Anda di halaman 1dari 10

MATA KULIAH FILSAFAT ILMU PERAN MATEMATIKA SEBAGAI ALAT BERPIKIR

Oleh :

NAMA NIM

: FAUZIYAH : 06022681318025

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2013

I.

Pendahuluan Menurut tim dosen filsafat ilmu (1992), Berpikir merupakan ciri utama

bagi manusia, untuk membedakan antara manusia dengan makhluk lain. Maka dengan dasar berpikir, manusia dapat mengubah keadaan alam sejauh akal dapat memikirkannya. Berpikir merupakan proses bekerjanya akal, manusia dapat

berpikir karena manusia berakal. Akal merupakan salah satu unsur kejiwaan manusia untuk mencapai kebenaran di samping rasa dan kehendak untuk mencapai kebaikan. Proses ini merupakan serangkaian gerak pemikiran dalam mengikuti jalan pemikiran tertentu yang akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yang berupa pengetahuan. Matematika mempunyai peranan yang penting dalam berpikir deduktif. Statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir induktif. Salah satu langkah kearah penguasaan adalah mengetahui dengan benar peranan masing-masing sarana berpikir dalam keseluruhan proses berpikir ilmiah. Menurut Efrizal Malalak, matematika merupakan bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Matematika memberikan kemudahan kepada kita di dalam memberi simbol akan makna sesuatu. Sehingga apa yang sulit menjadi mudah dipahami. Sementara statistika pengembangan lebih lanjut dari matematika. Penggunaan statistika dalam kehidupan dewasa ini sangat membantu untuk melakukan penarikan kesimpulan dari permasalahan yang dihadapi atau untuk merencanakan masa depan yang baik.Peradaban yang dibangun manusia, disebabkan dia mampu melakukan penalaran. Penalaran menggunakan kecakapan penggunaan bahasa, matematika dan statistika sebagai pembantu mengambil kesimpulan. Sejumlah pengetahuan yang dihasilkan manusia baik melalui penalaran rasional maupun emperikal, terus menerus melahirkan ilmu baru. Ilmu baru tersebut terus-menerus berkoheren dengan ilmu lainnya. Yang tidak pernah berhenti. Manusia tidak pernah kesepian dari informasi pengetahuan

Adapun dalam makalah ini akan dibahas mengenai pengertian matematika, perkembangan matematika, peranan matematika dalam ilmu pengetahuan, peranan matematika sebagai alat berpikir, kelebihan bahasa matematika.

II.

Pembahasan

A. Pengertian matematika Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Lambang matematika bersifat artificial ( buatan atau tidak alami) yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya. Tanpa itu maka matematika hannya merupakan kumpulan rumus-rumus mati. Matematika adalah ilmu tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan. Matematika merupakan alat yang dapat memperjelas dan

menyederhanakan suatu keadaan atau situasi melalui abstraksi, idealisasi, atau generalisasi untuk suatu studi ataupun pemecahan masalah. Untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, orang dapat

menyampaikan informasi dengan bahasa matematika, misalnya menyajikan persoalan atau masalah ke dalam model matematika yang dapat berupa diagram, persamaan matematika, grafik, ataupun tabel. Mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa matematika justru lebih praktis, sistematis, dan efisien. Begitu pentingnya matematika sehingga bahasa matematika merupakan bagian dari bahasa yang digunakan dalam masyarakat.

B. Perkembangan matematika Griffits dan howson (1974)sebagaimana dikutip oleh Jujun S. Suamantri, membagi sejarah perkembangan matematika menjadi empat tahap. Tahap yang pertama dimulai dengan matematika yang berkembang pada peradaban Mesir Kuno dan daerah sekitarnya seperti Babylonia dan Mesopotamia. Waktu itu matematika telah dipergunakan dalam perdgangan, pertanian, bangunan dan usaha mengontrol alam seperti banjir. Tahap yang ke dua, matematika mendapatkan

momentum baru dalam peradaban Yunani yang sangat memperhatikan aspek estetik dari matematika. Dapat dikatakan bahwa peradaban Yunani inilah yang meletakkan dasar matematika sebagai cara berfikir rasional dengan menetapkan berbagai langkah dan defenisi tertentu. kaum cendekiawan Yunani, terutama mereka yang kaya, mempunyai budak belian yang mengerjakan pekerjaan kasar termasuk hal-hal yang praktis seperti melakukan pengukuran. Dengan demikian maka kaum cendikiawan ini dapat memusatkan perhatiannya kepada aspek estetik dari matematika yang merupakan symbol status dari golongan atas waktu itu. Perkembangan selanjutnya matematika berkembang di timur sekitar tahun 1000 M. dimana bangsa Arab, India, dan Cina mengembangkan ilmu hitung dan aljabar. Tahap ke tiga gagasan-gagasan orang Yunani dan penemuan ilmu hitung dan al-Jabar itu dikaji kembali dalam zaman Renaissance yang meletakkan dasar bagi kemajuan matematika modern selanjutnya. Dan tahap ke empat matematika berkembang dengan pesat diujung abad 17 dan masa revolusi industry di abad ke 18.

C. Peranan matematika dalam ilmu pengetahuan Bagi dunia keilmuwan matematika berperan sebagai bahasa simbolik yang memungkinkan terwujudnya komunikasi yang cermat dan tepat. Matematika dalam hubungannya dengan komunikasi ilmiah mempunyai peranan ganda, yakni sebagai ratu sekaligus pelayanan ilmu. Di satu pihak, sebaai ratu matematika merupakan bentuk tertinggi dari logika, sedangkan dilain pihak, sebagai pelayan matematika memberikan buka saja system pengorganisasian ilmu yang bersifat logis namun juga pernyataan-pernyataan dalam bentuk model matematika. Matematika bukan saja menyampaikan informasi secara jelas dan tepat namun juga singkat. Suatu rumus yang jika ditulis dengan bahasa verbal memerlukan kalimat yang banyak sekali, dimana makin banyak kata-kata yang dipergunakan maka makin besar pula peluang untuk terjadinya salah informasi dan salah interpretasi, maka dalam bahasa matematika cukup ditulis dengan model yang sederhana sekali. Matematika sebagai bahasa mempunyai ciri bersifat ekonomis

dengan kata-kata. Matematika dapat dikatakan hamper sama tuanya dengan peradaban manusia itu sendiri. Matematika merupakan bahasa artificial yang dikembangkan untuk menjawab kekurangan bahasa verbal yang bersifat alamiah. Untuk itu maka diperlukan usaha tertentu untuk menguasai matematika dalam bentuk kegiatan belajar. Matematika tanpa kita sadari memang bisa menjadi tujuan dan bukan alat itu sendiri, seperti pengamatan anak kecil itu yang menggerutu, dikiranya hannya angka-angka saja mereka bisa mengetahui. Gejala ini kemungkinan besar disebabkan karena kita kurang mengetahui tentang hakikat yang sebenarnya dari matematika. Tulisan ilmiah umpanya lalu berubah menjadi kumpulan rumus dan tabel yang tidak berbicara apa. Hal ini mungkin disebabkan anggapan yang salah bahwa mutu suatu karya ilmiah ditentukan oleh banyaknya angka-angka dan bukan kerangka berfikir yang didukung oleh angka-angka tersebut. Angka tidak bertujuan menggantikan kata-kata; pengukuran sekedar unsur dalam menjelaskan persoalan yang menjadi pokok analisis utama. Teknik matematika yang tinggi bukan merupakan penghalang untuk mengkomunikasikan pernyataan yang dikandungnya dalam kalimat-kalimat yang sederhana. Matematika merupakan sarana untuk mempermudah memahami suatu ungkapan ke dalam symbol, sehingga menghemat dari segi bahasa serta mudah dipahami. Matemaika merupakan suatu cara yang paling mudah dalam memformulasikan hipotesa keilmuwan. Matematika memiliki ciri utama sebagai metode dalam penalaran.

D. Peranan matematika sebagai alat berpikir Peranan matematika sebagai sarana berpikir ilmiah adalah dapat diperoleh kemampuan-kemampuan meliputi : 1. Menggunakan algoritma, Yang termasuk kedalam kemampuan ini antara lain adalah melakukan operasi hitung, operasi himpunan, dan operasi lainya. Juga menghitung ukuran tendensi sentral dari data yang banyak dengan cara manual.

2. Melakukan manipulasi secara matematika, Yang termasuk kedalam kemampuan ini antara lain adalah menggunakan sifatsifat atau rumus-rumus atau prinsip-prinsip atau teorema-teorema kedalam pernyataan matematika . 3. Mengorganisasikan data Kemampuan ini antara lain meliputi : mengorganisasikan data atau informasi, misalnya membedakan atau menyebutkan apa yang diketahui dari suatu soal atau masalah dari apa yang ditanyakan. 4. Memanfatkan simbol, tabel, grafik, dan membuatnya Kemampuan ini antara lain meliputi : menggunakan simbol, tabel, grafik untuk menunjukan suatu perubahan atau kecenderungan dan membuatnya. 5. Mengenal dan menemukan pola, Kemampuan ini antara lain meliputi : mengenal pola susunan bilangan dan pola bangun geometri. 6. Menarik kesimpulan Kemampuan ini antara lain meliputi : kemampuan menarik kesimpulan dari suatu hasil hitungan atau pembuktian suatu rumus. 7. Membuat kalimat atau model matematika, Kemampuan ini antara lain meliputi : kemampuan secara sederhana dari fonemena dalam kehidupan sehari-hari kedalam model matematika atau sebaliknya dengan model ini diharapkan akan mempermudah penyelesaianya. 8. Membuat interpretasi bangun geometri, Kemampuan ini antara lain meliputi : kemampuan menyatakan bagian-bagian dari bangun geometri dasar maupun ruang dan memahami posisi dari bagian. 9. Memahami pengukuran dan satuanya, Kemampuan ini antara lain meliputi ; kemampuan memilih satuan ukuran yang tepat, estimasi, mengubah satuan ukuran ke satuan lainnya. 10. Menggunakan alat hitung dan alat bantu lainya dalam matematika, seperti tabel matematika, kalkulator, dan komputer.

Sementara itu dalam tujuan umum pendidikan matematika (Depdiknas) menyebutkan berbagai peranan matematika sebagai sarana berpikir ilmiah ditekankan pada kemampuan untuk memiliki: 1.Kemampuan yang berkaitan dengan matematika yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah matematika, pelajaran lain, ataupun masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata. 2.Kemampuan menggunakan matematika sebagai alat komunikasi 3.Kemampuan menggunakan matematika sebagai cara bernalar yang dapat dialih gunakan pada setiap keadaan, seperti berpikir kritis, berpikir logis, berpikir sistematis, bersifat objektif, bersifat jujur, bersifat disiplin dalam memandang dan menyelesaikan suatu masalah.Kemampuan-kemampuan di atas berguna bagi seseorang untuk berpikir ilmiah dalam pendidikan dan berguna untuk hidup dalam masyarakat, termasuk bekal dalam dunia kerja.

E. Kelebihan bahasa matematika Adapun kelebihan matematika antara lain sebagai berikut : 1. Bahasa matematika sangat universal Komunitas pengguna bahasa matematika adalah bercorak global dan universal di semua negara yang tidak dibatasi oleh suku, agama, bangsa, negara, budaya, ataupun bahasa yang mereka gunakan sehari-hari. Bahasa yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari sering mengandung keraguan makna di dalamnya. Kerancuan makna itu dapat timbul karena tekanan dalam mengucapkannya ataupun karena kata yang digunakan dapat ditafsirkan dalam berbagai arti. 2. Bahasa matematika berusaha dan berhasil menghindari kerancuan arti. Setiap kalimat (istilah/variabel) dalam matematika sudah memiliki arti yang tertentu. Ketunggalan arti itu mungkin karena kesepakatan matematikawan atau ditentukan sendiri oleh penulis di awal tulisannya. Orang lain bebas menggunakan istilah/variabel matematika yang mengandung arti berlainan. Namun, ia harus menjelaskan terlebih dahulu di awal pembicaraannya atau tulisannya bagaimana tafsiran yang ia inginkan tentang istilah matematika

tersebut. Selanjutnya, ia harus taat dan tunduk menafsirkannya seperti itu selama pembicaraan atau tulisan tersebut. 3. Bahasa matematika adalah bahasa yang berusaha untuk menghilangkan sifat kabur, majemuk, dan emosional dari bahasa verbal Lambang-lambang dari matematika dibuat secara artifisial dan individual yang merupakan perjanjian yang berlaku khusus suatu permalahan yang sedang dikaji. Suatu obyek yang sedang dikaji dapat disimbolkan dengan apa saja sesuai dengan kesepakatan kita (antara pengirim dan penerima pesan) 4. matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif Jika kita menggunakan bahasa verbal, maka hanya dapat mengatakan bahwa si rup A lebih manis dari sirup B. Apabila kita ingin mengetahui seberapa eksaknya derajat kemanisannya maka dengan bahasa verbal tidak dapat berbuat apa-apa. Terkait dengan kasus ini maka kita harus berpaling ke bahasa matematika, yakni dengan menggunakan bantuan logika fuzzy sehingga dapat diketahui berapa derajat kemanisan sebuah sirup. Bahasa verbal hanya mampu mengemukakan pernyataan yang bersifat kualitatif. Sedangkan matematika memiliki sifat kuantitatif, yakni dapat memberikan jawaban yang lebih bersifat eksak yang memungkinkan penyelesaian masalah secara lebih cepat dan cermat.

III.

Penutup Dari pembahasan dalam makalah ini, dapat disimpulkan bahwa

matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Matematika merupakan alat yang dapat memperjelas dan menyederhanakan suatu keadaan atau situasi melalui abstraksi, idealisasi, atau generalisasi untuk suatu studi ataupun pemecahan masalah. Sejarah perkembangan matematika dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap yang pertama dimulai dengan matematika yang berkembang pada peradaban Mesir Kuno dan daerah sekitarnya seperti Babylonia dan Mesopotamia. tahap yang ke dua, matematika mendapatkan momentum baru dalam peradaban Yunani yang
7

sangat memperhatikan aspek estetik dari matematika, tahap ke tiga gagasangagasan orang Yunani dan penemuan ilmu hitung dan al-Jabar itu dikaji kembali dalam zaman Renaissance yang meletakkan dasar bagi kemajuan matematika modern selanjutnya, tahap ke empat matematika berkembang dengan pesat diujung abad 17 dan masa revolusi industry di abad ke -18. Peranan matematika sebagai alat berpikir adalah dapat diperoleh kemampuan-kemampuan meliputi menggunakan algoritma, melakukan manipulasi secara matematika, mengorganisasikan data, memanfatkan simbol, tabel, grafik, dan membuatnya, mengenal dan menemukan pola, menarik kesimpulan, membuat kalimat atau model matematika, membuat interpretasi bangun geometri, memahami pengukuran dan satuanya,menggunakan alat hitung dan alat bantu lainya dalam matematika, seperti tabel matematika, kalkulator, dan komputer. Adapun kelebihan matematika antara lain sebagai berikut bahasa matematika sangat universal, bahasa matematika berusaha dan berhasil menghindari kerancuan arti, bahasa matematika adalah bahasa yang berusaha untuk menghilangkan sifat kabur, majemuk, dan emosional dari bahasa verbal, matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif.

DAFTAR PUSTAKA

Annisah. Peran Matematika Sebagai Alat Berpikir. Tersedia pada http://annisahspd.wordpress.com/2009/12/02/peran-matematika-sebagaialat-berpikir/, diakses pada 2 Desember 2013 Malalak, Efrizal. Kedudukan Bahasa, Matematika, dan Statistika dalam Perkembangan Ilmu. Tersedia pada http://efrizalmalalak.blogspot.com/2012/04/filsafat-ilmu-kedudukanbahasa.html, diakses pada 2 Desember 2013. Suriasumantri, Jujun S. 1990. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. Tim Dosen Filsafat Ilmu Fakultas Filsafat UGM. 1992. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Liberti.