Anda di halaman 1dari 29

Petrophysical Analysis of Well Logs

Vshale Ada 3 cara Effective Porosity Por dari log adalah total yang termasuk bound water dalam shale, untuk mendapatkan por efektif harus dikoreksi terhadap volume shale

Dipilih yang paling minimal

Pef Adalah log penunjuk litologi

Parameter a, m dan n Lebih tepat diambil dari core Namun kadang dapat diambil nilai umum pada unconsolidate SS seperti :
a : 0.62 m : 2.15 n : 2

Estimasi Permeabilitas Beberapa jenis estimasi


Wyllie Rose Kozeny Carman

Petrophysics and Reservoir Characteristic


REV Representative Elementary Volume Vb minimal dari medium berpori yang dapat dianggap kontinu, properties petrophysical adalah terwakilkan secara statistik dan dapat didefinisikan secara fisik Core Plug Sampel silindris yang dipotong dari core diameter full ( sekitar 10 cm diameternya)

Cooling core during cut Selama pemotongan, core didinginkan dengan fluida untuk menghindari masalah degradasi thermal dari mineral

Core tidak mewakili in situ Dapat berupa :


Invasi mud filtrate Ekspansi dan perubahan fasa dari fluida formasi akibat penurunan tekanan

Mud filtarte tergantung mud yang digunakan :


WBM : Kenaikan Sw OBM : Perubahan minimal di sampel minyak

Ekstraktor Untuk membersihkan minyak, air dan fluid residual agar dapat dilakuakn pengukuran laboratorium lainnya Air dan minyak diuapkan dalam retort dan vapor di kondensasi dalam wadah penerima kecil Contoh berupa : Dean Stark dan Sohxlet

Masalah Core
Clay : jangan pernah di ganggu atau dihilangin Hydroxyl : air hydroxyl dari mineral clay tidak boleh di lepaskan dan tidak boleh dihitung sebagai bagian dari pori Gypsum : jangan pernah didehidrasi Kristal NaCl : tertinggal dari brine asli ketika air di keluarkan juga harus dihilangkan

Core ke Reservoir Pengukuran core hanya mewakili skala kecil dari reservoir yang nantinya di perluas ke skala lebih besar dengan bantuan pengukuran tidak langsung dan memperhitungkan juga heterogenitas beserta ketidakkontinuan reservoir dengan metode geostatistik

Introduction to Petrophysics and Formation Evaluation


Parameter Uncertainty Error dalam area kecil karena kemajuan seismik Pengukuran petrofisik adalah rawan karena didapat dari sejumlah kecil sumur yang menyekat reservoir Bo and Bg value Bo > 1 karena efek kompresibilitas dari minyak dengan tekanan lebih kecil dari efek ekspansi thermal karena temperatur Bg < 1 karena efek kompresiblitas gas dengan tekanan lebih besar dari ekspansi thermal karena temperatur

NTG Net Sand Gross Sand

Data data petrofisik

Resistivity Theory
NaCl equivalent Rw tergantung konsentrasi dan tipe salt yang terlarut di dalamnya. Hasil ini didapat dari RFT Untuk penyederhanaan, salt dalam larutan dinyatakan dalam NaCl equivalent
Variation Rw with temperature

Perubahan adalah 4 persen per derajad celcius Bila BHT adalah 200 C maka perubahan Rw dapat sebesar 800 %

Ro, F

Nilai a dan m Humble

Ro : resistivity dari bulk batuan bila seluruhnya terisi air F : fomation factor dan mendeskripsikan efek dari matriks batuan

Soft

Source data dalam perh Sw

Hingle Plot Cross plot Rt dan Porosity

Pickett Plot Plot Rt dan Porositas dalam skala log - log

Petrophysical Rock Properties


Pengukuran Porositas Dua cara
Helium Porosity lebih akurat Mecury Pump - destruktif

Gypsum Temperatur tinggi Gyspum terpanaskan pada temperatur tinggi (> 70 C) mengdehidrasi gypsum ke hemihydrate yang membentuk Bassanite dan menciptakan pori beserta free water

Intergrain Porosity Porositas adalah fungsi sorting bukanlah ukuran butir Cubic packing (47.6 %) adalah bentuk paling terbuka Rhombohedral (25.9 %) adlaah pendekatan terhadap butir spherical Karbonat lebih ruwet

Klienkenberg Pada laju alir rendah, gas tidak terikat pada pori dinding seperti liquid, sehingga sliipage gas menyebabkan kenaikan dari permeabilitas Terutama terjadi pada batuan permeabilitas rendah

Core dalam karbonat Gunakan hati-hati dan juga hanya bila anda melihat core nya sendiri

< 0.1 mD

Pengukuran Permeabilitas Dari production test dengan PBA(Pressure Build Up) Pressure dalam sumur di drawdown selama produksi kemudian sumur ditutup, dan laju kenaikan tekanan diukur. Hasilnya adalah fluid transmisibility (k h )

Drainage & Imbibition Drainage = pertambahan fasa non wetting Imbibition = pertambahan fasa wetting

Wireline Formation Tester (WFT)

Mengetes tekanan reservoir dari beberapa lapisan sekaligus

Overpressure & Underpressure

Pressure dalam air tergantung koneksi kolom fluida Abnormal pressure terjadi bila formasi fluida tertutup dan tidak terkoneksi ke permukaan

Quantification of HC reserve in thinly laminated sands

Turbidite Cadangan hidrokarbon dapat saja tertampung dalam interval sandshale yang terlaminasi secara tipis, hal ini menimbulkan masalah dalam kepastian pengukuran

3 jenis model shaly sand Laminated Dispersed (pore filling) Structural (grain replacing)

Image Log Menyediakan image resolusi tinggi dari formasi, dimana net sand volume dapat ditentukan

NMR Relaxation times bergantung pada pore size, semakin kecil maka semakin pendek juga semakin kecil juga relaxation times berkorelasi pada clay bound dan capillary bound water

Pengukuran porositas bebas dari litologi, dimana density dan neutron adalah tergantung litologi, fluida formasi dan juga koreksi environemntal

Estimasi permeabilitas Didapat dari hubungan empiris antara NMR porosity dan relaxation time

Free Fluid Index Didapat dari cutoff terhadap kurva relaxation time, nilai di atas cutoff mengindikasikan pori besar yang berkemampuan memproduksi, dan nilai di bawah menunjukkan fluida yang tertrap dengan tekanan kapiler sehingga tidak bisa diproduksikan

CHFR
Laterolog VS Induction Laterolog : Bekerja dengan baik ketika mud sangat konduktif dan formasi sangatlah resistif Induction : bekerja untuk mud yang nonkonduktif dan juga formasi yang relatif konduktif

Monitor reinvasi hidrokarbon CHFR bisa digunakan untuk monitor sweep efficiency water flooding

Perbedaaan dengna openhole


Laterolog dan inudction memproduksi arus yang mengalir dalam formasi, tidak bisa bekerja di cased hole karena perbedaan yang drastis antara konduktifitas besi dan formasi Namun selalu aja ada arusleakage dari casing ke formasi yang konduktif (ukurannya miliampere per meter casing) Adanya semen secara umum tidak mempengaruhi seperti laterolog menembus lapisan uninvaded

Pulsed Neturon Saturation


Sigma : parameter yang mendeskripsikan kemampuan formasi dan fluida untk melambatkan neutron dalam energi rendah. (bertabrakan dengan atom chlorine) Salt water memiliki sigman tinggi, namun hidrokarbon rendah (formasi sama) Mesit mengetahui salinitas, ketika porositas kurang dari 10 p.u. dan salinitas kurang dari 30.000 ppm, perbedaannya kurang drastis

Carbon-Oxygen ratio (C : O) Kelemahan : bekerja untuk formasi diatas 15 20 p.u. Tidak pas untuk menentukan Sw di reservoir gas karena rendahnya konsentrasi karbon di gas