Anda di halaman 1dari 2

Orthodonti Lepasan (Removable Orthodontic Appliances)

20 September 2011 - 950 kali dibaca

Orthodonsi lepasan digunakan untuk pasien yang memiliki kasus ringan atau kelainan rahang bawah yang minimal, jadi kelainan yang dialami hanya pada gigi saja tidak melibatkan kelainan rahang. Prinsip dari pergerakan gigi dengan alat orthodonsi lepasan adalah mendorong gigi ke tempat yang kosong sedikit demi sedikit menggunakan kawat stainless steel yang lentur. Kawat yang dipasang pada gigi tidak dapat berpindah kerena ujung kawat duduk pada suatu alas atau basis berwarna merah muda atau transparan yang melekat pada permukaan gusi. Alas atau basis tersebut dipasang di permukaan dalam yang menghadap lidah pada gigi bawah dan basis pada rahang atas menutupi permukaan langit-langit mulut. Alat orthodonsi lepasan ini bisa dipakai dalam jangka waktu tertentu. Jika dirasa sudah menemukan hasil yang baik maka pasien tidak wajib untuk memakainya lagi. Bahkan dianjurkan untuk berhenti memakainya. Pemakai alat orto lepasan pada umumnya digunakan untuk maloklusi kelas 1 dengan tipe-tipe terbatas, yang sudah dibahas pada bab sebelumya. Sebab pergerakan pada alat orto lepasan cenderung bergerak miring (tipping) sehingga tarikan alat orto lepasan harus ringan tapi optimal. Pergerakan yang diinginkan adalah pergerakan seluruh gigi, termasuk akarya. Alat orto lepasan juga merupakan alternatif bagi pasien yang belum mampu merawat giginya dengan baik. Alat orto mudah dilepas dan dipasang kembali, sehingga memudahkan pasien untuk menyikat giginya dengan bersih. Meskipun praktis, alat orthodonsi lepasan juga memiliki beberapa kekurangan yaitu, alat orto lepasan hanya bisa bergerak miring / tipping dan hanya berpusat pada mahkota gigi saja, bukan pada satu badan gigi utuh yaitu gigi beserta akarnya. Kekurangan yang kedua karena alat tersebut bisa dilepas oleh pasien kapanpun ia mau, dan pasien yang tidak mentaati peraturan maka perawatan orto bisa berhenti, dan akan menimbulkan masalah lain untuk perawatan lebih lanjut.

Bila pasien yang ogah-ogahan memakai alat orthodonsi lepasan ini, maksudnya kadang dipakai kadang tidak. Bisa mengakibatkan lambannya pergerakan gigi untuk bisa jadi teratur. Sebagai contoh, bila gigi sudah berjalan, namun alat orthodonsi dilepas maka gigi akan kembali ke tempat semula. Jika si pasien memakainya kembali maka terjadi tekanan, terjadi penyerapan tulang ke arah tekanan, belum terbentuk tulang di belakangnya, alat kembali dipakai. Kekuatan yang dibutuhkan untuk menghasilkan gerakan tipping sederhana pada gigi berakar tunggal pada satu regio antara 30-50 gram, dengan batas terendah 20 gram. Jika lebih rendah dari itu, maka gerakan gigi tidak akan terjadi. Jika kekuatan tarik terlalu besar, maka akan terjadi kontraksi pada tubuh yang akan mengakibatkan pendarahan gusi. Sementara tulang dibawahnya terjadi penghacuran secara lambat, sehingga pembentukan gigi baru juga akan lambat yang mengakibatkan gigi menjadi goyang berlebihan. Untuk itu penggunaan alat orthodonsi lepasan harus rajin kontrol, agar kekuatan tarikannya tetap optimal dan konstan. Anda tidak bisa meminta kepada dokter untuk memberikan tarikan yang besar agar bisa tidak kontrol beberapa waktu. Hal ini terlalu beresiko.