Anda di halaman 1dari 8

BAB II TINJAUAN TEORI

A. Pengertian Plasenta previa adalah plaenta dengan implantasi disekitar segmen bawah rahim. Sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh ostium uetri internum. Kejadian plasenta previa sekitar 0,3 sampai 0,6 % dari persalinan. Sedangkan dirumah sakit lebih tinggi, karena menerima rujukan dari luar. Secara teoritis plasenta previa dibagi atas plasenta previa totalis dan plasenta previa parsialis, serta plasenta previa marginalis !anuaba,"0#"$. Pada suatu keadaan dimana letak plasenta berada pada posisi %ang tidak normal atau menutupi jalan lahir serviks$ pada segmen bawah rahim pada kehamilan lebih dari "0 minggu dinamakan plasenta previa &ahmawati,"0##$. Plasenta previa adalah plasenta %ang berimplantasi pada segmen bawah rahim demikian rupa sehingga menutupi seluruh atau sebagian dari ostium uteri internum Sarwono,"00'$. B. Etiologi Pen%ebab plasenta berimplantasi pada segmen bawah rahim belumlah diketahui dengan pasti. !ungkin secara kebetulan saja plasenta menimpa desidua didaerah S(& tanpa latar belakang %ang mungkin. )eori %ang lain mengemukakan sebagai salah satu pen%ebabn%a adalah vaskularisasi desidua %ang tidak memadai, mungkin sebagai akibat dari proses radang atau atro*i Sarwono,"00'$. Paritas tinggi, usia lanjut, adan%a bekas operasi sesar,miomektomi, dan sebagain%a berperan dalam proses peradangan dan kejadian atri*i di endometrium %ang semuan%a dapat dipandang sebagai *aktor resiko terjadin%a plasenta previa. (ekas operasi bedah sesar dapat meningklatkan insiden " sampai 3 kali. +an paada perempuan %ang merokok dijumpai insiden plasenta previa tinggi " kali lipat. ,ipoksemia akibat karbon mono-oksida hasil pembakaran rokok men%ebabkan plasenta menjadi hipertropi sebagai upa%a kompensasi. Plasenta

%ang terlalu besar seperti pada kehamilan ganda dan eritroblastosis *etalis dapat men%ebabkan pertumbuhan plasenta melebar kesegmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum Sarwono,"00'$. .pabila plasenta terlihat menutupi jalan lahir pada usia kehamilan muda trimester pertama hingga awal trimester kedua$ maka ada kemungkinan plasenta masih bbisa bergeser/ mengalami migrasi karena rahim semakin membesar. 0ang terjadi bukanlah plasenta %ang bergerak namun plasenta akan menjauhi mulut rahim/ j1lan lahir karena ukuran rahim %ang membesar kearah atas &ahmawati,"00'$. C. Patofisiologi Plasenta previa akan menganggu prose persalinan sehingga terjadi perdarahan. 2mplantasi plsenta di segmen bawah rahim dapat disebabkan oleh endometrium di *undus uteri belum siap menerima implantasi, endometrium %ang tipis sehingga diperlukan perluasan plasenta untuk mampu memberikan nutrisi janin, vili korealis pada korion laeve %ang persisten !anuaba,"0#"$. Sebagaimana diketahui tapak plasenta terbentuk dari jaringan matrenal %aitu sebagian desidua basalis %ang bertumbuh menjadi bagian dari plasenta. +engan melebarn%a ismus uteri menjadi segmen bawah rahim, maka plasenta %ang berimplantasi sedikit ban%ak akan mengalami laserasi akibat pelepasan pada desidua sebagai tapak plasenta. +emikian pula pada waktu serviks mendatar 3**acement$ dan membuka +ilatasi$ ada bagian tapak plasenta %ang terlepas. Pada tempat laserasi itu akan terjadi perdarahan %ang beasal dari sirkulasi maternal %aitu dari ruangan inter villlus dari plasenta. 4leh karena *enomena pembentukkan S(& itu perdarahan pada plasenta previa pasti akan terjadi. Perdarahan akan menjadi ban%ak karena S(& dan serviks tidak mampu berkontraksi dengan kuat karena elemen otot %ang dimilikin%a sangat minimal, akibatn%a pembuluh darah pada tempat itu tidak akan tertutup dengan sempurna. Perdarahan akan berhenti karena terjadi pembekuan kecuali jika ada laserasi %ang mengenai sinus %ang besar dari plasenta maka perdarahan akan berlangsung lama dan lebih ban%ak Sarwono,"00'$.

D. Tanda Gejala Keluhan adan%a plasenta previa %ang biasan%a muncul adalah perdarahan dari kemaluan %ang tidak terasa n%eri, darah berwarna merah segar, perut tidak tegang, tidak ada kontraksi, dan bila terjadi perdarahan ban%ak dapat menimbulkan s%ok dan anemia. Pada pemeriksaan ditemukann%a adan%a kelainan letak janin, bagian terbawah kepala atau bokong$ tidak masuk panggul. Plasenta previa dipastikan dengan pemeriksaan 5S6 atau dilakukan pemeriksaan dalam di atas meja operasi P+!4$ &ahmawati,"0##$. E. Klasifikasi (eberapa klasi*ikasi plasenta previa menurut Sarwono "00'$ %aitu 7 #. Plasenta previa totalis atau komplit adalah plasenta %ang menutupi seluruh ostium uteri internum. ". Plasenta previa parsialis adalah plasenta %ang menutupi sebagian ostium uteri internum. 3. Plasenta previa marginalis adalah plasent %ang tepin%a berad pada pinggir ostium uteri internum. 8. Plasenta letak rendah adalah plasenta %ang berimplantasi pada segmen bawah rahim sehingga tepi bawahn%a berada pada jarak lebih kurang " cm dari ostium uteri internum. 9arak %ang lebih dari " cm dianggap plasenta letak normal. . aktor Resiko (eberapa kondisi %ang menjadi *aktor resiko terjadin%a plasenta previa menurut &ahmawati "0##$, %aitu 7 #. Pernah operasi sesar ". Pernah dilakukan kuretase atau operasi pengangkatan miom 3. Pun%a riwa%at plasenta previa sebelumn%a 8. 5sia 3: tahun keatas :. !erokok 6. !engalami kehamilan kembar

.dapun kondisi lainn%a %ang dapat menjadi *aktor resiko terjadin%a plasenta previa menurut !anuaba "0#"$, sebagai berikut 7 #. 5mur penderita a$ 5mur muda karena endometrium masih belum sempurna. b$ 5mur ; dari 3: tahun karena tumbuhn%a endometrium %ang kurang subur. ". Paritas, pada paritas %ang tinggi kejadian plasenta previa makin besar karena endometrium belum sempat sembuh. 3. 3ndometrium %ang cacat 7 a$ (ekas persalinan berulang dengan jarak pendek. b$ (ekas operasi, bekas kuretase atau plasenta manual. c$ Perubahan endometrium pada mioma uteri atau polip. d$ Pada keadaan malnutrisi. G. Ko!"likasi .da beberapa komplikasi utama menurut Sarwono "00'$ %ang bisa terjadi pada ibu hamil dengan plasenta previa, diantaran%a ada %ang bisa menimbulkan perdarahan %ang cukup ban%ak dan *atal. #. 4leh karena pembentukkan segmen bawah rahim terjadi secara ritmik, maka pelepasan plasenta dari tempat melekatn%a uterus dapat berulang dan semakin ban%ak, dan perdarahan %ang terjadi tidak dicegah sehingga penderita menjadi anemia bahkan s%ok. ". 4leh karna plasenta %ang berimplantasi pada segmen bawah rahim dan si*at segmenn%a tipis mudahlah jaringan tro*oblas dengan kemampuan invasin%a menerobos kedalam miometrium bahkan sampai ke peritonium dan menjadi sebab dari kejadian plasenta inkreta bahkan plasenta perkreta. Paling ringan adalah plasenta akreta %ang perlekatann%a lebih kuat tetapi vilin%a masih belum masuk kedalam miometrium. 3. Serviks dan segmen bawah rahim %ang rapuh dan ka%a pembuluh darah sangat potensial untuk robek disertai dengan perdarahan %ang ban%ak. 8. Kelainan letak janin pada plasenta previa lebih sering terjadi.

:. Kelahiran prematur dan gawat janin sering tidak terhindarkan sebagian oleh karena tindakan terminasi kehamilan %ang terpaksa dilakukan dalam kehamilan belum aterm. Pada kehamilan < 3= minggu dapat dilakukan amniosentesis untuk mengetahui kematangan paru janin dan pemberian kortikosteroid untuk mmepercepat pematangan paru janin sebagai upa%a antisipasi. 6. Komplikasi lain dari plasenta previa %ang dilaporkan dalam kepustakaan selain masa rawatan %ang lebih lama, adalah beresiko tinggi untuk terjadin%a solusio plasenta, kelainan letak janin, perdarahan pasca persalinan, kematian maternal akibat perdarahan, dan disseminated intravascular coagulation +2>$. #. Diagnosis +iagnosis ditegakkan berdasarkan pada gejala klinis, pemeriksaan khusus, dan pemeriksaan penunjang menurut &ahmawati "0##$ 7 #. .namnesa a$ )erjadi perdarahan pada kehamilan sekitar "? minggu. b$ Si*at perdarahan tanpa rasa sakit terjadi secara tiba-tiba, tanpa sebab %ang jelas, dapat berulang, perdarahan menimbulkan pen%ulit pada ibu maupun janin dalam rahim$. ". Pada inspeksi dijumpai7 a$ perdarahan pervaginam encer sampai mengumpal b$ Pada perdarahan %ang ban%ak ibu tampak anemis 3. Pemeriksaan *isik a$ +ijumpai keadaan bervariasi dari keadaaan normal sampai s%ok b$ Kesadaran penderita bervariasi dari kesadaran baik sampai koma. c$ Pada pemeriksaan dapat dijumpai tekanan darah, nadi, dan pernapasan dalam batas normal@ tekanan darah, nadi, dan pernapasan meningkat@ daerah ujung menjadi dingin, tampak anemis$ 8. Pemeriksaan khusus kebidanan7 a$ pemeriksaan palpasi abdomen janin belum cukup bulan, tinggi *undus sesuai dengan usia kehamilan, karena plasenta di segmen bawah rahim,

maka dapat dijumpai kelainan letak janin dalam rahim dan bagian terendah masih tinggi$. b$ Pemeriksaan +99 bervariasi dari normal sampai as*iksia dan kematian dalam rahim. c$ Pemeriksaan dalam dilakukan diatas meja operasi dan siap untuk segera mengambil tindakan. )ujuan pemeriksaan dalam untuk menegakkan diagnosis pasti, mempersiapkan tindakan untuk melakukan operasi persalinan atau han%a memecahkan ketuban. ,asil pemeriksaan dalam teraba plasenta sekitar ostium uteri internum. d$ Pemeriksaan penunjang ultrasonogra*i, mengurangi pemeriksaan dalam,menegakkan diagnosis$. .dapun cara mendiagnosis plasenta previa menurut Sarwono "00'$ %aitu dengan melakukan pemeriksaan dalam dilakukan dengan lembut dan hati-hati, hal itupun tidak menjamin tidak akan men%ebabkan perdarahan %ang ban%ak, bisa berdampak pada kondisi %ang lebih buruk lagi.untuk pemeriksaan penunjang dapat dilakukan pemeriksaan transabdominal ultrasonogra*i dalam keadaan kandung kemih dikosongkan akan memberikan kepastian diagnosis plasenta previa dengan ketepatan tinggi.!&2 juga dapat dipergunakan untuk mendeteksi kelainan pada plasenta previa. !&2 kalah praktis jika dibandingkan dengan 5S6, terlebih dalam suasana %ang mendesak. I. Penatalaksanaan .dapun penatalaksanaan menurut &ahmawati "0##$ %aitu @ apabila plasenta previa menutupi jalan lahir baik total maupun sebagian maka tindakan bedah sesar adalah pilihan %ang paling aman. 9ika plasenta tidak menutupi mulut rahim plasenta marginalis atau letak rendah$ maka persalinan pervaginam bisa dilakukan selama tidak ada perdarahn %ang ban%ak saat persalinan. !asalah %ang sering muncul adalah jika terjadi perdarahan saat janin belum cukup bulan 3? minggu$ maka tindakan persalinan dapat dilakukan jika terjadi perdarahan berulang dan ban%ak. !aka umumn%a dokter akan memberikan obat pematangan paru bagi janin. .pabila perdarahan berhenti maka dapat dilakukan tindakan

konservati* persalinan ditunggu hingga janin cukup bulan$. Pada keadaan %ang kelihatan stabil dalam rawatan diluar rumah sakit hubungan suami isteri, pekerjaan %ang berat dihindari kecuali jika setelah pemeriksaan ultrasonogra*i ulangan, dianjurkan minimal setelah 8 minggu, untuk melihat adan%a migrasi plasenta menjauhi ostium uteri internum. (ila hasil 5S6 tidak demikian, pasien tetap dinasehati untuk mengurangi kegiatan *isikn%a dan melakukan perjalanan %ang jauh tidak dianjurkan sebagai antisipasi terhadap perdarahan %ang berulang sewaktu-waktu Sarwono,"00'$. Selama rawat inap mungkin perlu diberikan trans*usi darah dan terhadap pasien dilakukan pemantauan kesehatan janin dan observasi kesehatan maternal %ang ketat bilamana perdarahan dapat terjadi kembali.dalam keadaan janin masih prematur dipertimbangkan memberikan sul*as magnesikus untuk menekan his buat sementara waktu sembari memberi steroid untuk mempercepat pematangan paru janin Sarwono,"00'$. Perdarahan dalam trimester ketiga perlu pengawasan %ang ketat dengan istirahat baring %ang lebih lama dalam rumah sakit dan dalam keadaan %ang serius, cukup alasan untuk merawatn%a sampai melahirkan. (ila usia kehamilan 36 minggu dan bila pada amniosentesis menunjukkan paru janin telah matang, terminasi dapat dilakukan dan jika perlu melalui seksio sesarea. Pada pasien %ang pernah seksio sesarea perlu diperiksa dengan ultrasonogra*i atau !&2 untuk melihat kemungkinan adan%a plasenta akreta, inkreta atau perkreta Sarwono,"00'$.

(erikut ini bagan penatalaksanaan plasenta previa menurut !anuaba "0#"$ sebagai berikut 7 P$A%ENTA PRE&IA Perdarahan tanpa sakit dan tanpa sebab Perdarahan menimbulkan pen%ulit pada ibu dan janin Pemeriksaan khusus belum masuk P.P, kelainan letak, teraba plasenta$ )otalis Parsialis

.term

Pre!at'r - Konservati* - &awat inap

.term

Pre!at'r - Konservati* - &awat inap

Perdara(an Ga)at janin Pecahn%a ketuban * "erdara(an 'ter's * ga)at janin * "rola"s tali "'sat * de+ris

Perdaraha n

,is mulai

%eksio sesarea

+rip oksitosin

Persalinan pervaginam

2ndikasi Kebidanan