Anda di halaman 1dari 5

NVP, PV,SOCC SERTA CONTOH SOAL

NPV (Net Present Value) Konsep Net Preseng Value merupakan model yang memperhitungkan pola cast flow keseluruhan dari suatu investasi, dalam kaitannya dengan waktu, berdasarkan tingkat diskonto (discount rate) tertentu Bererapa pengertian NVP lainnya diantaranya: Net Present Value (NPV) merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya-biaya. Menurut Kasmir (2003:157) Net Present Value (NPV) atau nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara PV kas bersih dengan PV Investasi selama umur investasi. Sedangkan menurut Ibrahim (2003:142) Net Present Value (NPV) merupakan net benefit yang telah di diskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital (SOCC) sebagai discount factor.

Pengertian Present Value: Nilai sekarng Pengertian Cast Flow atau Proceeds: Earning After Taxes(EAT) Plus Depresiasi

Net Investment (outlay): a. Capital expenditure: jenis pengelaran yang memberikan manfaat jangka panjang(tanah, mesin,bangunan dan aktiva lainnya) b. Revenue Expenditure: jenis pengeluaran yang diperhitungkan sebagai biaya (biaya material, tenaga kerja, biaya pabrik,operating expenses) NPV merupakan selisih antara present value dari investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan-penerimaan kas bersih di masa yang akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang perlu ditentukan tingkat bunga yang relevan. NPV merupakan net benefit yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon faktor. PV (Present Value) Present Value digunakan untuk untuk mengetahui nilai investasi sekarang dari suatu nilai dimasa datang. Untuk menghitung PV bisa menggunakan fungsi pv() yang ada dimicrosoft excel. Terdapat lima parameter yang ada dalam fungsi pv(), yaitu : * Rate, tingkat suku bunga pada periode tertentu bisa per bulan ataupun per tahun. * Nper, jumlah angsuran yang dilakukan. * Pmt, besar angsuran yang dibayarkan. * Fv, nilai akan datang yang akan dihitung nilai sekarangnya. * Type, jika bernilai 1 pembayaran dilakukan diawal periode, jika bernilai 0 pembayaran dilakukan diakhir periode. Nilai sekarang dari sebuah anuitas dan identik dengan nilai awal dari penanaman modal. Anuitas dari sebuah present value sama dengan jumlah angsuran pada setiap interval. Jumlah angsuran pada setiap interval dari sejumlah pinjaman tergantung pada besar

kecilnya tingkat bunga dan jangka waktu yang digunakan. IRR (Internal Rate of Return) Internal rate of return adalah untuk mencari suatu tingkat bunga yang akan menyamakan jumlah nilai sekarang dari penerimaan yang diharapkan diterima (present value of future proeed) dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran untuk investasi. Dengan kata lain,IRR adalah discount rate yang menjadikan NPV sama dengan nol. Pengertian dari pada IRR didefinisikan sebagai tingkat bunga yang menjadikan jumlah nilai sekarang dari proced yang di harapkan diterima sama dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran modal atau dapat juga dikatakan bahwa Metode IRR ini digunakan untuk mencari tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan di masa datang, atau penerimaan kas, dengan mengeluarkan investasi awal. Caranya, dengan menghitung nilai sekarang dari arus kas suatu investasi dengan menggunakan suku bunga yang wajar, misalnya 10 %. kemudian di bandingkan dengan biaya investasi, jika nilai investasi lebih kecil, maka di coba lagi dengan penghitungan suku bunga yang lebih tinggi demikian seterusnya sampai biaya investasi menjadi sama besar. Apabila dengan suku bunga wajar tadi nilai investasi lebih besar, maka harus di coba lagi dengan suku bunga yang lebih rendah sampai mendapatkan nilai investasi yang sama besar dengan nilai sekarang. IRR adalah suatu tingkat discount rate yang menghasilkan NPV = 0 (nol). Jika IRR > SOCC maka proyek dikatakan layak IRR = SOCC berarti proyek pada BEP IRR < SOCC dikatakan bahwa proyek tidak layak. Untuk menentukan besarnya nilai IRR harus dihitung dulu NPV1 dan NPV2 dengan cara cobacoba. Jika NPV1 bernilai positif maka discount factor kedua harus lebih besar dari SOCC, dan sebaliknya. Dari percobaan tersebutmaka IRR berada antara nilai NPV positif dan NPV negative yaitu pada NPV = 0. Present Value (NPV) merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya-biaya. Menurut Kasmir (2003:157) Net Present Value (NPV) atau nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara PV kas bersih dengan PV Investasi selama umur investasi. Sedangkan menurut Ibrahim (2003:142) Net Present Value (NPV) merupakan net benefit yang telah di diskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital (SOCC) sebagai discount factor. Sementara Internal Rate of Return (IRR) menunjukkan bahwa tingkat bunga yang akan menghasilkan present value dari sebuah proyek atau usaha sama dengan nol. Halim (2003:140) memberikan definisi Internal Rate of Return (IRR) sebagai tingkat bunga yang dapat membuat Net Present Value dari sebuah usaha sama dengan nol, karena present value dari cash flow pada tingkat bunga tersebut sama dengan internal investasinya. IRR (Internal Rate of Return) Internal rate of return adalah untuk mencari suatu tingkat bunga yang akan menyamakan jumlah nilai sekarang dari penerimaan yang diharapkan diterima (present value of future

proeed) dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran untuk investasi. Dengan kata lain,IRR adalah discount rate yang menjadikan NPV sama dengan nol. Pengertian dari pada IRR didefinisikan sebagai tingkat bunga yang menjadikan jumlah nilai sekarang dari proced yang di harapkan diterima sama dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran modal atau dapat juga dikatakan bahwa Metode IRR ini digunakan untuk mencari tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan di masa datang, atau penerimaan kas, dengan mengeluarkan investasi awal. Caranya, dengan menghitung nilai sekarang dari arus kas suatu investasi dengan menggunakan suku bunga yang wajar, misalnya 10 %. kemudian di bandingkan dengan biaya investasi, jika nilai investasi lebih kecil, maka di coba lagi dengan penghitungan suku bunga yang lebih tinggi demikian seterusnya sampai biaya investasi menjadi sama besar. Apabila dengan suku bunga wajar tadi nilai investasi lebih besar, maka harus di coba lagi dengan suku bunga yang lebih rendah sampai mendapatkan nilai investasi yang sama besar dengan nilai sekarang. IRR adalah suatu tingkat discount rate yang menghasilkan NPV = 0 (nol). Jika IRR > SOCC maka proyek dikatakan layak IRR = SOCC berarti proyek pada BEP IRR < SOCC dikatakan bahwa proyek tidak layak. Untuk menentukan besarnya nilai IRR harus dihitung dulu NPV1 dan NPV2 dengan cara cobacoba. Jika NPV1 bernilai positif maka discount factor kedua harus lebih besar dari SOCC, dan sebaliknya. Dari percobaan tersebutmaka IRR berada antara nilai NPV posit

Contoh soal: Pimpinan perusahaan akan menggantimesin lama dengan mesin baru karena mesin lama tidak ekonomis lagi, baik secara teknis maupun ekonomis. Untuk mengganti mesin lama dibutuhkan dana investasi sebesar Rp 75.000.000,. Mesin baru mempunyai umur ekono mis selama 5 tahun dengan salvage value berdasarkan pengalaman pada akhir tahun kelima sebesar Rp. 15.000.000,. Berdasarkan pengalaman pengusaha, cash in flows setiap tahun diperkirakan sebesar Rp 20.000.000, dengan biaya modal 18% per tahun. Apakah penggantian mesin ini layak untuk dilakukan apabila dilihat dari PV dan NPV?

P=75jt

A=20.000.000

F=15.000.000

DF 18% P = P + A (P/A,i,n) + F (P/F, i, n) P = -75.000.000 + 20.000.000 (P/A, 18%, 5) + 15.000.000 (P/F, 18%, 5) P = -75.000.000 +62.544.000 + 6.556.500 P = -5.899.500 DF 14% P = 20.000.000 + 20.000.000 + 20.000.000 + .. + 20.000.000 + 15.000.000 (1 +0,14) (1 + 0,14)2 (1 + 0,14)3 (1 + 0,14)5 (1 + 0,14)5

P = 1.754.3859 + 15.389.350 + 13.499.430 + 11.841.605 + 10.387.373 + 7.790.529 P = 76.452.146 75.000.000 = 1. 452.146

DF 24% P = 20.000.000 + 20.000.000 + 20.000.000 + .. + 20.000.000 + 15.000.000 (1 +0,24) (1 + 0,24)2 (1 + 0,24)3 (1 + 0,24)5 (1 + 0,24)5

P = 16.129.032 + 13.007.284 + 10.489.745 + 8.459.471 + 6.822.154 + 5.116.616 P = 60.024.302 75.000.000 P = 14.975.698 Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa semakin besar diskon faktor yang dikenakan, gagasan usaha (proyek) tidak layak diusahakan

Berikut ini juga ada beberapa istilah lain: 1. Net Benefit Cost ratio (NetB/C Ratio) merupakan perbandingan antara net benefit yang telah di discount positif dengan net benefit yang telah di discount negatif. 2. Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C) merupakan perbandingan antara benefit kotor yang telah di discount dengan biaya secara keseluruhan yang telah di discount. Analisis Profitability Ratio akan digunakan untuk mengukur perbandingan antara selisih benefit dengan biaya operasional dan pemeliharaan dibanding dengan besarnya investasi yang akan dikeluarkan. Ibrahim (2003:152) mengatakan Profitability Ratio merupakan suatu ratio perbandingan antara selisih benefit dengan biaya operasi dan pemeliharaan dibanding dengan jumlah investasi.Kasmir (2003:163) menyebutkan bahwa Profitability Ratio (PR) merupakan rasio aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi. Nilai dari masing-masing variabel dalam bentuk present value atau nilai yang telah di discount dengan discount factor dari Social Opportunity Cost of Capital (SOCC) yang berlaku dalam masyarakat.