Anda di halaman 1dari 19

I.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Gambut terbentuk dari seresah organik yang terdekomposisi secara anaerobik dimana laju penambahan bahan organik lebih tinggi daripada laju dekomposisinya. Di dataran rendah dan daerah pantai, mula-mula terbentuk gambut topogen karena kondisi anaerobik yang dipertahankan oleh tinggi permukaan air sungai, tetapi kemudian penumpukan seresah tanaman yang semakin bertambah menghasilkan pembentukan hamparan gambut ombrogen yang berbentuk kubah ( dome) . Gambut ombrogen di Indonesia terbentuk dari seresah vegetasi hutan yang berlangsung selama ribuan tahun, sehingga status keharaannya rendah dan mempunyai kandungan kayu yang tinggi (Radjagukguk, !!").

Gambar 1. Salah satu contoh lahan gambut Di daerah tropis, penggunaan lahan gambut dimulai pada tahun !""-an. #enebangan hutan, pembakaran dan pengatusan lahan dilakukan untuk tujuan pertanian dan pemukiman. $ntuk tujuan perdagangan, %".""" km& per tahun dari lahan gambut dibuka dan diambil hasil kayunya, sedangkan di beberapa negara gambut digunakan sebagai energi sumber panas ('nonim, &""&). (al ini tentu saja akan memberikan dampak yang sangat kuat bagi penurunan stabilitas gambut. Di 'sia )enggara terdapat *"+ dari total gambut tropik dunia terutama di Indonesia dan ,alaysia. Di Indonesia lahan gambut tersebar di -umatera, .alimantan, -ula/esi dan Irian 0aya. )idak

seluruh lahan ini bisa dikembangkan, tetapi diperkirakan masih mungkin untuk diman1aatkan seluas %,2 juta hektar (-ubagyo et al, !!2). -ejalan dengan pertambahan penduduk dan keterbatasan lahan pertanian menyebabkan pilihan diarahkan pada lahan gambut baik untuk kepentingan pertanian maupun untuk pemukiman penduduk. #enggunaan lahan gambut untuk pertanian dengan semestinya dan e1isien akan memberikan sumbangan bagi kelangsungan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dengan kata lain, peman1aatan lahan gambut yang dengan tidak semestinya akan menyebabkan kehilangan salah satu sumber daya yang berharga, dikarenakan lahan gambut merupakan lahan marginal dan merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. 'rdjakusuma et al, (&"" ) melaporkan bah/a di .alimantan )engah banyak dijumpai lahan bongkor yaitu lahan gambut yang terdegradasi (rusak) dan dibiarkan3ditinggalkan oleh pengelolanya, sehingga menjadi lahan tidur sebagai akibat pembukaan lahan gambut pada masa #elita I. #eman1aatan gambut dan lahan gambut untuk pertanian dan usaha-usaha yang berkaitan dengan pertanian berkembang cukup pesat. 4erbagai tanaman semusim dan tanaman tahunan dapat dibudidayakan pada lahan gambut tetapi yang paling berhasil atau menunjukkan harapan adalah tanaman sayuran, tanaman buah-buahan (seperti nanas, pepaya dan rambutan) dan tanaman perkebunan (terutama kelapa, kelapa sa/it, kopi dan karet). #engembangan pertanian pada lahan gambut menghadapi banyak kendala yang berkaitan dengan si1at tanah gambut. ,enurut -oepardi ( !*!) dalam ,a/ardi et al, (&"" ), secara umum si1at kimia tanah gambut didominasi oleh asam-asam organik yang merupakan suatu hasil akumulasi sisa-sisa tanaman. 'sam organik yang dihasilkan selama proses dekomposisi tersebut merupakan bahan yang bersi1at toksid bagi tanaman, sehingga mengganggu proses metabolisme tanaman yang akan berakibat langsung terhadap produkti1itasnya. -ementara itu secara 1isik tanah gambut bersi1at lebih berpori dibandingkan tanah mineral sehingga hal ini akan mengakibatkan cepatnya pergerakan air pada gambut yang belum terdekomposisi dengan sempurna sehingga jumlah air yang tersedia bagi tanaman sangat terbatas.

II. PEMBENTUKAN DAN KLASIFIKASI GAMBUT


5ahan gambut adalah lahan yang memiliki lapisan tanah kaya bahan organic (6-organik 7 8+) dengan ketebalan %" cm atau lebih. 4ahan organik penyusun tanah gambut terbentuk dari sisa-sisa tanaman yang belum melapuk sempurna karena kondisi lingkungan jenuh air dan miskin hara. 9leh karenanya lahan gambut banyak dijumpai di daerah ra/a belakang (back s/amp) atau daerah cekungan yang drainasenya buruk.

2.1 Pembentukan Gambut

Gambut terbentuk dari timbunan sisa-sisa tanaman yang telah mati, baik yang sudah lapuk maupun belum. )imbunan terus bertambah karena proses dekomposisi terhambat oleh kondisi anaerob dan3atau kondisi lingkungan lainnya yang menyebabkan rendahnya tingkat perkembangan biota pengurai. #embentukan tanah gambut merupakan proses geogenik yaitu pembentukan tanah yang disebabkan oleh proses deposisi dan tranportasi, berbeda dengan proses pembentukan tanah mineral yang pada umumnya merupakan proses pedogenik ((ardjo/igeno, !82). #embentukan gambut diduga terjadi antara "."""-%.""" tahun yang lalu (pada periode (olosin) dan gambut di Indonesia terjadi antara 2.8""-:.&"" tahun yang lalu ('ndriesse, !!:). Gambut di -era/ak yang berada di dasar kubah terbentuk :.;"" tahun yang lalu ()ie and <sterle, !! ), sedangkan gambut di ,uara .aman .alimantan )imur umurnya antara ;.8%" sampai :.:"" tahun (Diemont and #ons, !! ). -ie1ermann et al.( !88) menunjukkan bah/a berdasarkan carbon dating (penelusuran umur gambut menggunakan teknik radio isotop) umur gambut di .alimantan )engah lebih tua lagi yaitu 2.&;" tahun pada kedalaman "" cm sampai 8.&2" tahun pada kedalaman % m. Dari salah satu lokasi di .alimantan )engah, #age et al.(&""&) menampilkan sebaran umur gambut sekitar :" tahun pada kedalaman "- "" cm, %""-%.:"" tahun pada kedalaman ""-&"" cm, %.:""-*.!"" tahun pada kedalaman &""-;"" cm, *.!""-!.:"" tahun pada kedalaman ;""-:"" cm, !.:""- ;.""" tahun pada kedalaman :""8"" cm dan ;."""-&2.""" tahun pada kedalaman 8""- .""" cm. Dari gambaran tersebut dapat dipahami bah/a pembentukan gambut memerlukan /aktu yang sangat panjang. Gambut tumbuh dengan kecepatan antara "-; mm per tahun. Di 4arambai Delta #ulau #etak, .alimantan -elatan laju pertumbuhan gambut sekitar ","% mm dalam satu tahun, sedangkan di #ontianak sekitar ", ; mm per tahun. Di -ara/ak ,alaysia, laju pertumbuhan berjalan lebih cepat yaitu sekitar ",&& =",:8 mm per tahun (>oor, &"" dari berbagai sumber). #roses pembentukan gambut dimulai dari adanya danau dangkal yang secara perlahan ditumbuhi oleh tanaman air dan vegetasi lahan basah. )anaman yang mati dan melapuk secara bertahap membentuk lapisan yang kemudian menjadi lapisan transisi antara lapisan gambut dengan substratum (lapisan di ba/ahnya) berupa tanah mineral. )anaman berikutnya tumbuh pada bagian yang lebih tengah dari danau dangkal ini dan secara membentuk lapisan-lapisan gambut sehingga danau tersebut menjadi penuh (Gambar a dan b). 4agian gambut yang tumbuh mengisi danau dangkal tersebut disebut dengan gambut topogen karena proses pembentukannya disebabkan oleh topogra1i daerah cekungan. Gambut topogen biasanya relati1 subur (eutro1ik) karena adanya pengaruh tanah mineral. 4ahkan pada /aktu tertentu, misalnya jika ada banjir besar, terjadi pengkayaan mineral yang menambah kesuburan gambut tersebut. 4

)anaman tertentu masih dapat tumbuh subur di atas gambut topogen. (asil pelapukannya membentuk lapisan gambut baru yang lama kelamaan memberntuk kubah (dome) gambut yang permukaannya cembung (Gambar c). Gambut yang tumbuh di atas gambut topogen dikenal dengan gambut ombrogen, yang pembentukannya ditentukan oleh air hujan. Gambut ombrogen lebih rendah kesuburannya dibandingkan dengan gambut topogen karena hampir tidak ada pengkayaan mineral. 2.2 Kla !"!ka ! Gambut

-ecara umum dalam klasi1ikasi tanah, tanah gambut dikenal sebagai 9rganosol atau (istosols yaitu tanah yang memiliki lapisan bahan organik dengan berat jenis (4D) dalam keadaan lembab ? ", g cm-; dengan tebal 7 2" cm atau lapisan organik dengan 4D 7 ", g cm -; dengan tebal 7 :" cm (-oil -urvey -ta11, &"";). Gambut diklasi1ikasikan lagi berdasarkan berbagai sudut pandang yang berbeda@ dari tingkat kematangan, kedalaman, kesuburan dan posisi pembentukannya. 4erdasarkan tingkat kematangannya, gambut dibedakan menjadiA Gambut saprik (matang) adalah gambut yang sudah melapuk lanjut dan bahan asalnya tidak dikenali, ber/arna coklat tua sampai hitam, dan bila diremas kandungan seratnya ? %+. Gambut hemik (setengah matang) (Gambar &, ba/ah) adalah gambut setengah lapuk, sebagian bahan asalnya masih bisa dikenali, ber/arma coklat, dan bila diremas bahan seratnya % = *%+. Gambut 1ibrik (mentah) (Gambar &, atas) adalah gambut yang belum melapuk, bahan asalnya masih bisa dikenali, ber/arna coklat, dan bila diremas 7*%+ seratnya masih tersisa.

Gambar 2. Proses pembentukan gambut di daerah cekungan lahan basah: a. Pengisian danau 5 dangkal oleh vegetasi lahan basah, b. Pembentukan gambut topogen, dan c. pembentukan gambut ombrogen

4erdasarkan tingkat kesuburannya, gambut dibedakan menjadiA Gambut eutro1ik adalah gambut yang subur yang kaya akan bahan mineral dan basa-basa serta unsur hara lainnya. Gambut yang relati1 subur biasanya adalah gambut yang tipis dan dipengaruhi oleh sedimen sungai atau laut. ,esotro1ik adalah gambut yang agak subur karena memiliki kandungan mineral dan basa-basa sedang Gambut oligotro1ik adalah gambut yang tidak subur karena miskin mineral dan basa-basa. 4agian kubah gambut dan gambut tebal yang jauh dari pengaruh lumpur sungai biasanya tergolong gambut oligotro1ik Gambut di Indonesia sebagian besar tergolong gambut mesotro1ik dan oligotro1ik (Radjagukguk, !!*). Gambut eutro1ik di Indonesia hanya sedikit dan umumnya tersebar di daerah pantai dan di sepanjang jalur aliran sungai. )ingkat kesuburan gambut ditentukan oleh kandungan bahan mineral dan basa-basa, bahan substratum3dasar gambut dan ketebalan lapisan gambut. Gambut di -umatra relati1 lebih subur dibandingkan dengan gambut di .alimantan. 4erdasarkan lingkungan pembentukannya, gambut dibedakan atasA Gambut ombrogen yaitu gambut yang terbentuk pada lingkungan yang hanya dipengaruhi oleh air hujan

Gambut topogen yaitu gambut yang terbentuk di lingkungan yang mendapat pengayaan air pasang. Dengan demikian gambut topogen akan lebih kaya mineral dan lebih subur dibandingkan dengan gambut ombrogen. 4erdasarkan kedalamannya gambut dibedakan menjadiA Gambut dangkal (%" = "" cm), Gambut sedang ( "" = &"" cm), Gambut dalam (&"" = ;"" cm), dan Gambut sangat dalam (7 ;"" cm) 4erdasarkan proses dan lokasi pembentukannya, gambut dibagi menjadiA Gambut pantai adalah gambut yang terbentuk dekat pantai laut dan mendapat pengayaan mineral dari air laut Gambut pedalaman adalah gambut yang terbentuk di daerah yang tidak dipengaruhi oleh pasang surut air laut tetapi hanya oleh air hujan Gambut transisi adalah gambut yang terbentuk di antara kedua /ilayah tersebut, yang secara tidak langsung dipengaruhi oleh air pasang laut.

III. KA#AKTE#ISTIK GAMBUT


$.1 Karakter! t!k F! !k .arakteristik 1isik gambut yang penting dalam peman1aatannya untuk pertanian meliputi kadar air, berat isi (bulk density, 4D), daya menahan beban (bearing capacity), subsiden (penurunan permukaan), dan mengering tidak balik (irriversible drying). .adar air tanah gambut berkisar antara "" = .;""+ dari berat keringnya (,utalib et al., !! ). 'rtinya bah/a gambut mampu menyerap air sampai ; kali bobotnya. Dengan demikian, sampai batas tertentu, kubah gambut mampu mengalirkan air ke areal sekelilingnya (Gambar ;). .adar air yang tinggi menyebabkan 4D menjadi rendah, gambut menjadi lembek dan daya menahan bebannya rendah (>ugroho, et al, !!*@ Bidjaja-'dhi, !!*). 4D tanah gambut lapisan atas bervariasi antara ", sampai ",& g cm-; tergantung pada tingkat dekomposisinya. Gambut 1ibrik yang umumnya berada di lapisan ba/ah memiliki 4D lebih rendah dari ", g3cm ;, tapi gambut pantai dan gambut di jalur aliran sungai bisa memiliki 4D 7 ",& g cm-; ()ie and 5im, !! ) karena adanya pengaruh tanah mineral. Colume gambut akan menyusut bila lahan gambut didrainase, sehingga terjadi penurunan permukaan tanah (subsiden). -elain karena penyusutan volume, subsiden juga terjadi karena adanya proses dekomposisi dan erosi. Dalam & tahun pertama setelah lahan gambut didrainase, laju subsiden bisa "

mencapai %" cm. #ada tahun berikutnya laju subsiden sekitar & = 2 cm per tahun tergantung kematangan gambut dan kedalaman saluran drainase. 'danya subsiden bisa dilihat dari akar tanaman yang menggantung.

Rendahnya 4D gambut menyebabkan daya menahan atau menyangga beban (bearing capacity) menjadi sangat rendah. (al ini menyulitkan beroperasinya peralatan mekanisasi karena tanahnya yang empuk. Gambut juga tidak bisa menahan pokok tanaman tahunan untuk berdiri tegak. )anaman perkebunan seperti karet, kelapa sa/it atau kelapa seringkali doyong atau bahkan roboh. #ertumbuhan seperti ini dianggap menguntungkan karena memudahkan bagi petani untuk memanen sa/it. -i1at 1isik tanah gambut lainnya adalah si1at mengering tidak balik. Gambut yang telah mengering, dengan kadar air ? ""+ (berdasarkan berat), tidak bisa menyerap air lagi kalau dibasahi. Gambut yang mengering ini si1atnya sama dengan kayu kering yang mudah hanyut diba/a aliran air dan mudah terbakar dalam keadaan kering (Bidjaja-'dhi, !88). Gambut yang terbakar menghasilkan energi panas yang lebih besar dari kayu3arang terbakar. Gambut yang terbakar juga sulit dipadamkan dan apinya bisa merambat di ba/ah permukaan sehingga kebakaran lahan bisa meluas tidak terkendali.

Gambar 3. $ontoh tanah gambut %ang diambil menggunakan bor gambut &peat sampler'. Gambar atas memperlihatkan contoh gambut (ibrik &mentah' dan gambar ba)ah contoh gambut hemik &setengah #

Gambar 4. +ir mengalir dari kubah gambut melalui saluran drainase.

Gambar 5. +kar %ang menggantung pada tanaman %ang tumbuh di lahan gambut menandakan sudah ter,adin%a subsiden &penurunan permukaan'.

Gambar . -anaman kelapa sa)it %ang do%ong disebabkan karena rendahn%a da%a menahan beban tanah gambut. $.2 Karakter! t!k k!m!a

1*

.arakteristik kimia lahan gambut di Indonesia sangat ditentukan oleh kandungan mineral, ketebalan, jenis mineral pada substratum (di dasar gambut), dan tingkat dekomposisi gambut. .andungan mineral gambut di Indonesia umumnya kurang dari %+ dan sisanya adalah bahan organik. Draksi organik terdiri dari senya/a-senya/a humat sekitar " hingga &"+ dan sebagian besar lainnya adalah senya/a lignin, selulosa, hemiselulosa, lilin, tannin, resin, suberin, protein, dan senya/a lainnya. 5ahan gambut umumnya mempunyai tingkat kemasaman yang relati1 tinggi dengan kisaran p( ; - %. Gambut oligotropik yang memiliki substratumpasir kuarsa di 4erengbengkel, .alimantan )engah memiliki kisaran p( ;,&% = ;,*% ((alim, !8*@ -alampak, !!!). -ementara itu gambut di sekitar 'ir -ugihan .iri, -umatera -elatan memiliki kisaran p( yang lebih tinggi yaitu antara :, sampai :,; ((artatik et al., &"":). Gambut oligotropik, seperti banyak ditemukan di .alimantan, mempunyai kandungan kation basa seperti 6a, ,g, ., dan >a sangat rendah terutama pada gambut tebal. -emakin tebal gambut, basa-basa yang dikandungnya semakin rendah dan reaksi tanah menjadi semakin masam (Driessen dan -uhardjo, !*2). Di sisi lain kapasitas tukar kation (.).) gambut tergolong tinggi, sehingga kejenuhan basa (.4) menjadi sangat rendah. )im Institut #ertanian 4ogor ( !*:) melaporkan bah/a tanah gambut pedalaman di .alampangan, .alimantan )engah mempunyai nilai .4 kurang dari "+, demikian juga gambut di pantai )imur Riau (-uhardjo dan Bidjaja-'dhi, !*2). ,uatan negati1 (yang menentukan .).) pada tanah gambut seluruhnya adalah muatan tergantung p( (p(dependent charge), dimana .). akan naik bila p( gambut ditingkatkan. ,uatan negati1 yang terbentuk adalah hasil dissosiasi hidroksil pada gugus karboksilat atau 1enol. 9leh karenanya penetapan .). menggunakan pengekstrak amonium acetat p( * akan menghasilkan nilai .). yang tinggi, sedangkan penetapan .). dengan pengekstrak amonium klorida (pada p( aktual) akan menghasilkan nilai yang lebih rendah. .). tinggi menunjukkan kapasitas jerapan (sorption capacity) gambut tinggi, namun kekuatan jerapan (sorption po/er) lemah, sehingga kation-kation ., 6a, ,g dan >a yang tidak membentuk ikatan koordinasi akan mudah tercuci. -ecara alamiah lahan gambut memiliki tingkat kesuburan rendah karena kandungan unsur haranya rendah dan mengandung beragam asam-asam organik yang sebagian bersi1at racun bagi tanaman. >amun demikian asam-asam tersebut merupakan bagian akti1 dari tanah yang menentukan kemampuan gambut untuk menahan unsur hara. .arakteristik dari asam-asam organik ini akan menentukan si1at kimia gambut.

11

$ntuk mengurangi pengaruh buruk asam-asam organik yang beracun dapat dilakukan dengan menambahkan bahan-bahan yang banyak mengandung kation polivalen seperti De, 'l, 6u dan En. .ation-kation tersebut membentuk ikatan koordinasi dengan ligan organik membentuk senya/a komplek3khelat. 9leh karenanya bahan-bahan yang mengandung kation polivalen tersebut bisa diman1aatkan sebagai bahan amelioran gambut (-abiham et al., !!*@ -aragih, !!2). )anah gambut juga mengandung unsur mikro yang sangat rendah dan diikat cukup kuat (khelat) oleh bahan organik sehingga tidak tersedia bagi tanaman. -elain itu adanya kondisi reduksi yang kuat menyebabkan unsur mikro direduksi ke bentuk yang tidak dapat diserap tanaman. .andungan unsur mikro pada tanah gambut dapat ditingkatkan dengan menambahkan tanah mineral atau menambahkan pupuk mikro. Gambut di Indonesia (dan di daerah tropis lainnya) mempunyai kandungan lignin yang lebih tinggi dibandingkan dengan gambut yang berada di daerah beriklim sedang, karena terbentuk dari pohonpohohan (Driessen dan -uhardjo, !*2). 5ignin yang mengalami proses degradasi dalam keadaan anaerob akan terurai menjadi senya/a humat dan asam-asam 1enolat (.ononova, !28). 'sam-asam 1enolat dan derivatnya bersi1at 1itotoksik (meracuni tanaman) dan menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat (Driessen, !*8@ -tevenson, !!:@ Rachim, !!%). 'sam 1enolat merusak sel akar tanaman, sehingga asam-asam amino dan bahan lain mengalir keluar dari sel, menghambat pertumbuhan akar dan serapan hara sehingga pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, daun mengalami klorosis (menguning) dan pada akhirnya tanaman akan mati. )urunan asam 1enolat yang bersi1at 1itotoksik antara lain adalah asam 1erulat, siringat , p-hidroksibenFoat, vanilat, p-kumarat, sinapat, suksinat, propionat, butirat, dan tartrat (Dr. Bi/ik (artatik dan Dr. Diah -etyorini, komunikasi pribadi).

I%. PE#TANIAN BE#KELAN&UTAN DI LAHAN GAMBUT


Dalam istilah yang tepat, konsep pertanian berkelanjutan pada lahan gambut sebenarnya bukan merupakan istilah yang tepat dikarenakan adanya daya menyusut dan adanya subsidence selama penggunaannya untuk usaha pertanian. 'kan tetapi, hal tersebut bisa dikurangi dalam arti

12

memperpanjang Glife span dengan meminimalkan tingkat subsidence dengan cara mengadopsi beberapa strategi pengelolaan yang benar mengenai air, tanah dan tanaman. '.1 Pengel(laan A!r '.1.1 Dra!na e Drainase merupakan prasyarat untuk usaha pertanian, /alaupun hal tersebut bukanlah suatu yang mudah untuk dilakukan mengingat si1at dari gambut yang bisa mengalami penyusutan dan kering tidak balik akibat drainase, sehingga sebelum mereklamasi lahan gambut perlu diketahui si1at spesi1ik gambut, peranan dan 1ungsinya bagi lingkungan. Drainase yang baik untuk pertanian gambut adalah drainase yang tetap mempertahankan batas air kritis gambut akan tetapi tetap tidak mengakibatkan kerugian pada tanaman yang akan berakibat pada hasil. Intensitas drainase bervariasi tergantung kondisi alami tanah dan curah hujan. 6urah hujan yang tinggi (:"""-%""" mm per tahun)('mbak dan ,elling, &""") membutuhkan sistem drainase untuk meminimalkan pengaruh banjir. -etelah drainase dan pembukaan lahan gambut, umumnya terjadi subsidence yang relati1 cepat yang akan berakibat menurunya permukaan tanah. -ubsidence dan dekomposisi bahan organik dapat menimbulkan masalah apabila bahan mineral di ba/ah lapis gambut terdiri dari lempeng pirit atau pasir kuarsa. .erapatan lindak yang rendah berakibat kemampuan menahan ( bearing capacity) tanah gambut juga rendah, sehingga pengolahan tanah sulit dilakukan secara mekanis atau dengan ternak. .emampuan menahan yang rendah juga juga merupakan masalah bagi untuk tanaman pohon-pohonan atau tanaman semusim yang rentan terhadap kerebahan (lodging) (Radjagukguk, !!"). 4agi tanaman perkebunan, usaha perbaikan drainase dilakukan dengan pembuatan kanal primer, kanal sekunder dan kanal tersier. (asil penelitian sementara di #). R-$# menunjukkan bah/a kelapa hybrida #4 & pada umur : tahun (:-% tahun setelah tanam adalah ,% ton kopra3ha). 'ngka ini sementara % kali lebih besar dari hasil yang dicapai di negara asalnya '1rika dimana #4 & pada umur : tahun menghasilkan ",&2 ton kopral3ha ()hampan, !8 dalam -udradjat dan Husairi, !!&). '.1.2.Ir!ga ! .etika batas kritis air dapat dikontrol pada level optimum untuk pertumbuhan tanaman, pengelolan air bukan merupakan suatu masalah kecuali pada tahap a/al pertumbuhan tanaman. 0ika batas kritis air tidak dapat terkontrol dan lebih rendah dari kebutuhan air semestinya, irigasi perlu dilakukan terutama bagi tanaman tertentu. (al ini penting untuk memasok kebutuhan air tanaman dan menghindari si1at kering tidak balik. -ayuran berdaun banyak, menunjukkan layu pada keadaan udara

13

panas. .ondisi ini mungkin merupakan pengaruh dari dangkalnya pro1il tanah yang dapat dicapai oleh akar tanaman dan kehilangan air akibat transpirasi yang lebih cepat daripada tanah mineral ('mbak dan ,elling, &"""). )anaman mempunyai tahapan pertumbuhan yang sensiti1 terhadap stress air yang berbeda. #engetahuan tentang tahapan tersebut akan mempermudah irigasi pada saat yang tepat sehingga mengurangi terjadinya stress air dan penggunaan air yang optimum. $ntuk penanaman tanaman semusim, pengaturan irigasi harus mempertimbangkan saat dan kebutuhan tanaman dan disesuaikan dengan ketersediaan air tanah diatas water table, jumlah air hujan, distribusi dan jumlah evapotranspirasi (5ucas, !8&)..

14

)abel . Da1tar kebutuhan air tanaman yang diusahakan di lahan gambut Tanaman .elapa -a/it >anas -agu 6assava .acang )anah .edelai 0agung $bi jalar 'sparagus -ayuran -umber A 'mbak dan ,elling (&""") '.1.$ Penggenangan $ntuk meminimalkan terjadinya subsidence, langkah yang bisa dilakukan adalah tetap mempertahankan kondisi tergenang tersebut dengan mengadopsi tanaman-tanaman sejenis hidro1ilik atau tanaman toleran air yang memberikan nilai ekonomi seperti halnya Eleocharis tuberosa, bayam cina (Amaranthus hybridus), kangkung (Ipomoea aquatica) dan seledri air. Di Dlorida ketika tanaman tertentu tidak bisa dibudidayakan karena perubahan musim, penggenangan dilakukan dan digunakan untuk budidaya tanaman air tersebut ('mbak dan ,elling, &"""). Kebutu)an a!r *+m, %"-*% 2"-!" &"-:" %-;" 2%-8% &%-:% *% &% &% ;"-2" -ingh et al ( !82) )ay ( !8")@ Eahari et al ( !8!) ,elling et al, !!8 )an dan 'mbak ( !8!)@ Eahari et al, ( !8!) 'mbak et al, ( !!&) 'mbak et al (opcit) 'mbak et al, (opcit) 'mbak et al, (opcit) 'mbak et al, (opcit) 5eong dan 'mbak, ( !8*) Sumber

15

'.2 Pengel(laan Tana) )anah gambut sebenarnya merupakan tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman bila ditinjau dari jumlah pori-pori yang berkaitan dengan pertukaran oksigen untuk pertumbuhan akar tanaman. .apasitas memegang air yang tinggi daripada tanah mineral menyebabkan tanaman bisa berkembang lebih cepat. 'kan tetapi dengan keberadaan si1at inheren yang lain seperti kemasaman yang tinggi, kejenuhan basa yang rendah dan miskin unsur hara baik mikro maupun makro menyebabkan tanah gambut digolongkan sebagai tanah marginal (5imin et al, &"""). $ntuk itulah perlunya usaha untuk mengelola tanah tersebut dengan semestinya. '.2.1. Pembakaran #embakaran merupakan cara tradisional yang sering dilakukan petani untuk menurunkan tingkat kemasaman tanah gambut. )erjadinya pembakaran bahan organik menjadi abu berakibat penghancuran tanah serta menurunkan permukaan tanah. #embakaran berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman pada tahun pertama dan meningkatkan serapan # tanaman, namun akan menurunkan serapan 6a dan ,g (,a/ardi et al, &"" ). '.2.2. Ba)an Pembena) Tana) #emberian pupuk dan amandemen dalam komposisi dan takaran yang tepat dapat mengatasi masalah keharaan dan kemasaman tanah gambut. $nsur hara yang umumnya perlu ditambahkan dalam bentuk pupuk adalah >, #, ., 6a, ,g serta sejumlah unsur hara mikro terutama 6u, En dan ,o. #emberian 6u diduga lebih e1ekti1 melalui daun ( foliar spray) karena si1at sematannya yang sangat kuat pada gambut, kurang mobil dalam tanaman dan kelarutan yang menurun ketika terjadi peningkatan p( akibat penggenangan. -ebagai amandemen, abu hasil pembakaran gambut itu sendiri akan berpengaruh menurunkan kemasaman tanah, memasok unsur hara dan mempercepat pembentukan lapis olah yang lebih baik si1at 1isikanya (Radjagukguk, !!"). Di -umatera 4arat ditemukan bahan amelioran baru (arFburgite yang de1ositnya cukup besar dan kandungan ,g yang tinggi (&*,& = ;&,"*+ ,g9) yang merupakan bahan potensial untuk ameliorasi lahan gambut (,a/ardi et al, &"" ). #upuk kandang khususnya kotoran ayam dibandingkan dengan kotoran ternak yang lainnya mengandung beberapa unsur hara makro dan mikro tertentu dalam jumlah yang banyak. .ejenuhan basanya tinggi, tetapi kapasitas tukar kation rendah. .otoran ayam, dalam melepaskan haranya berlangsung secara bertahap dan lama. )ampaknya, pemberian kotoran ayam memungkinkan untuk memperbaiki si1at 1isika dan kimia tanah gambut. #ada jagung manis, pemberian kotoran ayam sampai 1

: ton3ha pada tanah gambut pedalaman bereng bengkel dapat meningkatkan jumlah tongkol (5imin, !!& dalam Darung et al, &"" ).

%. KESIMPULAN
-ebagian dari lahan gambut telah diman1aatkan untuk perluasan areal pertanian. #engembangan lahan gambut tersebut didasarkan atas kebutuhan bah/a penyediaan tanah-tanah yang kesuburannya tinggi relati1 berkurang atau langka.

1!

Dalam pengelolaanya, masih dijumpai sejumlah kendala yang menghambat tercapainya produktivitas yang tinggi. .endala tersebut meliputi kendala 1isik, kendala kimia dan kendala yang berkaitan dengan penyediaan dan tata pengelolaan air. Dari hasil-hasil penelitian menunjukkan bah/a komoditi yang paling sesuai adalah tanaman hortikultura diikuti tanaman perkebunan dan industri, tanaman pangan dan padi sa/ah

DAFTA# PUSTAKA
'nonim, &" . 5ahan Gambut #otensial untuk #ertanian.

'bdurachman dan -uriadikarta, &""". #eman1aatan 5ahan Ra/a eks #5G .alimantan )engah untuk #engembangan #ertanian 4er/a/asan 5ingkungan. 0urnal 5itbang #ertanian ! (;). 'rdjakusuma, -., >uraini, -omantri, <., &"" . )eknik #enyiapan 5ahan Gambut 4ongkor untuk )anaman (ortikultura. 4uletin )eknik #ertanian. Col 2 >o. , &"" . 4adan 5itbang

1"

#ertanian. 0akarta. Darung, $, ,imbar, -.,., -yekh1ani., &"" . #engaruh Baktu #emberian .apur dan #upuk .andang )erhadap #ertumbuhan dan (asil #anen .edelai #ada )anah Gambut #edalaman .alimantan )engah. 4uletin 4iosain, Col. , >o.&, ,aret &"" . Driessen, #.,., !*8. #eat -oils. In. -oils and Rice. International Rice Research Institute. 'gus, D., ). 0une, (. .omara, (. -yahbuddin, <. Runtunu/u, dan <. -usanti. &""8. ,itigasi dan 'daptasi #erubahan Iklim dari 5ahan #erkebunan. 5aporan )ahunan &""8, .onsorsium 5itbang #erubahan Iklim -ektor #ertanian. 4alai 4esar -umber Daya 5ahan #ertanian, 4ogor. 'gus, D. &""!. 6adangan karbon, emisi gas rumah kaca dan konservasi lahan gambut. #rosiding -eminar Dies >atalis $niversitas 4ra/idjaya ke :2, ; 0anuari &""!, ,alang

1#