Anda di halaman 1dari 1

PERASAAN KEINDAHAN (SENSIBILITAS ESTETIS) Manusia dikatakan makhluk berfikir atau homosapiens.

Tetapi manusia itu bukan semata-mata makhluk yang berpikir, sekedar homo sapiens yang steril. Manusia disamping makhluk berpikir, juga merasa dan mengindra. Melalui panca indera manusia dapat merasakan sesuatu. Apabila manusia merasakan akan sesuatu itu menyenangkan atau menggembirakan atau sebagainya, timbul perasaan puas. Demikian juga terjadi, kepuasan timbulsetelah seseorang melihat atau merasakan sesuatu yang indah. Rasa kepuasaan itu lahir setelah perasaan keindahan yang ada pada setiap orang itu bangkit. Tiap- tiap orang memiliki perasaan keindahan (kepekaan keindahan), yaitu kemampuan terpesona, tergerak oleh ciptaan yang indah, tidak acuh tak acuh, tetapi mengambil sikap (senang atau tidak senang). Sebenarnya perasaan keindahan manusia itu tetap dari jaman ke jaman, antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya di tempat yang berlainan tempat, baik pada orang primitive, modern, desa, kota, pria maupun wanita. Namun kualitasnya yang berbeda, disebabkan oleh lingkungan atau kebudayaan yang berbeda- beda itu. Watak perasaan keindahan (sensibilitas estetis) ini statis, tidak memperlihatkan perubahan- perubahan yang berarti (prinsipal). Namun demikian dalam bidang kemanusiaan (dalam diri manusia), juga ada undur yang dinamis. Jadi dalam diri manusia terdapat dua unsur: 1. Unsur statis 2. Unsur dinamis Unsure dinamis adalah unsur- unsur yang disesuaikan dengan kesan- kesan yang diperoleh dari dunia luar. Karena kesan- kesan yang diterima berbeda (berubah) walaupun sensibilitasnya statis, maka ujud ekspresinya juga akan berubah atau dinamis. Maka ekspresi itu bersifat dinamis atau merupakan unsure yang dinamis. Karya seni sebagai bentuk atau wadah ekspresi yang dinamis (berubah- ubah). Sepanjang sejarah kesenian, kita menemukan beracam- macam aliran. Adanya bermacam- macam aliran, corak, gaya atau isme itu mempunyai keindahan khusus. Karya seni yang berasal dari jaman atau daerah tertentu memiliki keindahan yang berbeda atau berlainan dengan karya seni dari jaman dan atau daerah lainnya. Terlahrnya perbedaan keindahan itu bukan dikarenakan perasaan keindahan itu berubah, tetapi disebabkan oleh lingkungan, jaman atau kebudayaan yang berbeda- beda.