Anda di halaman 1dari 13

2013

KELOMPOK 5
NAMA : -RESAWATI -ABDUL WAHID SAPUTRA TUGAS DOSEN : PENDIDIKAN PANCASILA : Bpk. NASWARDI

MAKALAH

DAFTAR ISI DAFTAR ISI .................................................................................................................1 KATA PENGANTAR ..................................................................................................2 BAB 1. PENDAHULUAN ...........................................................................................3

1.1 Latar Belakang ..........................................................................................3 1.2 Rumusan Masalah .....................................................................................4 1.3 Tujuan Penelitian ......................................................................................4 1.4 Manfaat Penelitian ....................................................................................4

BAB 2. PEMBAHASAN MASALAH ........................................................................5 2.1 Dasar aksiologis sila-sila pancasila ..........................................................5 2.2 Nilai-nilai pancasila sebagai suatu sistem ...............................................5-7 2.3 Nilai-nilai pancasila sebagai nilai fundamental negara .........................7-8 2.4 Inti isi sila-sila pancasila ...........................................................................8-9

BAB 3. PENUTUP .......................................................................................................10 3.1 Kesimpulan ...............................................................................................10 3.2 Saran .........................................................................................................10

RIWAYAT HIDUP ......................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................12

KATA PENGANTAR

Perkembangan kehidupan kenegaraan indonesia mengalami perubahan yang sangat besar terutama yang berkaitan dengan gerakan reformasi, serta perubahan UUD 1945 serta tap MPR NO. XVIII/MPR/1998, yang menetapkan mengembalikan kedudukan pancasila pada kedudukan semula, sebagai dasar filsafat negara. Hal ini menimbulkan penafsiran yang bermacam-macam, akibatnya akibatnya akhir-akhir ini bangsa indonesia menghaapi krisis ideologi. Oleh karena itu, agar kalangan intelektual terutama mahasiswa sebagai calon pengganti pemimpin bangsa di masa mendatang memahami makna serta kedudukan pancasila yang sebenarnya, maka harus melakukan suatu kajian ilmiah. Selain itu, berdasarkan pada surat keputusan Dirjen Dikti No. 38/DIKTI/Kep/2002, tentang penyempurnaan Rambu-Rambu kurikulum inti mata kuliah umum pendidikan pancasila, yang juga harus memuat materi filsafat pancasila, maka penulis berpendapat bahwa sudah merupakan suatu keharusan untuk menata ulang materi pendidikan pancasila dan diwujudkan dalam bentuk buku acuan perkuliahan, agar sesuai dengan perkembangan zaman terutama tuntutan reformasi dewasa ini. Hal ini dengan maksud agar mahasiswa dapat menerima materi kuliah secara objektif dan ilmiah.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makalah yang berjudul Nilai-Nilai Pancasila Berakar dari Budaya Bangsa Indonesia ini dapat terselesaikan meskipun masih terdapat kekurangan di dalamnya. Sebagai bangsaIndonesia, kita tentu mengetahui dasar negara kita yang terkenal akan kesakralannya, yang terkenal dengan semboyannya Bhinneka Tunggal Ika. Di mana simbolnya merupakan lambang keagungan bangsaIndonesiayang terpancar dalam bentuk Burung Garuda. Simbol di dadanya merupakan pengamalan hidup yang menjadikanIndonesiabenar-benar khas ideologi dari bangsaIndonesia. Itulah lambang negara kita, pengamalan sekaligus ideologi kita, Pancasila. Di dalam Pancasila terkandung banyak nilai di mana dari keseluruhan nilai tersebut terkandung di dalamlimagaris besar dalam kehidupan berbangsa negara. Perjuangan dalam memperebutkan kemerdekaan tak jua lepas dari nilai Pancasila. Sejak zaman penjajahan hingga sekarang, kita selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila tersebut. Indonesiahidup di dalam berbagai macam keberagaman, baik itu suku, bangsa, budaya dan agama. Dari ke semuanya itu,Indonesiaberdiri dalam suatu keutuhan. Menjadi kesatuan dan bersatu di dalam persatuan yang kokoh di bawah naungan Pancasila dan semboyannya, Bhinneka Tunggal Ika. Tidak jauh dari hal tersebut, Pancasila membuatIndonesiatetap teguh dan bersatu di dalam keberagaman budaya. Dan menjadikan Pancasila sebagai dasar kebudayaan yang menyatukan budaya satu dengan yang lain. Karena ikatan yang satu itulah, Pancasila menjadi inspirasi berbagai macam kebudayaan yang ada diIndonesia.

1.2 RUMUSAN MASALAH a. Jelaskan pengertian nilai-nilai pancasila yang terkandung pada bangsa indonesia? b. Apa yang dimaksud dengan pancasila? 1.3 TUJUAN c. Tujuannya adalah untuk lebih mengetahui pokok-pokok pikiran dalam negara yang berkewajiban mewujudkan kesejahteraan umum. 1.4 MANFAAT d. Manfaatnya yaitu untuk lebih mempererat hubungan antara nilai-nilai pancasila dengan pokok-pokok pikiran dalam negara lainnya.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Dasar aksiologis sila-sila pancasila Sila-sila sebagai suatu sistem filsafat juga memiliki satu kesatuan dasar aksiologisnya sehingga nilai-nilai yang tekandung dalam pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. Misalnya kalangan materialis memandang bahwa hakikat nilai yang tertinggi adalah nilai material, kalangan liedonis berpandangan bahwa bahwa nilai tertinggi adalah nilai kenikmatan. Namun dari berbagai macam pandangan tentang nilai dapat kita kelompokan pada dua macam sudut pandang yaitu bahwa sesuatu bernilai karena berkaitan dengan subjek pemberi nilai yaitu manusia, hal ini bersifat subjektif. Pada hakikatnya segala sesuatu itu bernilai, hanya nilai macam apa saja yang ada serta bagaimana hubungan nilai tersebut dengan manusia. Banyak pandangan tentang nilai terutama dalam menggolong-golongkan nilai dan golongan tersebut amat beraneka ragam tergantung pada sudut pandangnya masing-masing. Max Sscheler mengemukakan bahwa nilai yang ada tidak sama luhur dan tingginya. Nilai-nilai itu dalam kenyataannya ada yang lebih tinggi dan ada yang lebih rendah, bilamana dibandingkan satu dengan yang lainnya. Menurut tinggi rendahnya nilai dapat digolongkan menjadi empat tingkatan sebagai berikut : 1. ( Nilai-nilai kenikmatan ) yaitu nilai-nilai ini berkaitan dengan indra manusia atausesuatu yang mengenakan dan tidak mengenakan yang berkaitan dengan indra manusia. 2. ( Nilai-nilai kehidupan ) yaitu dalam tingkatan ini terdapatlah nilai-nilai yang penting bagi kehidupan manusia, Misalnya kesegaran jasmani, kesehatan, serta kesejahteraan. 3. ( Nilai-nilai kejiwaan ) dalam dingkatan ini terdapat nilai-nilai kejiwaan (geistige werte) yang sama sekali tidak tergantung pada kedaan jasmani ataupun lingkungan. Berdasarkan uraian mengenai nilai-nilai tersebut di atas maka dapat dikemukakan pula bahwa yang mengandung nilai itu bukan hanya sesuatu yang bersifat material saja, akan tetapi sesuatu yang bersifat nonmaterial. Bahkan sesuatu yang nonmaterial itu mengandung nilai yang bersifat mutlak bagi manusia.

2.2 Nilai-nilai pancasila sebagai suatu sistem Isi arti sila-sila pancasila pada hakikatnya dapat dibedakan atas hakikat pancasila yang umum universal yang merupakan substansi sila-sila pancasila. Sebagai pedoman pelaksanaan dan

penyelenggaraan negara yaitu sebagai dasar negara yang bersifat umum kolektif serta realisasi pengamalan pancasila yang bersifat khusus dan kongkrit. Nilai-nilai yang terkandung dalam sila satu sampai dengan lima merupakan cita-cita, harapan dan dambaan bangsa indonesia yang akan diwujudkan dalam kehidupannya. Sejak dahulu cita-citanya telah didambakan oleh bangsa indonesia agar tewujud dalam suatu masyarakat dengan tentram dan penuhharapan. Hal ini dapat dipahami berdasarkan pengertian bahwa yang berketuhanan dan yang berkemanusiaan pada hakikatnya adalah manusia. Bangsa indonesia itulah yang menghargai, mengakui, menerima pancasila sebagai suatu dasar-dasar nilai. Dan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila itu mempunyai tingkatan dalam hal kuantitas maupun kualitasnya, namun nilai-nilai itu merupakan suatu kesatuan saling berhubungan serta saling melengkapi. Nilai-nilai itu berhubungan secara erat dan tidak dapat dipisahkan sehingga nilai-nilai itu masing-masing merupakan bagian yang integral dari suatu sistem nilai yang dimiliki bangsa indonesia. Antara sila satu dan sila lainnya dalam pancasila itu saling mengkualifikasi saling berkaitan dan berhubungan secara erat. Berikutnya sila kemanusiaan, yaitu sebagai pengkhusunan nilai ketuhanan karena manusia adalah sebagai mahluk tuhan. Nilai ketuhanan dan nilai kemanusiaan dilihat dari tingkatnya adalah lebih tinggi daripada nilai-nilai kenegaraan yang terkandung dalam ketiga sila lainnya. Suatu hal yang perlu diperhatikan adalah meskipun nilai-nilai yang terkandung dalam sila yang berbeda-beda dan memiliki tingkatan yang dalam serta luas namun keseluruhan nilai tersebut merupakan suatu kesatuan dan tidak saling bertentangan. Misalnya dalam realisasi kenegaraan terutama dalam suatu peraturan perundang-undangan maka nilai-nilai ketuhanan adalah yang tertinggi dan bersifat mutlak, oleh karena itu hukum positif di indonesia yang berdasarkan pancasila ini tidak dapat bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan. 3 Pancasila sebagai nilai dasar fundamental bagi bangsa dan negara republik indonesia 1. Dasar filosofis Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat kehidupan bangsa, indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis fundamental dan menyeluruh. Dasar pemikiran filosofis yang terkandung dalam setiap sila, yaitu pancasila sebagai filsfat bangsa dan negara republik indonesia, mengandung makna bahwa setiap aspek kehidupan kebangsaan, kemasyarakatan dan kenegaraan harus berdasarkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Adapun negara yang didirikan oleh manusia itu berdasaran kodrat bahwa manusia sebagai warga negara. Maka negara harus bersifat demokratis hak serta kekuasaan rakyat harus dijamin, baik secara individu maupun secara bersama. Untuk mewujudkan tujuan negara sebagai tujuan bersama, maka dalam hidup kenegaraan harus mewujudkan jaminan perlindungan bagi seluruh warga, sehingga untuk mewujudkan tujuan seluruh warganya. Selain itu secara kualitas bahwa nilai-nilai pancasila bersifat objektif dan juga subjektif. Artinya esensi nilai-nilai pancasila adalah bersifat universal yaitu ketuhanan, kemampuan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Nilai-nilai pancasila bersifat objektif dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Rumusan dari sila-sila pancasila itu sendiri, sebenarnya hakikat maknannya yang terdalam menunjukan adanya sifat-sifat yang umum universal dan abstrak karena merupakan suatu nilai. 2. Inti nilai-nilai pancasila akan tetap dan sepanjang masa dalam kehidupan bangsa indonesia dan mungkin juga pada bangsa lain baik dalam adat kebiasaan, kebudayaan maupun kehidupan keagamaan. 3. Pancasila yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945, menurut ilmu hukum memenuhi syarat sebagai pokok kaidah yang fundamental negara, sehingga merupakan suatu sumber hukum positif di indonesia. Sebaliknya nilai-nilai subjektif pancasila dapat diartikan bahwa keberdaan nilai-nilai pancasila itu bergantung atau terlekat pada bangsa indonesia sendiri, pengertian itu dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Nilai-nilai pancasila timbul dari bangsa indonesia sehingga bangsa indonesia sebagai kausa materialis. 2. Nilai-nilai pancasila merupakan filsafat ( pandangan hidup ) banga indonesia sehingga merupakan jati diri bangsa yang diyakini sebagai sumber nilai atas kebenaran. 3. Nilai-nilai pancasila didalamnya terkandung ketujuh nulai-nilai kerohanian yaitu nilai kebenaran, keadilan, kebaikan, kebijaksanaan dan kepribadian bangsa. 2.3 Nilai-nilai pancasila sebagai nilai fundamental negara Nilai pancasila sebagai dasar filsafat negara indonesia pada hakikatnya merupakan suatu sumber hukum dalam negara indonesia. Nilai-nilai pancasila terkandung dalam pembukan UUD 1945, secara yuridis memiliki kedudukan sebagai pokok kaidah negara yang fundamental. -Pokok pikiran pertama menyatakan bahwa negara indonesia adalah negara persatuan yaitu negara yang melindungi segenap bangsa dan seluruh rakyat indonesia. -Pokok pikiran yang kedua yaitu: menyatakan bahwa negara hendak mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. -Pokok pikiran yang ketiga yaitu: menyatakan bahwa negara kedaulatan rakyat berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan dan perwakilan. -Pokok pikiran yang keempat menyatakan bahwa, negara berdasarkan atas ketuhanan yang maha esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Hal ini mengandung arti bahwa negara indonesia menjunjung tinggi keberadaban semua agama dalam pergaulan hidup negara, hal ini merupakan penjabaran sila pertama dan kedua. Dalam pengertian seperti inilah maka sebenarnya dapat disimpulkan bahwa pancasila merupakan dasar yang fundamental bagi negara indonesia terutama dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara. Selain itu dasar fundamental moral dalam kehidupan kenegaraan tersebut juga meliputi moralitas para penyelenggara dan seluruh warga negara, Oleh karena itu bagi warga negara indonesia dalam era reformasi dewasa ini seharusnya bersifat rendah hati, untuk mawas diri dalam upaya untuk memperbaiki kondisi dan nasib bangsa, hendaklah didasarkan pada moralitas yang tertuang dalam pokok pikiran keempat

tersebut yaitu moral ketuhanan dan kemanusiaan agar kesengsaraan rakyat tidak semakin bertambah.

2.5 Inti isi sila-sila pancasila Sebagai suatu dasar filsafat negara maka sila-sila pancasila merupakan suatu kesatuan. Meskipun dalam setiap sila terkandung nilai-nilai yang memiliki perbedaan antara satu dengan yang lainnya, namun semua itu tidak lain merupakan satu kesatuan yang sistematis. 1. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA Sila Ketuhanan Yang maha Esa ini nilai-nilainya meliputi dan menjiwai keempat sila lainnya. Dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa terkandung nilai bahwa negara yang didirikan adalah sebagai tujuan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa. 2. SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB Sila kemanusiaan yang adil dan beradab secara sistematis didasari dan dijiwai oleh sila berikutnya. Dalam sila kemanusiaan terkandung nilai-nilai bahwa negara harus menjunjung tinggi hakikat dan martabat manusia sebagai mahluk yang beradab. Dalam dalam kehidupan kenegaraan harus senantiasa dilandasi oleh moral kemanusiaan antara lain dalam kehidupan pemerintah negara, politik, ekonomi, hukum, sosial dan budaya. Pertahan keamanan serta dalam kehidupan keagamaan. Oleh karena itu dalam kehidupan bersama dalam negara harus dijiwai oleh moral kemanusiaan untuk saling menghargai sekalipun terdapat suatu perbedaan karena hal itu merupakan suatu bawaan kodrat manusia untuk saling menjaga keharmonisan dalam kehidupan bersama. 3. PERSATUAN INDONESIA monodualis yaitu sebagai mahluk individu dan mahluk sosial. Dan nilai Nilai yang terkandung dalam sila persatuan indonesia tidak dapat dipisahkan denga keempat sila lainnya, karena seluruh sila merupakan suatu kesatuan yang bersifat sistematis. Dalam sila persatuan indonesia terkandung nilai bahwa negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia persatuan indonesia didasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab. 4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN. Nilai yang terkandung dalam sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan didasari oleh sila Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab serta persatuan indonesia, daan mendasari serta menjiwai sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Adapun nilai filosofis yang terkandung didalamnya bahwa hakikat negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia sebagai mahluk individu atau mahluk sosial. 5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

Nilai yang terkandung dalam sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, didasari dan dijiwai oleh sila ketuhanan yang maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan indonesia, serta kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN Kita telah melihat dan membaca bahwa Pancasila memang berakar dari budaya bangsaIndonesia. Karena dari segi Pancasila terkandung kebudayaan yang menekankan persatuan serta sebaliknya. Tidak lupa dari segi pengertian, Pancasila merupakanlimabuah asas atau prinsip yang harus dijunjung tinggi kita sebagai bangsaIndonesia. Sedangkan kebudayaan merupakan sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Sehingga Pancasila tercipta berdasarkan kebudayaan. Kaitan di antara keduanya begitu erat sehingga timbal balik antara Pancasila dan Kebudayaan dapat terjadi dengan signifikan karena keduanya saling berhubungan. Pancasila berakar dari kebudayaan dikarenakan di dalam pancasila terkandung nilai kebudayaan. Bagaimana bisa demikian? Karena unsur persatuan dapat kita lihat di dalam pancasila, sedangkan kita sebagai negara yang memiliki beragam macam kebudayaan, memang sepantasnya memiliki asas persatuan yang terkandung di dalam Pancasila. Sehingga kita sebagai insan berbudaya, harus juga berdasarkan kepada Pancasila yang adalah ideologi bangsa kita 3.2 SARAN Demikianlah makalah berjudul Nilai-Nilai Pancasila Berakar dari Budaya BangsaIndonesia ini kami buat berdasarkan sumber-sumber yang ada. Kami juga menyadari, masih ada banyak kekurangan di dalam penulisan makalah ini. Sehingga perlulah bagi kami, dari para pembaca untuk memberikan saran yang membantu supaya makalah ini mendekati lebih baik. Atas perhatian Anda semuanya, kami ucapkan terima kasih.

10

RIWAYAT HIDUP

Nama Tempat/Tgl Jenis kelamin Alamat Rt/rw Desa/kec Kab/kota Agama Pekerjaan

: Resawati : 13 agustus 1994 : Perempuan : Gudang baru : 001/004 : Jagakarsa : Jakarta selatan : Islam : Mahasiswa

11

DAFTARPUSTAKA

KAELAN.2010.Pendidikan Pancasila Kota.Yogyakarta:PARADIGMA

12