Anda di halaman 1dari 4

TUGAS PENGANTAR ILMU POLITIK

1.

What purpose should the state serve? Plato on Republic ? Menurut Plato, kehidupan yang baik akan tercapai apabila masyarakat ditata

menurut cita-cita keadilan. Yaitu masyarakat yang disatukan dalam tatanan yang harmonis, di mana masing-masing anggota memperoleh kedudukan sesuai dengan kodrat dan tingkat pendidikan mereka. Atas ide tersebut, menurut Plato negara yang ideal terdiri atas tiga kelas yang berbeda, yaitu: 1. Pekerja (para penjamin makanan) Kelas ini bekerja agar kebutuhan manusia dapat tersedia. Kelas ini terdiri dari para petani, pedagang, buruh, tukang, pengemudi kereta, dan pelaut. 2. Penjaga Kelas ini adalah mereka yang mengabadikan dirinya pada kepentingan umum. Mereka tidak mempunyai hak milik pribadi. 3. Filosof Filosof ini adalah mereka yang menerima pendidikan dan mendalami filsafat. Pemimpin dari suatu Negara haruslah orang yang paling mendalami filsafat atau The King Of Philosoper yang sanggup untuk melihat ide-ide yang rasional dan memahami nilai-nilai atau ide-ide mengenai kebaikan. Hobbes on Leviathan? Menurut Thomas Hobbes, pada awalnya suatu negara dalam keadaan kacau (homo homini lupus, bellum omnium contra omnes) yang menimbulkan rasa takut. Untuk itu, manusia menyadari bahwa untuk menghilangkan kekacauan tersebut masyarakat berjanji untuk membentuk suatu wadah atau negara yang kepemimpinannya diserahkan kepada seorang raja yang memiliki kekuasaan mutlak (absolute). Leviathan, negara haruslah berkuasa mutlak dan ditakuti oleh

semua rakyatnya, karena hanya dengan cara inilah manusia-manusia dapat mengalami ketertiban dan kebahagiaan. Di dalam pandangannya tentang manusia, Hobbes berpendapat bahwa seluruh perilaku manusia ditentukan oleh kebutuhan mempertahankan diri atau takut akan kehilangan nyawa. Dengan mengetahui hal tersebut, Hobbes merasa mampu menjawab pertanyaan bagaimana manusia harus bersikap baik, yaitu kuasailah rasa takut mati mereka. Bila manusia diancam dan dibuat takut, ia akan dapat mengendalikan emosi dan nafsunya sehingga kehidupan sosial dapat terjamin. Karena itu, negara haruslah menekan rasa takut mati dari warga negaranya, supaya setiap orang berbuat baik. Untuk itu, manusia-manusia mengadakan sebuah perjanjian bersama (social contract) untuk mendirikan

negara, yang mengharuskan mereka untuk hidup dalam perdamaian dan ketertiban.

2. Should States promote equality? Aristotle? Ya. Menurut aristoteles, persamaan yang baik adalah ketika memiliki kesamaan kepentingan. Oleh karena itu, aristoteles mengklasifikasikan Negara dalam 6 bentuk, yaitu monarki, aristokrasi, polity, tiranny, oligarchy, dan demokrasi. Thomas Jefferson? Menurut Jefferson, setiap orang diciptakan sama dan mempercayai bahwa setiap orang memiliki hak-hak tertentu. Jefferson sangat mendukung adanya demokrasi. Bagi Jefferson, pemerintahan yang tepat adalah pemerintah yang tidak hanya melarang individu-individu dalam masyarakat dari pelanggaran terhadap kebebasan individu lainnya, tetapi juga menahan diri dari kebebasan individu itu sendiri. Nietzsche on slave morality and Master morality? Konsep kesetaraan terbagi atas tipe moralitas yaitu slave morality di mana moral dianggap sesuatu yang lemah dan untuk melayani kepentingan yang lemah

dan tidak kuat. Kemudian konsep kesetaraan yaitu master morality yang kontras dengan slave morality. Master morality lebih mementingkan pada kepentingan yang kuat dan mendominasi. Menurut Nietzsche, slave morality menyalahkan apa yang di sebut baik oleh master morality dan sebaliknya master morality menyebut buruk apa yang disebut benar oleh slave morality

3. Should States be Organized to Maximize their Own power or organized to restrain this power? Niccolo Machiavelli on The Prince as Gift to Lorenzo de Medici? Dalam buku The Prince, Machiavelli merekomendasikan bahwa negara akan efektif jika memaksimalkan kekuasaannya jika telah terorganisir. Jika diperlukan, negara harus menggunakan budaya dan tradisi serta tradisi yang dahulu untuk membenarkan penggunaan kekuasaan tersebut. Madison on separation of power and A system of checks and balances? Menurut Madison, negara harus sengaja membatasi atau membagi kekuasaannya dalam lembaga pemisahan kekuasaan dan system check and balances. Madison mengatakan bahwa legislative, eksekutif, dan yudikatif merupakan bagian dari pemerintahan yang menjalankan kekuasaan yang berbeda.inilah yang disebut dengan separation of power atau pemisahan kekuasaan. Lalu, Madison menambahkan bahwa lembaga pemisahan kekuasaan ini harus diiringi dengan system check and balances.setiap satu lembaga pemerintah seperti legislative harus mampu mengawasi aktifitas dari lembaga pemerintah lain. Sehingga kekuasaan terbatasi karenanya.

4. Should states try to help us be ethical? Jhon S Mill on Liberty Menurut Mill, setiap warga negara bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri, pikiran dan perasaan mereka, dan selera mereka sendiri, sementara masyarakat hanya peduli dengan kepentingan social. Secara khusus, negara

dibenarkan membatasi atau mengontrol perilaku individu ketika itu adalah satu-

satunya cara untuk mencegah individu tersebut merugikan orang lain dengan melanggar hak-hak mereka. Dengan demikian, Mill mencoba untuk

mempromosikan perilaku yang baik atau untuk mencegah orang dari merugikan diri mereka.