Anda di halaman 1dari 34

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Anthropometri adalah ilmu yang mempelajari ukuran-ukuran pada tubuh manusia (anthropos : manusia, metri : pengukuran) Ada beberapa jenis Anthropometri : Anthropometri Gizi (Nutritional Anthropometry)merupakan pengukuran ukuran tubuh untuk menentukan status gizi , Anthropometri Endokrin Pengukuran ukuran tubuh untuk menentukan normal tidaknya perkembangan fisik Ada beberapa !ara pegukuran anthropometri yang !ukup sederhana yang dapat dipakai sebagai indi!ator praktis keadaan kurang atau lebih gizi yang ada dalam suatu komunikasi "alam usaha mendapatkan hasil pemeriksaan yang !epat dan dapat dipertanggung ja#abkan, maka sangat penting dilakukan standarisasi teknik- teknik pengukuran, standarisasi ini berguna untuk mengurangi kesalahan pengukuran Penggunaan antropometri sebagai salah satu metode untuk mengukur status gizi masyarakat sangat luas Antropometri adalah !ara pengukuran status gizi yang paling sering digunakan di masayarakat $ontoh penggunaan: Program gizi masyarakat dalam pengukuran status gizi, %egiatan penapisan status gizi masyarakat %onsep Pertumbuhan dan Perkembangan pengertian pertumbuhan dan perkembangan men!akup peristi#a yang statusnya berbeda tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, pertumbuhan lebih menekankan pada fisik, sedangkan perkembangan lebih menekankan pada mental dan keji#aan seseorang &enis-jenis Pertumbuhan adalah pertumbuhan linear, menggambarkan status gizi pada masa lampau, bentuk dan ukuran pertumbuhan linear berhubungan dengan panjang digunakan tinggi atau panjang badan 'ang paling sering Pertumbuhan massa jaringan $ontoh ukuran massa

menggambarkan status gizi pada saat sekarang atau pada saat pengukuran bentuk dan ukuran massa jaringan: massa tubuh

jaringan : berat badan, lingkar lengan atas, tebal lemak ba#ah kulit )kuran yang paling sering digunakan adalah berat badan *ujuan dari praktek pengukuran anthropometri ini akan memberikan pengalaman pada peserta menegenai berma!am- ma!am teknik pengukuran, memahami bah#a ada +ariasi hasil pengukuran bila satu indi+idu diperiksa oleh beberapa orang serta rapat menentukan status gizi peserta

1.2 Rumusan Masalah ( ,agaimana !ara mengukur obesitas dan kadar lemak dengan pengukuran ,-./ 0 ,agaimana menggambarkan status gizi peserta/ ,agaimana bentuk dan ukuran pertumbuhan linier berhubungan dengan panjang/ ,agaimana !ontoh ukuran panjang : panjang badan, lingkar dada, lingkar kepala/ 1 ,agaimana mengetahui pertumbuhan massa jaringan/ ,agaimana !ara menggambarkan status gizi pada saat sekarang atau pada saat pengukuran/

3.3 Tujuan Masalah ( )ntuk mengetahui !ara mengukur obesitas dan kadar lemak dengan pengukuran ,-. 0 )ntuk menggambarkan status gizi peserta ,entuk dan ukuran pertumbuhan linear berhubungan dengan panjang $ontoh ukuran panjang: panjang badan, lingkar dada, lingkar kepala 0

1 -

-engetahui Pertumbuhan massa jaringan -enggambarkan status gizi pada saat sekarang atau pada saat pengukuran ,entuk dan ukuran massa jaringan: massa tubuh $ontoh ukuran massa jaringan : berat badan, lingkar lengan atas, tebal lemak ba#ah kulit )kuran yang paling sering digunakan adalah berat badan

BAB II TIN AUAN PU!TA"A

Pengert#an Antr$%$metr# Asal kata: antropos (tubuh) dan metros (ukuran)2 antopometri 3 ukuran tubuh -enurut Jellife ((455), antropometri gizi berhubungan dengan berbagai ma!am pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi 6angat umum digunakan untuk mengukur status gizi dari berbagai ketidakseimbangan antara asupan protein dan energi Gangguan ini biasanya terlihat dari pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh, seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh (6usilo#ati, 0778) !&arat &ang Men'asar# Penggunaan Antr$%$metr# Alat mudah didapat dan digunakan Pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang dengan mudah dan objektif Pengukuran tidak selalu harus oleh tenaga khusus profesional, dapat oleh tenaga lain setelah mendapat pelatihan ,iaya relatif murah 9asilnya mudah disimpulkan, memiliki cutt of point dan baku rujukan yang sudah pasti 6e!ara ilmiah diakui kebenarannya

(6usilo#ati, 0778) "eunggulan Antr$%$metr#

( 0 1 : < 5 = 8

Prosedur sederhana, aman dan dapat dilakukan dalam !ukup besar ;elatif tidak membutuhkan tenaga ahli

jumlah sampel

Alat murah, mudah diba#a, tahan lama, dapat dipesan dan dibuat di daerah setempat -etode ini tepat dan akurat, karena dapat dibakukan "apat mendeteksi atau menggambarkan ri#ayat gizi dimasa lampau )mumnya dapat mengidentifikasi status buruk, kurang dan baik, karena sudah ada ambang batas yang jelas "apat menge+aluasi perubahan status gizi pada periode tertentu, atau dari satu generasi ke generasi berikutnya "apat digunakan untuk penapisan kelompok yang ra#an terhadap gizi

(6usilo#ati, 0778) "elemahan Antr$%$metr# 1. *idak sensitif: tidak dapat mendeteksi status gizi dalam #aktu singkat, tidak dapat membedakan kekurangan zat gizi tertentu, misal >e dan ?n 2. >aktor di luar gizi (penyakit, genetik dan penurunan penggunaan energi) dapat menurunkan spesifikasi dan sensiti+itas pengukuran antropometri 3. %esalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempengaruhi presisi, akurasi, dan +aliditas pengukuran (. %esalahan terjadi karena: pengukuran, perubahan hasil pengukuran (fisik dan komposisi jaringan), analisis dan asumsi yang keliru ). 6umber kesalahan biasanya berhubungan dengan: latihan petugas yang tidak !ukup, kesalahan alat, kesulitan (6usilo#ati, 0778) en#s Parameter Antr$%$metr# 6ebagai indikator status gizi, antropometri dapat dilakukan dengan mengukur beberapa parameter Parameter adalah ukuran tunggal dari tubuh manusia &enis parameter antropometri:

<

( 0 1 : < 5 =

)mur ,erat ,adan *inggi ,adan @ingkar @engan Atas @ingkar %epal @ingkar "ada &aringan @unak

(6usilo#ati, 0778) Umur >aktor umur sangat penting dalam penentuan status gizi %esalahan penentuan umur AA interpretasi status gizi salah ,atasan umur yang digunakan (Puslitbang Gizi ,ogor, (487): *ahun umur penuh (completed year) $ontoh: 5 tahun 0 bulan, dihitung 5 tahun < tahun (( bulan, dihitung < tahun ,ulan usia penuh (completed month): untuk anak umur 7-0 tahun digunakan $ontoh: 1 bulan = hari, dihitung 1 bulan 0 bulan 05 hari, dihitung 0 bulan (6usilo#ati, 0778) Berat Ba'an ,erat badan merupakan ukuran antropometri terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus) ,erat badan digunakan untuk mendiagnosa bayi normal atau ,,@ Pada masa bayi-balita berat badan dapat dipergunakan untuk melihat laju pertumbuhan fisik maupun status gizi, ke!uali terdapat kelainan klinis (dehidrasi, asites, edema, atau adanya tumor) "apat digunakan sebagai dasar perhitungan dosis obat dan makanan ,erat badan juga menggambarkan jumlah protein, lemak, air dan mineral pada tulang Pada remaja, lemak !enderung meningkat dan protein otot menurun Pada klien edema dan 5

asites, terjadi penambahan !airan dalam tubuh Adanya tumor dapat menurunkan jaringan lemak dan otot, khususnya terjadi pada orang kekurangan gizi Alasan mengapa pengukuran berat badan merupakan pilihan utama: ( 0 1 : < 5 = Parameter yang paling baik, mudah terlihat perubahan dalam #aktu singkat karena perubahan konsumsi makanan dan kesehatan -emberikan gambaran status gizi sekarang, jika dilakukan periodik memberikan gambaran pertumbuhan )mum dan luas dipakai di .ndonesia %etelitian pengukuran tidak banyak dipengaruhi oleh keterampilan pengukur "igunakan dalam %-6 ,,B*, merupakan indeks yang tidak tergantung umur Alat ukur dapat diperoleh di pedesaan dengan ketelitian tinggi : da!in

(6usilo#ati, 0778) T#ngg# Ba'an *TB+ *inggi ,adan merupakan antropometri yang menggambarkan keadaan pertumbuhan skeletal Pada keadaa normal, *, tumbuh seiring dengan pertambahan umur Pertumbuhan *, tidak seperti ,,, relatif kurang sensitif pada masalah kekurangan gizi dalam #aktu singkat Pengaruh defisiensi zat gizi terhadap *, akan nampak dalam #aktu yang relatif lama *inggi badan merupakan parameter paling penting bagi keadaan yang telah lalu dan keadaan sekarang, jika umur tidak diketahui dengan tepat *inggi badan juga merupakan ukuran kedua yang penting, karena dengan menghubungkan ,, terhadap *, (quac stick) faktor umur dapat dikesampingkan

L#ngkar Lengan Atas -erupakan salah satu pilihan untuk penentuan status gizi, karena mudah, murah dan !epat *idak memerlukan data umur yang terkadang susah diperoleh @ingkar lengan atas memberikan gambaran tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak ba#ah kulit (6usilo#ati, 0778)

ar#ngan Lunak Ctot dan lemak merupakan jaringan lunak yang ber+ariasi Antropometri dapat dilakukan pada jaringan tersebut untuk menilai status gizi di masyarakat @emak subkutan (subcutaneous fat) memiliki penilaian komposisi tubuh termasuk untuk mendapatkan informasi mengenai jumlah dan distribusi lemak dapat dilakukan dengan beberapa metode, dari yang paling sulit hingga yang paling mudah -etode yang digunakan untuk menilai komposisi tubuh (jumlah dan distribusi lemak sub-kutan): ( 0 )ltrasonik "ensitometri (melalui penempatan air pada densitometer atau under#ater #eighting) (7

1 : < 5

*eknik .sotop "ilution -etoda ;adiologi!al *otal Ele!tri!al ,ody $ondu!tion (*C,E$) Antropometri (pengukuran berbagai tebal lemak menggunakan kaliper: skin-fold calipers) -etode yang paling sering dan praktis digunakan di lapangan:

Antropometri fisik

6tandar atau jangkauan jepitan 07-:7 mm0, ketelitian 7 (

mm, tekanan konstan (7 gB mm0 &enis alat yang sering digunakan Harpenden Calipers, alat ini memungkinkan jarum diputar ke titik nol apabila terlihat penyimpangan ,eberapa pengukuran tebal lemak dengan menggunakan kaliper: ( 0 1 : Pengukuran tri!eps Pengukuran bisep Pengukuran suprailiak Pengukuran subskapular

(6usilo#ati, 0778) In'eks Antr$%$metr# .ndeks antropometri adalah pengukuran dari beberapa parameter .ndeks antropometri merupakan rasio dari suatu pengukuran terhadap satu atau lebih pengukuran atau yang dihubungkan dengan umur ,eberapa indeks antropometri: ( 0 1 : < 5 = ,,B) (,erat ,adan terhadap )mur) *,B ) (*inggi ,adan terhadap )mur) ,,B *, (,erat ,adan terhadap *inggi ,adan) @ilaB ) (@ingkar @engan Atas terhadap )mur) .ndeks -assa *ubuh (.-*) *ebal @emak ,a#ah %ulit menurut )mur ;asio @ingkar Pinggang dan Pinggul

(6usilo#ati, 0778)

((

In'eks BB, U "ele-#han @ebih mudah dan !epat dimengerti oleh masyarakat ,aik untuk mengukur status gizi akut dan kronis .ndikator status gizi kurang saat sekarang 6ensitif terhadap perubahan ke!il Growth monitoring Pengukuran yang berulang dapat mendeteksi growth infeksi atau %EP "apat mendeteksi kegemukan (overweight) failure karena

"ekurangan %adang umur se!ara akurat sulit didapat "apat menimbulkan interpretasi keliru bila terdapat edema maupun asites -emerlukan data umur yang akurat terutama untuk usia balita

6ering terjadi kesalahan dalam pengukruan, seperti pengaruh pakaian atau gerakan anak saat ditimbang 6e!ara operasional: hambatan sosial budaya AA tidak mau menimbang anak karena seperti barang dagangan (6usilo#ati, 0778) In'eks TB, U -enurut ,eaton dan ,engoa ((4=1) indeks *,B) dapat memberikan status gizi masa lampau dan status so!ial ekonomi "ele-#han ( 0 1 ,aik untuk menilai status gizi masa lampau Alat dapat dibuat sendiri, murah dan mudah diba#a .ndikator kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa

"ekurangan ( *, tidak !epat naik, bahkan tidak mungkin turun

(0

0 1

"iperlukan 0 orang untuk melakukan pengukuran, karena biasanya anak relatif sulit berdiri tegak %etepatan umur sulit didapat

(6usilo#ati, 0778) In'eks BB,TB ,, memiliki hubungan linear dengan *, "alam keadaan normal perkembangan ,, searah dengan pertumbuhan *, dengan ke!epatan tertentu "ele-#han ( 0 1 *idak memerlukan data umur "apat membedakan proporsi badan (gemuk, normal, kurus) "apat menjadi indikator status gizi saat ini (curren nutrition status)

"ekurangan ( %arena faktor umur tidak dipertimbangkan, maka tidak dapat memberikan gambaran apakah anak pendek atau !ukup *, atau kelebihan *, menurut umur 0 1 : < Cperasional: sulit melakukan pengukuran *, pada balita Pengukuran relatif lebih lama -emerlukan 0 orang untuk melakukannya 6ering terjadi kesalahan dalam pemba!aan hasil pengukuran, terutama bila dilakukan oleh kelompok nonprofessional (6usilo#ati, 0778) In'eks Masa Tu-uh *IMT+ .-* digunakan berdasarkan rekomendasi >ACBD9CB)EC tahun (48<: batasan ,, normal orang de#asa ditentukan berdasarkan Body ass !nde" (,-.B.-*) .-* merupakan alat yang sederhana untuk memantau status gizi orang de#asa (usia (8 tahun ke atas), khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan ,, .-* tidak dapat diterapkan pada bayi, anak, remaja, ibu hamil dan olahraga#an &uga tidak dapat diterapkan pada keadaan khsusus (penyakit) seperti edema, asites dan hepatomegali (1

In'eks Masa Tu-uh *IMT+ ,, .-* 3 *,0 ,atas Ambang .-* menurut >AC membedakan antara laki-laki (normal 07,(0<,7 ) dan perempuan (normal (8,=-01,8) )ntuk menentukan kategori kurus tingkat berat pada laki-laki dan perempuan juga titentukan ambang batas "i .ndonesia, dimodifikasi berdasarkan pengalaman klinis dan hasil penelitian di beberapa negara berkembang %ategori Ambang ,atas .-* untuk .ndonesia: %elebihan ,, tingkat berat A 0=,7 Gemuk %elebihan ,, tingkat ringan A 0<,7-0=,7 Eormal A (8,=-0<,7 %ekurangan ,, tingkat ringan (=,7-(8,< %urus %ekurangan ,, tingkat berat F (=,7

(6usilo#ati, 0778) "las#.#kas# BMI */H0 1 2lass#.#3at#$n+ Adults ,-.: F(8 < 3 under #eight (8 <-0: 4 3 normal 0< - 04 4 3 o+er #eight 17 - 1: 4 3 obese !lass . 1< - 14 4 3 obesity !lass .. A or - :7 3 EGtreme obesity, Hery obese (morbid or grade 1 obesityB!lass ...) (6uyatno, 0778) "ateg$r# IMT Te-al Lemak Ba4ah "ul#t Menurut Umur Pengukuran lemak tubuh melalui pengukuran ketebalan lemak ba#ah kulit (skinfold) dilakukan pada beberapa bagian tubuh, misal : lengan atas ( tricep dan bicep), lengan ba#ah (forearm), tulang belikat (subscapular), di tengah garis ketiak (mida"illary), sisi dada (pectoral), perut (abdominal), suprailiaka# paha,

(:

tempurung lutut (suprapatellar), pertengahan tungkai ba#ah (medial calv) @emak dapat diukur se!ara absolut (dalam kg) dan se!ara relatif (I) terhadap berat tubuh total &umlah lemak tubuh sangat ber+ariasi ditentukan oleh jenis kelamin dan umur @emak ba#ah kulit pria 1 ( kg, #anita < ( kg (6usilo#ati, 0778) Ras#$ L#ngkar P#nggang1P#nggul ,anyaknya lemak dalam perut menunjukkan ada beberapa perubahan metabolisme, termasuk terhadap insulin dan meningkatnya produksi asam lemak bebas, dibanding dengan banyaknya lemak ba#ah kulit pada kaki dan tangan Perubahan metabolisme memberikan gambaran tentang pemeriksaan penyakit yang berhubungan dengan perbedaan distribusi lemak tubuh )kuran yang umur digunakan adalah rasio lingkar pinggang-pinggul Pengukuran lingkar pinggang dan pinggul harus dilakukan oleh tenaga terlatih dan posisi pengukuran harus tepat, karena perbedaan posisi pengukuran memberikan hasil yang berbeda ;asio lingkar pinggang-pinggul untuk perempuan 7 ==, laki-laki 7 47 (6eidell dkk, (487) Ras#$ L#ngkar P#nggang1P#nggul 6uatu studi prospektif menunjukkan rasio pinggang-pinggul berhubungan dengan penyakir kardio+askular ;asio lingkar pinggang dan pinggul penderita penyakit kardio+askular dengan orang sehat 7 418 dan 7 40<

(6usilo#ati, 0778) (<

@ingkar Pinggang @ingkar pinggang memprediksi mortalitas lebih besar daripada pengukuran antropometri yang lain 9al ini menunjukkan bah#a pengukuran lingkar pinggang saja dapat digunakan untuk menunjukkan suatu obesitas ,erikut ini dua le+el ukuran lingkar pinggang yang beresiko obesitas : @EHE@ ( @EHE@0 (6uyatno, 0778) -A@E6 A 4:!m A (70!m >E-A@E A 87!m A 88!m

@ingkar pinggang Perbandingan lingkar pinggangBlingkar pinggul

A 4:!m 74

A (70!m (7

A 87!m 78

A 88!m 74

5ungs# lemak 'alam susunan makanan ( Energi @emak dipe!ah (diuraikan) dalam tubuh oleh proses oksidasi, dan energi dibebaskan 1 gram lemak men&e'#akan 36 k *7 k3al+ @emak mempunyai nilai kalori lebih dari dua kalinya karbohidrat sehingga mempunyai sumber energi yang lebih tinggi )ntuk orang yang kebutuhan energinya tinggi, sebaiknya memasukkan sejumlah lemak dalam susunan makanannya sehinngga dapat mengurangi +olume makanan yangg harus dimakan 0 Pembentukan jaringan adiposa %elebihan lemak yang tidak segera diperlukan untuk energi disimpan dalam jaringan adipose dimana dia mempunyai 1 fungsi : a lemak disimpan dengan !ara ini untuk menyusun !adangan energi b lemak dalam jeringan adipose diba#ah kulit untuk membentuk lapisan isolator panas dan membantu men!egah pengukuran kehilangan panas yang berlebih dari dalam tubuh .ni akan membantu agar suhu tubuh tetap ! lemak disimpan dalam jaringan adipose sekitar organ yang peka seperti ginjal untuk melindungi organ ini dari kerusakan fisik (5

(Gaman J 6herrington, (44: : 81) !ua%an l#%#'a &ang '#anjurkan *idak ada anjuran yang tegas untuk suapan lipida dalam diet *elah diketahui dalam sejumlah ke!il lemak diperlukan untuk menyediakan asam lemak esen!ial )ntuk memenuhi kebutuhan ini diseyogyakan bah#a (-0 I suapan energi dari seseorang harus diberikan dalam bentuk lemak "iketahui adanya hubungan antara suapan lemak yang tinggi dengan penyakit jantung Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyempitan atau kerusakan pembuluh darah dari jantung atau karena sumbatan salah satu pembuluh darah ini oleh statu jendalan Perubahan yang terjadi dalam pembuluh darah, adalh terutama berupa penumpukan lapisan berlemak didalamnya >a!torfaktor yang memungkinkan terjadinya perubahan ini mulai mendapat perhatian Crang dengan kandungan kolesterol (substansi seperti lemak) yang tingi didalam darahnya lebih berke!enderungan membentuk deposit lemak dalam pembuluh darahnya dan karenanya lebih mudah terkena penyakit jantung *elah ditunjukan pula bah#a suapan lemak jenuh yang besar menaikkan kadar kolesterol dalam darah (Gaman J 6herrington, (44: : 85) Energ# asal lemak @emak adalah yang pertama-tama dipindahkan dari jaringan lemak ke hati "i hati, lemak dihidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak Gliserol diubah menjadi asam piru+at dan dioksida dengan !ara seperti yang telah diuraikan Asam lemak dipe!ah menjadi asam asetat ($91 $CC9) yang ikut serta dalam seri reaksi yang melibatkan oksidasi asam piru+at (Gaman J 6herrington, (44: : (<1) .ni adalah kisaran persentase lemak tubuh: Perem%uan Penting lemak Atlet (7-(0I (:-07I Lak#1lak# 0-:I 5-(1I

(=

%ebugaran "iterima Gemuk 0-es#tas

0(-0:I 0<-1(I

(:-(=I (8-0<I

10I atau lebih 05I atau lebih

,ila masukan energi (suapan makanan) sama dengan pengeluaran energi (energi untuk metabolisme basal dan kegiatan fisik), berat badan akan tetap konstan ,ila masukan energi lebih besar dari pada pengeluaran, kelebihan makanan akan diubah menjadi lemak dan mengakibatkan obesitas Patokan umum, orang dikatakan obesitas bila berat badannya (7I lebih tinggi dari berat standar atau ideal Cbesitas merupakan suatu permasalahan gizi yang utama di negara barat dan mengakibatkan berbagai bahaya bagi kesehatan Cbesitas menurunkan harapan hidup dan berkaitan dengan penyakit jantung koroner serta kondisi lain, termasuk tekanan darah tinggi dan penyempitan pembuluh darah Cbesitas juga menaikkan kemungkinan timbulnya diabetes pada usia setengah baya Et#$l$g# 6ukar untuk menentukan dengan tepat penyebab obesitas 6uapan makanan sampai batas tertentu diatur oleh nafsu makan Easfsu makan dikontrol oleh hipotalamus, suatu daerah pada dasar otak -ekanisme fisiologis pengaturan nafsu makan dapat dipangaruhi oleh sejumlah faktor dengan dampak masukan energi lebih besar dari pada pengeluaran energi ,eberapa faktor diantaranya adalah: ( $eturunan 6truktur dan tipe tubuh !enderung menurun Crang tua yang obesitas sering mempunyai anak-anak yang obesitas, tetapi dapat diperdebatkan bah#a ini sering disebabkan oleh kebiasaan makan dari pada oleh sifat yang diturunkan 0 $urangnya kegiatan fisik Cbesitas jarang dijumpai pada orang yang menjalani kehidupan aktif dan mempunyai pekerjaan yang melibatkan kerja fisik berat Pada orang yang tidak aktif, pusat nafsu makan di hipotalamus !enderung berfungsi pada tingkat yang rendah dan keseimbangan yang normal antara

(8

masukan dan pengaeluaran energi tidak lagi dapat dipertahankan ini dapat mengakibatkan lebih besarnya suapan makan dari pada yang dibutuhkan 1 $ebiasaan makan Crang sering makan melabihi kebutuhannya .ni berlaku terutama untuk makanan kaya akan gula yang sangat lezat, seperti !oklat dan eskrim yang mempunyai nilai energi tinggi %ebiasaan makan pada a#al kehidupan mempunyai dampak pada berat badan se#aktu de#asa ,ila suapan makanan bagi bayi dan anak-anak ke!il melebihi kebutuhan, jumlah sel-sel haringan lemak akan meningkat untuk menyimpan kelebiahan lemak Crang dengan lapisan lemak ba#ah kulit yang tebal akan mengeluarkan energi lebih sedikit karena kehilangan panas dari permukaan tubuh menjadi ke!il : >aktor psikologis berlebihan < %aktor endokrin ,anyak orang obesitas !enderung menyalahkan kelenjar mereka Padahal, kelainan endokrin jarang menyebabkan obesitas Adakalanya obesitas diakibatkan oleh produksi hormon yang !a!at oleh tiroid, pituitari, atau kelenjar kelamin Cbesitas lebih disebabkan oleh kelainan hipotalamus, yang pada gilirannya akan mempengaruhi fungsi kelenjar endokrin Crang dengan permasalahan psikologis atau emosional !enderung menemukan pelipur lara dalam makanan dan sering makan

Pen&em-uhan )ntuk menurunkan berat badan, yang penting adalah mengurangi masukan energi sampai pada tingkat diba#ah pengeluaran energi sehingga lemak tubuh digunakan sebagai sumber energi .ni dapat dilakukan baik dengan pengurangan masukan, artinya menggunakan susunan makanan pelangsing tubuh atau meningkatkan pengeluaran, artinya meningkatkan kegiatan fisik (Gaman J 6herrington, (44: : (8:-(8<) BAB I8 HA!IL DAN PEMBAHA!AN

(4

(.1. Ta-el Has#l Pengukuran Nama Tanggal lah#r Alamat 9 Henr& A'h# !ant$sa 9 17 0kt$-er 1767 9 l. "ar#mata :ang Pajak N$.1 !um-ersar# em-er

N$ ( 0 1 : < 5 = 8 4 ,erat ,adan (%g) *inggi ,adan (!m) @ingkar @engan (!m) @ingkar Pinggang (!m) @ingkar Pinggul (!m) *riseps (mm) ,iseps (mm) 6ubs!apular (mm) 6upra .liaka (mm)

!u-jek =5,1 (=4 0= =5 48 00 (0 (8 01 =5,1 (=4 0= == 48 00 (0 (8 01

Rata1rata =5,1 (=4 0= =5,< 48 00 (0 (8 01

07

(.2. Perh#tungan a. ,-. (9enry) 3

,-. (9enry) 3 ,-. (9enry) 3 01,8( %gBm0

"ari hasil perhitungan di atas, dapat diketahui bah#a ,-. 9enry masuk dalam kategori normal berdasarkan %lasifikasi ,-. D9C ,erat badan yang normal tidak banyak beresiko terhadap terjadinya penyakit sistemik -. I @emak #. *riseps ,iseps 6upra iliaka *otal lemak : : 00 mm : (0 mm : 01 mm ; : =< mm I lemak tubuh 3 1<,5 I (tabel "urnin)

-enggunakan *abel "urnin:

6ubss!apular : (8 mm

0(

*otal lemak tubuh 3 1<,5 I G =5,1 kg (I ,,) 3 0=,(51 kg ,erat badan tanpa lemak ( @ean ,ody -ass) 3 =5,1 kg K 0=,(51 kg 3 :4,(1= kg "ari perhitungan I lemak tubuh dengan menggunakan rumus I lemak tubuh 3 1<,5 I L (jumlah tebal kulit) didapatkan hasil bah#a subjek memiliki total lemak tubuh normal ##. "ari jumlah : tebal lapisan kulit I lemak 3 a (log rata-rata M tebal kulit) N b 3 0=,<=< (log =<) N (-0=,071) 3 0=,<=< ((,8=) N (-0=,071) 3 <(,<5< K 0=,071 3 0:,150 "ari perhitungan I lemak tubuh dengan menggunakan rumus I lemak 3 a (log rata-rata M tebal kulit) N b didapatkan hasil bah#a subjek memiliki total lemak tubuh normal yaitu persen lemaknya masih dikategorikan dalam range diterima 3. I lemak I lemak : 3 ( a L ,-. ) ; b 3 ((,(8( L 01,8() N (-(7,=<8) 3 (08,(0) K (7,=<8 3 (=,150 "ari perhitungan I lemak tubuh dengan menggunakan I lemak 3 ( a L ,-. ) ; b didapatkan hasil bah#a subjek memiliki total lemak tubuh normal yaitu persen lemaknya masih dikategorikan pada range dalam kebugaran.

00

'. ;asio lingkar pinggang dan pinggul ;3

;3 ; 3 7,=8 "ari perhitungan rasio lingkar pinggang dan pinggul didapatkan rasio sebesar 7,=8 "ari hasil ini subjek dapat dikategorikan normal belum berisiko e. ,ioelektris $airan tubuh (@) 3 7,<<5( O *,0B;P N 7,74<< ,, N (,=05 3 7,<<5( O (,=40 B 7,=8 P N 7,74<< (=5,1) N (,=05 3 7,<<5( O:,((P N =,08= N (,=05 3 0,085 N =,08= N (,=05 3 ((,044

I lemak

3 ,, K O

3 =5,1 K O 3 =5,1 K O 7,(<: P 3 =5,(:5

(.3. Pem-ahasan

01

5akt$r Res#k$ Un'er4e#ght, malnutr#s# Apabila subjek mengalami berat badan kurang yang berarti menderita malnutrisi maka akan lebih rentan terkena infeksi %ondisi gizi buruk akan mempengaruhi banyak organ dan system, karena kondisi gizi buruk ini juga sering disertai dengan defisiensi (kekurangan) asupan mikroB makro nutien lain yang sangat diperlukan bagi tubuh Gizi buruk akan memporak porandakan system pertahanan tubuh terhadap mi!roorganisme maupun pertahanan mekanik sehingga mudah sekali terkena infeksi 6e!ara garis besar, dalam kondisi akut, gizi buruk bisa mengan!am ji#a karena berberbagai disfungsi yang di alami, an!aman yang timbul antara lain hipotermi (mudah kedinginan) karena jaringan lemaknya tipis, hipoglikemia (kadar gula dalam darah yang diba#ah kadar normal) dan kekurangan elektrolit penting serta !airan tubuh &ika fase akut tertangani dan namun tidak di follo# up dengan baik akibatnya anak tidak dapat Q!at!h upQ dan mengejar ketinggalannya maka dalam jangka panjang kondisi ini berdampak buruk terhadap pertumbuhan maupun perkembangannya Akibat gizi buruk terhadap pertumbuhan sangat merugikan performan!e anak, akibat kondisi QstuntingQ (postur tubuh ke!il pendek) yang diakibatkannya 'ang lebih memprihatinkan lagi, perkembangan anak pun terganggu Efek malnutrisi terhadap perkembangan mental dan otak tergantung dangan derajat beratnya, lamanya dan #aktu pertumbuhan otak itu sendiri &ika kondisi gizi buruk terjadi pada masa golden period perkembangan otak (7-1 tahun) , dapat dibayangkan jika otak tidak dapat berkembang sebagaimana anak yang sehat, dan kondisi ini akan irre+ersible ( sulit untuk dapat pulih kembali) "ampak terhadap pertumbuhan otak ini menjadi +ital karena otak adalah salah satu QasetQ yang +ital bagi anak untuk dapat menjadi manusia yang berkualitas di kemudian hari ,eberapa penelitian menjelaskan, dampak jangka pendek gizi buruk terhadap perkembangan anak adalah anak menjadi apatis, mengalami gangguan bi!ara dan gangguan perkembangan yang lain 6edangkan dampak jangka panjang adalah penurunan skor tes .R, penurunan perkembangn kognitif, penurunan 0:

integrasi sensori, gangguan pemusatan perhatian, gangguan penurunan rasa per!aya diri dan tentu saja merosotnya prestasi akademik di sekolah %urang Gizi berpotensi menjadi penyebab kemiskinan melalui rendahnya kualitas sumber daya manusia dan produkti+itas *idak heran jika gizi buruk yang tidak dikelola dengan baik, pada fase akutnya akan mengan!am ji#a dan pada jangka panjang akan menjadi an!aman hilangnya sebuah generasi penerus bangsa PERANAN ARIN:AN ADIP0!A Pada setiap saat kadar asam-asam lemak bebas dalam plasma biasanya rendah, hanya sekitar <I dari jumlah seluruh lemak dalam darah, meskipun demikian kontribusi asam-asam lemak dalam peredarahan darah untuk membentuk energi adalah tinggi ,anyak sel-sel dalam tubuh, terutama otot lebih memilih asam-asam lemak sebagai sumber energi Asam-asam lemak bebas merupakan suatu pool dinamis untuk energi potensial dan dapat dikeluarkan dari darah dalam #aktu beberapa menit ,eberapa hormon dapat mempengaruhi hidrolisa trigliserida dan ke!epatan pelepasan asam-asam lemak dari jaringan adiposa -isalnya, epineprin yaitu hormon pertumbuhan, glukagon, dan beberapa hormon lainnya ,eberapa ma!am enzim yang mengkatalisa proses lipolisis, seperti misalnya enzim-enzim lipase, merupakan enzim-enzim sensitif terhadap akti+atas hormon-hormon diatas dan akti+itasnya dipa!u oleh adanya hormon-hormon tersebut untuk mengkatalisa terjadinya proses lipolisis dalam jaringan adiposa 6etiap hormon dikeluarkan sebagai respon kondisi metabolik tertentu, misalnya pada kondisi !ekaman (stress) atau hipoglikemia, dengan tujuan akhir untuk memobilisasi energi yang disimpan &ika dalam makanan tidak terdapat sumber energi, maka jaringan adiposa dirangsang oleh hormon-hormon untuk mengeluarkan lebih banyak asam-asam lemak Pada kondisi tidak makan, misalnya puasa, maka kadar asam-asam lemak bebas lebih tinggi dari pada kadar asam-asam lemak bebas sesudah makan (Al 9aj J Piliang, 0775 : 017-01()

0<

PEN:ARUH 0BE!ITA!, TIMBUNAN LEMA" TERHADAP PEN<A"IT ANTUN: Penyakit jantung koroner (!oronary 9eart "isease2 $"9) merupakan penyebab utama kematian di Amerika 6erikat pada tahun (4== berhubungan dengan penyakit pembuluh darah jantung ($ardi+askular "isease) yang didahului dengan serangan jantung (9eart Atta!ks) dan kekejangan (6trokes) (Eational $enter for 9ealth 6tatisti!,(4=5) 6ampai saat menopause, #anita mempunyai resiko lebih rendah daripada pria untuk menderita penyakit jantung, meskipun demikian mendapat tendensi bah#a #anita menjadi lebih sensitif terhadap penyakit tersebut Adanya perbedaan ini diperkirakan karena #anita mempunyai hormon seks yang berperan sebagai pelindung Penelitian-penilitian epidemiologi menunjukkan bah#a penyakit jantung koroner mempunyai pre+alensi rendah di negara-negara yang mempunyai kultur berbeda dari kultur di Amerika dan hal ini menimbulkan suatu hipotesa sehubungan dengan peranan beberapa faktor lingkungan pada umumnya dan faktor makanan pada khususnya (Al 9aj J Piliang, 0775 : 0:0) Ather$s3ler$s#s Atheros!lerosis merupakan suatu penyakit yang akhirnya mengarah pada terjadinya penyakit jantung koroner Penyakit ini terjadi akibat adanya akumulasi lemak yang di deposit, terutama gumpalan-gumpalan kolesterol dan esternya pada dinding bagian dalam pembuluh arteri, yang kemungkinan disebabkan timbul pada a#al kehidupan 6ehubungan dengan meningkatnya deposit lemak, yang lama kelamaan dikelilingi oleh tumbuhnya otot-otot halus dan jaringan-jaringan ikat, maka terjadi gumpalan-gumpalan berserat dan beberapa luka lain dalam pembuluh arteri "alam proses ini, yang dikenal sebagai pengerasan pembuluh darah arteri, maka lubang arteri menjadi menge!il, dan hal ini menggangu efisiensi sirkulasi darah karena menberikan tekanan besar terhadap kerja jantung Ctot jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh "alam keadaan lebih parah, lumen pembuluh darah arteri se!ara tiba-tiba dapat menutup, dan hal ini menyebabkan penurunan tajam sirkualsi darah ke jaringanjaringan (is!hemial), dan se!ara langsung menyebabkan jantung atau otak untuk

05

berhenti berfungsi Eama klinis kejadian tersebut dikenal sebagai myo!ardial infarction, yaitu jika berpengaruh pada pembuluh-pembuluh darah jantung, sedangkan !erebro+askular 'aitu jika otak ikut mendapat serangan Garis-garis lemak ditemukan pada dinding aorta, atau pembuluh arteri utama, pada anak-anak dengan umur sangat muda "eposit lemak ini lama kelamaan akan meningkat se!ara ekstensif pada de!ade ke-0 atau dekade ke-1 masa kehidupan Garis-garis lemak tidak selamanya menimbulkan tahap komplikasi luka dalam pembuluh arteri Garis-garis lemak mempunyai tendensi dapat berkembang menjadi luka pada pola populasi yang sering diserang penyakit jantung koroner -ula-mula terjadi luka-luka pada arteri dan berkembang menjadi lebih ekstensif terutama pada orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan, dan di daerah industri *anda-tanda penyakit jantung koroner, mula-mula dijelaskan pada abad ke-(8 atau bahkan lebih a#al dari itu Pada penelitian-penelitian yang menggunakan he#an-he#an per!obaan misalnya penelitian dengan kelin!i, menunjukkan bah#a kelin!i yang diberi ransum kolesterol murni, akan menyebabkan luka pada arteri menyerupai penyakit atheros!lerosis pada manusia -eskipun didugaterdapat hubungan antara makanan dengan penyakit jantung dan didukung oleh hasil-hasil penelitian-penelitian epidemiologi, namun faktor makanan sebagai penyebab etiologi penyakit jantung koroner, selama bertahun-tahun, masih merupakan hipotesa yang tidak dapat diuji 6uatu penelitan melibatkan <777 orang pria dan #anita de#asa berumur antara 17 sampai 51 tahun 6ekali dalam 0 tahun diteliti kejadian penyakit jantung koroner dan kondisi-kondisi atheros!lerosis %ebiasaan-kebiasaan hidup dan penemuan-penemuan medis lain sebelum penelitian dimulai, juga dianalisa "ari penelitian tersebut ditemukan beberapa faktor yang jelas berhubungan dengan terjadinya penyakit jantung koroner 6alah satu faktor misalnya, pada pria yang terlalu gemuk mempunyai ke!enderungan tinggi untuk terjadinya penyakit jantung koroner Crang-orang yang memppunyai kebiasaan melakukan akti+itas olahraga ekstensif mempunyai ke!enderungan lebih rendah untuk terjadinya penyakit jantung koroner Crang-orang yang tergolong resiko tinggi menderita

0=

penyakit jantung koroner se!ara konsisten mempunyai kadar kolesterol tinggi dalam serumnya (Al 9aj J Piliang, 0775 : 0:0-0::) 5akt$r makanan 'an hu-ungann&a 'engan %en&ak#t jantung k$r$ner "ari penelitian di atas, ditemukan bah#a orang-orang dengan kadar serum kolesterol melebihi 00< mgBdl, akan mempunyai resiko menderita penyakit jantung koroner %andungan lemak dalam darah berasal dari sumber endogenous 577-477 kolesterol, diduga dapat menaikkan serum kolesterol Penelitian oleh %annel, (4=(, membuktikan bah#a pria de#asa dengan kelebihan bobot badan =I atau lebih, akan meningkatkan serum kolesterol Penelitian tersebut menandakan bah#a terdapat faktor penting lain, selain faktor makanan yang mempunyai pengaruh terhadap peningkatan kolesterol dalam serum Penelitian akhir-akhir ini menunjukkan adanya suatu penge!ualian, yaitu masukan kolesterol tinggi tidak selamanya menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam serum -isalnya penelitian dengan orang-orang Afrika yang mengkonsumsi daging dan telur merupakan sumber kolesterol tinggi ternyata tidak menimbulkan penyakit jantung koroner, seperti halnya jika makanan sama dikonsumsi oleh orang-orang Amerika %emungkinan hal ini disebabkan beberapa faktor yang meliputi, konsumsi serat kasar, akti+itas fisik tinggi pada orang-orang Afrika dan juga faktor genetik )ntuk menurunkan kadar kolesterol dalam serum, maka kolesterol dalam makanan harus dikurangi se!ara drasti! 6uatu penelitian dilakukan pada (457 oleh Eational diet-9eart 6tudy melaporkan bah#a seorang pria de#asa yang mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar kolesterol rendah sebesar 1<7:<7 gram, dan yang perbandingan asam-asam ganda tidak jenuh (P)>A) dengan asam-asam lemak jenuh dalam makanan sebagai (,< sampai 0,7, dapat menurunkan kadar serum kolesterol rata-rata ((I sampai kadar kolesterol yang dianggap aman dalam darah yaitu sedikit di atas 077 mgBdl 6uatu kelompok !ontrol, yaitu yang diberi makanan mengandung 5<7-=<7 mg kolesterol dengan perbandingan P)>A dengan asam-asam lemak jenuh sebagai 7,: maka kadar kolesterol dalam serum dapat menurun sebanyak :I

08

%adar serum kolesterol ternyata sangat sensiti+e, tidak saja disebabkan oleh masukan kolesterol melaui makanan, tetapi juga disebabkan oleh komponenkomponen lain seperti jumlah lemak dalam makanan dan metabolismenya Asamasam lemak jenuh dapat menaikkan kadar kolesterol dalam plasma Asam lemak tunggal yang tidak jenuh tidak berpengaruh nyata terhadap status kolesterol dalam darah, sedangkan jumlah P)>A dalam makanan dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah &ika kadar kolesterol dalam serum menurun, yang diakibatkan oleh P)>A, sesungguhnya belum dapat diketahui apakah kelebihan kolesterol darah diekskresikan keluar tubuh atau kolesterol tersebut pindah dari darah ke dalam jantung dan jaringan-jaringan lain -asukan lemak berasal dari makanan, bukan merupakan satu-satunya faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit jantung koroner ,ahan makanan yang mengandung serat kasar mempunyai efek untuk menurunkan ke!enderungan timbulnya penyakit jantung koroner 6erat kasar dapat menurunkan kadar kolesterol dalam serum dengan !ara meningkatkan ekskresi asam empedu, yang merupakan produk metabolism kolesterol "engan !ara mengurangi #aktu transit makanan yang di!erna melalui saluran pen!ernaan, maka absorpsi kolesterol dan zat-zat lain juga akan menurun di tubuh ?at-zat makanan lain juga mempunyai pengaruh terhadap perkembangan penyakit jantung koroner, misalnya ketidakseimbangan mineral dalam tubuh, terutama mineral tembaga ,eberapa penelitian melaporkan bah#a dengan menguranig masukan protein asal he#an dan menggantinya dengan protein nabati, dapat mengurangin kadar serum kolesterol ?at makanan lain, seperti sukrosa, yaitu dengan jalan meningkatkan trigliserida dalam darah, dapat meningkatkan kadar kolesterol serum yang mengakibatkan terjadinya penyakit jantung koroner -ekanisme timbulnya penyakit jantung koroner akibat pengaruh sukrosa baru diketahui pada sebagian ke!il masyarakat %enaikan trigliserida (peningkatan serum trigliserida) yang terjadi dengan terjadinya, tanpa dipengaruhi oleh faktor lain, tidak merupakan faktor utama untuk terjadinya penyakit jantung koroner

04

Penelitian-penelitian ini menunjukkan bah#a bentuk kolesterol yang beredar dalam darah mempunyai timbulnya penyakit jantung koroner "ilaporkan bah#a kadar kolesterol yang diba#a oleh lipoprotein berdensitas tinggi (9"@) akan men!egah terjadinya penyakit jantung koroner Crang-orang yang tidak merokok, orang-orang yang se!ara fisiknya mantap, dan orang-orang yang tidak kegemukan (obese) biasanya mempunyai kadar 9"@-kolesterol lebih tinggi daripada orang-orang yang merokok atau orang-orang yang gemuk atau orangorang yang se!ara fisik tidak aktif (Al 9aj J Piliang, 0775 : 0::-0:5) Be-era%a .akt$r la#n 'alam et#$l$g# %en&ak#t jantung k$r$ner ,eberapa faktor lain yang tidak termasuk faktor makanan seperti faktor keturunan, hipertensi, stress, penggunaan kontraseptif oral, penyakit diabetes, obesitas, dan beberapa faktor biologis lain dapat menyebabkan terjadinya atheros!lerosis %annel ((4=() melaporkan bah#a orang-orang yang kurang melakukan akti+itas fisik akan mempunyai resiko untuk menderita penyakit jantung koroner tiga kali lipat lebih tinggi daripada orang-orang yang aktif berolahraga Crangorang yang merokok mempunyai resiko lebih tinggi untuk menderita penyakit jantung koroner baik pada pria ataupun #anita 6elanutnya %annel melaporkan bah#a rokok jelas mempunyai hubungan dengan meningkatnya resiko terjandinya penyakit jantung koroner &ika rokok merupakan satu-satunya sebab, maka perokok yang menghabiskan ( pak rokok per hari diduga akan menderita penyakit jantung koronerdua kali lipat lebih tinggi pada pria de#asa &ika selain faktor rokok terhadap 0 atau lebih faktor lain makaresiko menderita penyakit jantung koroner akan meningkat (B1 kali %ombinasi rokok dan hipertensi atau kombinasi rokok dengan kontraseptif oral yang digunakan oleh #anita merupakan faktorfaktor paling berbahaya >aktor minuman seperti kopi dan al!ohol tidak mempengaruhi terjadinya penyakit jantung koroner (Al 9aj J Piliang, 0775 : 0:5) "$n=ers# antara makanan 'engan kemungk#nan terja'#n&a k$lester$l

17

"ari sekian banyak faktor yang dapat menyebabkan faktor terjadinya penyakit jantung koroner, maka faktor makanan ternyata telah menarik perhatian masyarakat )ntuk menghindari ke!emasan masyarakat, di beberapa negara maju telah digunakan usah untuk mengganti bahan makanan yang dianggap sebagai sumber kolesterol seperti misalnya telur dengan bahan makanan lain yang mengandung bebas kolesterol, rendah akan lemak jenuh )sah untuk mensubstitusi telur ini dibuat dari !ampuran bahan-bahan putih telur, minyak jagung, susu kering tanpa lemak, bahan pengemulsi, +itamin-+itamin, dan bahan pe#arna buatan, untuk dapar meniru karakteristik kuning telur asli tanpa mengandung kolesterol *ernyata penerimaan konsumen terhadap produk tersebut sangat rendah, sedangkan biaya pembuatannya !ukup tinggi dan kurangnya informasi mengenai nilai gizi produk telur tiruan tadi, mengakibatkan produk tiruan tersebut tidak dapat dipasarkan dan dipromosikan lebih lanjut ,anyak penelitian lain yang telah dilakukan untuk membuktikan pengaruh masukan bahan makanan lemak yang telah dimodifikasi 6uatu penelitian pada orang-orang yang hanya memakan sayuran ternyata mempunyai kadar kolesterol dan trigliserida dalam serum lebih rendak daripada orang-orang yang bukan +egetarian Pengurangan konsumsi lemak he#an, ternyata hanya merupakan salah satu faktor untuk menurunkan kolesterol dalam serum >aktorfaktor lain yang mungkin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol antara lain menurunkan konsumsi energy, menurunkan berat badan, meningkatkan masukan protein asal tanaman, karbohidrat kompleks dan meningkatkan konsumsi serat makanan -ann ((4==) melaporkan bah#a terdapat hubungan rendah antara makanan dan status kolesterol -enurut pendapatnya, tingginya kadar kolesterol dalam serum disebabkan karena terganggunya mekanisme dalam mengubah kolesterol menjadi asam empedu Penelitian akhir-akhir ini tentang adanya atheros!lerosis yang diteliti oleh sekitar 077 peneliti melaporkan bah#a sesungguhnya terdapat hubungan yang erat antara faktor makanan dan pembentukan penyakit jantung koroner, dan oleh

1(

karena itu perlu mengadakan perubahan menu makanan pada masyarakat yang !enderung mempunyai resiko tinggi terhadap penyakit tersebut -eskipun usaha-usaha yang mengarah pada modifikasi makanan dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam serum, namun masih menimbulkan pertanyaan, mengenai efek modifikasi makanan tersebut terhadap penurunan kejadian penyakit jantung Dalker ((4==) melaporkan adanya penurunan angka kematian akibat penyakit jantung koroner yang !ukup tajam disebabkan karena penurunan konsumsi tembakau, lemak he#an, telur, dan susu Penentuan peranan kolesterol dalam menimbulkan penyakir jantung koroner merupakan masalah rumit 6uatu penelitian yang dilakukan pada suku .ndian di -eksiko melaporkan, bah#a populsi yang diamati menunjukkan kejadian renah akan penyakit jantung koroner Populasi ini mempunyai kandungan kolesterol dalam serum rendah dan trigliserida sedang -akanan meraka rendah akan kolesterol, rendah total lemak, dan rendah akan lemak jenuh %elompok populasi ini juga mengkonsumsi gula dengan kadar rendah, konsumsi serat makanan dan konsumsi protein nabati dengan kadar tinggi %ondisi fisik mereka sangat tinggi, tidak obese, dan mempunyai tekanan darah rendah Penderita di atas membuktikan bah#a banyak sekali faktor-faktor yang terlibat dalam etiologi terbentuknya atheros!lerosis dan penyakit jantung (Al 9aj J Piliang, 0775 : 0:5-0:8)

BAB 8 "E!IMPULAN

10

DA5TAR PU!TA"A

11

Al 9aj, 6oe#ondo "jojosoebagio J Piliang, Diranda, G 0775 Fisiologi Nutrisi, Volume I ,ogor : .nstitut Pertanian ,ogor Press Gaman, P - J 6herrington, % , (44: Pengantar Ilmu Pangan, Nutrisi dan Mikrobiologi, Edisi Kedua 'ogyakarta : Gajah -ada )ni+ersity Press 6usilo#ati, 6 %- 0778 Pengukuran Status Gizi dengan Antro ometri Gizi "pk di 6ekolah *inggi .lmu %esehatan &enderal Ahmad 'ani $imahi 6uyatno, .r -%es Antro ometri Sebagai Indikator Status Gizi >akultas

%esehatan -asyarakat )ni+ersitas "iponegoro 6emarang

1: