Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Peradangan adalah reaksi lokal pada vascular dan unsur-unsur pendukung jaringan terhadap cedera yang mengakibatkan pembentukan eksudat yang kaya protein, peradangan merupakan respons protektif sistem imun nonspesifik yang bekerja untuk melokalisasi, menetralisasi, atau menghancurkan agen pencedera dalam persiapan untuk proses penyembuhan. Tanda-tanda utama peradangan adalah rubor ( kemerahan ), kalor ( panas ), dan fungsio laesa ( hilangnya fungsi ). Peradangan disebabkan oleh agen-agen fisik, kimia reaksi imunologik, dan infeksi oleh organismeorganisme patogenik. Kemajuan respons peradangan akut di a ah kendali sekelompok sistem molecular yang diketahui sebagai mediator kimia i yang bekerja secara lokal. Pada reaksi inflamasi, juga terjadi pengeluaran mediator inflamasi seperti !"-#, T$%, histamin, beta endorfin, dan sebagainya serta penurunan P&'(, bradikinin, dan )*. !"-# dan T$% berfungsi sebagai petanda bah a telah terjadi reaksi fase akut. +erdasarkan uraian sekilas di atas tentang inflamasi, penyusun akan membahas tentang Proses terjadinya inflamasi pada tubuh manusia.

BAB II STUDI PUSTAKA

2.1 Definisi Pera angan ! Infla"asi # !nflamasi , radang adalah reaksi dari suatu jaringan hidup yang mempunyai vaskularisasi (manifestasi sistem pembuluh darah) terhadap trauma (injury) lokal dan merupakan suatu proses kompleks meliputi perubahan pembuluh darah, jaringan ikat, dan interaksi berbagai jenis sel. !nflamasi bertujuan untuk menetralisir agen penyebab trauma dan membersihkan jaringan mati, sehingga dapat dicapai penyembuhan dan perbaikan tubuh. -adi, inflamasi merupakan salah satu komponen penyembuhan.

( Robbins, 2007 )

2.2

Tan a$Tan a Pera angan Tanda-tanda peradangan meliputi . 1. %&'(r ! Ke"erahan # /erupakan hal pertama yang terlihat di daerah yang mengalami peradangan. 0eiring dengan dimulainya reaksi peradangan, arteriol yang memasuki daerah tersebut berdilatasi sehingga memungkinkan lebih

banyak darah yang mengalir ke dalam mikrosirkulasi local. Kapilerkapiler yang sebelumnya kosong atau mungkin hanya sebagian meregang, secara cepat terisi penuh dengan darah. Keadaan ini disebut hyperemia atau kongesti, menyebabkan kemerahan local pada peradangan akut. Tubuh mengontrol produksi hyperemia pada a al reaksi peradangan, baik secara neurologis maupun kimia i. 2. Kal(r ! Panas # Kalor atau panas, terjadi bersamaan dengan kemerahan pada reaksi peradangan akut. Panas secara khas hanya merupakan reaksi peradangan yang terjadi pada permukaan tubuh, yang secara normal lebih dingin dari *1o ) yang merupakan suhu inti tubuh. 2aerah peradangan di kulit menjadi lebih hangat dari sekelilingnya karena lebih banyak darah yang dialirkan dari dalam tubuh ke permukaan daerah yang terkena dibandingkan dengan ke daerah yang normal. ). D(l(r ! N*eri # 2olor, pada suatu reaksi peradangan ditimbulkan dalam berbagai cara. Perubahan p3 lokal atau konsentrasi local ion-ion tertentu dapat merangsang ujung-ujung saraf. Pembengkakan jaringan yang meradang menyebabkan peningkatan tekanan lokal yang dapat menimbulkan nyeri. +. T&"(r ! Pe"'engkakan # 4spek yang paling mencolok pada peradangan akut adalah tumor atau pembengkakan local yang dihasilkan oleh cairan dan sel-sel yang berpindah dari aliran darah ke jaringan interstisal. )ampuran cairan dan sel-sel yang tertimbun di daerah peradangan disebut eksudat. Pada a al perjalanan reaksi peradangan, sebagian besar eksudat adalah cairan, seperti yang terlihat secara cepat di dalam lepuhan setelah luka bakar ringan pada kulit. Kemudian sel-sel darah putih atau leukosit meninggalkan aliran darah yang tertimbun sebagai bagian eksudat.

,.

-&n.ti( Laesa ! Per&'ahan -&ngsi # /erupakan bagian yang la5im pada reaksi peradangan. ( Syl ia, 200! #

2.)

/enis an -&ngsi Le&k(sit "eukosit dan sirkulasi darah dan yang bermigrasi ke dalam eksudat peradangan berasal dari sumsum tulang, tempat eritrosit dan trombosit juga dihasilkan. -enis-jenis leukosit, yakni . 1. 0%ANUL1SIT /erupakan kelompok leukosit yang terdiri atas neutrofil, eosinofil, dan basofil. 0el-sel yang pertama kali timbul dalam jumlah besar di dalam eksudat pada jam-jam pertama peradangan adalah neutrofil. -enis granulosit lain yang dapat ditemukan di dalam eksudat peradangan adalah eosinofil. 'osinofil memiliki inti ireguler yang mirip dengan neutrofil, tetapi granula sitoplasmanya ber arna merah cerah. 'osinofil berespons terhadap stimulus basofil. 2. M1N1SIT DAN MAK%1-A0 /onosit merupakan suatu leukosit yang berbeda dari granulosit karena morfologi initnya dan sifat sitoplasmanya yang relative agranular. /onosit juga berasal dari sumsum tulang, tetapi siklus hidupnya * sampai 6 kali lebih lama dari pada granulosit. ). LIM-1SIT "imfosit terdapat di dalam eksudat dalam jumlah yang sangat sedikit hingga aktu yang cukup lama, yaitu sampai reaksi-reaksi peradangan menjadi kronis. 7asodilatasi pada a al peradangan akut menyebabkan kemotaktik, memfagositosis berbagai jenis partikel, bahkan membunuh mikroorganisme tertentu. -enis granula ketiga adalah

8bahan baku9 diba a ke daerah tersebut. -ika dilatasi arteriol dan peningkatan aliran darah dihalangi oleh kondisi local atau pemberian obatobatan tertentu, maka aspek peradangan selanjutnya terhambat. ( """.medi#astore.#om )

2.+

P(la$P(la Pera angan 1. Eks& at N(nsel&lar a. Eks& at Ser(sa 'ksudat serosa adalah eksudat ( cairan dan 5at-5at yang terlarut dengan sedikit leukosit ) yang terdiri atas protein yang bocor dari pembuluh-pembuluh darah yang permeable di daerah peradangan bersama dengan cairan yang menyertainya. )ontoh eksudat serosa yang paling dikenal adalah cairan pada luka lepuh. Penimbunan eksudat serosa yang serupa sering ditemukan dalam rongga tubuh. Kadang-kadang terjadi pengumpulan cairan di dalam rongga tubuh yang bukan karena peradangan, biasanya karena peningkatan tekanan hidrostatik atau penurunan kadar protein plasma. '. Eks& at -i'rin(sa 'ksudat fibrinosa terbentuk saat protein yang keluar dari pembuluh darah di daerah peradangan mengandung banyak fibrinogen. %ibrinogen ini diubah menjadi fibrin, berupa jalinan yang lengket dan elastic. 'ksudat fibrinosa sering dijumpai di atas permukaan serosa yang meradang. &esekan pada permukaan-permukaan kasar menimbulkan

suatu tanda yang disebut friction rub, yang dapat didengar melalui stetoskop di atas daearah yang terkena. .. Eks& at M&sin(sa 4dalah jenis eksudat yang hanya dapat terbentuk di atas permukaan membrane mukosa, tempat sel-sel yang dapat mensekresi musin. -enis eksudat ini berbeda dengan eksudat lain karena eksudat ini merupakan sekresi seluler, bukannya dari sesuatu yang keluar dari aliran darah. 0ekresi musin merupakan sifat normal membran mukosa, dan eksudat musinosa. )ontoh eksudat musin yang paling dikenal dan sederhana adalah pilek.

2.

Eks& at Sel&lar a. Eks& at Ne&tr(filik /erupakan eksudat yang terdiri atas P/$ dalam jumlah yang

banyak sehingga lebih menonjol daripada bagian cairan dan proteinase. 'ksudat semacam ini disebut eksudat purulen. 'ksudat purulen terbentuk sebagai respons terhadap infeksi bakteri. !nfeksi bakteri sering menyebabkan konsentrasi P/$ yang sangat tinggi yang tertimbun di dalam jaringan, dan banyak sel-sel ini mati serta membebaskan en5imen5im hidroliknya yang kuat di sekitarnya. Kombinasi agregasi neutrofil dan pencairan jaringan-jaringan di ba ahnya disebut supurasi, atau lebih sering disebut pus. -adi, pus terdiri atas P/$ yang hidup, mati, dan yang hancur. '. Eks& at 2a"3&ran 'ksudat campuran adalah campuran antara eksudat selular dan nonselular. )ampuran ini meliputi eksudat fibrinopurulen, yang terdiri atas fibrin dan P/$. 'ksudat mukopurulen terdiri atas musin dan P/$.

( Syl ia, 200! ) 2., Mekanis"e De"a" Aki'at Infeksi 2emam yang timbul akibat infeksi suatu penyakit merupakan respon perlindungan terhadap bibit penyakit yang menyerang tubuh. Ketika virus, bakteri atau kuman memasuki tubuh, sel-sel darah putih akan bereaksi dan menghasilkan hormon yang akan memberikan perintah ke otak untuk menaikkan pengatur panas tubuh. 0ehingga suhu tubuh yang tinggi membantu sistem daya tahan tubuh untuk memerangi infeksi dan beberapa mikro-organisme yang tidak dapat bertahan hidup pada suhu yang tinggi.

Mekanis"en*a 4 -atuh :"uka : Kulit Terbuka : 3ilangnya +arrier /ekanik : +akteri ( 0taph. 'pidermidis, '. )oli ) masuk ke tubuh le at luka : 0el makrofag memakan bakteri : bakteri rusak keluar mediator inflamasi ( !"-#, !"-; dan 0itokin ) : <eaksi <adang : !"-; ikut darah ke otak : 2i hypothalamus, !"-; menaikkan set point : 2emam ( Syl ia, 200! ) 2.5 Pr(ses Pen&t&3an an Pen*e"'&han L&ka Penyembuhan luka merupakan suatu proses yang kompleks karena berbagai kegiatan bio-seluler, bio-kimia terjadi berkisanambungan. Penggabungan respons vaskuler, aktivitas seluler dan terbentuknya bahan kimia sebagai substansi mediator di daerah luka merupakan komponen yang saling terkait pada proses penyembuhan luka. +esarnya perbedaan mengenai penelitian dasar mekanisme penyembuhan luka dan aplikasi klinik saat ini telah dapat diperkecil dengan pemahaman dan penelitian

yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka dan pemakaian bahan pengobatan yang telah berhasil memberikan kesembuhan. Pada dasarnya proses penyembuhan ditandai dengan terjadinya proses pemecahan atau katabolik dan proses pembentukan atau anabolik. 2ari penelitian diketahui bah a proses anabolik telah dimulai sesaat setelah terjadi perlukaan dan akan terus berlanjut pada keadaan dimana dominasi proses katabolisme selesai. 0etiap proses penyembuhan luka akan terjadi melalui * tahapan yang dinamis, saling terkait dan berkesinambungan serta tergantung pada tipe,jenis dan derajat luka. 0ehubungan dengan adanya perubahan morfologik, tahapan penyembuhan luka terdiri dari. 1. -ase Infla"asi %ase inflamasi adalah adanya respons vaskuler dan seluler yang terjadi akibat perlukaan yang terjadi pada jaringan lunak. Tujuan yang hendak dicapai adalah menghentikan perdarahan dan membersihkan area luka dari benda asing, sel-sel mati dan bakteri untuk mempersiapkan dimulainya proses penyembuhan. Pada a al fase ini, kerusakan pembuluh darah akan menyebabkan keluarnya platelet yang berfungsi hemostasis. Platelet akan menutupi vaskuler yang terbuka (clot) dan juga mengeluarkan substansi 8vasokonstriksi9 yang mengakibatkan pembuluh darah kapiler vasokonstriksi, selanjutnya terjadi penempelan endotel yang yang akan menutup pembuluh darah. Periode ini hanya berlangsung =-#> menit, dan setelah itu akan terjadi vasodilatasi kapiler stimulasi saraf sensoris (local sensoris nerve ending), local refle? action, dan adanya substansi vasodilator. histamin, serotonin dan sitokins. 3istamin kecuali menyebabkan vasodilatasi juga mengakibatkan meningkatnya permeabilitas vena, sehingga cairan plasma darah keluar dari pembuluh darah dan masuk ke daerah luka dan secara klinis terjadi edema jaringan dan keadaan lokal lingkungan tersebut asidosis. 'ksudasi juga mengakibatkan migrasi sel lekosit (terutama netrofil) ke ekstra vaskuler. %ungsi netrofil adalah melakukan fagositosis benda asing dan bakteri di daerah luka selama * hari dan kemudian akan digantikan oleh

sel makrofag yang berperan lebih besar jika dibanding dengan netrofil pada proses penyembuhan luka. $un%si makrofa% disampin% fa%ositosis adalah. a. c. 0intesa kolagen /emproduksi gro th factor yang berperan pada re-epitelisasi 2engan berhasilnya dicapai luka yang bersih, tidak terdapat infeksi atau kuman serta terbentuknya makrofag dan fibroblas, keadaan ini dapat dipakai sebagai pedoman,parameter bah a fase inflamasi ditandai dengan adanya. eritema, hangat pada kulit, edema dan rasa sakit yang berlangsung sampai hari ke-* atau hari ke-6. b. Pembentukan jaringan granulasi bersama-sama dengan fibroblas d. Pembentukan pembuluh kapiler baru atau angiogenesis

2. -ase Pr(liferasi Proses kegiatan seluler yang penting pada fase ini adalah memperbaiki dan menyembuhkan luka dan ditandai dengan proliferasi sel. Peran fibroblas sangat besar pada proses perbaikan, yaitu bertanggung ja ab pada persiapan menghasilkan produk struktur protein yang akan digunakan selama proses rekonstruksi jaringan. Pada jaringan lunak yang normal (tanpa perlukaan), pemaparan sel fibroblas sangat jarang dan biasanya bersembunyi di matriks jaringan penunjang. 0esudah terjaid luka, fibroblas akan aktif bergerak dari jaringan sekitar luka ke dalam daerah luka, kemudian akan berkembang (proliferasi) serta mengeluarkan beberapa substansi (kolagen, elastin, hyaluronic acid, fibronectin dan profeoglycans) yang berperan dalam membangun (rekonstruksi) jaringan baru. %ungsi kolagen yang lebih spesifik adalah membnetuk cikal bakal jaringan baru (connective tissue matri?) dan dengan dikeluarkannnya subtrat oleh fibroblast, memberikan tanda bah a makrofag, pembuluh

darah baru dan juga fibroblas sebagai satu kesatuan unit dapat memasuki ka asan luka. 0ejumlah sel dan pembuluh darah baru yang tertanam di dalam jaringan baru tersebut disebut sebagai jaringan granulasi, sedangkan proses proliferasi fibroblas dengan aktifitas adalah. a. c. Proliferasi 2eposit jaringan matriks 4ngiogenesis suatu proses pembentukan pembuluh kapiler baru didalam luka, mempunyai arti penting pada tahap proleferas i proses penyembuhan luka. Kegagalan vaskuler akibat penyakit (diabetes), pengobatan (radiasi) atau obat (preparat steroid) mengakibatkan lambatnya proses sembuh karena terbentuknya ulkus yang kronis. -aringan vaskuler yang melakukan invasi kedalam luka merupakan suatu respons untuk memberikan oksigen dan nutrisi yang cukup di daerah luka karena biasanya pada daerah luka terdapat keadaan hipoksik dan turunnya tekanan oksigen. Pada fase ini fibroplasia dan angiogenesis merupakan proses terintegrasi dan dipengaruhi oleh substansi yang dikeluarkan oleh platelet dan makrofag (gr th factors). Proses selanjutnya adalah epitelisasi, dimana fibroblas mengeluarkan 8keratinocyte gro th factor (K&%) yang berperan dalam stimulasi mitosis sel epidermal. Keratinisasi akan dimulai dari pinggir luka dan akhirnya membentuk barrier yang menutupi permukaan luka. 2engan sintesa kolagen oleh fibroblas, pembentukan lapisan dermis ini akan disempurnakan kualitasnya dengan mengatur keseimbangan jaringan granulasi dan dermis. @ntuk membantu jaringan baru tersebut menutup luka, fibroblas akan merubah strukturnya menjadi myofibroblast yang mempunyai kapasitas melakukan kontraksi pada b. /igrasi d. Kontraksi luka sintetiknya disebut fibroblasia. <espons yang dilakukan fibroblas terhadap proses fibroplasia

jaringan. %ungsi kontraksi akan lebih menonjol pada luka dengan defek luas dibandingkan dengan defek luka minimal. %ase proliferasi akan berakhir jika epitel dermis dan lapisan kolagen telah terbentuk, terlihat proses kontraksi dan akan dipercepat oleh berbagai gro th factor yang dibentuk oleh makrofag dan platelet. ). -ase Mat&rasi %ase ini dimulai pada minggu ke-* setelah perlukaan dan berakhir sampai kurang lebih #( bulan. Tujuan dari fase maturasi adalah menyempurnakan terbentuknya jaringan baru menjadi jaringan penyembuhan yang kuat dan bermutu. %ibroblas sudah mulai meninggalkan jaringan garunalasi, arna kemerahan dari jaringan mulai berkurang karena pembuluh mulai regresi dan serat fibrin dari kolagen bertambah banyak untuk memperkuat jaringan parut. Kekuatan dari ajringan parut akan mencapai puncaknya pada minggu ke-#> setelah perlukaan. 0intesa kolagen yang telah dimulai sejak fase proliferasi akan dilanjutkan pada fase maturasi. Kecuali pembentukan kolagen juga akan terjadi pemecahan kolagen oleh en5im kolagenase. Kolagen muda ( gelatinous collagen) yang terbentuk pada fase proliferasi akan berubah menjadi kolagen yang lebih matang, yaitu lebih kuat dan struktur yang lebih baik (proses re-modelling). @ntuk mencapai penyembuhan yang optimal diperlukan keseimbangan antara kolagen yang diproduksi dengan yang dipecahkan. Kolagen yang berlebihan akan terjadi penebalan jaringan parut atau hypertrophic scar, sebaliknya produksi yang berkurang akan menurunkan kekuatan jaringan parut dan luka akan selalu terbuka. "uka dikatakan sembuh jika terjadi kontinuitas lapisan kulit dan kekuatan jaringan kulit mampu atau tidak mengganggu untuk melakukan aktivitas yang normal. &ambar Proses Penyembuhan !nflamasi

( Syl ia, 200! ) 2.6 Pr(ses Per&'ahan 7arna Pa a Me"ar #. Pada saat memar terjadi,kulit akan terlihat kemerahan karena adanya darah yang ada diba ah kulit. (. 2alam #-( hari kemudian,3emoglobin (bagian darah yang

mengandung 5at besi untuk memba a oksigen) akan berubah dan memar akan berubah menjadi ber arna biru keunguan atau bahkan kehitaman. *. 0etelah =-#> hari kemudian,memar akan menjadi ber arna kehijauan atau kekuningan. 6. Kemudian,setelah #>-#6 hari,memar akan berubah menjadi coklat kekuningan atau coklat muda =. 4khirnya,setelah dua minggu,memar akan hilang (&or"in, 200') 2.8 Ma.a" Per&'ahan A a3tif Sel #. 4trofi

Aaitu . Pengerutan ukuran sel dgn hilangnya substansi sel massa berkurang 0el tidak mati penurunan fungsi 0ebab- sebab . beban kerja berkurang (imobilisasi) saraf hilang suplai darah berkurang nutrisi tidak adekuat rangsang endokrin hilang

penuaan (. 3ipertofi Aaitu . Penambahan ukuran sel ,menyebakan ukuran sel bertambah Tidak ada sel baru, sel lbh besar sintesis organela meningkat dan protein struktural massa organ %isiologis dan patologis 4kibat peningkatan kebutuhan fungsional, rangsangan hormonal 2apat bersama hiperplasia *. 3iperplasia Aaitu . Peningkatan jumlah sel organ, jaringan %isiologik, normal .hormonal pd payudara gravid B pubertas C kompensatorik saat sebag jar tdk ada reseksi hepar , keloid

Patologik . stimulasi berlebih jika hilang maka berhenti pembeda dengan neoplasia )ontoh . post mens prolif endometr DD hiperplasia , kutil berulang 6. /etaplasia Aaitu . Perubahan reversibel 0el asal dirubah menjadi sel lain epitelial, mesenkim 0tress sel ganti agar lebih tahan )ontoh . epitel silindris trakeaBbronkus pada perokok ganti sEuamous kompleks /ekanisme perlindungan hilang sekresi mukus ,silia hilang Pengaruh yg menginduksi transformasi metaplasia jika menetap induksi cancer )ontoh lain . refluks lambung kronik metaplasia epitel sEuamous kompleks esofagus ba ah menjadi epitel silindris seperti usus halus ( Robbins, 2007)

BAB III PEMBAHASAN

(ita,

tahun,sedan%

ber#anda

den%an

teman*temannya

di(+.karena terlalu asyik ber#anda, (ita terpeleset dan lututnya terantuk batu. (ita lan%sun% menan%is, lututnya terasa nyeri sekali dan susah dipakai untuk berjalan.Saat menan%is, %uru (ita datan% dan men%usap*usap lutut yan% nyeri, tan%is (ita pun mereda dan nyerinya berkuran%.+etika sampaidirumah ternyata lututnya memar dan teraba han%at. $yeri adalah sesuatu yang abstrak yang ditimbulkan oleh adanya perasaan terluka pada diri seseorang misalnya, adanya stimulus yang merusak jaringan tubuh dan nyeri merupakan pola respon yang dilakukan seseorang untuk melindungi organisme dari kerusakan. -isi(l(gi 3er9alanan n*eri 4 <eseptor nyeri yang jumlahnya jutaan di tubuh, menerima sensasi yang kemudian diba a ke spinal cord yaitu pada daerah kelabu dilanjutkan ke traktus spinothalamikus selanjutnya ke korteks serebral. /ekanismenya sebagai berikut F

4lur nyeri dari lutut yang terluka mengeluarkan 5at kimia bradykinin, prostaglandin kemudian merangsang ujung reseptor saraf yang kemudian membantu transmisi nyeri dari tangan yang terbakar ke otak.

!mpuls disampaikan ke otak melalui nervus ke kornu dorsalis pada spinal cord.

Pesan diterima oleh thalamus sebagai pusat sensori pada otak.

!mpuls dikirim ke corteks dimana intensitas dan lokasi nyeri dirasakan.

Penurunan nyeri dimulai sebagai signal dari otak, turun melalui spinal cord.

Pada kornu dorsalis 5at kimia seperti endorfin dikeluarkan untuk menurunkan nyeri.

Klasifikasi n*eri a3at i'agi "en&r&t 4 a. D&a rasa n*eri &ta"a *ait& 4 n*eri .e3at4 bila diberikan stimulus nyeri maka rasa nyeri cepat timbul dalam aktu kira-kira >,# detik.<asa nyeri cepat juga digambarkan dengan banyak nama pengganti seperti . rasa nyeri tajam, rasa nyeri tertusuk, rasa nyeri akut, dan rasa nyeri elektrik n*eri la"'at. timbul setelah # detik atau lebih dan kemudian secara perlahan bertambah selama beberapa detik dan kadang kala bahkan beberapa menit.<asa nyeri lambat juga mempunyai banyak nama tambahan seperti rasa nyeri terbakar lambat, nyeri pegal, nyeri berdenyut, nyeri mual dan nyeri kronik. '. 7akt& n*eri N*eri ak&t adalah nyeri yang terjadi tiba-tiba, intensitasnya bervariasi dari sedang sampai dengan berat dan berakhir dalam periode singkat sampai dengan kurang dari ; bulan. N*eri kr(nis adalah . nyeri yang intermitten atau persisiten dan berakhir lebih dari ; bulan misalnya nyeri pada penyakit kanker.

/engusap-usap pada area yg terluka akan menyebabkan 0araf sentuhan anda menembakkan sinyal kepada otak anda dengan kecepatan (>> mil per jam, sedangkan saraf nyeri akan mengirimkan sinyal relative lebih lambat dari itu. $yeri akut mengrimkan sinyal ke otak dengan kecepatan 6> mil per jam, dan nyeri kronik berjalam lebih lambat yaitu * mil per jam. Perbedaan kecepatan ini terjadi karena saraf sentuhan terinsulasi lebih baik. 3al tersebut merupakan insting alami. !tu dilakukan karena hal tersebut mengurangi rasa nyeri. 4lasan mengapa hal tersebut dapat menguranginya adalah karena ketika melakukannya, kita mengirimkan sinyal sentuhan melalui pintu masuk nyeri dan sinyal ini berjalan lebih cepat dari sinyal nyeri yang sedang berjalan. Ketika sinyal nyeri mencapai pintu masuk, pintu masuk nyeri sudah dipenuhi oleh impuls sentuhan dan sinyal nyeri sangat sulit untuk bisa masuk kedalam. Proses peradangan dia ali dengan masuknya 8racun9 kedalam tubuh kita. )ontoh 8racun9yang paling mudah adalah mikroorganisme penyebab sakit. /ikroorganisme (/G) yang masuk ke dalam tubuh umumnya memiliki suatu 5at toksin,racun tertentu yang dikenal sebagai pirogen eksogen. 2engan masuknya /G tersebut, tubuh akan berusaha mela an dan mencegahnya yakni dengan memerintahkan 8tentara pertahanan tubuh9 antara lain berupa leukosit, makrofag, dan limfosit untuk memakannya (fagositosit). 2engan adanya proses fagositosit ini, tentara-tentara tubuh itu akan mengelurkan 8senjata9 berupa 5at kimia yang dikenal sebagai pirogen endogen (khususnya interleukin #, !"-#) yang berfungsi sebagai anti infeksi. Pirogen endogen yang keluar, selanjutnya akan

merangsang sel-sel endotel hipotalamus (sel penyusun hipotalamus) untuk mengeluarkan suatu substansi yakni asam arakhidonat. 4sam arakhidonat bisa keluar dengan adanya bantuan en5im fosfolipase 4(. Proses selanjutnya adalah, asam arakhidonat yang dikeluarkan oleh hipotalamus akan pemacu pengeluaran prostaglandin (P&'(). Pengeluaran prostaglandin pun berkat bantuan dan campur tangan dari en5im siklooksigenase ()GH). Pengeluaran prostaglandin ternyata akan mempengaruhi kerja dari termostat hipotalamus. 0ebagai kompensasinya, hipotalamus selanjutnya akan

meningkatkan titik patokan suhu tubuh (di atas suhu normal). 4danya peningkatan titik patakan ini dikarenakan mesin tersebut merasa bah a suhu tubuh sekarang diba ah batas normal. 4kibatnya terjadilah respon dingin, menggigil. 4danya proses mengigil ini ditujukan utuk menghasilkan panas tubuh yang lebih banyak. 4danya perubahan suhu tubuh di atas normal karena memang 8setting9 hipotalamus yang mengalami gangguan oleh mekanisme di atas inilah yang disebut dengan demam atau febris.

BAB I: PENUTUP

A.Kesi"3&lan
#. Peradangan adalah jaringan atau sel-sel tubuh mengalami cedera atau mati, selama penjamu masih bertahan hidup. (. Peradangan disebabkan oleh agen-agen fisik, kimia reaksi imunologik, dan infeksi oleh organisme-organisme patogenik. *. Tanda-tanda utama peradangan adalah rubor ( kemerahan ), kalor ( panas ), dan fungsio laesa ( hilangnya fungsi ). 6. -enis-jenis leukosit adalah granulosit, monosit dan makrofag, dan limfosit. =. Pada reaksi inflamasi, juga terjadi pengeluaran mediator inflamasi seperti !"-#, T$%, histamin, beta endorfin, dan sebagainya serta penurunan P&'(, bradikinin, dan )*. ;. 2emam yang timbul akibat infeksi suatu penyakit merupakan respon perlindungan terhadap bibit penyakit yang menyerang tubuh. 1. -ika P&'( naik maka akan meningkatkan kepekaan nosiseptor yang disebut sentra sensitisasi, sehingga kita menjadi sensitif terhadap tekanan dan menimbulkan rasa nyeri.

B. Saran

#. 0egera bersihkan luka setelah terjatuh, agar tidak terjadi infeksi. (. -angan biarkan luka terlalu lama untuk mencegah infeksi karena masuknya benda asing kedalam tubuh le at luka tersebut. *. -ika melakukan aktifitas berat lebih berhati-hati untuk mencegah hal yang tidak diinginkan seperti jejas,injury yang dapat mengakibatkan peradangan. 6. +erikan obat penurun panas saat demam. =. +ila terluka parah, periksakanlah ke dokter untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. ;. "indungilah diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan kecelakaaan terhadap diri. 1. 0eringlah berkonsultasi pada dokter tentang suatu gejala atau jika ada bentuk keganjilan dalam diri atau badan anda.

DA-TA% PUSTAKA

#. (.

'li5abeth -.cor in. (>>I. Buku saku patofisiologi. -akarta. '&) &andasoebroto <. (>>1. Penuntun Laboratorium Klinik. -akarta. PT. 2ian <akyat. PP #61-#=#

*.

&anis ara, 0ulistia, #II=. Farmakologi dan Terapi, 6th ed. -akarta. &aya +aru, pp . (>1-(#> . %K @!, pp . 6#=-6#1

6.

-ong, Jim de, #IIK. !nfeksi dan !nflamasi (@mum dan Khusus). 2alam . +uku 4jar !lmu +edah. -akarta. '&), pp . ;*-1>

=.

Kumar 7. )otran <0, <obins 0". (>>1. Buku Ajar Patologi. 'disi 1 volume #, -akarta. '&). pp 6=-=K

;.

Price, 0ylvia 4ndersonF Jilson, /."oraine. (>>=. Patofisiologi. 'disi ( -akarta. '&). pp 6(-=;

1.

Price, 0ylvia 4, (>>;.Respons Tubuh Terhadap Cedera Peradangan dan Pen!embuhan. "alam . Patofisiologi, ;th ed vol.#. -akarta. '&), pp . =;-11

K. I.

0elekta Kedokteran, *th ed. -akarta. /edia 4esculapius, pp . =1*-=16 http.,, .library.usu.ac.id,do nload,fk -5ukesti(

#$. http %%&&&.litbang.depkes.go.id%aktual%kliping%inflamasi'#$($).htm ##. http %%&&&.mediasehat.*om%artikel.php+kl,)-no,). #(. http %%&&&.e/dukasi.net%mapok%mp0full.php+id,'.1