Anda di halaman 1dari 10

Usaha Pembesaran Ikan Lele Phyton

Gading Pangukir Choerunnisa Fenny Triana Kunandar Prasetyo Faishal Permana

(A1C010050) (A1C011002) (A1C011036) (A1C011066) (A1C011080)

Tahap 1. Penentuan Ide atau Gagasan


Menurut data Biro Pusat Statistik dan Informasi tingkat konsumsi ikan, termasuk lele di Indonesia semakin meningkat. Pada tahun 2004, konsumsi lele hanya terhitung 22,58 kg per kapita per tahun. Pada tahun 2007, meningkat menjadi 28,28 kg per kapita per tahun. Sementara itu pada tahun 2008, naik menjadi 29,98 kg per kapita per tahun. Hal tersebut membuktikan bahwa jumlah permintaan ikan lele setiap tahun semakin meningkat. Selain itu, kebutuhan ikan lele di pasaran masih hanya mampu terpenuhi sebesar 62,5 % saja yaitu sebesar 50 ton dari yang dibutuhkan sebesar 80 ton. Oleh karena itu, budidaya ikan lele merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan dan memiliki prospek yang baik.

Tahap 2. Pertimbangan Usaha


Menurut Dwika (2002), budidaya ikan lele sangat menguntungkan bila ditinjau dari beberapa aspek, aspek tersebut diantaranya adalah; a) Aspek Pemanafaatan Lahan b) Aspek Teknologi, c) Aspek Ekonomi, d) Aspek Sosial,

Tahap 3. Analisa Data


Analisis Pasar dan Pemasaran Aspek Permintaan dan Penawaran

Saat ini, kebutuhan ikan lele di pasaran masih hanya mampu terpenuhi sebesar 62,5 % saja yaitu sebesar 50 ton dari yang dibutuhkan sebesar 80 ton (berita tahun 2012). Oleh karena itu bisnis pembesaran ikan lele phyton ini sangat menguntungkan. Dan dengan ditambah makin maraknya usaha kaki lima yang mulai menjamur.

Aspek Pemasaran

Analisa Teknik dan Manajemen Aspek Teknis 1. Lokasi Usaha, Lokasi usaha pada usaha pembesaran Lele Phyton terletak di Desa Beji, Purwokerto, Banyumas. 2. Pemilihan Jenis Teknologi. Beberapa peralatan yang digunakan dapat diperoleh di toko peralatan rumah tangga seperti ember, terpal, mesin sedot. 3. Proses Produksi. Yaitu usaha Pembesaran Lele Phyton untuk menghasilkan ikan lele konsumsi 9-10 ekor per kilogram. 4. Benih. Benih ikan lele phyton yang dibeli berukuran 3-4 cm belum dapat untuk dijadikan ikan konsumsi. Tahapan pembesaran mencapai ukuran layak konsumsi, yakni minimal 250 gram per ekor atau 9-10 ekor per kilogram.

Aspek Manajemen

Analisis Lingkungan

Tahap 4. Pengambilan Keputusan


Berdasarkan dari penjabaran berbagai aspek di atas, usaha pembesaran ikan lele phyton layak untuk diusahakan. Berdasarkan perhitungan R/C rasio mengahsilkan nilai 1,42, artinya apabila koefisien R/C ratio >1 dapat dikatakan usaha tersebut layak. Selain itu dari aspek lingkungan, teknis dan manajemen juga layak untuk diusahakan.

TERIMA KASIH