Anda di halaman 1dari 15

Pemeriksaan Visus

A. Arief Munandar

Pendahuluan
Pemeriksaan Visus Menilai ketajaman penglihatan Tahapan : Pemeriksaan dengan chart penghitungan jari lambaian tangan penyinaran

Pemeriksaan Dengan Chart

Macam chart :
Snellen Chart beberapa huruf dengan ukuran yang berbeda-beda E Chart semuanya bertuliskan huruf E dengan ukuran & arah kaki berbeda-beda Landolt C semuanya bertuliskan huruf C dengan ukuran & arah cincin berbedabeda Simbol berisi gambar-gambar yang mudah dikenali dengan ukuran yang berbeda-beda

Cara Pemeriksaan
Jarak antara chart dan pasien 6 meter dengan posisi chart lebih tinggi atau sejajar dengan mata pasien Pastikan pencahayaan cukup

Jika ingin memeriksa visus mata kanan, maka mata kiri harus ditutup dan pasien diminta membaca kartu. Cara menilai visus dari hasil membaca kartu :

Jika pasien dapat membaca kartu pada baris dengan visus 6/6, maka tidak perlu membaca pada baris berikutnya visus normal Jika pasien tidak dapat membaca kartu pada baris tertentu di atas visus normal, cek pada 1 baris tersebut Jika cuma tidak bisa membaca 1 huruf, berarti visusnya terletak pada baris tersebut dengan false 1. Jika tidak dapat membaca 2, berarti visusnya terletak pada baris tersebut dengan false 2. Jika tidak dapat membaca lebih dari setengah jumlah huruf yang ada, berarti visusnya berada di baris tepat di atas baris yang tidak dapat dibaca. Jika tidak dapat membaca satu baris, berarti visusnya terdapat pada baris di atasnya.

Jika terdapat penurunan visus, maka cek dengan menggunakan pinhole


Bila visus tetap berkurang bukan kelainan refraksi Bila visus menjadi lebih baik dari sebelumnya kelainan refraksi

Cara pemeriksaan berlaku untuk E chart dan cincin Landolt.

Jika tidak bisa membaca kartu, maka dilakukan penghitungan jari. Penghitungan jari di mulai pada jarak tepat di depan Snellen Chart 6 m

Dapat menghitung jari pada jarak 6 m visusnya 6/60 Jika tidak dapat menghitung jari pada jarak 6 m, maka maju 1 m dan lakukan penghitungan jari. Bila pasien dapat membaca, visusnya 5/60. Begitu seterusnya, bila tidak dapat menghitung jari 5 m, di majukan jadi 4 m, 3 m, sampai 1 m di depan pasien.

Jika tidak bisa menghitung jari pada jarak tertentu, maka dilakukan pemeriksaan penglihatan dengan lambaian tangan.
Lambaian tangan dilakukan tepat 1 m di depan pasien. Dapat berupa lambaian ke kiri dan kanan, atau atas bawah. Jika pasien dapat menyebutkan arah lambaian, berarti visusnya 1/300

Jika tidak bisa melihat lambaian tangan, maka dilakukan penyinaran, dapat menggunakan 'pen light

Jika dapat melihat sinar visus 1/~ Jika pasien dapat menyebutkan dari mana arah sinar yang datang,berarti visusnya 1/~ dengan proyeksi baik Jika tak dapat menyebutkan dari mana arah sinar yang datang, berarti visusnya 1/~ dengan proyeksi salah. Jikatidak dapat melihat cahaya visus = 0