Anda di halaman 1dari 1

Metode Capture Re Capture ( tangkap dan tangkap lagi ) Metode capture-re capture, merupakan metode yang sudah populer

digunakan untuk menduga ukuran populasi dari suatu spesies hewan yang bergerak cepat, seperti ikan, burung atau mamalia kecil. Metode ini dikenal ,juga sebagai metode Lincoln-Peterson berdasarkan nama penemunya. Metode ini pada dasarnya adalah menangkap sejumlah individu dari suatu populasi hewan yang akan dipelajari. Individu yang ditangkap itu diberi tanda dengan tanda yang mudah dibaca atau diidentikasi, kemudian dilepaskan kembali dalam periode waktu yang pendek (umumnya satu hari). Setelah beberapa hari (satu atau dua minggu), dilakukan pengambilan (penangkapan) kedua terhadap sejumlah individu dari populasi yang sama. Dari penangkapan kedua ini, lalu diidentikasi individu yang bertanda yang berasal dari hasil penangkapan pertama dan individu yang tidak bertanda dari hasil penangkapan kedua. Adapun cara menandai hewan bermacam-macam, tergantung spesies hewan yang diteliti, habitatnya (daratan, perairan), lama periode pengamatan, dan tujuan studi. Namun, dalam cara apapun yang digunakan, perlu diperhatikan syarat-syarat sebagai berikut: - Tanda yang digunakan harus mudah dikenali kembali dan tidak ada yang hilang atau rusak selama periode pengamatan. - Tanda yang digunakan tidak mempengaruhi atau mengubah perilaku aktivitas dan peluang hidup. - Setelah diberi penandaan hewan-hewan itu harus dapat berbaur dengan individu-individu lain didalam populasi. - Peluang untuk ditangkap kembali harus sama bagi individu-individu yang bertanda maupun tidak. Dari dua kali hasil penangkapan tersebut diatas, dapat diduga ukuran atau besarnya populasi (N; indeks Petersen-Lincoln) dengan rumus sebagai berikut: N= Mn/n Dengan catatan : M = jumlah individu yang ditandai dan dilepaskan kembali pada periode pencuplikan ke-1. N = jumlah total yang bertanda maupun tidak bertanda pada periode pencuplikan ke-2. M = jumlah individu bertanda, yang tertangkap kembali pada periode pencuplikan ke-2.