Anda di halaman 1dari 37

JARINGAN EPITEL DAN IKAT (JARINGAN

HEWAN)

KELOMPOK 8 A K
A D
C IB
1. Ainun Suciati 1 A 1
2. Arbiarso Wijatmoko
N
A XI IP
SM
3. Gita Setiawan
4. Pilar Patria
JARINGAN HEWAN

Jaringan Epitel Jaringan Ikat Jaringan Otot Jaringan Saraf


JARINGAN HEWAN

Jaringan Epitel Jaringan Ikat Jaringan Otot Jaringan Saraf


JARINGAN EPITEL
A. Definisi
Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi permukaan tubuh dan membatasi rongga
tubuh seperti Epitelium, Mesotelium, dan Endotelium. Ada 3 jenis jaringan epitel berdasarkan
strukturnya, yaitu :

1. Epitel pipih
2. Epitel batang (silindris)
3. Epitel kubus
4. Epitel transisi dan Epitel Kelenjar (berdasarkan lapisan penyusunnya)

B. Ciri-ciri
• Jaringan epitel terdiri dari sel-sel yang memadat dan saling terikat erat
• Terdapat mikrovili pada permukaan apikal
• Permukaan basal jaringan epitel berikatan dengan jaringan ikat
• Jaringan epitel dan jaringan ikat, dihubungkan oleh membran dasar, yaitu lamina basalis dan
lamina retikularis

C. Fungsi
Melindungi jaringan dibawahnya dari kerusakan dan mengangkut zat-zat antar jaringan atau
rongga yang dipisahkannya. Pada saluran pencernaan jaringan epitel mengeluarkan berbagai
macam enzim.
A. Epitel pipih selapis
Jaringan epitel pipih selapis disusun oleh selapis sel yang berbentuk pipih. Sel-sel nya
tersusun sangat rapat. Biasanya terdapat pada jaringan epitelium pembuluh limfe, pembuluh
darah kapiler, selaput pembungkus jantung, paru-paru, alveoli, dan selaput perut. Jaringan
ini berfungsi dalam proses difusi, osmosis, filtrasi, dan sekresi.

B. Epitel pipih berlapis banyak


Jaringan epitel pipih berlapis banyak disusun oleh lebih dari satu sel yang pipih. Sel-sel
pada jaringan epitel pipih berlapis banyak tersusun sangat rapat. Fungsinya adalah sebagai
pelindung. Biasanya terdapat pada jaringan epitelium rongga mulut, rongga hidung,
esofagus, telapak kaki, dan vagina.
A. Epitel silindris selapis
Jaringan epitel silindris selapis disusun oleh selapis sel yang berbentuk silindris.
Biasanya terdapat pada epitelium kelenjar pencernaan, jonjot usus, kantung empedu,
lambung (ventrikulus), dan usus (intestinum). Jaringan ini berfungsi untuk penyerapan nutrisi
dan sekresi.

B. Epitel silindris berlapis banyak


Jaringan epitel silindris berlapis banyak disusun oleh lebih dari satu lapis sel berbentuk
silindris. Biasanya terdapat pada jaringan epitelium laring, faring trakea, dan kelenjar ludah.
Jaringan ini berfungsi dalam sekresi dan sebagai pelindung.
Gbr. Epitel silindris banyak lapis
bersilia .
(tampak silia di tengah-tengah,
diambil dari eaofagus janin).
A. Epitel Kubus Selapis
Epitel yang disusun oleh selapis sel yang berbentuk kubus. Jaringan ini terdapat pada
epitelium permukaan ovarium, lensa mata, dan nefron ginjal. Jaringan epitel kubus selapis
berfungsi dalam sekresi dan sebagai pelindung.
B. Epitel Kubus Berlapis Banyak
epitel yang disusun oleh lebih dari satu lapis sel yang berbentuk kubus. Jaringan ini
terdapat pada epitelium folikel ovarium, permukaan ovarium, testis, saluran kelenjar minyak,
dan kelenjar keringat pada kulit. Jaringan ini berfungsi dalam sekresi dan absorpsi, serta
melindungi dari gesekan dan pengelupasan.
Gbr.     1. Epitel kubus selapis
       2. Epitel pipih selapis
3. Jaringan ikat

(diambil dari lapisan allantois dan amnion embrio


babi).
A. Epitel Transisi
Jaringan epitel ini disusun oleh berlapis-lapis sel. Jaringan ini tidak dapat
dikelompokan berdasarkan bentuknya karena bentuk jaringan epitel ini dapat
berubah dan permukaan lapisannya dapat mengembung. Jaringan ini terdapat pada
epitelium ureter, uretra, saluran pernapasan, dan kantung kemih.
B. Epitel Kelenjar
Jaringan ini merupakan jarinngan epitel khusus yang berperan dalam sekresi
senyawa untuk membantu proses fisiologis. Kelenjar dapat dikelompokkan menjadi
dua kelompok, yaitu kelenjar endokrin dan kelenjar eksokrin
Gbr 3. Epitel transisional dari kandung kemih anjing.

A : kandung kemih kosong

B : kandung kemih
berisi urine
JARINGAN IKAT
A. Definisi
Jaringan ikat merupakan jaringan yang paling banyak terdapat di dalam tubuh. Jaringan ini
berkembang dari mesenkim yang berasal dari mesoderm (lapisan tengah embrio).

B. Fungsi Jaringan Ikat


 Menyokong dan memperkuat jaringan lain.
 Melindungi organ-organ tubuh.
 Menyimpan energi ( jaringan lemak ).
 Membentuk stuktur tubuh (tulang).
 Menyusun sistem sirkulasi (darah).
Jaringan ikat terdiri dari matriks dan sel-sel penyusun jaringan ikat.

1. Matriks
Bahan dasar atau materi dasar tempat sesuatu melekat.
Ciri-ciri:
a. Terdiri dari serat-serat dan bahan dasar
b. Serat-serat pengikat pada matriks mengisi rongga dalam sel sehingga akan memberi bentuk
jaringan
c. Serat-seratnya sangat kuat dan berfungsi menompang jaringan
Matriks terdiri dari beberapa jenis serat:

1. Serat kolagen
Ciri-ciri:
a. Berwarna putih
b. Bersifat kuat
c. Kelenturan yang rendah
d. Mempunyai daya renggang yang tinggi
e. Tersusun dari protein kolagen
f. Terdapat pada tendon, tulang, dan kulit
2. Serat elastin
Ciri-ciri:
a. Berwarna Kuning
b. Mempunyai kelenturan yang tinggi
c. Tersusun dari monopolisakarida dan protein yang disebut elastin. Elastin dikelilingi oleh
glikoprotein yang biasa disebut Fibrillin.
d. Terdapat pada pembuluh darah, ligamen, dan selaput tulang rawan laring
3. Serat Retikuler
Ciri-ciri:
a. Mempunyai kelunturan yang rendah
b. Lebih tipis dari kolagen
c. Terdiri dari kolagen dan dilapisi glikoprotein
d. Berfungsi mengikat jaringan dengan jaringan lain
e. Terdapat pada hati, limpa, dan kelenjar limfe
Bahan dasar jaringan ini merupakan bahan yang homogen setengah cair. Bahan dasar ini terdiri
dari asam mukopolisakarida. Komponen asam ini adalah asam hialuronat, yaitu sutu zat yang
berfungsi sebagai pengikat air , pelumas dan perendam benturan. Cairan jaringan yang diikat
oleh asam hialuronat berfungsi sebagai media yang dilalui oleh bahan makanan dan zat-zat
buangan antar sel.
Sel-sel jaringan ikat terdiri dari beberapa jenis sel. Sel-sel ini terdapat pada matriks dan
bertanggung jawab terhadap serat-serat maupun bahan dasar. Beberapa contoh jaringan ikat ini
adalah:
1. Fibroplas merupakan sel jaringan ikat yang berbentuk serat dan berfungsi untuk
mensekresikan protein.
2. Sel lemak merupakan sel khusus yang menyimpan lemak.
3. Sel plasma ditemukan di bawah epitel basah. Sel-selnya memperoduksi antibodi yang khas
untuk antigen.
4. Mkarofag merupakan sel jaringan ikat yang bentuknya berubah-ubah. Berfungsi untuk
fagositosis.
5. Sel tiang berfungsi menghasilkan heparin dan histamin. Heparin adalah suatu antikoagulan
dari polisakarida.
Jaringan ikat terdiri dari beberapa jenis :

Jaringan ikat longgar


Jaringan ikat padat
Jaringan lemak(adiposa)
Jaringan tulang rawan
Jaringan tulang
Jaringan darah
Jaringan limfe (getah bening)
Macam-macam jaringan ikat atau penyokong:

1. Jaringan ikat longgar


Ciri-ciri:
a. Sebagian besar terdiri dari matriks yang mengandung serat-serat kalogen
retikuler dan elastin.
b. Terdiri dari beberapa sel, yaiitu: manofag, sel plasma, sel tiang dan sel lemak
c. Berfungsi menyokong organ tubuh dan jaringan lain
d. Terdapat di mesentrium (selaput perut tempat menautkan organ-organ dalam
rongga perut), di bawah epitel mukosa saluran pencernaan, pembukus
pembuluh darah, akson saraf, dan lapisan subkutan kulit.
Colagen
fibers

Nuclei of
fibroblast
2. Jaringan ikat padat
Ciri-ciri:
a. Susunan serat yang padat dan jumlah selnya berkurang
b. Didominasi oleh serat kalogen. Diantara serat kolagen terdapat sel fibroblas
c. Bersifat tidak elastis
d. Berfungsi menghubungkan organ tubuh yang satu dengan organ tubuh yang
lain.

Terbagi dua:
1) Jaringan ikat padat teratur, terdapat pada ligamen dan tendon
Tendon adalah jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang.
Ligamen adalah jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang.
2) Jaringat ikat padat tidak teratur yang terdapat pada pembungkus tulang dan lapisan
dermis pada kulit
4. Jaringan lemak(adiposa)
Ciri-ciri:
a. Tersusun dari sel-sel lemak yang tidak membentuk serat-serat interseluler
atau matriks, tetapi terspesialisasi untuk penimbunan lemak.
b. Jaringan lemak berasal dari sel-sel mesenkim
c. Berfungsi sebagai untuk melidungi organ-organ secara mekanis dari benturan
d. Berfungsi sebagai persediaan cadangan makanan
e. Dan befungsi sebagai alat pengatur panas
f. Terdapat di seluruh bagian tubuh, yaitu dibawah kulit disekitar persendian,
serta di organ dalam seperti ginjal dan jantung.
3. Jaringan tulang rawan
Ciri-ciri:
a. Mengandungn suatu kompleks protein/karbohidrat yang dikenal sebagai
kondromukoid.
b. Sel tulang rawan disebut kondosit, berfungsi untuk mensistesis matriks.
c. Tulang rawan pada anak-anak berkembang dari sel-sel mesenkim
d. Pada orang dewasa jaringan tulang rawan berasal dari selaput tulang rawan
(perikondrium).
Jaringan ini terbagi menjadi:
e. Tulang rawan hialin
f. Tulang rawan ealastis
g. Tulang rawan fibroblas
5. Jaringan tulang
Ciri-ciri:
a. Disusun oleh sel-sel tulang yang disebut osteosit. Osteosit dibentuk dari
osteoblas. Osteosis terbentuk di dalam lapisan konsentris yang disebut
lamela. Lamela mengelilingi lubang kapiler yang disebut saluran Havers.
b. Tulang merupakan organ yang kuat
c. Berfungsi sebagai penyokong tubuh, tempat melekat otot, dan melindungi
organ-organ lunak.
6. Jaringan darah
Ciri-ciri:
a. Dibentuk dari sel-sel bebas dan suatu matriks cair (plasma)
b. Berfungsi untuk membawa sari-sari makanan, hormon, oksigen, dan sisa-sisa
hasil metabolisme, serta mencegah infeksi.
Jaringan darah terdiri dari:
1. Eritrosit (sel-sel darah merah)
2. Leukosit (sel-sel darah putih)
3. Trombosit (keping darah)
4. Plasma
7. Jaringan limfe (getah bening)
Ciri-ciri:
a. Terdiri dari sel-sel dan serat-serat retikuler yang menjadi rangka untuk
menunjang timbunan limfosit dan makrogaf
b. Terdapat pada organ-organ seperti timus, kelenjar limfe, tonsil, dan limfa.
TERIMA KASIH……..

Anda mungkin juga menyukai