Anda di halaman 1dari 4

Urgensi Tadabbur Al Qur’an

…membangun semangat membumikan Al Qur’an

Dalam tulisan ini disampaikan beberapa point yang diharapkan dapat menjadi
jawaban terhadap pertanyaan “ Apa sih urgensinya tadabbur Al Qur’an ?”. Jawaban
dari pertanyaan ini tentunya bisa jadi sangat beragam dan luas, maka tulisan ini
diharapkan sekedar memberi sedikit kontribusi menjawab pertanyaan tersebut.

Untuk menjawab pertanyaan diatas, dalam pembahasan ini akan dipaparkan tiga
aspek yang diharapkan bisa jadi jawaban dan akhirnya bisa memunculkan motivasi
untuk mentadabburi al Qur’an. Sebagaimana hal-hal baik lainnya, maka tadabbur Al
Qur’an bukanlah hal yang mudah sehingga motivasi atau semangat (setelah taufik
dari Allah ta’ala) adalah salah satu pendorong kesuksesan proses tadabbur. Dengan
proses ini semoga pada akhirnya kita dapat membumikan Al Qur’an dalam sosok
pribadi-pribadi muslim…atau setidaknya tetap berusaha menuju ke arah tersebut.

1. Janji Allah dan Rasul-Nya.


Dalam surat Al Isra’ ayat 9 Allah ta’ala berfirman

9. Sesungguhnya Al Quran Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih


lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang
mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,

Rekan sekalian mari perhatikan dengan seksama apa yang Allah janjikan dalam
ayat ini, Allah mengatakan bahwa Al Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan
yang lebih lurus. Terlebih kalau kita menghadirkan dan menyadari keagungan
dari Zat yang menyatakan hal ini, maka seharusnya kita bersungguh-sungguh
memperhatikan apa yang diajarkan dalam kitab ini.

Ta’lim Midori Tokodai, Jum’at 16 Oktober 2009 Hal 1/4


Dalam Hadits yang terdapat dalam Shohih Muslim, ‘Umar menyampaikan
sebagai berikut

Dari Umar ra, ia berkata : Nabi kalian telah berkata “Sesungguhnya dengan Al
Qur’an ini Allah mengangkat suatu kaum dan merendah yang lainnya”

Rekan sekalian, jelas dalam hadits ini bahwa Al Qur’an adalah sebab
diunggulkannya suatu kaum ketika mereka melaksanakan pelajaran dari Al
Qur’an, dan mereka akan rendah atau hina ketika jauh meninggalkan
kandungan Al Qur’an. Pada titik ini kita perlu introspeksi, karena jangan-jangan
aking jauhnya kita dari Al Qur’an kita lebih jauh dalam beberapa ilmu atau
pelaksanaan isi alQur’an dibandingkan orang diluar Islam.
Dalam hadits lain yang terdapat dalam Shohih Bukhari ‘Utsman radhiyallahu
‘anhu mengabarkan sebagai berikut

Dari Utsman ra, ia berkata : Rasulullah bersabda : ”Yang terbaik diantara kalian
adalah yang belajar dan mengajarkan Al Qur’an”

Bukankah menjadi yang terbaik obsesi kita semua (atau minimal masuk dalam
kelompok orang baik) maka dengan jalan apa lagi kita menempuhnya setelah
ada petunjuk begitu jelas dari Nabi kita
Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam.

2. Penyesalan ahli neraka


Mari kita simak kisah yang diceritakan dalam A Qur’an berikut

Ta’lim Midori Tokodai, Jum’at 16 Oktober 2009 Hal 2/4


28. Kecelakaan besarlah bagiKu; kiranya Aku (dulu) tidak menjadikan sifulan[1065] itu
teman akrab(ku). 29. Sesungguhnya dia Telah menyesatkan Aku dari Al Quran ketika Al
Quran itu Telah datang kepadaku. dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.

Luar biasa... pada ayat diatas diceritakan tentang pertemanan yang sampai-sampai
disesalkan hingga di neraka, sungguh suatu pertemanan yang sangat buruk! Lalu
dijelaskan hakikat dari pertemanan yang buruk tersebut bahwa pertemanan tersebut
adalah pertemanan yang menjauhkan seseorang dari Al Qur’an. Tentu ayat ini tidak
difahami dengan menutup diri dari pertemanan, namun hendaknya bentuk-bentuk
pertemanan kita, forum atau kebersamaan kita jangan sampai menjauhkan kita dari Al
Qur’an bahkan sebaliknya menjadi sebab dekatnya kita dengan Al Qur’an.

3. Informasi sebab kekalahan umat islam

Dalam surat Fushilat ayat 26 Allah ta’ala menceritakan pembicaraan orang-orang kufur
sebagai berikut

26. Dan orang-orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-
sungguh akan Al Quran Ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat
mengalahkan mereka”.

Dalam ayat diatas dapat kita fahami bahwa sebab atau cara untuk dapat melemahkan
atau mengalahkan umat islam adalah dengan membuat hiruk-pikuk terhadap Al Qur’an,
artinya membuat hal lain yang menarik perhatian sehingga umat islam tidak dapat
memperhatikan Al Qur’an dengan baik (disamping mereka sendiri tidak mau
mendengarkan Al Qur’an karena menyadari pengaruhnya terhadap mereka dimana
banyak diantara mereka yang dihinggapi keimanan dan menjadi muslim karena

Ta’lim Midori Tokodai, Jum’at 16 Oktober 2009 Hal 3/4


mendengarkan Al Qur’an). Skema orang-orang kufur ini juga Allah ta’ala ceritakan dalam
surat Al An’am di nomor ayat yang sama berikut

26. Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Quran dan mereka sendiri
menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri,
sedang mereka tidak menyadari.

Informasi ini tentu seharusnya membuat kita sadar akan titik lemah ini, dan berusaha
mengerahkan semua kemampuan dan meminta pertolongan Allah ta’ala untuk dapat
mengatasi hal-hal yang mencoba menjauhkan kita dari Al Qur’an, menggangu kita dari
melantunkan atau menikmati lantunan AlQur’an, merusak kenikmatan kita
mengkonsumsi khabar yang datang dari Al Qur’an, atau menghalangi kita untuk
mengamalkan apa yang telah kita fahami dari Al Qur’an.

Ta’lim Midori Tokodai, Jum’at 16 Oktober 2009 Hal 4/4