Anda di halaman 1dari 13

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Dasar Kebiasaan Cuci tangan 1. Pengertian kebiasaan Kebiasaan adalah sesuatu yang sering di lakukan, kebiasaan menjadikan hidup kita lebih mandiri. Kebiasaan baik akan mengantarkan pemiliknya pada kebaikan, kebaikan akan menjadikan seseorang menjadi kuat dalam menikmati kehidupan ini, karena hidupnya selalu diselimuti dengan kebaikan. Makanya, ada orang yang menyatakan kalau kebiasaan yang baik itu adalah kekuatan yang patut disyukuri oleh siapapun. (Arda Dinata,2011) 2. Konsep Cuci angan Cuci tangan adalah proses membuang kotoran dan debu secara mekanis dari kulit kedua belah tangan dengan memakai sabun dan air, Cuci tangan dengan sabun biasa dan air sama e!ekti! dengan cuci tangan menggunakan sabun anti mikrobial "Pereira et al. dalam #ar$ono,2%%&'. ujuan Mencuci tangan adalah menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis dari permukaan kulit dan mengurangi jumlah mikroorganisme sementara. a. (enis ) jenis cuci tangan "*o$bury, 2%%1' mengkategorikan cuci tangan sebagai berikut + 1' Cuci angan biasa ,aitu membersihkan tangan "semua permukaan tangan dan jari ' dan menghilangkan mikroorganisme sementara "trainsein' dengan menggunakan air

dan sabun biasa. Cuci tangan ini biasa di lakukan oleh masyarakat umum sebelum dan sesudah melakukan berbagai akti/itas seperti makan,0A010AK. Dan lain ) lain. 2' Cuci angan Aseptik ,aitu menghilangkan atau membunuh mikroorganisme transien dengan menggunakan air dan sabun antimikroba "missal nya+ chlorhe2idine, yodium dan iodophorse, chloro2ylenol, triclosan'. Cuci tangan ini di lakukan sebelum dan setelah kontak dengan darah dan cairan tubuh. 3' Cuci angan #teril ,aitu membunuh mikrorganisme trensien dengan menggunkan air, sabun aseptic, dan scrub atau alkohol. Cuci tangan ini dilakukan sebelum dan sesudah melakukan tindakan in/asi/e atau prosedur bedah. b. 4aktor yang mempengaruhi cuci tangan Menurut " ar$oto dan 5artonah 2%%&' perilaku cuci tangan di pengaruhi oleh+ 1'. Citra diri 6ambaran indi/idu terhadap diri sendiri sangat mempengaruhi kebersihan diri indi/idu tersebut. Misal karena ada perubahan !isik sehingga indi/idu tidak peduli terhadap kesehatan. 2'. Praktik sosial Pada anak yang selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka akan terjadi perubahan pola cuci tangan.

3'. #tatus sosial ekonomi Mencuci tangan memerlukan alat dan bahan seperti sabun, lap tangan atau tisu kering dan semua itu memerlukan uang untuk menyediakan alat dan bahan tersebut. &'. Pengetahuan Pengetahuan cuci tangan sangat penting, karena pengathuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. 8'. Kebiasaan #eseorang Kebiasaan untuk tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan akti!itas dari masa kecil akan terba$a sampai de$asa. c. 5aktu penting cuci tangan Ada 8 5aktu penting untuk melakukan cuci tangan "9ein,2%1%' yaitu+ 1. #ebelum makan. 2. #esudah buang air besar atau buang air kecil 3. #ebelum memegang bayi. &. #esudah memebrsihkan kotoran bayi1anak "saat bayi1anak buang air besar atau buang air kecil' 8. #ebelum menyiapkan makanan. -. #etelah bersin, batuk, membuang ingus, pulang dari bepergian, memegang .. uang, memegang binatang, berkebun. 0agi petugas kesehatan, $aktu penting untuk melakukan cuci tangan adalah sebagai berikut " ietjen et al. Dalam #ar$ono,2%%&'

a' Cuci tangan baik di lakukan sebelum + "1' Memeriksa "Kontak langsung' dengan pasien. "2' Memakai sarung tangan bedah steril atau DD sebelum pembedahan atau

sarung tangan pemeriksaan untuk tindakan rutin, seperti pemeriksaan panggul. b' Cuci tangan baik di lakukan setelah+ "1' #ituasi tertentu di mana kedua tangan dapat terkontaminasi, seperti+ "a' Memegang instrument yang kotor dan alat lain. "b' Menyentuh selaput lender, darah, atau duh tubuh lain " sekresi atau ekskresi'. "c' Kontak yang lama dan intensi! dengan pasien. c' d. Melepas sarung tangan ata Cara Cuci tangan

1' ata Cara Cuci angan 0iasa "Atikah Pro/era$ati,2%12' + a' Cuci tangan dengan air yg mengalir dan gunakan sabun. idak perlu harus

sabun khusus antibakteri, namun lebih disarankan sabun yg berbentuk cair. b' 6osokan sabun ke dua tangan selama minimal 18 detik. c' 0ersihkan bagian pergelangan tangan, punggung tangan, sela;sela jari, dan kuku. d' 0asuh tangan sampai bersih dengan air mengalir. e' Keringkan dengan handuk bersih. !' 6unakan handuk sebagai penghalang ketika mematikan kran air.

1%

2' ata Cara Cuci angan Aseptik a' 0asuh tangan dengan air. b' uangkan atau gosokan sabun cair. c' <atakan dengan kedua telapak tangan. d' 6osok pungung dan sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan bergantian dengan tangan kanan. e' (ari sisi dalam dari kedua tangan saling mengkunci !' 6osok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan di telapak tangan kiri dan lakukan bergantian. g' 6osokan dengan memutar ujung jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan lakukan bergantian. h' 6osok pergelangan tangan kiri dengan mengunakan tangan kanan dan lakukan bergantian. i' 0ilas kedua tangan dengan air mengalir "kran'. j' utup aliran air atau kran dengan siku.

k' Keringkan tangan dengan handuk kering atau tisu sekali pakai sampai kering 3' ata Cara Cuci angan #teril. a' 0asahi tangan secara menyeluruh dengan menggunakan air hangat termasuk telapak tangan, punggung tangan dengan lengan sampai dengan siku. b' 0asahi tangan tangan menyeluruh dengan menggunakan air hangat termasuk telapak tangan , punggung tangan dan lengan sampai dengan siku. c' 0ersihkan kotoran dari ba$ah kuku dengan menggunakan sikat bersih di ba$ah air mengalir.

11

d' 6osok tangan termasuk telapak tangan, antara jari punggung tangan, jempol dan pergelangan tangan. e' 6osok dengan #crub setiap area pergelangan tangan termasuk lengan ba$ah daerah satu persatu di pergelangan tangan ke arah siku !' 0ilas sabun di mulai dari siku. g' Matikan kran dengan siku, kaki, atu elektronik control. h' Keringkan tangan dengan handuk steril. 3. Pengertian Kebiasaan cuci tangan Kebiasaan cuci tangan adalah suatu perbuatan atau akti!itas yang secara terus menerus di lakukan. Kebiasaan cuci tangan merupakan pola pikir yang terjadi berulang ) ulang dan sering tanpa di sadari, yang menghasilkan sikap tertentu dan kebiasaan cuci tangan dapat di sebut juga pola pikir atau perbuatan yang berulang ; ulang secara konsisten. Kebiasaan cuci tangan menjadi !aktor yang menentukan apakah seseorang bisa e!ekti! menjaga kesehatan, dan untuk mendapatkan kesehatan yang lebih baik maka harus menjadi manusia yang baik dengan kebiasaan yang baik."Agus sis$oyo,2%11' Kebiasaan seseorang dalam melakukan cuci tangan "hand hygene' yang baik dan benar akan memba$a diri nya dan keluarga serta orang di sekitar nya ke dalam kehidupan yang lebih baik dalam menjaga kesehatan dan mencegah

terjadinya suatu penyakit salah satunya adalah thypoid. Kebiasaan cuci tangan yang baik dan benar jika di terapkan sejak kecil di dalam keluarga akan terba$a sampai indi/idu di dalam keluarga tersebut de$asa, dan dapat memberikan contoh yang lebih baik terhadap masyarakat di lingkungan sekitar

12

B. Konsep Dasar Thypoi 1. Pengertian thypoid " .=. <ampengan dan >.<. *aurent?, 2%%%' + hypoid adalah penyakit in!eksi akut dengan demam yang disebabkan oleh kuman salmonella typosa dan merupakan penyakit in!eksi akut pada usus halus dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran. Penularan penyakit ini hampir selalu terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi atau dari personal hygine yang kurang baik. 2. @tiologi typoid Penyebab demam typoid adalah bakteri #alamonella typhi. #almonela adalah bakteri 6ram negati!, tidak berkapsul, mempunyai !lagella, dan tidak membentuk spora. 0akteri ini akan mati pada pemanasan 8. derajat C selama beberapa menit. Kuman ini mempunyai tiga antigen yang penting untuk pemeriksaan laboratorium,yaitu+ a. Antigen A "somatik' b. Antigen = " !lagella' c. Antigen Bi " selaput ' Mikroorganisme dapat di temukan pada tinja dan urine setelah 1 minggu demam "hari ke 7 demam'. (ika penderita diobati dengan benar, maka kuman tidak akan ditemukan pada tinja dan urine pada minggu ke &. Akan tetapi, jika masih terdapat kuman pada minggu ke & melalui pemeriksaan kultur tinja, maka penderita dinyatakan sebagai carrier.

13

#eorang carrier biasanya berusia de$asa, sangat jarang terjadi pada anak ) anak. Kuman #almonela bersembunyi di dalam kandung empedu orang de$asa, jika carrier tersebut mongkonsumsi makanan berlemak, maka cairan empedu akan dikeluarkan ke dalam saluran pencernaan untuk mencerna lemak, bersama dengan mikroorganisme "kuman salmonella'. #etelah itu,cairan empedu dan mikroorganisme di buang melalui tinja yang berpotensi menjadi sumber penularan penyakit. 3. Penularan typoid Prinsip penularan penyakit ini adalah melalui !ekal ) oral. Kuman berasal dari tinja atau urine penderita atau bahkan carrier " pemba$a penyakit yang tidak sakit' yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui air dan makanan. Mekanisme makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri sangat ber/ariasi, penularan terjadi karena masyarakat mengkonsumsi kerang ) kerangan yang airnya tercemar kuman. Kontaminasi dapat juga terjadi pada sayuran mentah dan buah ; buahan yang pohonya di pupuk dengan kotoran manusia. Bektor berupa serangga " antara lain lalat' juga berperan dalam penularan penyakit. Kuman salmonella dapat berkembang biak untuk mencapi kadar in!ekti! dan bertahan lama dalam makanan yang sudah dingin dan di biarkan di tempat terbuka merupakan media mikroorganisme yang lebih di sukai. Pemakaian air minum yang tercemar kuman secara masal sering bertanggung ja$ab terhadap terjadinya kejadian luar biasa "K*0'. #elain penderita typoid, sumber penularan utama berasal dari carrier. Di daerah endemic, air yang tercemar merupakan penyebab utama penularan

1&

penyakit. Adapun di daerah non;endemik, makanan yang terkontaminasi oleh carrier di anggap paling bertanggung ja$ab terhadap penularan. &. anda dan 6ejala typoid ypoid mengakibatkan 3 kelainan pokok yaitu+ a. Demam berkepanjangan Demam berkepanjangan pada gejala thypoid yaitu demam lebih dari tujuh hari, demam ini bisa diikuti oleh gejala tidak khas lain nya, seperti anoreksia atau batuk. #ehingga merupakan gejala yang paling menonjol pada penyakit thypoid, tindakan yang dapat di berikan pada gejala ini yaitu pemberian kompres dingin dan meletakkanya khusus pada aksila atau lipatan paha selain di dahi, dan pada penderita thypoid di sarankan memakai pakaian yang tipis atau menyerap keringat, tujuan dari tindakan tersebut untuk mencegah terjadinya komplikasi pada gejala thypoid. b. 6angguan sistim pencernaan 6angguan saluran pencernaan yang sering terjadi adalah konstipasi dan obstipasi "sembelit', meskipun diare bisa juga terjadi. 6ejala lain pada saluran pencernaan adalah mual, muntah, atau perasaan tidak enak di perut, pada kondisi yang parah, sehingga tindakan kepera$atan yang dapat di berikan pada penderita thypoid dengan gangguan sisitim pencernaan adalah diet makanan atau biasanya makan sedikit ) sedikit tapi sering, minum air putih 2;3 liter perhari, dan minum obat anti mual dengan tujuan agar tidak sampai terjadi dehidrasi dan mencegah terjadinya komplikasi lain dari thypoid.

18

c. 6angguan Kesadaran. 6angguan kesadaran pada penderita thypoid yaitu berupa penurunan kesadaran ringan, apatis, somnolen, hingga koma. Komplikasi yang dapat terjadi adalah per!orasi usus, pendarahan usus, dan neuropsikiatri. #ehingga tindakan kepera$atan pada penderita thypoid dengan gangguan kesadaran adalah dengan pemberian obat dan kolaborasi dengan dokter. 8. Pengobatan typoid Pengobatan memakai prinsip trilogy penatalaksanaan demam typoid yaitu+ a. Pemberian antibotik erapi ini di maksudkan untuk membunuh kuman penyebab demam typoid. Abat yang sering di gunakan adalah + b. Kloram!enikol 1%% mg1kg berat badan 1hari1& kali selama 1& hari c. Amoksilin 1%%mg1kg berat badan1hari1& kali. d. Kotrimoksa?ol &7%mg,222 tablet selam 1& hari e. #e!alos!orin generasi >> dan >>> "cipro!ola2in 228%% mg selama - hari,o!lo2acin -%%mg1hari selama . hari, ce!ria2one &gram 1hari selama 3 hari. -. >stirahat dan pera$atan Cntuk mencegah terjadinya komplikasi, penderita sebaiknya beristirahat total di tempat tidur selama 1 minggu setelah bebas dari demam. Mobilisasi di lakukan secra bertahap, sesuai dengan keadaan penderita. Mekanisme penularan penyakit ini, kebersihan perorangan perlu di jaga karena ketidak berdayaan penderita untuk buang air besar dan kecil.

1-

..

erapi penunjang secara simtomatis dan suporti! serta diet Agar tidak memperberat kerja usus pada tahap a$al penderita di beri

makanan bubur saring, selanjut nya penderita dapat di beri makanan yang lebih padat dan akhirnya nasi biasa, sesuai dengan kemampuan dan kondisi nya. Pemberian kadar gi?i dan mineral perlu di pertimbangkan agar dapat menunjang kesenbuhan penderita. 7. Pencegahan typoid Kebersihan makanan dan minuman sangat penting dalam pencegahan dema typoid. Merebus air minum dan makanan sampai mendidih juga sangat membantu. #anitasi lingkungan, termasuk pembuangan sampah dan imunisasi, berguna untuk mencegah penyakit . #ecara lebih detail, strategi pencegahan demam typoid mencakup =al ) hal berikut + a. Penyediaan sumber air minum yang baik b. Penyediaan jamban yang sehat c. #osialisasi budaya cuci tangan d. #osialisasi budaya merebus air sampai mendidih sebelum di minum e. Pemberantasan lalat !. Penga$asan kepada para penjual makanan dan minuman g. #osialisasi pemberian A#> pada ibu yang menyusui h. >munisasi. >munisasi pencegahan typoid termasuk dalam program pengembangan imunisasi yang di anjurkan di >ndonesia. Akan tetapi, program ini masih belum diberikan secara gratis karena keterbatasan sumber daya pemerintah >ndonesia.

1.

Aleh sebab itu, orang tua harus membayar biaya imunisasi untuk anak nya. (enis !aksin yang tersedia adalah + 1' Baksin parenteral utuh 0erasal dari sel #. yphi utuh sudah mati. #etiap CC Baksin mengandung sekitar 1 milyar kuman. Dosis untuk anak usia 1;8 tahun adalah %,1 cc, anak usia -;12 tahun %,28 cc, dan de$asa %,8 cc, Dosis di berikan 2 kali dengan inter!al & minggu. Karena e!ek samping dan tingkat perlindungannya yang pendek, /aksin jenis ini sudah tidak beredar lagi. 2' Baksin oral y21a >ni adalah /aksin oral yang mengandung #. yphi strain y21ahidup /aksin diberikan pada usia minimal - tahun dengan dosis 1 kapsul setiap 2 hari selama 1 minggu. Menurut laporan, /aksin oral selama 8 tahun. 3' Baksin parenteral polisakarida Baksin ini berasal dari polisakarida Bi dari kuman #almonella. Baksin /aksin di berikan secara parenteral dengan dosis tunggal %,8 cc intramuscular pada usia mulai 2 tahun dengan dosis ulangan "boster' setiap 3 tahun. *ama perlindungan sekitar -%;.%D. (enis /aksin ini menjadi pilihan utama karena relati/e paling aman. >munisasi rutin dengan /aksin typoid pada orang yang kontak dengan penderita seperti anggota keluarga dan petugas yang menangani penderita typoid, di anggap kurang berman!aat tetapi mungkin berguna bagi mereka yang terpapar oleh carrier. Baksin oral typoid bisa juga memberi perlindungan parsial terhadap y21a bisa memberikan perlindungan

17

demam para typoid, karena sampai saat ini belum di temukan Baksin yang e!ekti! untuk demam paratyphoid.