Anda di halaman 1dari 35

Proses Manufaktur

Dasar Dasar Pengecoran


Logam
Laboratorium Sistem Manufaktur
Jurusan Teknik Industri ITS
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 2
Casting since about 4000 BC
Ancient Greece; bronze
statue casting circa 450BC
Iron works in early Europe,
e.g. cast iron cannons from
England circa 1543
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 3
Definisi
Pengecoran adalah proses penuangan logam
lebur ke dalam cetakan, kemudian mengeras
sesuai dengan bentuk rongga cetakan

Contoh produk:
blok mesin, pipa, roda kereta api, kerangka mesin,
perhiasan, mahkota gigi dll.

Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 4
CASTING
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 5
Kemampuan dan Keuntungan Pengecoran
Pengecoran dapat membentuk komponen dengan
geometri eksternal/internal yang komplek
Beberapa proses pengecoran dapat langsung
membentuk geometri akhir produk (net shape)
sehingga tidak memerlukan proses manufaktur
lainnya
Pengecoran dapat digunakan untuk membuat
komponen yang sangat besar (>100 ton)
Proses pengecoran dapat dilakukan menggunakan
berbagai jenis logam yang dapat dipanaskan
hingga lebur (liquid state)
Beberapa metoda pengecoran cocok untuk
produksi masal
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 6
Kekurangan
Sifat menyerap/merembes (porosity)
Keakuratan demensi geometrik dan
kerataan permukaan yang rendah
Bahaya/resiko keselamatan kerja saat
peleburan logam

Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 7
Proses Pengecoran (1)
Cetakan memiliki rongga sesuai dengan
dimensi/bentuk komponen yang ingin dibentuk
Dimensi rongga sedikit lebih besar untuk
mengkompensasi penyusutan saat logam
mengalami proses pendinginan dan pengerasan
Setiap logam memiliki karakteristik penyusutan
yang berbeda
Bahan cetakan: pasir (sand), gips (plaster),
keramik (ceramic) dan logam (metal)
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 8
Proses Pengecoran (2)
Tahapan pengecoran:
Logam dilebur pada temperatur tinggi hingga berubah menjadi
zat cair
Logam cair dituangkan kedalam cetakan
Logam cair dalam cetakan mengalami proses pendinginan.
Seiring dengan menurunnya tempratur, logam akan mengeras.
Selama proses pengerasan terjadi perubahan fasa pada logam
(membentuk karakteristik/properti hasil pengecoran)
Jika pendinginan/pengerasan selesai, cetakan dilepas.
Proses lanjutan: trimming, cleaning, inspecting dan heat
treatment
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 9
Proses Pengecoran (3)
Cetakan terbuka: berbentuk
kontainer
Cetakan tertutup:
memerlukan saluran
(passageway) menuju rongga
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 10
Proses Pengecoran (4)
Klasifikasi proses pengecoran
Cetakan habis pakai (expendable mold)
Cetakan harus dirusak untuk mengeluarkan
komponen hasil pengecoran
Cetakan yang terbuat dari: pasir, gips atau yang
menggunakan bahan-bahan pereka.
Cetakan permanen (permanent mold)
Dapat digunakan berulang-ulang
Cetakan terbuat dari logam
Cetakan terbuat dari dua atau lebih bagian yang
dapat dibuka untuk mengeluarkan komponen cor
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 11
Fundamental of Casting
Solidification
Fluid Flow
Heat Transfer
Pouring
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 12
Solidification of Metals
Casting Process
Generally using
alloys
Temperatur
Pouring
Liquid cooling
Pembekua
n komplit
100 %
Titik beku
Solid cooling
Local solidification
time
TIME
T
e
m
p
e
r
a
t
u
r
Total Solidfication Time
Mulai membeku
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 13
Pure Metal Solidification
Kurva pendinginan logam murni pada pengecoran
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 14
Alloys Solidification
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 15
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 16
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 17
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 18
Lever Rule
Komposisi antar komponen penyusun
bisa dipelajari pada Lever Rule.





L s
s
L s
L
C C
C C
L S
L
or
C C
C C
L S
S

=
+

=
+
0 0
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 19
Case 01 : Solidification Alloys
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 20
Solidification Time
enthapy
Use Flemings
result here
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 21
Solidification Time (cont.)
2
3
2
m
cm casting; the of area surface A
cm casting; the of volume V
min/cm constant; mold C
tion time solidifica total TST
=
=
=
=
|
.
|

\
|
=
n
m
A
V
C TST
C
m
bergantung dari:
Material cetakan (mis: konduktivitas termal, panas)
Sifat termal logam cor (mis: panas fusi, konduktivitas termal)
Temperatur penuangan relatif terhadap temperatur cair

Volume riser dirancang lebih besar daripada volume rongga
cetakan agar logam di rongga cetakan mengeras terlebih
dahulu (chovrinov rule)
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 22
Can You Explain Why ?
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 23
Penyusutan
Selama pendinginan dan pembekuan, shrinkage
ini seringkali kita lupakan. Shrinkage ini sendiri
terjadi karena 3 hal :
Kontraksi liquid dari liquid prior menuju bentuk solid
Kontraksi akibat perubahan bentuk logam dari liquid ke
bentuk solid (solidification shrinkage)
Kontraksi thermal (penyesuaian suhu dan bentuk padat
dengan lingkungan)
Shrinkage, terutama solidification shrinkage
membawa efek bagi hasil casting, karena adanya
pengurangan tinggi dan pengurangan jumlah
volume selama proses pendinginan tersebut
(proses memadat)
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 24
Penyusutan
Volume kontraksi untuk berbagai jenis pengecoran logam
Volumetric contraction due to:

Metal
Solidification
Shrinkage, %
Solid Thermal
Contraction, %
Aluminum 7.0 5.6
Al alloy 7.0 5.0
Gray cast iron 1.8 3.0
Gray cast iron, high C 0 3.0
Low C cast steel 3.0 7.2
Copper 4.5 7.5
Bronze (Cu-Sn) 5.5 6.0
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 25
Pengerasan Terarah (1)
Untuk meminimasi produk cacat akibat pengerasan:
Bagian rongga yang terletak jauh dari riser diharapkan
mengalami proses pengerasan terlebih dahulu
Jika penyusutan terjadi, logam lebur dalam riser masih
dapat mengisi volume penyusutan tersebut
Perlu pengerasan terarah
Pengerasan terarah
Riser dirancang menjauhi bagian rongga yang memiliki
rasio V/A kecil
Chills: penyerap panas untuk mempercepat proses
pendinginan (internal chills dan external chills)
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 26
Pengerasan Terarah (2)
(a) External chill to encourage rapid freezing of the molten metal in a thin
section of the casting
(b) the likely result if the external chill were not used.
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 27
Perancangan Riser
Dimensi pengecoran: 7.5 x 12.5 x 2.0
cm
TST = 1.6 min
Riser berbentuk silinder dengan rasio
diameter : tinggi = 1
Tentukan dimensi riser agar TST = 2
min
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 28
Fluidity
Karakteristik aliran metal (logam) , yang
merupakan suatu ukuran kecepatan suatu logam
cair dapat memenuhi bentukan dari cetakan
sebelum membeku.
Fluiditas berbanding terbalik dengan viskositas.
Adapun factor factor yang mempengaruhi fluidity
adalah
temperatur penuangan,
komposisi logam,
viskositas, dan
perpindahan panas yang terjadi di sekitar proses.
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 29
Fluid Flow Characteristics
Mass Continuity
where Q is the volumetric rate of flow, m
3
/s, A
is the cross sectional area of the liquid stream,
and v is the velocity of the liquid in that
location.
Reynolds number
where v is the velocity of the liquid, D is the
diameter of the channel, is the density, and q
is the viscosity.
For casting, Re = 2,000 20,000


2 2 1 1
v A v A Q = =
q
vD
= Re
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 30
Mold Filling Example (1 of 2)
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 31
Mold Filling Example (2 of 2)
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 32
Bernoullis Theorem
Under steady well-developed flow
conditions, the total energy of a unit
volume of material must be a constant at
every part of the system.


where p is the pressure, v is the velocity, h is
the height above a reference plane, f is the
energy losses due to friction, and is the
density.
f gh
v
p gh
v
p + + + = + +
1
2
1
1 0
2
0
0
2 2

Jurusan Teknik Industri FTI - ITS


RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 33
Peleburan Logam (Heat Transfer)
Energi panas yang
diperlukan:
Panas untuk
menaikkan
temperatur hingga
titik lebur
Panas fusi untuk
merubah zat padat
menjadi zat cair
Panas untuk
menaikkan logam
lebur hingga
temparatur
penuangan yang
diinginkan
( ) ( ) { }
3
o
p
o
l
f
o
o
o
m
o
s
cm heated; being metal of volume V
C re; temparatu pouring T
C J/g- metal; liquid the of heat specific weight C
J/g fusion; of heat H
C re; temperatu starting T
C re; temperatu melting T
C J/g- metal; solid for the heat specific weight C
g/cm3 density;
J required; heat Total

=
=
=
=
=
=
=
=
=
+ + =

H
V H
T T C H T T C m p l f o m s
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 34
Pouring (Penuangan)
Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan
penuangan:
Temperatur penuangan
Menentukan jumlah penurunan temperatur yang diperlukan hingga
logam mengeras
Superheat: perbedaan antara temperatur penuangan dan
temperatur saat logam mulai mengeras
Kecepatan penuangan
Jika terlalu lambat, logam akan mengeras sebelum mengisi rongga
Jika terlalu cepat, akan menimbulkan turbulensi
Turbulensi
Kecepatan dan arah aliran fluida yang tidak menentu
Mempercepat terbentuknya oxida logam dan terperangkat dalam
proses pengerasan sehingga kualitas cor menurun
Menimbulkan erosi cetakan (mold erosion) sehingga cetakan
mudah terkikis/habis
Jurusan Teknik Industri FTI - ITS
RI 1321 - Proses Manufaktur - Minggu 2 35
Perhitungan Waktu Penuangan
Diketahui:
Panjang sprue = 20cm
Luas sprue = 2.5cm
2
Volume rongga cetakan = 1560cm
3

Hitung :
Kecepatan penuangan
Kecepatan volume penuangan
Waktu penuangan