Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

Anestesi (pembiusan) berasal dari bahasa Yunani. An-tidak, tanpa dan aesthesos, persepsi, kemampuan untuk merasa. Secara umum berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh (Wikipedia, 2008). Istilah Anestesia digunakan pertama kali oleh Oliver Wendell Holmes pada tahun 1948 yang menggambarkan keadaan tidak sadar yang bersifat sementara, karena anestesi adalah pemberian obat dengan tujuan untuk menghilangkan nyeri pembedahan. Sedangkan Analgesia adalah tindakan pemberian obat untuk menghilangkan nyeri tanpa menghilangkan kesadaran pasien (Latief, dkk, 2001). Cardiac arrest adalah hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba dan mendadak, bisa terjadi pada seseorang yang memang didiagnosa dengan penyakit jantung ataupun tidak. Waktu kejadiannya tidak bisa diperkirakan, terjadi dengan sangat cepat begitu gejala dan tanda tampak (American Heart Association,2010). Jameson, dkk (2005), menyatakan bahwa cardiac arrest adalah penghentian sirkulasi normal darah akibat kegagalan jantung untuk berkontraksi secara efektif. Berdasarkan pengertian di atas maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa henti jantung atau cardiac arrest adalah hilangnya fungsi jantung secara mendadak untuk mempertahankan sirkulasi normal darah untuk memberi kebutuhan oksigen ke otak dan organ vital lainnya akibat kegagalan jantung untuk berkontraksi secara efektif.

Komplikasi pada anastesi dapat berupa : I. Kardiovaskular hipotensi hipertensi aritmia cardiac arrest emboli udara gagal jantung II. Respirasi obstruksi respirasi (spasme otot laring, otot rahang, otot bronkus, karena lidah jatuh) hipoventilasi apneu batuk takipneu retensi CO2 pneumothoraks III. Gastrointestinal 1. 2. 3. 4. nausea vomiting hiccups distensi gastric

1. 2. 3. 4. 5. 6.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

IV. Liver 1. hepatitis post anestesi

V. Urologi 1. sulit kencing 2. Produksi urin menurun

VI. Neurologi 1. koma 2. konvulsi 3. trauma saraf perifer

VII. Oftalmologi

1. abrasi kornea 2. kebutaan

VIII. lain-lain 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. menggigil sadar dalam anestesi malignant hiperpireksia komplikasi intubasi komplikasi obat-obatan anestesi komplikasi transfusi darah komplikasi teknik regional/ spinal