Anda di halaman 1dari 29

Presented By: Lely Mardiyanti (120341421998) Rifalatul Isnaini (120341400031)

Piramida Ekologi
Jumlah

Piramida

Biomassa

Energi

Piramida Ekologi
Penentuan piramida jumlah didasarkan Karakteristik pada jumlah organisme yang terdapat pada satuan luas tertentu atau kepadatan populasi antar trofiknya dan mengelompokan sesuai dengan tingkat Kelebihan trofiknya Organisme di tingkat trofik pertama biasanya paling melimpah, sedangkan Kekurangan organisme di tingkat trofik kedua, ketiga, dan selanjutnya makin berkurang. Piramida jumlah umumnya berbentuk Ilustrasi menyempit ke atas. Piramida Jumlah Piramida Biomassa Piramida Energi

Piramida Ekologi
Karakteristik Kelebihannya adalah data pembuatan piramida jumlah individu relatif mudah dikumpulkan. Penyusunan piramida jumlah menjadi lebih cepat selesai.

Kelebihan

Kekurangan

Ilustrasi Piramida Jumlah Piramida Biomassa Piramida Energi

Piramida Ekologi
Piramida tipe ini disusun berdasarkan jumlah Karakteristik organismenya tanpa memperhatikan ukuran tubuhnya. Pada area tertentu terutama di wilayah teresterial (darat) seringkali bentuk piramida tipe ini menjadi aneh. Kelebihan Contoh kasus, jumlah produsen pada suatu area tercatat hanya 2 buah pohon besar. Jumlah pohon tersebut memang sedikit tetapi Kekurangan peran pohon sebagai produsen memenuhi kebutuhaan rantai makanan di lokasi tersebut. Jumlah pohon yang lebih sedikit dari konsumen membuat bagian dasar piramida Ilustrasi mengecil.
Piramida Jumlah Piramida Biomassa Piramida Energi

Piramida Ekologi
Karakteristik

Kelebihan

Kekurangan

Ilustrasi Piramida Jumlah Piramida Biomassa Piramida Energi

Piramida Ekologi
Karakteristik Biomassa adalah ukuran berat materi hidup di waktu tertentu. Untuk mengukur biomassa di tiap tingkat trofik maka rata-rata berat organisme di tiap tingkat harus diukur kemudian barulah jumlah organisme di tiap tingkat diperkirakan. Piramida biomassa berfungsi menggambarkan perpaduan massa seluruh organisme di habitat tertentu. Piramida Biomassa Piramida Energi

Kelebihan

Kekurangan

Ilustrasi

Piramida Jumlah

Piramida Ekologi
Karakteristik Kelebihan diagram ini adalah mampu menunjukkan hubungan kuantitatif biomassa dalam suatu ekosistem yang lebih baik dari piramida jumlah individu Dengan pengukuran seperti ini akan didapat informasi yang lebih akurat tentang apa yang terjadi pada ekosistem. Unit satuan untuk piramida biomassa bisa kg/m2 atau kal/ m2 Piramida Biomassa Piramida Energi

Kelebihan

Kekurangan

Ilustrasi

Piramida Jumlah

Piramida Ekologi
Karakteristik Piramida tipe ini disusun dengan memperhatikan ukuran tubuh organisme. Pada area akuatis (perairan) bentuk piramida biomassa menjadi terbalik. Produsen di area akuatis didominasi oleh Kelebihan kelompok alga dan fitoplankton. Jumlah produsen ekosistem akuatis memang berlimpah tetapi total biomassanya tidak mampu melebihi total Kekurangan biomassa konsumen I yang terdiri dari kelompok ikanikan kecil dan udang-udangan. Biomassa konsumen II yang terdiri dai ikan-ikan besar juga melebihi konsumen I. Kondisi ini bila digambarkan Ilustrasi akan membentuk piramida yang terbalik. Piramida Jumlah Piramida Biomassa Piramida Energi

Piramida Ekologi
Karakteristik

Kelebihan

Kekurangan

Ilustrasi Piramida Jumlah Piramida Biomassa Piramida Energi

Piramida Ekologi
Piramida energi adalah piramida ekologi yang Karakteristik disusun dalam satuan kalori untuk menggambarkan distribusi energi pada setiap tingkatan trofik dalam rantai makanan. Kelebihan Piramida energi menggunakan faktor waktu untuk menggambarkan banyaknya organisme yang dihasilkan dalam satuan waktu tertentu. Total energi yang dikandung oleh produsen Kekurangan lebih besar dari konsumen. Pada piramida energi penurunan sejumlah energi tiap-tiap tingkatan trofik juga dicatat. Piramida energi tidak pernah ditemukan dalam Ilustrasi keadaan terbalik.
Piramida Jumlah Piramida Biomassa Piramida Energi

Piramida Ekologi
Karakteristik

Kelebihan

Kekurangan

Ilustrasi

Penurunan jumlah energi secara bertahap dari trofik terendah ke trofik di atasnya disebabkan oleh hal-hal berikut. 1) Hanya sejumlah makanan tertentu yang dapat dimakan oleh organisme trofik di atasnya. 2) Beberapa bahan makanan yang sulit dicerna dibuang dalam keadaan masih mengandung energi kimia. 3) Hanya sebagian energi kimia dalam bahan makanan yang dapat disimpan dalam sel dan sebagian lainnya untuk melakukan aktivitas hidup.
Piramida Biomassa Piramida Energi

Piramida Jumlah

Piramida Ekologi
Karakteristik Piramida energi adalah piramida ekologi yang paling ideal diantara jenis piramida ekologi yang lain. Piramida tipe ini mampu memberi gambaran menyeluruh mengenai sifat-sifat fungsional komunitas yang terjadi pada komponen biotik suatu ekosistem. Piramida energi juga menunjukkan kecepatan arus makanan melalui rantai makanan. Bentuk piramida energi tidak dipengaruhi oleh ukuran suatu organisme dan kecepatan metabolisme individu. Piramida Biomassa Piramida Energi

Kelebihan

Kekurangan

Ilustrasi

Piramida Jumlah

Piramida Ekologi
Karakteristik

Kelebihan

Tiap organisme yang ditetapkan hanya diperuntukkan untuk satu tingkat trofik. Padahal untuk beberapa organisme, tingkat trofik dapat bervariasi sesuai dengan apa yang dimakannya.

Kekurangan

Ilustrasi Piramida Jumlah Piramida Biomassa Piramida Energi

Piramida Ekologi
Karakteristik

Kelebihan

Kekurangan

Ilustrasi Piramida Jumlah Piramida Biomassa Piramida Energi

Produktivitas

Primer Produktivitas Sekunder

Oleh Produsen Oleh Konsumen

Produktivitas
Produktivitas Primer

Produktivitas Sekunder

Produktivitas primer adalah kecepatan tumbuhan mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk bahan organik yang dapat digunakan sebagai bahan pangan.

Produktivitas
Produktivitas Primer Kotor
Produktivitas primer kotor adalah kecepatan total fotosintesis atau total jumlah energi terlambat oleh fotosintesis unit area per unit waktu disebut juga produktivitas primer kasar (GPP).

Produktivitas Sekunder

Bersih
Produktivitas primer bersih (NPP) adalah kecepatan penyimpanan bahan organik dalam jaringan tumbuhan sebagai kelebihan bahan organik yang sebagian telah dipakai untuk respirasi tumbuhan selama proses pertumbuhan.

Produktivitas
Produktivitas Primer

Produktivitas Sekunder

Produktivitas
Produktivitas Primer
Eksploitasi

Produktivitas Sekunder

Kemampuan tumbuhan untuk memegat cahaya.

Efisiensi

Asimilasi

Kemampuan tumbuhan untuk merubah radiasi yang terserap ke dalam fotosintetat dan di pengaruhi oleh resintensi hasil asimilasi,CO2 , ketersediaan air dan lain-lain. Kapasitas ukuran bersih untuk mengubah fotosintat ke dalam pertumbuhan dan reproduktif biomassa dan tidak dipakai untuk proses respirasi.

Produksi

Produktivitas
Produktivitas Primer

Produktivitas Sekunder

Produktivitas primer ekosistem alami : 1. Relatif tidak produktif, termasuk di dalamnya: lautan terbuka dan padang pasir. Produktivitasnya lebih rendah dari 0,1 gram/m/hari. 2. Produktivitas medium, meliputi: padang rumput semi kering, pantai laut, danau dangkal, dan hutan di tanah kering. Harga produktivitasnya berkisar antara 1-10 gram/m/hari. 3. Sangat produktif, meliputi: estuaria, sistem koral, hutan lembab, paparan aluvial, dan daerah pertanian yang intensif. Produktivitasnya antara 1020 gram/m/hari.

Produktivitas
Produktivitas Primer

Produktivitas Sekunder

Produktivitas
Produktivitas Primer

Produktivitas Sekunder

Produktivitas sekunder adalah kecepatan organisme heterotrof atau konsumen mengubah energi kimia menjadi simpanan energi kimia baru.

Produktivitas
1. Metode panen / penuaian Cara ini di tentukan berdasarkan berat pertumbuhan dari tumbuhan. Dapat dinyatakan secara langsung berat keringnya atau kalori yang terkandung, tetapi keduanya dalam luas dan priode waktu tertentu. 2. Mengukur oksigen Metode di gunakan untuk menentukan produktivitas pada vegetasi perairan metode ini menggunakan teknik botol terang dan gelap. 3. Metode karbondioksida Metode ini dilakukan dengan memanfaatkan gas selama fotosintesis atau pembebasannya selama respirasi
Metode Pengukuran Faktor Pengaruh Proses

Produktivitas
4. Metode klorofil Hubungan antara klorofil total terhadap laju fotosintesis di kenal sebagai rasio asimilasi atau laju produksi per gram klorofil jadi, rasio asimilasi merupakan perbandingan antara bobot O2 yang di hasilkan per jam(gram/jam) di bagi dengan bobot klorofil (g). 5. Metode radioaktif Materi aktif yang dapat di identifikasi radiasinya di masukkan dalam sistem. Misalnya karbon aktif (C14) dapat di introduksi melalui suplai karbondioksida yang nantinya di asimilasikan oleh tumbuhan dan di pantau untuk mendapatkan perkiraan produktivitas. Metode Pengukuran Faktor Pengaruh Proses

Produktivitas
Faktor internal : Struktur dan komposisi komunitas, jenis dan usia tumbuhan, serta peneduhan. Faktor eksternal : Cahaya, karbohidrat, air, nutrisi, suhu, dan tanah, serta herbivora.

Metode Pengukuran

Faktor Pengaruh

Proses

Produktivitas

Proses Respirasi Proses Fotosintesis

Metode Pengukuran

Faktor Pengaruh

Proses

Produktivitas

Metode Pengukuran

Faktor Pengaruh

Proses

~Fin~