Anda di halaman 1dari 50

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Tantangan dan perkembangan pendidikan di Indonesia semakin hari semakin besar
dan kompleks. Hal ini disebabkan antara lain karena adanya perubahan tuntutan masyarakat
terhadap kualitas dan kuantitas pendidikan itu sendiri. Tantangan dan perkembangan
pendidikan tersebut harus cepat diantisipasi, salah satu cara untuk mengantisipasi hal ini
adalah dengan diimbangi oleh kualifikasi guru yang memadai sehingga tidak terjadi
kesenjangan.
Guru yang memadai yang diharapkan adalah guru yang profesioanal. Salah satu syarat
untuk menjadi guru professional adalah memiliki kompetensi. Cakupan kompetensi guru
adalah kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional serta
kompetensi sosial. Kompetensi guru yang sangat utama dan merupakan hal yang tak dapat
ditawar lagi adalah kompetensi pedagogik, dalam kompetensi pedagogik ini seorang guru
dituntut untuk menguasai pemahaman peserta didik, perancangan, pelaksanaan & evaluasi
pembelajaran, serta pengembangan peserta didik.
Salah satu standar kompetensi guru adalah kompetensi pengelolaan pembelajaran
yang didalamnya mencakup penyusunan rencana pembelajaran; pelaksanaan interaksi belajar
mengajar; penilaian prestasi belajar peserta didik; serta pelaksanaan tindak lanjut hasil
penilaian. Dari keempat sub kompetensi tersebut dalam indikatornya tak dapat dipisahkan
dari penilaian dan evaluasi. Hal ini menunjukan bahwa seorang guru dituntut untuk memiliki
kemampuan dalam melakukan penilaian dan evaluasi.
Landasan diadakan evaluasi adalah Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang sistem
pendidikan nasional, kemudian undang-undang tersebut dijabarkan kembali dalam Peraturan
Pemerintah No.19. implikasi dari Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tesebut adalah
setiap pendidik harus mengetahui dan memahami serta dapat menerapkan konsep standar
penilaian, baik menyangkut prosedur, mekanisme, maupun instrument penilaian yang harus
digunakan.
Landasan pelaksanaan evaluasi yang sangat mendasar terdapat dalam Al-Quran surat
Al-Baqarah ayat 31-32
=^U44 4E1-47 47.E;-- E_^U7
gE)=O47 O>4N gOj^UE^- 4
O)+O7*):^ g7.Ec) g7^E- p)
+L7 4-g~g= ^@ W-O7~
ElE4E:c =Ug .4L ) 4`
.E44;^U4N W ElE^) =e^ N7)UE^-
O1O4^- ^@g
Artinya: Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya,
kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah
kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang
benar!" .Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain
dari apa yang Telah Engkau ajarkan kepada Kami; Sesungguhnya Engkaulah yang
Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana"
Seorang guru idealnya harus dapat menguasai seluruh hal yang berhubungan dengan
evaluasi, dalam melaksanakan evaluasi guru tidak dengan mudah melaksanakannya
melainkan harus melakukan rancangan terlebih dahulu dan melawati tahap-tahap yang harus
ditentukan. Namun pada kenyataannya banyak guru yang mengabaikan hal- hal tersebut.
Berdasarkan pemaparan tersebut maka saya akan menyusun sebuah buku yang berisi
instrument evaluasi dalam konsep usaha dan energi, beserta langkah-langkah yang harus
ditempuh dalam menyusun instrumen tersebut.

B. RUANG LINGKUP
Dalam buku ini dibahas hal- hal yang berhubungan dengan evaluasi, penilaian, dan
langkah-langkah penyusunannya. Ruang lingkup buku ini mencakup karakteristik kosep
hukum kekekalan energi mekanik, pengembangan silabus dan sistem penilaian pada konsep
hukum kekekalan energi mekanik, serta penyusunan dan contoh instrumen tes pada onsep
hukum kekekaln energi. Pada pembahasan karakteristik konsep hukum kekekalan energi
mekanik disajikan standar kompetensi yang mencakup materi hukum kekekalan energi
disertai dengan uraian singkat materi beserta peta konsepnya untuk dapar memperjelas
hubungan antara satu bahasan dengan bahasan selanjutnya.
Pada pembahasan pengembangan silabus dan sistem penilaian dibahas langkah-
langkah penyusunan silabus disertai dengan pengembangan kecakapan hidup melalui
pengalaman belajar beserta analisisnya. Untuk penyususnan instrumen soal, di sini disajikan
penjabaran kompetensi ke dalam indikator.
Penyusunan dan analisis instumen dimulai dengan penjabaran indikator ke dalam
penilaian, dengan disertai beberapa instrumen tes.

C. SISTEMATIKA PENULISAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Ruang Lingkup
C. Sistematika penulisan
BAB II
KARAKTERISTIK KONSEP USAHA DAN ENERGI
A. Standar kompetensi materi hukum kekekalan enegi mekanik
B. Uraian singkat materi
C. Peta konsep
BAB III
PENGEMBANGAN SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN
A. Langkah-langkah penyususnan silabus dan sistem penilaian
B. Pengemabangan kecakapan hidup melalui pengalaman belajar
C. Analisis pengembangan kecakapan hidup melalui pengalaman belajar
D. Penjabaran kompetensi ke dalam indikator
BAB IV
PENYUSUNAN DAN ANALISIS INSTRUMEN
A. Penjabaran indikator ke dalam penilalian: kuis, pertanyaan lisan, ulangan harian,
ulangan blok, tugas individu, tugas kelompok, responsi/ ujian praktikum dan laporan
kerja praktik
B. Beberapa instrument tes: pilihan ganda, uaraian objektif, uaraian non objektif/ uraian
bebas, jawaban singkat/isian singkat, menjodohkan, performance, dan fortofolio.






BAB II
KARAKTERISTIK KONSEP USAHA DAN ENERGI
A. STANDAR KOMPETENSI KONSEP USAHA DAN ENERGI.
Konsep usaha dan energi diberikan kepada siswa dengan mengacu pada konsep
pengembangan fisika yang ditujukan untuk mendidik siswa agar mampu mengembangkan
observasi dan eksperimentasi serta berpikir taat asas. Hal ini didasari oleh tujuan Fisika,
yakni mengamati, memahami, dan memanfaatkan gejala-gejala alam yang melibatkan usaha
dan energi.
Dengan mempelajari konsep usaha dan energi siswa diharapakan dapat
mengembangkan kemampuan berfikir yang mengacu pada keterampilan proses sains.
Standar kompetensi pada konsep usaha dan energi ini adalahmenganalisis gejala
alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik. Pada standar kompetensi ini
siswa dituntut untuk dapat menganalisis kejadian sehari-hari dan memformulasikannya ke
dalam bentuk persamaan, sehingga gejala alam yang pernah dialalami atau diketahui oleh
siswa, kejadian-kejadian yang pernah dilihat oleh siswa serta fenomena yang pernah diamati
oleh siswa dapat dijelaskan secara ilmiah dan dapat dihitung secara matematis.
Dalam standar kompetensi ini siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan
observasi peristiwa dalam kehidupan sehari-hari dengan menghubungkan kejadian yang
pernah dialami dengan konsep yang dipelajari. kemampuan memformulasikan data ke dalam
bentuk persamaan akan melatih kemampuan matematis siswa, sehingga siswa dilatih untuk
taat asas dengan mengolah data yang kebenarannya telah teruji.
Konsep keilmuan Fisika mencakup perangkat keilmuan, telaah keilmuan, perangkat
pengamatan, dan perangkat analisis. Keempat perangkat tersebut berhubungan satu sama
lain dalam membangun konsep, usaha dan energi. Dalam konsep usaha dan energi juga
diperkenalkan hukum-hukum dalam fisika.
Perangkat keilmuan mencakup obyek telaah konsep usaha dan energi Sedangkan
telaah keilmuan mencakup bangunan ilmu pada konsep usaha dan energi.
Perangkat pengamatan mencakup perangkat untuk melaksanakan observasi untuk
menelaah fenomena yang tejadi dalam kehidupan sehari-hari dan menghubungkannya
dengan konsep usaha dan energi.
Perangkat analisis merupakan perangkat dalam melaksanakan perhitungan terhadap
hasil pengamatan. Perangkat ini meliputi penguasaan matematis di kalangan siswa baik
penguasaan trigonometri, aljabar, geometri bidang dan ruang sebagai upaya menelaah
bangunan ilmu secara akurat.
Berikut ini disajikan kompetensi dasar dari standar kompetensi menganalisis gejala
alam dan ketaeraturannya dalam cakupan mekanika benda titik
1. Menganalisis gerak lurus, gerak, melingkar dan gerak parabola dengan menggunakan
vektor
2. Menganalisis keteraturan gerak planet dalam tatasurya berdasarkan hukum hukum
Newton
3. Menganalisis pengaruh gaya pada sifat elastisitas bahan
4. Menganalisis hubungan antara gaya dengan gerak getaran
5. Menganalisis hubungan antara usaha, perubahan energi dengan hukum kekekalan
energi mekanik
6. Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik untuk menganalisis gerak dalam
kehidupan sehari-hari
7. Menunjukkan hubungan antara konsep impuls dan momentum untuk
8. menyelesaikan masalah tumbukan

Dari kompetensi dasar yang di atas siswa harus mempelajari materi- materi pokok
sebagai berikut:
o Perpaduan gerak antara:
o Gerak parabola
o Gerak melingkar dengan percepatan konstan
o Hukum Newton tentang Gravitasi
o Gaya gravitasi antar partikel
o Kuat medan gravitasi dan percepatan gravitasi
o Gravitasi antar planet
o Hukum Keppler
o Hukum Hooke dan elastisitas
o Gerak getaran
o Usaha dan energi
o Hukum kekekalan energi mekanik dan penerapannya
o Momentum, impuls, dan tumbukan

B. URAIAN SINGKAT MATERI
Hukum Kekekalan Energi Mekanik
Dalam sehari-hari terdapat banyak jenis energi. Selain energi potensial dan energi
kinetik pada benda-benda biasa (skala makroskopis), terdapat juga bentuk energi lain. Ada
energi listrik, energi panas, energi listrik, energi kimia yang tersimpan dalam makanan dan
bahan bakar, energi nuklir, dll. Setelah muncul teori atom, dikatakan bahwa bentuk energi
lain tersebut merupakan energi kinetik atau energi potensial pada tingkat atom (pada skala
mikroskopis.
Energi tersebut dapat berubah bentuk dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain.
Proses perubahan bentuk energi ini sebenarnya disebabkan oleh adanya perubahan energi
antara energi potensial dan energi kinetik pada tingkat atom. Pada tingkat makroskopis, kita
juga bisa menemukan begitu banyak contoh perubahan energi.
Perubahan energi biasanya melibatkan perpindahan energi dari satu benda ke benda
lainnya. Air pada bendungan memiliki energi potensial dan berubah menjadi energi kinetik
ketika air jatuh. Energi kinetik ini dpindahkan ke turbin,selanjutnya energi gerak turbin
diubah menjadi energi listrik.Energi potensial yang tersimpan pada ketapel yang regangkan,
dapat berubah menjadi energi kinetik batu apabila ketapel kita lepas, busur yang melengkung
juga memiliki energi potensial. Energi potensial pada busur yang melengkung dapat berubah
menjadi energi kinetik anak panah.
Contoh yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa pada perpindahan energi selalu
disertai dengan adanya usaha. Air melakukan usaha pada turbin, karet ketapel melakukan
usaha pada batu, busur melakukan usaha pada anak panah. Hal ini menandakan bahwa usaha
selalu dilakukan ketika energi dipindahkan dari satu benda ke benda yang lainnya.
Ketika energi dipindahkan atau diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, ternyata
tidak ada energi yang hilang dalam setiap proses tersebut. Ini adalah hukum kekekalan
energi, sebuah prinsip yang penting dalam ilmu fisika. Hukum kekekalan energi dapat kita
nyatakan sebagai berikut :
Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain dan dipindahkan dari satu benda
ke benda yang lain tetapi jumlahnya selalu tetap. Jadi energi total tidak berkurang dan juga
bertambah
Pada contoh perubahan energi, misalnya energi listrik berubah menjadi energi panas
atau energi nuklir menjadi energi panas, perubahan bentuk energi tersebut terjadi akibat
adanya perubahan antara energi potensial dan energi kinetik pada skala mikroskopis. Pada
Skala makroskopis, kita juga dapat menjumpai perubahan energi antara Energi Kinetik dan
Energi Potensial, misalnya batu yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu, anak panah dan
busur, batu dan ketapel, pegas dan beban yang diikatkan pada pegas, bandul sederhana, dll.
Jumlah total Energi Kinetik dan Energi Potensial disebut Energi Mekanik. Ketika
terjadi perubahan energi dari EP menjadi EK atau EK menjadi EP, walaupun salah satunya
berkurang, bentuk energi lainnya bertambah. Misalnya ketika EP berkurang, besar EK
bertambah. Demikian juga ketika EK berkurang, pada saat yang sama besar EP bertambah.
Total energinya tetap sama, yakni Energi Mekanik. Jadi Energi Mekanik selalu tetap atau
kekal selama terjadi perubahan energi antara EP dan EK. Karenanya kita menyebutnya
Hukum Kekekalan Energi Mekanik.
Penerapan Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada berbagai jenis gerakan
Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada Gerak Jatuh Bebas
Pada gerak jatuh bebas, benda bergerak dari ketinggian tertentu menuju permukaan
tanah. Ketika berada pada ketinggian maksimum, benda tersebut memiliki energi potensial
maksimum, yang besarnya adalah EP = mgh, dikatakan maksimum karena benda berada pada
ketinggian maksimum. Sementara energi kinetik yang dimiliki oleh benda tersebut adalah
minimum yang besarnya adalak EK = mv
2
. Dikatakan minimum karena pada benda dalam
keadaan diam (sesaat) sehingga kecepatannya pun 0, maka EK=0.

Ketika benda
tersebut mengalami gerak
jatuh bebas (benda jatuh ke
tanah), energi potensial
berubah menjadi energi
kinetik sepanjang lintasan
gerak benda. Semakin ke
bawah, energi potensial
semakin berkurang (karena
jarak vertikal makin kecil),
sedangkan energi kinetik semakin besar (karena kecepatan benda bertambah secara teratur
selama lintasan, akibat adanya percepatan gravitasi yang bernilai tetap). Selama benda
bergerak jatuh bebas, selalu terjadi perubahan energi dari energi potensial menjadi energi
kinetik sepanjang lintasan. Jadi energi tersebut tidak hilang tetapi berubah ke bentuk energi
lain (dari energi potensial menjadi energi kinetik. Karena EM = EP + EK, maka bisa
dikatakan bahwa Energi Mekanik benda tersebut tetap.
Ketika benda sampai di permukaan tanah, energi mekanik benda sama dengan nol.
karena jarak vertikal h = 0 dan benda juga diam ,tidak mempunyai kecepatan. Sepanjang
lintasan gerak benda, sejak benda tersebut dijatuhkan hingga benda mencium tanah, Energi
Mekanik selalu tetap. Yang terjadi hanya perubahan energi potensial menjadi energi kinetik.
Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada gerak harmonik sederhana
Ketika benda berada pada simpangan terjauh dengan ketinggian h, jumlah EP bernilai
maksimum, sedangkan
EK bernilai nol. Total
EM = EP. pada benda
bekerja gaya berat w =
mg. Karena benda
diikatkan pada tali,
maka ketika benda
dilepaskan, gaya
gravitasi sebesar w =
mg cos Ketika berada pada titik terendah, EP bernilai minimum sedangkan EK bernilai
maksimum. Sepanjang lintasan benda, terjadi perubahan energi kinetik menjadi energi
potensial dan sebaliknya energi potensial menjadi energi kinetik. Jumlah EK dan EP = EM
sepanjang lintasan bernilai tetap.
Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada Bidang Miring
Misalnya sebuah benda diletakan pada bidang miring sebagaimana tampak pada
gambar di atas. pada analisis ini kita menganggap permukaan bidang miring sangat licin
sehingga tidak ada gaya
gesek yang menghambat
gerakan benda. Kita juga
mengabaikan hambatan
udara.
Apabila benda kita
letakan pada bagian
paling atas bidang miring,
ketika benda belum
dilepaskan, benda tersebut
memiliki EP maksimum.
Pada titik itu EK-nya = 0 karena benda masih diam. Total Energi Mekanik benda = Energi
Potensial (EM = EP).
Perhatikan bahwa pada benda tersebut bekerja gaya berat yang besarnya adalah mg cos
. Ketika benda kita lepaskan, maka benda pasti meluncur ke bawah akibat tarikan gaya
berat. Ketika benda mulai bergerak meninggalkan posisi awalnya dan bergerak menuju ke
bawah, EP mulai berkurang dan EK mulai bertambah. EK bertambah karena gerakan benda
makin cepat akibat adanya percepatan gravitasi yang nilainya tetap yakni g cos . Ketika
benda tiba pada separuh lintasannya, jumlah EP telah berkurang menjadi separuh, sedangkan
EK bertambah setengahnya. Total Energi Mekanik = EP + EK.
Semakin ke bawah, jumlah EP makin berkurang sedangkan jumlah EK semakin
meningkat. Ketika tiba pada akhir lintasan (kedudukan akhir di mana h
2
= 0), semua EP
berubah menjadi EK. Dengan kata lain, pada posisi akhir lintasan benda, EP = 0 dan EK
bernilai maksimum. Total Energi Mekanik = Energi Kinetik.
Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada gerak parabola
Hukum kekekalan energi mekanik juga berlaku ketika benda melakukan gerakan
parabola.Ketika benda hendak bergerak (benda masih diam), Energi Mekanik yang dimiliki
benda sama dengan
nol. Ketika diberikan
kecepatan awal
sehingga benda
melakukan gerakan
parabola, EK bernilai
maksimum (kecepatan
benda besar) sedangakn
EP bernilai minimum
(jarak vertikal alias h kecil). Semakin ke atas, kecepatan benda makin berkurang sehingga EK
makin kecil, tetapi EP makin besar karena kedudukan benda makin tinggi dari permukaan
tanah. Ketika mencapai titik tertinggi, EP bernilai maksimum (h maksimum), sedangkan EK
bernilai minimum (hanya ada komponen kecepatan pada arah vertikal). Ketika kembali ke
permukaan tanah, EP makin berkurang sedangkan EK makin besar dan bernilai maksimum
ketika benda menyentuh tanah. Ketika menyentuh permukaan tanah, EP bernilai nol (karena
h = 0). Jumlah energi mekanik selama benda bergerak bernilai tetap, hanya selama gerakan
terjadi perubahan energi potensial menjadi energi kinetik dan sebaliknya.
Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada Bidang Lingkaran
Salah satu contoh aplikasi Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada gerak melingkar
adalah gerakan Roller Coaster pada lintasan lingkaran vertikal sebagaimana tampak pada
gambar di atas. Kita menganggap bahwa Roler coaster bergerak hanya dengan bantuan gaya
gravitasi, sehingga agar bisa bergerak pada lintasan lingkaran vertikal, roler coaster harus
digiring sampai ketinggian h
1
.

Kita mengunakan model ideal, di mana gaya gesekan, baik gesekan udara maupun
gesekan pada permukaan lintasan diabaikan. Pada ketinggian titik A, Roller coaster memiliki
EP maksimum sedangkan EK-nya nol,
karena roller coaster belum bergerak.
Ketika tiba di titik B, Roller coaster
memiliki laju maksimum, sehingga pada
posisi ini EK-nya bernilai maksimum.
Karena pada titik B laju Roller coaster
maksimum maka ia terus bergerak ke
titik C. Benda tidak berhenti pada titik C
tetapi sedang bergerak dengan laju tertentu, sehingga pada titik ini Roller coaster masih
memiliki sebagian EK. Sebagian Energi Kinetik telah berubah menjadi Energi Potensial
karena roller coaster berada pada ketinggian maksimum dari lintasan lingkaran. Roller
coaster terus bergerak kembali ke titik C. Pada titik C, semua Energi Kinetik Roller coaster
kembali bernilai maksimum, sedangkan EP-nya bernilai nol. Energi Mekanik bernilai tetap
sepanjang lintasan. Karena kita menganggap bahwa tidak ada gaya gesekan, maka Roller
coaster akan terus bergerak lagi ke titik C dan seterusnya.
Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada Bidang Lengkung
Ketika benda
berada pada bagian A
dan benda masih dalam
keadaan diam,
Energi Potensial
benda maksimum,
karena benda berada
pada ketinggian
maksimum (h
maks
). Pada
benda tersebut bekerja gaya berat yang menariknya ke bawah. Ketika dilepaskan, benda akan
meleuncur ke bawah. Ketika mulai bergerak ke bawah, h semakin kecil sehingga EP benda
makin berkurang. Semakin ke bawah, kecepatan benda semakin makin besar sehingga EK
bertambah. Ketika berada pada posisi B, kecepatan benda mencapai nilai maksimum,
sehingga EK benda bernilai maksimum. Sebaliknya, EP = 0 karena h = 0. Karena kecepatan
benda maksimum pada posisi ini, benda masih terus bergerak ke atas menuju titik C. Semakin
ke atas, EK benda semakin berkurang sedangkan EP benda semakin bertambah. Ketika
berada pada titik C, EP benda kembali seperti semula (EP bernilai maksimum) dan posisi
benda berhenti bergerak sehingga EK = 0. Jumlah Energi Mekanik tetap sama sepanjang
lintasan.
Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada Gerak Satelit
Energi Potensial tidak mempunyai persamaan umum untuk semua jenis gerakan.
Persamaan EK dapat digunakan untuk semua jenis gerakan, sedangkan EP tidak. EP suatu
benda yang berada pada jarak yang jauh dari permukaan bumi dinyatakan dengan persamaan
R
E
= jari-jari bumi dan r adalah jarak benda dari permukaan bumi. untuk gerakan
satelit, r adalah jari-jari orbit satelit. Ketika berada di dekat permukaan bumi, R dan r hampir
sama dengan dan Energi Potensial hampir sama dengan mgh. Ketika benda berada jauh dari
bumi, seperti satelit misalnya, maka EP-nya adalah mgh
x R
E
/r.
Kita tahu bahwa jari-jari orbit satelit selalu tetap
jika diukur dari permukaan bumi. Satelit memiliki EP karena ia berada pada pada jarak r dari
permukaan bumi. EP bernilai tetap selama satelit mengorbit bumi, karena jari-jari orbitnya
tetap. Bagaimana dengan EK satelit ? kita tahu bahwa satelit biasanya mengorbit bumi secara
periodik. Jadi laju tangensialnya selalu sama sepanjang lintasan. Dengan demikian, Energi
Kinetik satelit juga besarnya tetap sepanjang lintasan. Jadi selama mengorbit bumi, EP dan
EK satelit selalu tetap alias tidak berubah sepanjang lintasan. Energi total satelit yang
mengorbit bumi adalah jumlah energi potensial dan energi kinetiknya. Sepanjang orbitnya,
besar Energi Mekanik satelit selalu tetap.
Penerapan hukum kekekalan energi mekanik dalam kehidupan sehari- hari dapat kita
jumpai pada buat atau benda yang jatuh bebas dari ketinggian tertentu, gerakan roller coaster,
gerakan satelit yang mengelilingi bumi, gerakan anak panah yang dilepaskan dari busurnya,
gerakan batu dari ketapel,gerakan anak yang turun dari perosotan, gerakan ayunan, gerakan
atlet skate board pada bidang lengkung dan masih banyak penerapan lain hukum kekealan
energi mekanik dalam kehidupan kita.
C. PETA KONSEP

E
N
E
R
G
I

E
n
e
r
g
i

k
i
n
e
t
i
k


E
n
e
r
g
i

p
o
t
e
n
s
i
a
l


E
n
e
r
g
i

m
e
k
a
n
i
k

U
s
a
h
a

P
a
d
u
a
n
n
y
a

J
e
n
i
s
n
y
a

A
l
i
h

e
n
e
r
g
i

k
a
r
e
n
a


g
a
y
a

B
e
r
l
a
k
u


H
u
k
u
m

k
e
k
e
k
a
l
a
n

e
n
e
r
g
i

m
e
k
a
n
i
k

p
e
n
e
r
a
p
a
n
n
y
a

G
e
r
a
k

p
a
d
a

b
i
d
a
n
g

m
i
r
i
n
g

G
e
r
a
k

p
a
d
a
G
e
t
a
r
a
n

h
a
r
m
o
n
i
k

G
e
r
a
k

s
a
t
e
l
i
t
/
p
l
a
n
e
t

G
e
r
a
k

j
a
t
u
h

b
e
b
a
s

G
e
r
a
k

p
a
d
a

l
i
n
g
k
a
r
a
n

BAB III
PENGEMBANGAN SILABUS DALAM SISTEM PENILAIAN
A. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUSNAN SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN
Silabus dan sistem penilaian merupakan urutan penyajian bagian-bagian dari silabus
dan sistem penilaian suatu mata pelajaran. Silabus dan sistem penilaian disusun berdasarkan
prinsip yang berorientasi pada pencapaian kompetensi. Sesuai dengan prinsip tersebut maka
silabus dan sistem penilaian mata pelajaran Fisika dimulai dengan identifikasi, standar
kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok dan uraian materi pokok, pengalaman belajar,
indikator, penilaian, yang meliputi jenis tagihan, bentuk instrumen, dan contoh instrumen,
serta alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat. Diagram berikut ini memberikan alur yang lebih
jelas.

Silabus dan sistem penilaian di atas dapat berfungsi untuk mengetahui kemajuan
belajar siswa, mendiagnosis kesulitan belajar, memberikan umpan balik, melakukan
perbaikan, memotivasi guru agar mengajar lebih baik, dan memotivasi siswa untuk belajar
lebih baik. Prinsip-prinsip penilaian yang harus dipenuhi adalah: valid, mendidik, berorientasi
pada kompetensi, adil dan objektif, terbuka, berkesinambungan, menyeluruh, dan bermakna.
A. Langkah-Langkah Penyusunan Silabus dan Sistem Penilaian
Langkah-langkah dalam penyusunan silabus dan sistem penilaian meliputi tahap-
tahap: identifikasi mata pelajaran; perumusan standar kompetensi dan kompetensi dasar;
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok
Uraian
Materi
Pengalaman
Belajar
Indikator Penilaian Jenis
Tagihan
Bentuk
Instrumen
Instrumen Alokasi
Waktu
Sumber/
Bahan/Alat
penentuan materi pokok; pemilihan pengalaman belajar; penentuan indikator; penilaian, yang
meliputi jenis tagihan, bentuk instrumen, dan contoh instrumen; perkiraan waktu yang
dibutuhkan; dan pemilihan sumber/bahan/alat. Untuk lebih jelasnya dapat dibaca uraian
berikut.
1. Identifikasi. Pada setiap silabus perlu identifikasi yang meliputi identitas sekolah,
identitas mata pelajaran, kelas/program, dan semester.
2. Pengurutan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Standar kompetensi dan
kompetensi dasar mata pelajaran Fisika dirumuskan berdasarkan struktur keilmuan mata
pelajaran sains umumnya dan tuntutan kompetensi lulusan. Selanjutnya standar kompetensi
dan kompetensi dasar diurutkan dan disebarkan secara sistematis. Sesuai dengan
kewenangannya, Depdiknas telah merumuskan standar kompetensi dan kompetensi dasar
untuk setiap mata pelajaran.
3. Penentuan Materi Pokok dan Uraian Materi Pokok. Materi pokok dan uraian materi
pokok adalah butir-butir bahan pelajaran yang dibutuhkan siswa untuk mencapai suatu
kompetensi dasar. Pengurutan materi pokok dapat menggunakan pendekatan prosedural,
hirarkis, konkret ke abstrak dan pendekatan tematik.
Prinsip yang perlu diperhatikan dalam menentukan materi pokok dan uraian materi pokok
adalah: a) prinsip relevansi, yaitu adanya kesesuaian antara materi pokok dengan
kompetensi dasar yang ingin dicapai; b) prinsip konsistensi, yaitu adanya keajegan antara
materi pokok dengan kompetensi dasar dan standar kompetensi; dan c) prinsip adekuasi,
yaitu adanya kecukupan materi pelajaran yang diberikan untuk mencapai kompetensi dasar
yang telah ditentukan. Materi pokok inipun telah ditentukan oleh Depdiknas.
4. Pemilihan Pengalaman Belajar. Proses pencapaian kompetensi dasar
dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran yang meliputi pembelajaran tatap
muka dan pengalaman belajar. Pengalaman belajar merupakan kegiatan fisik maupun
mental yang dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan bahan ajar. Pengalaman belajar
dilakukan oleh siswa untuk menguasai kompetensi dasar yang telah ditentukan. Pengalaman
belajar dapat dilakukan di dalam maupun di luar kelas dengan metode yang bervariasi.
Selanjutnya, pengalaman belajar hendaknya juga memuat kecakapan hidup (life skill) yang
harus dimiliki oleh siswa. Kecakapan hidup merupakan kecakapan yang dimiliki seseorang
untuk berani menghadapi problem hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa
tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga
mampu mengatasinya.
Pembelajaran kecakapan hidup ini tidak dikemas dalam bentuk mata pelajaran baru,
tidak dikemas dalam materi tambahan yang disisipkan dalam mata pelajaran, pembelajaran
di kelas tidak memerlukan tambahan alokasi waktu, tidak memerlukan jenis buku baru,
tidak memerlukan tambahan guru baru, dan dapat diterapkan dengan menggunakan
kurikulum apapun. Pembelajaran kecakapan hidup memerlukan reorientasi pendidikan dari
subject-matter oriented menjadi life-skill oriented.
Secara umum ada dua macam kecakapan hidup, yaitu kecakapan umum (General Life
Skill) dan kecakapan khusus (Spesific Life Skill). Kecakapan umum dibagi menjadi dua,
yaitu personal skill (kecakapan personal) dan social skill (kecakapan sosial). Kecakapan
personal itu sendiri terdiri dari self-awareness skill (kecakapan mengenal diri) dan thinking
skill (kecakapan berpikir). Kecakapan khusus juga dibagi menjadi dua, yaitu academic skill
(kecakapan akademik) dan vocational skill (kecakapan vokasional/kejuruan).

B. PENGEMBANGAN KECAKAPAN HIDUP MELALUI PENGALAMAN
BELAJAR
Dibawah ini merupakan contoh pengembangan kecakapan hidup (Life skill) melalui
pengalaman belajar pada konsep hukum kekekalan enegi mekanik:
Kompetensi
Dasar
Materi Pokok dan
Uraian materi
Pengalaman
Belajar
Kecakapan hidup yang
dkembangkan

Hukum kekekalan
energi mekanik
Penerapan energi
mekanik pada
gerak jatuh bebas
Penerapan energi
mekanik pada
gerak parabola
Penerapan energi
- Melakuk
an pengamatan
disertai tanya
jawab untuk
menjelaskan
pengertian hu-
kum kekekalan
energi mekanik
Eksistensi diri, menggali
informasi, mengolah infor-
masi, memecahkan masalah,
mengambil keputusan, ko-
munikasi lisan
- Melakuk
an diskusi kelas
untuk menjelas-
Eksistensi diri, potensi diri,
menggali informasi dan
mengolah informasi, meme-
mekanik pada
gerak di bidang
miring
Penerapan energi
mekanik pada
gerak di bidang
lingkaran
Penerapan energi
mekanik pada
gerak di bidang
lengkung
Penerapan energi
mekanik pada
gerak getaran
harmonik
Penerapan ener-
gi mekanik pada
gerak planet /
satelit

kan dan me-
rumuskan hu-
kum kekekalan
energi mekanik.
cahkan masalah, mengambil
keputus-an, komunikasi li-
san.
- Melakuk
an diskusi/ ta-
nya jawab un-
tuk mengaplika-
sikan konsep
hukum kekeka-
lan energi me-
kanik dalam ke-
hidupan sehari-
hari.
Eksistensi diri, menggali in-
formasi, mengolah informa-
si, memecahkan masalah,
mengambil keputusan, ko-
munikasi lisan
- Melakuk
an diskusi/tanya
jawab untuk
menganalisis
gerak benda
pada gerak ja-
tuh bebas, gerak
parabola, gerak
pada bidang mi-
ring, gerak pada
bidang lingkar-
an, gerak har-
monik, gerak
satelit/planet
serta gerak pada
bidang leng-
kung dengan
menggunakan
konsep fungsi
Eksistensi diri, menggali
informasi mengolah infor-
masi memecahkan masalah
mengambil keputusan ko-
munikasi lisan
energi potensial
dan hukum ke-
kekalan energi
mekanik
- Member
ikan contoh pe-
nerapan hukum
kekekalan ener-
gi mekanik pa-
da berbagai ge-
rak, yairu gerak
jatuh bebas, ge-
rak parabola,
gerak pada bi-
dang miring,
gerak pada bi-
dang lingkaran,
gerak harmonik,
serta gerak pada
bidang leng-
kung pada pe-
ristiwa dalam
kehidupan seha-
ri-hari
Eksistensi diri, menggali
informasi, mengolah infor-
masi, memecahkan masalah,
mengambil keputusan, ko-
munikasi lisan
- Mengan
alisis contoh
gerak dalam
penerapan hu-
kum kekekal-
an energi me-
kanik dan
membuktikan
bahwa energi
Menggali infor-masi, meng-
olah informasi, memecahkan
masalah, mengambil kepu-
tusan, komunikasi lisan, ko-
munikasi tertulis
mekanik akan
selalu konstan
jumlahnya ser-
ta merupakan
penjumlahan
dari energi ki-
netik dan
energi poten-
sial
- Mengan
alisis konversi
energi yang
terjadi pada
contoh gerak
pada penerap-
an hukum ke-
kekalan energi
mekanik
Menggali informasi, meng-
olah informasi, memecahkan
masalah, mengambil kepu-
tusan, komunikasi lisan, ko-
munikasi tertulis
- Menghit
ung perubahan
energi poten-
sial dan energi
kinetik yang
terjadi dalam
berbagai con-
toh gerakan.
Menggali informasi, meng-
olah informasi, memecahkan
masalah, mengambil kepu-
tusan, komunikasi lisan, ko-
munikasi tertulis
- Mengan
alisis gaya
yang terlibat
pada contoh
gerak pada pe-
nerapan hu-
kum kekekalan
menggali informasi, meng-
olah informasi, memecahkan
masalah, mengambil kepu-
tusan, komunikasi lisan, ko-
munikasi tertulis.
energi
- Melakua
kan percobaan
berkelompok
untuk mem-
buktikan hu-
kum kekekalan
energi meka-
nik, pada peru-
bahan energi
potensial men-
jadi energi ki-
netik
menggali informasi, meng-
olah informasi, memecahkan
masalah, mengambil kepu-
tusan, komunikasi lisan,
komunikasi tertulis, kerja-
sama, identifikasi variabel,
menghubungkan variabel,
merumuskan hipotesis, me-
laksanakan penelitian.




















C. ANALISIS PENGEMBANGAN KECAKAPAN HIDUP MELALUI
PENGALAMAN BELAJAR
Dalam mengembangkan kecakapan hidup dengan mengintegrasikannya dalam
pengalaman belajar, perlu dilakukan pemilihan yang tepat sesuai dengan kompetensi dasar
yang dipilih. Oleh karena itu perlu dianalisis kecakapan hidup berdasarkan kompetensi dasar.
Berikut adalah analisis kecakapan hidup pada kompetensi dasar Menerapkan hukum
kekekalan energi mekanik untuk menganalisis gerak dalam kehidupan sehari-hari
D. PENJABARAN KOMPETENSI DASAR KEDALAM INDIKATOR
Berdasarkan standar kompetensi Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik untuk
menganalisis gerak dalam kehidupan sehari-hari dapat dirumuskan beberapa indikator, yaitu
sebagai berikut :
Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik pada gerak jatuh bebas, gerak parabola ,
gerak harmonik sederhana , gerak dalam bidang miring, gerak benda pada bidang
lingkaran dan gerak pada gerak satelit


NO
Aspek Kecakapan
Hidup


E
k
s
i
s
t
e
n
s
i

d
i
r
i

P
o
t
e
n
s
i

d
i
r
i

M
e
n
g
g
a
l
i

i
n
f
o
r
m
a
s
i

M
e
n
g
o
l
a
h

i
n
f
o
r
m
a
s
i

M
e
m
e
c
a
h
k
a
n

M
a
s
a
l
a
h

M
e
n
g
a
m
b
i
l

K
e
p
u
t
u
s
a
n

K
o
m
u
n
i
k
a
s
i
m
L
i
s
a
n

K
o
m
u
n
i
k
a
s
i


t
e
r
t
u
l
i
s

K
e
r
j
a
s
a
m
a

I
d
e
n
t
i
f
i
k
a
s
i

v
a
r
i
a
b
e
l

M
e
n
g
h
u
b
u
n
k
a
n

V
a
r
i
a
b
e
l

M
e
r
u
m
u
s
k
a
n

H
i
p
o
t
e
s
i
s

M
e
l
a
k
s
a
n
a
k
a
n

P
e
n
e
l
i
t
i
a
n

Kesadaran
Diri
Kecakapan
Berpikir
Rasional
Kecakapan
Sosial
Kecakapan
Akademik
1.6 Menerapkan hukum
kekekalan energi
mekanik untuk
menganalisis gerak
dalam kehidupan sehari-
hari















































KD
Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik dalam memecahkan masalah gerak jatuh
bebas, gerak parabola, gerak pada bidang miring, gerak pada bidang lingkaran, gerak pada
bidang lengkung, serta pada gerak satelit /planet.
Memberikan contoh peristiwa sehari-hari yang merupakan penerapan dari hukum
kekekalan enrgi mekanik pada gerak jatuh bebas, gerak parabola, gerak pada bidang
miring, gerak pada bidang lingkaran, gerak pada bidang lengkung, serta gerak planet/
satelit
Menganalisis konversi energi pada contoh penerapan hukum kekekalan energi mekanik
dalam kehidupan sehari- hari dalam berbagai jenis gerak.
Menyelidiki gaya yang terlibat pada contoh penerapan hukum kekekalan energi mekanik
dalam kehidupan sehari- hari dalam berbagai jenis gerak.

BAB IV
PENYUSUNAN DAN ANALISIS INSTRUMEN
A. PENJABARAN INDIKATOR KE DALAM INSTRUMEN PENILAIAN
Indikator dijabarkan lebih lanjut ke dalam instrumen penilaian yang meliputi jenis
tagihan, bentuk instrumen, dan contoh instrumen. Setiap indikator dapat dikembangkan
menjadi 3 instrumen penilaian yang meliputi ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif.
1. Kuis
Bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal yang prinsip. Biasanya
dilakukan sebelum pelajaran dimulai, kurang lebih 5 -10 menit. Kuis dilakukan untuk
mengetahui penguasaan pelajaran oleh siswa. Tingkat berpikir yang terlibat adalah
pengetahuan dan pemahaman.
2. Pertanyaan Lisan
Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep, prinsip, atau teorema.
Tingkat berpikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman.
3. Ulangan Harian
Ulangan harian dilakukan secara periodik di akhir pembelajaran satu atau dua
kompetensi dasar. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya mencakup pemahaman, aplikasi,
dan analisis.
4. Ulangan Blok
Ulangan Blok adalah ujian yang dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa
kompetensi dasar dalam satu waktu. Tingkat berpikir yang terlibat mulai dari pemahaman
sampai dengan evaluasi.
5. Tugas Individu
Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan
klipping, makalah, dan yang sejenisnya. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya aplikasi,
analisis, sampai sintesis dan evaluasi.
6. Tugas Kelompok
Tugas kelompok digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. Bentuk
instrumen yang digunakan salah satunya adalah uraian bebas dengan tingkat berpikir tinggi
yaitu aplikasi sampai evaluasi.
7. Responsi atau Ujian Praktik. Bentuk ini dipakai untuk mata pelajaran yang ada
kegiatan praktikumnya. Ujian responsi bisa dilakukan di awal praktik atau setelah melakukan
praktik. Ujian yang dilakukan sebelum praktik bertujuan untuk mengetahui kesiapan peserta
didik melakukan praktik di laboratorium atau tempat lain, sedangkan ujian yang dilakukan
setelah praktik, tujuannya untuk mengetahui kompetensi dasar praktik yang telah dicapai
peserta didik dan yang belum.
8. Laporan Kerja Praktikum
Bentuk ini dipakai untuk mata pelajaran yang ada kegiatan praktikumnya. Peserta didik
bisa diminta untuk mengamati suatu gejala dan melaporkannya.


B. BEBERAPA INSTRUMEN TES
1. Pilihan Ganda. Bentuk ini bisa mencakup banyak materi pelajaran,
penskorannya objektif, dan bisa dikoreksi dengan mudah. Tingkat berpikir yang
terlibat bisa dari tingkat pengetahuan sampai tingkat sintesis dan analisis.
Contoh instrument:
1. Benda bermassa 5 kg dilempar vertika ke atas dengan kecepatan awal 10 m/s.
Besarnya energi potensial di titik tertinggi yang dicapai benda adalah (g = 10 m/s2)
A. 200 J
B. 250 J
C. 300 J
D. 350 J
E. 400 J

2. Suatu partikel bermassa 1 kg didorong dari permukaan meja hingga kecepatan pada
saat lepas dari bibir meja = 2m/s seperti pada gambar di samping. Energi mekanik
partikel pada saat ketinggiannya = 1 m, adalah .... (g =10 m/s)
A. 2 J
B. 10 J
C. 12 J
D. 22 J
E. 24 J

3. Dua buah benda A dan B yng bermassa masing-masing m, jatuh bebas dariketinggian
h meter dan 2h meter. Jika A menyentuh tanah dengan kecepatan v m/s, maka benda B
akan menyentuh tanah dengan energi kinetik sebesar
A. mv
2
B. 3/2 mv
2
C. 3/4 mv
2
D. 1/2 mv
2
E. 1/4 mv
2


4. Sebuah bola logam dengan massa 2 kg (g = 10 m/s2) dilemparkan ke atas dari
ketinggian 2 m dari permukaan lantai. Besarnya energi potensial bola logam ketika
usaha yang dilakukan gaya berat bola terhadap meja tepat sebesar 100 joule adalah .
A. 40 J
B. 10 J
C. 60 J
D. 140 J
E. 80 J

5. Apabila hukum kekekalan energi mekanik berlaku untuk suatu sistem, dapat dikatakan
....
A. energi kinetik sistem tidak berubah
B. energi potensial sistem tidak berubah
C. jumlah energi kinetik dan energi potensial selalu bertambah
D. jumlah energi kinetik dan energi potensial selalu berkurang
E. jumlah energi kinetik dan energi potensial selalu tetap

6. Apabila Siswo bersepeda menuruni bukit tanpa mengayuh pedalnya dan besar
kecepatan sepeda tetap, terjadi perubahan energi dari .
A. kinetik menjadi potensial
B. potensial menjadi kinetik
C. potensial menjadi kalor
D. kalor menjadi potensial
E. kinetik menjadi kalor

7. Sebuah pesawat terbang bergerak dengan energi kinetik T. Jika kecepatannya menjadi
dua kali kecepatan semula, energi kinetiknya menjadi .
A. 1/2T
B. T
C. 2T
D. 4T
E. 16T
8. Sebuah benda bermassa 2 kg terletak di tanah. Benda itu ditarik vertical ke atas dengan
gaya 25 N selama 2 sekon, lalu dilepaskan. Jika g=10m/s
2
energi kinetic saat benda
menyentuh tanah adalah
A.150 J
B.125J
C.100J
D.50J
E.25J
9. Sebuah balok bermasa 2 kg mula-mula diam dan dilepaskan dari puncak bidang
lengkung yang berbentuk seperempat lingkaran dengan jari-jari R. kemudian balok
meluncur pada bidang datar dan berhenti di B yang berjarak 3m dari titik awal bidang
datar A. jika bidang lengkung tersebut licin dan gaya antara nbalok dan bidang datar
sebesar 8N, berapakah besar R?
A.0.2 M
B.0.5M
C.1.2M
D.1.5M
E.1.6M





B
R
C
pusat
3m
diam
A
10. sebuah benda ditembakkan miring ke atas dengan sudut elevasi 60
0
dan dengan energi
kinetik 400 J . jika g= 10 m/s
2
, maka energi kinetik benda saat benda saat mencapai
titik tertinggi adalah
A.25 J
B.50J
C.100J
D.150J
E.200J
11. bila sebuah benda dijatuhlkan tanpa kecepatan awal dan gesekan udara diabaikan
maka
A. energi kinetiknya bertambah
B.energi kinetiknya berkurang
C. energi potensialnya bertambah
D.energi mekaniknya berkurang
E.energi mekaniknya bertambah
12. benda yang massanya 0,5 Kg dilemparkan vertikal ke atas dengan kecepatan awal 20
m/s
2
. Jika g=10 m/s
2
, energi kinetik benda saat mencapai dari tinggi maksimum
adalah
A.100 J
B.75J
C.50J
D.40J
E.25J
13.sebuah benda bermassa 2 kg dilemparkan vertical ke atas dengan kecepatan awal 30
m/s, bila g=m/s
2
, besarnya energi saat ketinggian benda mencapai 20m adalah.
A.400 J
B.500J
C.600J
D.700J
E.800J
14. dianatara kasus berikut manakah benda manakah yang memiliki energi potensial
1.air yang berada di tempat yang tinggi
2. busur panah yang teregang
3. bola yang menggelinding di lantai
A. (1)saja
B.(1) dan (2)
C.(2) saja
D.(2) dan (3)
E.(3) saja
15. sebuah peluru dengan massa 20 gram ditembakkan engan sudut elevasi 30
0
dan dengan
kecepatan 40 m/s. jika gesekan dengan udara diabaikan maka energi potensial peluru
pada titik tertinggi adalah
A.2J
B.4J
C.5J
D.6J
E.8J
16. di antara keadaan benda-benda berikut:
(1).karet ketapel yang diregangkan
(2).bandul yang disimpangkan
(3)besi yang dipanaskan
Benda yang memiliki energi potensial adalah pada nomor:
A. (1)saja
B.(1) dan (2)
C.(2) saja
D.(2) dan (3)
E.(3) saja
17. Sebuah bola logam dengan massa 2 kg (g = 10 m/s2) dilemparkan ke atas dari
ketinggian 2 m dari permukaan lantai. Besarnya energi potensial bola logam ketika
usaha yang dilakukan gaya berat bola terhadap meja tepat sebesar 100 joule adalah .
A. 10 J
B. 40 J
C. 60 J
D. 80 J
E. 140 J
18. Suatu partikel dengan massa 1 kg didorong dari permukaan meja hingga kecepatan pada
saat lepas dari bibir meja sebesar 2 m/s. Jika g = 10 m/s2, maka energi mekanik partikel
pada saat ketinggiannya dari tanah 1 m adalah ...
A. 2 J
B. 10 J
C. 12 J
D. 22 J
E. 24 J


19. Sebuah benda dengan massa 1kg dilempar vertical ke atas dengan kecepatan awal 40 m/s
bila g=10 m/s
2
besarnya energi kinetik saat ketinggian benda mencapai 20 m adalah
A. 300 J
B. 400 J
C. 500 J
D.600 J
E. 700 J
20. Seorang siswa menerjunkan diri dari papan kolam renangsetinggi 8 meter dari
npermukaan air tnapa kecepatan awal. Jika massa siswa 40 kg, g=10 m/s
2
maka kecepatan
siswa tersebut saat membentur permukaan aira adalah
A. 80 m/s
B. 16 m/s
C. 4 m/s
D. 4 m/s
E. 4 m/s
21. Sebuah bola besi massanya 0,2 kg dilempar vertical ke atas. Energi potensial benda pada
ketinggian maksimum ialah 40J. bila g= g=10 m/s
2
maka ketinggian maksimum yang
dicapai benda tersebut adalah
A. 2m
B. 4m
1m
2m
A
B
C. 8m
D.20m
E. 40m
22. Sebuah benda yang massanya 1 kg jatuh dari ketinggian 20 m. besar energi kinetic benda
pada saat berada 5m dari tanah ialah( g=10 m/s
2
)
A. 50 J
B. 100 J
C. 150 J
D.200 J
E. 250 J
23. Sebuah benda jatuh bebas dari ketinggian h dan pada suatu saat energi kinetiknya tiga kali
energi potensialnya. Pada saat itu tinggi benda adalah
A.3h
B. 2h
C. 1/2 h
D. 1/3 h
E. h
24. Pada suatu saat energi potensial suatu benda yang jatuh dari suatu ketinggian, menjadi
setengah kali semmula, maka energi kinetiknya menjadi kali semula
A.1/4
B. 1/2
C. 2
D.4
E. 8
25. Sebuah benda massanya 0,5 kg digantung dengan benang (massa benang diabaikan) dan
diayunkan hingga ketinggian 20 cm dari posisi A (lihat gambar). Bila g=10 m/s
2
,
kecepatan benda saat di A adalah
A. 4000 cm/s
B. 400 cm/s
C. 200 cm/s
D. 4 cm/s
E. 2 cm/s
26. Sebuah bola bermassa 0,5 kg bergerak dari A ke C melalui lintasan melengkung , seperti
pada gambar. Apabila g=10 m/s
2
maka usaha yang dialakukan bola dari A ke C adalah
A. 25 J
B. 20 J
C. 15J
D.-25 J
E. -35 J

27. Sebuah benda ditembakkan miring ke atas dengan sudut elevasi 60
0
dan energi kinetic
400J. jika g=10 m/s
2
maka ketinggian saat Ek=Ep adalah.
A. 1,5m
B. 10,0 m
C. 15,0m
D.20,0 m
E. 30,0 m
A
B
5m 0
A
20cm
28. Seorang pemain ski meluncur menuruni bukit es yang memiliki ketiggian h dari dasar
bukit. Kecepatan pemain ski di dasar bukit adalah
A.


B.
C. 2gh
D.


E.


2. Uraian Objektif. Jawaban uraian objektif sudah pasti. Uraian objektif lebih
tepat digunakan untuk bidang Ilmu Alam. Agar hasil penskorannya objektif,
diperlukan pedoman penskoran. Hasil penilaian terhadap suatu lembar jawaban
akan sama walaupun diperiksa oleh orang yang berbeda. Tingkat berpikir yang
diukur bisa sampai pada tingkat yang tinggi.
Contoh soal:
1. Berikan dua contoh kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan penerapan
hukum kekekalan energi mekanik pada gerak jatuh bebas
2. Berikan 2 contoh kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan penerapan
hukum kekekalan energi mekanik pada gerak parabola
3. Berikan 1 contoh kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan penerapan
hukum kekekalan energi mekanik pada gerak di bidang miring
4. Berikan 1 contoh kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan penerapan
hukum kekekalan energi mekanik pada gerak harmonik
5. Berikan 1contoh kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan penerapan
hukum kekekalan energi mekanik pada gerak di bidang lingkaran
6. Berikan 1contoh kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan penerapan
hukum kekekalan energi mekanik pada gerak bidang lengkung

3. Uraian Non-Objektif/Uraian Bebas. Uraian bebas dicirikan dengan adanya
jawaban yang bebas. Namun demikian, sebaiknya dibuatkan kriteria penskoran
yang jelas agar penilaiannya objektif. Tingkat berpikir yang diukur bisa tinggi.

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan energi kinetik!
2. Jelaskan apa yang diamksud dengan energi potensial!
3. Jelaskan apa yang diamksud dengan energi mekanik!
4. Bagaimanakah bunyi hukum kekekalan energi mekanik kemudian jelaskan!
5. Berikan contoh kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan penerapan
hukum kekekalan energi mekanik pada gerak jatuh bebas
6. Berikan contoh kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan penerapan
hukum kekekalan energi mekanik pada gerak parabola
7. Berikan contoh kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan penerapan
hukum kekekalan energi mekanik pada gerak di bidang miring
8. Berikan contoh kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan penerapan
hukum kekekalan energi mekanik pada gerak harmonik
9. Berikan contoh kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan penerapan
hukum kekekalan energi mekanik pada gerak di bidang lingkaran
10. Berikan contoh kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan penerapan
hukum kekekalan energi mekanik pada gerak bidang lengkung
11. Sebutkan gaya apa saja yang terlibat pada gerak buah yang jatuh dari pohonnya!
12. Sebutkan gaya apa saja yang terlibat pada gerak peluru yang ditembakkan ke atas!
13. Sebutkan gaya apa saja yang terlibat tali busur panah yang direnggangkan!
14. Sebutkan gaya apa saja yang terlibat pada gerak ayunan!
15. Sebutkan gaya apa saja yang terlibat pada gerak anak yang meluncur dari perosotan!
16. Sebutkan gaya apa saja yang terlibat pada gerak atlet skate board!
17. Sebutkan gaya apa saja yang terlibat pada gerak roler coaster!
18. Sebutkan gaya apa saja yang terlibat pada gerak satelit yang mengelilingi bumi!
19. Jelaskan konversi energi yang terjadi saat benda jatuh dari ketinggian tertentu!
20. Jelaskan konversi energi yang terjadi saat bola basket ditembakkan ke dalam ringnya!
21. Jelaskan konversi energi yang terjadi saat anak kecil bermain ayunan!
22. Jelaskan konversi energi yang terjadi pada roller coaster!
23. Jelaskan konversi energi yang terjadi saat benda jatuh pada bidang miring!
24. Jelaskan konversi energi yang terjadi saat satelit mengelilingi bumi!
25. Jelaskan konversi energi yang terjadi pada atlet skate board!
26. Jelaskan konversi energi yang terjadi saat ketapel direnggangkan!
27. Sebuah bola bermassa 0,2 kg dilemparkan ke atas dengan kecepatan awal 10 m/s dari
ketinggian 1,5 m. Percepatan gravitasi g = 10 m/s. Berapakah ketinggian bola pada saat
kecepatannya 5 m/s?
28. Sebuah benda dengan massa 2 kg, dilemparkan vertikal ke atas dengan kecepatan
awal 40 m/s. Bila g =10 m/s2, tentukan besarnya energi kinetic saat ketinggian benda
mencapai 20 m!
29. Sebuah kotak yang massanya 10 kg, mula-mula diam kemudian bergerak turun pada
bidang miring yang membuat sudut 30o terhadap arah horisontal tanpa gesekan,
menempuh jarak 10 m sebelum sampai ke bidang mendatar. Berapakah kecepatan
kotak pada akhir bidang miring, jika percepatan gravitasi bumi g = 9,8 m/s
2
?
30. Sebuah benda dilemparkan dari ketinggian 5 m di atas tanah dengan kecepatan awal
50 m/s dan sudut elevasi 60o. Jika g = 10 m/s2, maka tentukan kecepatan benda saat
mencapai ketinggian 50 m di atas tanah!
31. Sebuah benda berada dalam keadaan diam pada ketinggian 80 cm dari permukaan
tanah. Massa benda 5 kg dan percepatan gravitasi bumi g = 10 m/s2. Tentukan energi
mekanik benda tersebut.!
32. Sebuah bola yang massanya 2 kg jatuh bebas dari ketinggian 30 meter. Jika g = 10
m/s2, pada saat bola tersebut mencapai ketinggian 10 meter dari permukaan tanah,
tentukanlah:
a. kecepatannya,
b. energi kinetiknya, dan
c. energi potensialnya.
33. Sebuah benda jatuh dari ketinggian 6 meter dari atas tanah. Berapakah kecepatan
benda tersebut pada saat mencapai ketinggian 1 meter dari tanah, jika percepatan
gravitasi bumi 10 m/s
2
?
34. Sebuah peluru dengan massa 100 gram ditembakkan vertikal ke atas dari permukaan
tanah dengan kecepatan 80 m/s. Jika g = 10 m/s2, berapakah:
a. tinggi maksimum yang dicapai peluru;
b. energi peluru di titik tertinggi;
c. energi kinetik peluru pada ketinggian 40 m dari tanah
34. Sebuah benda ditembakkan miring ke atas dengan sudut elevasi 53 dan dengan energi
kinetik 1.000 J. Jika g = 10 m/s2, tentukanlah:
a. energi kinetik benda pada saat mencapai titik tertinggi, dan
b. energi potensial benda saat mencapai titik tertinggi.
35. Sebuah benda digantung bebas dengan tali yang panjangnya 75 cm, massa benda 100
gram, dan percepatan gravitasi bumi g = 10 m/s2. Kemudian, benda tersebut diayun
sehingga tali dapat membentuk simpangan maksimum 37 terhadap sumbu vertikal.
Berapakah:
a. energi potensialnya di titik tertinggi,
b. energi kinetiknya di titik terendah, dan
c. kecepatan maksimum benda.
36. Sebuah benda jatuh bebas dari tempat yang tingginya 80 m. Jika energi potensial
mula-mula besarnya 4.000 joule dan g = 10 m/s2, tentukan:
a. massa benda itu;
b. waktu benda sampai di tanah;
c. kecepatan benda tepat sebelum sampai di tanah;
d. energi kinetik benda tepat sebelum sampai di tanah.
37. Sebuah benda bermassa 2 kg terletak di tanah. Benda itu ditarik secara vertikal ke atas
dengan gaya 25 N selama 2 sekon, lalu dilepaskan. Jika percepatan gravitasi g = 10
m/s2, berapakah energi kinetic benda pada saat mengenai tanah?
38. Sebuah bola dilempar nertikal ke atas, pada kedudukan maknakah energi kinetic
mencapai minimum, dan energi kinetic mencapai maksimum.
39. Sebuah bola tenis dan sebuah bola pingpong dijatukan dalam sebuah tabung vakum
(hampa udara) yang panjang . ketiaka kedua bola telah menempuh jaraksetengah
ketinggian dari dasar tabung, bagaimanakan perbandingan kelajuan, perbandingan
energi kinetic dan perbandingan energi potensialnya.
40. Sebuah bola digantung pada seutas kawat dan ditarik ke titik A. bola tersebut
dilepaskan sehingga bola mengayun melalui O menuju ke titik B
Jelaskan perubahan energi potensial dan energi
kineatik ketika bola mngayun dengan mengambil
bidang acuan melalui O . Mengapa bola yang
mengayun kembali tidak mencapai ketinggian semula

B
O
A
41. Ketika sebuah bola tenis dijatuhkan ke lantai, dapatkah bola tersebut memantul
mencapai ketinggian semula? Jelaskan.
42. Sebuah roler coaster meluncur dari ketinggian 50 m, jika permukaan bidang licin
tentukan :
a. Kecepatan roler coaster ketika berada di dasar
b. Kecepatan roler coaster ketika berada di puncak lingkaran.
43. Sebuah benda jatuh dari ketinggian 6 metr dari atas tanah. Berapa kecepatan benda
tersebut pada saat mencapai ketinggian 1 meter dari tanah, bila percepatan gravitasi
bumi 10 m/s
-2

44. Sebuah bola massanya 2kg mula-mula diam, kemudian meluncur ke bawah bidang
miring dengan sudut kemiringan bidang 30
0
dan panjangnya 10m. selama bergerak
bola menglami gaya gesekan 2N. hitunglah kecepatan bola saat sampai pada dasar
bidang miring
45. Sebuah kelereng meluncur pada permukaan
lengkung yang licin dari titk A jika kecepatan
kelereng di B = 4 m/s, tentukan tinggi A dari
permukaan mendatar, dan ecepatan benda di C
jika h
2
= 0,5 m



46. benda yang massanya 0,5 Kg dilemparkan vertikal ke atas dengan kecepatan awal 20
m/s
2
. Jika g=10 m/s
2
, energi potensial benda saat mencapai dari tinggi maksimum
adalah
47. Coba jelaskan bagaimana perubahan energi yang terjadi ketika buah mangga jatuh dari
pohon menuju ke tanah
48. Ketika jatuh di permukaan tanah, apakah energi mekanik buah mangga hilang ? jika
tidak, kemana energi tersebut pergi ?
49. Dari ketinggian 6 meter, buah mangga yang sudah matang jatuh menuju permukaan
tanah. Berapakah kecepatannya ketika berada pada ketinggian 1 meter di atas tanah ?
(g = 10m/s
2
)
h
1
h
2
B
C
A
50. Seekor tikus bermassa 0,2 kg dikejar kucing di atas atap rumah. Tikus tersebut lari
terbirit-birit lalu terpeleset dan jatuh ke tanah. Jika atap rumah berada pada ketinggian
10 meter, berapakah kecepatan tikus ketika dicium tanah ?
51. Sebuah bola dilempar dengan kecepatan 10 m/s ke atas. Berapakah ketinggian yang
telah dicapai bola ketika kecepatannya tinggal 2 m/s ? (g = 10 m/s
2
)
52. Bagaimana menerapkan hukum kekekalan energi pada gerak : jatuh bebas, gerak
parabola, gerak harmonik sederhana, gerak pada bidang miring, gerak pada bidang
lingkaran, gerak satelit, gerak getaran
53. Sebuah benda jatuh dari ketinggian 6 meter dari atas tanah,Berapakah kecepatan benda
tersebut pada saat mencapai ketinggian 1 meter dari tanah, jika percepatan gravitasi
bumi 10 m/s
2
?
54. Sebuah peluru dengan massa 100 gram ditembakkan vertikal ke atas dari permukaan
tanah dengan kecepatan 80 m/s. Jika g = 10 m/s2, berapakah:
a. tinggi maksimum yang dicapai peluru;
b. energi peluru di titik tertinggi;
c. energi kinetik peluru pada ketinggian 40 m dari tanah;
55. Sebuah benda ditembakkan miring ke atas dengan sudut elevasi 53 dan dengan
energi kinetik 1.000 J. Jika g = 10 m/s
2
, tentukanlah:
a. energi kinetik benda pada saat mencapai titik tertinggi, dan
b. energi potensial benda saat mencapai titik tertinggi.
56. Sebuah benda digantung bebas dengan tali yang panjangnya 75 cm, massa benda 100
gram, dan percepatan gravitasi bumi g = 10 m/s
2
. Kemudian, benda tersebut diayun
sehingga tali dapat membentuk simpangan maksimum 37 terhadap sumbu vertikal.
Berapakah:
a. energi potensialnya di titik tertinggi,
b. energi kinetiknya di titik terendah, dan
c. kecepatan maksimum benda.
57. Sebuah peluru dengan massa 20 gram ditembakkan dengan sudut elevasi 30 dan
dengan kecepatan 40 m/s. Jika gesekan dengan udara diabaikan, maka tentukan energi
potensial peluru pada titik tertinggi!
58. Sebuah kotak bermassa 10 kg mula-mula diam, kemudian bergerak turun pada bidang
miring yang membuat sudut 30 terhadap arah horizontal tanpa gesekan an menempuh
jarak 10 m sebelum sampai ke bidang mendatar. hitunglah kecepatan kotak pada akhir
bidang miring jika percepatan gravitasibumi sebesar 9,8 m/s
2
!
59. Seekor burung terbang dengan kelajuan 25 m/s. Bila massa burung tersebut adalah 200
gram, maka hitunglah energi kinetic yang dimiliki burung?
60. Peluru yang massanya 100 gram ditembakkan vertikal ke atas dengan kecepatan awal
16 m/s. Hitunglah energi kinetik yang hilang saat tingginya 10 m!
61. Benda yang massanya 0,1 kg ditembakkan dengan sudut elevasi 30 dengan kecepatan
awal 9 m/s. Berapa energi benda saat di puncak gerakannya
62. Sebuah benda bermassa 0,25 kg bergerak dengan kecepatan 5 m/s di titik A . hitunglah
kecepatan benda di titik C, jika g sebesar 10 m/s2!

63. Sebuah peluru dengan massa 20 gram ditembakkan dengan sudut elevasi30 dan
dengan kecepatan 40 m/s. Jika gesekan dengan udara diabaikan,maka tentukan energi
potensial peluru pada titik tertinggi!
64. Dari ketinggian 12 m sebuah benda yang massanya 500 gram jatuh bebas. Berapa
kalajuan benda saat tingginya hanya tinggal2 m?
65. Sebuah kotak bermassa 10 kg mula-mula diam, kemudian bergerak turun pada bidang
miring yang membuat sudut 30 terhadap arah horizontal tanpa gesekan dan
menempuh jarak 10 m sebelum sampai ke bidang mendatar. hitunglah kecepatan kotak
pada akhir bidang miring jika percepatan gravitasi bumi sebesar 9,8 m/s2!
66. Sebuah bola bermassa 0,5 kg dilempar vertikal ke atas hingga mencapai ketinggian 20
m. Bila g = 10 m/s2, hitunglah energi potensial benda pada ketinggian tersebut!
67. Sebuah benda dari 1,75 kg jatuh dari ketinggian 6 m. Berapaenergi kinetik benda saat
menghantam tanah?
68. Benda yang massanya 0,25 kg dilepaskan vertikal ke atas dan kembali ke pelempar
lagi setelah 12 sekon. Berapa energi kinetic benda setelah bergerak 9 sekon?
C
A
1,5m
B
2,5m
69. Dengan sudut kecondongan 45 sebutir peluru yang massanya 100 g ditembakkan
dengan energi kinetik awal 10.000 joule. Berapa besar energi kinetik peluru saat di
puncak lintasan?
70. Sebuah benda yang bermassa 5 kg jatuh dari ketinggian h dan menghantam tanah
dengan energi kinetik 250 joule. Hitunglah ketinggian benda tersebut!
71. Sebuah bola ditembakkan miring ke atas dengan sudut elevasi 30 dan dengan energi
kinetik 400 J. Jika g = 10 m/s2, maka berapa energi kinetik dan energi potensial bola
pada saat mencapai titik tertinggi?
72. Sebuah bola terletak pada ketinggian 20 m dari tanah (g = 10 m/s2). Hitunglah
kecepatan bola pada ketinggian 10 m jika bola jatuh bebas dan jika bola diberi
kecepatan awal 5 m/s!
73. Sebuah bola dengan massa 2 kg digantung dengan tali sepanjang 1 m. Benda tersebut
dipukul sehingga berayun dengan kecepatan 4 m/s. Hitunglah tinggi maksimum bola!
(g = 10 m/s2)
74. Sebuah bola bermassa 1 kg disundul seorang pemain sepak bola, sehingga bola
terpental ke atas dan 10 detik kemudian bola jatuh ke tanah. Bila percepatan g = 10
m/s2, maka hitunglah energi kinetik bola saat menyentuh tanah!
75. Seorang pekerja diduga mengalami gangguan jiwa, sehingga menerjunkan diri dari
gedung tingkat tiga yang mempunyai ketinggian 25 m. (g = 10 m/s2).
a. Menurut fisika, benarkah berlaku hukum kekekalan energi pada orang tersebut?
b. Bila massa orang tersebut 50 kg, berapa kecepatan orang tersebut saat mencapai
tanah!
76. Sebuah bola yang massanya 2 kg jatuh bebas dari ketinggian 30 meter. Jika g = 10
m/s2, pada saat bola tersebut mencapai ketinggian 10 meter dari permukaan tanah,
tentukanlah:
a. kecepatannya,
b. energi kinetiknya, dan
c. energi potensialnya.
77. Sebuah benda jatuh dari ketinggian 6 meter dari atas tanah. Berapakah kecepatan
benda tersebut pada saat mencapai ketinggian 1 meter dari tanah, jika percepatan
gravitasi bumi 10 m/s2?
78. Sebuah peluru dengan massa 100 gram ditembakkan vertikal ke atas dari permukaan
tanah dengan kecepatan 80 m/s. Jika g = 10 m/s2, berapakah:
a. tinggi maksimum yang dicapai peluru;
b. energi peluru di titik tertinggi;
c. energi kinetik peluru pada ketinggian 40 m dari tanah;
79. Sebuah benda ditembakkan miring ke atas dengan sudut elevasi 53 dan dengan energi
kinetik 1.000 J. Jika g = 10 m/s2, tentukanlah:
a. energi kinetik benda pada saat mencapai titik tertinggi, dan
b. energi potensial benda saat mencapai titik tertinggi.
80. Sebuah benda digantung bebas dengan tali yang panjangnya 75 cm, massa benda 100
gram, dan percepatan gravitasi bumi g = 10 m/s2. Kemudian, benda tersebut diayun
sehingga tali dapat membentuk simpangan maksimum 37 terhadapsumbu vertikal.
Berapakah:
a. energi potensialnya di titik tertinggi,
b. energi kinetiknya di titik terendah, dan
c. kecepatan maksimum benda.
81. Sebuah bola bermassa 0,2 kg dilemparkan ke atas dengan kecepatan awal 10 m/s dari
ketinggian 1,5 m. Percepatan gravitasi g = 10 m/s. Berapakah ketinggian bola pada
saat kecepatannya 5 m/s?
82. Balok bermassa 1,5 kg digunakan di atas bidang miring licin dan sudut kemiringannya
300. Ketinggian arah 1,3 m dan kecepatannya 6 m/s. Berapakah kecepatan balok saat
mencapai lantai?
83. Sebuah benda dengan massa 2 kg, dilemparkan vertikal ke atas dengan kecepatan awal
40 m/s. Bila g = 10 m/s2, tentukan besarnya energi kinetic saat ketinggian benda
mencapai 20m!
84. Sebuah kotak yang massanya 10 kg, mula-mula
diam kemudian bergerak turun pada bidang
miring yang membuat sudut 30o terhadap arah
horisontal tanpa gesekan, menempuh jarak 10 m
sebelum sampai ke bidangmendatar. Berapakah
kecepatan kotak pada akhir bidang miring, jika
percepatan gravitasi bumi g = 9,8 m/s2?
85. Sebuah kelereng bermassa 20 gram dilempar vertical ke atas dengan kecepatan awal
5m/s. ketika energi potensial kelereng 2/3 energi kinetiknya tentukan
Ketinggian kelereng saat itu
h
30
0
Kecepatan kelereng saat itu
Energi kinetic benda
Energi mekanik benda
86. Perhatikan gambar! Sebuah benda dilemparkan dari sebuah gedung yang tingginya 15
m. Kecepatan awal bola ketika dilempar 15 m/s dengan arah 30 di atas garis
horizontal. Berapakah kelajuan bola sesaat sebelum menumbuk tanah (g = 10 m/s2)!








87. Sebuah batu yang massanya 1kg dilepaskan dari ketinggian 5 m . jika hambatan udara
diabaikan tentukan energi kinetic batu tersebut sesaat setelah menumbuk tanah. (g=10
m/s
2
)
88. Sebuah benda bermassa 0,5 kg dilemparkan vertical ke atas sehingga mencapai
ketinggian 10 m. tntukan
a. Berapa energipotensial benda terhadap tanah pada ketinggian 10 m
b. Berapa perubahan energi potensial ketika benda berada pada ketinggian 4m dari
permukaan tanah
89. Seorang anak bermaian ayunan. Ia mulai mengayun dari keadaan diam hingga
ketinggiannya berkurang 0,5 m, tentukan kelajuannya pada keadaan tersebut! (g=10
m/s
2
)
90. Sebuah benda dilemparkan vertical ke atas dengan kecepatan awal 20m/s dan g=10
m/s
2
tentukan energi kinetiknya saat benda mencapai ketinggian 10m
91. Sebuah ola ditendang dengan sudut elevasi 30
0
dan dengan energi kinetic 800J jika
g=10 m/s
2
erapakah energi kinetic dan energi potensial bola saat mencapai titik
tertinggi?
92. Sebuah benda bermassa 5 kg mempunyai energi potensial 32000 J. jika kemudian
benda tersebut jatuh bebas dengan g=10 m/s
2
maka tentukanlah:
Kecepatan benda saat tiba di tanah
B
A
15m
30
0
93. Sebuah benda bermassa 5 kg terletak dia ats bidang miring seperti terlihat pada
gambar. Jika g=10 m/s
2
tentukan energi potensial benda tersebut.







4. Jawaban Singkat atau Isian Singkat. Bentuk ini digunakan untuk mengetahui
tingkat pengetahuan dan pemahaman siswa. Materi yang diuji bisa banyak, amun
tingkat berpikir yang diukur cenderung rendah.

Contoh instrument
1. Energi yang dimiliki benda karena geraknya adalah.
2. Energi yang dimiliki benda karena kedudukannya adalah
3. Besar usaha persatuan waktu adalah.
4. Penjumlahan dari energi kinetic dan energi potensial adalah.
5. Konstanta untuk graviatasi bumi adalah
6. Penjumlahan energi kinetic dan energi potensial pada suatu sistem akan
7. Gerak roler coaster merupakan contoh penerapan hukum kekkalan energi mekanik pada
gerak di bidang
8. Gerak atlet skate board merupakan contoh penerapan hukum kekkalan energi mekanik
pada gerak di bidang
9. Gerak ayunan merupakan contoh penerapan hukum kekekalan energi mekanik pada
gerak
10. Gerak anak yang turun dari perosotan merupakan contoh penerapan hukum
kekekalan energi mekanik pada gerak di bidang
11. Benda jatuh dari ketinggian merupakan contoh penerapan hukum kekkalan energi
mekanik pada gerak .
12. Bola yang ditendang merupakan contoh penerapan hukum kekkalan energi mekanik
pada gerak.
4m
5m
A
c
B
13. Gerak bulan mengelilingi bumi merupakan contoh penerapan hukum kekkalan energi
mekanik pada gerak .
14. Ketapel yang direnggangkan merupakan contoh aplikasi hukum kekekalan energi
mekanik yang dipenngruhi gaya
15. Sebuah pesawat terbang bergerak dengan energi kinetik T. Jika kecepatannya menjadi
dua kali kecepatan semula, energi kinetiknya menjadi .
16. bila sebuah benda dijatuhlkan tanpa kecepatan awal dan gesekan udara diabaikan
maka
17. Pada suatu saat energi potensial suatu benda yang jatuh dari suatu ketinggian, menjadi
setengah kali semmula, maka energi kinetiknya menjadi kali semula

5. Menjodohkan. Bentuk ini cocok untuk mengetahui pemahaman atas fakta dan
konsep. Cakupan materi bisa banyak, namun tingkat berpikir yang terlibat
cenderung rendah.
Jodohkan istilah pada tabel berikut dengan tanda panah
Energi kinetic
Energi potensial
Energi mekanik
Energi mekanik pada pegas
Energi mekanik pada bidang
miring
Energi mekanik pada gerak
harmonik
Energi mekanik pada bidang
lingkaran
Energi mekanik pada bidang
lengkung
Energi mekanikpada gerak jatuh
bebas
Energimekanik pada gerak
parabola
Energi mekanik pada gerak satelit
- Ketapel
- Bulan
- m.g.h + mv
2

- tembakan peluru
- mangga jatuh dari pohonnya
- roller coaster
- m.g.h
- atlet skate board
- ayunan
- perosotan
- + mv
2

6. Performans. Bentuk ini cocok untuk mengukur kompetensi siswa dalam
melakukan tugas tertentu, seperti praktik di laboratorium atau perilaku yang lain.
HUKUM KEKEKALAN ENERGI MEKANIK
I. TUJUAN
Membuktikan hukum kekekalan energi pada energi mekanik,pada perubahan energi
potensial menjadi energi kinetik.
II. ALAT DAN BAHAN
1. rel presisi
2. penyambung rel
3. tali nilon
4. sensor
5. timer counter
6. statif
7. kaki rel
8. klem meja
9. katrol
10. kereta dinamik
11. beban bercelah 50 gr 3 buah

III. DASAR TEORI
Hukum Kekekalan Energi
Energi tidak dapat diciptakan dan juga tidak dapat dimusnahkan "
Jadi perubahan bentuk suatu energi dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain tidak merubah
jumlah atau besar energi secara keseluruhan.Rumus atau persamaan mekanik (berhubungan
dengan hukum kekekalan energi) :
Em = Ep + Ek
Keterangan: :
Em=energi mekanik
Ep=energi potensial
Ek = energi kinetik
Jika sebuah benda bermassa m, pada mulanya diam,jatuh melalui ketinggian h karena adanya
tarikan gaya gravitasi, benda tersebut kehilangan energi potensialnya sebesar mgh (g adalah
percepatan gravitasi) dan berubah menjadi energi kinetik , v adalah laju akhir benda (atau
sistem)pada akhir jatuh benda.jika perubahan kebentuk energi lain,seperti menjadi kalor dan
bunyi,dapat diabaikan, maka menurut hukum kekekalan energi :
Energi potensial = pertambahan energi kinetik, atau
mgh = ................................(9.1)
karena beban m dan kereta dinamik terhubung oleh tali yang selalu dalam keadaan
tegang,laju beban akan selalu sama dengan laju kereta.jika v adalah laju system
tersebut,energi kineti system adalah (m + M)v2 oleh sebab itu persamaan (9.1) dapat
ditulis menjadi :
mgh = (m + M)v2 .................................(9.2)

IV. PROSEDUR KERJA
1. ukur massa beban dan massa kereta M (kereta dinamik)
2. ranglkai alat yang tearsedia
3. letakkan kereta diatas rel dan hubungkan dengan tali nilon kemudian gantungkan
beban beban 50 gr pada ujung tali yang menggantung di dekat katrol.gantung beban
setinggi mungkin agar didapat ketinggian h.
4. pasang sensor tepat diatas kereta dinamik dan letakkandiujung rel serta hubungkan
dengan timer counter
5. hidupkan timer konter dan kemudian lepaskan kereta tersebut
6. baca nilai kecepatan yang ditunjukkan oleh timer konter
7. ulangi langkah 1 6 dengan menggunakan beban m = 100 gr dan beban m = 150 gr
8. catat hasil yang diperolehkemudian hitung dengan mengguanakan persamaan.
m.g.h=1/2. (m+M).v
m=massa beban
g=percepatan gravitasi bumi(g=9,8 m/s
2
)
M=massa kereta
V=kecepatan yang terbaca pada timer conter
Dari percobaan yang dilakukan buat laporannya simpulakn keterbuktian hukum kekekalan
energi mekanik
Lakukanlah tugas berikut bersama kelompok
Tujuan : menyelidiki hukum kekekalan energi mekanik.
Alat dan bahan : bola pingpong.
Langkah percobaan :
1. Jatuhkanlah bola pingpong dari ketinggian 1,5 m di atas lantai!
2. Amatilah gerak jatuhnya bola!
3. Dimanakah gerak bola dipercepat?
4. Mempunyai energi apakah bola tersebut? Bagaimana hubungan
energi kinetik tersebut?
5. Buatlah kesimpulannya!
7. Portofolio. Bentuk ini cocok untuk mengetahui perkembangan unjuk kerja
siswa, dengan menilai kumpulan karya-karya dan tugas-tugas yang dikerjakan oleh
siswa. Karya-karya ini dipilih dan kemudian dinilai, sehingga dapat dilihat
perkembangan kemampuan siswa.
Contoh instrument:
1. Energi selain bersifat kekal juga dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Dalam
kehidupan sehari-hari cukup banyak pemanfaatan perubahan bentuk energi ini . buatalah
karya tulis mengenai pemanfaatan perubahan bentuk energi dalam bidang:
a. Industri
b. Transportasi
c. Komunikasi



BAB V
PENUTUP

Evaluasi tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran, karena keefektifan pembelajarab
hanya dapat diketahui melalui evaluasi. Dengan kata lain, melalui evalusi semua komponen
pembelajaran dapat diketahui apakah dapat berfungsi sebagaimana mestinya atau tidak. Guru
dapat mengetahui tingkat kemampuan peserta didik, baik secara kelompok maupun
perorangan. Guru juga dapat melihat perkembangan belajar peserta didik, baik yang
menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor. Pada akhirnya, guru akan memperoleh
gambaran tentang keefektifan proses pembelajaran.
Dalam proses evaluasi hasil belajar, guru sering menggunakan instrumen tertentu,
baik tes atau non-tes. Instrumen evaluasi mempunyai peran yang sangat penting dalam
rangka mengetahui keefektifan proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus memiliki
pemahaman tentang istrumen evaluasi. Mengingat pentingnya instrumen dalam kegiatan
evaluasi, maka suatu instrumen harus memiliki syarat-syarat tertentu sekaligus menunjukkan
karakteristik instrument. Adapun karakteristik instrumen evaluasi yang baik adalah valid,
reliabel, relevan, rperesentatif, praktis, deskriminatif, spesifik, dan proporsional.
Apabila kita ingin menjadi evaluator yang baik, kita harus paham akan prosedur
evaluasi, dan mahir dalam membuat instrumen. Karena hal pokok dari sebuah evaluasi
adalah instrumen.


DAFTAR PUSTAKA
Bueche,Frederick J. 1989. Teori Dan Soal-Soal Fisika (terjemahan). Jakarta :Erlangga
Dirgantara, Yudi. 2010. Bahan Ajar Mata Kuliah Perencanaan Sistem Pelajaran (PSP).
Bandung : Prodi Pendidikan Fisika.
Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Erlangga.
Handayani, Sri dkk. 2009. Fisika 2 untuk SMA/MA kelas XI. Jakarta: Departemen Pendidikan
Nasional
http://gurumuda.com/
http://modulfisika.blogspot.com/
Kanginan, marthen. 2006.Fisika untuk SMA kelas XI.Jakarta:Erlangga.
Komarudin, Nur.2005. Fisika 2 kelas XI SMA. Bandung:Rosda
Nurachmadani, Setya. 2009. FIsika 2, untuk SMA/MA kelas XI. Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional
Saripudin, Aip dkk. 2009. Praktis Belajar Fisika2 untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional
Sarwono dkk.2009. Fisika 2, MUdah &sederhana untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta:
Departemen Pendidikan Nasional
Sukmara, Dian. 2007. Implementasi Life Skill dalam KTSP. Bandung : Mughni Sejahtera.
Supiyanto.2004.Fisika SMA untuk kelas XI. Jakarta:Erlangga.
Tipler, P.A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Erlangga.
UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional. 2009. Bandung : Citra
Umbara.
Zaelani,Achamad dkk. 1700 Bank Soal Fisika. Bandung:Yrama Widya

Anda mungkin juga menyukai