>
/)
<
0
ft
)+/ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
#I @ #M cos
sin

A M sin
cos

)+6 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
## @ ?,*?p
2

@ ),2*p
Karena #I @ ##,
M
p
@ (,#2* cot A (,(? tan @ (
( )
d
M p d
@ H(,#2* csc
2
A (,(? sec
2
@ (

2
2
csc
sec
@ #,( atau tan @ ,F#2 min @ 8(
Karenanya
p @ M

,
_

+ F#2 , (? , (
F#2 ,

#2* , ( @ (,#F'M
+enyelesaian slab afinitas
A& dalam Gambar .#8b menjadi ),2*> # @ ',##' $t. +epi bebas A! menjadi
8,?88 $t. 2ika
p @ beban linier a$initas @

2 2
sin cos +
p
dimana @ sudut antara beban garis dan arah M, atau
p
@
#( sin #( cos #
2 2
+
p
@ (,8#2p
#I @ M cot A M tan
## @
p
8.?88
2

@ ?,*##p
+etapi #I @ ##9 oleh karena itu,
M
p
@ (,?8 cot A (,?8 tan
min @ *' tan @ ,(
5aka dari itu,
p @ 2 (,?8M @ (,2#FM
atau
p @
8#2 , (
2#F , (
M @ (,#F'M (seperti sebelumnya)
!esain tulangan
*(( @ (,#F'M yang memberikan M @ (8F lb atau M @ # (8F @ #2(( lb atau lb-
$t>$t. Asumsikan bah!a h @ ' in. (d @ * in. @ (( mm).
#2(( @ d
2
fy ( H (,'))
atau
)+7 Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
#2(( @ *
2
8(.(((
,
_


*(((
((( . 8(
') , (
6eferensi *erpilih )+8
untuk memberikan @ (,((#*. As perlu @ (,((#* * 2 @ (,8# inci
2
. Gunakan batang-
batang Go. # dengan pusat ke pusat ? inci dalam arah pendek (,8' inci
2
(diameter ),'2-mm
dengan pusat ke pusat 8' mm) dan batang-batang Go. # dengan pusat ke pusat 2h @ ( inci
dalam arah panjang untuk memenuhi persyaratan-persyaratan momen.
0E7E0EN#I TE0PILIH
.. A,- ,ommittee #?, &uilding %ode =equirements for Structural %oncrete (A,- #?-(') dan
%ommentary (A,- #?/-('), American ,oncrete -nstitute, Iarmington ;ills, 5-, 2((', **8
hal.
.2. ,&3-I-%, %oncrete !esign6.<S< and #uropean +ractices, 2oint A,--,&3 Symposium,
3ulletin dO-n$ormation #, ,omitS &uro--nternational du 3Ston, %aris, %ebruari ))(.
.#. Gamble, .. =., So6en, 5. A., dan Siess, ,. %., An #xperimental Study of =einforced
%oncrete 5wo-Day $loor Slab, ,i"il &ngineering Studies, Structural /esearch Series 2,
:ni"ersity o$ -llinois, :rbana, -ll., )8, #(* hal.
.*. ,orley, .. G., dan 2irsa, 2. 0., B&Cui"alent Irame Analysis $or Slab <esign,D /ournal of the
Amwerican %oncrete Institute, %roc. Tol. 8F, Go. , Iarmington ;ills, 5-, Gopember )F(,
hal. ?F'-??*.
.'. .ang, ,. K., dan Salmon, ,. G., =einforced %oncrete !esign, ed. ke-#, ;arper U /o!, Ge!
Qork, )? hal.
.8. 3ranson, <. &., !eformation of %oncrete Structures, 5cGra!-;ill, Ge! Qork, )FF, '*8
hal.
.F. ,ross, ;., dan 5organ, G., %ontinuous $rames of =einforced %oncrete, .iley, Ge! Qork,
)'*.
.?. /ice, %. I., ;o$$man, &. S., Gusta$son, <. %., dan Gou!ens, A. 2., Structural !esign )uide to
the A%I &uilding %ode, ed. ke-#, Tan Gostrand /einhold, Ge! Qork, )?', *FF hal.
.). /eynolds, ,. &., dan Steedman, 2. ,., =einforced %oncrete !esignerEs Handboo', ed. ke-),
Tie!point %ublications, =ondon, )?, '(' hal.
.(. Ga!y, &. G., +restressed %oncrete2 A $undamental Approach, ed. ke-*, %rentice ;all, :pper
Saddle /i"er, G.2., 2((', )** hal.
.. Gilson, A. ;., dan .alter, <. 3., B<e$lection o$ +!o-.ay Iloor Systems by the &Cui"alent
Irame 5ethod,D /ournal of the American %oncrete Institute, %roc. Tol. F2, Go. ', 5ei )F',
hal. 2(-2?.
.2. Ga!y, &. G., dan ,hakrabarti, %., B<e$lection o$ %restressed ,oncrete Ilat %lates,D /ournal
of the +restressed %oncrete Institutes, Tol. 2, Go. 2, 5aret-April )F8, hal. ?8-(2.
.#. 5ans$ield, &. ;., BStudies in ,ollapse Analysis o$ /igid-%lastic %lates !ith a SCuare Qield
<iagram,D +roceedings of the =oyal Society, Tol. 2*, Agustus )'F, hal. #-##?.
.*. .ood, /. ;., +lastic and #lastic !esign of Slabs and +lates, +hames and ;udson, =ondon,
)82, hal. 22'-28.
.'. 2ohansen, K. .., Field-(ine 5heory, ,ement and ,oncrete Association, =ondon, )82, ?
hal.
.8. ;ognestad, &., BQield-=ine +heory $or the :ltimate IleVural Strength o$ /ein$orced
,oncrete Slabs,D /ournal of the American %oncrete Institute, %roc. Tol. *), Go. F,
Iarmington ;ills, 5-, 5aret )'#, hal. 8#F-8''.
.F. ;ung, +. Q., dan Ga!y, &. G., B=imit Strength and Ser"iceability Iactors in :ni$ormly
=oaded, -sotropically /ein$orced +!o-.ay Slabs,D Symposium on %rac'ing@ !eflection@ and
.ltimate (oad of %oncrete Slab Systems, Special %ublication S%-#(, American ,oncrete
-nstitute, Iarmington ;ills, 5-, )F2, hal. #(-#2*.
.?. Ga!y, &. G., dan 3lair, K. .., BIurther Studies on IleVural ,rack ,ontrol in Structural Slab
Systems,D Symposium on %rac'ing@ !eflection@ and .ltimate (oad of %oncrete Slab Systems,
)++ Bab 11 Desain Slab dan Plat Dua-rah
Special %ublication S%-#(, American ,oncrete -nstitute, Iarmington ;ills, 5-, )F2, hal. -
*.
.). Ga!y, &. G., B,rack ,ontrol through /ein$orcement <istribution in +!o-.ay Acting Slabs
and %lates,D /ournal of the American %oncrete Institute, %roc. Tol. 8), Go. *, Iarmington
;ills, 5-, April )F2, hal. 2F-2).
.2(. A,- ,ommittee #*(, Strength !esign Hand &oo', Special %ublication S%-F()F), American
,oncrete -nstitute, Iarmington ;ills, 5-, ))F, *?2 hal.
.2. ;a!kins, G., dan ,orley, .. G., B+rans$er o$ :nbalanced 5oment and Shear $rom %lates to
,olumns,D Symposium on %rac'ing@ !eflection@ and .ltimate (oad of %oncrete Slab
Systems, Special %ublication S%-#(, American ,oncrete -nstitute, Iarmington ;ills, 5-,
)F2, hal. *F-F8.
.22. +ark, /., dan Gamble, .. =., =einforced %oncrete Slabs, ed. ke-2, .iley, ))?, 8? hal.
.2#. .arner, /. I., /angan, 3. T., dan ;all, A. S., =einforced %oncrete, %itman, Australia, )?2,
*F hal.
.2*. Standards Association o$ Australia, SAA %oncrete Structures %ode@ 0;:4, SAA, Sydney,
)?', hal. -'?.
.2'. Ga!y, &. G., B Strength, Ser"iceability and <uctility,D 3ab 2 dalam Handboo' of Structural
%oncrete, %itman 3ooks, =ondon>5cGra!-;ill, )?#, )8? hal.
.28. Simmonds, S. ;., dan 2anko, 5., B<esign Iactors $or &Cui"alent Irame 5ethod,D /ournal of
the American %oncrete Institute, %roc. Tol. 8?, Go. , Iarmington ;ills, 5-, Gopember
)F, hal. ?2'-?#.
.2F. Ga!y, &. G., $undamentals of High +erformance %oncrete, &d. ke-2, 2ohn .iley U Sons,
Ge! Qork, GQ., 2((, *F( hal.
.2?. Ga!y, &. G., &d.-in-,hie$, %oncrete %onstruction #ngineering Handboo', ,/, %ress, 3oca
/aton, I=., ))?, 2'( hal.
#OAL-#OAL UNTU2 DI#ELE#AI2AN
.. Sebuah panel ujung suatu sistem lantai yang didukung oleh balok-balok pada semua sisinya
menahan suatu beban hidup layan seragam w( @ F' ps$ dan suatu beban mati eksternal w! @
2( ps$ sebagai tambahan pada berat-sendirinya. <imensi-dimensi garis-pusat panel tersebut
adalah ? $t 2( $t (dimensi sisi tak-menerus adalah ? $t). <isain panel tersebut dan ukuran
dan spasi tulangannya menggunakan metoda desain langsung +ata ,ara A,-. <iberikan7
c
f
@ *((( psi, beton bobot-normal
fy @ 8(.((( psi
ukuran kolom 2( in. 2( in.
lebar !eb balok pendukung @ 2 in.
asumsikan rasio tulangan (,* b untuk balok pendukung.
.2. Selesaikan Soal . dengan metoda disain langsung dan dengan metoda rangka eki"alen +ata
,ara A,- dengan mengasumsikan bah!a lantai tersebut merupakan suatu sistem plat datar
tanpa balok-balok tepi.
.#. +entukan ukuran dan spasi tulangan dalam arah :HS slab lantai dalam ,ontoh .# untuk
kedua strip kolom dan tengah.
.*. Selesaikan momen-momen ber$aktor untuk slab lantai diatas balok-balok dalam ,ontoh .
dengan menggunakan koe$isien-koe$isien dalam Gambar .2#.
.'. Sebuah panel plat-datar interior didukung diatas kolom-kolom berspasi ? $t 2( $t. <imensi-
dimensi panel, pembebanan, dan properti-properti material sama seperti yang dalam Soal
11.7 Prosedur Desain dan nalisis: %etoda Desain "an&sun& -,,
.. <esain panel tersebut dan ukuran dan spasi tulangan utamanya demikian juga tulangan
trans$er geser-momen dengan metoda disain langsung +ata ,ara A,-.
Soal-Soal untuk Diselesaikan -,1
.8. ;itung de$leksi tergantung-!aktu pada pusat panel dalam (a) Soal . dan (b) Soal .'. ,ek
juga jika panel-panel tersebut memenuhi persyaratan-persyaratan kemampuan layan untuk
kontrol de$leksi dan kontrol retak untuk lingkungan agresi$. Asumsikan bah!a -ec>#c @ #'(
in.
#
per radian untuk bagian (a) dan @ 22' in.
#
per radian untuk bagian (b).
.F. Gunakan teori garis-leleh untuk menge"aluasi ketebalan slab yang diperlukan dalam daerah
kolom plat datar dalam Soal .' untuk lentur, dengan mengasumsikan bah!a bidang sendi
mempunyai suatu radius sebesar 2* in.
.?. Sebuah strip panjang beton bertulangan isotropic terdukung secara sederhana pada tepi-
tepinya. Sebuah beban terpusat + bekerja pada sumbu lemah slab tersebut dijalur-tengah
diantara tepi-tepi panjangnya. 3uktikan bah!a besaran beban keruntuhan adalah + @ M(* A
2).
.). Sebuah slab 2 $t # $t 8 in. menahan sebuah beban ultimat ber$aktor eksternal sebesar 2((
lb per $oot persegi, termasuk berat-sendirinya. -a didukung secara sederhana pada sebuah tepi
panjangnya dan tepi pendek disebelahnya dan dibangun langsung pada tepi-tepi yang
berseberangan. Anggap tulangan yang membentang arah pendek sebesar tiga kali tulangan
yang membentang arah panjang. 2uga asumsikan tulangan pada tepi-tepi yang dibangun-
langsung sama dengan tulangan kuatnya. <isain struktur-struktur slab tersebut dan tulangan
yang diperlukan dan spasinya menggunakan teori garis-leleh. <iberikan7
c
f
@ *((( psi, beton bobot-normal
fy @ 8(.((( psi
.(. ;itung lebar retak maksimum dalam sebuah panel interior dua-arah suatu sistem lantai beton
bertulang. Ketebalan slab tersebut adalah ? in. (2(# mm) dan ukuran panel tersebut adalah 2(
$t 2? $t (8,( m ?,'# m). 2uga disain ukuran dan spasi tulangan perlu untuk kontrol retak
dengan mengasumsikan bah!a (a) lantai tersebut terbuka terhadap lingkungan normal9 (b)
lantai tersebut merupakan bagian dari sebuah struktur parkiran. <iberikan7 fy @ 8(,( ksi (**
5%a).