Anda di halaman 1dari 2

Pengalaman peternak Pengalaman beternak ruminansia di Kecamatan Pati sebagian besar lebih dari10 tahun yaitu 58,33 %.

Menurut Soehardjo dan Patong (1973), pengalaman beternak mempengaruhi pengolahan usaha tani dimana petani yang lebih tua memiliki banyak pengalaman dan kapasitas pengolahan usaha tani yang lebih matang.Umumnya para peternak di Kecamatan Pati telah mengetahui tentang cara beternak yang diperoleh dari keluarga secara turun temurun. Pengalaman beternak yang lama menandakan peternak sudah memiliki pengalaman yang cukup baik sehingga dapat dijadikan modal untuk mengelola ternak sapi potong dengan baik, eperti menanam hijauan pakan di lahan sendiri, mempergunakan pakan tambahan dan menjaga kesehatan ternak. Tingkat pendidikan Tingkat pendidikan di Kecamatan Pati pada Gambar 5. sebagian besar tingkatSD dengan 48,3 % dikuti oleh SMA dengan 20 %, SMP sebesar 16,7 %, dan tidak sekolah dengan 15 %, sedangkan untuk perguruan tinggi tidak ada. Hal inimenunjukkan bahwa pendidikan peternak di Kecamatan Pati masih kurang. Tingkatketerampilan dan pengetahuan peternak dalam hal penyediaan hijauan pakan masihrendah seperti halnya mengenai penyimpanan hijauan pakan yang hanya dimasukkandalam karung dan disimpan di samping kandang. Hal ini dapat disebabkan karenamasih rendahnya tingkat pendidikan peternak dan jarang adanya penyuluh peternakan di Kecamatan Pati.Keterampilan dan pengetahuan dapat diperoleh peternak melalui pendidikanformal dan non-formal. Pendidikan formal merupakan ilmu yang diperoleh dari bangku sekolahan (SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi). Adapun pendidikan non-formal dapat dilakukan oleh peternak sebagai usaha untuk menambah wawasan, pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan yaitu dengan seminar-seminar, kursus, dan pelatihan.

( [ ( ) (

) ) ]