Anda di halaman 1dari 17

1

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM PENDUGAAN INDEKS LUAS DAUN BERBASIS KOMPUTERISASI

BIDANG KEGIATAN: PKM PENELITIAN

Diusulkan oleh:

Fransiska Dina Marlinawati Habiba Nurul Istiqomah Lugito

1114121089 1114121095 1114121122

Angkatan 2011 Angkatan 2011 Angkatan 2011

UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2013

ii

DAFTAR ISI .. i .. ii .. iii .. iv

HALAMAN SAMPUL HALAMAN PENGESAHAN DAFTAR ISI RINGKASAN

BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Perumusan Masalah 1.3 Tujuan 1.4 Luaran 1.5 Manfaat Program .. 1 .. 2 .. 2 .. 2 .. 2 .. 3

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

BAB 3. METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian .. 5 3.2 Metode Penelitian 3.3 Tahapan Penelitian 3.4 Indikator Capaian .. 5 .. 6 .. 7

3.5 Pengumpulan dan Analisis Data. 7

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN 4.1 Jadwal Penelitian 4.2 Biaya Penelitian .. 7 .. 7

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

iii

RINGKASAN

Tingkat produktivitas lahan pertanian ditentukan oleh efisiensi fotosintesis yang terjadi pada tanaman produksi Fotosintesis dipengaruhi pula oleh kandungan klorofil daun.Indeks luas daun dapat digunakan untuk menggambarkan tentang kandungan total klorofil daun tiap individu tanaman. Selama ini pengukuran Indeks Luas Daun (ILD) dilakukan dengan metode kertas milimeter, gravimetri, planimetri, panjang kali lebar, fotografi, dan penggunaan Leaf Area Meter (LAM).Penggunaan LAM mudah dilakukan tetapi mahal.Penelitian ini bertujuan mengetahui efisiensi dan keakuratan pengukuran ILD menggunakan aplikasi computer (photoshop).Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan. Daun yang diukur luasnya adalah daun salam, cengkeh, dan mangga masing-masing 5 daun. Pengukuran dilakukan menggunakan Leaf Area Meter (LAM) (kontrol), gravimetri, fotografi-photoshop, dan scannerphotoshop.Data yang diperoleh kemudian dianalisis sidik ragamnya dan dilanjutkan dengan uji nilai tengah dengan menggunakan uji Beda Nyata Jujur pada taraf 5%. Penilaian efisiensi pengukuran dilakukan berdasarkan indikator keakuratan data pengukuran luas daun, kemudahan cara pengukuran (skor 1-5; semakin tinggi skor, semakin mudah pengukuran dilakukan), dan kecepatan pengukuran (menit). Keyword: Indeks Luas Daun (ILD), scanner, photoshop

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Tingkat produktivitas lahan pertanian ditentukan oleh efisiensi fotosintesis yang terjadi pada tanaman produksi. Fotosintesis merupakan reaksi anabolisme untuk menghasilkan karbohidrat dan oksigen. Hasil dari fotosintesis ini kemudian dikenal sebagai fotosintat untuk ditranslokasikan keseluruh jaringan tanaman. Terdapat banyak hal yang mempengaruhi banyak sedikitnya fotosintat yang dihasilkan tanaman. Faktor eksternal meliputi kadar CO2 di udara, kadar H2O, dan intensitas cahaya matahari. Faktor internal meliputi morfologi tanaman tersebut. Morfologi tanaman yang terkait langsung dengan fotosintesis adalah bentuk daun dan kanopinya.

Fotosintesis dipengaruhi pula oleh kandungan klorofil daun. Daun yang memiliki kandungan klorofil tinggi diharapkan lebih efisien dalam menangkap energi cahaya matahari untuk fotosintesis (Lawlor, 1987, cit. Gardner et al, 1991). Indeks luas daun dapat digunakan untuk menggambarkan tentang kandungan total klorofil daun tiap individu tanaman. Permukaan daun yang semakin luas diharapkan mengandung klorofil lebih banyak. Indeks luas daun merupakan hasil bersih asimilasi per satuan luas daun dan waktu.

2
1

Luas daun tidak konstan terhadap waktu, tetapi mengalami penurunan dengan bertambahnya umur tanaman (Gardner et al., 1991).

Selama ini pengukuran Indeks Luas Daun (ILD) dilakukan dengan metode kertas milimeter, gravimetri, planimetri, panjang kali lebar, fotografi, dan penggunaan Leaf Area Meter (LAM). Metode kertas milimeter, gravimetri, planimetri, panjang kali lebar, dan fotografi merupakan metode yang mudah digunakan namun kurang efisien untuk pengukuran dalam jumlah banyak. Sedangkan LAM merupakan alat yang cukup canggih dan akurat untuk pengukuran ILD. Akan tetapi, biaya yang dibutuhkan untuk pengadaan LAM ini cukup banyak. Padahal pengukuran ILD secara akurat adalah hal penting yang mutlak dilakukan dalam suatu penelitian terkait produktivitas tanaman. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu metode ataupun alat pengukuran ILD yang murah, akurat, dan efisien tenaga maupun waktu.

1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan rumusan masalah sebagai berikut: 1. 2. Bagaimana carapengukuran Indeks Luas Daun yang akurat dan efisien? Apa saja kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh masing-masing teknik pengukuran ILD? 3. Apakah pengukuran ILD menggunakan aplikasi komputer dapat memberikan hasil pengukuran yang akurat dan efisien?

1.3 Tujuan Tujuan program ini antara lain : 1. 2. Mengetahui teknik pengukuran Indeks Luas Daun (ILD) yang cepat, tepat, dan akurat. Mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh masing-masing teknik pengukuran ILD. 3. Mengetahui efisiensi dan keakuratan pengukuran ILD menggunakan aplikasi komputer.

1.4 Luaran Program Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas scanner sebagai alat pengukur ILD.

36

1.5 Manfaat Program Manfaat dari program ini adalah didapatkan suatu alat dan metode pengukuran ILD yang murah, akurat, dan efisien tenaga maupun waktu.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Indeks luas daun (ILD) merupakan suatu peubah yang menunjukkan hubungan antara luas daun dan luas bidang yang tertutupi. Laju perubahan nilai ILD sangat tergantung dengan kualitas metabolisme dalam pertumbuhan tanaman .Oleh karena itu, ILD sering digunakan sebagai indikator dalam pertumbuhan tanaman, yaitu sebagai salah satu peubah untuk mengetahui intensitas radiasi yang diintersepsi oleh daun sehingga dapat diduga nilai biomassanya (Risdiyanto dan Setiawan, 2007).

Faktor yang penting untuk diperhatikan dalam mengukur luas daun adalah ketepatan hasil pengukuran dan kecepatan pengukuran. Masing-masing faktor tersebut memiliki kepentingan sendiri dalam penggunaannya, seperti pada pengukuran laju fotosintesis dan proses metabolisme lain tentunya ketepatan pengukuran yang diperlukan. Untuk pengukuran indeks luas daun tentunya kecepatan pengukuran yang diperlukan. Namun demikian ketepatan dan kecepatan pengukuran sangat tergantung pada alat dan cara atau teknik pengukuran (Santoso dan Hariyadi, 2008).

Luas daun biasanya diukur dengan menggunakan alat Leaf Area Meter. Indeks Luas Daun dihitung dengan rumus :
ILD LD , dimana: Lt

ILD = Indeks luas daun LD = Luas daun Lt = Luas lahan yang ditumbuhi tanaman (Sudarmadji dkk., 2007)

Ada enam metode yang digunakan untuk pengukuran luas daun tanaman, yaitu metode kertas milimeter, metode gravimetri, metode plong, metode planimeter, metode panjang kali lebar, dan metode leaf area meter. Masing-masing metode tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan. Metode kertas milimeter lebih sederhana untuk pengukuran luas daun

47 karena hanya memerlukan alat kertas milimeter dan alat menggambar. Metode kertas milimeter ini efektif untuk mengukur luas daun yang bentuknya relatif sederhana dan teratur. Meskipun metode ini cukup sederhana namun waktu yang dibutuhkan relatif lama sehingga tidak praktis jika diterapkan untuk sampel yang j uml ahnya banyak. Metode gravimetri digunakan untuk mengukur luas daun berdasarkan perbandingan berat (gravimetri). Daun yang akan diukur luasnya digambar pada sehelai kertas yang menghasilkan replika (tiruan) daun. Replika daun kemudian digunting dari kertas yang berat dan luasnya sudah di ketahui. Luas daun kemudian ditaksir berdasarkan perbandingan berat replika daun dengan berat total kertas. Metode plong, prinsip pengukuran luas daun hampir sama dengan Metode Gravimetri. Metode planimeter, pengukuran menggunakan alat planimeter yang sering digunakan untuk mengukur suatu luasan dengan bentuk yang tidak teratur dan berukuran besar seperti peta. Alat ini dapat digunakan untuk mengukur luas daun apabila bentuk daun tidak terlalu rumit. Jika daun banyak dan berukuran kecil, metode ini kurang praktis karena membutuhkan waktu yang lama. Metode leafarea meter, pengukuran menggunakan alat leaf area meter yang memiliki akurasi tinggi namun ukuran alat kecil sehingga tidak dapat digunakan untuk pengukuran daun dengan ukuran besar tanpa perlakuan pemotongan. Harga alat yang mahal menyebabkan tidak banyak pihak yang memilikinya (NugrohodanYuliasmara, 2012). Pemindai (bahasa Inggris: scanner) merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindai suatu bentuk maupun sifat benda, seperti dokumen, foto, gelombang, suhu dan lain-lain. Hasil pemindaian itu pada umumnya akan ditransformasikan ke dalam komputer sebagai data digital (Wikipedia, 2013).

Pada pengujian daun kakao menggunakan scanner dilakukan dengan scanning daun selanjutnya disimpan dalam file format jpeg. Operasional pengukuran menggunakan program image processing yang dapat menampilkan pixel gambar, yaitu program Irfanview. File hasil scanning Daun kemudian dibuka menggunakan imageprocessing tersebut. Gambar yang ada diberi warna hitam dan kemudian dilihat jumlah pixel warna hitam yang ada. Jumlah pixel yang didapat dari hasil scan objek merupakan penggambaran dari jumlah titik yang tertutup oleh objek pada saat dilakukan scanning. Bila dihubungkan dengan DPI yang dilakukan pada saat scan maka didapatkan persamaan sebagai berikut: 150 DPI berarti 150 titik dalam 1 inci atau 22.500titik per inci

58 300 DPI berarti 300 titik dalam 1 inci atau 90.000titik per inci 600 DPI berarti 600 titik dalam 1 inci atau 360.000titik per inci Berdasarkan persamaaan tersebut dapatdianalogikan bahwa luas bidang objek = luas areatitik yang tertutup objek, sehingga luas objek dapat diketahui dengan rumus: Luas (cm2) = 6,305 x (Nugroho danYuliasmara, 2012).

Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto atau gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotograferdigital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar atau foto (Wikipedia, 2013).

BAB 3. METODE PELAKSANAAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Benih Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

3.2 Metode Penelitian Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali pengulangan. Percobaan dapat digambarkan sebagai berikut : Tabel 1. Perlakuan pegukuran luas daun AlatPengukuran DaunTanaman Kontrol (Leaf Area Meter) (a1) a1b1 a1b2 a1b3 Gravimetri (a2) a2b1 a2b2 a2b3 Fotografi(a3) a3b1 a3b2 a3b3 Scanner (a4) a4b1 a4b2 a4b3

Daun Salam (b1) Daun Cengkeh (b2) Daun Mangga (b3)

69 3.3 Tahapan Penelitian a. Pemilihan Daun

Daun yang akandiukurditentukandengansistemacakterpilihsebanyak 5 daundarimasingmasingjenistanaman. Daun-daun yang dipilihmerupakan 5 daun yang memilikiluasan hampir sama. b. Pengukuran Indeks Luas Daun (ILD)

Pengukuran dilakukan saat panen berdasarkan perlakuan pada tabel. Rincian cara pengukuran dijelaskan sebagai berikut : 1. Kontrol (Leaf Area Meter) Semua daun yang telah dirompes diletakkan di atas alat berjalan area meter. Ketika alat dihidupkan, luas daun dapat langsung diketahui. 2. Gravimetri Kertas A4 diukur luas dan beratnya. Replika daun yang akan dihitung luasnya dibuat dengan ukuran yang sama menggunakan kertas A4. Replika daun yang sudah jadi kemudian ditimbang. Luas daun dihitung dengan rumus = 3. Fotografi-Photoshop Pengukuran ini dilakukan tanpa merusak tanaman. Daun yang masih ada di tanaman, diambil gambarnya kemudian dimasukkan kedalam laptop. Gambar tersebut dibuka dengan aplikasi Photoshop. Penampang daun diubah warnanya menjadi hitam. Kemudian banyaknya pixels yang ada di bagian histogram dicatat. Luas daun dapat ditaksir dengan rumus : Luas (cm2) = 6,305 x 4. Scanner-Photoshop Metode yang digunakan sama seperti pada cara Fotografi-Photoshop. Namun, pengukuran dengan scanner dapat merusak tanaman sebab daun tanaman diambil kemudian discan dalam format jpeg. Gambar tersebut dibuka dengan aplikasi Photoshop. Penampang daun diubah warnanya menjadi hitam. Kemudian banyaknya pixels yang ada di bagian histogram dicatat. Luas daun dapat ditaksir dengan rumus : Luas (cm2) = 6,305 x (NugrohodanYuliasmara, 2012). (Nugroho dan Yuliasmara, 2012).

10 7

Hasil yang diperoleh dari 5 daun pada masing-masing pengukuran kemudian dicari nilai tengahnya untuk dilakukan analisis lebih lanjut.

3.4 Indikator Capaian Indikator yang diamatiadalahsebagaiberikut. 1. 2. Keakuratan data pengukuranluasdaun. Kemudahan cara pengukuran (skor 1-5; semakin tinggi skor, semakin mudah pengukuran dilakukan). 3. Kecepatan pengukuran (menit).

3.5 Pengumpulan dan Analisis Data Data dikumpulkan dari hasil pengukuran luas daun dengan menggunakan Leaf Area Meter (LAM), gravimetri, fotografi-photoshop, dan scanner-photoshop. Data cara kemudahan pengukuran diperoleh berdasarkan skor rata-rata yang diberikan masing-masing pengamat. Sedangkan data kecepatan pengukuran diperoleh dari waktu yang dibutuhkan setiap alat untuk menyelesaikan tugasnya menghitung luas daun. Data yang diperoleh kemudian dianalisis sidik ragamnya dan dilanjutkan dengan uji nilai tengah dengan menggunakan uji Beda Nyata Jujur pada taraf 5%.

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Anggaran Biaya No 1 2 3 4 Jenis Pengeluaran Peralatan penunjang Bahan habis pakai Perjalanan Lain-lain Jumlah Biaya Rp 3.980.000,00 Rp 4.288.000,00 Rp 1.395.000,00 Rp 498.000,00 Rp 10.161.000,00

4.2 Jadwal Kegiatan JENIS KEGIATAN Minggu kePERSIAPAN Pengadaan alat dan bahan Konsultasi PELAKSANAAN Cek bahan & alat Pelaksanaan penelitian PEMBAHASAN 1 BULAN 1 2 3 4

811 Analisa Hasil Evaluasi kegiatan Monitoring PELAPORAN Penyusunan laporan Konsultasi laporan

DAFTAR PUSTAKA Gardner et al., 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Herawati Susilo, penerjemah. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Terjemahan dari Physiology of Crop Plants. Nugroho, KristyaWidhidanYuliasmara.2012. PenggunaanMetodeScanning untukPengukuranLuasDaunKakao.PusatPenelitian Kopi danKakao Indonesia. Jember Risdiyanto, I dan R. Setiawan. 2007. Metode neraca energi untuk perhitungan indeks luas daun menggunakan data citra satelit multi spectral.J. Agromet Indonesia 21 (2): 27 38, 2007. Santoso , Bambang B. dan Hariyadi. 2008. Metode pengukuran luas daun jarak pagar (Jatropha curcas L.). Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian: Vol. 8 No. 1 Januari 2008.
Sudarmadji, S. dkk. 1997. Prosedur Analisis Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Edisi ketiga. Liberty. Yogyakarta.

Wikipedia. 2013. Adobe Photoshop.http://id.wikipedia.org/wiki/Adobe_Photoshop. Diakses pada 20 Oktober 2013. Wikipedia. 2013. Pemindai. http://id.wikipedia.org/wiki/Pemindai. Diakses pada 20 Oktober 2013. LAMPIRAN Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota A. Identitas Diri 1 2 3 4 5 6 7 Nama Lengkap Jenis Kelamin Program Studi NIM Tempat dan Tanggal Lahir Email No telepon/HP Fransiska Dina Marlinawati Perempuan Agroteknologi 1114121089 Kalirejo, 31 Maret 1993 rechuzze@gmail.com 085789940399

12

13

14

15

Lampiran 2.Justifikasi Anggaran Kegiatan A. Peralatan Penunjang


No. 1 2 3 4 5 URAIAN
JUSTIFIKASI

KEBUTUHAN 1 3 2 2 1 buah hari bulan bulan bulan Rp Rp Rp Rp Rp

HARGA SATUAN 1.500.000,00 200.000,00 300.000,00 540.000,00 200.000,00 TOTAL Rp 1.500.000,00 Rp 600.000,00 Rp 600.000,00 Rp 1.080.000,00 Rp 200.000,00 Rp 3.980.000,00

Scanner alat bantu dalam pengukuran ILD berbasis komputerisasi Peminjaman Leaf Area Meter untuk pengukuran ILD yang umum digunakan Jasa Penggunaan Lab sebagai tempat penelitain Jasa Peminjaman komputer lab komponen alat penelitian Peminjaman timbangan elektrik untuk pengukuran gravimetri Total Biaya B. Biaya Habis Pakai
No. 1 2 3 4 5 6 URAIAN Alat Tulis Kantor Koneksi Internet Kertas Kamera digital Gunting Kotak penyimpanan
JUSTIFIKASI

KEBUTUHAN 2 2 1 1 2 1 set bulan rim buah buah kotak Rp Rp Rp Rp Rp Rp

HARGA SATUAN 240.000,00 1.200.000,00 35.000,00 1.250.000,00 34.000,00 55.000,00 TOTAL Rp 480.000,00 Rp 2.400.000,00 Rp 35.000,00 Rp 1.250.000,00 Rp 68.000,00 Rp 55.000,00 Rp 4.288.000,00

untuk keperluan tulis-menulis dan alat bantu dalam pengukuran gravimetri pencarian literatur pengukuran secara gravimetri pengukuran ILD secara fotografi alat bantu dalam pengukuran ILD secara gavimetri meyimpan daun agar daun tetap baik kondisi fisiknya Total Biaya

C. Biaya Perjalanan
No. URAIAN JUSTIFIKASI untuk pengambilan sampel daun salam, cengkeh, dan mangga untuk kebutuhan penelitian ongkos angkutan umum dari kosan ke laboratorium Total Biaya KEBUTUHAN 3 3 60 HARGA SATUAN TOTAL orang Rp 60.000,00 Rp 180.000,00 orang Rp 45.000,00 Rp 135.000,00 hari Rp 18.000,00 Rp 1.080.000,00 Rp 1.395.000,00

1 Perjalanan ke Pringsewu 2 Pembelian alat dan bahan 3 Perjalanan ke laboratorium

D. Lain-Lain
No. URAIAN JUSTIFIKASI untuk keperluan surat-menyurat (administrasi) percetakan dan perbanyakan laporan untuk keperluan mendadak yang tidak terpikirkan sebelumnya Total Biaya KEBUTUHAN 6 8 buah Rp buah Rp Rp HARGA SATUAN TOTAL 7.000,00 Rp 42.000,00 32.000,00 Rp 256.000,00 200.000,00 Rp 200.000,00 Rp 498.000,00

1 Materai 2 Pembuatan laporan 3 Biaya tak terduga

Ringkasan Anggaran Biaya PKM-P No Jenis Pengeluaran 1 Peralatan penunjang 2 Bahan habis pakai 3 Perjalanan 4 Lain-lain Jumlah

Biaya Rp 3.980.000,00 Rp 4.288.000,00 Rp 1.395.000,00 Rp 498.000,00 Rp 10.161.000,00

16

Lampiran 3.Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas No 1 Nama / NIM Fransiska Dina M / 1114121087 Program Bidang Studi Ilmu Agroteknologi Pertanian Alokasi Waktu Uraian Tugas (jam/minggu) 12 jam/minggu Koordinator penelitian Penanggung jawab pengukuran pada LAM dan gravimetri Penanggung jawab pada analisis keakuratan pengukuran ILD 12 jam/minggu Sekretaris penelitian Penanggung jawab pengukuran pada LAM dan scanner Penanggung jawab pada analisis scor kemudahan pengukuran ILD 12 jam/minggu Pengelola keuangan Penanggung jawab pengukuran pada LAM dan fotografi Penanggung jawab pada analisis waktu pengukuran ILD

2.

Habiba Nurul Istiqomah / 1114121095

Agroteknologi Pertanian

3.

Lugito / 1114121122

Agroteknologi Pertanian

17