Anda di halaman 1dari 2

Patogenesis dan Gejala Klinis Tumor Hipofisis

Hingga saat ini dikenal 2 hipotesis tentang asal tumor hipofisis yaitu: 1).Adanya kelainan intrinsik dalam kelenjar hipofisis sendiri, 2). Sebagai hasil stimulasi yang terus menerus oleh hormon hipotalamus atau faktor. Kemajuan biologi molekuler membuktikan tumor ini berasal dari monoklonal, yang timbul dari mutasi sel tunggal diikuti oleh ekspansi klonal. eoplasia hipofisis merupakan proses multi-step yang meliputi disregulasi pertumbuhan sel atau proliferasi, diferensiasi dan produksi hormon. !ni terjadi sebagai hasil aktifasi fungsi onkogen setelah inaktifasi gen tumor supresor. "roses akti#asi fungsi onkogen merupakan hal yang dominan, karenanya gangguan allel tunggal dapat menyebabkan perubahan fungsi sel. !naktifasi tumor supresor bersifat resesif, karenanya kedua gen allel harus terlibat untuk mempengaruhi fungsi seluler. Heterogenitas defek genetik ditemukan pada adenoma hipofisis sesuai dengan proses neoplastik multi step. Abnormalitas protein $, penurunan ekspresi protein nm2%, mutasi ras gen, delesi gen p&%, 1' (, dan mutasi, kadar )*myc onkogen yang tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan adenoma kelenjar hipofisis. "enelitian in #itro membuktikan peranan estrogen dalam menginduksi terjadinya hiperplasia hipofisis dan replikasi laktotroph. +erbukti produk "++$ , Pituitary tumor transforming gene) menyebabkan transformasi aktifitas dan menginduksi sekresi dasar b-$-, sehingga memodulasi angiogenesis hipofisis dan formasi tumor. "++$ ini diinduksi oleh estrogen. 1. 2. Se)ara garis besar, gejala tumor hipofisis dapat dibagi: +anda dan gejala yang berhubungan atau disebabkan oleh produksi hormon yang berlebihan, misalnya tanda dan gejala hiperkortisolemia pada pasien dengan adenoma sekresi A.+H, atau tanda akromegali pada pasien dengan adenoma sekresi $H. +anda dan gejala yang berhubungan dengan efek mekanik perluasan tumor dalam sela tursika, misalnya nyeri kepala, gangguan penglihatan dan kelumpuhan saraf kranial. yeri kepala merupakan gejala a/al yang sering terjadi dan sebagai akibat terjadinya peregangan dari diafragma sella, nyeri kepala biasanya bitemporal, periorbital atau menjalar ke #erteks dan besarnya massa tidak berhubungan dengan derajat nyeri kepala. $angguan penglihatan dapat pula terjadi karena adanya penekanan pada jaras #isual anterior dan hemianopia bitemporal inkongruen merupakan defisit penglihatan yang klasik. 0efisit penglihatan yang terjadi tergantung dari letak kiasma ,prefixed, normal atau postfixed), ukuran, progresifitas serta lamanya penyakit. $angguan lapang pandang ini mempunyai beberapa #ariasi tergantung dari posisi kiasma optikum, bentuk dan ukuran sella, arah pertumbuhan tumor maupun distribusi dari serabut saraf dalam kiasma yang menyilang dan membentuk lekuk , loops). "ada kiasma letak normal umumnya terjadi hemianopia bitemporal, pada tipe postfixed terjadi gangguan pada satu atau kedua saraf optik, sedangkan pada tipe prefixed terjadi gangguan pada traktus optiknya. "ada pertumbuhan tumor hingga melibatkan hipotalamus dapat disertai gangguan fungsi endokrin, keseimbangan )airan dan elektrolit, gangguan regulasi termal maupun otonom sedangkan pertumbuhan pada arah lateral dapat mempengaruhi struktur dalam sinus ka#ernosus. +anda dan gejala kegagalan fungsi normal hipofisis ,misalnya parsial atau panhipopituitarisme). !ni hampir selalu terlihat pada pasien dengan makroadenoma.

%.

Prolactin Secreting Adenomas 1anita lebih sering dari pria dengan perbandingan 12:1 akan tetapi setelah dekade ke*& sama banyak. 1anita lebih sering dengan mikroadenoma, pria )enderung dengan makroadenoma. "ada /anita hiperprolaktinemia dapat menyebabkan oligomenore, amenore maupun galaktorea. "ada pria impotensi dan libido menurun. $ejala*gejala akibat efek mekanik tumor. $ejala hipopituitarisme terlihat pada makroadenoma. Hiperprolaktinemia menyebabkan periode panjang hipogonadism yang mengakibatkan densitas mineral tulang menurun dan osteoporosis. 3aboratorium: "eningkatan konsentrasi serum prolaktin. "ada prolaktinoma, konsentrasi serum 4 222 ng5l, sedangkan pada prolactin secreting adenoma biasanya antara 122*222 ng5l .

GH-secreting Adenomas atau adenoma somatorotroph

"ada orang de/asa biasanya dengan sindroma klinis akromegali, sedangkan pada anak dengan gigantisme. "re#alensi 06, hipertensi, kelainan kardio#askuler, dan saluran pernapasan meningkat pada pasien dengan akromegali. Kebanyakan pasien dengan sekresi $H berlebihan setelah &*12 tahun mengalami perubahan berupa pertumbuhan tulang yang berlebihan, pembengkakan jaringan halus, perubahan kulit, 06, hipertensi dan gejala kardio#askuler lainnya. 7eberapa pasien mengalami gangguan tidur dan hipopituitarism, selain itu nyeri kepala dan gejala #isual. Sekitar %28 pasien adenoma mengalami hiperprolaktinemia karena kosekresi $H dan prolaktin oleh tumor atau sekunder karena kompresi pembuluh darah portal. "ada pasien dengan akromegali biasanya ditemukan galaktore, /alaupun konsetrasi serum prolaktin normal. "asien akromegali beresiko tinggi terjadi polip kolon dan kanker kolon. Standar diagnostik dengan pemeriksaan respons $H terhadap glukosa. "emeriksaan yang lain adalah !$-*! ,!nsulin like $ro/th -a)tor !) untuk diagnostik biokimia akromegali.

Corticotropin-secreting Pituitary Adenomas atau adenoma kortikotroph Kebayakan ditemukan pada /anita dengan rasio 9:1, insiden tertinggi pada dekade ke %* '. ACTH-secreting pituitary adenomas merupakan penyebab tersering hiperkortisolism endogen, sekitar :&*;28 dari seluruh kasus sindroma .ushing. 1alaupun jinak tapi lebih infasi#, sehingga kebanyakan pasien mengalami nyeri kepala dan kelainan #isual. $ejala hiperkortisolism, yaitu obesitas sentral, mudah memar, miopati proksimal, striae, hipertensi, hirsutism, haid tidak teratur, perubahan mood, peningkatan lemak suprakla#ikuler dan dorso*ser#ikal, luka yang sulit sembuh, osteoporosis dan hiperglikemi. Hipokalemi ditemukan pada 22*2&8 pasien dengan sindroma .ushing. <ntuk memastikan diagnosis hiperkortisolism dan sindrom .ushing atau pseudo.ushing dilakukan tes .=H*deksametason. 0iberikan deksametason 2,& mg oral tiap : jam selama 2' jam diikuti pemberian .=H bolus !>. 0idiagnosis sindrom .ushing bila serum kortisol lebih dari 1.'ng5dl 1& menit setelah pemberian .=H. Gonadotroph Pituitary Adenomas atau adenoma gonadotroph +umor ini disebut non fungsional atau nonsekresi, tapi sebenarnya terdapat sekresi follicle stimulating hormone ,-SH) atau luteinizing hormone ,3H) atau keduanya, tapi dalam jumlah minimal. 7iasanya berukuran besar ,412 mm) dan sering berekstensi mele/ati sela tursika. $ejala klinis umumnya berhubungan dengan efek mekanik, meliputi gangguan #isual ,penurunan tajam penglihatan, penyempitan lapang pandang dan gangguan gerakan bola mata), nyeri kepala dan hipopituitarism. Kadang*kadang ditemukan peningkatan produksi 3H. "ada pria terdapat peningkatan serum testosteron dan peningkatan libido, pada /anita berupa sindroma hiperstimulasi o#arium ,peningkatan estradiol, kista o#arium multiple dan hiperplasia endometrium). Kebanyakan pasien dengan tanda dan gejala hipopituitarism, karena tumor ini berukuran besar. "eningkatan 3H setelah stimulasi +=H merupakan tanda spesifik adenoma gonadotroph. ,red5herlyani)