Anda di halaman 1dari 16

SIROSIS HEPATIK

Rizka Triadiati I.P 09711151

IDENTITAS PASIEN
Nama Jenis kelamin Umur Alamat Pekerjaan Agama No. CM Bangsal Tanggal masuk : Tn. S : Laki - laki : 51 tahun : Purbalingga : Petani : Islam : 559584 : Rawat inap : 09 Maret 2014

Keluhan Utama : Muntah darah Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang dengan keluhan muntah darah berwarna merah segar bercampur kehitaman sejak 1 HSMRS pukul 03.30 dini hari disertai dengan BAB warna kehitaman. Demam seluruh tubuh sejak 3 HSMRS, disertai dengan mual, pusing, lemas, dan kembung serta perut terasa sebah. Pernah dilakukan endoskopi di RS Margono Soekarjo Purwokerto pada tanggal 07 Oktober 2013 didapatkan kesimpulan dari hasil endoskopi yaitu varises esofagus, gastropati, dan ulcus ventriculi. Sudah dilakukan ligasi sebanyak 3 kali sebelum pasien akhirnya masuk ke RS Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.

Anamnesis Sistem Cerebrospinal Respiratory Cardiovaskuler Gastrointestinal Urogenital Intergumentum Muskuloskeletal

: : Demam (-), nyeri kepala (+), kejang (-) : Batuk (-), pilek (-), sesak nafas (-) : Nyeri dada (-), berdebar-debar (-) : Mual (+), muntah (-) : BAB hitam (+), BAK (N) : Ikterik (-) : Edema (-)

Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat keluhan serupa (+) Riwayat batuk lama (-) Riwayat hipertensi (-) Riwayat diabetes melitus (-) Riwayat mondok rs sebelumnya (-)

Riwayat Penyakit Keluarga : Riwayat keluhan serupa (disangkal) Riwayat hipertensi (disangkal) Riwayat diabetes melitus (disangkal) Lingkungan dan Kebiasaan serta Sosial Ekonomi : Kebiasaan makan teratur sehari 3 kali Kebiasaan merokok disangkal Lingkungan rumah tergolong bersih, lantai sudah tidak tanah Olahraga jarang dilakukan

Keadaan Umum
Kesadaran : Compos mentis Tanda Vital Tekanan Darah Suhu tubuh Denyut Nadi Frekuensi Nafas

: 90/70 mmHg : 36oC : 88 x/menit : 18 x/menit

Status Generalisata
KU Kepala Mata Hidung Telinga Mulut Leher : Pasien sadar tampak lemas : dbn : CA (+/+) : dbn : dbn : dbn : dbn

Thoraks
Paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi

: Dinding dada kanan dan kiri simestris (+), retraksi suprasternal (-/-), retraksi intercosta (-/-), ketinggalan gerak (-/-) : Vocal fremitus (n/n) : Sonor (+/+), : SD vesikuler (+/+)

: Ictus cordis tampak (+), edema (-), bekas luka (-) : Ictus cordis teraba kuat angkat (+), thrill (-) : Tidak dilakukan : S1 dan S2 murni, regular. Suara tambahan (-/-).

Abdomen
Inspeksi : Dinding distended (+), jaringan parut (-), massa (), spider nevi (-) Auskultasi : Bunyi peristaltik (+), 20 x/menit Perkusi : Redup berpindah (+) undulasi (+) Palpasi : Nyeri tekan (+), nyeri ulu hati (-), massa (-), ballotemen ginjal (-/-), hepar tidak teraba, spleen tidak teraba. Inguinal : Tidak dilakukan pemeriksaan Genital : Tidak dilakukan pemeriksaan Ekstremitas : Oedem (-)

HEMATOLOGI Paket Darah Rutin Hemoglobin 17,3 Leukosit Hematokrit Eritrosit Trombosit MCH MCHC MCV Hitung Jenis Leukosit Eosinofil Basofil Netrofil segmen Limfosit Monosit Golongan Darah O KIMIA KLINIK GDS 150

Hasil 6,9

Satuan

Nilai Normal g/dl 13,2

9,2 23 2,2 70
32 31 104 0 0 74 21 5

103/uL % 106/uL 103/uL


pg g/dl fl % % % % %

3,8 10,6 40 52 4,4 5,9 150 440


26 34 32 36 80 100 1-3 01 50 70 25 40 2-8

118

mg/dl

100

PEMERIKSAAN ENDOSKOPI Tanggal 10 Juli 2013 Hasil Endoskopi : Esofagus Varises (+), lokasi 12 6 5, red spot Cardia Mosaic (+), Ulcus (+) Corpus Mosaic (+) Angulus Ulcus (+) Duodenum dbn Kesimpulan pemeriksaan endoskopi : 1.Varises Esofagus 2.Gastropati 3.Ulcus Ventriculi

PEMERIKSAAN USG Tanggal 12 Maret 2014

Hasil USG = Echo parenkim hepar kurang homogen, tepi tak rata. Hiperechoik disertai asites, disertai splenomegali ec sirosis hepatis

VI.A. Masalah aktif : Muntah darah BAB hitam VI. B. Masalah pasif : Mencari penyebab muntah darah pasien DIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS BANDING Hematemesis melena et causa sirosis hepatis Hematemesis melena et causa ulkus ventrikuli Hematemesis melena et causa gastritis erosif

Terapi
Untuk mual pada pasien ini dapat diberikan antiemetik ondansentron injeksi 1x1 ampul dan injeksi ranitidin 2x1 ampul untuk luka pada dinding lambung. Juga dapat diberikan inpepsa 3x1 sendok makan, dan untuk menekan sekresi asam lambung dapat diberikan omeprazole 2x1 tablet dan lansoprazole 1x1 tablet. Untuk perdarahan dari saluran cerna pada pasien ini dapat diberikan injeksi asam traneksamat 3x500 mg untuk menghentikan perdarahan. Selain itu untuk mendukung proses pembekuan darah pada pasien ini diberikan injeksi vitamin K 2x1 ampul.

Untuk nyeri pada pasien ini dapat diberikan antipiretik dan analgesik seperti paracetamol (asetaminofen) 500 mg dengan injeksi ataupun bisa dalam sediaan tablet yang diminum 3 kali sehari bila perlu. Luka yang terjadi pada saluran cerna rentan terjadi adanya infeksi. Sebelum diketahui penyebab infeksi yang terjadi antibiotic yang diberikan berupa antibiotik spectrum luas seperti golongan penicillin, ampicillin, apabila terdapat alergi dapat diberikan kloramfenikol dapat juga diberikan obat golongan sefalosporin generasi ke tiga (cefotaxim, ceftriaxson dll). Injeksi Cefotaksim 2x1 ampul atau injeksi ceftriaxon 2x1 ampul.

Trims
Wassalamualaikum