Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah gizi merupakan masalah yang ada di tiap negara, aik negara miskin, negara erkem ang dan negara ma!u. Negara miskin dan negara erkem ang "enderung dengan masalah gizi kurang #penyakit in$eksi% dan negara ma!u "enderung dengan masalah gizi le ih #penyakit degenerati$%. Negara erkem ang seperti Ind&nesia mempunyai masalah gizi ganda yakni perpaduan masalah gizi kurang dan masalah gizi le ih.' ( esitas merupakan masalah yang diperhatikan karena erkaitan dengan peningkatan !umlah lemak dalam tu uh. )ingginya penderita & esitas pada usia * '+ tahun termasuk lan!ut usia, dikarenakan &leh seiring ertam ahnya usia tim ul e erapa peru ahan pada tu uh, meta &lisme tu uh menurun #syndr&me meta &lik%, dan ertam ahnya lemak dalam tu uh. ,&nsekuensinya dapat meningkatkan risik& kematian dan kesakitan aki at dari penyakit degenerati$, serta menurunkan usia harapan hidup.Menurut .H( #'//-%, -// !uta &rang de0asa menderita & esitas. Di Amerika 1erikat, 2 dari - &rang penduduk menderita & esitas, di Inggris 234 25,-6 penduduk menderita & esitas. Pre7alensi overweight #kegemukan% dan & esitas meningkat sangat ta!am di ka0asan Asia 4 Pasi$ik, se agai "&nt&h '/,+6 dari penduduk ,&rea 1elatan terg&l&ng overweight dan 2,+6 terg&l&ng & esitas. Di )hailand, 236 penduduknya mengalami overweight dan '6 mengalami & esitas.8 Di k&ta Ne0 9&rk, pre7alensi & esitas ter!adi peningkatan dari '/,'6 tahun '//' men!adi '+,:6 tahun '//' pada kel&mp&k umur ; 3+ tahun #BMI ;-/ kg<m'%.+ Menurut World Health Organization #.H(% '//', menyatakan ah0a & esitas telah men!adi masalah dunia. Panama ter"atat se agai negara dengan pre7alensi & esitas tertinggi di dunia, yakni -56. 1etelah itu Peru #-'6% dan Amerika 1erikat #-26%. ,eadaan ini tidak hanya ter!adi di negara ma!u tapi sudah mulai meningkat di negara erkem ang.8

Menurut Depkes =I #'///%, dari '2/ !uta penduduk Ind&nesia, !umlah penduduk yang overweight men"apai 53,5 !uta #-3,+6% dan penduduk yang mengalami & esitas men"apai :,> !uta #',56%.2' Penelitian yang dilakukan &leh Depkes =I #'//-% di 2' k&ta esar di Ind&nesia memperlihatkan ah0a 2>,>6 penduduk overweight dan -,56 menderita & esitas. Pada kel&mp&k umur '/4': tahun overweight maupun & esitas men"apai pun"aknya yaitu masing4masing '','6 dan '-,/6 pada laki4laki, dan -/,'6 dan '-,/6 pada 0anita. 5 Berdasarkan data terse ut, dapat disimpulkan ah0a overweight dan & esitas di Ind&nesia telah men!adi masalah esar yang memerlukan penanganan se"ara serius.2 B. )u!uan 2. Mengetahui de$inisi & esitas '. Mengetahui kriteria dan klasi$ikasi & esitas -. Mengetahui $akt&r ? $akt&r penye a & esitas 8. Mengetahui dampak dari & esitas +. Mengetahui "ara mengatasi dan men"egah & esitas

BAB II )IN@AUAN PU1)A,A A. Pengertian ,ata & esitas erasal dari ahasa latinA obesus, obedere yang artinya gemuk atau kegemukan. ( esitas atau gemuk merupakan suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penim unan !aringan lemak tu uh se"ara erle ihan. 2/ ( esitas adalah suatu k&ndisi kele ihan lemak, aik di seluruh tu uh atau terl&kalisasi pada agian tertentu.( esitas merupakan peningkatan t&tal lemak tu uh, yaitu untuk pria dan 0anita masing4masing mele ihi '/6 dan '+6 dari erat tu uh dan dapat mem ahayakan kesehatan.'' Menurut World Health Organization #.H(% '//3, & esitas dide$enisikan se agai kumpulan lemak erle ih yang dapat mengganggu kesehatan dengan Body Mass Index #BMI% ; -/ kg<m'.8 1ementara &7er0eight #kele ihan erat adan% adalah suat k&ndisi dimana per andingan erat adan dan tinggi adan mele ihi standar yang ditentukan, sehingga erat adan sese&rang mele ihi erat adan n&rmal.+ B. Epidemi&l&gi 1aat ini, 2,3 miliar &rang de0asa di seluruh dunia mengalami erat adan erle ih #overweight%, dan '// !uta diantaranya mengalami & esitas. Pada tahun '/2+, diperkirakan ',- miliar &rang de0asa akan mengalami overweight dan 5// !uta di antaranya & esitas. Di Ind&nesia, menurut data =iset ,esehatan Dasar #=iskesdas% tahun '//5, pre7alensi nasi&nal & esitas pada penduduk erusia ; 2+ tahun adalah laki4laki 2-,:6 dan perempuan '-,>6.: .H( #'//'% menyatakan ah0a & esitas telah men!adi masalah dunia. Panama ter"atat se agai negara dengan pre7alensi & esitas tertinggi di dunia, yakni -56. 1etelah itu Peru #-'6% dan Amerika 1erikat #-26%. 3 Di daerah perk&taan Bina, pre7alensi overweight adalah 2',/6 pada laki4laki dan 2','6 pada perempuan, sedang di daerah pedesaan pre7alensi overweight pada laki4

laki dan perempuan masing4masing adalah +,-6 dan :,>6.2Menurut penelitian 1!ari$, dkk #'//'% melakukan penelitian di 2/ k&ta4 k&ta esar yaitu Medan, Padang, Palem ang, @akarta, 1emarang, 1&l&, 9&gyakarta, 1ura aya, Denpasar, dan Manad& dengan su yek sis0a sek&lah dasar. Hasilnya memperlihatkan pre7alensi & esitas pada anak se esar 25,56 di Medan, Padang 5,26, Palem ang 2-,'6, @akarta '+,/6, 1emarang '',-6, 1&l& ',26, 9&gyakarta ',/6, 1ura aya 22,'6, Denpasar 22,56, dan Manad& +,-6.'Pre7alensi nasi&nal & esitas pada penduduk de0asa erusia ; 2+ tahun di 2/ pr&7insi di Ind&nesia tahun '//5 adalah 1ula0esi Utara #--,-6%, @akarta #'3,:6%, C&r&ntal& #'3,-6%, Maluku Utara #'','6%, ,alimantan )imur #'-,+6%, Papua Barat #'-,/6%, ,epulauan =iau #'',>6%, Papua #'','6%, Bangka Belitung #'','6%, dan 1umatera Utara #'/,:6%.2 National Health Survey #'//'4'//+%, pada penduduk Australia menun!ukkan data hasil pre7alensi overweight meningkat dari ':,+6 men!adi -',36 dan & esitas dari 22,26 men!adi 23,'6 pada kel&mp&k umur ++43' tahun.: .H( menyatakan ah0a & esitas telah men!adi masalah dunia. Data yang dikumpulkan dari seluruh dunia memperlihatkan ah0a ter!adi peningkatan pre7alensi overweight dan & esitas pada 2/42+ tahun terakhir, saat ini diperkirakan se anyak le ih dari 2// !uta penduduk dunia menderita & esitas.8 @umlah penderita & esitas di Ind&nesia terus ertam ah dari tahun ke tahun. Berdasarkan data 1U1ENA1 tahun 2:>:, pre7alensi & esitas di Ind&nesia adalah 2,2 6 dan /,56, masing4masing untuk k&ta dan desa. Angka terse ut meningkat hampir lima kali men!adi +,- 6 dan ',- 6 pada tahun 2:::. 1U1ENA1 #'//'% pre7alensi & esitas men"apai 22,/6.2+ Di Ind&nesia, penelitian yang dilakukan &leh Himpunan 1tudi ( esitas Ind&nesia #HI1(BI% tahun '//' mendapatkan angka pre7alensi & esitas #IM);-/ kg<m'% :,23 6 pada pria dan 22,/' 6 pada 0anita.23

B. Eti&l&gi 2. P&la Makan P&la makan adalah er agai in$&rmasi yang mem erikan gam aran mengenai !umlah dan !enis ahan makanan yang dimakan setiap harinya telah anyak eru ah. Peru ahan ini meliputi dengan anyaknya !enis makanan, makanan dapat di eli kapan sa!a, met&de penga0etan semakin "anggih #makanan dapat selalu tersedia%, dan anyak pr&duk makanan hanya memerlukan sedikit pr&ses pemasakan, sehingga dapat segera dimakan. '+ Hal yang perlu diyakini ah0a & esitas hanya mungkin ter!adi, !ika terdapat kele ihan makanan dalam tu uh terutama ahan makanan sum er energi. Dengan kata lain, !umlah makanan yang dimakan setiap hari !auh mele ihi ke utuhan $aal tu uh.2+ )ampaknya memang ada ke iasaan makan yang er eda pada &rang yang mengalami & esitas. ( esitas sering di!umpai pada &rang yang senang masak atau eker!a di dapur. Di samping itu, !uga di!umpai pada &rang yang memiliki ge!ala suka makan pada 0aktu malam. P&la makan yang tinggi kal&ri dan lemak akan menye a kan penim unan energi dalam lemak. Hal ini diper erat dengan kurangnya akti$itas $isik.28 '. Akti$itas Disik ( esitas anyak di!umpai pada &rang yang kurang melakukan akti$itas $isik dan ke anyakan duduk. 1aat sekarang ini, dengan meningkatnya mekanisasi dan kemudahan transp&rtasi, &rang "enderung kurang gerak atau menggunakan sedikit tenaga untuk akti$itas. Dengan demikian, kurangnya peman$aatan tenaga akan menye a kan simpanan tenaga<energi di dalam tu uh yang lam at laun akan semakin ertumpuk sehingga menye a kan & esitas. @adi memper anyak akti$itas $isik sangat dian!urkan.28 ,ema!uan tekn&l&gi menye a kan erkuranganya ke utuhan untuk menggunakan tenaga &t&t manusia dalam melaksanakan tugas manual yang memerlukan anyak energi. Dari segi transp&rtasi, semakin anyak &rang menggunakan kendaraan, ketim ang er!alan kaki atau ersepeda 0alaupun entuk

pada !arak yang tidak !auh.2' Dengan kema!uan tekn&l&gi, dimana tenaga manusia telah anyak digantikan &leh mesin, sehingga manusia men!adi semakin diman!akan. (leh karena itu, manusia men!adi kurang melakukan akti$itas $isiknya sehingga & esitas men!adi le ih merupakan masalah kesehatan masyarakat.2> -. Dakt&r Psik&l&gis Dakt&r psik&l&gis sering !uga dise utkan se agai salah satu $akt&r predisp&sisi yang dapat mend&r&ng ter!adinya & esitas. Cangguan em&si&nal aki at adanya tekanan psik&l&gis atau lingkungan kehidupan masyarakat yang dirasakan tidak menguntungkan, dapat mengu ah kepri adian sese&rang 8. Cenetik Dakt&r genetik merupakan salah satu $akt&r yang !uga erperan dalam tim ulnya & esitas. )elah lama diamati ah0a anak4anak & esitas umumnya erasal dari keluarga dengan &rang tua & esitas. Bila salah satu &rang tua & esitas sekitar '/4+/6 anak4anaknya akan mengalami & esitas, sedangkan ila kedua &rang tuanya & esitas, >/6 anak4anaknya akan men!adi & esitas. )im ulnya & esitas dalam keluarga sema"am ini le ih ditentukan karena ke iasaan makan dalam keluarga yang ersangkutan, dan ukan karena $akt&r genetis yang khusus. Hanya sa!a penelitian di la &rat&rium gizi Dunn di Bam ridge, Inggris aru4 aru ini menun!ukkan peran $akt&r genetis. 2+ +. Meta &lisme Basal Meta &lisme asal adalah meta &lisme yang dilakukan &leh &rgan4 &rgan tu uh dalam keadaan istirahat t&tal #tidur%. ,e"epatan meta &lisme asal setiap &rang er eda, ada yang tinggi dan ada !uga yang rendah. 1ese&rang yang mempunyai ke"epatan meta &lisme rendah akan "enderung le ih mudah gemuk !ika di andingkan dengan &rang yang mempunyai ke"epatan meta &lisme tinggi.2+ Pada umumnya, erat adan akan semakin meningkat sesuai dengan peningkatan usia. 1e"ara alami, meta &lisme asal pada usia yang semakin sehingga &rang terse ut men!adikan makanan se agai pelariannya.2+

sen!a akan semakin menurun. 1e!alan dengan itu, akti$itas $isiknya pun !uga semakin erkurang.23. H&rm&n H&rm&n adalah salah satu $akt&r & esitas. H&rm&n leptin, estr&gen dan h&rm&n pertum uhan mempengaruhi na$su makan, meta &lisme dan distri usi lemak tu uh. (rang & esitas memiliki kadar tinggi pada h&rm&n terse ut yang akan mend&r&ng akumulasi lemak tu uh.2' Pada 0anita yang telah mengalami men&pause, $ungsi h&rm&n tir&id di dalam tu uhnya akan menurun. Aki atnya, kemampuan untuk menggunakan energi akan penurunan meta &lisme erkurang. Apalagi pada usia lan!ut ter!adi asal tu uh sehingga mempunyai ke"enderungan

untuk meningkat erat adan. 1elain h&rm&n tir&id, h&rm&n insulin !uga dapat menye a kan kegemukan atau & esitas. H&rm&n insulin mempunyai peranan dalam menyalurkan energi ke dalam sel4sel tu uh. 1ese&rang yang mengalami peningkatan h&rm&n insulin akan meningkat pula tim unan lemak di dalam tu uhnya.25. E$ek 1amping Penggunaan ( at ? ( atan )erdapat e erapa & at yang dapat merangsang pusat lapar di dalam tu uh. Dengan demikian, sese&rang yang mengk&nsumsi & at terse ut akan meningkatkan na$su makannya. Apalagi !ika digunakan dalam 0aktu yang relati$ lama, seperti dalam keadaan penyem uhan suatu penyakit. Misalnya pem erian & at &ral antidia etes #(AD% pada penderita dia etes mellitus tipe II dapat menye a kan penam ahan penggunaan & at ini se aiknya antidepresan trisiklik.2erat adan. (leh karena itu, ila diperlukan sa!a. ( at yang dapat

merangsang na$su makan lainnya yaitu pil k&ntrasepsi, k&rtik&ster&id, dan

D. ,riteria dan ,lasi$ikasi ( esitas 2. Antr&p&metri erdasarkan Indeks Massa )u uh #IM)%< B&dy Mass IndeE #BMI% IMT = BB (kg) TB2 (m) Perbandingan antara kriteria BMI WHO tradisional dan Asia Pasifik(IOTF, WHO 2 ,ateg&ri Under0eight BMI .H( tradisi&nal #kg<m'% F 2>.+ ) BMI #kg<m'% Asia Pasi$ik F 2>.+ =isk &$ B&4 m&r idities =endah #tetapi resik& terhadap masalah4masalah klinis lain Batas N&rmal (7er0eightA At =isk ( ese I ( ese II '/4'/.+ *'+ '+4-/ -/4'/ *'/ 2>.+ ? ''.: * ''-./ ? ''.: '+./ ? ':.: * -/./ meningkat% =ata rata Meningkat 1edang Ber ahaya asi!i" ers!e"tive #

Pada tahun '/// diselenggarakan The Asia

$ede!ining Obesity and Treat%ent yang mengahasilkan rek&mendasi pengukuran indeks aru untuk penentuan status &7er0eight dan & esitas di ka0asan Asia Pasi$ik. Penelitian dilakukan &leh para ahli erdasarkan ukti? ukti medis #&vidan"e Based Medi"ine' yang menun!ukan hasil 0alaupun sudah menderia & esitas a d&minal. ah0a penduduk Asia "enderung tidak memperlihatkan tanda4 tanda &7er0eigth

'. Berdasarkan distri usi lemak dalam tu uh Disri usi lemak dalam tu uh dapat diketahui dengan menggunakan

pengukuran lingkar lengan atas #LLA%, pengukuran lingkar panggul < pinggang, dan melihat "iri $isik entuk tu uh. Lemak yang erada di sekitar perut mem erikan resik& kesehatan yang le ih tinggi di andingkan lemak di daerah paha atau agian tu uh.yang lain. 1uatu met&de yang sederhana namun "ukup akurat untuk mengetahui hal terse ut adalah lingkar pinggang. Peng!k!ran lingkar "angg!l # "inggang Peng!k!ran Pria =esik& Meningkat *:' "m =esik& sangat meningkat *2/' "m Wanita =esik& meningkat *>/ "m =esik& sangat meningkat *>> "m

Lingkar pinggang

Peng!k!ran lingkar lengan atas ($$A) "ada %anita !sia s!b!r (2 &2' t() $$A ()m) '+.54'>.+ '>.+4-'.' -'.'4-:.5 *-:.5 Bent!k t!b!( berdasarkan )iri fisik dan resiko Bent!k T!b!( +iri Fisik Lemak disimpan di sekitar pinggul dan &k&ng )ipe Cyn&id #Bentuk Peer% ini "enderung dimiliki 0anita. ,esiko =esik& terhadap penyakit pada tipe gyn&id umumnya ke"il, ke"uali resik& terhadap penyakit arthritis dan 7arises 7ena #7ari"&se Apple 1hape #Andr&id% . Biasanya terdapat pada pria. dimana lemak tertumpuk di sekitar perut. Pria kurus dengan perut gendut le ih eresik& di andingkan dengan pria yang le ih 7eins%. =esik& kesehatan pada tipe ini le ih tinggi di andingkan dengan tipe Cyn&id, karena sel4sel lemak di sekitar perut le ih siap melepaskan lemaknya *riteria N&rmal ( esitas ( esitas erat ( esitas sangat erat

gemuk dengan perut le ih ke"il Biri dari tipe ini adalah G esar di seluruh agian (7id #Bentuk ,&tak Buah% adanH. )ipe (7id umumnya terdapat pada &rang4&rang yang gemuk se"ara genetik

ke dalam pem uluh darah di andingkan dengan sel4sel lemak di tempat lain. =esik& sama dengan tipe Cyn&id.

Berdasarkan *ondisi -el2a. Tipe Hiperplastik )ipe hiperplastik merupakan kegemukan yang dise a kan &leh !umlah sel lemak le ih anyak di andingkan dengan k&ndisi n&rmal. Akan tetapi, ukuran sel lemak terse ut masih sesuai dengan ukuran sel yang n&rmal. ,egemukan tipe hiperplastik iasanya ter!adi se!ak masa anak4anak dan sulit 10

untuk diturunkan ke erat adan n&rmal. Bila ter!adi penurunan erat tu uh si$atnya hanya sementara dan k&ndisi tu uh akan mudah kem ali ke keadaan semula. . )ipe Hipertr&pik ,egemukan yang termasuk dalam tipe ini mempunyai !umlah sel yang n&rmal, tetapi ukuran sel le ih esar dari ukuran n&rmal. ,egemukan ini iasanya ter!adi pada &rang de0asa dan relati$ le ih mudah menurunkan erat tu uh di anding tipe hiperplastik. Namun, kegemukan tipe ini mempunyai risik& le ih mudah terserang penyakit gula dan tekanan darah tinggi. ". )ipe Hiperplastik4Hipertr&pik Pada kegemukan tipe ini !umlah maupun ukuran sel yang terdapat pada tu uh sese&rang mele ihi ukuran n&rmal. Pr&ses kegemukan dimulai se!ak masa anak4anak dan erlangsung terus hingga de0asa. Mereka yang mengalami kegemukan tipe ini paling sukar menurunkan erat tu uh. Dengan demikian, sese&rang dengan tipe kegemukan seperti ini paling mudah terserang er agai penyakit degenerati$. Berdasarkan Tingkatan28 a. -im"le obesit. #kegemukan ringan%, merupakan kegemukan aki at kele ihan erat tu uh se anyak '/6 dari erat ideal dan tanpa disertai penyakit dia etes melitus, hipertensi, dan hiperlipidemia. . Mild obesit., merupakan kegemukan aki at kele ihan erat tu uh antara '/4 -/6 dari erat ideal yang elum disertai penyakit tertentu, tetapi sudah perlu di0aspadai. ". Moderat obesit., merupakan kegemukan aki at kele ihan erat tu uh antara -/43/6 dihitung dari erat ideal. Pada tingkat ini penderita termasuk erisik& tinggi untuk menderita penyakit yang erhu ungan dengan & esitas. d. Morbid obesit., merupakan kegemukan aki at kele ihan erat tu uh dari erat ideal le ih dari 3/6 dengan risik& sangat tinggi terhadap penyakit pernapasan, gagal !antung, dan kematian mendadak. 1edangkan kegemukan atau & esitas erdasarkan usia yaitu kegemukan

11

masa ayi #in!an"y(onset obesity', masa anak4anak #"hildhood(onset obesity%, dan masa de0asa #adult(onset obesity%. E. Pat&$isi&l&gi

Pengaturan keseim angan energi diperankan &leh hip&talamus melalui pr&ses $isi&l&gis, yaituA pengendalian rasa lapar dan kenyang, mempengaruhi la!u pengeluaran energy dan regulasi sekresi h&rm&n yang terli at dalam pengaturan penyimpanan energy, melalui sinyal4sinyal e$$erent yang erpusat di hip&talamus setelah mendapatkan sinyal a$$erent dari peri$er terutama dari !aringan adip&se tetapi !uga dari usus dan !aringan &t&t. 1inyal4sinyal terse ut ersi$at ana &lik #meningkatkan asupan makanan, menurunkan pengeluaran energi% dan kata &lik #an&reksia, meningkatkan pengeluaran energi%, dan di agi men!adi ' kateg&ri, yaitu sinyal pendek dan sinyal pan!ang. 1inyal pendek #situasi&nal% yang mempengaruhi p&rsi makan dan 0aktu makan serta erhu ungan dengan $akt&r distensi lam ung dan peptida gastr&intestinal, yaitu k&lesist&kinin #BB,% yang mempunyai peranan paling penting dalam menurunkan p&rsi makan dis anding glu"ag&n, &m esin, dan 12

s&mat&statin. 1inyal pan!ang yang diperankan &leh $at deri7ed h&rm&ne leptin dan insulin yang mengatur penyimpanan dan keseim angan energi. Di dalam sistem ini leptin memegang peranan penting se agai pengendali erat adan. 1um er utama leptin adalah !aringan adip&sa, yang disekresi langsung masuk ke peredaran darah dan kemudian menem us sa0ar darah &tak menu!u ke hip&talamus. Apa ila asupan energi mele ihi dari yang di utuhkan maka massa !aringan adip&sa meningkat, disertai dengan peningkatan kadar leptin dalam peredaran darah. Leptin kemudian merangsang an&reEigeni" "enter di hip&talamus agar menurunkan pr&duksi NP9, sehingga ter!adi penurunan na$su makan dan asupan makanan. Demikian pula se aliknya ila ke utuhan energi le ih esar dari asupan energi, maka massa !aringan adip&sa erkurang dan ter!adi rangsangan pada an&reEigeni" "enter di hip&talamus yang menye a kan peningkatan na$su makan dan asupan makanan. Pada se agian tinggi dan dise ut se agai resistensi leptin. Be erapa neur&transmitter, yaitu n&repineprin, d&pamine, asetilk&lin, dan ser&t&nin erperan !uga dalam regulasi keseim angan energi, demikian !uga dengan e erapa neur&peptide dan h&rm&n peri$er yang !uga mempengaruhi asupan makanan dan erperan dalam pengendalian ke iasaan makan. &m esin, Neur&peptida4neur&peptida ini meliputi neur&peptida 9 #NP9%, melanin "&n"entrating h&rm&ne, "&rti"&tr&phin releasing h&rm&ne #B=H%, dan s&mat&statin. NP9 dan B=H terdapat di nukleus para7entrikuler #PIN% yang terletak di agian d&rsal dan r&stral 7entr&medial hyp&thalami" #IMH%, sehingga lesi pada daerah ini akan mempengaruhi ke iasaan makan dan keseim angan energi. NP9 merupakan neur&peptida perangsang na$su makan dan diduga erperan didalam resp&n $isi&l&gi terhadap star7asi dan & esitas. Nukleus IMH merupakan an&reEigeni" "enter. 1timulasi pada nukleus IMH akan mengham at asupan makanan dan kerusakan nukleus ini akan menye a kan makan yang erle ihan #hiper$agia% dan & esitas, sedang nukleus area lateral hip&talamus merupakan $eeding "enter< &reEigeni" "enter dan mem erikan pengaruh yang erla0anan. esar &rang & esitas, mekanisme ini tidak er!alan 0alaupun kadar leptin didalam darah

13

Leptin dan insulin yang

eker!a pada nukleus ar"uatus #A=B%,

merangsang neur&n pr&&pimelan&"&rtin<"&"ain dan regulasi amphetamine, sehingga menim ulkan e$ek kata &lik #mengam at na$su makan, meningkatkan pengeluaran energi% dan pada saat yang sama mengam at neur&n NP9< AC=P #ag&uti related peptide% dan menim ulkan e$ek ana &lik #merangsang na$su makan, menurunkan pengeluaran energi%. Pelepasan neur&peptide NP9< AC=P dan P(MB< BA=) &leh neur&n4neur&n terse ut kedalam nukleus PIN dan LHA, yang selan!utnya akan memediasi e$ek insulin dan leptin dengan "ara mengatur resp&n neur&n4neur&n dalam nukleus traktus s&litaries #N)1% di &tak elakang terhadap sinyal rasa kenyang #&leh k&lesist&kinin dan distensi lam ung% yang tim ul setelah makan. 1inyal rasa kenyang ini menu!u N)1 terutama melalui ner7us 7agus. @alur des"ending ana &lik dan kata &lik diduga mempengaruhi resp&n neur&n di N)1 yang mengatur penghentian makan. @alur kata &lik meningkatkan, dan !alur ana &lik menurunkan e$ek sinyal kenyang !alur pendek, sehingga menye a kan penyesuaian p&rsi makan yang mempunyai e$ek !angka pan!ang pada peru ahan asupan makan dan adan. D. ,&mplikasi Hasil penelitian mem uktikan ah0a kegemukan dan & esitas menim ulkan anyak masalah dan memper esar risik& sese&rang terserang penyakit degenerati$ #penyakit yang tim ul aki at ada peru ahan atau kerusakan tingkat seluler yang meluas ke !aringan yang sama%. Be erapa penyakit yang dise a kan &leh & esitas, antara lainA 2. Hipertensi Penderita kegemukan mempunyai risik& yang tinggi terhadap hipertensi. 1ese&rang dikatakan menderita hipertensi ila tekanan syst&le *2'/ mmHg dan diast&le *:/ mmHg. Penderita & esitas tipe uah apel eresik& le ih tinggi dalam kemungkinan menderita hipertensi di andingkan dengan &rang yang kurus dan penderita & esitas tipe uah pear.2Berat adan yang erle ih sudah tentu akan meningkatkan e an erat

14

!antung dalam mem&mpa darah keseluruh tu uh. Hal ini menye a kan tekanan darah "enderung akan le ih tinggi. 1elain itu, pem uluh darah pada lansia le ih te al dan kaku atau dise ut ater&skler&sis, sehingga tekanan darah akan meningkat. Untuk itu lansia hendaknya mengurangi k&nsumsi natrium #garam%, karena garam yang meningkatkan tekanan darah.'' '. Dia etes Mellitus ( esitas dapat menye a kan penyakit dia etes mellitus tipe II. 1e agaimana diketahui, dia etes mellitus adalah suatu keadaan<kelainan dimana terdapat gangguan meta &lisme kar &hidrat, lemak, dan pr&tein yang dise a kan &leh kekurangan insulin atau tidak er$ungsinya insulin, aki atnya gula dalam darah tertim un #tinggi%. Biasanya 5+6 penderita DM tipe II adalah &rang yang mengalami & esitas atau ri0ayat & esitas.'' Dia etes mellitus se enarnya merupakan penyakit keturunan, tetapi k&ndisi terse ut tidak selalu tim ul !ika sese&rang tidak kele ihan a n&rmal dalam darah.2-. ,anker Hasil penelitian menun!ukkan & esitas akan ah0a laki4laki yang mengalami esar, erisik& le ih tinggi untuk menderita kanker usus erat adan. Pada umumnya, penderita dia etes mempunyai kadar lemak yang erle ih dalam tu uh dapat

rektum, dan kelen!ar pr&stat. Adapun pada 0anita penderita & esitas, akan mengalami risik& terkena penyakit kanker payudara dan rahim. .anita yang telah men&pause, umumnya pada usia le ih dari +/ tahun dan mengalami kele ihan dikurangi. 8. Penyakit @antung ,&r&ner #P@,% Penyakit !antung k&r&ner merupakan penyakit yang ter!adi aki at penyempitan pem uluh darah k&r&ner #pem uluh darah yang mendarahi dinding !antung%. Hasil penelitian menun!ukkan ah0a dari +// penderita kegemukan sekitar >>6 mendapat risik& terserang penyakit !antung k&r&ner. erat adan akan mudah terserang penyakit kanker payudara. Untuk mengurangi risik& terkena kanker, k&nsumsi lemak t&tal harus

15

Meningkatnya $akt&r risik& penyakit !antung k&r&ner se!alan dengan ter!adinya penam ahan erat adan sese&rang.2,&nsumsi lemak !enuh dan k&lester&l yang erle ihan akan meningkatkan risik& penyakit ini. Lemak !enuh dan k&lester&l hanya terdapat pada ahan makanan he0ani. (leh karena itu, usia lan!ut le ih disarankan mengk&nsumsi ikan karena dapat menurunkan risik& menderita penyakit !antung di andingkan sum er pr&tein he0an lain. Pengaruh kegemukan pada penyakit !antung k&r&ner tidak selalu hiperlipidemia.'' +. Arthritis dan C&ut (rang yang menderita kegemukan dan & esitas mempunyai risik& tinggi terhadap penyakit arthritis #radang sendi% yang le ih serius di andingkan dengan &rang yang memiliki erat adan ideal atau gemuk. C&ut merupakan salah satu entuk penyakit arthritis atau le ih tepatnya radang sendi aki at meningkatnya kadar asam urat dan ter entuknya kristal asam urat pada sendi. Penyakit ini sering menyerang penderita kegemukan yang mengalami kele ihan erat adan * -/6 dari erat adan ideal dan kandungan asam urat dalam darahnya tinggi. 3. Batu empedu 1e0aktu tu uh mengu ah kele ihan lemak makanan men!adi lemak tu uh, "airan empedu le ih anyak dipr&duksi di dalam hati dan di simpan dalam kant&ng empedu. Hal inilah yang meningkatkan risik& terkena penyakit atu empedu #adanya endapan zat4zat er entuk seperti atu di dalam empedu%. Le ih sering ter!adi pada penderita & esitas tipe uah apel. Penurunan erat adan tidak akan meng& ati penyakit atu empedu, tetapi hanya akan mem antu dalam pen"egahannya. C. Penatalaksanaan 2. Medikament&sa ( at4& atan yang anyak digunakan untuk & esitas terdiri dari & at ila erdiri sendiri, tetapi iasanya diper uruk &leh $akt&r risik& lain seperti hipertensi, dia etes, dan

16

penahan na$su makan, diantaranya adalah g&l&ngan am$etamin, yaitu & at yang memper"epat meta &lisme tu uh, misalnya preparat tir&id, & at pema"u keluarnya "airan tu uh, misalnya diuretika. Namun & at4& atan terse ut ila digunakan dalam !angka pan!ang akan menye a kan e$ek agi tu uh. (leh karena itu penggunaannya samping sangat merugikan '. N&n Medikament&sa Diet Dian!urkan diet dengan rendah kal&ri tetapi "ukup gizi, yaitu 2+4'/ kal&ri<kgBB dengan k&mp&sisi '/6 pr&tein, 3+6 kar &hidrat, dan 2+6 lemak. Akupuntur 1e aiknya hanya dilakukan untuk mempermudah dalam melakukan diet. Penelitian mengungkapkan ah0a akupuntur pada telinga dapat menekan na$su makan, sehingga akan mengurangi k&nsumsi makanan yang pada akhirnya dapat menurunkan erat adan. (lah =aga Disamping memper"epat meta &lism, !uga dapat mem uat k&ndisi tetap segar dan dapat menam ah estetika. (lah raga dimaksudkan agar !umlah kal&ri yang dikeluarkan tu uh le ih anyak daripada kal&ri yang masuk. -. (perati$ (perasi )e)uno(ileal y4pass dilakukan dengan mem&t&ng se agian usus halus yang menyerap makanan, tetapi resik&nya "ukup esar sehingga hal terse ut harus dilakukan dengan indikasi yang "ukup kuat, yaitu apa ila & esitas tak dapat di& ati dengan tindakan k&nser7ati$. (perasi pengam ilan !aringan lemak #adipekt&mi% "enderung estetika. 8. Be erapa hal yang harus diperhatikan dalam pera0atan penderita & esitasA Haruslah ditum uhkan keyakinan pada diri penderita, alasan4alasan apa yang mengharuskan melakukan upaya menurunkan erat adannya. @adi langkah pertama adalah menum uhkan m&ti7asi dalam 17 ersi$at

se aiknya disertai k&ntr&l ketat.

diri penderita mengapa penderita harus menurunkan erat adan. Penderita & esitas perlu di erikan pengetahuan dasar mengenai zat gizi dan $ungsinya, pr&ses pem entukan dan penggunaan energi dalam tu uh. Dengan demikian, penderita dituntun untuk mengusahakan ter!adinya keseim angan antara pemasukan energi yang erasal dari makanan yang dimakannya dan penggunaan energi &leh tu uh sehingga ia mampu mengendalikan k&nsumsi makanan. Penderita & esitas harus di e askan dari er agai in$&rmasi yang salah yang mungkin didapatnya dari tulisan4tuisan yang ernada pr&m&si atau yang di uat &leh penulis yang ukan ahli yang dapat mem a0a aki at uruk agi dirinya. ,arena dasar penurunan erat adan adalah mengurangi !umlah energi yang masuk yang erasal dari makanan dan menaikkan pengeluaran energi melalui penam ahan kegiatan $isik. Mend&r&ng ter!adinya peru ahan perilaku. )idak dapat disangkal ah0a untuk memenuhi diet se"ara sungguh4sungguh untuk penurunan erat adan tidaklah mudah. (leh karena itu, disamping pendekatan dari sudut medis dan dietetika dalam upaya penanggulangan & esitas !uga dilakukan pendekatan psik&l&gis untuk mend&r&ng peru ahan perilaku. Mengenai kepatuhan penderita terhadap diet yang harus di!alani. Mengenai penyusunan diet yang di erikan harus didasarkan atas ke iasaan dan perilaku penderita sehari4hari dalam hal makanan. Mereka yang iasa sarapan pagi dengan r&ti se agai makanan p&k&k, harus di eri diet r&ti untuk makan pagi. Apa ila penderita selalu merasa tidak puas itu !ustru merupakan pend&r&ng aginya untuk tidak mematuhi dietnya.

18

BAB III PENU)UP A. =ingkasan 2. Menurut World Health Organization #.H(% '//3, & esitas dide$enisikan se agai kumpulan lemak erle ih yang dapat mengganggu kesehatan dengan Body Mass Index #BMI% ; -/ kg<m'. '. Penye a & esitas meliputi p&la makan, akti7itas $isik, $akt&r psik&l&gi, 19

genetik, meta &lism asal, h&rm&n, dan & at4& atan. -. Berdasarkan "iri $isik dikenal - entuk & esitas, yaituA Cyn&id,Apple 1hape, dan (7id. 8. Dampak dari & esitas antara lainA hipertensi, P@,, dia etes mellitus, kanker, arthritis, atu emepdu. +. Penatalaksanaan & esitas terdiri dariA Medikament&sa #& at4& atan%, N&n medikament&sa #diet, &lahraga, akupunktur%, dan &perati$.

DAD)A= PU1)A,A 2. Depkes =I. '//>. Pr&$il ,esehatan Ind&nesia. @akarta '. 1&ekirman. '///. Menghadapi Masalah Cizi Canda Dalam Pem angunan @angka Pan!ang ,edua. Agenda =epelita II Dalam =isalah .idya ,arya Pangan dan Cizi I. LIPI. @akarta. -. .aspad!i, 1. '//'. ,egemukanA Pendekatan ,linis Dan Pemilihan ( atnya, Dalam Pr&siding )emu Ilmiah Ak ar. Pusat In$&rmasi dan Pener itan Bagian

20

Imu Penyakit Dalam D,UI '//'A 3:452 8. .H(. '//+. Cl& al Data ase (n B&dy Mass IndeE. httpA<<000.0h&.int< mi<indeE. +. Ian0ey, C. et al. '//>. ( esity and Dia etes in Ne0 9&rk Bity, '//' and '//'. Pre7enting Bhr&ni" Disease, Pu li" Health =esear"h,Pra"ti"e And P&li"y. 3. Nati&nal Health 1ur7ey #NH1%. '//+. )ra"king the a""elerating epidemi"A Its "auses and &ut"&mes. '//3. Mel &urneA Internati&nal Dia etes Institute. 000.health.ns0.g&7.au 4 N1. Health 5. Depkes =I. '//-. 1ur7ey Indeks Masa )u uh #IM)% Pengumpulan 1tatus Cizi (rang De0asa Berdasarkan IM). Direkt&rat Bina Cizi Masyarakat >. P).=&"he Ind&nesia ? Jeni"al Di7isi&n. '//5. De$enisi (7er0eight dan ( esitas. @akarta. httpA<<000.& esitas.0e .id<ind&nesia. :. Depkes =I. '//:. ( esitas Dan ,urang Akti7itas Disik Menyum ang -/6 ,anker.httpA<<000.depkes.g&.id<indeE.phpK &pti&nLne0sMtaskL7ie0arti"leMsidL--'> 2/. El7ira, 1. '//5. Penanganan Psik&l&gi Pada ( esitas. 1um er Bermin Dunia ,ed&kteran A httpA<<000.kal e."&.id<"dk 22. .aspad!i, 1, dkk. '//-. Pengka!ian 1tatus Cizi, 1tudi Epidemi&l&gi. @akarta A Dakultas ,ed&kteran Uni7ersitas Ind&nesia 2'. Barasi, E, Mary.'//5. At A Clan"e, Ilmu Cizi. @akarta A Erlangga 2-. Pur0ati, 1, dkk. '//+. Peren"anaan Menu Untuk Penderita ,egemukan. Betakan 5. @akarta A Pene ar 10adaya 28. Misnadiarly. '//5. ( esitas 1e agai Dakt&r =isik& Be erapa Penyakit. @akarta A Pustaka ( &r P&pular 2+. =im a0an dan Al iner 1iagian. '//'. Indeks Clikemik Pangan. @akarta A Pene ar 10adaya 23. Must&$a, A. '/2/. 1&lusi Ampuh Mengatasi ( esitas. 9&gyakarta A Hanggar ,reat&r 25. M&ehyi, 1. 2::5. Pengaturan Makanan dan Diit Untuk Penyem uhan Penyakit. @akarta A Cramedia Pustaka Utama

21

2>. Hartadi, Bharlie dan =udy )aarea. 2:>>. Penanggulangan & esitas menu!u hidup sehat. @akarta A Dakultas ,ed&kteran Uni7ersitas Ind&nesia 2:. .aspad!i, 1, dkk. '//-. Pengka!ian 1tatus Cizi, 1tudi Epidemi&l&gi. @akarta A Dakultas ,ed&kteran Uni7ersitas Ind&nesia '/. Barasi, E, Mary.'//5. At A Clan"e, Ilmu Cizi. @akarta A Erlangga '2. Pur0ati, 1, dkk. '//+. Peren"anaan Menu Untuk Penderita ,egemukan. Betakan 5. @akarta A Pene ar 10adaya ''. .ardla0, C&ed&n M, and Paul M, insel. 2::/. Perspe"ti7e In Nutriti&n. 1t L&uis4)&r&nt&4B&st&n A )imes Mirr&r<M&s y B&llege and Pu lishing. '-. La &rat&rium Amerind Bi&4Blini". '/2/. ( esitas. httpA<<000.a "la ."&m< '8. Misnadiarly. '//5. ( esitas 1e agai Dakt&r =isik& Be erapa Penyakit. @akarta A Pustaka ( &r P&pular
'+. .H(. '//3. (7er0eight<( esity. httpA<<000.0h&.int<in$& ase '3. 1ug&nd&, 1idarta0an. '//3. Buku A!ar GIlmu Penyakit DalamH @ilid III Edisi

II. @akartaA Pusat Pener itan Departemen Penyakit Dalam D,UI.

22