Anda di halaman 1dari 10

TEORI

PENAKSIRAN
SLAMET SANTOSO
FE UNMUH PONOROGO
PENGANTAR
Penarikan kesimpulan mempunyai peranan yang
sangat penting karena seringkali kesimpulan
hanya ditujukan pada sampel penelitian saja
(bukan populasi), tetapi harapannya akan dapat
digeneralisasikan pada populasinya. Dengan
demikian generalisasi kesimpulan tersebut
mengandung resiko akan terjadi kesalahan atau
ketidaktepatan.
Statistika induktif (statistika inferen) meliputi dua
bahasan pokok, yaitu masalah penaksiran
(estimasi) dan tes hipotesis.
Dalam bab ini, masalah penaksiran dibagi menjadi
dua, yaitu penaksiran titik (point estimation) dan
penaksiran interval (interval estimation).
PENAKSIRAN TITIK
Merupakan suatu parameter akan ditaksir dengan
menggunakan satu bilangan saja. Penaksiran ini
seringkali terdapat kekeliruan, sehingga secara
umum dikatakan bahwa penaksiran titik
mempunyai ketepatan yang sangat kecil.
Contoh : Hasil suatu pengamatan menyatakan
bahwa rata-rata penghasilan pedagang di pasar
adalah sebesar Rp. 7.500 per hari.
Dengan berdasarkan kesimpulan tersebut maka
dikatakan rata-rata pendapatan per hari
pedagang di pasar adalah Rp. 7.500,-. Secara riil
pendapatan pedagang dalam satu hari kadang-
kadang mencapai di atas Rp. 7.500,- dan kadang-
kadang di bawah Rp. 7.500,- (mayoritas sulit
ditemui yang selalu tepat Rp. 7.500,-).

PENAKSIRAN INTERVAL
Penaksiran dengan interval mempunyai batas-
batas tertentu sehingga yang ditaksirkan akan
diharapkan berada diantaranya.
Batas-batas yang terdapat dalam penaksiran
dengan interval tersebut masih harus ditunjang
adanya derajat kepastian atau derajat keyakinan
yang dinyatakan dalam prosentase.
Derajat kepastian disebut dengan Confidence
Coeficient yaitu sebesar 1 - o (dimana o
merupakan tingkat kesalahan perkiraan).
Misalnya derajat keyakinan sebesar 90% maka
nilai o sebesar 10%.
Penaksiran dengan menggunakan interval dapat
dibedakan menjadi dua bagian, yaitu :
a) Penaksiran rata-rata
b) Penaksiran proporsi
Disamping itu, yang harus mendapatkan
perhatian adalah apakah parameter yang rata-
rata dan standart deviasinya diketahui, apakah
populasinya terbatas atau tidak.
Selain itu, sampel yang digunakan untuk
perhitungan dapat dikategorikan sampel kecil
dan sampel besar.
Perbedaan penggunaan sampel kecil dan sampel
besar tersebut adalah untuk keperluan pemilihan
tabel distribusi. Jika sampel kecil maka digunakan
Tabel Distribusi Student dengan derajat
kebebasan (df) sebesar n 1. Jika sampel yang
digunakan adalah besar maka digunakan Tabel
Distribusi Normal Standart.
PENAKSIRAN RATA-RATA
POPULASI SAMPEL RUMUS
Tdk
Terbatas
Kecil (< 30)
Tdk
Terbatas
Besar ( 30)
Terbatas Kecil (< 30)
Terbatas Besar ( 30)
|
.
|

\
|

=
n
SD
1 n
.
1/2
t x
|
.
|

\
|
=
n
SD

1/2
Z x
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|

=
1 N
n N
n
SD
1 n
.
1/2
t x
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|

=
1 N
n N
n
SD

1/2
Z x
PENAKSIRAN PROPORSI
POPULASI RUMUS
Tdk Terbatas
Terbatas
n
q . p
.
1/2
Z p =
1 N
n N
.
n
q . p
.
1/2
Z p

=
CONTOH SOAL
Seorang peneliti ingin mengetahui rata-rata tinggi badan anak umur 15
tahun, maka dia mengambil sampel sebanyak 25 anak untuk diukur tinggi
badannya. Hasil pengukuran diketahui bahwa rata-rata tinggi badan anak
umur 15 tahun adalah 115 cm dengan standart deviasi 10 cm. Jika
digunakan tingkat kesalahan sebesar 10%, perkirakan rata-rata tinggi
badan yang sebenarnya dari anak umur 15 tahun tersebut.
Jawab : Karena tidak diketahui jumlah populasi anak umur 15 tahun dan
sampel yang digunakan sebesar 25 orang maka termasuk dalam
penaksiran rata-rata dengan populasi tidak terbatas dan sample kecil,
rumus :

dimana : = 115 cm ; SD = 10 cm ; n = 25 ; o = 10 %
Maka : = 115 3.422

Jadi rata-rata tinggi badan anak umur 15 tahun adalah paling rendah 111,58
cm dan paling tinggi 118,42 cm

|
.
|

\
|

=
n
SD
1 n
.
1/2
t x
X
25
10
711 , 1 115 =
Seorang pemilik toko alat-alat sekolah ingin mengetahui merk buku tulis
yang digunakan oleh pelajar di kota X. Untuk mencari data tersebut
maka digunakan sampel sebanyak 150 pelajar dan diketahui sebanyak 70
% pelajar menggunakan buku tulis merk BD. Jika interval keyakinan
yang digunakan sebesar 95%, tentukan proporsi pelajar di kota X yang
menggunakan buku tulis merk BD yang sebenarnya.
Jawab : Karena yang diketahui adalah prosentasenya dan tidak diketahui
jumlah populasi pelajar di kota X maka termasuk dalam penaksiran
proporsi dengan pop[ulasi tidak terbatas, yaitu menggunakan rumus :


dimana : p = 70 % ; q = 30 % ; n = 150 ; o = 5 %

Maka : = 0,70 0,073

Jadi proporsi pelajar di kota X yang menggunakan buku merk BD
paling sedikit 62,7 % dan paling banyak 77,3 %.


n
q . p
.
1/2
Z p =
150
) 30 , 0 )( 70 , 0 (
960 , 1 70 , 0 = H
S O A L
1. Untuk mengetahui daya tahan dari batu baterai yang dipakai untuk tape recorder
maka diambil sampel sebanyak 64 buah untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan
diketahui rata-rata daya tahannya adalah selama 50 jam dengan standart deviasi 4
jam. Dengan menggunakan interval keyakinan sebesar 98% tentukan rata-rata daya
tahan sebenarnya dari batu baterai tersebut.
2. Sebuah perguruan tinggi mempunyai 8000 mahasiswa. Untuk mengetahui
prosentase mahasiswa yang menggunakan sepeda montor ke kampus maka
diambil sampel sebanyak 300 mahasiswa. Diketahui dari sampel tersebut jumlah
mahasiswa yang menggunakan sepeda montor ke kampus sebanyak 100 orang.
Dengan tingkat kesalahan sebesar 5 % tentukan proporsi yang sebenarnya dari
mahasiswa yang menggunakan sepeda montor ke kampus.
3. Seorang peneliti mengambil sampel sebanyak 150 responden. Dari hasil
penghitungan diketahui rata-ratanta sebesar 140 variance (SD
2
) sebesar 81. Dengan
menggunakan o sebesar 5%, buatlah perkiraan interval tentang rata-rata parameter.
4. Untuk mengetahui pendapat mahasiswa tentang pelayanan administrasi di Fakultas
Ekonomi maka diambil sampel sebanyak 100 mahasiswa untuk diwawancarai. Hasil
wawancara menunjukkan bahwa sebanyak 70 mahasiswa menyatakan puas dan 30
mahasiswa menyatakan tidak puas. Dengan menggunakan tingkat keyakinan
sebesar 95 % tentukan tingkat kepuasan mahasiswa yang sebenarnya (puas dan
tidak puas) terhadap pelayanan administrasi di Fakultas Ekonomi.