Anda di halaman 1dari 4

Tugas Karakterisasi Material

Anindya Aulia Pratiwi (1006704474)

Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia

1. Jelaskan maksud dari spesifikasi material dan pentingnya spesifikasi tersebut ? Spesifikasi material adalah rincian dari material yang diinginkan oleh konsumen seperti merk dagang, performa material, dan kehandalan pembuat. Spesifikasi material yang ideal merupakan definisi kualitas yang diperlukan dalam suatu aplikasi dan didasarkan atas pengujian-pengujian yang signifikan. Pentingnya suatu spesifikasi material adalah bahwa spesifikasi merupakan suatu pernyataan terhadap kualitas standar. Dengan membuat suatu spesifikasi material, maka akan lebih mudah untuk melakukan pemilihan material karena telah ada batasan-batasan tertentu yang diinginkan. Hal ini nantinya juga akan memudahkan dalam mendesain material. 2. Jelaskan pula maksud dari spesifikasi standard dan sebutkan keuntungan dari penggunaan spesifikasi standard. Spesifikasi standard merupakan suatu hasil persetujuan di antara pihakpihak yang memiliki kepedulian yang sama dalam suatu bidang khusus dan melibatkan penerimaan untuk memakai standar tersebut diantara para participant agencies seperti independent companies, trade associations, technical & professional societies, serta bureau & department dari wilayah, pemerintah bahkan negara. Beberapa keuntungan dari penggunaan standard adalah sebagai berikut: Memberikan kombinasi pengetahuan antara produsen dan konsumen untuk meminimalkan terjadinya salah paham Merupakan standar produksi bagi pihak manufaktur untuk memproduksi hasil yang lebih homogen, mengurangi jumlah varietas dalam gudang, dan mengurangi pemborosan dan biaya. Mengurangi biaya satuan dengan melakukan produksi massal komoditas standar. Mengijinkan konsumen untuk menggunakan spesifikasi yang telah teruji dan diterapkan. Mengijinkan para desainer untuk memilih material yang telah dijamin kepastiannya. Menyederhanakan persiapan spesifikasi yang sangat khusus karena biasanya dipublikasikan bersama dengan suatu acuan/reference. Membantu pihak purchasing dalam mengamankan dan membandingkan lelang yang objektif dan kompetitif. Mengatur standar prosedur pengujian dalam pengujian komersial dan mengijinkan adanya perbandingan dengan hasil uji yang dilakukan oleh laboratorium lain.

3. Jelaskan jenis metoda pembebanan dalam pengujian tarik maupun fatik. Jenis-jenis metoda pembebanan dalam pengujian tarik maupun fatik: Tarik Tekan Geser Puntir Tekuk 4. Pertimbangan apa saja yang diperlukan dalam mendisain suatu pengujian. Pertimbangan yang diperlukan dalam mendisain suatu pengujian: Permasalahan dasar (jawaban apa yang dicari) Pengujian apa saja yang dapat dilakukan untuk dapat menjawab masalah Bagaimana menghubungkan hasil pengujian dengan performa Keterbatasan apa saja dari jenis pengujian yang dipilih Bagaimana kepresisian kerja dapat di sesuaikan dengan keterbatasan sehingga dicapai usaha yang ekonomis dan hasil yang tingkat kepercayaannya konsisten Jenis spesimen apa yang sesuai untuk pengujian Jumlah spesimen yang diperlukan untuk memperoleh hasil yang representatif 5. Sebutkan berapa jumlah sample yang dibutuhkan untuk pengujian bila material yang akan diuji berbentuk lembaran baja. Jelaskan alasan besarnya jumlah pengambilan sampel tersebut ? Jumlah sample yang dibutuhkan untuk pengujian bila material yang akan diuji berbentuk lembaran baja adalah minimal 3 buah. Hal ini dikarenakan setiap sampel akan diuji dalam 3 arah yang berbeda, sehingga setidaknya dibutuhkan 1 sampel untuk setiap arahnya. Untuk lebih amannya, pada setiap arah pengujian digunakan 3 buah sampel sehingga dapat diketahui apakah pengujian yang kita lakukan menghasilkan nilai yang presisi dan akurat. 6. Jelaskan jenis tingkat kesalahan (error) dalam suatu pengukuran pengujian dan berikan beberapa contoh dalam pengujian logam. Jenis tingkat kesalahan (error) dalam suatu pengukuran pengujian: Systimatical error Kesalahan-kesalahan seperti natural error (cth: ekspansi, kelembaban lingkungan), instrument error (i.e. konstruksi alat), personal (human) error (cth: operator lambat dalam mematikan mesin uji) dimana

kesalahan tersebut terakumulasi dan menghasilkan nilai yang berbeda dengan nilai sebenarnya. Accidental Error Nilainya berada secara random (+/-) dari nilai sebenarnya sehingga dapat terkompensasi mandiri (self-compensating). Umumnya disebabkan oleh ketidak mampuan peneliti (observer) untuk memmatch-kan peralatan ukur.