Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang sangat kompleks, yang saling berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan itu sendiri. Lingkungan adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari masalah kesehatan, karena lingkungan merupakan faktor eksternal yang memberikan pengaruh besar terhadap masalah kesehatan individu maupun masyarakat.

1.2 Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui lebih jauh mengenai konsep dasar kesehatan lingkungan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

1.3 Batasan masalah Adapun yang akan dibahas di dalam makalah ini: 1. Pengertian dan ruang lingkup kesehatan lingkungan 2. Perumahan 3. Penyediaan air bersih 4. Pembuangan kotoran manusia 5. Sampah dan pengelolaannya 6. Limbah dan pengelolaannya

BAB II ISI

2.1 Pengertian dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap wujudnya status kesehatan yang optimum pula. Ruang lingkup kesehatan lingkungan tersebut antara lain mencakup: perumahan, pembuangan kotoran manusia (tinja), penyediaan air bersih, pembuangan sampah, pembuangan air kotor (air limbah), rumah hewan ternak (kandang), dan sebagainya. Adapun yang dimaksud dengan usaha kesehatan lingkungan adalah suatu usaha untuk memperbaiki atau mengoptimumkan lingkungan hidup manusia agar menjadi media yang baik untuk terwujudnya kesehatan yang optimum bagi manusia yang hidup di dalamnya. Usaha memperbaiki atau meningkatkan kondisi lingkungan ini bervariasi dari masa ke masa dan berbeda antar masyarakat, dari yang paling sederhana (primitif) sampai kepada yang paling mutakhir (modern). Mengingat bahwa masalah kesehatan lingkungan di negara-negara yang sedang berkembang adalah berkisar pada sanitasi (jamban), penyediaan air minum, perumahan (housing), pembuangan sampah, dan pembuangan air limbah (Air kotor), maka hanya akan dibahas kelima masalah tersebut.

2.2 Perumahan Rumah adalah salah satu persayaratan pokok bagi kehidupan manusia. Rumah atau tempat tinggal manusia, dari zaman ke zaman mengalami perkembangan. Pada zaman purba, manusia bertempat tinggal di gua-gua, kemudian berkembang dengan mendirikan rumah di hutan-hutan dan di bawah pohon, sampai hingga saat modern ini manusia telah membangun rumah bertingkat dengan dilengkapi peralatan yang modern. 1. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membangun suatu rumah: Faktor lingkungan, baik lingkungan fisik, biologis maupun lingkungan sosial. Maksudnya, membangun rumah harus memperhatikan tempat di mana rumah itu didirikan. Di pegunungan ataukah di tepi pantai, di kota ataukah di desa, di daerah dingin ataukah daerah panas, di daerah gempa atau di daerah bebas gempa dan
2

sebagainya. Rumah di daerah pedesaan, sudah tentu disesuaikan dengan kondisi sosial budaya pedesaan, misalnya bahannya, bentuknya, menghadapnya, dan lain sebagainya. Rumah di daerah rawan gempa harus dibuat dengan bahan-bahan yang ringan namun harus kokoh. Rumah di dekat hutan harus dibuat sedemikian rupa sehingga aman dari serangan-serangan binatang buas. Tingkat kemampuan ekonomi masyarakat Mendirikan rumah adalah bukan hanya sekedar berdiri pada saat itu saja, namun diperlukan pemeliharaan seterusnya. Oleh karena itu, kemampuan pemeliharaan oleh penghuninya perlu dipertimbangkan. Teknologi yang dimiliki oleh suatu masyarakat 2. Syarat-syarat rumah sehat a. Bahan bangunan Lantai: ubin atau semen lebih baik, namun tidak cocok untuk kondisi ekonomi pedesaan. Oleh karena itu, di samping lantai kayu, tanah biasa yang dipadatkan juga dapat dijadikan lantai rumah. Syarat yang penting di sini adalah tidak berdebu pada musim kemarau dan tidak basah saat musim hujan. Dinding: tembok adalah baik. Namun, di samping mahal, tembok sebenarnya tidak cocok untuk daerah tropis. Lebih-lebih jika ventilasinya tidak cukup. Dinding rumah di daerah tropis khususnya di pedesaan lebih baik dinding atau papan, sebab meskipun jendela tidak cukup, maka lubang-lubang pada dinding atau papan tersebut dapat menjadi ventilasi dan penerangan alamiah. Atap genteng adalah yang paling cocok di daerah tropis. Jika memakai atap seng, maka akan menimbulkan suhu panas di dalam rumah. b. Ventilasi Fungsi ventilasi rumah: 1. Untuk menjaga agar aliran udara dalam rumah tetap segar 2. Membebaskan udara ruangan dari bakteri-bakteri, terutama bakteri patogen 3. Menjaga agar ruangan rumah selalu dalam keadaan lembab yang optimum c. Cahaya Rumah yang sehat memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan tidak terlalu banyak. Kurangnya cahaya yang masuk ke dalam ruangan terutama cahaya

matahari akan menimbulkan berkembangnya bibit penyakit. Cahaya matahari dapat membunuh bakteri patogen misalnya baksil TBC.

2.3 Penyediaan air bersih Kebutuhan manusia akan air sangat kompleks antara lain untuk minum, masak, mandi, mencuci, dan lain-lain. Menurut perhitungan WHO di negara-negara maju tiap orang memerlukan air antara 60-120 liter per hari. Di antara berbagai kegunaan air tersebut, yang sangat penting adalah kebutuhan untuk minum. Oleh karena itu, untuk keperluan minum (termasuk untuk masak) air harus mempunyai persyaratan khusus agar air tersebut tidak menimbulkan berbagai penyakit bagi manusia. Syarat-syarat air minum yang sehat: 1. Syarat fisik Bening (tidak berwarna), tidak berasa, suhu di bawah suhu udara luarnya. 2. Syarat bakteriologis Air yang sehat harus terbebas dari segala bakteri terutama bakteri patogen. Bila dalam 100cc air terdapat kurang dai 4 bakteri E.coli maka air tersebut sudah memenuhi syarat kesehatan. 3. Syarat kimia Bahan atau zat kimia yang terdapat dalam air yang ideal antara lain sebagai berikut: Jenis bahan Kadar yang dibenarkan ( mg/l) Fluor (F) Chlor (Cl) Arsen (As) Tembaga (Cu) Besi (Fe) Zat organik Ph (keasaman) CO2 1-1.5 250 0.05 1.0 0.3 10 6.5-9.0 0

Sesuai dengan prinsip teknologi tepat guna di pedesaan maka air minum yang berasal dari mata air dan sumur dalam dapat diterima sebagai air yang sehat dan memenuhi ketiga persyaratan di atas asalkan tidak tercemar oleh kotoran hewan dan manusia. Sumber-sumber air minum: 1. Air hujan Air hujan dapat ditampung kemudian dijadikan air minum. Akan tetapi, air hujan tidak mengandung kalsium. Oleh karena itu, agar dapat dijadikan air minum yang sehat perlu ditambahkan kalsium ke dalamnya. 2. Air sungai dan danau Oleh karena air sungai dan danau sudah terkontaminasi oleh berbagai macam kotoran, maka bila akan dijadikan air minum harus diolah terlebih dahulu. 3. 4. Mata air Air sumur dangkal Perlu direbus dahulu sebelum dikonsumsi agar kuman-kuman yang ada pada air tersebut mati. 5. Air sumur dalam Karena letaknya di kedalaman di atas 15 meter dari permukaan tanah, maka air ini sudah cukup sehat untuk langsung dikonsumsi.

2.4

Pembuangan kotoran manusia Yang dimaksud dengan kotoran manusia adalah semua benda atau zat yang tidak

dipakai lagi oleh tubuh dan harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Zat-zat yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh ini berbentuk feses, urine, dan CO2 sebagai hasil dari proses pernapasan. Dengan bertambahnya jumlah penduduk yang tidak sebanding dengan area pemukiman, masalah pembuangan kotoran meningkat. Dilihat dari segi kesehatan masyarakat, masalah pembuangan kotoran manusia merupakan masalah pokok yang harus diatasi sedini mungkin. Karena kotoran manusia atau feses adalah sumber penyebaran penyakit yang multikompleks.

Penyebaran penyakit melalui feses dapat diilustrasikan melalui bagan berikut:

air tangan angan

mati

tinja

Makanan, minuman, sayuran

Penjamu (host)

lalat tanah sakit

Beberapa penyakit yang dapat disebarkan oleh tinja manusia antara lain: tipus, disentri, kolera, cacingan, schistosomiasis, dan sebagainya. Pengelolaan pembuangan kotoran manusia Untuk mencegah sekurang-kurangnya mengurangi kontaminasi tinja terhadap lingkungan, maka pembuangan kotoran manusia harus dikelola dengan baik. Suatu jamban yang sehat harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. tidak mengotori permukaan tanah di sekeliling jamban tersebut 2. tidak mengotori air permukaan di sekitarnya 3. tidak mengotor air tanah di sekitarnya 4. tidak dapat terjangkau oleh serangga terutama lalat dan kecoa, dan binatang-binatang lainnya 5. tidak menimbulkan bau 6. mudah digunakan dan dipelihara 7. sederhana desainnya 8. murah 9. dapat diterima oleh pemakainya

2.5 Sampah dan pengelolaannya Sumber-sumber sampah: Sampah berasal dari pemukiman (domestic wastes)

Contohnya: sisa-sisa makanan, bekas pembungkus baik kertas, plastik, daun, dan sebagainya. Sampah yang berasal dari tempat umum Contohnya: sampah yang berasl dari pasar, tempat hiburan, tempat hiburan, terminal bus, dan lain-lain. Sampah ini berupa: kertas, plastik, botol, daun, dan sebagainya. Sampah ini berasal dari perkantoran, berupa: kertas, plastik, karbon, klip, dan sebagainya. Sampah berasal dari jalan raya, berupa: kertas, kardus, debu, batuan, pasir, plastik, dan lain-lain. Sampah yang berasal dari industri, misalnya: smpah-sampah pengempakkan barang, logam, kayu, potongan tekstil, dan lain-lain. Sampah yang berasal dari pertanian, seperti: jerami, sisa sayur mayur, batang padi, batang jagung, ranting kayu,dll. Sampah yang berasal dari pertambangan, mislnya: tanah, pasir, sis pembakaran, dan sebagainya Sampah yang berasal dari peternakan dan perikanan, berupa: kotoran ternak, sisa makanan bangkai binatang,dll. Jenis-jenis sampah: 1. Berdasarkan zat kimia yang terkandung didalamnya a. Sampah anorganik adalah sampah yang tidak bisa membusuk. Misalnya: logam/besi, pecahan gelas, plastik,dll b. Sampah organik adalah sampah yang pada umumnya dapat membusuk. Misalnya: sisa-sisa makanan, daun-daunan, buah-buahan,dll. 2. Berdasarkan dapat dan tidaknya dibakar a. Sampah yang mudah dibakar, misalnya: kertas, karet, kayu, plastik, kain bekas,dll. b. Sampah yang tidak bisa dibakar, misalnya: kaleng-kaleng bekas, besi/logam bekas, pecahan gelas, kaca,dll. 3. Berdasarkan karakteristik sampah a. Garbage, yaitu sampah hasil pengolahan atau pembuatan makanan, yang umumnya mudah membusuk, dan berasal dari rumah tangga, restoran, hotel, dan sebagainya
7

b. Rabish, yaitu sampah yang berasal dari perkantoran, perdagangan baik yang mudah terbakar, seperti kertas, karton, plastik, maupun yang tidak mudah terbakar seperti kaleng bekas, klip, pecahan kaca, besi,dll c. Ashes (debu), yaitu sisa pembakaran dari bahan-bahan yang mudah terbakar, termasuk abu rokok d. Sampah jalanan, yaitu sampah yang berasal dari pembersihan jalan e. Sampah industri, yaitu sampah yang berasal dari industri atau pabrik f. Bangkai binatang, yaitu bangkai binatang yang mati karena alam, ditabrak kendaraan, atau dibuang oleh orang g. Bangkai kendaraan adalah bangkai mobil, sepeda, sepeda motor, dan sebagainya h. Sampah pembangunan, yaitu sampah dari proses pembangunan gedung, rumah, berupa puing-puing, potongan kayu, besi, beton, bambu,dll. Pengelolaan sampah Cara-cara pengelolaan sampah antara lain: 1. Pengumpulan dan pengangkutan sampah Pengumpulan sampah adalah menjadi tanggung jawab dari masing-masing rumah tangga atau institusi yang menghasilkan sampah. Oleh karena itu, mereka perlu membangun tempat pengumpulan sampah. Kemudian dari tempat pengumpulan sampah tersebut diangkut ketempat pengangkutan sementara (TPS), dan selanjutnya ke tempat pengangkutan akhir (TPA). Cara pengangkutan sampah untuk daerah perkotaan adalah tanggung jawab pemerintah daerah setempat yang didukung oleh partisipasi masyarakat produksi sampah, khususnya dalam hal pendanaaan. Sedangkan didaerah pedesaan dikelola oleh masing-masing keluarga, tanpa memerlukan TPS atau TPA. Sampah rumah tangga daerah pedesaan umumnya didaur ulang menjadi pupuk 2. Pemusnahan dan pengelolaan sampah Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu: a. Ditanam (landfill), yaitu pemusnahan sampah dengan membuat lubang ditanah kemudian sampah dimasukkan dan ditimbun dalam tanah. b. Dibakar(inceneration) yaitu memusnahkan sampah dengan jalan membakar didalam tungku pembakaran.

c. Dijadikan pupuk (composting), yaitu pengolahan sampah menjadi kompos khususnya untuk sampah organik daun-daunan, sisa makanan, dan samapah lain yang dapat membusuk.

2.6 Air limbah dan pengolahannya Air limbah atau air buangan adalah sisa air yangdibuang yang berasal dari rumah tangga, industri,maupun tempat-tempat umum lainnya yang pada umumnay mengandung bahanbahan atau zat yang dapat menbahayakan kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup. Air limbah ini berasal dari berbagai sumber, secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut 1. Air buangan yang bersumber dari rumah tangga ( domestic wastes water),yaitu air limbah yang berasal dari pemukiman penduduk.Pada umumnya air limbah ini terdiri dari eksreta(tinja dan air seni),air bekas cucian dapur dan kamar mandi dan umumnya terdiri dari bahan-bahan organik. 2. Air buangan industri (industial wastes water),yang berasal dari berbagai jenis industri akibat proses produksi.Zat- zat yang terkandung di dalamnya sangat bervariasi,

antara lain: nitrogen, sulfida, amoniak, lemak, garam-garam, zat pewarna, mineral, logam berat, zat pelarut dan sebagainya. Oleh sebab itu agar tidak menjadi polusi bagi lingkungan air limbah ini harus diolah. 3. Air buangan kotapraja (municipal wastes water),y aitu air buangan yang berasal dari daerah : perkantoran,perdagangan,hotel,restoran tempat-tempat umum ,tempat-tempat ibadah ,dan sebagainya.Pada umumnya zat-zat yang terkandung dalam jenis limbah ini sama dengan air rumah tangga.

A. Karakteristik air limbah Secara garis besar karakteristik air limbah ini digolongkan menjadi sebagai berikut : 1. Karakteristik fisik Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil terdiri dari bahan-bahan padat dan suspensi.Terutama air limbah rumah tangga ,biasanya berwarna suram seperti lautan sabun,sedikit berbau,,kadang-kadang mengandung sisa sisa kertas ,berwarna bekas cucian beras dan sayur ,bagian-bagian tinja,dan sebagainya.

2. Karakteristik kimiawi Air buangan mengandung campuran zat-zat kimia anorganik yang berasal dari air bersih serta bermacam-macam zat organik barasal dari penguraian tinja ,urine dan sampah-sampah lainnya.Oleh seab itu ,pada umumnya bersifat basah pada waktu masih baru ,dan cenderung ke asam apabila sudah memulai membusuk.Substansi organik dalam air buangn terdiri dari dua gabungan ,yakni : a. Gabungan yang mengandung nitrogen ,misalnya urea,protein,amine, dan asam amino b. Gabungan yang tak mengandung nitrogen , misalnya : lemak,sabun, dan karbohidrat, termasuk selulosa. 3. Karakteristik bakteriologis Kandungan bakteri patogen serta organisme golongan coli terdapat juga dalam air limbah tergantung darimana proses pengolahan air buangan. Sesuai dengan zat-zat terkandung di dalam air limbah ini, maka air limah yang tidak diolah terlebih dahulu akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup, antara lain: a. Menjadi transmisi atau media penyebaran berbagai penyakit, terutama: kolera, thypus abdominalis, desentri baciler. b. Menjadi berkembangbiaknya mikroorganisme patogen. c. Menjadi tempat-tempat berkembangbiaknya nyamuk atau tempat hidup larva nyamuk. d. Menimbulkan bau yang tidak enak serta pandangan yang tidak sedap. e. Merupakan sumber pencemaran air permukaan, tanah, dan lingkungan hidup lainnya. f. Menguragi produktifitas manusia, karena orang bekerja dengan tidak nyaman, dan sebagainya sumbernya, namun keduanya tidak berperan dalam

B. Cara pengolahan air limbah secara sederhana Pengolahan air limbah dimaksudkan untuk melindngi lingkungan hidup terhadap pencemaran air limbah secara sederhana, yaitu: 1. Pengeceran (dilution) Air limbah diencerkan sampai mencapai konsentrasi yang cukup rendah kemudian baru dibuang ke badan-badan air tetapi, dengan makin bertambahnya penduduk, yang berarti makin meningkatnya kegiatan manusia, maka jumlah air limbah yang dibuang
10

terlalu banyak, dan diperlukan air pengenceran yang banyak pula, maka cara ini tidak dapat dipertahankan lagi. Disamping itu, cara ini menimbulkan kerugian lain, diantaranya: bahaya kontaminasi terhadap badan-badan air masih tetap ada, pengendapan yang akhirnya menimbulkan pendangkalan terhadap badan-badan air, seperti selokan, sungai, danau, dan sebagainya. Selanjutnya dapat menimbulkan banjir 2. Kolam Oksidasi (oxidation ponds) Pada prinsipnya cara pengolahan ini adalah pemanfaatan sinar matahari, ganggang (algae), bakteri, dan oksigen dalam proses pembersihan alamiah. Air limbah dialirkan ke dalam kolam besar berbentuk segi empat dengan kedalaman antara 1-2 meter. Dinding dan dasar kolam tidak perlu diberi lapisan apapun. Lokasi kolam harus jauh dari daerah pemukiman, dan di daerah yang terbuka, sehingga memungkinkan sirkulasi dengan baik. 3. Irigasi Air limbah dialirkan kedalam parit-parit terbuka terbuka yang digali, dan air akan merembes masuk kedalam tanah melalui dasar dn dinding parit-parit tersebut. dalam keadaan tertentu air buangan dapat digunakan untuk pengairan ladang pertanian atau perkebunan dan sekaligus berfungsi untuk pemupukan. Hal ini terutama dapat di lakukan untuk air limbah dari rumah tangga, perusahaan susus sapi, rumah potong hewan, dan lain-lainnya dimana kandungan zat-zat organik dan protein cukup tinggi yang di perlukan oleh tanam-tanaman.

11

BAB III PENUTUP

3.1

Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa dengan kesehatan

lingkungan maka akan mewujudkan kesehatan yang optimum bagi manusia. Dalam mewujudkan kesehatan lingkungan dapat dilakukan mulai dari rumah kita, dengan menjadikan rumah kita sebagai rumah sehat. Lalu berlanjut ke lingkungan sekitar seperti dalam penyediaan air bersih, pembuangan kotoran manusia, pengelolaan sampah dan air limbah. Jika masyarakat benar-benar sadar dan memperhatikan aspek-aspek tersebut, maka kesehatan lingkungan akan dapat terealisasi sehingga terwujudlah mayarakat yang sehat.

12

DAFTAR PUSTAKA

http://medical.mstropk.com/cara-pengolahan-air-limbah-secara-sederhana/ http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=9429 http://www.google.co.id/#hl=id&cp=24&gs_id=3l&xhr=t&q=sampah+dan+peng elolaannya&pf=p&sclient=psyab&site=&source=hp&pbx=1&oq=sampah+dan+pengelolaanny&aq=0&aqi=g1 &aql=&gs_sm=&gs_upl=&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.,cf.osb&fp=e5e7e90652dc97f &biw=1006&bih=467 http://id.wikipedia.org/wiki/Pengelolaan_sampah http://www.smallcrab.com/kesehatan/629-air-limbah-dan-pengelolaannya http://www.slideshare.net/guest150909/pengelolaan-limbah-industri-434922 http://forum.upi.edu/v3/index.php?topic=12653.0 http://www.google.co.id/#hl=id&cp=29&gs_id=3z&xhr=t&q=air+limbah+dan+p engelolaannya&pf=p&sclient=psyab&biw=1006&bih=467&source=hp&pbx=1&oq=air+limbah+dan+pengelolaan nya&aq=0&aqi=g1&aql=&gs_sm=&gs_upl=&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.,cf.osb&fp =e5e7e90652dc97f http://indonesiaindonesia.com/f/58386-4-kriteria-rumah-sehat/ http://www.google.co.id/#hl=id&cp=23&gs_id=af&xhr=t&q=syarat+rumah+yan g+sehat&pq=sampah+dan+pengelolaannya&pf=p&sclient=psyab&source=hp&pbx=1&oq=syarat+rumah+yang+sehat&aq=f&aqi=&aql=&gs_ sm=&gs_upl=&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.,cf.osb&fp=e5e7e90652dc97f&biw=1006 &bih=467

13