Anda di halaman 1dari 23

SEDIAAN SERBUK

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas matakuliah Farmasetika Dasar Diampuh oleh Dra Muzta, S,Si.

Disisin oleh : M. Sofian Saleh Bella Fara Ratnadila Reni Kadarwati Dadan Pedrians Lulu Ismi Aziz Indra Riyanto Rizki Karoby Adit Anugrah 0661 12 088 0661 12 090 0661 12 089 0661 12 091 0661 12 092 0661 12 094 0661 12 095 0661 12 096

PROGRAM STUDY FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PAKUAN 2012

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masyarakat kini telah banyak mengenal sediaan-sediaan farmasi. Sediaan-sediaan yang telah beredar tersebut umumnya dibedakan atas sediaan padat, semi padat, dan cair. Sediaan padat merupakan sediaan yang sudah lama populer di masyarakat, salah satunya ialah serbuk. Sediaan serbuk merupakan sediaan yang memiliki keunggulan dibandingkan sediaan lainnya. Dalam pembuatan sediaan-sediaan ini tentu membutuhkan suatu perancangan formula yang tepat dan ekonomis serta member efek terapeutik. Dalam memformulasi suatu sediaan serbuk, tentulah memperhatikan beberapa hal. Adapun hal-hal tersebut akan dibahas padalaporan ini. B. Tujuan Penulisan Tujuan Umum Mahasiswa mampu memahami apa itu sediaan serbuk, macam-macam sediaan serbuk, dan bagaimana cara pembuatan serbuk sesuai dengan resep dan dengan cara benar sesuai dengan aturan peracikan. Tujuan Khusus 1. 2. 3. 4. Mahasiswa dapat mengetahui obat dengan bentuk sediaan serbuk Mahasiswa dapat mengetahui berbagai macam jenis sediaan serbuk Mahasiswa dapat membuat dan meracik sediaan serbuk Mahasiswa dapat mengatasi cara peracikan sediaan serbuk

C. Sistematika Penulisan BAB I : Pendahuluan a. Latar belakang b. Tujuan Penulisan c. Sistematika Penulisan BAB II. ISI BAB III. PENUTUP a. Kesimpulan b. Saran DAFTAR PUSTAKA

BAB II ISI

A. Pengertian Pulvis Pulvis (serbuk) adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. Karena mempunyai luas permukaan yang luas, serbuk lebih mudah terdispersi dan lebih larut dari pada bentuk sediaan yang dipadatkan. Serbuk oral dapat diserahkan dalam bentuk terbagi (pulveres) atau tak terbagi (pulvis). Serbuk oral tak terbagi terbatas pada obat yang relatif tidak poten seperti laksansia, antasida, makanan diet dan beberapa jenis analgetik tertentu, pasien dapat menakar secara aman dengan sendok teh atau dengan penakar yang lain. Serbuk tidak terbagi lainnya adalah serbuk gigi dan serbuk tabur, keduanya untuk pemakaian luar.

Kelebihan dan Kekurangan Sediaan Obat 1. Kelebihan a. Dokter lebih leluasa dalam memilih dosis yang sesuai dengan keadaan penderita. b. Lebih stabil terutama untuk obat yang rusak oleh air. c. Penyerapan lebih cepat dan lebih sempurna dari pada sediaan padat lainnya. d. Cocok digunakan untuk anak-anak dan orang dewasa yang sukar menelan kapsul atau tablet. e. Obat yang terlalu besar volumenya untuk dibuat tablet atau kapsul dapat dibuat dalam bentuk serbuk.

2. Kelemahan a. Obat terasa pahit, sepat, lengket di lidah (bisa diatasi dengan corrigens saporis). b. Kurang baik untuk obat yang tidak tahan lembab atau kontak dengan udara. c. Perlu waktu lama dalam peracikan.

Syarat-Syarat Serbuk Bila dinyatakan lain serbuk harus kering, halus dan homogen. 1. Pulveres (serbuk bagi) Keseragaman bobot: timbang isi dari 20 bungkus satu persatu, canpur isi ke 20 bungkus tadi dan timbang sekaligus, hitung bobot isi rata-rata. Penyimpanan antara penimbangan satu persatu terhadapbobot si rata-rata tidak lebih dari 15% tiap 2 bungkus dan tidak lebih dari 10% tiap 18 bungkus. 2. Serbik oral tidak terbagi Pada seruk oral tidak terbagi hanya terbatas. Pada obat yang relatif tidak poten, seperti laksan, antasida, makanan diet dan beberapa analgesik tertentu sehingga pasien dapat menakar secara aman dengan sendok the atau penakar lain. 3. Serbuk tabor Pada umumnya serbuk tabur harus melewati ayakan dengan derajat halus 100 mesh, agar tidak menimbulkan iritasi pada bagian yang peka.

Jenis-jenis Serbuk 1. Serbuk adspersorius Adalah serbuk ringan, bebas dari butiran kasar dan dimaksudkan untuk obat luar. Umunyta dikemas dalam wadah yang bagian atasnya berlubang halus untuk memudahkan penggunaan pada kulit. Catatan : a) Talk, kaolin dan bahan mineral Iainnya yang digunakan untuk serbuk tabur harus memenuhi syarat bebas bakteri Clostridium tetani, Clostridium Wellcii, dan Bacillus Anthrocis. b) Serbuk tabur tidak boleh digunakan untuk luka terbuka. c) Pada umumnya serbuk tabur harus melewati ayakan dengan derajat halus 100 mesh agar tidak menimbulkan iritasi pada bagian yang peka. Contohnya : i. Zinci Undecylenatis ii. Zinci Undecylenatis Pulyis Adspersorius (For. Nas)

iii. Sulfanilamidi Pulvis Adspersorius (Form.Indo) iv. Pulvis Paraformaldehydi Compositus (Form. Indo) v. Pulvis Salicylatis Compositus (Form Indo) 2. Pulvis dentifricius Serbuk gigi, biasanya menggunakan carmin sebagai pewarna yang dilarutkan terlebih dahulu dengan chloroform/etanol 90%. 3. Pulvis sternutatorius Adalah bersin yang penggunaannya dihisap melalui hidung, sehingga serbuk tersebut harus halus sekali. 4. Pulvis Effervescent Serbuk ini merupakan serbuk biasa yang sebelum ditelan dilarutkan terlebih dahulu dalam air dingin atau air hangat dan dari proses pelarutan ini akan mengeluarkan gas C02, kemudian membentuk larutan yang pada umumnya jernih. Serbuk ini merupakan campuran antara senyawa asam (asam sitrat atau asam tartrat) dengan senyawa basa (natrium carbonat atau natrium bicarbonat). Interaksi asam dan basa ini dalam air akan menimbulkan suatu reaksi yang menghasilkan gas karbondioksida. Bila ke dalam campuran ini ditambahkan zat berkhasiat, maka akan segera dibebaskan sehingga memberikan efek farmakologi dengan cepat. Pada pembuatan, bagian asam dan basa harus dikeringkan secara terpisah.

Derajat Halus Serbuk Derajat halus serbuk dinyatakan dengan satu nomor atau dua nomor. Jika derajat halus serbuk dinyatakan 1 nomor, berarti semua serbuk dapat melalui pengayakan dengan nomor tersebut. Jika dinyatakan 2 nomor, dimaksudkan bahwa semua serbuk dapat melalui pengayakan dengan nomor terendah dan tidak lebih dari 40% melalui pengayak dengan nomor tertinggi. Sebagai contoh serbuk 22/60, dimaksudkan bahwa serbuk dapat melalui pengayak nomor 22 seluruhnya, dan tidak lebih dari 40% melalui pengayak nomor 60. Nomor pengayak menunjukan jumlah-jumlah lubang tiap 2,54 cm dihitung searah dengan panjang kawat.

1. Serbuk sangat kasar adalah serbuk () 2. Serbuk kasar adalah serbuk (10/40) 3. Serbuk agak kasar adalah serbuk (22/60) 4. Serbuk agak halus adalah serbuk (44/85) 5. Serbuk halus adalah serbuk (85) 6. Serbuk sangat halus adalah serbuk (120) 7. Serbuk sangat halus adalah serbuk (200/300) Tabel Nomor Pengayak Nomor Pengayak Lebar Nominal Lubang (mm) Garis Tengah Nominal Kawat (mm) Perbandingan kira-kira jumlah luas lubang terhadap pengayak (%) 5 8 10 22 25 30 36 44 60 85 100 120 150 170 200 300 3,35 2,00 1,68 0,710 0,600 0,500 0,420 0,355 0,250 0,180 0,150 0,125 0,105 0,090 0,075 0,053 1.730 1,175 0,860 0,445 0,416 0,347 0,286 0,222 0,173 0,119 0,104 0,087 0,064 0,059 0,052 0,032 43 40 44 38 35 35 35 38 35 36 35 35 39 36 35 39 3,2 3,3 3,3 3,9 4,2 4,4 4,5 4,8 5,2 5,6 6,3 6,5 7,0 7,3 8,1 9,1 Penyimpanan rata-rata maksimum (%)

Untuk pembuatan serbuk atau serbuk bagi, F.I.III memberi petunjuk digunakan zat dengan derajat halus sebagai berikut : i. Serbuk sangat halus (120) : Carbo Adsorben, Acidum Boricum, Sulfur Preciptatum, Magnesium Carbonas, Magnesium Oxydum, Talcim. ii. Serbuk halus (100) : Digitalis Folia, Saccharose, Ipecacuaneae Radix, Chinchonae Cortex, Apii Pulv, Zinci Oxydum, Tannalbin, Kaolin. iii. Serbuk agak halus (44/85) : Laktosa, Mira, Caryophylli, Foeniculi Fructus. iv. Obat serbuk kasar, terutama simplisia nabati, digerus lebih dahulu sampai derajat halus tertentu setelah itu dikeringkan pada suhu tidak lebih dari 500 C. Seperti : Foeniculi Fructus (44) Anisi Fructus (44) Belladonnae Folia Atau Herba (100) Caryophylli (44) Digitalis Folia (100) Ipecacuanhea Radix (100) Cinnamomi Radix (100) Cinchonae Radix (100) Myrrhae (44) Opii Pulvis (100) Sapo Medicatus (60) Sannnae Folia (100) Strammonii Folia Atau Herba (100) Strychnini Semen (100) Valerianae Eadix (100) Untuk simplisia nabati, tidak boleh menggunakan bagian pertama terayak, tetapi harus terayak habis dan campuran homogen, karena berkhasiat tidak terbagi rata pada semmua bagian simplisia. Sebagai contoh daun kering yang digerus halus dan diayak, maka muka daun yang akan terayak dulu, setelah itu baru urat daun dapat teratak, serbuk secale cornuti harus dibuat baru dan tidak boleh disimpan lebih dari 1 tahun.

B. Pengertian Pulveres Pulveres (serbuk bagi) adalah serbuk yang dibagi dalam bobot yang sama, dibungkus dengan kertas perkamen atau bahan pengemas lain yang cocok. Bila dokter menulis serbuk bagi, dapat ditulis dengan cara yaitu : i. Ditulis jumlah obat untuk seluruh serbuk dan lalu dibagi menjadi beberapa bungkus : R/ Acidi Acetylosalicylici 10 Fac.pulv.divide in partes Aequalis no.XX ii. Ditulis jumlah untuk setiap bungkus serbuknya dan membuat beberapa bungkus : R/ Acidi Acetylosalicylici 0,5 m.f.pulv,dtd.no.20 Pada cara kesatu ditimbang 10 ngram Asetosal digerus lalu dibagi menjadi 20 serbuk. Pada cara kedua ditimbang 20 x 0,5 Asetosal, digerus, lalu dibagi menjadi 20 bungkus. Bila dokter lupa menulis atau eliru menulis d.t.d., akan segera diketahui mengenai besarnya dosis yang menyimpang dari dosis biasa, apa lebih besar atau lebih kecil. Supaya dapat terbagi tepat, maka campuran serbuk sering ditambah zat tambahan yang berkhasiat netral atau indiferen, seperti Saccharum Lactis, saccharum album, sampai berat serbuk tiap bungkusnya 500 mg. Penggunaan saccharum album ada keuntungannya sebagai korigen rassa, tetapi serbuk akan mudah basah karena higroskopis. Serbuk yang diberikan pada penderita diabetes tidak boleh digunakan Saccharum album sebagai zat tambahan, tetapi digunakan minnitum atau Saccharum Lactis. Serbuk yang harus dibagi tanpa penimbangan untuk menjamin pembagian yang sama maka penimbangan dilakukan paling banyak hanya 20 bungkus. Apabila lebih dari 20 bungkus, maka serbuk dibagi dalam beberapa bagian. Dengan cara penimbangan tiap tahap bagian dibagi paling banyak menjadi 20 bungkus.

Penyimpanan berat masing-masing serbik terhadap yang lain adalah paling besar 10%. Serbuk bagi dikemas dalam kertas perkamen, bagi serbuk yang mengandukng zat yang higrokopis serbuk dibungkus dalam kertas berlilin dan diserahkan dalam pot dengan tutup sekrup. Pada serbuk yang mengandung minyak eteris tidak digunakan kertas parafin, sebab minyak etersirnya akan diserap, tetapi dengan kertas perkamen kemudian dilapisi lagi dengan kertas logam atau kertas perak. Keseragaman bobot dilakukan dengan menimbang isi dari 20 bungkus satu persatu, dicampurkan isi ke 20 bungkus tadi dan ditimbang sekaligus dan hitung bobot rata-ratanya. Penyimpanan antara penimbangan, satu persatu terhadap bobot isirata-rata tidak lebih dari 15% dari tiap 2 bungkus dan tidak lebih dari 10% untuk tiap 18 bungkus yang lain. Cara Pembuatan Serbuk diracik dengan cara mencampur satu persatu, sedikit demi sedikit dan mulai dari bahan yang jumlahnya sedikit kemudian diayak, biasanya menggunakan pengayak nomor 60 dan dicampur lagi. Cara mencampur obat-obatan dan bahan-bahan tambahan harus cermat, dan di bawah ini disusun sesuai dengan petunjuk yang perlu diperhatikan: 1. Jangan mencampur obat berkhasiat keras dalam mortir dalam keadaan tidak diencerkan, untuk mencegah sebagian obat tertinggal dalam pori-pori dinding mortar. Cara yang baik ialah pilihlah mortir yang halus, masukkuan dulu kira-kira sama bagian serbuk yang lain, digerus sendirian, baru dimasukkan dan digerus bersama obat yang berkhasiat keras. Setelah itu masukkan bagian serbuk yang lain sedikit demi sedikit sambil diaduk dan digerus. Untuk mencampur tersebut sebaiknya digunakan bagian serbuk yang lain yang mempunyai warna yang berlainan dan kontras dengan warna obat berkhasiat keras tersebut. Bila semua serbuk berwarna putihobat berkhasiat keras tersebut. Bila semua serbuk berwarna putih,berilah zat warna, biasanya carmin.

2. Bila bagian-bagian serbuk mempunyai BJ yang berlainan, masukkan dulu serbuk yang BJ-nya besar baru kemudian masukkan bagian serbuk yang BJ-nya lebih rendah dan diaduk. Sebagai contoh: R/ Magnesii Oxydi 5

Bismuth. Subcarbonas5 Sacharum Lactis m.f.pulv. S.t.d.d.cp. 5

Masukkan Bismuth Subcarbonas dulu dalam mortir gerus sambil diaduk, ditambah Magnesii Oxydum sedikit demi sedikit setelah itu dimasukkan sacharum Lactis. Magnesia Oxydum adalah serbuk sangat ringan. 3. Jangan menggerus bahan-bahan serbuk dalam jumlah banyak sekaligus. Hal ini untuk menghindari agar jangan sampai ada bagian serbuk yang belum halus. Karena dengan menggerus akan banyak terjadi kristal kasar menjadi halus. Bila menggerus serbuk secara banyak, akan terjadi serbuk halus yang banyak pula, tetapi ada bagian-bagian kasar yang terlepas dan tidak ikut tergerus dengan baik. Maka itu lebih baik bagian-bagian serbuk digerus masing-masing dalam mortir sampai halus baru dicampur. 4. Dalam membuat serbuk lebih baik bila bahan-bahan baku serbuk kering. Maka itu untuk menggerus balus serbuk Kristal lebih baik menggunakan mortir panas. Hal ini khusus untuk menggerus Kalii bromidum, Natrii Chloridum dan sebagainya. Memanaskan mortir dilakukan sebagai berikut: Tuangi moortir dan stamper dengan air panas, biarkan beberapa menit sampai dinding luar mortir terasa panas, setelah itu air panas dituang keluar dan keringkan dengan serbet bersih. Jangan menggunakan mortir panas untuk bahan-bahan yang mudah menguap, atau rusak pada pemanasan, seperti: Ammonii Carbbonas, Salol, Natrii Bicarbonas, Ammonii Chloridum dan peroksida seperti Magnesii Perixydi.

Contoh resep: R/ Kalii Bromid Ephedrine HCL Luminal m.f.pulv.dtd.No,XXX s.3.d.d.p. R/ Natrii Bicarb. Amonii Carbonas Lumianl S.t.d.d.p. 5. Cara mencampur Camphora dalam serbuk dilakukan sebagai berikut: Larutan Champora dengan Spiritus fortior dalam mortir sampai cukup larut, jangan berlebihan, setelah itu diaduk dengan bahan lain misalnya Saccharum Lactis sampai spiritus fortiornya menguap. Pada waktu mengaduk jangan ditekan untuk mennghindari Champora menggumoal kembali. Pada pembuatan serbuk Champora untuk pemakaian luar dapat digunakan eter sebagai pengganti Spiritus fortiori. 6. Cara mencampur Stibii Pentasulfidum dailakukan sebagai berikut: Dimasukkan serbuk lain dalam mortir, misalnya Saccharum Lactis sebagian lalu masukkan serbuk Stibii Pentasulfidum dan tambahkan sisa Saccharum lactis atau serbuk lain, baru diaduk dan digerus tanpa ditekan. Dikerjakan demikian untuk menghindari serbuk Stibii Pentasulfidasum melekat dan memberi warna merah pada dinding atau dasr mortir. Pencampuran ini dalam cukup waktu hingga memperoleh serbuk yang homogen yang terlihat pada pengadukan tidak ada warna yang lebih tua. Contoh resep: R/ Camphora Acetosal Phenacetin Coffeini m.f.pulv.No.X S.t.d.d.p.I 2 3 2 0,5 0,200 0,200 0,030 0,250 0,050 0,030

R/ Champora Naphtholum Talcum m.f.pulv.adsp. S.u.e

2 1 ad 100

7. Serbuk dengan ekstrak kental Dalam mortir panas ekstrak kental diencerkan dengan cairan penyari, misalnya Spiritus dilutes atau Spiritus lainnya secukupnya dan diserbukan dengan pertolongan zat tambahan yang cocok, misalnya Saccharum Lactis atau Amylum Oryzae. 8. Serbuk dengan tinctura atau Extractum liquidum Tincture dan Extractum liquidum diuapkan pelarutnya di atas tangas air hinnga hampir kering lalu diserbukkan dengan pertolongan bahan tambahan yang cocok, biasanya digunakan saccharum Lactis bila untuk penggunaan dalam. Agar serbuk yang dipakai pengeringan tidak menjadi keras, maka masa selalu dilepas dengan spatel dari dindig mortir. Bila kandungan zat berkhasiat tidak mudah menguap atau rusak dan jumlah kecil, maka digunakan mortir panas dan dikeringkan dengan penambahan Saccharum Lactis. 9. Gula beminyak = Elaeoscchara adalah campuran 2 gram Saccharum lactis dengan 1 tetes minyal eteris, ytang sering digunakan adalah Oleum Anisi, Oleum Foeniculi dan Oleum Menthae Piperitae. Gula minyak tidak boleh disimpan sebagai persediaan, dikemas dalam kertas perkamen, jangan dikertas parafin sebab minyak eterisnya akan diserap 10. Campuran serbuk yang menjadi basah atau mencair Arti basah disini adalah menyerap air atau keluar air kristalnya, menyerap air disini disebabkan oleh karena campuran serbuk itu lebih higroskopis dari masing-masing serbuk/Kristal.

Cara Pengemasan Serbuk Secara umumnya serbuk dibungkus dan diedarkan dalarn 2 macam kemasan yaitu kemasan untuk serbuk terbagi dan kemasan serbuk tak terbagi. Serbuk oral dapat diserahkan dalam bentuk terbagi pulveres atau tidak terbagi (pulvis). Kemasan untuk Serbuk Terbagi : Pada umumnya serbuk terbagi terbungkus dengan kertas perkamen atau dapat juga dengan kertas sekofan atau sampul potietitena untuk melindungi serbuk dari pengaruh lingkungan. Serbuk terbagi biasanya dapat dibagi langsung (tanpa penimbangan) sebelum dibungkus dalam kertas perkamen terpisah dengan cara seteliti mungkin, sehingga tiap tiap bungkus berisi serbuk yang kurang lebih sama jumlahnya. Hat tersebut bisa dilakukan bila prosentase perbandingan pemakaian terhadap dosis maksimat kurang dari 80%. Bila prosentase perbandingan pemakaian terhadap DM sama dengan atau lebih besar dari 80% maka serbuk harus dibagi berdasarkan penimbangan satu per satu. Pada dasarnya langkah langkah melipat atau membungkus kertas pembungkus serbuk adalah sebagai berikut : a) Letakkan kertas rata di atas permukaan meja dan lipatkan 1/2 inci ke arah kita pada garis memanjang pada kertas untuk menjaga keseragaman, langkah ini harus dilakukan bersamaan dengan lipatan pertama sebagai petunjuk. b) Letakkan serbuk baik yang ditimbang atau dibagi bagi ke tengah kertas yang telah dilipat, satu kali lipatannya mengarah ke atas di sebelah seberang dihadapanmu. c) Tariklah sisi panjang yang belum dilipat ke atas dan letakkanlah pada kira kira garis lipatan pertama, lakukan hati hati supaya serbuk tidak berceceran. d) Peganglah lipatan dan tekanlah sampai menyentuh dasar kertas dan lipatlah ke hadapanmu setebal lipatan pertama. e) Angkat kertas, sesuaikan dengan ukuran dos tempat yang akan digunakan untuk mengemas, lipat bagian kanan dan kiri pembungkus sesuai dengan ukuran dos tadi. Atau bila pengemasnya plastik yang dilengkapi klip pada ujungnya usahakan ukuran pembungkus satu dengan yang lainnya seragam supaya tampak rapi.

f) Kertas pembungkus yang telah terlipat rapi masukkan satu per satu dalam dos atau plastik klip. Pada lipatan kertas pembungkus tidak boleh ada serbuk dan tidak boleh ada ceceran serbuk.

sendok dan kertas puyer

C. Pengertian Serbuk Tabur Serbuk tabur harus bebas dari butiran kasar dan dimaksudkan untuk obat luar. Talk, Kaolin, dan bahan mineral lainnya yang digunakan untuk serbuk tabur harus memenuhi syarat bebas dari bakteri Clistridium tetani dan Clostridium Welchii dab bacillus anthracis. Cara sterilisasinya adalah dengan cara pemanasan kering padda suhu 150 selam 1 jam. Serbuk tabur tidak boleh digunakan untuk luka terbuka. Dalam pembuatan selalu dilakukan obat-obat yang berkhasiat dicampur dengan talk atau Bolus alba, tetapi tidak dengan Oxydi Zincici dan zat lain yang sama. Serbuk yang mengandung lemak harus diayak dengan pengayak nomor 44. Cara membuat serbuk tabur yang mengandung: a. Adeps Lana, vaselinum, Plumbi Oxydi Emplastrum adalah dengan melarutkan zatr tersebut dalam Aether atau aceton, lalu ditambahkan sebagian Talk diaduk sampai Aether atau aceton menguap, setelah itu ditambah bahan lainnya. b. Paraffinum liquidum dan Oleum Ricini dicampur dulu dengan sama banyaknya talk lalu ditambahkan sedikit demi sedikit dan aduk, sambil yang melekat pada dinding mortir lepas dengan spatel atau kertas film dan diaduk. c. Ichtyol diencerkan dulu dengan Aether cum spiritu lalu dikeringkan dengan talk, yaitu sambil diaduk dibiarkan Aether cum spiritunya menguap lalu ditambahkan sisa

talk dan serbuk lainnya, sambil yang melekat padda dinding mortir dilepas dengan spatel atau dengan kertas film. d. Minyak-minyak eteris dan Formaldehid solution dicampur terakhir dengan cara memasukkan zat tersebut dalam mortir lalu ditambahkan campuran serbuk yang telah diayak sedikit demi sedikit. Aturan pembuatan serbuk tabur: a. Serbuk tabur tanpa mengandung zat berlemak diayak dengan nomor ayakan nomor 100. b. Serbuk tabur yang mengandung zat berlemak diayak dengan ayakan nomor 44. c. Seluruh serbuk harus terayak semuanya, yang tertinggal diayakan dihaluskan lagi sampai seluruhnya terayak.

Cara Pengemasan Untuk pemakaian luar, serbuk tak terbagi umumnya dikemas dalam wadah kaleng yang berlubang lubang atau sejenis ayakan untuk memudahkan penggunaan pada kulit. MisaInya bedak tabur. Sedangkan untuk obat dalam, serbuk tak terbagi biasa disimpan dalam botol bermulut lebar supaya sendok dapat dengan mudah ketuar masuk melalui mutut botol. Contohnya serbuk antacid, serbuk laksativa. Wadah dari gelas digunakan pada serbuk yang mengandung bahan obat higroskopis/ mudah mencair, serbuk yang mengandung bahan obat yang mudah menguap. Untuk serbuk yang komponennya sensitif terhadap cahaya menggunakan wadah gelas berwarna hijau

D. Pengertian Dan Macam-Macam Kapsul Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin tetapi dapat juga terbuat dari pati atau bahan lain yang sesuai. Macam-macam kapsul Berdasarkan bentuknya kapsul dalam farmasi dibedakan menjadi 2 yaitu kapsul keras (capsulae durae, hard capsul) dan kapsul lunak (capsulae molles, soft capsul). Perbedaan kapsul keras dan kapsul lunak Kapsul keras Terdiri atas tubuh dan tutup Tersedia dalam bantuk kosong Isi biasanya padat, dapat juga cair Cara pakai per oral Bentuk hanya 1 macam Kapsul Lunak Satu kesatuan Selalu sudah terisi Isi biasanya cair, dapat juga padat Bias oral, vaginal, rektal, topical Bentuknya bermacam-macam

Macam-macam kapsul berdasarkan ukuran Ukuran kapsul menunjukkan ukuran volume dari kapsul dan dikenal 8 macam ukuran yang dinyatakan dalam nimor kode. 000 adalah ukuran terbesar dan 5 ukuran. Ukuran kapsul Untuk Hewan 000 10 00 11 0 12 1 2 3 4 5

Umumnya nomor 00 adalah ukuran terbesar yang dapat diberikan kepada pasien. Adapula kapsul gelatin keras ukuran 0 dengan bentuk memanjang (dikenal sebagai ukuran OE) yang memberikan kapasitas isi lebih besar tanpa peningkatan diameter. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu bagi kita untuk mampu memilih ukuran kapsul yang tepat atau memilih ukuran kapsul yang terkecil yang masih dapat menampung bahan obat yang akan dimasukkan. Hal ini penting dalam rangka mempersiapkan resep dokter di Apotek.

Keuntungan dan kerugian sediaan kapsul Keuntungan bentuk sediaan kapsul 1. Bentuk menarik dan praktis 2. Tidak berasa sehingga bisa menutup rasa dan bau yang kurang enak 3. Mudah ditelan dan cepat hancur/larut da dalam perut, sehingga bahan cepat segera diabsorbsi (diserap) usus 4. Dokter dapat memberikan resep dengan kombinasi dari bermacam-macam bahan obat dan dengan dosis yang berbeda-beda menurut kebutuhan pasien 5. Kapsul dapat diisi dengan cepat tidaak memerlukan bahan penolong seperti pada pembuatan pil atau tablet yang mungkin mempengaruhi absorbsi bahan obatnya.

Kerugian bentuk sediaan kapsul 1. Tidak bias untuk zat-zat mudah menguap sebab pori-pori cangkang tidak menahan penguapan 2. Tidak untuk zat-zat yang higroskopis 3. Tidak untuk zat-zat yang bereaksi dengan cangkang kapsul 4. Tidak untuk balita 5. Tidak bias dibagi (missal 2 kapsul)

Cara pengisian kapsul Yang dimaksud kapsul dini adalah kapsul keras. Kapsul gelatin keras terdiri dari 2 bagian yaitu bagian dalam/induk yaitu bagian yang lebih panjang (badan kapsul) dan bagian luar (tutup). Kapsul demikian juga disebut Capsulae Operculatae dan kapsul bentuk ini diproduksi besar-besaran dipabrik dengan mesin otomatis. Umunya ada lekuk khas pada bagian tutup dan induk untuk memberikan penutupan yang baik bila bagian tutup dan induk untuk memberikan penutupan yag baik, bila bagian induk dan tutup cangkangnya diletakkan, untuk mencegah terbukanya cangkang kapsul yang telah diisi, selama transportasi dan penanganan.

Ada 3 macam cara pengisian kapsul yaitu dengan tangan, dengan alat bukan mesin, dengan alat mesin: 1. Dengan tangan Merupakan cara yang paling sederhana yakni dengan tangan, tanpa bantuan alat lain. Cara ini sering dikerjakan di apotek untuk melayani resep dokter. Pada pengisian dengan cara ini sebaiknya digumakan sarung tangan untuk mencegah alergi yang mungkin timul karena petugas tidak tahan terhadap obat tersebut. Untuk memasukkan obat dapat dilakuakan dengan cara serbuk dibagi sesuai dengan jumlah kapsul yang diminta lalu tiap bagian serbuk dimasukkan ke dalam badan kapsul dan ditutup. 2. Dengan alat bukan mesin Alat yang dimaksud disini adalah alat yang menggunakan tangan manusia. Dengan menggunakan ini didapatkan kapsul yang lebih seragam dan pengejaanya lebih cepat sebab sekali cetak dapat dihasilkan berpuluh-puluh kapsul. Alat ini terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian yang tetap dan bagian yang bergerak. Caranya: Kapsul dibuka dan badan kapsul dimasukkan ke dalam lubang dari bagian alat yang tidak bergerak. Serbuk yang akan dimsukkan ke dalam kapsul ditaburkan pada permukaan kemudian diratakan dengan kertas film Kapsul ditutup dengan cara merapatkan/menggerakkan bagian yang bergarak. Dengan cara demikian semua kapsul akan tertutup 3. Dengan alat mesin Untuk menghemat tenaga dalam rangka memproduksi kapsul secara besar-besaran dan untuk menjaga keseragaman dari kapsul tersebut, perlu digunakan alat yang serba otomatis mulai dari membuka, mengisi sampai dengan menutup kapsul. Dengan cara ini dapat diproduksi kapsul dengan jumlah besar dan memerluka tenaga sedikit serta keseragamannya lebih terjamin.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Pulvis (serbuk) adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. Karena mempunyai luas permukaan yang luas, serbuk lebih mudah terdispersi dan lebih larut dari pada bentuk sediaan yang dipadatkan. Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin tetapi dapat juga terbuat dari pati atau bahan lain yang sesuai. Apapun jenis sediaan obatnya pastilah mengandung keuntungan dan kerugiannya begitupun pada sediaan serbuk maupun sediaan kapsul. Diperlukan pengetahuan tentang cara pembuatan sediaan serbuk, karena ada aturan aturan tertentu yang harus dipatuhi dalam cara pembuatan sediaan ini.

B. Saran Diperlukan pengetahuan dan kecermatan dalam membuat sediaan serbuk, diantaranya mengetahui aturan-aturan yang harus dipatuhi dalam cara pembuatannya.

DAFTAR PUSTAKA Anief, Moh. 2010. Ilmu Mweacik Obat. Yogyakarta : GAJAH MADA UNIVERSITY PRESS

LAMPIRAN A. Pertanyaan 1. Jenny Aditya (0661 12 103) Prilaku-prilaku khusus apa saja yang harus dilakukan untuk pembuatan sediaan serbuk? 2. Handri Napuri (0661 12 108) Apa maksud derajat halus serbuk? 3. Wenda Kartika Sari (0661 12 099) Apa keuntungan dan kerugian sediaan serbuk?

B. Jawaban 1. prilaku khusus dalam pembuatan serbuk diantaranya : a) Obat yang berkhasiat keras harus diencerkan terlabih dahulu, untuk mencegah sebagian obat tertinggal dalam pori-pori dinding mortir. b) Bila bagian-bagian serbuk memiliki BJ yang berlainan, masukkan dulu serbuk yang mempunyai BJ besar, kemudian baru dimasukkan bagian serbuk yang BJ-nya lebih rendah dan diaduk. c) Jangan menggerus bahan-bahan serbuk dalam jumlah banyak sekaligus. Ini menghindari agar jangan sampai ada bagian serbuk yang belum halus. d) Dalam pembuatan sediaan serbuk sebaiknya menggunakan bahan-bahan serbuk yang kering. e) Cara mencampur Camphora dalam serbuk dilakukan sebagai berikut: Larutan Champora dengan Spiritus fortior dalam mortir sampai cukup larut, jangan berlebihan, setelah itu diaduk dengan bahan lain misalnya Saccharum Lactis sampai spiritus fortiornya menguap. Pada waktu mengaduk jangan ditekan untuk mennghindari Champora menggumoal kembali. Pada pembuatan serbuk Champora untuk pemakaian luar dapat digunakan eter sebagai pengganti Spiritus fortiori. f) Cara mencampur Stibii Pentasulfidum dailakukan sebagai berikut: Dimasukkan serbuk lain dalam mortir, misalnya Saccharum Lactis sebagian lalu masukkan serbuk Stibii Pentasulfidum dan tambahkan sisa

Saccharum lactis atau serbuk lain, baru diaduk dan digerus tanpa ditekan. Dikerjakan demikian untuk menghindari serbuk Stibii Pentasulfidasum melekat dan memberi warna merah pada dinding atau dasr mortir. Pencampuran ini dalam cukup waktu hingga memperoleh serbuk yang homogen yang terlihat pada pengadukan tidak ada warna yang lebih tua. g) Serbuk dengan ekstrak kental Dalam mortir panas ekstrak kental diencerkan dengan cairan penyari, misalnya Spiritus dilutes atau Spiritus lainnya secukupnya dan diserbukan dengan pertolongan zat tambahan yang cocok, misalnya Saccharum Lactis atau Amylum Oryzae. h) Serbuk dengan tinctura atau Extractum liquidum Tincture dan Extractum liquidum diuapkan pelarutnya di atas tangas air hinnga hampir kering lalu diserbukkan dengan pertolongan bahan tambahan yang cocok, biasanya digunakan saccharum Lactis bila untuk penggunaan dalam. Agar serbuk yang dipakai pengeringan tidak menjadi keras, maka masa selalu dilepas dengan spatel dari dindig mortir. Bila kandungan zat berkhasiat tidak mudah menguap atau rusak dan jumlah kecil, maka digunakan mortir panas dan dikeringkan dengan penambahan Saccharum Lactis. i) Gula beminyak = Elaeoscchara adalah campuran 2 gram Saccharum lactis dengan 1 tetes minyal eteris, ytang sering digunakan adalah Oleum Anisi, Oleum Foeniculi dan Oleum Menthae Piperitae. Gula minyak tidak boleh disimpan sebagai persediaan, dikemas dalam kertas perkamen, jangan dikertas parafin sebab minyak eterisnya akan diserap j) Campuran serbuk yang menjadi basah atau mencair Arti basah disini adalah menyerap air atau keluar air kristalnya, menyerap air disini disebabkan oleh karena campuran serbuk itu lebih higroskopis dari masing-masing serbuk/Kristal.

2.

Derajat halus serbuk dinyatakan dengan satu nomor atau dua nomor. Jika derajat halus serbuk dinyatakan 1 nomor, berarti semua serbuk dapat melalui pengayakan dengan nomor tersebut. Jika dinyatakan 2 nomor, dimaksudkan bahwa semua serbuk dapat melalui pengayakan dengan nomor terendah dan tidak lebih dari 40% melalui pengayak dengan nomor tertinggi. Sebagai contoh serbuk 22/60, dimaksudkan bahwa serbuk dapat melalui pengayak nomor 22 seluruhnya, dan tidak lebih dari 40% melalui pengayak nomor 60. Nomor pengayak menunjukan jumlah-jumlah lubang tiap 2,54 cm dihitung searah dengan panjang kawat.

3. Kelebihan sediaan serbuk : f. Dokter lebih leluasa dalam memilih dosis yang sesuai dengan keadaan penderita. g. Lebih stabil terutama untuk obat yang rusak oleh air. h. Penyerapan lebih cepat dan lebih sempurna dari pada sediaan padat lainnya. i. Cocok digunakan untuk anak-anak dan orang dewasa yang sukar menelan kapsul atau tablet. j. Obat yang terlalu besar volumenya untuk dibuat tablet atau kapsul dapat dibuat dalam bentuk serbuk. Kelemahan sediaan serbuk : d. Obat terasa pahit, sepat, lengket di lidah (bisa diatasi dengan corrigens saporis). e. Kurang baik untuk obat yang tidak tahan lembab atau kontak dengan udara. f. Perlu waktu lama dalam peracikan.

Anda mungkin juga menyukai