Anda di halaman 1dari 17

Ciri-ciri dan Contoh Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)- Semua tumbuhan berbiji tertutup termasuk dalam divisi Magnoliophyta.

Bakal biji tumbuhan Angiospermae terletak di dalam daun buah, sehingga tidak kelihatan dari luar. Tumbuhan yang sering anda temui saat ini sebagian besar termasuk dalam Angiospermae yang meliputi sekitar 235.000 spesies tumbuhan berbunga. Sebagian besar makanan yang anda konsumsi juga berasal dari tumbuhan ini yang dapat berupa akar misalnya wortel, kangkung, bit, buah-buahan seperti apel, mangga, pisang, pepaya, serta biji-bijian dari kelompok tumbuhan Leguminosae dan Graminae.

Bagian-bagian bunga yang merupakan organ reproduksi pada tumbuhan berbiji tertutup. Divisi Magnoliophyta dibagi menjadi dua kelas berdasarkan jumlah kotiledonnya, yaitu Liliopsida (monokotil) dan Magnoliopsida (dikotil). Liliopsida meliputi sekitar 65.000 spesies, termasuk di dalamnya tumbuhan padi-padian, anggrek, palem, bambu dan lain-lain. Daun, batang, bunga dan akarnya bersifat spesifik. Sebagian besar Liliopsida memiliki pertulangan daun sejajar, batang dengan berkas pembuluh tersebar, bagian bunga bunga berjumlah 3 atau kelipatannya, dan memiliki akar serabut. Ciri-ciri tumbuhan Magnoliopsida (dikotil) adalah memiliki 2 kotiledon pada biji, tulang daun menjari, berkas pembuluh pada batang tersusun melingkar, daun mahkota bunga 4, 5 atau kelipatannya, dan memiliki sistem perakaran tunggang. http://budisma.web.id/materi/biologi/ciri-ciri-dan-contoh-tumbuhan-biji-tertutupangiospermae/2011.

Ikan mas Dibagian luar tubuh ikan terdapat bagian bagian yang mempunyai fungsi untuk mempertahankan tubuhnya, dimana bagian tersebut terdiri dari sirip, sisik dan tutup insang. Sirip berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh serta sebagai alat untuk berenang, sisik berfungsi sebagai pelindung kulit, dan tutup insang berfungsi sebagai alat pelindung atau yang menutupi insang serta sebagai tempat untuk pertukaran oksigen dan keluar masuknya air saat ikan bernafas. Bagian anatomi ikan mas, dimana terdapat insang yang berfungsi sebagai alat pernafasan pada ikan. Pada ikan mas ini juga terdapat sepasang gelembung renang yang berfungsi sebagai alat untuk mengontrol perkembangan ikan dan sebagai alat bantu supaya ikan dapat mengapung di

air, gelembung renang ini terletak di bagian dorsal bagian dalam tubuh ikan. Terdapat hati dan empedu, hati yang berfunggsi untuk mengambil sari-sari makanan didalam darah serta penghasil empedu, empedu berfungsi sebagai penawar atau penetralisir racun, hati dan empedu ini letaknya selalu berdekatan .Dan terdapat Jantung yang berfungsi untuk mengatur sirkulasi darah, jantung ini terletak di depan hati. Saluran kloaka yang berfungsi sebagai tempat pengeluaran pada ikan. Dan terdapat tulang yang melindungi organ bagian dalam yang diselimuti oleh daging, tulng ini juga berfungsi sebagai rangka yang memberikan bentuk pada tubuh ikan. Udang T ubuh C rustacea t e r d i r i a t a s d u a b a g i a n , ya i t u k e p a l a d a d a yang menyatu ( sefalotoraks ) dan perut atau badan belakang ( abdomen ) Bagian sefalotoraks oleh kulit keras yang disebut k a r a p a s d a n 5 p a s a n g k a k i yang terdiri dari 1 pasang kaki c a p i t ( k e l i p e d ) d a n 4 p a s a n g k a k i j a l a n . S e l a i n i t u , d i sefalotoraks juga terdapat sepasang antena, rahang atas, danr a h a n g b a w a h . S e m e n t a r a p a d a b a g i a n abdomen terdapat 5p a s a n g k a k i r e n a n g d a n d i b a g i a n u j u n g n y a t e r d a p a t e k o r . Pada udang betina, kaki di bagian abdomen juga b e r f u n g s i untuk menyimpan telurnya.

Setelah kemarin kita belajar mengenal hewan yang tak bertulang belakang (avertebrata) dengan berbagai jenis mahluk hidup yang termasuk di dalamnya, sekarang saya akan mengenalkan pada kalian hewan yang bertulang belakang (vertebrata). Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang. Tulang belakang berasal dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau notokorda (korda dorsalis). Notokorda vertebrata hanya ada pada masa embrionik, setelah dewasa akan mengalami penulangan menjadi sistem penyokong tubuh sekunder, yaitu tulang belakang (vertebrae). Dalam sistem klasifikasi, vertebrata merupakan subfilum dari filum Chordata. Chordata meliputi hewan-hewan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur. Notokord terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka.

Memiliki tali saraf tunggal, berlubang terletak dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung anterior yang membesar berupa otak. Memiliki ekor yang memanjang ke arah posterior terhadap anus. Memiliki celah faring.

Tubuh vertebrata mempunyai tipe simetri bilateral dan bagian organ dalam dilindungi oleh rangka dalam atau endoskeleton, khusus bagian otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak (kranium). Bagian terluar tubuh vertebrata berupa kulit yang tersusun atas epidermis (lapisan luar) dan dermis (lapisan dalam). Kulit vertebrata ada yang tertutup dengan bulu ada juga yang tertutup dengan rambut. Organ dalam, seperti organ pencernaan, jantung, dan pernapasan terdapat didalam suatu rongga tubuh atau selom. Vertebrata memiliki alat tubuh yang lengkap, yang menyusun sistem organ tubuhnya meliputi sistem pencernaan yang memanjang dari mulut hingga anus, sistem peredaran darah tertutup (darah mengalir di dalam pembuluh darah), alat ekskresi berupa ginjal, alat pernapasan berupa paru-paru atau insang, sepasang alat reproduksi (kanan dan kiri) serta sistem endokrin yang berfungsi menghasilkan hormon. Vertebrata terdiri dari lima kelas yaitu pisces, amphibia, reptile, aves dan mammalia. 1. Pisces Pisces memiliki habitat di air dengan alat pernafasan berupa insang. Hewan ini mempunyai sirip yang berfungsi untuk menentukan arah gerak di dalam air dan memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan air. Termasuk hewan berdarah dingin (poikiloterm), yaitu suhu tubuh disesuaikan dengan lingkungan. Pisces berkembang biak dengan bertelur (ovipar). Berdasarkan jenis tulangnya ikan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu : 1) 2) Chondrichthyes atau ikan tulang rawan, contoh : ikan pari, ikan hiu dan ikan cucut. Osteichthyes atau ikan tulang keras, contoh : ikan mas, ikan gurami, ikan tongkol.

2. Amphibia Amphibia merupakan hewan yang dapat hidup pada dua habitat, yaitu darat dan air, namun tidak semua jenis Amphibia hidup di dua tempat kehidupan. Beberapa jenis katak, salamander, dan caecilian ada yang hanya hidup di air dan ada yang hanya di darat. Namun habitatnya secara keseluruhan dekat dengan air dan tempat yang lembap seperti rawa dan hutan hujan tropis. Hewan ini bernafas dengan insang dan paru-paru dan memiliki suhu badan poikiloterm, berkembang biak dengan bertelur (ovipar) dan pembuahan terjadi di luar tubuh (eksternal). Contoh : katak sawah, salamander, kodok

3. Reptilia Reptilia (dalam bahasa latin, reptil = melata) memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik berfungsi mencegah kekeringan. Ciri lain yang dimiliki oleh sebagian besar reptil adalah : anggota tubuh berjari lima, bernapas dengan paru-paru, jantung beruang tiga tau empat, menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan poikiloterm, fertilisasi secara internal, menghasilkan telur sehingga tergolong ovipar dengan telur bercangkang. Reptilia mencakup tiga ordo besar yaitu Chelonia atau Testudines (reptilia bercangkang), Squamata atau Lepidosauria (reptilia dengan kulit bersisik) , dan Crocodilia (bangsa buaya). Bangsa kura-kura mempunyai cangkang (perisai) yang keras disebut dengan karapaks (bagian atas) dan plastron (bagian bawah).

4. Aves Aves memiliki suhu badan homoiterm (suhu badan tetap, tidak terpengaruh suhu lingkungan). Memiliki tubuh berbulu melindungi tubuh dan bulu yang membentuk sayap digunakan untuk terbang. Tulangnya berongga sehingga ringan. Berkembang biak secara bertelur (ovipar) dan pembuahan di dalam tubuh. Telur aves bercangkang dan memiliki kuning telur yang besar. Bernafas dengan paru-paru dan memiliki pundi-pundi udara yang membantu pernafasan saat terbang. Contoh : ayam, kasuari, pinguin, bebek, angsa.

5. Mammalia Ciri khas dari mammalia adalah memiliki kelenjar susu. Susu dihasilkan oleh kelenjar (mammae) yang terdapat di daerah perut atau dada. Mammalia disebut juga hewan menyusui karena menyusui anaknya. Tubuh mammalia tertutup oleh rambut yang berfungsi sebagai insulasi yang memperlambat pertukaran panas dengan lingkungan, segabai indera peraba antara lain pada kumis, sebagai pelindung dari gesekan maupun sinar matahari, sebagai penyamar atau pertahanan untuk melindungi dari mangsa, dan sebagai penciri kelamin. Mammalia berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar). Hewan ini memiliki suhu tubuh homoiterm (suhu tubuh tetap) dan bernafas dengan paru-paru. Mammalia memiliki otak yang lebih berkembang dibandingkan dengan hewan vertebrata yang lain.
5.2 Saran 1. Agar kita mengetahui perkembang biakan katak dan ikan. Kami menyarankan supaya kita mempelajari kembali tentang anatomi dan morfologi hewan. 2. Mahasiswa harus mempelajari lebih dalam tentang anatomi katak dan ikan.

http://sukasains.com/materi/mengenal-hewan-bertulang-belakang-vertebrata/

Keanekaragaman Avertebrata dan Vertebrata


Author: miftahulnurfitriyah // Category: ZOOLOGI

Avertebrata Invertebrata atau Avertebrata adalah sebuah istilah yang diungkapkan oleh Chevalier de Lamarck untuk menunjuk hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Invertebrata mencakup semua hewan kecuali hewan vertebrata (pisces, reptil, amfibia, aves, dan mamalia). Contoh invertebrata adalah serangga, ubur-ubur, hydra, cumi-cumi, dan cacing. Invertebrata mencakup sekitar 97 persen dari seluruh anggota kingdom Animalia. Ada 9 filum dalam klafisikasi avertebrata yaitu: 1. Annelida Annelida (dalam bahasa latin, annulus = cincin) atau cacing gelang adalah kelompok cacing dengan tubuh bersegmen. Berbeda dengan Platyhelminthes dan Nemathelminthes, Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata).Namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana. Ciri tubuh annelida meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh. Ukuran dan bentuk tubuh Annelida memiliki panjang tubuh sekitar 1 mm hingga 3 m.Contoh annelida yang panjangnya 3 m adalah cacing tanah Australia.Bentuk tubuhnya simetris bilateral dan bersegmen menyerupai cincin.

2. Arthropoda Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga, labalaba, udang, lipan dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-buku. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda.

3. Coelenterata

Coelenterata berasal dari kata KOILOS = rongga tubuh atau selom dan ENTERON = usus. Jadi COELENTERON artinya rongga yang berfungsi sebagai usus. Coelenterata hidupnya di perairan laut maupun air tawar, contoh hydra. Hewan bersel banyak (multiseluler), Tubuh radial simetris (2 lapis sel), ektoderm dan endoderm.

4. Echinodermata Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah filum hewan laut yang mencakup bintang laut, Teripang, dan beberapa kerabatnya. Kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut. Filum ini muncul di periode Kambrium awal dan terdiri dari 7.000 spesies yang masih hidup dan 13.000 spesies yang sudah punah. Lima atau enam kelas (enam bila Concentricycloidea dihitung) yang masih hidup sekarang mencakup, Asteroidea bintang laut: sekitar 1.500 spesies yang menangkap mangsa untuk makanan mereka sendiri.

5. Mollusca Moluska (filum Mollusca, dari bahasa Latin: molluscus = lunak) merupakan hewan triploblastik selomata yang bertubuh lunak. Ke dalamnya termasuk semua hewan lunak dengan maupun tanpa cangkang, seperti berbagai jenis siput, kiton, kerang-kerangan, serta cumi-cumi dan kerabatnya. Moluska merupakan filum terbesar kedua dalam kerajaan binatang setelah filum Arthropoda. Saat ini diperkirakan ada 75 ribu jenis, ditambah 35 ribu jenis dalam bentuk fosil. Moluska hidup di laut, air tawar, payau, dan darat. Dari palung benua di laut sampai pegunungan yang tinggi, bahkan mudah saja ditemukan di sekitar rumah kita.

6. Nemathelminthes Nemathelminthes (dalam bahasa yunani, nema = benang, helminthes = cacing) disebut sebagai cacing gilig karan tubuhnya berbentuk bulat panjang atau seperti benang.Berbeda dengan Platyhelminthes yang belum memiliki rongga tubuh, Nemathelminthes sudah memiliki rongga tubuh meskipun bukan rongga tubuh sejati. Ciri tubuh Nemathelminthes meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh. Ukuran tubuh Nemathelminthes umunya mikroskopis, meskipun ada yang panjang nya sampai 1 meter.

7. Platyhelminthes Platyhelminthes adalah filum dalam Kerajaan Animalia (hewan). Filum ini mencakup semua cacing pipih kecuali Nemertinea, yang dulu merupakan salah satu kelas pada Platyhelminthes, yang telah dipisahkan. Ciri-ciri Tubuh pipih dosoventral dan tidak berbuku-buku. Umumnya, golongan cacing pipih hidup di sungai, danau, laut, atau sebagai parasit di dalam tubuh organisme lain.

8. Filum Protozoa Protozoa merupakan hewan bersel satu yang hidup di dalam air, protozoa memakan tumbuhan dan hewan, frotozoa berkembang biak secara reproduksi unseksual atau vegetatif dengan cara membelah diri dan dengan cara seksuan / generatif konjugasi. Filum frotozoa terbagi menjadi beberapa kelas: 1) Kelas hewan berambut getar (cikata) 2) Kelas hewan berkaki semu (rhizopoda) 3) Kelas hewan berspora (sporozoa) 4) Kelas hewan berbulu cambuk (flogellato)

9. Filum Porifera (hewan berfori) Forifera merupakan hewan air dan hidup di laut bentuk tubuh seperti tumbuhan yang melekat pada suatu dasar laut, jadi forifera dapat berpindah tempat dengan bebas, tubuh forifera seperti tabung yang memiliki banyak pori (lubang kecil pada sisinya dan mempunyai rongga di bagian dalam) forifera dapat berkembang biak dengan cara generatif dan vegetatif. Forifera terdiri dari tiga kelas: 1) Kelas corcorea Terdiri dari zat kapur (spikula) dan hidup di laut yang dangkal, contoh; seghpha SP, charsarina SP 2) Kelas hexactinelida Terdiri atas zat kersik dan hidup di laut yang dalam. Contohnya pnerorepa SP 3) Kelas demospangia Tubuh lunak bahkan tidak mempunyai rangka, contoh spongia SP

Vertebrata Hewan vertebrata yaitu hewan yang bertulang belakang atau punggung. Memiliki struktur tubuh yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan hewan Invertebrata. Hewan vertebrata memiliki tali yang merupakan susunan tempat terkumpulnya sel-sel saraf dan memiliki perpanjangan kumpulan saraf dari otak. Tali ini tidak di memiliki oleh yang tidak bertulang punggung. Dalam memenuhi kebutuhannya, hewan vertebrata telah memiliki system kerja sempurna peredaran darah berpusat organ jantung dengan pembuluh-pembuluh menjadi salurannya. Ciri-ciri tubuh hewan yang bertulang belakang: 1. Mempunyai tulang yang terentang dari balakang kepala sampai bagian ekor. 2. Mempunyai otak yang dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak. 3. Tubuh berbentuk simetris bilateral. 4. mempunyai kepala, leher, badan dan ekor walaupun ekor dan leher tidak mutlak ada contohnya pada katak. Hewan bertulang belakang (vertebrata) ini terdiri atas kelas yaitu: 1. Kelas Pisces (Ikan) 2. Kelas Amphibi (Latin amphi = dua, bia = hidup) 3. Kelas Reftilia (Bahasa latin repare = merangkak/merayap) 4. Kelas Aves (Burung) 5. Kelas mamalia (Bahasa latin mamae artinya kelenjar buah dada, mamalia artinya hewan menyusui) Filum-Filum Hewan Vertebrata 1. Kelas Pisces (Ikan) Ciri utama Pisces sebagai berikut: Hewan berdarah dingin yang hidup di dalam air, bernapas dengan insang (operculum) dan di bantu oleh kulit , tubuh terdiri atas Kepala, Rangka tersusun atas tulang sejati, Jantung terdiri atas satu serambi dan satu bilik, tubuh ditutupi oleh sisik dan memiliki gurat sisi untuk menentukan arah dan posisi berenang. 2. Kelas Amphibia

Ciri-ciri amphibia sebagai berikut: Dapat hidup di air dan di darat ataupun tempat-tempat yang lembab, disebut juga hewan yang mempunyai tempat hidup (habitat) di dua alam, hewan bernafas dengan paru-paru dan kulit. Telur dan berudu katak hidup di air kemudian setelah dewasa hidup di darat, berudu berbentuk seperti ikan yang bernafas dengan insang dan kulit, setelah masanya tumbuh kaki yang susut oleh kehidupan dan akhirnya ekor menghilang sementara itu insang berangsur-angsur menghilang dan digantikan oleh paru-paru kemudian katak menjadi dewasa, Jantung beruang tiga yaitu dua serambi dan satu bilik, berkembang biak dengan bertelur dan pembuahan sel telur oleh sperma terjadi di luar tubuhnya (fertilisasi eksternal). 3. Kelas reptilia (hewan melata) Ciri-ciri hewan melata adalah sebagai berikut: Kulit kering bersisik dari zat tanduk karena zat kertin, bernafas dengan paru-paru, berdarah dingin (porkoliokonal) yakni yang suhu tubuhnya dipengaruhi oleh suhu lingkungan, umumnya bersifat avivar (bertelur), contoh kadal, dan vivipar beranak, contohnya ular, Jantung terdiri dari empat ruang yaitu dua serambi dan dua bilik yang masih belum sempurna. 4. Kelas aves (burung) Ciri utama aves sebagai berikut: Alat penglihatan dan alat suara sudah berkembang dengan baik, berdarah panas (homoioteral), Jantung terdiri dari empat ruang 2 serambi dan 2 bilik yang sudah berkembang dengan baik, pembuahan sel telur dan sperma / fertilisasi terjadi di dalam tubuh induk (fertilisasi internal), terdapat sepasang testis, Sedangkan ovarium hanya satu dan tumbuh dengan baik di sebelah kiri. 5. Kelas Mamalia Ciri-ciri utama hewan mamalia sebagai berikut: Umumnya hidup di daratan, tetapi ada pula yang hidup di air seperti ikan paus, lumba-luma, berdarah panas, pada kulit terdapat kelenjar keringat dan kelenjar minyak, otak berkembang dengan baik, fertilisasi internal, bernafas dengan paru-paru, terdapat 4 ruang jantung yang sempurna. http://blog.uad.ac.id/miftahulnurfitriyah/2011/12/17/keanekaragaman-avertebrata-dan-vertebrata/

bekicot Hewan anggota kelas Gastropoda berjalan dengan perutnya kepala jelas terlihat, mempunyai satu atau dua tentakel. Memiliki cangkang yang tersusun atas zat kapur yang berfungsi melindungi tubuhnya contohnya pada Burungo (Telescopium telescopium). Bentuk cangkang umumnya seperti kerucut dari tabung yang melingkar seperti konde (gelung, whorl). Puncak kerucut merupakan bagian yang tertua disebut apex. Sumbu kerucut disebut columella, gelung terbesar disebut body whorl dan gelung kecil-kecil di atasnya disebut spire diantara bibir dalam dan gelung terbesar terdapat umbilicus, yaitu ujung columella yang berupa celah sempit sampai lebar dan dalam. Pada hewan ini juga terdapat Aperture yaitu bukaan cangkang , tempat tersembunyinya kepala dan kaki. Cangkang gastropoda terdiri atas 4 lapisan. Lapisan paling luar disebut periostrakum yang berfungsi untuk melindungi lapisan bawahnya terdiri dari kalsium karbonat terhadap erosi (Aslan dkk., 2010). Tubuh mollusca terdiri dari tiga bagian utama Kaki merupakan penjulur bagian ventral tubuhnya yang berotot. Kaki berfungsi untuk bergerak merayap atau menggali.Pada beberapa molluska kakinya ada yang termodifikasi menjadi tentakel yang berfungsi untuk menangkap

mangsa. Massa viseral adalah bagian tubuh mollusca yang lunak. Massa viseral merupakan kumpulansebagaian besar organ tubuh seperti pencernaan, ekskresi, dan reproduksi. Mantel membentuk rongga mantel yang berisi cairan. Cairan tersebut merupakan lubang insang, lubang ekskresi, dan anus. Selain itu, mantel dapat mensekresikan bahan penyusun cangkang pada mollusca bercangkang. Sistem saraf mollusca terdiri dari cincin saraf yang nengelilingi esofagus dengan serabut saraf yang melebar. Sistem pencernaan mollusca lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Ada pula yang memiliki rahang dan lidah pada mollusca tertentu.Lidah bergigi yang melengkung kebelakang disebut radula. Radula berfungsi untuk melumat makanan.Mollusca yang hidup di air bernapas dengan insang. Sedangkan yang hidup di darat tidak memiliki insang. Pertukaran udara mollusca dilakukan di rongga mantel berpembuluh darah yang berfungsi sebagai paru-paru. Organ ekskresinya berupa seoasang nefridia yang berperan sebagai ginjal. Bekicot bergerak dengan kaki perutnya, kaki perut tersebut terdiri atas otot
yang kuat untuk merapat. Permukaan cawan yang dilalui oleh bekicot berbekas meninggalkan lendir (mucus) yang berfungsi untuk memperlancar pergerakkan, melindungi tubuhnya dan untuk menghindari dehidrasi bagi bekicot serta menjaga agar kaki tidak kering dan untuk menahan kaki yang relaksasi sementara bagian kaki yang berkontraksi dapat bergerak ke depan. Tentakel yang berada di atas ukurannya lebih panjang dari pada tentakel yang ada di bawahnya dan pada ujung tentakel yang panjang itu terdapat matanya yang berfungsi sebagai reseptor terhadap cahaya sedangkan tentakel yang berda di bawah adalah antena.

Katak Morfologi KatakStruktur


dan Fungsi

Pada kepala terdapat :rims oris yang lebar untuk masuknya makanan, nares externs mempunyai peranan dalam pernafasan, sepasang arganon visus (mata) yang bulat. Di belakang mata terdapat membrane tympani untuk menerima getaran suara. Pada akhir tubuh terdapat anus yang berfungsi sebagai pintu pelepas faeces, urine dan sel kelamin.

Extremitas muka yang berupa kaki atau tangan berukuran pendek, terdiri atas : brachium (lengan atas) yang berupa humerus, antibracium (lengan bawah) yang berupa radioulna, carpus (pergelangan tangan), menus (telapak tangan) yang terdiri atas metacarpus dan phalangus (jari jari); pada telapak tangan terdapat palm, di bawah jari pada hewan jantan terdapat penebalan terutama pada musim kawin. Extremitas belakang yang berupa kaki belakang terdiri atas femur (paha), crus (bagian kaki bawah) yang terdiri atas tibia dan fibula, tarsus (pergelangan kaki), pes (telapak kaki) yang terdiri atas meta tarsus dan phalangus (jari jari).

Katak adalah bilateral simetris. Alat pencernaan yang tampak dari luar yaitu cavum oris, dibatasi oleh maxillae (rahang atas) atap pada sebelah atas, sedang di sebelah bawah di batasi oleh mandibula (rahang bawah) dan oshyoid. Kemudian dilanjutkan oleh pharynx, oesophagus, ventricullus dan intestinum yang terletak di dalam rongga tubuh. Lingula (lidah) yang pipih berpangkal pada dasar di sebelah anterior mulut. Pada permukaannya terdapat kuncup perasa dan papil, dilapisi oleh lendir, dapat dijulurkan dari belakang ke muka untuk menangkap mangsa. Lingula disokong oleh oshyoid (yang berupa tulang rawan) yang memungkinkan lidah tegar tapi lemas. Pada maxillae sebelah luar terdapat denta maxillaris (gigi maxillaris), sedang pada atap cavum oris terdapt denta vomerin terdapat dua lubang nares interns yang berhubungan dengan narens externs. Glottis terletak pada medium ventral pharynx sebelah belakang lingula, merupakan pintu menuju ke pulmo (paru paru). Di belakang mata di dekat sudut mulut terdapat ostium pharyngeum dari tuba auditiva eustachii yang menghubungkan cavum oris dengan ruang telinga dalam.