Anda di halaman 1dari 3

SOAL PATOLOGI

NAMA

: POPY FERNANDA
SUKMA DEWI IHTIARINI

MATERI

: PERDARAHAN POST PARTUM DAN PENANGANANNYA

Kasus 1
Ibu H umur 24 tahun 6 jam pasca bersalin di BPS mawar mengatakan
perutnya terasa lembek dan tidak mulas, namun saat dilakukan
pemeriksaan oleh bidan Y ditemukan pengeluaran darah dari jalan lahir
600 cc. tidak terdapat robekan jalan lahir plasenta sudah lahir lengkap.
1. Diagnosa yang dapat ditegakkan oleh bidan adalah.
a. Perdarahan post partum primer dengan atonia uteri
b. Perdarahan post partum sekunder dengan atonia uteri
c. Perdarahan post partum primer dengan retensio plasenta
d. Perdarahan post partum sekunder dengan retensio plasenta
e. Perdarahan post partum sekunder dengan solusio plasenta
2. Kasus tersebut di atas dapat terjadi dikarenakan..
a. Tertinggalnya sebagian plasenta
b. Lemahnya kontraksi otot rahim
c. Terjadinya robekan jalan lahir
d. Plasenta previa
e. Lilitan tali pusat
3. Faktor predisposisi pada kasus yang dialami ibu H adalah..
a. Kehamilan primipara
b. Kelahiran premature
c. Riwayat abortus
d. Riwayat persalinan dengan lilitan tali pusat
e. Kehamilan grande-multipara
4. Apabila ibu H terlalu banyak kehilangan darah, maka masalah
potensal yang akan terjadi adalah.
a. Syok berat hipovolemik

b. Syok berat neurogenic


c. Syok anafilatik
d. Syok berat anafilatik
e. Syok berat septik
5. Tindakan apa yang dapat dilakukan bidan Y pada kasus yang dialami
ibu H.
a. Manual plasenta
b. Heating perineum
c. KBI/KBE
d. Kuretase
e. Resusitasi
Kasus II
Ibu S melahirkan anak kedua di BPS bidan R, setelah 30 menit bayi lahir
ternyata plasenta belum lahir dan tidak menunjukan adanya tanda-tanda
plasenta akan lepas.
6. Diagnosa yang dapat ditegakkan oleh bidan R adalah..
a. Solusio plasenta
b. Retensio plasenta
c. Plasenta previa
d. Prolapses tali pusat
e. Atonia uteri
7. Apabila terjadi perdarahan yang banyak, maka tindakan dasar yang
dapat dilakukan oleh bidan R adalah.
a. Manual plasenta
b. Kompersi aorta abdominal
c. Kuretase
d. KBI
e. KBE
8. Jika konsistensi uterus ibu R teraba kenyal, tali pusat terjulur
sebagian, TFU sepusat, terjadi perdarahan banyak dan ostium uteri
membuka, maka ibu R mengalami kasus patologi persalinan, yaitu

a. Retensio plasenta jenis plasenta adhesive


b. Plasenta previa dengan jenis plasenta akreta parsial
c. Prolapsus tali pusat dengan jenis plasenta akreta
d. Prolapses tali pusat dengan jenis plasenta adhesive
e. Retensio plasenta dengan jenis akreta parsial
9. Medikamentosa yang diberikan oleh bidan R adalah
a. Infus oksitosin 25 unit dalam 500 cc NS/RL, dengan 45 tetesan
permenit
b. Infus oksitosin 20 unit dalam 500 cc NS/RL, dengan 40 tetesan
permenit
c. Infus oksitosin 15 unit dalam 500 cc NS/RL, dengan 35 tetesan
permenit
d. Infus oksitosin 10 unit dalam 500 cc NS/RL, dengan 30 tetesan
permenit
e. Infus oksitosin 5 unit dalam 500 cc NS/RL, dengan 25 tetesan
permenit
10. Beberapa saat kemudian kadar HB ibu R kurang dari 8 gr%. Maka
tindakan segera yang dibutuhkan ibu R adalah.
a. Tranfusi darah
b. Infus D5
c. Dialysis
d. Terapi Fe 50 mg
e. Uji beku darah

Anda mungkin juga menyukai